Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Teknis Penggunaan Serat Pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer ) sebagai Alternatif Material Komponen Kapal Ditinjau Dari Kekuatan Tekuk Dan Impak Muhammad Wahyu Prihantoro; Hartono Yudo; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.795 KB)

Abstract

Serat pelepah Siwalan (Borassus Flabellifer) merupakan penguat komposit alami yang memiliki struktur serat yang kontinyu kuat, tidak membahayakan kesehatan, murah, tersedia melimpah karena belum temanfaatkan dengan baik serta dapat mengurangi polusi lingkungan. Dari pertimbangan diatas maka penelitian ini dilakukan pembuatan material komposit berpenguat serat alami yaitu serat pelepah siwalan untuk mengetahui kekuatan tekuk dan impak dan mengetahui pengaruh variasi arah serat terhadap kekuatan tekuk dan impak dari material komposit berpenguat serat pelepah siwalan. Pembuatan komposit serat pelepah siwalan pada penelitian ini menggunakan metode hand layup dengan arah orientasi serat lurus, fraksi volume 60% matriks polyester dan 40% serat pelepah siwalan. Hasil pengujian komposit berpenguat serat pelepah siwalan didapatkan nilai uji bending tertinggi dimiliki oleh komposit dengan variasi arah sudut 0° dengan nilai rata – rata 47,239 N/mm² dan memiliki nilai tertinggi sebesar 57,43 N/mm² dan rata-rata nilai modulus elastisitas 2422,96 N/mm2, nilai uji impact tertinggi pada sudut 0° mempunyai energi impak rata-rata sebesar komposit serat siwalan dengan variasi sudut 0 ° mempunyai keuletan rata-rata sebesar 0,0077 J/mm² dengan nilai tertinggi sebesar 0,0090 J/mm² dan berdasarkan hasil pengujian bending dan impak yang didapat, semakin kecil sudut arah serat maka semakin besar kekuatan yang mempengaruhi hasil pengujian. Hasil pengujian menunjukan bahwa kekuatan tarik, modulus elastisitas dan kekuatan uji bending tertinggi dari komposit berpenguat serat pelepah siwalan belum dapat memenuhi ketentuan peraturan kekuatan tarik dan modulus elastisitas dari BKI yang mempunyai nilai modulus elastisitas 6860 N/mm² dan kekuatan bending 150 N/mm².
PERANCANGAN KAPAL TANKER 4200 DWT RUTE PELAYARAN “SINGAPURA-JAKARTA-BALIKPAPAN” Paul CM; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia sebagai negara maritim memilliki posisi yang sangat strategis dalam jalur pelayaran dunia. Hal ini membuat kebutuhan akan kapal semakin banyak,salah satu diantaranya adalah kapal tanker karena kapal tanker memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kapal tanker memiliki fungsi untuk mendistribusikan bahan bakar minyak ke berbagai wilayah di Indonesia. Penelitian ini mengenai perancangan kapal Tanker 4200 DWT dengan rute pelayaran “Singapura-Jakarta-Balikpapan” yang dilengkapi dengan peralatan lengkap.Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas dan analisis olah gerak kapal. Serta pemilihan perlengkapan kapal dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor dan analisa hambatan yang dialami kapal.Hasil perancangan kapal Tanker 4200 DWT ini berupa gambar rencana garis, gambar rencana umum, analisa hidrostatik, analisa stabilitas serta olah gerak kapal.. Berdasarkan hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh 0.02 m. Pada tinjauan stabilitas, nilai GZ maksimum terjadi pada kondisi VII atau pada saat berat ballast dan consumable 100% dengan berat muatan 0% dan nilai MG terbesar terjadi pada kondisi IX yang menyebabkan kapal memiliki waktu tercepat untuk kembali ke posisi tegak. Pada tinjauan olah gerak kapal, Tanker 4200 DWT ini memiliki olah gerak yang baik terbukti tidak terjadi deck weaknes. Kemudian pada hasil gambar rencana umum, kapal Tanker 4200 DWT ini memiliki space yang cukup untuk menata peralatan keselamatan, peralatan komunikasi dan navigasi
Analisa Pengaruh Panjang Anti-Slamming Bulbous Bow Terhadap Hambatan Total Dan Olah Gerak Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) Menggunakan CFD Yopi Tri Setiadi; Parlindungan Manik; S Samuel
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1156.822 KB)

Abstract

Anti-Slamming Bulbous Bow (ASB) adalah bulbous bow yang telah dimodifikasi sesuai prinsip Anti-Slamming Bulbous Bow (Mempunyai haluan lebih rendah dari base line kapal). Pada penelitian ini anti-slamming bulbous bow (ASB) divariasikan dengan tida tipe bulbous bow tipe - V (Nabla Type), tipe - 0 (Ellips Type) dan tipe - Δ (Delta Type) serta variasi panjang  Anti-slamming dengan rasio 35%, 30 % dan 25 % dari panjang garis air kapal. Pemodelan kapal dilakukan dengan software Maxsurf dan kemudian dilakukan analisa gerakan menggunakan software Ansys Aqwa, sedangkan analisa hambatan menggunakan software Tdyn. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemasangan Anti-slamming bulbous bow berpengaruh cukup besar  untuk mengurangi terjadinya slamming dan hambatan pada kapal. slamming probability paling baik terdapat pada model C3 dengan menggunakan anti-slamming bulbous bow tipe - Δ (Delta Type) dengan Length Coefficients (CLPR) 0,031, panjang anti-slamming 25% terhadap Lwl dan tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat kapal dengan mengurangi  slamming probability sebesar 14,56 % pada  tinggi gelombang 3 meter. Dan hambatan kapal yang paling baik terdapat pada model C1 dengan Length Coefficients (CLPR) 0,018, panjang anti-slamming 35% terhadap Lwl dan tinggi anti-slamming 25% terhadap sarat kapal dengan mengurangi hambatan sebesar 9,14 % dari kapal yang tidak menggunakan anti-slamming bulbous bow,  namun terjadinya slamming belum hilang di beberapa model yang masih berada di atas standar kriteria Nordforks 1987 yaitu sebesar 3%.
Analisa Pengaruh Pemasangan Energy Saving Device (ESD) Jenis Mewis Duct Terhadap Thrust Propeller INSEAN E779A Dengan Menggunakan Pendekatan CFD Alif Fauzan Rachmat; Andi Trimulyono; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu upaya dalam meningkatkan performa pada sebuah kapal adalah dengan menggunakan komponen ESD (Energy Saving Device). Pengaruh penggunaan ESD (Energy Saving Device) seperti Kort Nozzle, PBCF, WED, Pre-Swirl, dll, memungkinkan untuk memberikan peningkatan terhadap performa seperti thrust, efisiensi, dan reduksi power dari propulsi kapal termasuk ESD (Energy Saving Device) dengan jenis Mewis Duct. Bedasarkan riset yang dilakukan pada penelitian terdahulu penggunaan ESD berjenis PBCF pada propeller B-series memberikan peningkatan thrust 3-4% dan penggunaan Duct pada propeller sebesar 20% hal ini membuktikan bahwa penggunaan ESD memberikan pengaruh terhadap peningkatan performa propeller. Pada Penelitian Tugas Akhir ini dilakukan Analisa penggunaan ESD (Energy Saving Device) berupa Mewis Duct berdasarkan  variasi jumlah fin didalam duct yaitu 4,5,6 dan 4 sirip simetris untuk mengetahui pengaruh peningkatan performa propeller INSEAN e779a yaitu pada peningkatan thrust dan torque propeller dengan metode CFD (Computer Fluid Dynamics). Objek pada penelitian ini adalah propeller INSEAN e779a dengan lambung kapal KCS (Kriso Container Ship). Pada penelitian ini mendapatkan hasil bahwa penambahkan komponen ESD berupa Mewis Duct memberikan pengaruh terhadap penambahan thrust sebesar 3-5%,  torque sebesar 3-4% pada performa propeller INSEAN e779a.
Analisa Pengaruh Penambahan Hull Fixed Fin dengan Variasi Foil dan Sudut Serang terhadap Gaya Angkat dan Hambatan Kapal Muhammad Ikhsan; Parlindungan Manik; Mahendra Indiaryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.02 KB)

Abstract

Penambahan variasi Fixed Fin pada badan kapal dapat dilakukan untuk mengurangi nilai hambatan kapal tersebut. Penambahan variasi Fixed Fin pada badan kapal memiliki tujuan untuk menghasilkan gaya angkat dan mengurangi aliran turbulen yang disebabkan oleh gelombang divergen (Diverging Wave) yang bergerak menyebar ke samping dari kapal, yang kemudian bergerak sepanjang garis lurus pada permukaan air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gaya angkat dan hambatan dari setiap desain kapal yang telah divariasikan sehingga dapat memberikan alternatif desain penerapan Fixed Fin pada lambung kapal. Penelitian dilakukan dengan beberapa uji analisis model dengan metode CFD. Dengan variasi model yang berbeda dan pada kecepatan yang berbeda. Hasil penelitian ini menunjukan dari enam model variasi yang sudah dianalisa didapat model Fixed Fin dengan konfigurasi Foil NACA 0021 dengan sudut serang 7 derajat pada Froude Number 0,226 memiliki hasil yang paling optimum dari hasil yang lainnya mengurangi nilai hambatan sebesar 9,43%. Konfigurasi penempatan, luas area dan sudut serang sangat berpengaruh terhadap gaya angkat yang dihasilkan oleh Fixed Fin dan hambatan total kapal.
Analisis Variasi Panjang Dan Jumlah Lunas Bilga Terhadap Hambatan, Rolling Dan Wake KM. Horas Nainggolan Dhea Margaretha; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KM. Horas Nainggolan merupakan salah satu kapal pariwisata yang cukup aktif beroperasi di Danau Toba. Dalam meningkatkan performa KM. Horas Nainggolan dibutuhkan adanya modifikasi pemasangan lunas bilga dengan variasi panjang dan jumlah lunas bilga untuk mengetahui hambatan, wake fraction dan rolling pada kapal. Dalam penelitian ini dibutuhkan beberapa tahapan yaitu membuat model kapal lunas bilga, perhitungan hambatan, wake fraction dan rolling dengan menggunakan software perkapalan yang terintegrasi. Dari hasil perhitungan hambatan diketahui bahwa pada fn 0,32 dan fn 0,40, kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 2 Pasang paling optimal mengurangi hambatan sebesar 20-21% dan 13-14%. Dari hasil analisa wake fraction diketahui bahwa pada fn 0,32 dan 0,40, kapal dengan lunas bilga 10 Meter 3 Pasang dan 8 Meter 3 Pasang dapat mengurangi nilai wake fraction paling optimal sebesar 62-63% dan 43-44%. Pada hasil analisa rolling dapat diketahui bahwa model kapal dengan lunas bilga 6 Meter 1 Pasang dan 6 Meter 2 pasang merupakan model kapal dengan nilai rolling paling kecil. Dari semua model yang ada model kapal dengan lunas bilga 8 Meter 3 Pasang dengan jarak 10 dan 20 cm antar lunas bilga yang paling tidak optimal dalam meningkatkan performa kapal.
Analisa Nilai Thrust Optimum Propeller Pada Kapal Tugboat Pelabuhan Paket-II 2x1850HP Dengan Variasi Diameter Propeller, Jumlah Daun Propeller & Kecepatan Putaran Propeller(RPM). Rino Natalia Situmorang; Parlindungan Manik; Ari Wibawa Budi Santoso
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 1 (2021): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan mempertahankan kecepatan dinas(Vs) harus dimiliki setiap kapal dalam arti bahwa sistem propulsi kapal haruslah baik. Propeller(sistem penggerak) adalah salah satu satu komponendari sistem propulsi, dimana pemilihan propeller yang efektif sangat mempengaruhi gaya dorong (thrust) yang akan dihasilkan kapal tersebut. Kecepatan kapal diperoleh dari desain propeller yang baik agar mendapatkan gaya dorong(thrust) optimal yang dihasilkan gerak propeller. Tujuan dari penelitian untuk mencari model propeller dengan nilai efisiensi tertinggi pada eksisting rpm dengan variasi diameter dan jumlah blade propeller dan mencari kecepatan putaran propaller(rpm) yang terbaik pada eksisting model propaller. Penelitian ini dilakukan dengan menghitung nilai thrust, torque dan efisiensi propeller secara manual menggunakan grafik KT, KQ, and Efficiency for the Wageningen B-Series Propellers. Setelah penelitian ini selesai dilaksanakan, didapat hasil bahwa untuk eksisting kecepatan putaran propaller(rpm) nilai efisiensi tertinggi dihasilkan oleh model dengan variasi jumlah blade 4 dan diameter propeller 2,1 m dengan nilai 58,56% sementara untuk kecepatan putaran propaller(rpm) yang terbaik pada eksisting model propaller adalah 200 RPM dengan nilai efisiensi 67,06% 
Analisa Pengaruh Variasi Geometri Centerbulb Elips & Foil Kapal Katamaran Terhadap Gerakan Slamming Berbasis Software CFD (Computational Fluid Dynamic) Namo Prima Sembiring; Parlindungan Manik; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 3 (2018): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap kapal saat beroperasi diatas air mengalami gerakan yang disebabkan kapal itu sendiri maupun dari luar (seakeeping). Gerakan yang berasal dari luar kapal menyebabkan gelombang besar yang dapat membahayakan ABK. Penelitian sebelumnya instalasi ceterbulb pada kapal katamaran dapat mengurangi gerak vertikal dan respon percepatan gerak vertikal. Pada penelitian ini akan dianalisa pengaruh penambahan centerbulb  terhadap gerakan slamming kapal katamaran serta diperoleh bentuk dan geometri yang optimal. Sehingga sebelum membangun suatu kapal sudah diketahui pengaruh geometri dan bentuk centerbulb yang diinstall pada kapal katamaran. Adapun cara untuk mengetahui gerakan slaamming kapal katamaran yaitu dengan melakukan permodelan kapal di software maxsurf dan rhinoceros dan analisa olah gerak menggunakan softwae ansys aqwa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan centerbulb pada kapal katamaran dapat mengurangi gerakan slamming, dan bentuk dari centerbulb foil lebih optimal dibandingkan dengan centerbulb berbentuk elips pada wave heading 1800. Panjang pada centerbulb merupakan faktor yang sangat mempengaruhi gerakan slamming kapal katamaran. Centerbulb kapal katamaran dengan panjang 1,48 m dan diameter 0,504 m berbentuk foil dapat mengurangi ptobabilitas slamming 22,91% pada wave heading 1800 dan centerbulb  dengan panjang 1,339 m dan diameter 0,504 m berbentuk elips dapat mengurangi probabilitas slamming 38,63% pada wave heading 1500.
Analisa Pengaruh Panjang, Letak dan Geometri Lunas Bilga Terhadap Arah dan Kecepatan Aliran (Wake) Pada Kapal Ikan Tradisioal (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) Herman Ferdinan Philip Simanjuntak; Parlindungan Manik; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.195 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui nilai wake dan Va (velocity advanced)  dengan melakukan variasi geometri, panjang dan letak lunas bilga dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut tahapan untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan  Model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa kecepatan aliran dan nilai wake. Berdasarkan hasil analisa kecepatan aliran dan nilai wake pada model foil ½ panjang kapal di 200  adalah yang paling cepat dan memiliki nilai wake terkecil.Dengan ini dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian kali ini model yang di rekomendasikan untuk panjang dan model lunas bilga adalah model Foil dengan panjang lunas bilga 16,5 m di 200 dan nilai wake 0.07055 dan Va = 4.3030 m/s menunjukkan yang terbaik. 
Analisa Pengaruh Geometri Lunas Bilga Berbentuk Trapesium terhadap Performa Kapal pada Kapal Ikan Tradisional (Studi Kasus Kapal Tipe Kragan) menggunakan Metode Computational Fluid Dynamic (CFD) Syaiful Arifin; Parlindungan Manik; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (648.593 KB)

Abstract

Terdapat banyak sekali jenis kapal ikan tradisional yang ada di Republik Indonesia, salah satunya yaitu kapal ikan tradisional di daerah Kragan di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Memiliki ciri khas dengan lunas bilga yang terpasang pada kedua sisi lambung kapal, yang dipercaya oleh warga setempat untuk menjadikan kapal memiliki stabilitas yang baik sehingga penulis ingin mengetahui hambatan, nilai wake dan olah gerak kapal dengan melakukan variasi geometri lunas bilga berbentuk trapesium dengan patokan dari radius bilga kapal yang direkomendasikan penelitian sebelumnya. Adapun tahapan yang dilalui untuk mencapai tujuan tersebut menggunakan beberapa software perkapalan yang terintegrasi. Pada awalnya adalah pembuatan model dengan rencana garis yang sudah ada, kemudian dilakukan analisa hambatan, kecepatan aliran dan nilai wake serta olah gerak kapal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model bilga 6 adalah model yang paling optimal mengurangi  hambatan total kapal sebesar 7,358% pada Fn 0,28 dan 9,176% pada Fn 0,36 dengan ukuran lunas bilga 16,5 m x 0,558 m x 0,1575 m, model variasi Model Bilga 1 memiliki nilai wake paling kecil yaitu sebesar 0,18286 dan 0,1550 dengan selisih nilai wake dengan kapal tanpa bilga berkurang 36,898% dan 17,929%, sedangkan untuk olah gerak kapal nilai heaving variasi model lunas bilga tidak terjadi perubahan dari model tanpa lunas bilga pada setiap Fn, sedangkan untuk nilai rolling paling rendah pada wave heading 90° terdapat pada model bilga 2, 4, dan 8 yang mengalami penurunan yang sama yaitu 6,05% pada Fn 0,28 dan 8,88% pada Fn 0,36 dari model kapal tanpa bilga, dan untuk nilai pitching wave heading 180° terdapat pada model bilga 2, 4 ,dan 8 yang mengalami penurunan sebesar 1,89% pada Fn 0,28 dari model kapal tanpa bilga. Dan semua kondisi hasil analisa olah gerak kapal pada penelitian ini sudah memenuhi standar Tello 2009. 
Co-Authors A.F. Zakki Abdurrofi, Arnan Achmad Kurniawan Zakaria Ahmad Fauzan Zakki Akbar Triansyah Alamanda Sulistianingtyas Alfikri Hidayat, Alfikri Alif Fauzan Rachmat Anam, Muhammad Aza Syafiul Ananda Arifin Zul Zihni Andi Satriawan Lubis, Andi Satriawan Andi Trimulyono Andy Wibowo Ari Wibawa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arief Situmorang Ario Nugroho Prihutomo Ariq Fadhlurrahman Rahardjo Asfala, Davierend Astrid Wulandari Avian Putri Utami Benny A.M Napitupulu, Benny Berlian Arswendo Adietya Biwa Abi Laksana Burhannudin Senoaji Caniago, Fahlan Parezki Chandra Ahmad Venzias Citra Tri Tunggal Dewi Dame Kita Ginting Dan Fianca David Adhi Prasetyo, David Adhi Deddy Chrismianto Dede Nugraha Sentosa HS Dhawala, Pakavy Aqshall Dhea Margaretha Edwin Wijaya Eko Sasmito Hadi Endah Dyah Aprianti Fakhri, Alfian Fakhrul Arifin Febriana Dian Krismawati Gigih Niagara Good Rindo Haloho, Albert Tua Hanif Hisyam Hernanta Harno, Harno Hartono Yudo Haryo Baskoro Herman Ferdinan Philip Simanjuntak Hugo Digitec E. Sembiring Ighel Bryantama Putra Imam Pujo Mulyatno Indiaryanto, Mahendra Insanu Abdilla Cendikia Abar Ismail, Izzuddin Nadzir Ivel Afra Sevira Josua Siagian Juwanto Juwanto K Kamal Kenteurachmat, Ahmad Khoirul Anam Khusnul Khotimah Kiryanto Kiryanto Kiryanto, K. Kusuma, Ghiyats Abiyyu Lubis, Bobby Parel Antonio Lumban batu, Afriando M. Iqbal Mahendra Indiaryanto Marsaut Maurit Rumapea, Marsaut Maurit Maulana, Muhammad Dhefa Muhammad Fadel Alfaressy Samosir Muhammad Ikhsan Muhammad Imam Malik Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Rahmat Darmawan Muhammad Wahyu Prihantoro Musfar, Raka Fadlyan Nainggolan, Diontius Namo Prima Sembiring Novem, Dicky Putra Nurul Huda Ocid Mursid Pani Prima Tambunan Paul CM Permana, M Saptahadi Prasetyo Nugroho Pratama, Rezky Naufal Pratiwi, Ovin Ranica Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Assidiq rajagukguk, mangatas yohannes Reinhard Fernando Hutapea Reza Andrian Saputro Rezky Naufal Pratama Rifandi Aditya Rino Natalia Situmorang Rizaldo, M. Fikry Rizka Cholif Arrahman Rosiana Dewi Sadewo, Guntur Saeful Huda Mursito Sahat Nico Juan Varian Sibarani Samuel Samuel Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Satoto, Sapto Wiratno Sembiring, Benami I G Siahaan, Fredits A Sinaga, Ebin Ezer Sumintono, Heraldo Petra Surya Yusuf Afriansyah Syaiful Arifin Tambunan, Govinda Daniel Parasian Teguh Sulistyo Hadi, Teguh Sulistyo Tobing, Christabel Giovanny Tri Putra P Lumbantobing Tubongkasi, Yehezkiel Mizzi Nicole Tuswan Tuswan Untung Budiarto Wahyu Masykuri Al Hakim Wesly M Napitu Widya Rahman Fitriadi Widyatmoko, Ari Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Wiwit Wirawan Yermias Rahardian Andilolo Yopi Tri Setiadi Yosafat Nugraha Putra