Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF PHET SIMULATION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PECAHAN Norlaila Norlaila; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 4 No. 2 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i2.2770

Abstract

Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar pada materi pecahan adalah kesulitan siswa memahami konsep yang abstrak. Siswa memerlukan bantuan media konkret sebagai perantara atau visualisasinya. Media PhET Simulations dapat membantu siswa dalam memvisualisasikan materi pecahan yang bersifat abstrak. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan implementasi, respon siswa, dan pengaruh penggunaan media PhET pada materi pecahan di kelas IV SD/MI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian adalah siswa kelas IV SDN Belitung Selatan 7, pengambilan sampel menggunakan teknik oversampling, dengan masing-masing 20 sampel dari kelas IV A (kontrol) dan IV B (eksperimen). Teknik pengumpulan data berupa tes (pre-test dan post-test) serta non-tes (angket). Analisis data menggunakan uji t dan uji N-Gain untuk data tes, dan deskriptif kuantitatif untuk data non-tes. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Implementasi penggunaan media PhET melibatkan persiapan media dan tujuan pembelajaran, pengenalan media, orientasi masalah, organisasi belajar, pengerjaan LKPD secara berkelompok berpanduan simulasi PhET, diskusi dan presentasi, serta refleksi dan evaluasi. (2) respon siswa terhadap penggunaan media PhET termasuk dalam kategori “Baik”, (3) penggunaan media PhET Simulations memiliki pengaruh, yakni dapat meningkatkan hasil belajar kognitif siswa pada materi pecahan di kelas IV SDN Belitung Selatan 7 Banjarmasin.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PAHIT DAN ULAT PADA PECAHAN Abdul Kholiq; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 4 No. 3 (2024): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v4i3.2841

Abstract

Pengembangan media pembelajaran merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan efektifitas dan motivasi dalam proses pembelajaran, terutama dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang valid, praktis dan efisien, sehingga dapat memotivasi siswa dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan adalah metode Research and Development dengan model pengembangan Plomp, tahapan yang digunakan yaitu preliminary (tahap investigasi awal), design (tahap perencanaan), realization (konstruksi), dan test evaluation revision (tes evaluasi revisi). Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa lembar validasi, angket respon siswa, angket respon guru dan angket motivasi. Hasil uji kevalidan dengan 3 orang validator didapat 92,67% dengan kriteria sangat valid. Hasil kepraktisan dari angket respon siswa sebesar 92,83% dengan kriteria sangat praktis dan dari angket respon guru didapat sebesar 100% dengan kriteria sangat praktis. Hasil keefektifan didapat kriteria sangat efektif dengan perolehan persentasi sebesar 88,5%. Media pembelajaran “Pahit dan Ulat” yang dikembangkan mendapat kriteria valid, praktis, dan efektif.
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF MATERI PECAHAN BERBASIS SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) DI KELAS IV SD/MI Rasisca Tita Marvelia; Chairil Faif Pasani; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 2 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i2.3152

Abstract

Pembelajaran materi pecahan di kelas IV Sekolah Dasar memerlukan penerapan asesmen yang mendorong siswa mandiri dan aktif untuk memantau progres mereka. Guru dapat melakukannya dengan asesmen yang berorientasi pada proses belajar, yaitu asesmen formatif. Mendukung hal tersebut dirancanglah asesmen formatif berbasis self-directed learning oriented assessment (SLOA) yang terdiri dari lembar tes formatif dan lembar penilaian diri. Tujuan dari penelitian ini, yaitu mengembangkan asesmen formatif berbasis SLOA yang valid, praktis, dan efektif. Dengan menggunakan model pengembangan 4-D, subjek dalam penelitian ini adalah 24 siswa kelas IV SDN Basirih 11 Banjarmasin, guru wali kelas, dan dua orang validator. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian berupa lembar validasi, angket kepraktisan, dan lembar tes formatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) asesmen formatif berbasis SLOA memenuhi kriteria sangat valid dengan total skor sebesar 155 pada lembar tes formatif dan 129 pada lembar penilaian diri, (2) asesmen formatif berbasis SLOA memenuhi kriteria praktis dengan total perolehan skor angket kepraktisan dari guru sebesar 42, dan (3) asesmen formatif berbasis SLOA efektif untuk digunakan karena terdapat tren peningkatan rata-rata penilaian tes formatif. Dengan demikian, hasil pengembangan asesmen formatif materi pecahan berbasis SLOA di SDN Basirih 11 Banjarmasin ini valid, praktis, dan efektif.
META ANALISIS: PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THINK PAIR AND SHARE TERHADAP KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP Venny Damayanti Tony Putry; Iskandar Zulkarnain; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3215

Abstract

Kajian mengenai pengaruh model pembelajaran Think Pair and Share (TPS) terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMP telah banyak dilakukan dengan penelitian yang beragam sehingga diperlukannya hasil analisis secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan mengetahui besar pengaruh model pembelajaran TPS terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMP secara keseluruhan, berdasarkan tingkatan kelas dan materi yang diajarkan. Metode yang digunakan adalah meta-analisis yaitu systematic review dengan protokol pemilihan studi yang digunakan adalah PRISMA yang terdiri dari (1) Identifikasi (Identification), (2) Penyaringan (Screening), (3) Kelayakan/Eligibilitas(Eligibility), (4) Lingkup Studi (Included). Artikel dan naskah skripsi yang diperoleh melalui penelurusan menggunakan aplikasi Publish or Perish. Diperoleh 7 artikel ilmiah dan naskah skripsi dari tahun 2015 sampai dengan 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Alat bantu yang digunakan dalam menganalisis adalah software Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0, dan indeks Effect size dari persamaan Hedges-g yang diperoleh berdasarkan pada estimasi model efek acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan penerapan model pembelajaran TPS terhadap kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMP, memiliki Effect size sebesar 1,538 dengan kategori sangat besar. Hasil penelitian berdasarkan tingkatan kelas menunjukkan bahwa model pembelajaran TPS paling efektif diterapkan pada tingkatan kelas IX dengan kategori Effect size sangat besar dan berdasarkan materi yang diajarkan model pembelajaran TPS efektif diterapkan pada materi Kubus dan Balok dengan Effect size sangat besar.
PENGEMBANGAN ASESMEN FORMATIF MATERI KELILING BANGUN DATAR BERBASIS SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) DI KELAS V SD/MI Siti Norhalija; Chairil Faif Pasani; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3273

Abstract

Pembelajaran materi keliling bangun datar di kelas V Sekolah Dasar penting menerapkan asesmen formatif guna meningkatkan keaktifan dan kemandirian belajar siswa. Keaktifan dan kemandirian penting dikembangkan agar siswa mampu berpikir kritis, berani mengemukakan pendapat, serta terbiasa mencari solusi secara mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan asesmen formatif yang valid, praktis dan efektif berbasis Self-Directed Learning Oriented Assessment (SLOA). Pengembangan asesmen formatif menggunakan jenis penelitian Research and Development (R&D) dengan model ADDIE, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan di SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin dengan subjek 17 siswa, dan guru wali kelas. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi asesmen formatif, lembar validasi dan lembar kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) asesmen formatif berbasis SLOA dengan rata-rata nilai 4,245 memenuhi kriteria sangat valid, (2) asesmen formatif berbasis SLOA dengan rata-rata nilai praktikalitas sebesar 96% memenuhi kriteria sangat praktis, dan (3) asesmen formatif berbasis SLOA menunjukkan adanya peningkatan pada rata-rata hasil asesmen formatif siswa sehingga memenuhi kriteria efektif. Dengan demikian, asesmen formatif berbasis SLOA pada materi keliling bangun datar di SDN Belitung Selatan 2 Banjarmasin valid, praktis, dan efektif.
PENGEMBANGAN ASESMEN PEMBELAJARAN MATERI PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL`UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VII SMP Khalidi Khalidi; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah
JURMADIKTA Vol. 6 No. 2 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i2.3705

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan beberapa siswa tingkat SMP di Danau Panggang diperoleh informasi bahwa sebagian soal-soal matematika yang digunakan dalam asesmen sudah memuat soal cerita namun kurang mendapati soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Oleh karena itu penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan proses pengembangan asesmen pembelajaran guna menghasilkan asesmen yang valid pada pembelajaran ``Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)`` bagi peserta didik kelas VII SMP. Metode penelitian yang diaplikasikan pada penelitian ini ialah penelitian pengembangan atau research and development (R&D) dengan model pengembangan formative research yang dikemukakan oleh Tessmer. Model pengembangan tersebut terbagi menjadi dua tahap, yakni preliminary (mencakup analisis dan perencanaan/desain) dan formative evaluation (mencakup self evaluation, expert review, one to one, small group, dan field test). Namun, penelitian ini hanya dapat terlaksana hingga tahap formative evaluation bagian expert review. Hal tersebut karena terdapat kendala dari aspek waktu. Teknik analisis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif yang diperoleh dari penilaian dan saran dari 3 orang validator. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa asesmen yang dikembangkan, yakni lima belas butir soal berbentuk pilihan ganda pada materi ``Persamaan Linear Satu Variabel (PLSV)`` mendapatkan skor validitas rerata 3,82 sehingga memenuhi kriteria valid dan diklasifikasikan sebagai asesmen yang sangat valid, baik berdasarkan aspek materi, konstruksi, maupun bahasa.
PENGARUH MODEL STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI MATEMATIKA PESERTA DIDIK SMP KELAS VIII Della Keyza Saputri; Karim Karim; Juhairiah Juhairiah
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 14, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v14i1.22357

Abstract

Rendahnya kemampuan numerasi di SMP Negeri 29 Banjarmasin, yang ditunjukkan oleh hasil AKM dengan persentase jawaban benar hanya 18%, menjadi latar belakang penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFAE) dalam meningkatkan kemampuan numerasi matematika peserta didik SMP kelas VIII. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan eksperimen semu dan Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t sampel bebas, Mann-Whitney U, N-Gain, dan Effect Size. Hasil uji-t pada data pre-test menunjukkan nilai signifikansi > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan awal yang signifikan antara kedua kelas, namun hasil uji Mann-Whitney U pada data post-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan setelah perlakuan. Efektivitas model diukur melalui uji N-Gain, kelas eksperimen memperoleh skor 0,60 (60%) dengan kategori cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya 0,42 (42%) dalam kategori kurang efektif. Selain itu, uji Effect Size sebesar 0,59 mengonfirmasi bahwa model SFAE memberikan pengaruh dalam kategori sedang terhadap peningkatan kemampuan numerasi peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran SFAE secara signifikan lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan kemampuan numerasi matematika peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 29 Banjarmasin. Kata kunci: eksperimen, numerasi matematika, Student Facilitator and Explaining. Abstract: The low level of numeracy skills at SMP Negeri 29 Banjarmasin, as evidenced by Minimum Competency Assessment (AKM) results showing only 18% correct answers, serves as the background for this study. This research aims to determine the effect of the Student Facilitator and Explaining (SFAE) learning model in improving the mathematical numeracy skills of eighth-grade students. The research method used is a quantitative approach with a quasi-experimental design and a Pre-test Post-test Nonequivalent Control Group Design. Data analysis techniques used in this study include the independent sample t-test, Mann-Whitney U, N-Gain, and Effect Size. The t-test results on the pre-test data showed a significance value of > 0.05, which means there was no significant initial difference between the two classes; however, the Mann-Whitney U test results on the post-test data yielded a significance value of 0.000, indicating a significant difference after treatment. The effectiveness of the model was measured through the N-Gain test, where the experimental class obtained a score of 0.60 (60%) in the moderately effective category, while the control class only obtained 0.42 (42%) in the less effective category. Additionally, an Effect Size test of 0.59 confirmed that the SFAE model provides a moderate influence on the improvement of students' numeracy skills. It can be concluded that the implementation of the SFAE learning model is significantly more effective than the conventional model in improving the mathematical numeracy skills of eighth-grade students at SMP Negeri 29 Banjarmasin. Keywords: experiments, mathematical numeracy, Student Facilitator and Explaining.
Computational Thinking Skill of Prospective Mathematics Teachers in Statistic Methods Courses Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah; Rizki Amalia
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v14i1.14559

Abstract

The statistics methods course is compulsory in the Mathematics Study Program, which uses applications according to technological developments, including the SPSS application. This study describes the computational Thinking of prospective mathematics teachers in solving statistics problems in statistics methods courses. This research is quantitative-qualitative descriptive research. The subjects were 88 students in the statistics methods course in the 2022/2023 academic year. The research instrument was a test containing three statistics problems. The findings have indicated that the computational Thinking of prospective mathematics teachers in solving statistics problems was in the Very Good Category with a percentage of 2,27%, the Good Category was 31,8%, the Enough category was 38,64%, the low Category was 19,32%, and the deficient Category was 7,95%. The researchers suggest that ongoing research needs to be conducted to improve students' computational thinking skills, and it is necessary to look for factors that influence students' computational thinking skills.
Workshop-Based Implementation of a Web-Based Spatial Sense Assessment Application for Elementary School Teachers Elli Kusumawati; Hidayah Ansori; Juhairiah Juhairiah; M. Zainul Arifin; Mahmud Sirri; Erfina Erfina
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 8, No 1 (2026): FEBRUARY 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v8i1.17650

Abstract

This community service program aimed to strengthen elementary school teachers’ competence in assessing students’ spatial sense through a web-based assessment application. Spatial sense is an important mathematical ability related to spatial reasoning and geometry learning; however, many teachers still rely on conventional assessments that do not adequately capture students’ spatial abilities. This program was implemented through a workshop involving 88 elementary school teachers from the Teacher Working Group (Kelompok Kerja Guru/ KKG) Gugus Mawar in Banjarmasin Tengah. The workshop consisted of conceptual sessions on spatial sense, training on spatial sense assessment, and hands-on practice using a web-based assessment application. Data were collected through observation, interviews, and participant questionnaires. The evaluation results indicate that 89% of participants were able to operate the application independently, while 92% reported that the application was useful for conducting spatial sense assessment in classroom settings. Participants also expressed positive perceptions regarding the practicality and efficiency of the web-based system for assessment management. These findings suggest that the workshop successfully supported teachers in adopting technology-enhanced assessment practices in elementary mathematics education.