Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR PEMICU PERSEPSI DAN SIKAP TOLERAN PENGENDARA TERHADAP RISIKO KECELAKAAN Don Gaspar Noesaku da Costa; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 1 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.702 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i1.2972.39-48

Abstract

Abstract Impact speed was believed to be the factor that associated with fatal accident. On the other hand, a number of riders believe that their braking capabilities could reduce the risk. The perception should be studied deeply. Therefore, this paper was focused to identify variables influencing rider’s risk tolerance due to speeding behavior. The risk tolerance analysis was conducted based on the values of safety factor and margin of safety, due to the differences in braking capability. Safety factor was defined as the ratio of the available stopping sight distance to a minimum stopping sight distance; whilst the margin of safety was the different between safety factor and its optimum safety criteria. All the input data were collected from the result of literature review. The result showed that vehicle deceleration, due to engine brake force, influence the vehicle speed before braking significantly, and end up with a decreasing in impact speed. Since the risk might be reduced by increasing the braking capability, the awareness of it was indicated to be the triggering factor of an accident risk tolerance’s level. Keywords: braking capability, minimum margin of safety, risk tolerance, speeding behavior  Abstrak Impact speed diyakini merupakan faktor yang memengaruhi kecelakaan fatal. Di lain pihak, sejumlah pengendara meyakini bahwa kemampuan pengereman mereka dapat menurunkan tingkat risiko tersebut. Persepsi tersebut perlu dipelajari lebih mendalam. Penelitian ini difokuskan pada identifikasi variabel yang memengaruhi tingkat toleransi pengendara terhadap risiko yang ditimbulkan oleh perilaku speeding. Analisis toleransi terhadap risiko tersebut didasarkan pada nilai safety factor dan margin of safety akibat perbedaan kemampuan pengereman. Safety factor merupakan rasio antara jarak pandang henti tersedia dan jarak pandang henti minimum, sedangkan margin of safety merupakan selisih antara safety factor dan kriteria keselamatan optimumnya. Seluruh data input untuk studi ini diperoleh dari hasil kajian literatur. Hasil studi menunjukkan bahwa perlambatan kendaraan akibat tahanan mesin berdampak signifikan pada penurunan kecepatan kendaraan sesaat sebelum pengereman dan berujung pada penurunan impact speed. Karena risiko tersebut dapat dikurangi melalui peningkatan kemampuan pengereman, pemahaman akan hal ini terindikasi menjadi faktor pemicu tingkat toleransi terhadap risiko kecelakaan. Kata-kata kunci: kemampuan pengereman, margin keselamatan minimum, toleransi risiko, perilaku mempercepat
PENGEMBANGAN METODE PREDIKSI PROBABILITAS KECELAKAAN PADA SUATU RUAS JALAN ANTARKOTA BERDASARKAN KONDISI GEOMETRIK JALAN DAN KARAKTERISTIK LALU LINTAS Fransiska Idalin; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 18 No. 2 (2018)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.333 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v18i2.3044.145-152

Abstract

Abstract Accident data is very important to figure out the number of accidents that occur on the road segment in some periods of time. If accident data is not available, another method is needed to determine the frequency of accidents, with the frequency of accidents replaced by a prediction of accident probability. Based on the literatures, it is found that the predictions of accident probabilities can be done based on the geometric conditions of the road and traffic characteristics. The probability values are obtained from the calculation of the percentage of the total score on the location of the road. The score is given based on the magnitude of the existing condition deficiency against the specified standard or criteria, with a score of 1 for conditions that are in accordance with the standard, while a score of 5 for the conditions that are not in accordance with the standards. Predictor parameters for 2 lane 2 ways undivided rural road are lane width (m), lane widening on curve, shoulder width, shoulder type, stopping sight distance, passing sight distance, radius of curve, maximum superelevation, tangent length between 2 curves, the present of transition curve, curve radius ratio of 2 adjacent curves, maximum length of tangent, grade (%), maximum length of grade, side slope, clear zones, hazards type, lighting, signings and markings, driveways density (number/km), proportion of heavy vehicles (%), volume of pedestrians (person/day), special alignment combinations and the differences between operating speed (V85) and speed limit (Vlimit). From this method would be generated 5 accident probabilities categories which are “very small”, “small”, “medium”, “big” and “very big”. Keywords: traffic accident, accidents frequency, accident probability, road geometric  Abstrak Data kecelakaan sangat penting untuk mengetahui jumlah kecelakaan yang terjadi pada segmen jalan untuk jangka waktu tertentu. Jika data kecelakaan tidak tersedia, diperlukan metode lain untuk mengetahui frekuensi kecelakaan, dengan frekuensi kecelakaan digantikan dengan perkiraan probabilitas kecelakaan. Berdasarkan literatur diperoleh bahwa prediksi probabilitas kecelakaan dapat dilakukan berdasarkan kondisi geometrik jalan dan karakteristik lalu lintas. Nilai probabilitas diperoleh dari hasil perhitungan persentase total skor pada lokasi ruas jalan. Pemberian skor dilakukan berdasarkan besarnya defisiensi kondisi eksisting terhadap standar atau kriteria yang ditentukan, dengan skor 1 untuk kondisi yang sesuai standar, sedangkan skor 5 untuk kondisi yang paling tidak sesuai standar. Parameter predictor adalah lebar lajur, pelebaran lajur pada tikungan, lebar bahu, tipe bahu, jarak pandang henti, jarak pandang mendahului, jari-jari tikungan, super-elevasi maksimum, panjang tangent di antara 2 tikungan, keberadaan lengkung peralihan, rasio jari-jari 2 tikungan berdekatan, panjang tangent maksimum, kelandaian (%), panjang landai, side slope, clear zone (m), jenis hazard, penerangan jalan, rambu dan marka jalan, driveways density (jumlah/km), proporsi kendaraan berat (%), volume pejalan kaki (orang/hari), kombinasi alinyemen khusus, serta selisih kecepatan operasional (V85)dari Vlimit. Dihasilkan 5 katagori probabilitas, yaitu “sangat kecil”, “kecil”, “sedang”, “besar”, dan “sangat besar”. Kata-kata kunci: kecelakaan lalu lintas, frekuensi kecelakaan, probabilitas kecelakaan, geometrik jalan
RISIKO KECELAKAAN SEPEDA MOTOR PADA SIMPANG PRIORITAS Benidiktus Susanto; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 3 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.062 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i3.3668.161-170

Abstract

Abstract Traffic safety is an important requirement in highway planning and design. Many studies related to accident risk analysis have been carried out, but practical applications are still not widely found, especially for accident risk analysis at priority junctions. This study aims to determine the speed and acceleration of motorcyclist behavior entering a junction. It was conducted by measuring the speed of a motorcycle when entering the junction at 150 m, 100 m, and 50 meters before the point of the potential conflict. If the critical gap is longer than the stopping distance (a combination of the reaction time and braking time), the motorcycle will be safe. The results showed that motorcyclist decelerates the speed when entering the junction. The change in speed starts at 50 to 100 meters before the conflict. Motorcyclists will be safe if the speed is less than 65.8 km/h at 50 meters before entering the junction. Keywords: traffic safety, accident risk analysis, priority junction, speed  Abstrak Keselamatan adalah faktor utama dalam perencanaan dan perancangan fasilitas jalan. Berbagai penelitian yang berhubungan dengan analisis risiko kecelakaan telah banyak dilakukan, namun aplikasi praktisnya masih belum banyak dijumpai terutama untuk analisis risiko kecelakaan pada simpang prioritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kecepatan dan percepatan sepeda motor saat memasuki simpang, sehingga dapat dilakukan analisis terhadap potensi risiko sepeda motor saat memasuki simpang prioritas. Penelitian dilakukan dengan mengukur kecepatan sepeda motor saat memasuki simpang pada jarak 150 m, 100 m, dan 50 m sebelum titik konflik. Apabila celah kritis lebih panjang dari jarak henti (gabungan dari pengaruh waktu reaksi dan waktu pengereman), maka sepeda motor tersebut dapat dikategorikan selamat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saat memasuki simpang sebagian besar sepeda motor melakukan perlambatan. Perubahan kecepatan mulai terjadi pada jarak antara 50 sampai 100 meter sebelum titik konflik. Sepeda motor akan aman apabila pada kecepatan sebelum simpang tidak melebihi 65,8 km/jam. Kata-kata kunci: keselamatan lalu lintas, analisis risiko kecelakaan, simpang prioritas, kecepatan
PENGELOLAAN RISIKO KECELAKAAN LALU LINTAS: CAKUPAN, INDIKATOR, STRATEGI DAN TEKNIK Don Gaspar Noesaku da Costa; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.435 KB)

