Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PERAN ILMU SOSIAL DALAM MENGEMBANGKAN EMPATI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Aan Budi Santoso; Wisnu Mahardika; Nafa Rizkyyah; Khalisha Nurina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 3 (2026): Volume 11 No. 3, September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i3.64913

Abstract

Salah satu kompetensi sosial-emosional yang penting, kemampuan empati, dikembangkan sejak usia sekolah dasar karena berkontribusi pada perilaku prososial, toleransi, kerja sama, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar biasanya berfokus pada aspek kognitif, sehingga pengembangan empati belum menjadi fokus utama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial membantu siswa sekolah dasar menjadi lebih empatik, menemukan tugas-tugas apa yang dapat membantu siswa menjadi lebih empatik, dan menciptakan ciri-ciri model pembelajaran IPS yang dapat membantu siswa menjadi lebih empatik. Studi ini dilakukan dengan desain studi kasus di SD Negeri Sayangan, Laweyan, Surakarta, dan menggunakan pendekatan kualitatif. Siswa dan pendidik dari kelas III, IV, dan V dipilih secara purposive untuk penelitian ini. Setelah data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña digunakan untuk menganalisisnya melalui tahapan kondensasi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran IPS berperan penting dalam menumbuhkan empati melalui kegiatan pembelajaran yang kolaboratif, kontekstual, dan reflektif. Siswa belajar berperilaku prososial dan memahami perspektif orang lain melalui aktivitas seperti diskusi kelompok, studi kasus sosial, presentasi kelompok, dan refleksi pembelajaran. Selain itu, penelitian ini menghasilkan model pembelajaran IPS berbasis empati yang menekankan empat tahapan: orientasi masalah sosial, eksplorasi perspektif, diskusi kolaboratif, refleksi empatik, dan aksi sosial sederhana. Model ini dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar meningkatkan kemampuan empati mereka. Tujuan penelitian adalah untuk membantu guru menerapkan penguatan karakter sosial ke dalam pembelajaran IPS dengan lebih baik
PEMBINAAN TERAPIS PEMULA UNTUK PEMULIHAN KELELAHAN ATLET DI UTP SURAKARTA Wisnu Mahardika; Iwan Arya Kusuma; Rendra Agung Prabowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat FKIP UTP Vol 7 No 2 (2026): PROFICIO : Jurnal Abdimas FKIP UTP
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/jpf.v7i2.7172

Abstract

Permintaan tenaga Sport Physiotherapist terus meningkat seiring intensitas kompetisi olahraga dan kesadaran akan kesehatan atlet, mendorong perlunya pelatihan profesional untuk penanganan cedera yang tepat serta peningkatan jumlah tenaga ahli yang siap mendukung performa atlet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjudul “Pembinaan Terapis Pemula untuk Pemulihan Kelelahan Atlet di UTP Surakarta” dilaksanakan untuk membekali terapis pemula dengan pemahaman mendalam mengenai etiologi cedera (faktor eksternal dan internal), klasifikasi tingkat keparahan, serta teknik manipulasi pijat olahraga (effleurage, petrissage, shaking, dan friction) yang efektif dalam mempercepat recovery, mengurangi nyeri, dan mencegah cedera berulang. Metode pelaksanaan berupa praktik dan demonstrasi intensif selama tiga hari (11–13 Juni 2026) pada jam 08.00 sampai 17.00 WIB di Ruang Sidang Utama FKIP UTP Surakarta, melibatkan 23 peserta (terapis pemula dan praktisi olahraga) dengan dukungan sarana bed, inframerah, cream, dan alat penunjang lainnya. Hasil menunjukkan antusiasme tinggi peserta dalam diskusi, tanya jawab, dan praktik langsung, disertai apresiasi positif serta permintaan keberlanjutan program pada tingkat lanjutan. Kegiatan ini berkontribusi signifikan terhadap penguatan kompetensi Sport Physiotherapist, mendukung Tridarma Perguruan Tinggi, serta memfasilitasi optimalisasi prestasi atlet melalui penanganan kelelahan dan cedera yang lebih profesional dan berbasis bukti.