Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Variasi Panjang Dan Jumlah Lunas Bilga Terhadap Hambatan, Rolling Dan Wake KM. Horas Nainggolan Dhea Margaretha; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KM. Horas Nainggolan merupakan salah satu kapal pariwisata yang cukup aktif beroperasi di Danau Toba. Dalam meningkatkan performa KM. Horas Nainggolan dibutuhkan adanya modifikasi pemasangan lunas bilga dengan variasi panjang dan jumlah lunas bilga untuk mengetahui hambatan, wake fraction dan rolling pada kapal. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa tahapan yaitu membuat model kapal lunas bilga, perhitungan hambatan, wake fraction dan rolling dengan menggunakan software perkapalan yang terintegrasi. Dari hasil perhitungan hambatan diketahui bahwa pada fn 0,32 dan fn 0,40, kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 2 Pasang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 20-21% dan 13-14%. Dari hasil analisa wake fraction diketahui bahwa pada fn 0,32 dan 0,40, kapal dengan lunas bilga 10 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 3 Pasang dapat mengurangi nilai wake fraction paling optimal sebesar 62-63% dan 43-44%. Pada hasil analisa rolling dapat diketahui bahwa model kapal dengan lunas bilga 6 Meter 1 Pasang dan 6 Meter 2 pasang merupakan model kapal dengan nilai rolling paling kecil. Dari semua model yang ada model kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dengan jarak 10 dan 20 cm antar lunas bilga yang paling tidak optimal dalam meningkatkan performa kapal.
Analisa Nilai Thrust Optimum Propeller Pada Kapal Tugboat Pelabuhan Paket-II 2x1850HP Dengan Variasi Diameter Propeller, Jumlah Daun Propeller & Kecepatan Putaran Propeller(RPM). Rino Natalia Situmorang; Parlindungan Manik; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mempertahankan kecepatan dinas(Vs) harus dimiliki setiap kapal dalam arti bahwa sistem propulsi kapal haruslah baik. Propeller(sistem penggerak) adalah salah satu satu komponendari sistem propulsi, dimana pemilihan propeller yang efektif sangat mempengaruhi gaya dorong (thrust) yang akan dihasilkan kapal tersebut. Kecepatan kapal diperoleh dari desain propeller yang baik agar mendapatkan gaya dorong(thrust) optimal yang dihasilkan gerak propeller. Tujuan dari penelitian untuk mencari model propeller dengan nilai efisiensi tertinggi pada eksisting rpm dengan variasi diameter dan jumlah blade propeller dan mencari kecepatan putaran propaller(rpm) yang terbaik pada eksisting model propaller. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung nilai thrust, torque dan efisiensi propeller secara manual menggunakan grafik KT, KQ, and Efficiency for the Wageningen B-Series Propellers. Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan, didapat hasil bahwa untuk eksisting kecepatan putaran propaller(rpm) nilai efisiensi tertinggi dihasilkan oleh model dengan variasi jumlah blade 4 dan diameter propeller 2,1 m dengan nilai 58,56% sementara untuk kecepatan putaran propaller(rpm) yang terbaik pada eksisting model propaller adalah 200 RPM dengan nilai efisiensi 67,06% 
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Centerbulb Elips & Foil Kapal Katamaran Terhadap Gerakan Slamming Berbasis Software CFD (Computational Fluid Dynamic) Namo Prima Sembiring; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kapal saat beroperasi diatas air mengalami gerakan yang disebabkan kapal itu sendiri maupun dari luar (seakeeping). Gerakan yang berasal dari luar kapal menyebabkan gelombang besar yang dapat membahayakan ABK. Penelitian sebelumnya instalasi ceterbulb pada kapal katamaran dapat mengurangi gerak vertikal dan respon percepatan gerak vertikal. Pada penelitian ini akan dianalisa pengaruh penambahan centerbulb  terhadap gerakan slamming kapal katamaran serta diperoleh bentuk dan geometri yang optimal. Sehingga sebelum membangun suatu kapal sudah diketahui pengaruh geometri dan bentuk centerbulb yang diinstall pada kapal katamaran. Adapun cara untuk mengetahui gerakan slaamming kapal katamaran yaitu dengan melakukan permodelan kapal di software maxsurf dan rhinoceros dan analisa olah gerak menggunakan softwae ansys aqwa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan centerbulb pada kapal katamaran dapat mengurangi gerakan slamming, dan bentuk dari centerbulb foil lebih optimal dibandingkan dengan centerbulb berbentuk elips pada wave heading 1800. Panjang pada centerbulb merupakan faktor yang sangat mempengaruhi gerakan slamming kapal katamaran. Centerbulb kapal katamaran dengan panjang 1,48 m dan diameter 0,504 m berbentuk foil dapat mengurangi ptobabilitas slamming 22,91% pada wave heading 1800 dan centerbulb  dengan panjang 1,339 m dan diameter 0,504 m berbentuk elips dapat mengurangi probabilitas slamming 38,63% pada wave heading 1500.
Analisa Pengaruh Panjang, Letak dan Geometri Lunas Bilga Terhadap Arah dan Kecepatan Aliran (Wake) Pada Kapal Ikan Tradisioal (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) Herman Ferdinan Philip Simanjuntak; Parlindungan Manik; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.195 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui nilai wake dan Va (velocity advanced)  dengan melakukan variasi geometri, panjang dan letak lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan  Model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa kecepatan aliran dan nilai wake. Berdasarkan hasil analisa kecepatan aliran dan nilai wake pada model foil ½ panjang kapal di 200  adalah yang paling cepat dan memiliki nilai wake terkecil.Dengan ini dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk panjang dan model lunas bilga adalah model Foil dengan panjang lunas bilga 16,5 m di 200 dan nilai wake 0.07055 dan Va = 4.3030 m/s menunjukkan yang terbaik. 
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Trapesium terhadap Performa Kapal pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Syaiful Arifin; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.593 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui hambatan, nilai wake dan olah gerak kapal dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berbentuk trapesium dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, kecepatan aliran dan nilai wake serta olah gerak kapal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model bilga 6 adalah model yang paling optimal mengurangi  hambatan total kapal sebesar 7,358% pada Fn 0,28 dan 9,176% pada Fn 0,36 dengan ukuran lunas bilga 16,5 m x 0,558 m x 0,1575 m, model variasi Model Bilga 1 memiliki nilai wake paling kecil yaitu sebesar 0,18286 dan 0,1550 dengan selisih nilai wake dengan kapal tanpa bilga berkurang 36,898% dan 17,929%, sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving variasi model lunas bilga tidak terjadi perubahan dari model tanpa lunas bilga pada setiap Fn, sedangkan untuk nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model bilga 2, 4, dan 8 yang mengalami penurunan yang sama yaitu 6,05% pada Fn 0,28 dan 8,88% pada Fn 0,36 dari model kapal tanpa bilga, dan untuk nilai pitching wave heading 180° terdapat pada model bilga 2, 4 ,dan 8 yang mengalami penurunan sebesar 1,89% pada Fn 0,28 dari model kapal tanpa bilga. Dan semua kondisi hasil analisa olah gerak kapal pada penelitian ini sudah memenuhi standar Tello 2009. 
ANALISA PENGARUH LETAK LUNAS BILGA TERHADAP PERFORMA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Burhannudin Senoaji; Parlindungan Manik; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.503 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional didaerah Kragan di kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang di percaya oleh warga setempat untuk mendapatkan stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui performa kapal ikan tipe kragan seperti hambatan, stabilitas, dan olah gerak dengan melakukan variasi peletakan lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan Model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, stabilitas dan analisa olah gerak pada software perkapalan lainnya dengan tools import.. Berdasarkan hasil analisa hambatan, stabilitas, dan olah gerak kapal dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk peletakan lunas bilga adalah model III dengan variasi model yang berada 0 derajat pada pusat radius bilga karena pada model ini kriteria hambatan dan stabilitas menunjukkan yang terbaik.
Analisa Kekuatan Tekan dan Kekuatan Tarik Balok Laminasi Kayu Keruing Dan Bambu Petung Untuk Komponen Kapal Kayu Ananda Arifin Zul Zihni; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (924.058 KB)

Abstract

Perkembangan teknologi di negara Indonesia sangat berkembang pesat, terutama di bidang konsruksi, salah satunya dengan ditemukannya material alternatif pengganti kayu sebagai bahan baku konstruksi, terutama dibidang perkapalan. Pada dunia perkapalan khususnya kapal kayu. Kapal kayu membutuhkan bahan baku dari kayu Sayangnya kayu saat ini sangat mahal dan sulit ditemukan. Oleh karena itu kita perlu inovasi untuk mengganti bahan baku kayu. Dari berbagai bahan laboratorium pengujian, diketahui bahwa bambu memiliki kekuatan tarik yang sangat tinggi, mendekati kekuatan tarik baja struktural. Selain itu, bambu berbentuk pipa, memiliki momen inersia yang besar, namun memiliki bobot yang ringan. Dengan bahaya tekuk lokal cukup rendah dan karakter alami dari bambu ringan dan fleksibel. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan kadar air, kekuatan tarik, kuat tekan dari kayu laminasi dalam kombinasi keruing-petung karena perbedaan persentase variasi bahan (70% keruing - 30% petung, 60% keruing - 40 % petung, 50% keruing - 50% petung, 40% keruing - 60% petung, keruing 30% - 70% petung).Dalam penelitian ini dibuat balok laminasi kayu keruing dengan bambu petung untuk uji kuat Tarik mengacu pada standar  SNI 03-3399-1994  dan uji kuat tekan mengacu pada standar SNI 03- 3958- 1995. Hasil penelitian untuk untuk pengujian tekan memiliki kadar air kering udara rata-rata 10 %, berat jenis sebesar 0.7466g/cm³ untuk spesimen tekan, kekuatan tekan rata-rata sebesar 33.27 Mpa untuk kode k-70 (varian paling optimal). Untuk laminasi bambu, pengujian Tarik memiliki nilai kadar air kering udara rata – rata sebesar 10%, berat jenis sebesar 0.7733 g/cm³ mengacu pada kode K-70 (varian paling optimal), dan nilai kuat tarik sebesar 145 MPa. Rekomendasi penggunaan laminasi kayu keruing - bambu petung untuk komponen kapal adalah konstruksi diatas garis air dan geladak, kelas kuat III.
Studi Pengaruh Bentuk Rumah Propeller Pada Buritan Kapal Tradisional Belimbing Dengan Metode CFD Widya Rahman Fitriadi; Parlindungan Manik; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1015.919 KB)

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan dan sebagian besar penduduk Indonesia berprofesi sebagai nelayan, masing – masing daerah mempunyai ciri khas kapal ikan, salah satunya kapal ikan didaerah Tuban Jawa Timur. Dalam operasinya di laut, kapal harus memiliki nilai ekonomis. Mengacu pada aliran fluida yang terjadi, perhitungan nilai hambatan total saat kapal beroperasi menjadi penting karena berpengaruh terhadap aliran fluida yang ditimbulkan serta besarnya kecepatan kapal. Oleh karena itu tujuan  dilakukan penelitian  ini adalah untuk membandingkan antara kapal yang menggunakan kemudi manual dengan kapal yang menggunakan sepatu kemudi untuk  mencari nilai hambatan total serta aliran dan tekanan kapal yang bertujuan untuk  mencari performa terbaik kapal. Analisa kapal menggunakan software Computational Fluid Dynamic dan untuk pemodelan kapal menggunakan Software Rhinoceros. Berdasarkan hasil analisa perhitungan CFD nilai hambatan total pada kecepatan asli yaitu pada Fn 0.339 kapal tanpa sepatu kemudi memiliki nilai hambatan total sebesar 17.39 KN. Sedangkan nilai hambatan total pada kapal dengan sepatu kemudi sebesar 19.57 KN. Untuk besarnya aliran dan tekanan pada poros 0.05 m kapal tanpa sepatu sepatu kemudi sebesar 1.78 m/s dan 1661.9 Pa sedangkan model sepatu kemudi 1.58 m/s dan 1859.0 Pa. Aliran dan tekanan pada poros 0.3 m kapal tanpa sepatu sepatu kemudi sebesar 1.88 m/s dan 1743.4 Pa sedangkan model sepatu kemudi 1.74 m/s dan 1864.3 Pa. 
ANALISA HAMBATAN KAPAL AKIBAT PENAMBAHAN STERN TUNNELS PADA KAPAL TROPICAL PRINCESS CRUISES MENGGUNAKAN METODE CFD (COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC) Tuswan Tuswan; Deddy Chrismianto; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.037 KB)

Abstract

Stern tunnels merupakan modifikasi bentuk buritan kapal dengan membuat sebuah lekukan kedalam untuk memusatkan aliran air ke propeller. Penambahan stern tunnels ini dilakukan pada kapal penumpang Tropical Princess Cruises. Stern tunnels dipasang pada dua sisi buritan kapal yang berguna untuk mengurangi hambatan yang terjadi pada kapal dan memungkinkan pemasangan propeller berdiameter besar. Analisa perhitungan hambatan total menggunakan software berbasis CFD dengan variasi penambahan ketinggian stern tunnels (Hw) 0,1 - 0,25 m dan panjang stern tunnels (L) 7 - 9 m yang dihitung pada kecepatan dinas kapal yaitu pada Fn 0,46. Dari hasil penelitian tersebut didapatkan hasil analisa bahwa kapal dengan penambahan stern tunnels dengan Hw 1,444 m atau rasio penambahan stern tunnels sebesar 16% dan panjang stern tunnels 7 m memiliki hambatan total terkecil yaitu dengan pengurangan hambatan total sebesar 11,25%. Berdasarkan komponen hambatan yang ada didapatkan bahwa hambatan gelombang (Rw) berpengaruh besar dalam menurunkan nilai hambatan total akibat penambahan stern tunnels ini.
ANALISA PENGARUH PANJANG DAN BENTUK GEOMETRI LUNAS BILGA TERHADAP ARAH DAN KECEPATAN ALIRAN (WAKE) PADA KAPAL IKAN TRADISIONAL (STUDI KASUS KAPAL TIPE KRAGAN) Arief Situmorang; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1233.065 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional didaerah Kragan di kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah memiliki  ciri khas dengan  lunas bilga yang terpasang  pada  kedua sisi lambung kapal, yang di percaya oleh warga setempat untuk mendapatkan stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui pengaruh panjang dan bentuk geometri lunas bilga pada kapal ikan tipe kragan dengan patokan dari radius bilga kapal.Variasi dari semua bentuk bilga ini adalah untuk memusatkan aliran ke propeller, sehingga didapatkan kecepatan yang paling optimal dari 13 model tipe bilga ini.Variasi yang dilakukan adalah dengan membandingkan 13 model lunas bilga dengan bentuk dan panjang yang berbeda.Bentuk dari lunas bilga terdiri dari 4 bagian yaitu ; Foil, Bulb, Trapesium dan Segitiga.Sementara itu pada panjang lunas bilga dibagi menjadi 3 dengan berpatokan pada panjang kapal yaitu ; ½ dari panjang kapal, 2/3 dari panjang kapal dan terakhir mengikuti variasi awal dari lunas bilga tersebut. Tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan. Berdasarkan hasil analisa kecepatan aliran dan nilai wake pada model foil ½ panjang kapal adalah yang paling cepat dan memiliki nilai wake terkecil.Dengan ini dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk panjang dan model lunas bilga adalah model Foil dengan lunas bilga ½ panjang kapal dan nilai wake 0,082014 dan Va = 4,13904 m/s menunjukkan yang terbaik.
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Evan Pardede Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Firdhaus, Ahmad Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Jan Shaka Ariandra Noor Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetya, Blinka Hernawan Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Prayoga, Rhizky Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sapto Wiratno Satoto Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra