Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Penyuluhan Artifak Museum Lambung Mangkurat: Potensi De-Extinction Fosil Gajah Kalimantan Tanto Budi Susilo; rahmat yunus; Oni Soesanto; Imam Hindarto; Umi Baroroh Lili Utami; Muddatstsir Idris; Edi Mikrianto; Dindin Hidayatul Mursyidin
Jurnal Pengabdian ILUNG (Inovasi Lahan Basah Unggul) Vol 5, No 3 (2026)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ilung.v5i3.16203

Abstract

Abstrak Museum bukan hanya tempat untuk koleksi artefak kebudayaan bangsa, tetapi juga tempat untuk artefak intelektual bangsa, atau tempat koleksi epistemologi intelektual bangsa. Sementara itu, ibu kandung kebudayaan adalah pendidikan. Museum Lambung Mangkurat adalah rumah bagi anak kandung artefak kebudayaan dan ibu kandung bagi pendidikan masyarakat Kalimantan ini. Nama Lambung Mangkurat sendiri, diambil dari putra seorang pedagang (kasta Waisya) keturunan etnis Keling, era kerajaan Mapapahit. PKM ini membahas temuan artefak bendawi (tangible), berupa fosil gajah kisaran 5000 tahun lalu. Fosil ini berperan strategis dalam projek pembangkitan spesies yang punah (de-extintion) pada masa depan. Pokok bahasan ini menjelaskan peristiwa sejarah tentang asal usul gajah kecil (hobbit elephant) yang ada di Kalimantan. Fosil gajah menjelaskan bahwa gajah Kalimantan adalah asli (indigenius) meski kolonial Inggris juga mendatangkan sebagai gajah introduser dari India. Program kreatifitas masyarakat (PKM) ini berupaya mengapresiasi terhadap temuan gajah Kalimantan di daerah Kabupaten Batola. Metode hermeneutika yang dielaborasi structural equation modelling (SEM) digunakan sebagai koleksi tanggapan responden generasi muda. Hasil evaluasi PKM ini adalah sebagai berikut; sangat mengerti (12,5%), mengerti (45%), kurang mengerti (30%) dan tidak mengerti (12,5%) terhadap 12 responden. Hasil PKM menyatakan bahwa generasi muda mengerti atas pentingnya temuan fosil gajah yang terhubung dengan perdagangan era kolonial Inggris di Kalimantan.Kata kunci: Museum; Lambung Mangkurat; fosil gajah 
Co-Authors Abubakar Tuhuloula Achmad Ramadhanna’il Rasjava Agustin, Dwina Laura Ainun Jariyah Jariyah Akbar, Arief Rahmad Maulana Alan Dwi Wibowo Arfan Eko Fahrudin Arfan Eko Fahrudin Arief Rahmad Maulana Akbar Arief Rahmad Maulana Akbar Az Zahra, Aisyah Nur Azidi Irwan Badruzsaufari Badruzsaufari Badruzsaufari Badruzsaufari Bambang Sugiyanto Sugiyanto Budi Kristanto Dewi Sri Susanti Dindin Hidayatul Mursyidin Edi Mikrianto Edi Mikrianto, Edi Mikrianto Eko Suhartono Elma, Tiara Grace Indah Debora Hikmah, Nawwal Hindarto, Imam Hisyam Musthafa, Hisyam Idris, Muddatstsir Imam Hindarto Iwan Sugriwan kamilia Mustikasari Ketut Mega Fortuna Krisdianto Krisdianto Krisdianto Krisdianto Krisdianto Sugiyanto Lalu Rudyat Telly Savalas Malisah, Siti Nor Mochamad Arief Soendjoto Muchamad Arief Soendjoto Muddatstsir Idris Muhammad Arief Anwar Anwar Muktiningsih Nurjayadi Mursyidin, Dindin Hidayatul Nadila Agustina Agustina Nur Salam Nur Sobah Nur, Ailsa Dewinta Oktafiansyah, Rahmad oni Soesanto Oni Soesanto Oni Soesanto Oni Soesanto Soesanto Paola Anna Elena Bianchi Paola Bianchi Rahmad Eko Sanjaya Rahmad Eko Sanjaya Rahmat eko Sanjaya Rahmat Eko Sanjaya Rahmat Rahmat Yunus Rahmat yunus Rahmat Yunus Rahmat Yunus Rahmat Yunus Yunus Raifa Azizia Mustaqima Rani Sasmita Rizki Fitria Rizki Rizki Fitria Shofi Ainur Mufidhah Siti Zubaidah Soesanto, Oni Sri Cahyo Wahjono Sri Cahyo Wahyono susi susi Sutomo Sutomo Sutomo Sutomo Tazkia Tazkia Safarina Tetti Novalina Manik Thresye Thresye Thresye Thresye Thresye,, Thresye, Tiara Elma Umi Baroroh Lili Utami Umi Baroroh Lili Utami Wajidi Amberi Yudhi Ahmad Nazari Yuyun Hidayat Yuyun Hidayat