Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS HARMONIK DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KUADRAT TERKECIL UNTUK PENENTUAN KOMPONEN-KOMPONEN PASUT DI WILAYAH LAUT SELATAN PULAU JAWA DARI SATELIT ALTIMETRI TOPEX/POSEIDON DAN JASON-1 Jaka Gumelar; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.469 KB)

Abstract

ABSTRAK Laut selatan Pulau Jawa merupakan salah satu wilayah perairan yang dimiliki oleh Indonesia. Merupakan bagian dari Samudra Hindia, perairan ini memiliki banyak potensi baik dari segi ekologi, fisika, maupun kerawanan terjadinya bencana alam. Pasang surut air laut merupakan salah satu fenomena yang bisa dijadikan referensi dalam penentuan kebijakan perihal pengelolaan sumber daya alam dan sebagai data pelengkap untuk menggambarkan kondisi laut pada masa mendatang.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen-komponen pasang surut dan tipe pasang surut di perairan selatan Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah Sea Level Anomaly (SLA) dari data Satelit Topex/Poseidon tahun 1992-2002 dan data Satelit Jason-1 tahun 2002-2011. Metode interpolasi Inverse Distance Weight (IDW) digunakan untuk menentukan besar SLA pada titik normal yang kemudian dilanjutkan dengan proses analisis harmonik menggunakan teknik kuadrat terkecil dengan pembobotan untuk menentukan komponen pasang surut. Proses pengolahan analisis harmonik ini menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2010 yang dikombinasikan dengan aplikasi Matlab 7.6.0 untuk proses interpolasi data.Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat 21 komponen yang berpengaruh dalam pembentukan pasang surut air laut pada perairan Cilacap, Sadeng, dan Prigi yang terdiri dari 4 komponen periode panjang, 8 komponen diurnal, dan 9 komponen semidiurnal. Sedangkan tipe pasang surut yang terbentuk pada perairan selatan Pulau Jawa yaitu campuran condong harian ganda. Kata Kunci : Analisis harmonik, Inverse Distance Weight, Komponen pasang surut, Pasang surut ABSTRACT South Java’s sea is one of Indonesia’s territorial waters which is part of Indian Ocean. It has a lot of potentials in terms of ecology, physics, and vulnerability to natural disasters. Tide is one phenomenon that can be used as a reference in policy decisions regarding the management of natural resources and as supplementary data to describe the condition of the sea in the future.The aim of this research was to determine the components and south Java’s sea tide types. The data used is Sea Level Anomaly (SLA) data from satellites Topex/ Poseidon in 1992-2002 and data satellite Jason-1 in 2002-2011. Inverse Distance Weight (IDW) interpolation method is used to determine the SLA at the normal point followed by harmonic analysis process using least squares with weighted technique to determine the components of the tides. Calculation of harmonic analysis process was using Microsoft Excel 2010 combined with Matlab 7.6.0 application for the interpolation of data.The result of this research showing there are 21 components that influence the formation of the tide in waters Cilacap, Sadeng, and Prigi which is consists of 9 long period component, 8 diurnal component, and 9 semidiurnal components. While the type of tidal formed in the waters south of the island of Java, which is a mixed tide prevailing semidiurnal. Keywords : Components of tide, Harmonic analysis, Invers Distance Weight, Tide *) Penulis, Penanggungjawab
ANALISIS POTENSI PENINGKATAN NILAI JUAL OBJEK PAJAK AKIBAT PENGARUH PEMBANGUNAN BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT DENGAN MENGGUNAKAN SIG (Studi Kasus : Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka) Farid Burhanudin Yusup; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.9 KB)

Abstract

ABSTRAK Pada saat ini Indonesia sedang dalam tahap pembangunan yang cukup besar mulai dari pembangunan fasilitas umum, jalan, dan lainnya. Pengaruh dari pembangunan ini dirasa cukup besar dampaknya bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang berada pada kawasan pembangunan. Salah satu contohnya yaitu pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang berada di kawasan Majalengka yaitu Kecamatan Kertajati dampaknya yaitu naiknya harga nilai tanah yang cukup signifikan yang megakibatkan harga tanah di sekitar kawasan pembangunan melonjak. Oleh sebab itu diperlukan informasi nilai tanah yang dipresentasikan dalam bentuk peta Zona Nilai Tanah guna dijadikan sebagai pertimbangan dasar pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan yaitu nilai jual objek pajak (NJOP).Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penilaian masal caranya dengan melakukan wawancara menggunakan formulir SPT. 112 –A dari Badan Pertanahan Nasional. Data yang digunakan adalah 503 sampel dan dokumen data NJOP bumi Kecamatan Kertajati tahun 2016. Metode pengolahan data yang digunakan adalah regresi linier berganda, menghitung pengaruh aksesibilitas dan faktor lokasi terhadap sampel harga tanah. Serta menghitung peningkatan Pajak Bumi dan Bangunan dengan cara membandingkan antara NIR tahun 2016 dengan NJOP dari DPPKAD tahun 2016.Perubahan harga tanah yang terjadi di Kecamatan Kertajati pada saat pembangunan BIJB terjadi peningkatan yang signifikan dengan peningkatan yang tertinggi berada pada zona 23 yaitu sebesar 280% dan terendah pada zona 11 dan 63 sebesar 45%. Sedangkan berdasarkan perbandingan harga antara NJOP dengan harga tanah dari zona nilai tanah (ZNT) hasil survei ketika pembangunan BIJB serta perhitungan pajak bumi dan bangunan (PBB) atas bumi (tanah) menunjukkan adanya peningkatan PBB atas bumi (tanah) di Kecamatan Kertajati rata-rata berkisar  89%, dengan nilai tertinggi berada pada Kelurahan Mekarmulya sebesar 99% dan terendah berada pada Kelurahan Kertajati sebesar 50%.
ANALISIS HASIL DIGITALISASI SURAT UKUR PADA SISTEM GEO KKP DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SEMARANG (Studi Kasus : Kel. Karangroto Dan Kel. Genuksari, Kec. Genuk) Irfan Baharudin; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (580.446 KB)

Abstract

ABSTRAK Sebagai satu-satunya instansi pemerintah yang bergerak di bidang pertanahan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) memiliki peran penting untuk menjamin adanya kepastian hukum bagi seluruh rakyat Indonesia atas tanah yang dimilikinya. Segala permasalahan seperti sertifikat ganda, tanah ditelantarkan pemiliknya, pembebasan lahan, sengketa tanah dan sebagainya harus diselesaikan oleh BPN.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas data surat ukur (SU) baik spasial maupun tekstualnya yang sudah terdigitalisasi ke web GeoKKP. Selain itu juga mengetahui perbandingan pengerjaan digitalisasi SU pada Kelurahan Karangroto dan Kelurahan Genuksari. Data yang diperlukan pada penelitian ini yaitu hasil digitalisasi SU Kelurahan Genuksari dan Kelurahan Karangroto, batas administrasi kelurahan se-Kota Semarang, citra satelit resolusi tinggi Kota Semarang, dan data fisik SU tahun. Metode penelitian ini dengan membandingkan data fisik SU dengan data hasil digitalisasinya, dan dilakukan validasi ke lapangan dengan mengukur bidang menggunakan RTK serta mengukur titik GCP untuk rektifikasi.Hasil dari penelitian ini untuk kualitas pemetaan bidang, terjadi pergeseran pada titik berat tiap bidang yang divalidasi dengan rata-rata pergeseran untuk nilai X sebesar 1,920 m dan nilai Y sebesar 2,716 m. Sedangkan untuk RMS citra base map untuk pekerjaan GeoKKP didapat hasil sebesar 0,543 piksel. Sedangkan untuk perbandingan hasil digitalisasi SU secara keseluruhan Kelurahan Genuksari masih lebih baik dibanding Kelurahan Karangroto dalam hal kesesuaian luas, lokasi pada citra, Nomor Induk Bidang, hak atas tanah dan tahun penerbitan SU dengan data fisik SU.  Persentase kesesuaian data pada Kelurahan Genuksari mencapai 77 %, sedangkan  pada Kelurahan Karangroto hanya 53 %. Meskipun begitu, pada masing-masing kelurahan diperlukan perbaikan data agar lebih sesuai dengan data fisik SU.
ANALISIS PENGARUH DATA SVP (SOUND VELOCITY PROFILER) PADA HASIL PENGOLAHAN DATA MULTIBEAM ECHOSOUNDER MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK EIVA (STUDI KASUS : MARINE STATION TELUK AWUR, JEPARA) Alfian Putra Setiadarma; Bandi Sasmito; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.968 KB)

Abstract

Pengolahan data multibeam echosunder memiliki proses yang kompleks karena memerlukan beberapa koreksi untuk mendapatkan nilai kedalaman yang akurat, seperti koreksi pasut, koreksi SVP (sound velocity profiler), koreksi pitch, heading, roll, dan lain-lain. Masing-masing koreksi ini akan memberikan efek yang berbeda pada visualisasi data serta tingkat ketelitian data sehingga perlu dikaji pengaruh masing-masing koreksi tersebut. Dalam penelitian ini mengkaji pengaruh dari koreksi SVP (sound velocity profiler) pada pengolahan data multibeam echosounder. Pada penelitian ini menggunakan data pemeruman multibeam echosounder di Marine Station Teluk Awur, Jepara. Data yang telah didapatkan tersebut diolah menggunakan perangkat lunak EIVA kemudian dilakukan perbandingan visualisasi dan ketelitian antara data yang diolah menggunakan data koreksi SVP dan data yang diolah tanpa menggunakan data koreksi SVP. Kedua data tersebut kemudian dianalisa ketelitiannya menggunakan standar yang sudah ditetapkan IHO. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa kedua data yang diolah menggunakan data koreksi SVP maupun tidak menggunakan data koreksi SVP masih termasuk ke dalam orde spesial berdasarkan S-44 IHO sehingga hasil pengolahan dengan dua metode tersebut dapat dianggap mewakili keadaan topografi bawah laut sesungguhnya. Pada perbandingan visualisasi diketahui bahwa data yang diolah dengan data koreksi SVP memiliki kedalaman terdalam sebesar 6,05 m dan kedalaman terdangkal 1,23 m. Sedangkan data yang diolah dengan tidak menggunakan data koreksi SVP memiliki kedalaman terdalam sebesar 6,01 m dan kedalaman terdangkal 1,21 m. Terdapat selisih 4 cm pada kedalaman terdalam dan 2 cm pada kedalaman terdangkal.
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN GARIS PANTAI TERHADAP BATAS PENGELOLAAN WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TIMUR DAN PROVINSI BALI DI SELAT BALI Muhammad Maulana mahardika Amfa; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 6, Nomor 4, Tahun 2017
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.353 KB)

Abstract

ABSTRAK Sesuai dengan Permendagri No.76 Tahun 2012, garis pantai memiliki peranan penting dalam penetapan dan penegasan batas pengelolaan wilayah laut. Garis pantai menjadi acuan penentuan titik dasar dan garis pangkal yang kemudian digunakan untuk penarikan garis batas. Namun garis pantai rentan mengalami perubahan. Perubahan-perubahan ini terjadi karena abrasi, akresi, ataupun pengaruh dinamika air laut. Maka dari itu, penelitian mengenai pengaruh perubahan garis pantai terhadap batas pengelolaan wilayah laut dipandang perlu.Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan batas pengelolaan wilayah laut Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Bali di Selat Bali dengan menggunakan metode kartometrik di atas peta LLN dan citra satelit Landsat tahun 2002 dan tahun 2016 terkoreksi yang diamati secara time series. Pemilihan citra juga disesuaikan dengan kondisi pasang surut air laut. Citra yang digunakan kemudian diolah menggunakan metode BILKO untuk mempermudah dalam proses interpretasi garis pantai.Dari hasil pengamatan citra Landsat tahun 2002 dan 2016, terjadi perubahan garis pantai di Provinsi Bali dan Provinsi Jawa Timur. Hal ini diperkuat dengan adanya perubahan sampel luas pengelolaan wilayah laut pada periode 2002-2016 di Provinsi Jawa Timur yang berkurang sebesar 354.3273 Ha dan penambahan sebesar 1000.191 Ha untuk Provinsi Bali. Perubahan garis pantai berpengaruh pada garis batas pengelolaan wilayah laut dan luas pengelolaan wilayah laut kedua provinsi. Penarikan batas pengelolaan wilayah laut dilakukan dengan prinsip garis tengah untuk pantai berhadapan dengan jarak kurang dari 24 mil dan penarikan batas sesuai garis pantai untuk pantai yang berhadapan dengan jarak lebih dari 24 mil.
ANALISIS PENGUKURAN BIDANG TANAH DENGAN MENGGUNAKAN GNSS METODE RTK-NTRIP PADA STASIUN CORS UNDIP, STASIUN CORS BPN KABUPATEN SEMARANG, DAN STASIUN CORS BIG KOTA SEMARANG Rizki Widya Rasyid; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.841 KB)

Abstract

 ABSTRAKTanah merupakan sumberdaya yang penting dalam menunjang kehidupan dan penghidupan manusia, sehingga segala sesuatu yang menyangkut tanah akan selalu mendapat perhatian. Namum dewasa ini seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi, kegiatan pengukuran dan pemetaan bidang tanah dapat dilakukan dengan menggunakan GNSS metode RTK-NTRIP untuk mendapatkan informasi mengenai posisi secara cepat dan tingkat akurasi yang tinggi.Dalam penelitian ini kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran bidang tanah dengan kriteria kondisi daerah terbuka dan daerah yang memiliki banyak obstruksi menggunakan GNSS metode RTK-NTRIP pada stasiun CORS UNDIP, stasiun CORS BPN Kabupaten Semarang dan stasiun CORS BIG Kota Semarang yang selanjutnya hasil dari pengukuran bidang tanah tersebut dibandingkan dengan hasil pengukuran bidang tanah dengan metode terestris dengan menggunakan Total Station.Perbandingan pengukuran bidang tanah dengan metode rapid static dan metode RTK-NTRIP berdasarkan posisi horizontal (X,Y) diperoleh rata-rata kesalahan pergeseran nilai jarak atau lateral terkecil sebesar 0,305 m dengan nilai standar deviasi ( S) sebesar ± 0,499 m pada base station BPN Kabupaten Semarang, berdasarkan jarak antar titik diperoleh rata-rata kesalahan jarak antar titik terkecil sebesar 0,262 m dengan nilai standar deviasi ( D) sebesar ± 0,495 m pada base station BIG Kota Semarang, dan berdasarkan luas bidang tanah diperoleh rata-rata kesalahan luas bidang tanah terkecil sebesar 3,837 m² dengan nilai standar deviasi ( L) sebesar ± 6,503 m² pada base station BPN Kabupaten Semarang. Akurasi dari pengukuran bidang tanah dengan menggunakan metode RTK-NTRIP terhadap pengukuran terestris menggunakan Total Station berdasarkan posisi horizontal (X,Y) diperoleh nilai standar deviasi ( S) terkecil sebesar ± 0,422 m pada base station BIG Kota Semarang, berdasarkan jarak antar titik diperoleh nilai standar deviasi ( D) terkecil sebesar ± 0,322 m pada base station BPN Kabupaten Semarang, dan berdasarkan luas bidang tanah diperoleh nilai standar deviasi ( L) terkecil sebesar ± 5,331 m² pada base station BIG Kota Semarang.Berdasarkan uji t (Distribusi Student) dengan selang kepercayaan 95 %, hasil pengukuran GNSS dengan metode RTK-NTRIP memenuhi standar toleransi ukuran luas berdasarkan Peraturan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kata Kunci : Bidang Tanah, GNSS, CORS, NRTK, RTK-NTRIP ABSTRACTLand is an important resource in supporting human life and livelihood, so that everything related to the land will always get attention. but today along with the development of science and technology advances, the act of measuring and mapping land parcels can be done using GNSS RTK-NTRIP methods to obtain information about the position quickly and a high degree of accuracy.In this research activity undertaken is the land plots measurement with criteria conditions of open areas and areas that have a lot of obstruction using GNSS RTK-NTRIP methods on base station CORSUNDIP, base station CORS BPN District Semarang, and base station CORS BIG Semarang City, and using GNSS rapid static methods which further results from the measurement land plots compared with the results of the measurement land plots with terrestrial methods using a Total Station.Comparative measurements of land plots by the method of rapid static and method of RTK-NTRIP by the horizontal position (X, Y) obtained an average error value shifts distance or smallest lateral of 0,305 m with a standard deviation scores (σS) around ± 0.499 m at the base station BPN District Semarang, based on the distance between the point obtained an average error distance between the smallest point of 0.262 m with a standard deviation (σD) around± 0,495 m at the base stationBIG Semarang City, and based on areas of land plots obtained an average smallest error areas of land plots of 3.837 m² with a standard deviation (σL)around± 6.503 m² at the base station BPN District Semarang. Accuracy of measurement plots using the RTK-NTRIP against the terestrial measures using Total Station based on the horizontal position (X,Y) obtained value of the smallest standard deviation (σS)around± 0.422 m at the base station BIG Semarang City, based on the distance between the point obtained value of the smallest standard deviation (σD)around± 0.322 m at the base station BPN District Semarang, and based on areas of land plots obtained value of the smallest standard deviation (σL)around± 5,331 m² at the base station BIG Semarang City.By t test (Student Distribution) with 95% confidence level, the results of measurement using GNSS RTK-NTRIP methods meet the standards of tolerance spacious plots under The Rules of The National Land Agency (BPN). Keyword : Land Plots, GNSS, CORS, NRTK, RTK-NTRIP*) Penulis, Penanggung jawab
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH AKIBAT PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN DATA NJOP DI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Rama Aditya Wiwaha; Bambang Sudarsono; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kecamatan Pedurungan merupakan salah satu kecamatan di Kota Semarang yang memiliki pembangunan yang cukup pesat mengingat Kota Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah. Kecamatan Pedurungan sendiri juga mengalami pembangunan yang cukup pesat dimana terdapat pembangunan mal baru, hotel, tempat makan modern dan relokasi Pasar Barito. Nilai tanah dari tahun ke tahun selalu mengalami perubahan baik kenaikan maupun menurunnya nilai tanah, dalam hal ini memiliki banyak faktor penyebabnya, perubahan guna lahan dan pembangunan suatu wilayah akan sangat berpengaruh pada nilai tanah di sekitar wilayah tersebut. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode overlay yang merupakan salah satu analisis dari SIG. Analisis dilakukan dengan melakukan pembuatan zona nilai tanah tahun 2015 dan 2019 dengan menggunakan data Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) Kecamatan Pedurungan tahun 2015 dan 2019, pada zona nilai tanah di bagi menjadi 49 zona kemudian dilakukan overlay zona nilai tanah tahun 2015 dan 2019 untuk mengetahui perubahan nilai tanahnya. Hasil dari penelitian ini perubahan zona nilai tanah yang terjadi pada Kecamatan Pedurungan berdasarkan NJOP tahun 2015 dan 2019 memiliki rata rata  164,56% dengan kenaikan dalam persentase terbesar sebesar 270,55% dan persentase terkecil sebesar 94,27%. Berdasarkan nilai NIR yang berdasarkan dari nilai NJOP Kecamatan Pedurungan Tahun 2015 dan 2019 mengalamai perubahan nilai terbesar sebesar Rp. 7.165.000/m2 yang berada pada lokasi sekitar jalan Majapahit yang sering dilewati orang dari dalam kota maupun luar kota.
ANALISIS PERBANDINGAN POTENSI ZONA NILAI EKONOMI KAWASAN BERDASARKAN TOTAL NILAI EKONOMI DENGAN MEMANFAATKAN NILAI KEBERADAAN DAN NILAI GUNA LANGSUNG ( STUDI KASUS : PANTAI WIDURI DAN PANTAI BLENDUNG KABUPATEN PEMALANG) Kanti Ismawati; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.391 KB)

Abstract

ABSTRAKKawasan wisata merupakan aset yang tidak ada nilai pasar sehingga perlu perhitungan dengan metode pendekatan. Penelitian ini perlu dilakukan untuk membantu penentuan pengembangan suatu kawasan. Pada penelitian ini penghitungan zona nilai ekonomi kawasan menggunakan metode Contingent Valuationt Method (CVM) dan Travel Cost Method (TCM). Data yang digunakan dalam perhitungan sebanyak 130 responden untuk TCM Pantai Widuri, 120 responden untuk TCM Pantai Blendung dan 120 responden untuk CVM Pantai Widuri, 110 responden CVM untuk Pantai Blendung. Data responden TCM adalah pengunjung wisata yang ada di kedua kawasan pantai, sedangkan responden data CVM adalah orang-orang yang memanfaatkan pantai kawasan penelitian seperti pedagang dan pekerja di sekitar kawasan pantai. Teknik pengambilan sample dengan metode Non Probability Sampling artinya setiap anggota populasi mempunyai peluang terpilih tidak sama. Analisis data yang di lakukan dengan memanfaatkan nilai keberadaan dan nilai guna langsung. Data yang sudah terkumpul dilakukan uji asumsi klasik (normalitas, heteroskedastisitas, autokorelasi, dan multikolinearitas), validitas dan reliabilitas menggunakan SPSS 20 untuk mengetahui tipe data yang digunakan. Metode pengolahan data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda dan perhitungan menggunakan software excel dan software Maple 17. Hasil penelitian adalah total nilai ekonomi Pantai Widuri Rp. 33.655.483.296, total nilai ekonomi Pantai Blendung Rp. 1.869.729.929. Potensi wisatai dipengaruhi oleh jarak, jumlah pengunjung wisata dan jumlah penduduk kabupaten/kota. Interaksi spasial tertinggi ada pada Pantai Widuri dan Kabupaten Pemalang yang menunjukan potensi Pantai Widuri lebih besar dibanding Pantai Blendung. Kunci : CVM, Pantai Blendung, Pantai Widuri, TCM, ZNEK. ABSTRACTTourist area is an asset that has no market value so it needs to be calculated using the approach method. This research needs to be done to help determine the development of an area. In this research calculation of  zone economic value using the Contingent Valuationt Method (CVM) and Travel Cost Method (TCM).  calculation tcm 130 respondents for Widuri Beach, 120 respondents for Blendung Beach and cvm 120 respondents for Widuri Beach, 110 CVM respondents for Blendung Beach. TCM respondent are visitors in areas,  CVM respondents are people who use the area beaches such as traders and workers around the area. The sampling technique is the Non Probability Sampling method, meaning the opportunity for each member of the selected population is not the same. analysis by utilizing the existence value and direct value. The collected data is tested by classical assumptions (normality, autocorrelation, heteroscedasticity, and multicollinearity), validity and reliability using SPSS 20 to find out type data. processing method used multiple linear regression analysis and calculation using Maple 17. The results of the study total economic value of Widuri Beach Rp. 33,655,483,296,  total economic value of Blendung Beach Rp. 1,869,729,929. Tourism potential is influenced by distance, number of tourist visitors and the number of residents of the district / city. The highest spatial interactions in Widuri Beach and Pemalang District. Keywords: Blendung Beach, CVM, TCM, Widuri Beach, ZNEK.
ANALISIS MODEL PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK DI KOTA SALATIGA Iva Kusniawati; Sawitri Subiyanto; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 9, Nomor 1, Tahun 2020
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.216 KB)

Abstract

ABSTRAK Perkembangan perkotaan yang pesat dapat dilihat dari peningkatan jumlah penduduk dan mobilitas penduduk, sehingga kebutuhan akan lahan terbangun juga semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan penggunaan lahan dan memprediksi perubahan penggunaan lahan di masa yang akan datang dengan mengintegrasikan model cellular automata dan artificial neural network serta menguji tingkat validitas dari model prediksi. Variabel yang digunakan sebagai faktor pendorong terjadinya perubahan lahan adalah jarak ke pemukiman, jarak ke jalan, dan jarak ke sungai, serta data kepadatan penduduk. Penelitian ini menitik beratkan pada penggunaan lahan industri, pemukiman, dan lahan pertanian. Data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain peta penggunaan lahan tahun 2008 dan 2013 dari penelitian terdahulu, peta penggunaan lahan tahun 2018 hasil digitasi dan validasi lapangan. Data jaringan jalan, data jaringan drainase, dan data kepadatan penduduk digunakan sebagai data untuk faktor pendorong pemodelan. Hasil penelitian ini menunjukkan perubahan penggunaan lahan tahun 2008−2018 didominasi oleh perubahan penggunaan lahan dari lahan pertanian menjadi lahan non pertanian. Lahan pertanian mengalami penurunan sebesar 211,51 ha, pemukiman mengalami peningkatan sebesar 96,39 ha, dan industri mengalami peningkatan sebesar 77,51 ha. Validasi pemodelan menggunakan dua metode, yaitu kappa dan analisis spasial yang menghitung perbedaan titik centroid dan analisis perbedaan luas. Hasil validasi pemodelan memiliki Indeks Kappa sebesar 0,972, nilai RMS sebesar 3,234 m, dan 96% luas antara peta prediksi dengan peta hasil digitasi dikatakan sesuai, sehingga pemodelan ini tergolong mempunyai kemiripan yang sangat baik terhadap kondisi eksisting penggunaan lahan tahun 2018.   Kata Kunci: ANN dan CA, Kota Salatiga, Perubahan Penggunaan Lahan, SIG ABSTRACT Rapid urban development can be seen from the increase in population and population mobility, so that the need for built-up land is also increasing. This study aims to determine changes in land use and predict future land use changes by integrating cellular automata and artificial neural network models and testing the validity of predictive models. The variables used as driving factors for land changes are distance to settlements, distance to roads, and distance to rivers, as well as population density data. This research focuses on the use of industrial land, settlement, and agricultural land. Data used in this study include land use maps for 2008 and 2013 from previous studies, land use maps for 2018 resulting from digitization and field validation. Road network data, drainage network data, and population density data are used as data for modeling driving factors. The results of this study indicate that changes in land use in 2008-2018 are dominated by changes in land use from agricultural land to non-agricultural land. Agricultural land decreased by 211.51 ha, settlement increased by 96.39 ha, and industry increased by 77.51 ha. Model validation uses two methods, namely kappa and spatial analysis which compute centroid point differences and area difference analysis. The results of modeling validation have a Kappa Index of 0.972, an RMS value of 3.234 m, and 96% of the area between the prediction map and the digitization map are said to be appropriate, so that this model is classified as having very good similarities to the existing conditions of land use in 2018.
PENGAMATAN DEFORMASI SESAR KALIGARANG DENGAN METODE SURVEI GNSS TAHUN 2018 LAURENTIUS IMMANUEL YUDIT PRABOWO; Moehammad Awaluddin; Fauzi Janu Amarrohman
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.271 KB)

Abstract

Sesar Kaligarang merupakan sesar yang membelah kota Semarang dari utara hingga selatan. Identifikasi sesar dan struktur dapat membantu mengenali karakteristik dan tipe dari sesar Kaligarang. Berdasarkan hal tersebut diperlukan penelitian yang tepat untuk mempelajari tipe dan laju geser Sesar Kaligarang . Hal ini diperlukan sebagai kebutuhan pemetaan gempa dan mitigasi bencana. Pada pengukuran Sesar Kaligarang diperlukan ketelitian yang tinggi sampai dengan milimeter untuk mengetahui pergeseran posisi yang terjadi. Pada penelitian ini  pengukuran dilakukan dengan menggunakan GNSS dual frequency. Penelitian tugas akhir ini menggunakan data hasil pengukuran survei GNSS yang dilakukan pada dua periode yaitu Maret dan Juni tahun 2018 menggunakan metode statik serta dengan data sekunder yaitu hasil pengukuran GNSS pada bulan Oktober tahun 2016. Pengukuran dilakukan pada titik titik yang sudah dibentuk pada penelitian sebelumnya serta titik tambahan. Data pengukuran GNSS diolah dengan menggunakan software scientific GAMIT 10.7. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kondisi deformasi yang terjadi di daerah Sesar Kaligarang serta mengetahui nilai slip rate dan locking depth dari Sesar Kaligarang. Hasil dari penelitian ini adalah terjadi pergeseran sebesar 2,6 mm/tahun hingga 10,23 mm/tahun pada bagiar barat sesar dan sebesar 2,89 mm/tahun hingga 10,35 mm/tahun pada bagian timur sesar. Nilai slip rate serta locking depth dari Sesar Kaligarang belum dapat ditentukan karena hasil koordinat titik pengamatan tidak konvergen pada permodelan dengan grafik slip rate .
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Ahmad Faishal Matazah Putra Ahmad Firdous Syifa Aisyah Arifin Aisyah Arifin Ajeng Dyah Setyowati Sri Utomo Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri Aji, Sentanu Akbar, Rizki Maulidi Akhmad Tsalist Nailuz Tsabiq Albertus Indra Bagus Cahyadi Alfian Putra Setiadarma Alfred Boni Son Simbolon Amalia Tyo, Almaas Zain Andri Suprayogi Annisa Octaviana Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arwan Putra Wijaya Ashari, Taufiq Ichsan Astriana Dewi Aulia Imania Sukma Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bela Karbea Charisma Parasandi Alfarizi Desyta Ulfiana Dwi Rini Septiani Dwi Yulinanda Pratiwi Extiana, Kiky Fajar Rudi Purwoko Farid Burhanudin Yusup Farrah - Istiqomah, Farrah - Fatihulhaq, Muhammad Aidil Fryda Arlina Mahardika GETMA LAVEMIA Grandy Loranessa Wungo Gunawan, Andreas Hana Sugiastu Firdaus Hardi Wibowo Haryo Daruwedho Hilman Djalu Sadewo Hutagalung, Christovel Mangaratua Ika Nurdianasari Imanuel Sitepu Irfan Baharudin Istighfary Abirama Cininta Iva Kusniawati Jaka Gumelar Jauhari Pangaribuan Jetri Livia Rindika Joko Wibowo Juwita Widya Qur’ani Kanti Ismawati Khofifatul Azizah Kusmaryudi, Alan Kusuma, Hafiizh Mega Laisa Usrini Laode M Sabri LAURENTIUS IMMANUEL YUDIT PRABOWO Maharditya Yoga Pramudyono Marissa Isabella Panggabean Marissa Isabella Panggabean Mavita Nabata Dzakiya Mia Aulina Moehammad Awaluddin Mohamad Jorgie Prasetyo Mohamad Rizki Ramadhan Mufid Damar Pidekso Muhammad Adnan Yusuf, Muhammad Adnan Muhammad Alimsuardi Muhammad Chairul Ikbal, Muhammad Chairul Muhammad Maulana mahardika Amfa Muhammad Nida Hakim El Wafa Muhammad Sandhi Lazuardi Nastiti Asrining Hartri Naufal Dwiakram Novia Sari Ristianti Novialis, Elly Indah Novian Nur Aziz Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Fajar Nafiah Nur Rizal Adhi Nugroho Nurhadi Bashit Oki Samuel Damanik Putri, Ananda Sandriana Putri, Zulfara Disnatya Anggita Rahmah, Azizah Nur Rama Aditya Wiwaha Reisnu Iman Arjiansah Rifai, Lutfi Faizal Rika Enjelina Pidu Riza Ashar Rizki Widya Rasyid Rizky Saputra Safira Devi Kirana Saraswati, Galuh Febriana Sawitri Subiyanto Setyo Ardy Gunawan Shofiyatul Qoyimah, Shofiyatul Simamora, Enggar Stefan Sindi Rahma Erwanti Tatag Abiyoso Utomo Tito Wisnu Pramono Aji Tristika Putri Tristika Putri Wahyu Gangga Wahyuddin, Yasser Widi Hapsari Wijaya, Sujiwo Pandu Wili Setiadi Wiwik Levitasari Yogi Wahyu Aji Yosevel Lyhardo Sidabutar Yudo Prasetyo