Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Ancaman Bencana Longsor Wilayah Terbangun Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi kasus: Kecamatan Banyumanik dan Kecamatan Gunungpati) Rachmawati, Ekha; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42356

Abstract

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat adanya 432 bencana alam pada tahun 2021 dengan tanah longsor memiliki frekuensi kejadian tertinggi di Semarang yaitu 146 kejadian. Banyaknya kejadian longsor dipengaruhi tidak hanya karena adanya gejala alam, namun juga adanya kegiatan penduduk yang tidak terkendali dalam memanfaatkan sumberdaya alam karena adanya peningkatan kebutuhan lahan sebagai tempat tinggal dan beraktivitas ekonomi sehingga dapat menyebabkan adanya aktivitas permukiman pada wilayah yang tidak sesuai. Diperlukan pemetaan ancaman bencana longsor wilayah terbangun untuk mengurangi jumlah kerugian material dan non-material. Pembuatan peta mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 menggunakan aspek fisik alami dengan tujuh indikator yaitu kemiringan lereng, kondisi tanah, batuan penyusun lereng, curah hujan, tata air lereng, kegempaan, dan vegetasi. Diperoleh hasil pemetaan Tipe C untuk Kecamatan Banyumanik didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu 1319,6 ha dan Kecamatan Gunungpati didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu seluas 3173,5 ha. Sedangkan untuk Tipe B, Kecamatan Banyumanik didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu 304, 8 ha dan Kecamatan Gunungpati didominasi oleh ancaman tingkat sedang yaitu seluas 849,1 ha. Untuk hasil pemetaan wilayah terbangun dengan metode digitasi menghasilkan 1686,1 ha wilayah terbangun di Kecamatan Banyumanik dan 1494,5 ha di Kecamatan Gunungpati. Setelah dilakukan overlay didapatkan Kecamatan Banyumanik ancaman longsor tipe C didominasi oleh tingkat sedang yaitu 776,9 ha dan untuk tipe B didominasi tingkat seluas 96,9 ha. untuk Kecamatan Gunungpati dengan ancaman longsor tipe C didominasi ancaman tingkat sedang seluas 844,2 ha dan tipe B didominasi ancaman tingkat sedang seluas 64,9 ha.
Perancangan WebGIS Persebaran Rumah Sakit Kota Semarang Rifqi, Muhammad Alifian; Awaluddin, Moehammad; Sabri, L. M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39265

Abstract

Pelayanan informasi kesehatan yang efisien dan dapat diandalkan memiliki peran penting di area perkotaan, seperti Kota Semarang, Indonesia, yang penduduknya mengalami pertumbuhan yang pesat. Dalam penelitian ini, fokusnya adalah mengembangkan aplikasi WebGIS yang memanfaatkan perangkat lunak SuperMap untuk meningkatkan layanan kesehatan di kota tersebut. Dengan memanfaatkan teknologi WebGIS yang memungkinkan penyediaan data, visualisasi, dan analisis, aplikasi ini berkontribusi pada kemajuan inisiatif kota cerdas, dengan penekanan khusus pada sektor kesehatan. Untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi WebGIS, dilakukan uji coba ketergunaan yang komprehensif. Uji coba tersebut mencakup berbagai dimensi, termasuk kemudahan pembelajaran, efisiensi, daya ingat, kesalahan, dan kepuasan pengguna secara keseluruhan. Hasil uji coba ketergunaan menunjukkan hasil yang menjanjikan, dengan aplikasi ini mendapatkan skor yang baik pada aspek-aspek yang dievaluasi. Uji coba ketergunaan menunjukkan skor yang memuaskan untuk kemudahan pembelajaran (4,425), efisiensi (4,325), peta dan informasi yang mudah dimengerti (4,45), fungsionalitas pencarian (4,55), dan kepuasan secara keseluruhan (4,625). Aplikasi ini berkinerja baik, namun perbaikan dapat dilakukan dalam hal daya ingat dan kemampuan pengguna untuk mengingat fitur-fitur tertentu. Temuan ini menyoroti pentingnya mengoptimalkan antarmuka dan ketergunaan aplikasi untuk pengalaman pengguna yang berkualitas tinggi.
PENENTUAN POTENSI KAWASAN PERUNTUKAN INDUSTRI MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN JEPARA Labib, Muhammad Faishal; Awaluddin, Moehammad; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.33209

Abstract

Kabupaten  Jepara mengalami peningkatan pertumbuhan industri ditinjau dari peningkatan investasi Penanaman Modal Asing (PMA). Penentuan yang berpotensi sebagai pengembangan industri dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan sektor industri agar lebih terarah dan terpadu. Metode Sistem Informasi Geografis (SIG) merupakan metode yang memanfaatkan aspek parameter spasial yang digunakan dalam menentukan lokasi potensial untuk pengembangan industri di Kabupaten Jepara. Terdapat sepuluh parameter spasial dalam penelitian ini yang digunakan dalam penentuan kawasan peruntukan industri di antaranya adalah kemiringan lereng, jenis tanah, penggunaan lahan, curah hujan, jarak ke jalan utama, jarak ke jaringan listrik, jarak ke jaringan sungai, jarak ke fasilitas umum, jarak ke pemukiman dan jarak dari pusat kota. Data tersebut kemudian dilakukan pembobotan dengan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Metode AHP digunakan untuk mengetahui besar bobot yang mempengaruhi pada masing-masing parameter. Hasil penelitian ini yaitu peta potensial lahan kawasan peruntukan industri. Berdasarkan hasil pembobotan diperoleh lima kelas klasifikasi tanah yaitu sangat sesuai (S1) sebanyak 1,027 %, sesuai (S2) sebesar 14,402 %, cukup sesuai (S3) sebesar 33,472%, kurang sesuai (N1) sebesar 37,624 % serta tidak sesuai sebesar (N2) 13,475 %. Hasil dari intersect peta potensi lahan KPI dengan RTRW diperoleh wilayah yang sangat sesuai sebesar 31.655596 ha. Kata Kunci: AHP, SIG, Potensi Lahan Industri
Desain Repositori Publik Untuk Data Training Site Klasifikasi Tutupan Lahan Berbasis WebGIS Mahmudi, Fakhry Nur; Hadi, Firman; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41076

Abstract

Klasifikasi tutupan lahan membutuhkan data training site atau daerah contoh untuk melakukan sebuah klasifikasi. Data ini diambil secara langsung di lapangan atau melalui citra yang jelas. Peneliti berupaya merancang sebuah repositori yang menyimpan data tersebut untuk mempermudah dalam mendapatkan data training site dan mendorong para surveyor untuk berkolaborasi dalam pegumpulan data trainig site. Repositori ini dibangun menggunakan framework streamlit dengan Leaflet JavaScript mapping library. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode prototyping untuk pembuatan WebGIS dan menggunakan pengujian usability dengan menggunakan metode system usability scale (SUS). Hasil dari repositori ini terdiri atas 8 halaman yaitu: home, map, contact us, login, register, upload, profile, dan profile admin. Hasil rata-rata skoring dari SUS terhadap 36 responden adalah 60,277778 sehingga dari sisi curve grading SUS, acceptability ranges, grade scale, dan adjective rantings didapatkan hasil bahwa curve grading SUS pengguna terhadap https://datatrainigsite.streamlit.app/ berada pada grade D, tingkat acceptability ranges pengguna berada pada tingkat marginal low, tingkat grade scale berada pada kategori D, dan tingkat adjective rantings berada pada kategori OK sehingga dapat disimpulkan bahwa WebGIS masih perlu pengembangan dan evaluasi yang lebih lanjut agar dapat digunakan lebih optimal.
Perancangan Peta Infrastruktur Universitas Diponegoro Kampus Tembalang Pardjono, Muhammad Maghreza Eka; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan universitas yang terletak di Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Universitas Diponegoro memiliki berbagai macam program studi yang tersebar di 11 fakultas dan 2 sekolah vokasi. Kendala yang sedang dihadapi yaitu kurangnya informasi peta dan rambu penunjuk arah di kampus menyulitkan bagi mahasiswa yang menjadi hambatan dalam mencari lokasi dan informasi di area kampus. Dengan kebutuhan besar akan peta kampus, diperlukan sistem informasi yang mengintegrasikan data spasial dan non-spatial untuk mempermudah akses informasi tentang lokasi, navigasi, pengelolaan wilayah, dan pengembangan infrastruktur kampus. Pembuatan peta infrastruktur kampus Universitas Diponegoro diharapkan dapat memberikan solusi dari permasalahan tersebut. Alur proses pembuatan peta tersebut terdiri dari wawancara mengenai saran dan masukan, hasil uji geometri, pembuatan peta, pembuatan WebGIS, dan formulir uji usability. Hasil dari penelitian ini berupa peta statis dan dinamis yang lebih terupdate dari sebelumnya. Peta ini nantinya menjadi dasar di dalam pembuatan web aplikasi melalui ArcGIS Online yang akan dikelola oleh pengembang. Untuk uji usability penggunaan Peta Infrastruktur Universitas Diponegoro Kampus Tembalang mendapatkan nilai 4,238 dari 5,0 yang masuk kategori “Sangat Baik” yang telah memenuhi aspek pengujian yaitu learnability, efficiency, memorability, errors, satisfaction.
PENILAIAN KAPASITAS COVID-19 DI KABUPATEN SUKOHARJO MENGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Lolita, Diaz Amel; Nugraha, Arief Laila; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geodesi Undip Vol 11, No 2 (2022): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2022.33138

Abstract

Covid-19 (coronavirus disease 2019) merupakan penyakit pernafasan menular yang baru ditemukan pada tahun 2019 di Kota Wuhan, Tiongkok dengan tingkat penyebaran yang sangat cepat dan memiliki tingkat kematian yang tinggi. Kasus Covid-19 menyebar hingga ke Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 23 Maret 2020, ditemukan kasus positif Covid-19 pertama dan resmi menetapkan status kejadian luar biasa. Kasus kumulatif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo pada tanggal 31 Mei 2021 sebanyak 6.212 kasus positif, sedangkan pada bulan Juni mengalami peningkatan yang tinggi sehingga pada tanggal 5 Juli 2021 kasus positif sebesar 7.976 kasus. Peningkatan kasus yang tinggi merupakan salah satu indikator yang menunjukkan kurangnya kesiapan dalam menghadapi pandemi. Peningkatan kapasitas dapat dilakukan dengan penilaian kapasitas sehingga dapat diketahui prioritas wilayah penanganan. Parameter yang digunakan dalam penilaian kapasitas antara lain jangkauan fasilitas kesehatan, rasio tenaga kesehatan, jangkauan fasilitas isolasi terpusat, satuan tugas Covid-19 dan edukasi Covid-19. Penentuan nilai tiap parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk memperoleh bobot dari hasil wawancara narasumber. Kapasitas dalam menangani Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo belum sepenuhnya merata, seperti rumah sakit rujukan dan fasilitas isolasi terpusat yang hanya tersedia di kecamatan-kecamatan yang terdekat dengan area kota seperti Kecamatan Kartasura, Kecamatan Grogol, dan Kecamatan Sukoharjo. Kapasitas perlu dilakukan peningkatan terutama di wilayah prioritas, baik dengan menambah fasilitas kesehatan maupun meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan yang telah ada seperti Kecamatan Weru, Kecamatan Bulu, Kecamatan Tawangsari dan Kecamatan Nguter.
Analisis Lokasi Rawan Bencana Kekeringan Menggunakan Metode Fuzzy Analitycal Hierarchy Process (FAHP) di Kabup Dewa, Kusuma Hangga; Awaluddin, Moehammad; Sabri, Laode M.
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.41090

Abstract

Kabupaten Grobogan merupakan satu dari lima kabupaten pada provinsi jawa tengah yang dilewati oleh gugusan Pegunungan Kendeng. Gugusan Pegunungan Kendeng merupakan pegunungan kapur yang membentang dibagian utara Pulau Jawa. Pegunungan kapur ini sendiri membentuk morfologi daerah yang dilewatinya bertanah gersang dan tandus. Pada tahun 2020 berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Grobogan permintaan bantuan air mencapai total 107 kasus pada 15 kecamatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persebaran kekeringan dan tingkat kesesuaian daerah rawan kekeringan berdasarkan hasil pengolahan di Kabupaten Grobogan. Metode penelitian yang dipergunakan yaitu Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) untuk membangun model kerentanan kekeringan dengan mempertimbangkan beberapa faktor. Pada penelitian ini mempertimbangkan lima parameter untuk mendukung dalam analisis lokasi rawan bencana kekeringan, adapun kelima parameter tersebut antara lain jenis tanah, penggunaan lahan, kelerengan, curah hujan dan jarak terhadap sungai. Tingkat kekeringan di Kabupaten Grobogan dibagi menjadi tiga kelas klasifikasi kekeringan yaitu kekeringan tinggi sebesar 25,74%, kekeringan sedang sebesar 40,69% dan kekeringan rendah sebesar 33,57%. Pola persebaran kekeringan berat berada dari timur ke arah barat Kabupaten Grobogan.   Kata Kunci: Kabupaten Grobogan, Kekeringan, FAHP, SIG
Pemetaan Zona Resapan Air Untuk Pengelolaan Genangan Daerah Aliran Sungai Banjir Kanal Timur Menggunakan Sistem Informasi Geografis Rofi'i, Nur Izha Jannah; Awaluddin, Moehammad; Nugraha, Arief Laila
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 3 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.37111

Abstract

Bertambahnya kebutuhan konsumsi air saat ini memerlukan pemanfaatan sumber daya air yang direncanakan dan dikelola dengan tepat melalui sistem pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS). Kota Semarang memiliki delapan DAS salah satunya DAS Banjir Kanal Timur yang memiliki panjangnya ±17,8 km dan luas 54,70 km². DAS Banjir Kanal Timur memiliki permasalahan pada musim kemarau air menjadi kering namun ketika musim penghujan air meluap serta memiliki daerah yang rawan banjir dan genangan tinggi dimana hampir setiap hujan turun akan terjadi titik-titik genangan yang dapat mencapai tinggi hingga satu meter, sehingga perlu adanya langkah optimal dalam pengelolaan DAS dan daerah resapan air yang tepat. Pembuatan daerah resapan air pada DAS Banjir Kanal Timur menggunakan metode scoring sesuai jurnal Mardi Wibwo pada tahun 2006 yang telah membahas mengenai cara menentukan bobot dan skor tanpa mengimplementasikan pada suatu wilayah sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan jurnal tersebut dalam suatu daerah untuk mengetahui kesesuannya terhadap suatu kondisi wilayah dengan mengkategorikan kedalam lima kategori yaitu baik, normal alami, mulai kritis, agak kritis, kritis dan sangat kritis. Hasil dari penelitian ini memuat jika daerah DAS Banjir Kanal Timur memiliki daerah dengan kategori tertinggi normal alami dengan persentase 59,01% dengan luas 3.194,0419 Ha, kemudian setelah dilakukan validasi dengan genangan air didapatkan jika daerah genangan terjadi pada daerah dengan kategori normal alami dan baik menjadikan hasil pemetaan ini dirasa tidak sesuai dengan keadaan wilayah penelitian.
Analisis Bahaya Bencana Tsunami di Kota Cilegon Menggunakan Sistem Informasi Geografis Bilqis, Ramadhani Sarah Alicya; Awaluddin, Moehammad; Hadi, Firman
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42147

Abstract

Kota Cilegon yang berada di daerah pesisir barat pulau Jawa memiliki resiko tinggi terhadap bencana tsunami dan gempabumi. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai bahaya bencana tsunami yang dapat terjadi di Kota Cilegon. Sistem Informasi Geografis digunakan sebagai metode dalam proses penelitian yang dilakukan. Bahaya bencana tsunami diketahui dengan melakukan analisis terhadap parameter bahaya tsunami dengan menambahkan perhitungan matematis berdasarkan inundasi. Berdasarkan proses yang telah dilakukan sebanyak 2605,639 Ha wilayah kota Cilegon berada dalam tingkat ancaman sangat rendah, 7273,651 Haberada dalam tingkat rendah,  2920,306 Ha dalam tingkat sedang, 2717,829 Ha dalam tingkat tinggi dan 679,390 Hatermasuk kedalam tingkat ancaman sangat tinggi terhadap bencana tsunami. Inundasi tsunami yang terjadi di kota Cilegon mencapai 742,497 Ha dan tersebar di pesisir pantai Kota Cilegon, Sebanyak 13 wilayah administrasi kelurahan dari 43 kecamatan di wilayah Kota Cilegon merupakan daerah terdampak inundasi tsunami.
Identification of Traffic Accidents Vulnerability Level Using Kernel Density And K-Medoids Methods (Case Study: Depok and Kalasan Districts, Sleman Regency) Siregar, Afifah Zafirah; Awaluddin, Moehammad; Wahyuddin, Yasser
Jurnal Ilmiah Geomatika Vol 3, No 1 (2023): April Jurnal Ilmiah Geomatika
Publisher : Program Studi Teknik Geomatika Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.606 KB) | DOI: 10.31315/imagi.v3i1.9241

Abstract

One of the analytical tools that can be used to help, parse, identify and map traffic accident problems in an area is a Geographic Information System (GIS). GIS is used to create clusters of traffic accident events. The level of accident vulnerability in this paper is obtained by calculating the density of the number of incident points where the accident occurred, namely Depok and Kalasan Districts, Sleman Regency on a road segment length of 1,000 m per year. The clustering methods used are kernel density and k-medoids methods. Comparison of the identification of traffic accident-prone levels in Depok and Kalasan sub-districts using the Kernel Density and K-Medoids methods with a road length of 1,000 meters using the Kernel Density and K-Medoids methods in 2018 there is the same difference, namely 6.17% with the medium level classification and low level classification. For 2019 it is 0.01% with a high level classification, 1.85% for the medium level and 1.86% for the low level. For 2020 there is the same difference, namely 1.23% with medium and low level classifications. For 2021 there is no difference for high level classification but there is the same difference for medium and low level classification which is 3.7%.
Co-Authors Abdi Sukmono Abdi Sukmono, Abdi Adnan Khairi Afriyanto Afriyanto Aisyah Arifin Aisyah Arifin Ajeng Kartika Nugraheni Syafitri Akhmad Kurniawan Alfian Budi Prasetya Alfien Rahmenda Ali Amirrudin Ahmad Amal Fathullah, Amal Amri Perdana Ginting Ana Rosida Andika Malik Andika Rizal Bahlefi Andini, Tyas Fitria Andre Hermawan Andri Suprayogi Anggi Tiarasani Anisa Rachmawati, Anisa ARGNES DIONANDA RESZA PRADIPTA Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arief Laila Nugraha Arintia Eka Ningsih Ario Damar Wicaksono Armenda Bagas Ramadhony Aruma Hartri Aufan Niam Aulia Fikki Wicaksono Aysha Puspa Pertiwi Ayu Nur Safi'i Bambang Darmo Y Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Darmo Yuwono Bambang Sudarsono Bambang Sudarsono Bandi Sasmito Bhekti Hapsari Bilqis, Ramadhani Sarah Alicya Bobby Daneswara Indra Kusuma Brinton Patuan Sitorus Budi Prayitno Cindy Puspita Sari Damar Ismoyo Danang Budi Susetyo Desita Khrisna Putri, Dewa, Kusuma Hangga Dewi Shinta Septifany Dian Rizqi Ari Wibowo Dimas Bagus Dina Wahyuningsih Dwi Arini Dzaki Adzhan Ega Gumilar Hafiz Enersia Ihda K. U Extiana, Kiky Fadhilla Shara Denafiar Fajar Dwi Hernawan Fanni Kurniawan Fanny Rachmawati Fathan Aulia Fauzi Iskandar Fauzi Janu Amarrohman, Fauzi Janu Fauzi Janu Ammarohman Febrian Pramana Putra Fetra Kristina Harianja Gina Andriyani Habib Azka Ramadhani Hadi, Firman Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu Handayani Nur Arifiyanti Haniah Haniah Hani’ah Hani’ah Haris Yusron Hayuningsih, Dwi Mastuti Heri Gusfarienza Heri Setiawan Ika Nurdianasari Ikhlasul Amal Ahyani Indra Laksana Irfan Tri Anggoro irwan meilano Johan Wisma Anggoro Joko Wibowo Juwita Widya Qur’ani Khairuddin Khairuddin Khofifatul Azizah Khofifatul Azizah Kiky Extiana Kindy Ibrahim Hari Kurniawan Adi Widiyanto L. M. Sabri Labib, Muhammad Faishal Laode M Sabri LAURENTIUS IMMANUEL YUDIT PRABOWO LM. Sabri Lolita, Diaz Amel Lorenzia Anggi Ramayanti Lufti Rangga Saputra LUKMAN MAULANA ABDILLAH Lutfi Eka Rahmawan Lutgar Sudiyanto Sitohang LUTHFI RAHMANDHANI Mahmudi, Fakhry Nur Maulana Eras Rahadi Meita Arddinatarta Moh Kun Fariqul Haqqi Mohammad Afif MOHAMMAD YUSUP LUTFI Much. Jibriel Sajagat, Much. Jibriel Muhamad Arif Debalano Muhamad Nurman Cholid Muhammad Bagus Salim Muhammad Danny Rahman Muhammad Hudayawan Nur L Muhammad Iqbal Akhsin Muhammad Maulana mahardika Amfa Muhammad Rifqi Andikasani Nanda Dewi Arumsari Nasytha Nur Farah Nella Wakhidatus Nina Ratnaningrum NOVAYA NURUL BASYIROH Nugrahanto, Prasetyo Odi Nur Lail, Muhammad Hudayawan Nuranda, Kris Junida Herindra Nurhadi Bashit Nurhadi Bashit Nurmalasari, Cici Nurnaning Aisyah Pardjono, P. Prya Adhi Surya Nugraha Putri, Alifa Salsabilla Rachmawati, Ekha Rahman, Muhammad Fiqri Ramdhan Thoriq Setyabudi Renaud Saputra Purba Resi Diansismita Reza Nur Hidayat Rico Waskito Putro Rifki Purnama Aji Rifqi, Muhammad Alifian Risa Ayu Miftahul Rizky Riyadi, Elnatan Vieno Rizky Saputra Rofi'i, Nur Izha Jannah Roy Kasfari Sabri, Laode M. Safii, Ayu Nur Safira Devi Kirana Sandy Yudistira Mahardika, Sandy Yudistira Sarmedis Anrico Situmorang Satrio Wicaksono Satrio Wicaksono Sawitri Subiyanto Septian Dewi Cahyani Septiawan Setio Hutomo Setiaji Nanang Handriyanto Sigit Irfantoro Siregar, Afifah Zafirah Siti Fathimah Soraya Rizky Puspitasari Sri Widiyantoro Sry Suando Sinaga Susilo Susilo Sutomo Kahar Syachril Warasambi Mispaki Tiara Toyyibatul Arofah Tristika Putri Wahyu Entriana Kumala Dewi Wahyu Nur Rohim Wahyuddin, Yasser Wakhidatus, Nella Wibowo, Sidik Tri Wildan Ryan Irfana Yolanda Adya Puspita Yudo Prasetyo