Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Variasi Bentuk Buritan Kapal Perintis 500 Dwt Terhadap Arah dan Nilai Wake Kapal dengan Mengunakan Metode CFD Tri Putra P Lumbantobing; Parlindungan Manik; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (937.096 KB)

Abstract

Dalam setiap aliran air pada badan kapal sampai ke buritan kapal, selalu terjadi wake / arus ikut (w) yang merupakan perbedaan antara kecepatan  kapal dengan kecepatan air yang melalui baling-baling. Wake pada kapal dapat juga terjadi karena pengaruh lambung kapal itu sendiri (dimana air akan mengalir menuju buritan dan membentuk arus). Mengacu pada wake / arus ikut (w) kapal, perhitungan nilai wake  kapal saat beroperasi juga penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida serta besarnya kecepatan kapal yang diinginkan dan akhirnya berpengaruh pada nilai ekonomis suatu kapal pada saat beroperasi.Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menghitung arah dan nilai wake kapal serta membandingkan arah dan nilai wake setelah dilakukan variasi bentuk buritan kapal. Penelitian dilakukan dengan cara menganalisa dan menghitung nilai wake/arus ikut kapal menggunakan model 3D pada berbagai variasi bentuk buritan menggunakan CFD yang terdiri dari bentuk V,Epipidiumdan Segilima dengan displacement yang sama. Variasi yang dilakukan adalah dengan membandingkan 3 model variasi buritan dengan kapal sebelum modifikasi,dengan mengambil nilai Wake paling kecil. Berdasarkan hasil analisa kecepatan aliran dan nilai wake pada model Segilima adalah model yang  memiliki nilai wake terkecil sebesar 0,23377 dengan selisih berkurang 28,5936% dari model kapal sebelum modifikasi dan nilai Va sebesar 0,6666 m/s dengan selisih bertambah 13,9176% dari model sebelum modifikasi.
Analisa Hambatan Dan Olah Gerak PVC (Polyvinyl Chloride) Fishing Vessel Dengan Metode Pendekatan Computational Fluid Dynamic (CFD) Haryo Baskoro; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.691 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan di daerah Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan menggunakan pipa PVC sebagai lambung kapal. Dengan karakteristik yang seperti ini tentu saja akan menghasilkan hambatan dan olah gerak yang berbeda dengan kapal pada umumnya. Sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan yang terdiri dari hambatan, dan olah gerak dengan melakukan variasi draft. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model menggunakan Rhinoceros. Kemudian dilakukan analisa hambatan menggunakan aplikasi Tdyn, dan analisa olah gerak menggunakan Hydrodynamic Diffraction(ANSYS). Hasil penelitian ini menunjukkan nilai hambatan pada tiap-tiap model dari model 1 hingga 5(7,48 kN; 8,926 kN; 10,502 kN;  12,164 kN; 13,016kN), dan nilai olah gerak pada tiap-tiap model menujukan bahwa dari nilai roll dan Pitch tidak memenuhi kriteria yang ada, namun untuk nilai heaving acceleration untuk semua model memenuhi kriteria yang ada.
Analisa Penambahan Hull Vane dengan Tipe Foil NACA 4412 terhadap Hambatan dan Gaya Angkat pada Kapal Pilot Boat 15 Meter dengan Variasi Sudut Serang dan Kedalaman Foil Menggunakan Metode CFD Surya Yusuf Afriansyah; Untung Budiarto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal patroli merupakan kapal berkecepatan tinggi yg digunakan untuk berpatroli mengamankan suatu daerah.. Pada saat kapal berpatroli mempunyai hambatan kapal (resistance). Untuk mengurangi nilai hambatan pada kapal dengan menggunakan  Hull Vane. Hull Vane adalah fixed foil yang terletak di bawah garis air pada bagian buritan kapal. Aliran gelombang disekitar Hull Vane tersebut akan mengakibatkan gaya angkat sehingga dapat menambah gaya dorong kapal dan mengurangi hambatan kapal. Ukuran hull vane yang digunakan pada penelitian ini yaitu panjang chord foil 0,27 m dan span foil 3,312 m. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konfigurasi sudut dan kedalaman foil pada hull vane yang menghasilkan gaya angkat paling besar serta hambatan yang paling kecil. Penelitian ini menggunakan program komputer berbasis Computational Fluid Dynamic (CFD). Penelitian dilakukan dengan menganalisa dan menghitung hambatan total kapal. Berdasarkan hasil analisa menggunakan software Tdyn 12.2.3.0 didapatkan nilai gaya angkat terbesar yaitu 29,4768 KN untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T. Nilai hambatan total diperkecil 35,112%.. Nilai tersebut terjadi pada Froude Number 1,085.Dari beberapa variasi hull vane yang dilakukan didapatkan variasi hull vane yang paling efektif yaitu untuk variasi sudut serang 2 derajat dan kedalaman 100% T.
PENGARUH JARAK RUDDER DAN PROPELLER TERHADAP KEMAMPUAN THRUST MENGGUNAKAN METODE CFD (STUDI KASUS KAPAL KRISO CONTAINER SHIP) Hugo Digitec E. Sembiring; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1171.918 KB)

Abstract

Aspek penting dalam perencanaan kapal adalah perencanaan sistem propulsi dan  kemampuan olah gerak kapal. Salah satu aspek dari sistem propulsi adalah perencanaan propeller, dan untuk meningkatkan kemampuan olah gerak kapal adalah dengan mengoptimalkan kinerja rudder. Salah satu cara yang digunakan untuk meningkatkan kinerja propeller dan rudder yaitu menganalisa pengaruh variasi posisi rudder dan propeller. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai koefisien thrust terbaik untuk propeller KCS dan nilai koefisien lift dan koefisien drag pada semi-balance rudder. Variasi jarak yang digunakan berdasarkan pada diameter propeller yaitu 54%D, 59%D,65%D,71%D,76%D. Peneliti menggunakan software ansys CFX dengan menggunakan metode CFD dalam mencari nilai nilai yang dibutuhkan. Untuk mengetahui nilai yang paling optimal dari range jarak 0-76%D peneliti menggunakan metode optimasi MOGA pada software ansys workbench. Berdasarkan hasil analisa, didapatkan bahwa nilai koefisien thurst terbaik terdapat pada jarak 54%D sebesar 0.507, pada jarak 59%D sebesar 0,476, pada jarak 65%D sebesar 0,424, pada jarak 71%D sebesar 0,403 dan pada jarak 76% sebesar 0,403. Dan dari hasil Optimasi Moga maka diketahui bahwa nilai Thrust yang optimal ada pada jarak 55,1% D yaitu dengan nilai koefisien  sebesar 0,573.  Sehingga dari hasil ini, jarak yang paling baik yang direkomendasikan yang memiliki gaya dorong terbaik adalah pada jarak 55,1%D dari kemudi.
Pengaruh Modifikasi Kapal LCT (Landing Craft Tank) Menjadi Kapal Ferry Terhadap Performa Kapal Muhammad Rahmat Darmawan; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 4 (2019): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.945 KB)

Abstract

Upaya untuk mencukupi ketersediaan armada angkutan penyebrangan selain memproduksi kapal baru adalah melakukan modifikasi terhadap kapal LCT menjadi jenis kapal ferry. Faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan serta pelaksanaannya yaitu bagaimana pengaruh modifkasi tersebut terhadap performa kapal yang dinilai berdasarkan aspek stabilitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai intact stability dan damage stability pada kondisi kapal sebelum dan sesudah dimodifikasi. Hasil analisis intact stability kapal sebelum dan setelah modifikasi telah memenuhi kriteria pada beberapa kondisi load case dengan nilai sudut maksimal GZ tidak kurang dari atau sama dengan 250. Hasil perhitungan analisis damage stability kapal sebelum modifikasi diperoleh nilai Index A sebesar 0.872006 dan nilai Index R  sebesar 0.490257. Sedangkan untuk kapal setelah modifikasi diperoleh 0.992875 untuk nilai Index A dan 0.692279untuk nilai Index R. Hasil tersebut telah memenuhi standar kriteria yang disyaratkan yaitu Index A lebih besar dari Index R (A>R) dengan menggunakan metode pendekatan probabilistik. Hasil penelitian ini, baik intact stability maupun damage stability telah memenuhi ketentuan serta kriteria yang berlaku menurut IMO MSC. 267 (85) dan SOLAS.
ANALISA PENERAPAN MODIFIED BOW TIPE AXE DAN MODIFIED BOW TIPE AX TERHADAP HAMBATAN DAN SEAKEEPING PADA KAPAL TANKER 112 METER Endah Dyah Aprianti; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Axe Bow merupakan pengembangan dari Inovasi Enlarged Ship Concept (ESC) yang didesain pada tahun 1995 oleh Delf University dan dikembangkan oleh Damen Shipyard.Sementara itu, NKK Corp telah mengembangkan busur berbentuk kapak yang disebut konsep Ax Bow. Kedua jenis Bow tajam tersebut telah terbukti memberikan dampak berkurangnya Hambatan dan perubahan nilai Seakeeping akibat karakteriksitik bentuk  haluan kapal yang  runcing dan sempit, haluan tersebut dapat membelah dan menerjang  gelombang dengan mudah sehingga mampu mengurangi Pitching pada Kapal berkecepatan relatif tinggi untuk jenis Axe Bow. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa Hambatan dan Seakeeping terhadap perubahan bentuk Bow dari Bulbous Bow menjadi Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow apabila diterapkan kepada Kapal Tanker berkecepatan rendah. Penelitian ini menggunakan software pemodelan 3D dan software CFD untuk Analisa Hambatan dan Seakeeping. Hasil dari perubahan bentuk Bow Kapal mengakibatkan perubahan nilai Hambatan dan Seakeeping yang terjadi pada Kapal . Hasil Analisa Hambatan didapatkan bahwa penggunaan Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow mampu mengurangi Hambatan yang lebih disebabkan berkurangnya dari Hambatan Gelombang. Sedangkan  Hasil dari Analisa Seakeeping terjadi perubahan nilai dengan adanya penerapan Modified Axe Bow dan Modified Ax Bow dan menunjukkan dari ketiga jenis Bow telah memenuhi Kriteria standar NORDFORSK 1987.
Analisis Numerik Long Duration Sloshing Single-Phase dan Two-Phase Pada Tangki Prismatik Menggunakan Metode Smoothed Particle Hydrodynamics (SPH) Ariq Fadhlurrahman Rahardjo; Andi Trimulyono; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan liquefied natural gas (LNG) berpengaruh terhadap kapasitas kapal pembawa LNG. Selama LNG diangkut melalui jalur laut terdapat fenomena berbahaya yang disebut dengan sloshing. Fenomena sloshing pada kapal LNG sangat berbahaya karena fenomena sloshing dapat menyebabkan ledakan pada tangki akibat benturan bertekanan tinggi di dalam tangki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tangki kapal LNG pada kondisi single-phase dan two-phase menggunakan metode smoothed particle hydrodynamics (SPH) dengan durasi simulasi yang panjang. SPH merupakan metode partikel yang digunakan dalam simulasi aliran permukaan bebas dengan memecahkan persamaan lagrangian secara numerik, Pada penelitian ini eksperimen dilakukan di National Research Institue of Fishing Engineering menggunakan tangki prismatik dengan mesin yang dapat melakukan gerakan pada 4 degree of freedom serta menggunakan 3 sensor pengukur tekanan pada sudut tangki. Eksperimen dilakukan secara berulang dengan rasio pengisian, amplitudo, dan frekuensi eksternal yang berbeda. Selanjutnya, dilakukan 2D long duration simulation sloshing single-phase dan two-phase pada kondisi yang sama dengan eksperimen. Simulasi two-phase dilakukan untuk mengetahui pengaruh fasa udara terhadap fenomena sloshing menggunakan metode SPH. Hasil dari penelitian ini menampilkan perbandingan nilai rata-rata tekanan dan rata-rata puncak tekanan antara eksperimen dengan simulasi SPH yang memiliki tren hasil sama untuk tekanan impak. Tekanan statis menunjukan hasil yang akurat dimana selisih dengan hasil analitik dibawah 3.0 persen.
Pengaruh Suhu Pendinginan Dengan Media Air Terhadap Hasil Pengelasan Pada Kekuatan Tarik, Impak, dan Mikrografi Aluminium 5083 Pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) Akbar Triansyah; Sarjito Jokosisworo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.401 KB)

Abstract

Proses pengelasan dilakukan pada material aluminium 5083 yang banyak digunakan dalam industri perkapalan khususnya sebagai material konstruksi kapal aluminium. Penelitian ini bertujuan membandingkan hasil kekuatan tarik dari variasi pendinginan agar di dapatkan pendinginan dengan media air pada suhu yang optimal. Pengelasan aluminium 5083 dilakukan dengan proses pengelasan TIG (Tungsten Inert Gas) dan jenis sambungan pengelasan double v-butt joint dengan sudut 60°. Variable proses pendinginan yang di lakukan menggunakan media air adalah 10o C, 25o C, 50o C, 90o C, dan tanpa pendinginan dengan media air. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa faktor pendinginan dengan media air dalam proses pengelasan sangat berpengaruh dalam menentukan kualitas hasil pengelasan ditinjau dari kekuatannya., terlihat dari grafik variasi pendinginan dengan media air tersebut memiliki nilai naik dari hasil las yang tidak dilakukan proses pendinginan. Pada suhu 95o C  didapatkan keadaan yang optimal atau paling baik memberikan kekuatan tarik dan nilai regangan tertinggi diantara arus dan kecepatan lainnya, yaitu sebesar 130,18 N/mm2 dan regangan sebesar 2,91%. Lalu untuk kekuatan impak di dapatkan kekuatan impak terbesar pada suhu pendinginan dengan media air 10o C yaitu dengan nilai kekuatan impaknya 0.26 J/mm2. Dari hasil pengujian tarik dan impak di dapatkan nilai terendah yaitu pada material las yang tidak dilakukan proses pendinginan dengan media air.
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Pada Balok Laminasi Kayu Meranti Merah dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Prasetyo Nugroho; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1001.423 KB)

Abstract

Permintaan kayu yang sangat meningkat, khususnya di negara Indonesia yang merupakans alah satu kendala dalam memenuhi kebutuhan kayu. Indonesia adalah salah satu negara yang memproduksi kapal kayu. Dimana kapal kayu merupakan sarana transportasi tradisional yang hingga saat ini masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk sarana transportasi, niaga maupun sarana rekreasi. Dalam mengatasi permintaan kayu, maka dilakukan penelitian tentang laminasi bambu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kadar air, kerapatan, kuat tarik, kuat tekan dari laminasi bambu petung kombinasi kayu meranti merah akibat perbedaan persentase variasi bahan (70% petung - 30% meranti merah, 60% petung - 40% meranti merah, 50% petung - 50% meranti merah, 40% petung – 60% meranti merah, 30% petung - 70% meranti merah). Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi bambu petung kombinasi meranti merah untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar SNI 03-3399-1994 dan uji kuat Tekan mengacu pada standar SNI 03-3958-1995. Hasil penelitian untuk pengujian Tarik memiliki kadar air kering udara rata-rata 10%, berat jenis terbesar 0.7553gr/cm³ untuk spesimen tarik, kekuatan Tarik rata-rata sebesar 168,27 Mpa untuk kode T.7.3 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu pengujian Tekan memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.6338 gr/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan Tekan rata-rata sebesar 40,20 MPa untuk kode TK.7.3 (varian paling optimal). 
STUDI PERANCANGAN REEFER SHIP 3000 GT DILENGKAPI DENGAN DIRECT COOLING REFRIGERATION SEBAGAI SISTEM PENDINGIN MUATAN KAPAL UNTUK WILAYAH PELAYARAN PESISIR TIMUR SUMATERA Ario Nugroho Prihutomo; Eko Sasmito Hadi; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.493 KB)

Abstract

Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2012 menerangkan bahwa pulau Sumatera akan dijadikan pusat pengembangan ekonomi perkebunan yang berkelanjutan. Dalam mencapai hal itu, hasil perkebunan harus mampu didistribusikan dengan jumlah besar, cepat, terjaga kualitasnya dan dalam wilayah yang luas. Reefer ship sebagai kapal dengan direct cooling system dan fasilitas pendingin muatan sangat sesuai untuk mengangkut hasil perkebunan yang rentan terhadap perubahan suhu. Direct cooling system yang terdapat pada kapal berfungsi sebagai sistem pendingin muatan sehingga dapat menghasilkan suhu dingin lebih cepat dan lebih mudah penanganannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang reefer ship dengan direct cooling system serta kondensor dan evaporator yang sesuai diaplikasikan dalam kapal. Perancangan kapal menggunakan metode perbandingan untuk mendapatkan ukuran utama kapal, software Rhinoceros untuk pemodelan, dan software Maxsurf untuk analisa karakteristik kapal. Ukuran utama kapal didapatkan yaitu Lpp = 130,3 m, B = 22,62 m, H = 14,4 m, T = 8,2 m, Vs = 15 knot, dengan displacement 13716 ton dan Cb = 0,54. Perencanaan direct cooling system menggunakan polyurethane board sebagai bahan ruang isolasi. Suhu ruang isolasi 2oC dan beban pendingin sebesar 709,95 kW. Tipe evaporator digunakan kondensor menggunakan produk guntner dengan kapasitas total evaporator 905,8 kW dan kondensor 1104,10 kW.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando M. Iqbal Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Satoto, Sapto Wiratno Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra