Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENERAPAN MODIFIED BOW TIPE AXE DAN MODIFIED BOW TIPE AX TERHADAP HAMBATAN DAN SEAKEEPING PADA KAPAL TANKER 112 METER Endah Dyah Aprianti; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Axe Bow merupakan pengembangan dari Inovasi Enlarged Ship Concept (ESC) yang didesain pada tahun 1995 oleh Delf University dan dikembangkan oleh Damen Shipyard.Sementara itu, NKK Corp telah mengembangkan busur berbentuk kapak yang disebut konsep Ax Bow. Kedua jenis Bow tajam tersebut telah terbukti memberikan dampak berkurangnya Hambatan dan perubahan nilai Seakeeping akibat karakteriksitik bentuk  haluan kapal yang  runcing dan sempit, haluan tersebut dapat membelah dan menerjang  gelombang dengan mudah sehingga mampu mengurangi Pitching pada Kapal berkecepatan relatif tinggi untuk jenis Axe Bow. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa Hambatan dan Seakeeping terhadap perubahan bentuk Bow dari Bulbous Bow menjadi Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow apabila diterapkan kepada Kapal Tanker berkecepatan rendah. Penelitian ini menggunakan software pemodelan 3D dan software CFD untuk Analisa Hambatan dan Seakeeping. Hasil dari perubahan bentuk Bow Kapal mengakibatkan perubahan nilai Hambatan dan Seakeeping yang terjadi pada Kapal . Hasil Analisa Hambatan didapatkan bahwa penggunaan Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow mampu mengurangi Hambatan yang lebih disebabkan berkurangnya dari Hambatan Gelombang. Sedangkan  Hasil dari Analisa Seakeeping terjadi perubahan nilai dengan adanya penerapan Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow dan menunjukkan dari ketiga jenis Bow telah memenuhi Kriteria standar NORDFORSK 1987.
Analisis Numerik Long Duration Sloshing Single-Phase dan Two-Phase Pada Tangki Prismatik Menggunakan Metode Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) Ariq Fadhlurrahman Rahardjo; Andi Trimulyono; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan liquefied natural gas (LNG) berpengaruh terhadap kapasitas kapal pembawa LNG. Selama LNG diangkut melalui jalur laut terdapat fenomena berbahaya yang disebut dengan sloshing. Fenomena sloshing pada kapal LNG sangat berbahaya karena fenomena sloshing dapat menyebabkan ledakan pada tangki akibat benturan bertekanan tinggi di dalam tangki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tangki kapal LNG pada kondisi single-phase dan two-phase menggunakan metode smoothed particle hydrodynamics (SPH) dengan durasi simulasi yang panjang. SPH merupakan metode partikel yang digunakan dalam simulasi aliran permukaan bebas dengan memecahkan persamaan lagrangian secara numerik, Pada penelitian ini eksperimen dilakukan di National Research Institue of Fishing Engineering menggunakan tangki prismatik dengan mesin yang dapat melakukan gerakan pada 4 degree of freedom serta menggunakan 3 sensor pengukur tekanan pada sudut tangki. Eksperimen dilakukan secara berulang dengan rasio pengisian, amplitudo, dan frekuensi eksternal yang berbeda. Selanjutnya, dilakukan 2D long duration simulation sloshing single-phase dan two-phase pada kondisi yang sama dengan eksperimen. Simulasi two-phase dilakukan untuk mengetahui pengaruh fasa udara terhadap fenomena sloshing menggunakan metode SPH. Hasil dari penelitian ini menampilkan perbandingan nilai rata-rata tekanan dan rata-rata puncak tekanan antara eksperimen dengan simulasi SPH yang memiliki tren hasil sama untuk tekanan impak. Tekanan statis menunjukan hasil yang akurat dimana selisih dengan hasil analitik dibawah 3.0 persen.
Pengaruh Suhu Pendinginan Dengan Media Air Terhadap Hasil Pengelasan Pada Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) Akbar Triansyah; Sarjito Jokosisworo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.401 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik dari variasi pendinginan agar di dapatkan pendinginan dengan media air pada suhu yang optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60°. Variable proses pendinginan yang di lakukan menggunakan media air adalah 10o C, 25o C, 50o C, 90o C, dan tanpa pendinginan dengan media air. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendinginan dengan media air dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya., terlihat dari grafik variasi pendinginan dengan media air tersebut memiliki nilai naik dari hasil las yang tidak dilakukan proses pendinginan. Pada suhu 95o C  didapatkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi diantara arus dan kecepatan lainnya, yaitu sebesar 130,18 N/mm2 dan regangan sebesar 2,91%. Lalu untuk kekuatan impak di dapatkan kekuatan impak terbesar pada suhu pendinginan dengan media air 10o C yaitu dengan nilai kekuatan impaknya 0.26 J/mm2. Dari hasil pengujian tarik dan impak di dapatkan nilai terendah yaitu pada material las yang tidak dilakukan proses pendinginan dengan media air.
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Pada Balok Laminasi Kayu Meranti Merah dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Prasetyo Nugroho; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.423 KB)

Abstract

Permintaan kayu yang sangat meningkat, khususnya di negara Indonesia yang merupakans alah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan kayu. Indonesia adalah salah satu negara yang memproduksi kapal kayu. Dimana kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam mengatasi permintaan kayu, maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat tarik, kuat tekan dari laminasi bambu petung kombinasi kayu meranti merah akibat perbedaan persentase variasi bahan (70% petung - 30% meranti merah, 60% petung - 40% meranti merah, 50% petung - 50% meranti merah, 40% petung – 60% meranti merah, 30% petung - 70% meranti merah). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi meranti merah untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar SNI 03-3399-1994 dan uji kuat Tekan mengacu pada standar SNI 03-3958-1995. Hasil penelitian untuk pengujian Tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 10%, berat jenis terbesar 0.7553gr/cm³ untuk spesimen tarik, kekuatan Tarik rata-rata sebesar 168,27 Mpa untuk kode T.7.3 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu pengujian Tekan memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.6338 gr/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan Tekan rata-rata sebesar 40,20 MPa untuk kode TK.7.3 (varian paling optimal). 
STUDI PERANCANGAN REEFER SHIP 3000 GT DILENGKAPI DENGAN DIRECT COOLING REFRIGERATION SEBAGAI SISTEM PENDINGIN MUATAN KAPAL UNTUK WILAYAH PELAYARAN PESISIR TIMUR SUMATERA Ario Nugroho Prihutomo; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.493 KB)

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 menerangkan bahwa pulau Sumatera akan dijadikan pusat pengembangan ekonomi perkebunan yang berkelanjutan. Dalam mencapai hal itu, hasil perkebunan harus mampu didistribusikan dengan jumlah besar, cepat, terjaga kualitasnya dan dalam wilayah yang luas. Reefer ship sebagai kapal dengan direct cooling system dan fasilitas pendingin muatan sangat sesuai untuk mengangkut hasil perkebunan yang rentan terhadap perubahan suhu. Direct cooling system yang terdapat pada kapal berfungsi sebagai sistem pendingin muatan sehingga dapat menghasilkan suhu dingin lebih cepat dan lebih mudah penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang reefer ship dengan direct cooling system serta kondensor dan evaporator yang sesuai diaplikasikan dalam kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 130,3 m, B = 22,62 m, H = 14,4 m, T = 8,2 m, Vs = 15 knot, dengan displacement 13716 ton dan Cb = 0,54. Perencanaan direct cooling system menggunakan polyurethane board sebagai bahan ruang isolasi. Suhu ruang isolasi 2oC dan beban pendingin sebesar 709,95 kW. Tipe evaporator digunakan kondensor menggunakan produk guntner dengan kapasitas total evaporator 905,8 kW dan kondensor 1104,10 kW.
Analisa Teknis Penggunaan Serat Pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer ) sebagai Alternatif Material Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak Muhammad Wahyu Prihantoro; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.795 KB)

Abstract

Serat pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer) merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan pembuatan material komposit berpenguat serat alami yaitu serat pelepah siwalan untuk mengetahui kekuatan tekuk dan impak dan mengetahui pengaruh variasi arah serat terhadap kekuatan tekuk dan impak dari material komposit berpenguat serat pelepah siwalan. Pembuatan komposit serat pelepah siwalan pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pelepah siwalan. Hasil pengujian komposit berpenguat serat pelepah siwalan didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan variasi arah sudut 0° dengan nilai rata – rata 47,239 N/mm² dan memiliki nilai tertinggi sebesar 57,43 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas 2422,96 N/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 0° mempunyai energi impak rata-rata sebesar komposit serat siwalan dengan variasi sudut 0 ° mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,0077 J/mm² dengan nilai tertinggi sebesar 0,0090 J/mm² dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik, modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat pelepah siwalan belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm² dan kekuatan bending 150 N/mm².
PERANCANGAN KAPAL TANKER 4200 DWT RUTE PELAYARAN “SINGAPURA-JAKARTA-BALIKPAPAN” Paul CM; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memilliki posisi yang sangat strategis dalam jalur pelayaran dunia. Hal ini membuat kebutuhan akan kapal semakin banyak,salah satu diantaranya adalah kapal tanker karena kapal tanker memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kapal tanker memiliki fungsi untuk mendistribusikan bahan bakar minyak ke berbagai wilayah di Indonesia. Penelitian ini mengenai perancangan kapal Tanker 4200 DWT dengan rute pelayaran “Singapura-Jakarta-Balikpapan” yang dilengkapi dengan peralatan lengkap.Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan perlengkapan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor dan analisa hambatan yang dialami kapal.Hasil perancangan kapal Tanker 4200 DWT ini berupa gambar rencana garis, gambar rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas serta olah gerak kapal.. Berdasarkan hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh 0.02 m. Pada tinjauan stabilitas, nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VII atau pada saat berat ballast dan consumable 100% dengan berat muatan 0% dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi IX yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak. Pada tinjauan olah gerak kapal, Tanker 4200 DWT ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal Tanker 4200 DWT ini memiliki space yang cukup untuk menata peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi
Analisa Pengaruh Panjang Anti-Slamming Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Dan Olah Gerak Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Menggunakan CFD Yopi Tri Setiadi; Parlindungan Manik; S Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.822 KB)

Abstract

Anti-Slamming Bulbous Bow (ASB) adalah bulbous bow yang telah dimodifikasi sesuai prinsip Anti-Slamming Bulbous Bow (Mempunyai haluan lebih rendah dari base line kapal). Pada penelitian ini anti-slamming bulbous bow (ASB) divariasikan dengan tida tipe bulbous bow tipe - V (Nabla Type), tipe - 0 (Ellips Type) dan tipe - Δ (Delta Type) serta variasi panjang  Anti-slamming dengan rasio 35%, 30 % dan 25 % dari panjang garis air kapal. Pemodelan kapal dilakukan dengan software Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan software Ansys Aqwa, sedangkan analisa hambatan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemasangan Anti-slamming bulbous bow berpengaruh cukup besar  untuk mengurangi terjadinya slamming dan hambatan pada kapal. slamming probability paling baik terdapat pada model C3 dengan menggunakan anti-slamming bulbous bow tipe - Δ (Delta Type) dengan Length Coefficients (CLPR) 0,031, panjang anti-slamming 25% terhadap Lwl dan tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat kapal dengan mengurangi  slamming probability sebesar 14,56 % pada  tinggi gelombang 3 meter. Dan hambatan kapal yang paling baik terdapat pada model C1 dengan Length Coefficients (CLPR) 0,018, panjang anti-slamming 35% terhadap Lwl dan tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat kapal dengan mengurangi hambatan sebesar 9,14 % dari kapal yang tidak menggunakan anti-slamming bulbous bow,  namun terjadinya slamming belum hilang di beberapa model yang masih berada di atas standar kriteria Nordforks 1987 yaitu sebesar 3%.
Analisa Pengaruh Pemasangan Energy Saving Device (ESD) Jenis Mewis Duct Terhadap Thrust Propeller INSEAN E779A Dengan Menggunakan Pendekatan CFD Alif Fauzan Rachmat; Andi Trimulyono; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan performa pada sebuah kapal adalah dengan menggunakan komponen ESD (Energy Saving Device). Pengaruh penggunaan ESD (Energy Saving Device) seperti Kort Nozzle, PBCF, WED, Pre-Swirl, dll, memungkinkan untuk memberikan peningkatan terhadap performa seperti thrust, efisiensi, dan reduksi power dari propulsi kapal termasuk ESD (Energy Saving Device) dengan jenis Mewis Duct. Bedasarkan riset yang dilakukan pada penelitian terdahulu penggunaan ESD berjenis PBCF pada propeller B-series memberikan peningkatan thrust 3-4% dan penggunaan Duct pada propeller sebesar 20% hal ini membuktikan bahwa penggunaan ESD memberikan pengaruh terhadap peningkatan performa propeller. Pada Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan Analisa penggunaan ESD (Energy Saving Device) berupa Mewis Duct berdasarkan  variasi jumlah fin didalam duct yaitu 4,5,6 dan 4 sirip simetris untuk mengetahui pengaruh peningkatan performa propeller INSEAN e779a yaitu pada peningkatan thrust dan torque propeller dengan metode CFD (Computer Fluid Dynamics). Objek pada penelitian ini adalah propeller INSEAN e779a dengan lambung kapal KCS (Kriso Container Ship). Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa penambahkan komponen ESD berupa Mewis Duct memberikan pengaruh terhadap penambahan thrust sebesar 3-5%,  torque sebesar 3-4% pada performa propeller INSEAN e779a.
Analisa Pengaruh Penambahan Hull Fixed Fin dengan Variasi Foil dan Sudut Serang terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal Muhammad Ikhsan; Parlindungan Manik; Mahendra Indiaryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.02 KB)

Abstract

Penambahan variasi Fixed Fin pada badan kapal dapat dilakukan untuk mengurangi nilai hambatan kapal tersebut. Penambahan variasi Fixed Fin pada badan kapal memiliki tujuan untuk menghasilkan gaya angkat dan mengurangi aliran turbulen yang disebabkan oleh gelombang divergen (Diverging Wave) yang bergerak menyebar ke samping dari kapal, yang kemudian bergerak sepanjang garis lurus pada permukaan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya angkat dan hambatan dari setiap desain kapal yang telah divariasikan sehingga dapat memberikan alternatif desain penerapan Fixed Fin pada lambung kapal. Penelitian dilakukan dengan beberapa uji analisis model dengan metode CFD. Dengan variasi model yang berbeda dan pada kecepatan yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan dari enam model variasi yang sudah dianalisa didapat model Fixed Fin dengan konfigurasi Foil NACA 0021 dengan sudut serang 7 derajat pada Froude Number 0,226 memiliki hasil yang paling optimum dari hasil yang lainnya mengurangi nilai hambatan sebesar 9,43%. Konfigurasi penempatan, luas area dan sudut serang sangat berpengaruh terhadap gaya angkat yang dihasilkan oleh Fixed Fin dan hambatan total kapal.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra