Agus Triantoro
Program Studi Teknik Pertambangan, Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat

Published : 65 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KUALITAS PEMBAKARAN BRIKET BATUBARA DENGAN METODE KARBONISASI BERDASARKAN PARAMETER KUALITAS BRIKET, UKURAN PARTIKEL DAN KOMPOSISI Didi Kasi Setiawan; Agus Triantoro; Annisa Annisa
Geosapta Vol 4, No 01 (2018): Januari 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i01.4433

Abstract

Briket batubara merupakan bahan bakar padat yang mempunyai kelayakan teknis dan ketersedian batubara cukup banyak di Indonesia. Permasalahan yang sering di jumpai dalam penggunaan briket batubara sebagai bahan bakar energi adalah lamanya penyalaan, aroma yang tidak sedap pada saat dibakar, dan daya rekat briket yang tidak bagus sehingga briket mudah pecah. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu mengetahui pengaruh komposisi dan ukuran partikel briket batubara terhadap kualitas pembakaran serta kualitas briket batubara. Dalam hal ini, diperlukan analisis laboratorium yang hasilnya dapat digunakan untuk mengklasifikasikan tingkatan kualitas briket batubara.Metode analisis yang digunakan untuk kualitas briket yaitu American Society for Testing and Materials (ASTM) meliputi pengujian moisture, ash content, volatile matter, calorific value, fixed carbon dan karbonisasi untuk peningkatan kualitas, meliputi moisture, volatile matter serta calorific value. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa proses karbonisasi batubara dapat menurunkan kandungan kualitas batubara inherent moisture adb (17,1 % - 6,38%) dan meningkatkan nilai calorific value cal/g adb (5462 - 6261), waktu nyala api (0:23:14 – 0:47:06), waktu nyala bara (0:44:56 – 1:23:10) serta durasi pembakaran (1:08:10 – 2:10:16). Kata-kata kunci: Briket, Batubara, Karbonisasi, Kualitas Batubara.
KAJIAN TEKNIS COAL WASHING PLANT DI PT BAHARI CAKRAWALA SEBUKU, KABUPATEN KOTABARU, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Ferry Ariadi Wardhany; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5165

Abstract

Coal Washing plant bertujuan untuk memisahkan dari material pengotornya dalam upaya meningkatkan kualitas batubara. Dalam proses pabrik pencucian batubara terjadi perubahan nilai parameter kualitas batubara di washingplant sehingga perlu diketahui parameter kualitas batubara apa saja yang mengalami perubahan dan bagaimana pengaruh antara satu parameter dengan parameter lainnya.Dense Medium Separation (DMS) merupakan metode pemisah mineral dan batubara berdasarkan spesifik gravity yang dikenal juga dengan proses sink and float (tenggelam dan terapung). Spesifik gravity media yang digunakan untuk pemisahan DMS merupakan spesifik gravity medium yaitu terletak diantara spesifik gravity mineral tenggelam dan terapung. Media ini bercampur dengan air dan membentuk media ini digunakan magnetit. DMS digunakan untuk pemisahan batubara dengan syarat tidak boleh ada material halus karena jika material ini bersatu dengan air akan membentuk suspensi yang tinggi dan lebih kental. Proses ini menghasilkan dua produk yaitu Sink Produk yaitu batubara yang berat (tidak diinginkan) dan Float Produk yaitu batubara yang ringan (yang diinginkan).Adapun perbedaan yang terjadi pada parameter kualitas batubara dalam pencucian yaitu total moisture, ash content, total sulphur dan calorific value. setelah dilakukan analisa antara batubara plantfeed dengan batubara washing menunjukkan bahwa  yang mempengaruhi proses pencucian batubara ialah bertambahnya nilai  rata-rata total  moisture sebesar 3,87%, berkurangnya nilai persentase rata-rata ash content sebesar 12,06%,  naiknya nilai  rata-rata calorific value ar sebesar 1062 cal/gr dan calorific value adb sebesar 1276 cal/gr serta penggunaan spesific gravity yang tepat digunakan agar bertujuan untuk meningkatkan nilai kualitas batubara tersebut. Kata-kata Kunci : Plantfeed,  Coal Wasingplant,  Parameter  Kualitas Batubara
PERENCANAAN SISTEM PENYALIRAN TAMBANG PIT 35 PT MULTI HARAPAN UTAMA BLOK TELUK DALAM OPERATION Anggriano Sagar; Agus Triantoro; Uyu Saismana; Zuan Eka Prawita
Geosapta Vol 2, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v2i2.4209

Abstract

PT Multi Harapan Utama (PT MHU) selaku pemegang PKP2B untuk melakukan kegiatan penambangan batubara yang beroperasi pada daerah tambang di Teluk Dalam. Penambangan batubara PT MHU menggunakan sistem tambang terbuka (open pit) yang pada kegiatan penambangan akan menghasilkan daerah bukaan tambang pada permukaan kerja (front) penambangan, sehingga selama kegiatan penambangan akan menghadapi masalah air, kondisi inilah yang mengharuskan PT MHU melakukan penanganan masalah air tambang (mine drainage dan mine dewatering). Salah satu cara yang digunakan untuk mengeluarkan air dari dalam tambang ialah dengan sistem pemompaan akan tetapi air yang akan dipompakan sudah bercampur dengan material lumpur. Sedangkan cara untuk mencegah air limpasan masuk ke area penambangan dapat diatasi dengan pembuatan saluran.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menganalisis kemampuan pompa berdasarkan Head atau julang yang ada di tiap triwulan penambangannya yang berbeda-beda sehingga dapat memberikan rekomendasi pemilihan unit pemompaan yang baik atau sesuai dengan kebutuhan tambangnya. Pemilihan unit pompa dilakukan terhadap 6 (Enam) tipe pompa merek Multiflo, meliputi Mf-120, Mf-140, Mf-160, Mf-180, Mf-290, Mf-360. Setelah dilakukan penelitian dan perhitungan pemilihan unit pompa yang digunakan, maka hasil yang diperoleh adalah pada Triwulan I menggunakan pompa tipe MF-140 dengan lama waktu pemompaan 3 hari, Triwulan II menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari, Triwulan III menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari, dan Triwulan IV menggunakan pompa tipe MF-180 dengan lama waktu pemompaan 2 hari. Selain itu pembuatan dimensi sumuran yang di asumsikan mampu dalam menampung jumlah debit air hariannya selama 1 tahun penambangan atau 4 (empat) triwulan. Kata-kata kunci: Mine Dewatering, Debit, Pompa, Dimensi   
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI CADANGAN BATUGAMPING BERBASIS WEB PADA PT PAMA INDO MINING Ahmad Syahid; Nurhakim Nurhakim; Agus Triantoro
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3899

Abstract

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi semen PT Indocement Tunggal Prakasa, Tbk, sebagai kontraktor PT. Pama Indo Mining melaksanakan kegiatan pemboran eksplorasi dengan melakukan kegiatan pemboran untuk pendataan bahan galian endapan  batugamping di daerah blok B, dimana bahan galian tersebut beserta perhitungan cadangan merupakan acuan pokok bagi perencanaan suplai bahan baku untuk keperluan produksi pabrik.Metode yang dipakai dalam penaksiran kadar adalah dengan metode blok, permodelan endapan batugamping dan penaksiran kadar dilakukan secara komputerisasi. Daerah penelitian seluas 49 Ha telah dibor secara acak dengan jumlah 16 titik bor dan  spasi bervariasi. Daerah penelitian di buat blok 3D dengan dimensi 20 x 20 x 10 meter.Berdasarkan hasil estimasi dari permodelan endapan batugamping dalam bentuk didapat kadar CaO yang relatif tinggi (high grade) rentang kadar 50%-60% dengan kadar rata-rata 50.07% terdapat memusat pada desain endapan dengan estimasi cadangan sebesar 39.630.400 ton. Kadar CaO yang relatif sedang (medium grade) rentang kadar 40%-50% dengan kadar rata-rata 48.71% terdapat lebih ke arah timur pada desain endapan dengan estimasi cadangan sebesar 10.105.000 ton. Kadar CaO yang rendah (low grade) rentang kadar 30%-40% dengan kadar rata-rata 38.07% terdapat lebih ke arah barat pada desain endapan dengan estimasi cadangan sebesar 7.010.800 ton. Dengan total keseluruhan cadangan batugamping yang terdapat pada PT Pama Indo Mining adalah sebesar 56.746.200 ton dengan kadar CaO rata-rata 46,28%. Dari hasil tersebut dilakukan pembuatan sistem informasi berbasis website agar memudahkan komunikasi, pengerjaan serta terkumpulnya data-data dalam satu database. Kata Kunci : Batugamping, Block Model, Cadangan, Sistem Informasi
OPTIMALISASI SISTEM DEWATERING PT ENERGI BATUBARA LESTARI Muhammad Rizani Zain; Agus Triantoro; Marselinus Untung Dwiatmoko
Geosapta Vol 5, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1345.079 KB) | DOI: 10.20527/jg.v5i1.5716

Abstract

ABSTRAK PT Energi Batubara Lestari saat dilakukan penelitian menggunakan tempat penampungan air sementara pada pit selatan blok 2 tanpa dimensi khusus. Untuk itu perlu dibuat sump untuk mengatasi masalah air limpasan yang masuk ke front kerja dan mengelola air yang berpotensi masuk ke pit. Oleh karena itu diperlukan sebuah penelitian untuk membuat sebuah perencanaan sistem dewatering tambang yang baik dan bisa diaplikasikan pada pit ini. Pada penelitian ini, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode Gumbel, perhitungan intensitas hujan dihitung menggunakan metode mononobe, perhitungan debit limpasan menggunakan metode rasional, penentuan luas catchment area dengan menggunakan Minescape 4.118, perhitungan kapasitas dan ketahanan sump juga kebutuhan jumlah pompa menggunakan metode water balance, dan perhitungan debit pompa dengan menggunakan metode discharge.Hasil perhitungan curah hujan rencana periode 2 tahun adalah 85,48 mm, hasil perhitungan intensitas hujan adalah 29,27 mm/jam. Luas catchment area untuk pit awal adalah 64,33 Ha. Hasil perhitungan debit limpasan untuk sump adalah 4,77 m3/detik. Pada sump dengan penggunaan 1 unit pompa HH-150iSS dari desain awal sump terdapat volume awal 46.000 m3 yang bertahan sump 1,89 jam kemudian sump awal diperbesar mengunakan software Minescape 4.118 menjadi 54.000 m3. Maka volume sump yang dibutuhkan 54.000 m3 dengan 2 buah pompa HH-150iSS agar bertahan 3,31 jam jika terjadi curah hujan maksimum.Kata-kata kunci: Intensitas curah hujan, catchment area, sump, pompa, water balance.
STUDI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA PT BHUMI RANTAU ENERGI DI RANTAU KALIMANTAN SELATAN Agus Triantoro
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3904

Abstract

Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi dan berdaya guna sesuai peruntukannya. Kegiatan reklamasi tambang harus di rencanakan dengan seksama agar nantinya lahan bekas tambang dapat di manfaatkan secara optimal oleh pemerintah maupun masyarakat sekitar tambang. Berdasarkan hal tersebut diatas maka perlu adanya studi dan perencanaan mengenai reklamasi lahan bekas tambang batubara di PT Bhumi Rantau Energi (BRE) agar nantinya lahan tersebut dapat di kembalikan lagi sesuai fungsinya. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan pada parameter fisik, kimia dan informasi yang berhubungan dengan penelitian dilakukan dengan cara metode pemetaan, survei, pengharkatan, wawancara, analisis laboratorium, analisis studio menggunakan software. Luas area bukaan pit tambang selama umur tambang 19 tahun adalah sebesar 742,85 ha. Kegiatan reklamasi dimulai dari tahun ke-2 pada lokasi pit yang sudah selesai di lakukan penambangan. Kegiatan reklamasi menyisakan satu void seluas 73,73 ha. Tanaman yang digunakan untuk kegiatan revegetasi adalah tanaman jenis produksi dan tanaman Multi Purpose Trees Species (MPTS). Kata kunci : Reklamasi, revegetasi, pit, void
ANALISIS PERUBAHAN KUALITAS BATUBARA PADA PT GUNUNG LIMO SITE BATU BALIAN SUNGKAI, PROVINSI KALIMANTAN SELATAN M. Rian Musadat; Agus Triantoro; Romla Noor Hakim
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5166

Abstract

Adanya perbedaan kualitas batubara pada stockpile yang timbul akibat dari proses pengiriman batubara dimana dalam proses pengiriman terdapat handling yang bisa mengakibatkan adanya indikasi perubahan nilai parameter kualitas batubara sehingga perlu diketahui seberapa besar perubahannya dan bagaimana pengaruh antara satu parameter dengan parameter lainnya.Tujuan penelitian yaitu menganalisa parameter kualitas batubara di stockpile A, stockpile B, dan stockpile C dan Analisa faktor dominan yang mempengaruhi perubahan parameter kualitas batubara (CV). Metode analisis yang digunakan untuk pengujian parameter kualitas batubara yaitu American Society for Testing and Materials (ASTM) meliputi pengujian analisis proximate seperti moisture, ash content, dan calorific value. Kualitas batubara pada proses pengiriman di stockpile A – B memiliki  kecenderungan perubahan lebih besar dibandingkan stockpile B – C dan Faktor parameter dominan yang mempengaruhi naik turunnya nilai dari parameter kualitas batubara (CV) adalah Ash. Kata-kata kunci: Batubara, Lokasi, Perubahan Parameter Kualitas Batubara.
ANALISIS PEMANFAATAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH SEBAGAI MATERIAL ALTERNATIF NAF YANG DIGUNAKAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN PEMBENTUKAN AIR ASAM TAMBANG PADA PT JORONG BARUTAMA GRESTON Muhammad Ali Syaefudin; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Geosapta Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.655 KB) | DOI: 10.20527/jg.v6i1.7873

Abstract

Pencegahan air asam tambang (AAT) dapat dilakukan dengan upaya covering material yang berpotensi asam yaitu PAF dengan menggunakan material yang tidak berpotensi asam yaitu NAF. Namun, keberadaan material NAF seringkali tidak ditemukan dalam jumlah banyak untuk mengisolasi seluruh material PAF. Oleh karena itu, diperlukan material lain sebagai alternatif dalam pencegahan pembentukan AAT. Salah satu material yang berpotensi dapat digunakan yakni fly ash dan bottom ash dari hasil pembakaran batubara di PLTU.Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan beberapa variasi komposisi pelapisan sampel  NAF, fly ash dan bottom ash terhadap sampel PAF dengan menggunakan uji free draining colomn leach (FDCL) serta pengukuran nilai pH ,TSS, serta logam Fe dan Mn.Dari hasil pengujian fly ash lebih efektif dari NAF dan bottom ash dimana samakin besar komposisi fly ash nilai rata-rata pH yang dihasilkan semakin baik dengan komposisi fly ash (35%) nilai pH rata-rata yang didapatkan ialah 6,82 dengan nilai rata-rata TSS 12,25 mg/l, nilai rata-rata logam Fe sebesar 0,10 mg/l, serta nilai rata-rata logam Mn 1,10 mg/l. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penambahan fly ash dapat mencegah pembentukan air asam, dan menjaga nilai TSS, Fe dan Mn untuk tidak melewati batas baku mutu yang ditetapkan Pergub Kalsel No.36 Tahun 2008. Kata-kata kunci: Air asam tambang, NAF, PAF, fly ash, bottom ash
PENGARUH PELAPUKAN TERHADAP SIFAT FISIK BATUAN DAN TANAH RESIDUAL BREKSI VULKANIK Afrizi Rahman; Agus Triantoro; Adip Mustofa
Geosapta Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v3i2.3900

Abstract

Terdapatnya singkapan batuan breksi vulkanik Formasi Pitanak yang bagian atasnya telah mengalami pelapukan dengan tingkat pelapukan berbeda. Fenomena ini menjadi salah satu objek menarik untuk keperluan pengamatan profil endapan batuan dan tanah lapukannya beserta sifat fisik material di setiap lapisannya. Endapan ekonomis dari hasil pelapukan batuan daerah vulkanik tersebut berkemungkinan adanya terdapat endapan laterit.Dalam penelitian profil pelapukan batuan breksi vulkanik di daerah penelitian didapatkan 6 kelas pelapukan batuan dengan sifat fisik yang diuji yaitu kadar air, bobot isi asli, bobot isi kering, angka pori, derajat kejenuhan dan porositas. Hubungan antarparameter pelapukan sifat fisik terhadap setiap lapisan pada batuan breksi vulkanik seperti hubungan kadar air dan bobot isi asli, hubungan kadar air dan bobot isi kering, hubungan kadar air dan angka pori, hubungan kadar air dan porositas dan hubungan kadar air dan derajat kejenuhan. Kata Kunci : Batuan Vulkanik, Formasi Pitanak, Kelas Pelapukan, Sifat Fisik
ANALISIS KESTABILAN LERENG PLAN DISPOSAL PADA PIT MULIA PT ARUTMIN INDONESIA KECAMATAN KINTAP KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Subianto Subianto; Agus Triantoro; Riswan Riswan
Geosapta Vol 4, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jg.v4i2.5162

Abstract

Disposal merupakan daerah pada suatu operasi tambang terbuka yang digunakan sebagai tempat membuang material kadar rendah dan/atau material bukan bijih (overburden). Saat pembentukan disposal tersebut pernah terjadi longsor. Longsor ini dianalisis  akibat base disposal merupakan bekas lubang bukaan tambang yang hanya dipompa airnya, tanpa pembuangan material lumpur. Sehingga base disposal sebelum ditimbun tidak benar-benar kering. Akibat peristiwa longsor tersebut, jalan akses hauling yang tepat berada di area kaki disposal tertimbun dan tidak dapat digunakan lagi. Oleh sebab itu disposal atau tempat penimbunan ini harus direncanakan dengan baik agar material timbunan berada dalam kondisi stabil. Kestabilan lereng disposal merupakan faktor yang sangat perlu diperhatikan agar tidak menyebabkan kelongsoran yang dapat merugikan bagi beberapa pihak masyarakat pada umumnya maupun perusahaan, terkaitmasalah produksifitas. Overburden yang akan dipindahkan sebesar 20,000 bcm agar dapat mengambil batubara di area Pit10 PAMA.Penelitian ini menghitung nilai Safety Factor pada lereng plan disposal (desain disposal rencana) sehingga bernilai aman (FK > 1.25). Pada proses pembuatan plan disposal OPD69 menggunakan metode Morgenstern. Perhitungan nilai aman menggunakan software Geostudio 2007 yang dibagi menjadi beberapa section yaitu A, B, C, D, dan E. Setelah dilakukan pengecekan menggunakan software Geostudio 2007 di peroleh nilai FK pada beberapa section < 1.25, yang artinya lereng plan disposal tersebut tidak aman untuk diterapkan.Berdasarkan hasil perhitungan nilai safety factor diperoleh nilai FK > 1.25, dengan sudut overall slope sebesar 3° di area beberapa section seperti section A, B, C, D, dan E. Volume material overburden yang dapat ditampung pada plan disposal sebelum di-rancang ulang yaitu 38,912.12 bcm  dengan luas 140.47 ha dan setelah dirancang ulang volume yang dapat ditampung yaitu 22,260.10 bcm dengan luas 140.47 ha. Kata-kata kunci : disposal, overall slope, safety factor, section,
Co-Authors Abbas Abbas Abdul Khair Abdurrahman Hanafi Achmad Achmad Adip Mustofa Afif Irfandy Afrizi Rahman Aggraini Wahyu Saputri Agung Dwi Prasetyo Agus Arie Yudha Ahmad Syahid Aji Ahdinata Akhmad Jailani Alpian Nafarin Andi Riduansyah Andi Syaputra Andreas Bayu Bangalino Andrew Carnegie Hernan Andri Toding Angga Al Rasyid Anggriano Sagar Annisa Annisa Annisa Rizky Nur Adzmi Ary Murgiantoro Ary Rizki Novandy Daniel Silalahi Deddy J. Sitio Dedy Handoko Simatupang Devrin Aprilius Munthe Dewangga Jabal Putra Didi Kasi Setiawan Dimas Saputra Eka Sandi Prakasa Yuda Eko Santoso Evri Ferdiansyah Fauzan Nuzuliansyah Ferry Ariadi Wardhany Fikri, Hafidz Noor Frans Sutrisno Lebangan Freddy Aditya I Gede Mahardika Putra I Putu Sugiarta I Wayan Murdiana Imam Imam Irham Nurhafidz Jery Indrawan Jhon Tohom Y.P Kartini Kartini Lofty Rinaldi Sirnipson M. Advan Kamarullah M. Rian Musadat Mahdi Salam Marselinus Untung Dwiatmoko Mazhar Satryo Muhammad Ali Syaefudin Muhammad Fawzi Muhammad Hafidz Daniah Muhammad Rizani Zain Muhammad Rizwan Rozali Muhammad Yusuf Muslaini Muslaini Nadya Yessica Noor Wahidatul Jannah Nur Rochim Nurhakim Nurhakim Oki Prastio Paulina Natalia Putri, Karina Shella Raka Lesmana Sumarno Rakhman Silvika Maksum Riswan Riswan Rizki Tri Cahyana Rizky Andhika Romla Noor Hakim Romla Noor Noor Hakim Sari Melati, Sari Sigit Prasetyo Subianto Subianto Suryadi Suryadi Syafira Dian Sari Thoni Riyanto Tri Okta Maulana Uyu Saismana Wahyu Nur Hidayat Wahyu Permadi Winda Winda Yosua Dinata Olla Zuan Eka Prawita