Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PERBANDINGAN KETELITIAN METODE REGISTRASI ANTARA METODE KOMBINASI DAN METODE TRAVERSE DENGAN MENGGUNAKAN TERRESTRIAL LASER SCANNER DALAM PEMODELAN OBJEK 3 DIMENSI Alfred Boni Son Simbolon; Bambang Darmo Yuwono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.6 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemodelan adalah suatu kegiatan untuk membentuk suatu objek dengan skala yang lebih kecil yang direpresentasikan dalam bentuk tiga dimensi. Perkembangan teknologi di bidang survei khususnya bidang pemodelan saat ini sudah berkembang dengan sangat pesat. Kehadiran Terrestrial Laser Scanner (TLS) memberikan solusi dalam pemodelan suatu objek. TLS biasanya digunakan untuk memodelkan suatu objek dengan bentuk yang rumit dan memerlukan ketelitian yang tinggi. Untuk membuat model tiga dimensi, perlu dilakukan penggabungan data dari beberapa hasil penyiaman, yang biasa disebut dengan registrasi.Dalam penelitian ini, pemodelan salah satu ikon Kota Semarang yaitu Tugu Muda dilakukan dengan menggunakan menggunakan metode Terrestrial Laser Scanner. Proses akuisisi data dilakukan dengan menggunakan metode kombinasi dan metode traverse untuk registrasi yang kemudian dilakukan perbandingan terhadap hasil ketelitian metode-metode tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan GPS Geodetik untuk mengetahui koordinat yang dijadikan sebagai referensi dalam pembuatan jaring poligon dalam metode traverse. Penulis menggunakan TLS Topcon GLS-2000 sebagai alat untuk melakukan pemindaian objek. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan software Scan Master untuk registrasi metode Traverse, Maptek I-Site Studio untuk metode kombinasi, dan Autodesk Remake untuk pemodelan. Model scan hasil registrasi kemudian dibandingkan jaraknya terhadap objek aslinya dengan menggunakan Total Station.Hasil akhir dari penelitian ini adalah berupa model 3 dimensi Tugu Muda dalam bentuk point cloud yang kemudian dimodelkan menjadi objek yang solid. Besar RMS registrasi dari masing-masing metode adalah 0,037 m untuk metode kombinasi dan 0,076 untuk metode traverse. Sedangkan besar RMS dari hasil perbandingan jarak dengan Total Station adalah sebesar ±0,0051827 m untuk metode kombinasi dan sebesar ±0,0052574 m untuk metode traverse.
PENENTUAN NILAI EKONOMI KEBERADAAN DAN NILAI PENGGUNAAN LANGSUNG KAWASAN UNTUK PEMBUATAN PETA ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN DAN PETA UTILITAS MENGGUNAKAN SIG (Studi Kasus : Kawasan KRKB Gembira Loka, Kota Yogyakarta) Fryda Arlina Mahardika; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1095.55 KB)

Abstract

ABSTRAK Yogyakarta adalah salah satu daerah istimewa di Indonesia yang terkenal secara nasional maupun internasional sebagai salah satu kota tujuan wisata andalan. Beragamnya jenis wisata yang disuguhkan menjadikan kesungguhan dalam kelestarian alam dan lingkungan untuk peningkatan kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara di Yogyakarta. Salah satunya adalah Gembira Loka yang mempunyai daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.  Berdasarkan hal  tersebut  maka  diperlukan  suatu  peta  Zona  Nilai  Ekonomi Kawasan  (ZNEK)  pada  lokasi ini untuk  mengetahui  nilai  ekonomi  dan  Willingness To Pay atau keinginan pengunjung untuk membayar dimana akan mempengaruhi nilai kemanfaatan lokasi wisata tersebut bagi  masyarakat dari adanya kawasan tersebut.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melakukan regresi linear berganda kemudian perhitungan dengan perangkat lunak Maple 17 dengan menggunakan data TCM (Travel Cost Method) sebanyak 100 sampel untuk menentukan nilai penggunaan langsung (DUV) dan data CVM (Contingent Valuation Method) sebanyak 100 sampel untuk menentukan nilai keberadaan (EV) sehingga dapat digunakan untuk pembuatan Peta Zona Nilai Ekonomi Kawasan. Selanjutnya dilakukan survei toponimi untuk pembuatan Peta Utilitas.Berdasarkan pengolahan dan perhitungan data yang sudah dilakukan, diperoleh nilai ekonomi kawasan dengan nilai surplus konsumen sebesar 4.588.171,- dan nilai WTP sebesar Rp. 49.198,- untuk CVM sehingga diperoleh nilai ekonomi total Gembira Loka sebesar Rp. 7.629.736.883.720,-. Kata Kunci : Yogyakarta, Gembira Loka, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Zona Nilai Ekonomi Kawasan ABSTRACT Yogyakarta is a special region in Indonesia which is worldwide famous as one of Indonesia’s best destination. The rich variety of tourism spots provides by Yogyakarta making protection of the nature and the enviroment itself become very important. One of them is the Gembira Loka which has a special attraction for the tourists who visit. . Thus, economic value area zone map (ZNEK) and analysis of willingness to pay value are strongly needed, which will shown the tourism spot effect to the society, especially the people in the tourism spot’s area. The method used in this research is done using multiple linear regression and calculation using software Maple 17 to gain direct use value  (DUV) by 100 sample  TCM (Travel Cost Method) and existence value (EV)  by 100 sample CVM (Contingent Valuation Method) so it can be used for making of economic value area zone map (ZNEK). And then, toponimi survey for making utiliy map. According to the analysis which have been done, the result of  the economic area value with consumer surplus is Rp. 4.588.171, - and the WTP is Rp. 49.198, - to CVM, thus the total economic value of  Gembiraloka  is Rp. 7.629.736.883.720, -. Keywords: Yogyakarta, Gembira Loka, Travel Cost Method, Contingent Valuation Method, Economic Value Area Zone
STUDI DEFORMASI WADUK PENDIDIKAN DIPONEGORO TAHUN 2019 Wili Setiadi; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.117 KB)

Abstract

ABSTRAKBendungan merupakan sebuah konstruksi multifungsi yang dibangun untuk menahan laju air yang memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia. Waduk Pendidikan Diponegoro merupakan salah satu waduk yang berlokasi di kawasan Tembalang, Semarang. Waduk ini mampu menampung genangan air normal sampai 478,240 m³ dengan luas daerah tangkapan air mencapai 7,1338 Ha dengan panjang sungai 7,52 km dan tinggi tubuh bendungan 22 m. Pembangunan waduk ini dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan, pengendali banjir di kawasan sekitar kampus Undip Tembalang, meningkatkan kapasitas resapan air tanah sebagai usaha konservasi dan tempat rekreasi. Setiap bangunan yang terus-menerus mendapatkan tekanan maka berpotensi untuk mengalamai perubahan, baik posisi, dimensi ataupun bentuk. Maka dari itu, penelitian ini melakukan pengamatan deformasi terhadap Waduk Pendidikan Diponegoro dengan metode pengamatan satelit menggunakan GNSS. Pengamatan dilakukan terhadap 9 titik pantau deformasi yang tersebar di sekitar tubuh bendungan. Pengamatan deformasi dilakukan dari bulan Mei sampai dengan Juli 2019. Data hasil pengamatan tersebut selanjutnya diolah dengan menggunakan scientific software GAMIT 10.7 untuk mengetahui koordinat dari masing-masing titik tetap dan pergeseran masing-masing titik pengamatan. Pengamatan jarak, beda tinggi dan koordinat juga akan dilakukan pada titik pengamatan menggunakan total station dengan metode repetisi dan waterpass dengan pengolahan least square. Dari pengamatan deformasi yang telah dilakukan, didapat hasil berupa perubahan koordinat berdasar pada sistem koordinat toposentrik. Nilai perubahan koordinat memiliki nilai antara 0,5 mm sampai dengan 15 mm pada sumbu X, 0,3 mm sampai dengan 20 mm pada sumbu Y dan 1,5 mm sampai dengan 55 mm pada sumbu Z. Berdasarkan hasil uji statistik yang telah dilakukan, tidak terjadi perubahan nilai koordinat, jarak maupun beda tinggi pada pengukuran yang telah dilakukan. Kata Kunci : Bendungan, Deformasi, GAMIT, GNSS ABSTRACTDam is a multifunction construction which is built to resist the waters flow that has many important purpose for human race. The Diponegoro Dam is one of the reservoir that’s located in Tembalang, Semarang. This dam can accommodate the water up to 478.240 m³, with the water catchment area reaches 7.1338 Ha, with the river’s length up to 7.52 km and the height of dam is 22 m. This dam’s project is intended to keep the ecosystem and environment balance. The other function are as the flood control around the Undip, Tembalang, to increase the absorbtion capacity of water and as well as the recreation area. Every building that has pressure continuously on it, will cause changes like position, dimension or shape. Therefore, this research spescifiqally observes deformation on Diponegoro Dam with the GNSS method. This project observes on 9 monitoring points around the dam. The research is done from May until July 2019. The result data of the 9 monitoring points will be processed by GAMIT 10.7 scientific software, to show the coordinate and the movement of the monitoring points. The distance, height and coordinate of the monitoring points are also observed by total station with the repetition method and waterpass with the least square processing. From this research, we can conclude that the movement of the monitoring points is based on the topocentric coordinate system. The values of the movement are around 0.5 mm until 15 mm for the X axis, 0.3 mm until 20 mm for the Y axis and 1.5 mm until 55 mm for the Z axis. According to the statistic accuracy test, the coordinate, distance and height on the monitoring points are not move from the observation that has been done.
KAJIAN PENDAHULUAN PENGGUNAAN BASIS DATA SPASIAL OBJEK PAJAK BUMI DAN BANGUNAN BERBASIS OPEN SOURCE (Studi Kasus : Kelurahan Tembalang) Wiwik Levitasari; Arief Laila Nugraha; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.698 KB)

Abstract

ABSTRAK                Pajak Bumi dan Bangunan merupakan salah satu sumber pendapatan yang cukup besar bagi suatu daerah. Sekarang ini pemerintah sedang gencar dalam hal melakukan penarikan Pajak Bumi dan Bangunan. Dengan adanya Undang-undang No. 28 tahun 2009 mengenai pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan, sekarang ini tidak dikelola oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) melainkan akan dikelola oleh pemerintah daerah setempat. Dengan adanya perpindahan pengelolaan dan adanya optimalisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan tersebut maka dibutuhkan suatu sistem basis data yang user friendly sehingga dapat mendukung pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan.                Dalam implementasinya, penelitian ini menggunakan software basis data berbasis open source yaitu PostgreSQL 9.4 dan PostGIS 2.0 serta menggunakan software QuantumGIS 2.18.6 sebagai visualisasi hasil dari data spasialnya. Pembangunan basis data dimulai dengan perancangan model basis data konseptual, logikal dan fisikal sehingga menghasilkan tabel-tabel yang dibutuhkan dalam pengelolaan Pajak Bumi dan Bangunan. Basis data spasial hasil perancangan dilakukan pengujian yang terdiri dari 2 pengujian yaitu pengujian sistem dan pengujian usability untuk mengetahui tingkat keberhasilan dari pembuatan basis data spasial Objek Pajak bumi dan Bangunan.                Hasil dari penelitian diperoleh basis data spasial objek Pajak Bumi dan Bangunan yang disimpan dalam software DBMS. Basis data spasial ini terdiri dari 10 tabel yang meliputi tabel kelurahan, jalan, sungai, simbol, garis, blok, bidang, bangunan, wajib pajak dan PBB terhutang. Pengujian sistem diperoleh persentase keberhasilan pemrosesan query sebesar 100%, waktu pemrosesan query tercepat adalah 11 msec, waktu pemrosesan query terlama adalah 513 msec sehingga diperoleh rata-rata waktu pemrosesan query yang diuji adalah 106.625 msec. Pengujian usability diperoleh 80% responden setuju bahwa sistem basis data spasial mudah digunakan, 80% reponden setuju bahwa basis data spasial mampu mengelola data spasial objek Pajak Bumi dan Bangunan dengan baik, 80% setuju bahwa tampilan dari basis data spasial ini mudah dipahami, 80% setuju bahwa informasi yang dihasilkan dari pemrosesan query basis data spasial tepat, 80% setuju bahwa waktu untuk pemrosesan query sistem basis data spasial membutuhkan waktu yang cepat. Secara keseluruhan, hasil pengujian usability diperoleh persentase sebesar 80% dan masuk ke dalam kriteria layak.
PEMETAAN JENIS SEDIMEN DENGAN MENGGUNAKAN ANALISIS DATA KEDALAMAN DARI NORBIT IWBMS MULTIBEAM ECHOSOUNDER SYSTEM (MBES) Mohamad Jorgie Prasetyo; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.797 KB)

Abstract

Setiap perairan di Indonesia memiliki keanekaragaman yang berbeda-beda. Hal unik ini ditentukan oleh karakteristik dasar lautnya yang tersusun dari macam-macam endapan atau yang biasa disebut sedimen. Sedimen ini berupa krikil, pasir, atau pun juga lempung yang menjadi dasar tempat makhluk lautan hidup. Dewasa ini masih susah untuk mengetahui jenis-jenis sedimen yang ada di dasar laut dalam skala area yang luas. Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuat peta jenis sedimen di suatu wilayah. Menggunakan alat Multibeam Echosounder System dapat dilakukan pemeruman untuk mengetahui bagaimana bentuk dasar laut berdasarkan gelombang-gelombang suara yang ditembakkan lalu diterima kembali oleh tranduser. Data yang dihasilkan oleh pemeruman berupa kumpulan titik berisi data kedalaman yang menyusun bentuk topografi dasar laut. Data kedalaman ini kemudian dikombinasikan dengan data jenis sedimen yang didapat dari uji laboratorium sampel sedimen yang diambil untuk membentuk peta persebaran jenis sedimen. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sedimen yang terdapat di perairan teluk awur yang diteliti oleh penulis memiliki 3 jenis sedimen yaitu pasir, lanau, dan lempung. Pengolahan sedimen berdasarkan skala wentworth dan menggunakan 2 metode yaitu metode sieving dan metode pippeting. Visualisasi peta persebaran sedimen menggunakan 3 kelas berdasarkan 3 jenis sedimen yang ada. Rentang kelas tersebut yaitu untuk pasir pada kedalaman 0,20m hingga 2,58m, lalu untuk lanau pada kedalaman 2,64m hingga 4,10m, sedangkan untuk lempung pada kedalaman 4,11m hingga 4,52m
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH TAHUN 2012 – 2017 AKIBAT BENCANA BANJIR ROB DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.676 KB)

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Sayung memiliki luas wilayah seluas 78,80 km², terbagi menjadi 20 desa. Kecamatan Sayung memiliki berbagai bentuk penggunaan lahan, dari banyaknya penggunaan lahan penting mulai dari pemukiman, industri, jalan dan fasilitas umum lainya (BAPPEDA Kabupaten Demak, 2007). Letak Kecamatan Sayung berada di pesisir Pulau Jawa yang memungkinkan terjadinya bencana banjir pasang atau banjir rob yang diakibatkan karena turunnya permukaan tanah yang berada di pesisir laut serta naiknya air laut atau pasang yang terjadi. Banjir pasang atau banjir rob menyebabkan menurunnya fungsi penggunaan lahan lahan akibat tergenangnya tanah dan menimbulkan berbagai masalah di wilayah tersebut. Menurunnya fungsi penggunaan lahan tidak akan lepas dari perubahan nilai tanah yang terjadi di Kecamatan Sayung.Penelitian dilakukan untuk mengetahui perubahan nilai tanah yang terjadi dari tahun 2012 - 2017 serta pengaruh banjir pasang atau banjir rob terhadap perubahan nilai tanah. Analisis dilakukan dengan melakukan pembuatan zona nilai tanah tahun 2017 dengan menggunakan zonasi awal dari BPN Kabupaten Demak dan melakukan overlay dengan peta zona nilai tanah tahun 2012 untuk dilakukan analisis perubahan nilai tanah. Selanjutnya peta perubahan nilai tanah di overlay dengan peta banjir rob untuk mengetahui pengaruh rob terhadap perubahan nilai tanah.Hasil penelitian menunjukkan terdapat 67 zona nilai tanah berdasarkan survei transaksi harga tanah dan 9 zona nilai tanah yang terdampak banjir rob di Kecamatan Sayung tahun 2017. Pada tahun 2012 terdapat 20 zona nilai tanah di Kecamatan Sayung. Dari analisis perubahan nilai tanah tahun 2017 dan tahun 2012, perubahan nilai tanah tertinggi terletak pada zona 48 sebesar 2468% terletak di Desa Sayung, Desa Loireng dan Desa Tambakroto ,perubahan nilai tanah terendah terjadi pada zona 10 sebesar 85% terletak di Desa Gemulak. Sedangkan perubahan zona nilai tanah kaitannya dengan banjir rob, perubahan nilai tanah tertinggi terdapat pada zona 34 dengan mengalami penurunan sebesar 80 % yang terletak di Desa Sriwulan, Desa Purwosari dan Desa Bedono.
PENENTUAN POSISI DAN PERGESERAN STASIUN CORS UNDIP BERDASARKAN PENGAMATAN CORS TERIKAT IGS PADA TAHUN 2015, 2016 DAN 2017 Mohamad Rizki Ramadhan; Bambang Darmo Yuwono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.982 KB)

