Claim Missing Document
Check
Articles

Nanoencapsulation of Pelawan Stem Extract (Tristaniopsis merguensis Grifft.) Using Polycaprolactone (PCL) Mahardika, Robby Gus; Shakila, Shania; Budi Kurniawan, Widodo; Amelia, Ririn
ALKIMIA Vol 7 No 1 (2023): ALKIMIA
Publisher : SCIENCE AND TECHNOLOGY FACULTY OF UNIVERSITAS ISLAM NEGERI RADEN FATAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/wr4fqj14

Abstract

Formulation of nanoencapsulation using variations in the mass of Pelawan stem extract at (A) 0.15; (B) 0.25; and (C) 0.35 g combined with the addition of 0.5% PCL (Polycaprolactone) and Tween 80. Based on the analysis, the resulting nanocapsule sizes were 559.2, 447.2, and 297.0 nm, respectively, indicating that the nanoencapsulation of Pelawan stem extract has achieved nanoscale dimensions. The polydispersity index (PI) values for Pelawan stem extract formulas A, B, and C were 0.645, 0.687, and 0.476, respectively. Formula C has a PI value of less than 0.5, indicating that nanocapsules in formula C are more uniform. Formula C was the best formulation, with the smallest size and lowest PI. The Pelawan stem extract, rich in phenolic compounds, packaged in nanocapsule form through a simple nanoencapsulation process, holds potential as a future nutraceutical product.
PENGEMBANGAAN KUBE BERKAH MANDIRI DESA SEMPAN MELALUI PEROLEHAN PERIZINAN PRODUK DAN PEMASARAN BERBASIS DIGITAL Adisyahputra, Adisyahputra; Roanisca, Occa; Gus Mahardika, Robby; Yulia, Yulia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.2110-2115

Abstract

Desa Sempan memiliki potensi komoditas pertanian yang sangat tinggi, keadaan ini dimanfaatkan oleh sekelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Untuk mewadahi kegiatan produksi produk UMKM, ibu-ibu di Desa Sempan membentuk KUBE Berkah Mandiri. Produk UMKM yang terdapat di dalam KUBE tersebut belum memiliki perizinan produk. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi memfasilitasi perizinan produk, dan pemasaran berbasis digital untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dan pendampingan langsung kepada anggota KUBE Berkah Mandiri. Hasil dari kegiatan pengabdian ini, seluruh anggota KUBE Berkah Mandiri telah mendapatkan Sertifikat PKP, Sertifikat SPP-IRT, label stiker produk, dan telah memiliki akun di E-Commerce Shopee dalam rangka perluasan jaringan pemasaran berbasis digital.
PENDAMPINGAN PEMBUATAN MASKER PEEL OFF PUCUK KAYU LUBANG Timonius flavescens (Jacq.) Baker MENJADI PRODUK UNGGULAN DESA AIK ABIK Gus Mahardika, Robby; Roanisca, Occa; Henri, Henri; Aprilia, Selvy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.161-165

Abstract

Dusun Aik Abik memiliki potensi tumbuhan obat yang sangat tinggi. Masyarakat masih sering memanfaatkan tumbuhan obat sebagai terapi pengobatan. Tumbuhan kayu lubang (Timonius flavescens (Jacq.) Baker) sering digunakan masyarakat setempat untuk perawatan wajah dan mengobati jerawat. Tumbuhan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk turunan masker peel off yang dapat dijadikan sebagai produk unggulan desa. Oleh karena itu, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim pengabdi mentransfer inovasi pengolahan pucuk kayu lubang sebagai masker peel off untuk mendukung pemanfatan tumbuhan lokal menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini berupa sosialisasi dan pendampingan secara langsung kepada mitra sasaran perangkat lembaga adat Dusun Aik Abik dan masyarakat.  Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mitra sasaran memahami cara formulasi masker peel off berbahan pucuk kayu lubang dan menerima desain kemasan yang telah dicetak oleh tim pengabdi. Komitmen mitra sasaran akan melanjutkan pengembangan masker peel off menjadi produk unggulan Dusun Aik Abik.
Inhibition of α-Glucosidase Activity and The Toxicity of Tristaniopsis merguensis Griff. Leaf Extract Robby Gus Mahardika; Occa Roanisca; Fajar Indah Puspita Sari
Elkawnie Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Faculty of Science and Technology Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v6i1.5732

Abstract

Abstract : This study aims to determine the antidiabetic activity and toxicity of the acetone extract of Tristaniopsis merguensis Griff leaf. The antidiabetic test was the α-glucosidase inhibition method, while the toxicity test used the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. The acetone extract possessed antidiabetic activity with an IC50 value of 8.83 ± 0.31 (μg/mL). This value is not much different from the positive control of quercetin which has an IC50 value of 6.04 ± 0.14 (μg/mL). The characteristics of the FT-IR spectrum of acetone extract showed that Tristaniopsis merguensis leaf has the groups Ar-OH (phenolic), -OH (hydroxyl), C=O (ketone) and C=C (aromatic). Based on the toxicity test, the Tristaniopsis merguensis leaf acetone extract has an LC50 value of 959.25 ppm which means that the acetone extract is toxic. Therefore, the acetone extract of Tristaniopsis merguensis might be the potential agent of antidiabetic.Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antidiabetes dan toksisitas dari ekstrak aseton daun Tristaniopsis merguensis Griff. Uji aktivitas antidiabetes ditentukan berdasarkan metode inhibisi enzim α-glucosidase, sedangkan toksisitas ditentukan berdasarkan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Ekstrak aseton memiliki aktivitas antidiabetes dengan nilai IC50 8,83 ± 0,31 (μg/mL). Nilai ini tidak jauh berbeda dengan kontrol positif quersetin yang memiliki nilai IC50 6,04 ± 0,14 (μg/mL). Karakteristik spektrum FT-IR ekstrak aseton menunjukkan bahwa daun Tristaniopsis merguensis memiliki gugus fungsi Ar-OH (fenolik), -OH (hidroksil), C=O (keton) dan C=C (aromatik). Berdasarkan uji toksisitas, ekstrak aseton daun Tristaniopsis merguensis memiliki nilai LC50 sebesar 959,25 ppm yang berarti bahwa ekstrak aseton bersifat toksik. Oleh karena itu, ekstrak aseton dari Tristaniopsis merguensis berpotensi untuk dijadikan agen antidiabetes.