Abstract

Penjabaran agenda kegiatan Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan Indonesia 2011-2035 mengindikasikan adanya upaya pengelolaan risiko kecelakaan lalu lintas secara terpadu. Sayangnya, proses dan hasil pelaksanaan Inspeksi Keselamatan Jalan, yang adalah salah satu agenda unggulan RUNK cenderung bersifat parsial dan subyektif karena tidak tersedianya kriteria obyektif indikator risiko maupun belum optimalnya kinerja kelembagaan penyelenggaraannya. Studi ini dimaksudkan untuk merekomendasikan strategi dan teknik pengelolaan risiko kecelakaan yang lebih terukur melalui penyediaan berbagai indikator risiko kecelakaan beserta teknik penilaiannya. Data dan informasi tentang indikator risiko maupun cara pengelolaan risiko eksisting dikumpulkan lalu dihitung berdasarkan ketersediaan data sekunder dan ditampilkan dalam bentuk matriks indikator maupun nilai risiko. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kuantifikasi risiko dan soluasi pengelolaannya secara obyektif hanya dapat dilakukan apabila tersedia indikator risiko yang terukur. Safety factor dan impact speed merupakan indikator peluang dan konsekuensi yang dapat digunakan untuk menentukan nilai risiko kecelakaan. Indikator dan nilai risiko yang ditampilkan dalam paper ini bersifat acuan alternatif. Strategi dan teknik intervensi perilaku pengguna jalan, kecepatan, kinerja infrastruktur jalan, sistem kendali gerak kendaraan dan kelembagaan pengelolaan risiko agar diterapkan secara terpadu dan berkelanjutan. Agar berdampak kumulatif, cakupan pengelolaan risiko hendaknya melingkupi aspek konservasi; pendayagunaan, pengendalian daya rusak dan pemberdayaan sistem keselamatan; hingga perbaikan sistem informasi keselamatan.
Use of Systematic Approach in Accident Risk Analysis for Motorcyclists: A Conceptual Idea Don Gaspar Noesaku da Costa; Siti Malkhamah; Latif Budi Suparma
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 50 No. 5 (2018)
Publisher : Institute for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2018.50.5.2

Abstract

Thus far, minimum stopping sight distance (SSD) is determined based on design speed, a minimum reaction time of 1.64 s and a deceleration rate of 3.4 m/s², whereas in certain situations the latter can be shorter than 1 s and higher than 4.5 m/s². Awareness of this can trigger speculative behavior, as can be seen from the choice of speed and/or the critical crossing gap, which is often smaller than the recommended minimum SSD. This study focused on the development of an appropriate minimum SSD model that is suited to risky conditions at an un-signalized intersection and its possible usage in accident risk evaluation, particularly for motorcyclists. The data were taken from direct measurements and related studies. Variables that potentially influence minimum SSD were tested. The results strongly suggest that the speed reduction achieved by downshifting significantly influences both the braking distance and the impact speed. Moreover, the minimum SSD obtained from the proposed model significantly differs from that obtained from a similar model recommended by AASHTO. Therefore, it is worthwhile to consider the application of the proposed minimum SSD as an accident probability indicator parameter.
Evaluasi terhadap Waktu Tunggu dan Jarak Berjalan Penumpang pada Perpindahan Moda di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta Yuwono Wiarco; Siti Malkhamah
Forum Teknik Vol 29, No 1 (2005)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lempuyangan Railway  Station is  located  in  Jogjakarta.  To  get  to  or  to  leave  the  station passengers  using  the  railway  services  take  other modes, such  as becak,  buses, taxis, and motorcycles (ojek). The  process of  mode  changing  is  very  importanl.  To  do so,  passengers  have to  walk  to  the  next  mode  stop  and  sometimes they  have to  wait for the  vehicle  arrival.  Research was undertaken  to investigate  the  performance  of  the  mode  changing  process,  in terms  of waiting  time and walking  distance,  based  on  site measurement  and  on what passengers perceived,  to  model the  relationship  between  the  performance  expected  and what  perceived  by the  passengers,  and to  evaluate  the  performance  using  standards set  by Directorate General of Land  Transport.  It  was found that  based  on both direct measurement  and  passengers perception,  the  performance  of  the changing  process  was  good.  There was a very good relationship between  what expected  and  what  perceived  by passengers.  The  waiting  time  and walking  distance  met  the  standards  required.Kata  kunci:  perpindahan  moda,  waktu  tunggu,  jarak  berjalan  kaki.
YOGYAKARTA CITY TRANSPORT SERVICE PLANNING FOR INTEGRATION WITH EXISTING TRANSPORT Siti Malkhamah; Almira Pavita Eska; Alvian Mustafa
Jurnal Teknosains Vol 8, No 1 (2018): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/teknosains.34699

Abstract

The presence of tourist buses is considered to be a factor in Yogyakarta’s traffic congestion in long holiday season. Research was conducted to plan a tourism transportation, called Trans Jogja Wisata that is integrated with other public transport services to accommodate tourist movement from park and ride locations to tourist attractions. Data collection was done by carrying out surveys and interviews at a parking location in Yogyakarta. The data collected included tourist destinations, bus gateways to Yogyakarta, and environmental conditions. Based on the analysis results for planning Trans Jogja Wisata’s integration with existing public transport, there are four designated routes that can be used to accommodate tourists in getting to their destinations: Route 1, Route 2, Route 3, and Route 4. These routes are fully integrated with the Trans Jogja bus system, becak or pedicabs, andong or horse drawn carriages and Si Thole mini buses.
Evaluasi Kinerja Halte Bus Dengan Metode Servqual (Studi Kasus Halte Trans Jogja Trayek 1A, 1B, 2A, Dan 2B) Nur Baskoro Adi; Sigit Priyanto; Siti Malkhamah
TEKNISIA Vol. XXV, No. 1, Mei 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/teknisia.vol25.iss1.art2

Abstract

In 2008, the city of Yogyakarta adopted a buy the service scheme in the Trans Jogja public transport aiming to improve the quality of public transport and reduce congestion. Based on the study of GIZ-SUTIP in 2012, there were several problems in Trans Jogja, including inadequate bus stops and excessive staff numbers. The aim of our study were to evaluate and improve bus stops performance and analyze bus stop service quality according to passenger perceptions. This study is a descriptive study using purposive sampling technique, conducted on 12 Trans Jogja bus stops and 180 respondents. The data obtained were analyzed using MS Excel and SPSS 22 computer program. The results showed that bus stop performance was not good on headways, waiting times, and on-time performance. The clearance time of far-side bus stops was shorten than near-side and mid block bus stops. The near-side and far-side bus stops were accessed by passengers on foot. The service quality of the Trans Jogja shelter does not match the expectations of the passengers with a Gap Servqual value of -0.790. The service attribute was in quadrant C of the Cartesian Diagram, that requires corrective action from the Trans Jogja operator.
Faktor Keengganan Pelajar Menggunakan Angkutan Umum dalam Perjalanan ke Sekolah Fariha Riska Yumita; Muhammad Zudhy Irawan; Siti Malkhamah
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.429 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7024

Abstract

Perjalanan ke sekolah cenderung menimbulkan permasalahan transportasi seperti kemacetan, umumnya pelajar akan diantar oleh orang tua ataupun naik kendaraan pribadi. Seharusnya, angkutan umum dapat menjadi alternatif perjalanan ke sekolah, namun adanya hambatan dalam pelayanan angkutan umum, khususnya Trans Jogja menyebabkan kinerja pelayanan rendah sehingga Trans Jogja tidak diminati oleh pelajar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor keengganan pelajar menggunakan Angkutan Umum dalam perjalanan ke sekolah. Penelitian dilakukan dengan menye­barkan kuesioner kepada 250 pelajar SMP/SMA di Kota Yogyakarta. Exploratory Factor Analysis (EFA) digunakan dalam mencari faktor yang menjadi penyebab. Hasilnya, dari 40 variabel, hanya 30 variabel yang mampu menjelaskan faktor konstruk yang akan dibentuk. Dari hasil ekstraksi struktur faktor diperoleh 8 faktor baru dengan 63.018% varians mampu dijelaskan oleh faktor tersebut. Delapan faktor keengganan pelajar menggunakan angkutan umum dalam perjalanan ke sekolah yaitu Faktor Tarif dan Sistem Pembayaran, Informasi, Kondisi Perjalanan, Teknologi Informasi, Kenyamanan Fasilitas, Keselamatan dan Keamanan, Mobilitas serta Aksesibilitas.
Faktor Keengganan Pelajar Bersepeda di Yogyakarta Isa Indrawan; Muhammad Zudhy Irawan; Siti Malkhamah
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 4, No 4 (2020): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v4i4.7899

Abstract

Budaya bersepeda sebagai moda transportasi ramah lingkungan masih terus digalakkan di berbagai wilayah. Pelajar remaja tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan potensi besar pengguna di kota Yogyakarta, dimana secara usia dapat lebih mandiri untuk perjalanan harian sekolah. Mayoritas pelajar remaja saat ini tergantung pada kendaraan bermotor yang tidak ramah lingkungan. Untuk itu, kami berusaha menemukan faktor yang mempengaruhi penggunaan sepeda pada pelajar remaja non-pesepeda. Kami menggunakan metode analisis faktor eksploratori pada 248 responden pelajar remaja, untuk merumuskan faktor yang mempengaruhi, mulai tahap sesaat sebelum berangkat dari rumah, sampai dengan sekolah dan sebaliknya. Kami menemukan empat faktor, secara berurutan yaitu : faktor mobilitas dan aksesibilitas; faktor keamanan dan keselamatan; faktor kenyamanan; dan faktor kualitas infrastruktur bersepeda, yang mempengaruhi pelajar remaja di kota Yogyakarta enggan menggunakan sepeda untuk perjalanan sekolah. Temuan kami membuktikan bahwa manajemen mobilitas dan perilaku pengguna infrastruktur, dengan lebih banyak waktu seharian dihabiskan hanya di sekolah lebih mendorong penggunaan sepeda, dan setelahnya meningkatkan kualitas infrastruktur bersepeda lebih aman, selamat dan nyaman dapat dilakukan.