Abstract

Penentuan posisi dengan menggunakan CORS (Continuously Operating Reference Station) mulai banyak dimanfaatkan khususnya di Indonesia. Stasiun CORS merupakan stasiun GNSS yang aktif secara kontinu dan pada realisasinya dapat dimanfaatkan secara skala global maupun regional untuk kegiatan survei dan pemetaan, studi geodinamika serta deformasi, dll. Karena sifatnya yang kontinu, diperlukan perhitungan koordinat absolut secara berkala untuk stasiun CORS. Hal ini tidak lepas dari adanya fenomena geodinamika seperti pergerakan lempeng kerak bumi, deformasi, dll. Pada penelitian ini, dilakukan perhitungan koordinat definitif CORS UNDIP pada tahun 2015 hingga 2017 dengan menggunakan 12 titik ikat IGS (ALIC, BAKO, CNMR, COCO, GUAM, HYDE, LHAZ, PIMO, STR1, VACS, XMIS, dan YARR), penentuan kecepatan posisi, serta mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi jumlah DOY (Day of Year) pengamatan yang digunakan terhadap koordinat hasil perhitungan. Hasil dari penelitian ini adalah koordinat stasiun CORS UNDIP dengan ketelitian terbaik dengan nilai koordinat kartesian komponen X = -2210748.6604 m ± 0.96 mm, Y = 5931893.1964 ± 2.15 mm, dan Z = -777746.1083 ± 0.59 mm. Kemudian kecepatan posisi stasiun CORS UNDIP dengan nilai pergeseran tahun 2015 ke 2016 dengan nilai Vn -0.00115 m/tahun ± 2.45 mm, Ve 0.02975 m/tahun ± 3.21 mm, dan Vu -0.0063 m/tahun ± 12.03 mm; tahun 2016 ke 2017 dengan nilai Vn 0.01121 m/tahun ± 2.65 mm, Ve 0.04084 m/tahun ± 3.27 mm, dan Vu -0.01219 m/tahun ± 12.56 mm; tahun 2015 ke 2017 dengan nilai Vn 0.00248 m/tahun ± 0.56 mm, Ve 0.03407 m/tahun ± 0.75 mm, dan Vu 0.00072 m/tahun ± 2.71 mm, serta hasil Uji Fisher bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan terhadap variasi DOY yang digunakan dengan hasil perhitungan koordinat.
ANALISIS KETELITIAN TITIK KONTROL HORIZONTAL PADA STUDI DEFORMASI JEMBATAN PENGGARON MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK GAMIT 10.6 Nur Rizal Adhi Nugroho; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.258 KB)

Abstract

ABSTRAKJembatan merupakan bangunan yang berfungsi sebagai penghubung kedua tepi yang berguna untuk menunjang berbagai kegiatan manusia. Suatu jembatan jika mendapatkan tekanan maka akan mengalami perubahan dimensi ataupun bentuk. Akibat gaya tekanan ini maka jembatan kemungkinan besar akan mengalami deformasi. Deformasi dapat diartikan sebaai perubahan kedudukan atau pergerakan suatu titik pada suatu benda atau bangunan secara absolut maupun relatif.Berkaitan dengan deformasi pada jembatan tersebut, maka pada penelitian tugas akhir ini dilakukan pengamatan pada jembatan dengan menggunakan GPS Geodetik dengan metode statik yang akan menganalisis pergeseran titik kontrol yang dipasang di sekitar jembatan menggunakan titik ikat IGS dan CORS, yang kemudian diolah menggunakan GAMIT 10.6.Pengamatan dengan metode ini memiliki tujuan untuk mengetahui seberapa besar pergeserannya dan menganalisis ketelitian titik ikat IGS dan CORS. Pada hasil pengolahannya dan telah dilakukan uji statistik titik kontrol mengalami pergeseran pada periode juli 2015-April, Mei, Juni 2016 terbesar N : 0.0450 m, E : 0.1433 m, U : 0.1243 m dan terkecil N : 0.0016 m, E : 0.0084 m, U : 0.0005 m. Serta pada periode April – Agustus 2016 terbesar N : 0.0927 m, E : 0.1290 m, U : 0.0621 m dan terkecil N : 0.0079 m, E : 0.0005 m, U : 0.0014 m. Dari simpangan baku menunjukan bahwa pengolahan menggunakan titik ikat IGS lebih teliti dalam menghasilkan koordinat apabila dibandingkan dengan CORS saat melakukan pengolahan. Kata Kunci :CORS, Deformasi, GAMIT 10.6, GPS, JembatanABSTRACTThe bridge is a building that serves as a liaison both edges which are useful to support various human activities. If the bridge got the pressures, it will experience changes in dimension or shape. As a result of this pressure force, the bridge is likely to be deformed. Deformation could be interpreted as a change of the position or movement of a point on an object or building in absolute and relative terms.In connection with that, then this thesis made to observe the deformation of the bridge by using geodetic GPS with static methods that will analyze the shift of control points which are installed around the bridge using the control point of IGS and CORS, and then processing with GAMIT 10.6.This observation method has the purpose to know how big the shift and analyze the accuracy of IGS and CORS control point. On the results of the processing and has been performed statistical tests of control points to experience a shift in the period July 2015-April, May, June 2016 The N: 0.0450 m, E: 0.1433 m, U: 0.1243 m and the smallest N: 0.0016 m, E: 0.0084 m, U: 0.0005 m. As well as the periods April - August 2016 The N: 0.0927 m, E: 0.1290 m, U: 0.0621 m and the smallest N: 0.0079 m, E: 0.0005 m, U: 0.0014 m.The results of the standard deviation indicates that processing using IGS control point is more thoroughly than processing with CORS control point to produce the coordinates. Keyword : Bridge,CORS, Deformation, GAMIT 10.6, GPS
ANALISIS PENGADAAN LAHAN UNTUK PEMBANGUNAN JALAN LINGKAR UTARA KOTA SOLOK MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Mia Aulina; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPada kegiatan pengadaan tanah untuk pelaksanaan pembangunan kepentingan umum, pemerintah Kota Solok mengadakan beberapa kebijakan yang salah satunya adalah pelaksanaan pengadaan lahan untuk jalan lingkar utara Kota Solok. Pembangunan jalan lingkar utara Kota Solok bermula dari gejala kepadatan lalu lintas di dalam kota akibat pencampuran antara arus lintas dalam menggunakan jalan utama kota yang juga merupakan jalan arteri. Selain untuk memperlancar transportasi kendaraan yang melewati Kota Solok. Pelaksanaan pengadaan lahan untuk jalan lingkar utara Kota Solok ini dibutuhkan kegiatan inventarisasi dan pemetaan persebaran data Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P2T) di daerah Kota Solok. Penelitian ini menggunakan data citra satelit, peta administrasi Kota Solok, dan peta pengadaan tanah untuk pembangunan jalan lingkar utara. Metode yang digunakan adalah dengan menggabungkan ketiga data tersebut kemudian dilakukan digitasi on screen untuk membuat peta pembangunan jalan lingkar utara. Selanjut nya dilakukan identifikasi pada bidang tanah utara berupa data atribut penggunaan, dan pemanfaatan bidang tanah yang terkena kegiatan Pengadaan Lahan Jalan Lingkar Utara di Kota Solok dengan melakukan digitasi on screen. Pada penelitian tugas akhir ini diperoleh hasil berupa peta sebaran bidang tanah beserta Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (P2T) dan klasifikasi ganti rugi tanah dalam bentuk peta zona harga tanah yang terkena rencana kegiatan Pengadaan Lahan. Hasil penelitian berupa perubahan penggunaan tanah sebelum dan sesudah yang mengalami peningkatan adalah jalan yaitu sebesar 5,59% dan diikuti oleh perumahan 5,56%, sedangkan yang mengalami penurunan terbanyak adalah Tegalan/Ladang sebesar -9,77% dan yang tetap adalah waduk sebesar 0,00%. Pada pemanfaatan tanah sebelum dan sesudah yang mengalami peningkatan adalah pemanfaatan campuran sebesar 6,93% dan di ikuti oleh tidak ada pemanfaatan sebesar 5,65%, sedangkan yang mengalami penurunan adalah produksi pertanian sebesar -18,08% dan yang tetap adalah pemanfaatan sarana perbengkelan sebesar 0,00%. Klasifikasi Harga ganti rugi dan luas pada pembangunan Jalan Lingkar Utara yaitu di bagi menjadi 5 kelas dengan rentang harga permeter perbidang tanah dimulai dari diganti dengan tanah sampai harga tertinggi Rp 920.141,- Kunci : Bidang Tanah, Pengadaan Lahan, Penggunaan dan Pemanfaatan Lahan ABSTRACTIn the land acquisition activity for the implementation of public interest development, the Solok City government implemented a number of policies, one of which was the implementation of land acquisition for the Solok City north ring road. The construction of the northern ring road of Solok City started from of traffic density in the city due to the mixing of the flow of traffic in using the city's main road which is also an arterial road. In addition to expediting transportation of vehicles passing through the City of Solok. The implementation of land acquisition for the Solok City northern ring road will require inventory and mapping activities for the distribution of Land Use and Utilization (P2T) data in the Solok City area. This study uses satellite imagery data, Solok City administration map, and land acquisition map for the construction of the northern ring road. The method used is combine the three data and then digitize on screen to create a map of the construction of the northern ring road. Furthermore, identification is carried out on the plot in the form of usage attribute data, and the utilization of parcels affected by the North Ring Road procurement activity in the City of Solok by then digitize on screen. In this research results are obtained in the form of a map of the distribution of land parcels along with the Use and Utilization of Land  and the classification of land compensation in the form of a map of land price zones affected by the Land Acquisition plan. The results of research in the form of changes in land use before and after which increased were roads, namely 5.59% and followed by housing 5.56%, while those that experienced the most declines were moor / fields by -9.77% and those that remained were reservoirs of 0.00%. In the utilization of land before and after which increased was a mixture of 6.93% and followed by no utilization of 5.65%, while the decline was agricultural production of -18.08% and what remained was the utilization of workshop facilities by 0.00%. Classification The price of compensation and area on the construction of the North Ring Road is divided into 5 classes with a per meter price range per plot of land starting from being replaced with land to the highest price of Rp. 920.141.
VERIFIKASI PENARIKAN GARIS BATAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT, KALIMANTAN TENGAH, DAN KALIMANTAN TIMUR SESUAI DENGAN PERMENDAGRI NO. 76 TAHUN 2012 MENGGUNAKAN METODE KARTOMETRIK Aulia Imania Sukma; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 3, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.913 KB)

Abstract

ABSTRAK Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar dengan pembagian wilayah terdiri dari 34 Provinsi, 397 Kabupaten dan 98 Kota, dengan total pembagian segmen batas daerah sebesar 966 segmen batas, yaitu terdiri dari 215 segmen definitive, 384 segmen yang sudah dilakukan pelacakan dan pengukuran, serta 367 segmen yang belum dilakukan pelacakan. Permasalahan batas daerah muncul salah satunya dikarenakan konflik yang dapat berujung menuju sengketa. Kesalahan dan tidak akuratnya gambar garis batas wilayah di peta berpotensi menimbukan sengketa posisional antar daerah yang berbatasan (Adler, 1995).Salah satu permasalahan terkait penegasan batas daerah adalah pada kasus perselisihan sengketa batas antara Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur, sengketa ini berada pada batas yang membatasi ketiga wilayah tersebut (simpul batas), yang membatasi 3 Kabupaten yang berbeda mewakili tiap provinsi yaitu Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah, Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat, dan Kabupaten Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur. Dalam penetapan simpul batas berpedoman pada Permendagri No. 76 tahun 2012. Peletakkan titik simpul batas dan penarikan garis batas dilakukan dari segi aspek teknis dengan menggunakan metode kartometrik. Data yang digunakan dalam penelitian berupa, peta RBI digital skala 1:50.000, dan DEM SRTM.Menurut hasil penelitian, terdapat dua titik simpul batas yang diletakkan sesuai dengan metode kartometrik yang pertama adalah pada Gunung Liang Tanjung, dan yang ke dua adalah dengan mengikuti garis batas sesuai peta lampiran UU No. 2 tahun 2013. Kata Kunci : Metode Kartometrik, Simpul Batas, Sengketa Wilayah, Aspek Teknis.   ABSTRACT                    Indonesia is the largest archipelagic country with a division of 34 Provinces, 397 Districts and 98 Cities, indeed the divisions insist of 966 border segments, consisting with 215 definitive segments, 384 tracked and measured segments, and 367 unidentified segments. Regional boundary issues caused conflict that could possibly take the lead into sort of disputess. According to an inacurate the delineation on map caused positional dispute between the borderline areas (Adler, 1995).                     One of the problems related to the affirmation of regional borders is in the case of a dispute over the boundary disputes between West Kalimantan, Central Kalimantan and East Kalimantan provinces, this dispute lies within the boundary limiting the three regions (boundary node), which are divide into 3 different districts that representing each provinces, Murung Raya District, Central Kalimantan Province; Kapuas Hulu District, West Kalimantan Province; and Mahakam Ulu District, East Kalimantan Province. Permendagri No. 76 tahun 2012 in charge on  precept of  boundary making. Boundary position of point and delineation, takes charge from the point of view off technical aspect which is used kartometrik method. The data that used in this study are RBI digital map with scale 1 :50.000, and DEM SRTM  and  kartometrik method.                    According to the study, there are two alternative boundaries based on kartometrik methods. First, take a place in Liang Tanjung Mountain, and the second is attached to UU No. 2 tahun 2013. Keywords: Kartometrik Method, Boundary Node, Territory’s Dispute, Technical Aspect.
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Firdous Syifa Aisyah Arifin Aisyah Arifin Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri Aji, Sentanu Akbar, Rizki Maulidi Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Albertus Indra Bagus Cahyadi Alfian Putra Setiadarma Alfred Boni Son Simbolon Amalia Tyo, Almaas Zain Andri Suprayogi Annisa Octaviana Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Imania Sukma Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bela Karbea Charisma Parasandi Alfarizi Desyta Ulfiana Dwi Rini Septiani Dwi Yulinanda Pratiwi Extiana, Kiky Fajar Rudi Purwoko Farid Burhanudin Yusup Farrah - Istiqomah, Farrah - Fatihulhaq, Muhammad Aidil Fryda Arlina Mahardika GETMA LAVEMIA Grandy Loranessa Wungo Gunawan, Andreas Hana Sugiastu Firdaus Hardi Wibowo Haryo Daruwedho Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ika Nurdianasari Imanuel Sitepu Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati Jaka Gumelar Jauhari Pangaribuan Jetri Livia Rindika Joko Wibowo Juwita Widya Qur’ani Kanti Ismawati Khofifatul Azizah Kusmaryudi, Alan Kusuma, Hafiizh Mega Laisa Usrini Laode M Sabri LAURENTIUS IMMANUEL YUDIT PRABOWO Maharditya Yoga Pramudyono Marissa Isabella Panggabean Marissa Isabella Panggabean Mavita Nabata Dzakiya Mia Aulina Moehammad Awaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Mohamad Rizki Ramadhan Mufid Damar Pidekso Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Alimsuardi Muhammad Chairul Ikbal, Muhammad Chairul Muhammad Maulana mahardika Amfa Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Sandhi Lazuardi Nastiti Asrining Hartri Naufal Dwiakram Novia Sari Ristianti Novialis, Elly Indah Novian Nur Aziz Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nur Rizal Adhi Nugroho Nurhadi Bashit Oki Samuel Damanik Putri, Ananda Sandriana Putri, Zulfara Disnatya Anggita Rahmah, Azizah Nur Rama Aditya Wiwaha Reisnu Iman Arjiansah Rifai, Lutfi Faizal Rika Enjelina Pidu Riza Ashar Rizki Widya Rasyid Rizky Saputra Safira Devi Kirana Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Setyo Ardy Gunawan Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Simamora, Enggar Stefan Sindi Rahma Erwanti Tatag Abiyoso Utomo Tito Wisnu Pramono Aji Tristika Putri Tristika Putri Wahyu Gangga Wahyuddin, Yasser Widi Hapsari Wijaya, Sujiwo Pandu Wili Setiadi Wiwik Levitasari Yogi Wahyu Aji Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo