Claim Missing Document
Check
Articles

UPAYA GURU DALAM MENGEMBANGKAN MOTORIK KASAR MELALUI PERMAINAN BOLA KASTI DI PAUD TERPADU REZKYNA NAGAN RAYA Heliati Fajriah, Dewi Fitriani, Cut Rina Afrilla,
Bunayya Vol 6, No 1 (2020): Januari 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.712 KB)

Abstract

Rendahnya kemampuan motorik kasar anak khususnya pada saat memukul bola, dikarenakan kurangnya aktivitas pergerakan lengan, pergelangan tangan, menggenggam jari dan pergelangan bahunya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui aktivitas guru dalam mengembangkan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun pada kelompok B Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar aktivitas guru dalam permainan bola kasti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I aktivitas guru mencapai 66,4% dengan kriteria cukup dan 94,4% dengan kriteria sangat baik pada siklus II. Pada siklus III aktivitas guru kembali meningkat hingga diperoleh 96,8%. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa guru berhasil mengembangkan kemampuan motorik kasar anak melalui permainan bola kasti.
USING ART AS THERAPY FOR YOUNG CHILDREN EXPERIENCING TRAUMATIC EVENTS Dewi Fitriani Dewi Fitriani
Bunayya Vol 3, No 2 (2017): Juli 2017
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.173 KB)

Abstract

Art therapy is a process of therapy which is using art as the recovery tool. Art therapy focus solely on its therapeutic process not on the end result of art product. Art therapy directly connect with all development stages of a child. They are using their physic to express their affection/empathy or anger toward their surroundings. In the process, they are applying their cognitive knowledge to be able to transfer the suppressed emotions into the process of creating the art. Aceh received the worst impact of Tsunami 2004 compare to other places. Its education is destroyed not only its infrastructure but also its process. Young children is the most fragile victim who needs special treatment during the recovery process. All children experience trauma during their life, not only tsunami victim, although the traumatic level might differs from one to another. The use of art therapy is very helpful in the learning process. The use of art therapy will release “the impediment” within the child to be able to better function in the society. The inclusion of art therapy within curriculum will ensure the usage.
MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERBAHASA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN TEKA-TEKI DI TK DARUR RAHMAN BANDA ACEH Nurlaili . .; Bahrun . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemampuan berbahasa anak usia 5-6 tahun merupakan kemampuan bahasa dimana anak mampu mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan dengan kompleks, menyusun kalimat sederhana dalam struktur lengkap (pokok kalimat-predikat-keterangan) serta mampu mengekpresikan ide pada orang lain. Rumusan masalah yang hendak diselesaikan dalam penelitian ini adalah bagaimanakah perkembangan kemampuan berbahasa anak di TK Darur Rahman ketika diterapkan permainan teka-teki dan bertujuan untuk mengetahui perkembangan kemampuan berbahasa anak. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian berdasarkan observasi menunjukkan kemampuan berbahasa anak pada siklus I kategori belum berkembang sebanyak dua anak; mulai berkembang sebanyak dua anak; dan berkembang sesuai harapan sebanyak tiga anak. Pada siklus II terjadi peningkatan yaitu anak yang mulai berkembang sebanyak satu anak; berkembang sesuai harapan sebanyak dua anak; dan berkembang sangat baik sebanyak empat anak. Hasil wawancara pada siklus I kategori belum berkembang sebanyak tiga anak; mulai berkembang sebanyak dua anak; dan berkembang sesuai harapan sebanyak dua anak, dan terus meningkat pada siklus II yaitu berkembang sesuai harapan sebanyak tiga anak; dan berkembang sangat baik sebanyak empat anak. Disimpulkan bahwa melalui permainan teka-teki dapat mengembangkan kemampuan berbahasa anak di TK Darur Rahman Banda Aceh. Kata Kunci : Kemampuan Berbahasa, Permainan Teka-teki, Anak Usia Dini
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERTEMAKAN PAHLAWAN ACEH UNTUK PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI Mutmainnah . .; Anizar . Ahmad; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

JIdealnya dalam pembelajaran anak usia dini tersedia bahan ajar yang mengenalkan pahlawan di daerahnya, namun dalam pembelajaran di PAUD para pendidik  cenderung memilih bahan ajar yang ada. Bahan ajar yang ada lebih menonjolkan tokoh–tokoh yang dibuat oleh pihak luar negeri dalam pembelajaran sehingga anak– anak cenderung lebih mengenal Doraemon, Superman, dan Super hero lainya dari pada pahlawan yang ada di daerahnya. Penelitian ini yang pertama bertujuan untuk mengetahui bahan ajar yang digunakan di Lembaga PAUD di Banda Aceh, kedua untuk mengembangkan bahan ajar berbasis budaya Aceh. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dalam bentuk penelitian pengembangan. Pemilihan subjek pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling, Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang informan yaitu pimpinan dari tiga lembaga PAUD dan 6 orang responden yaitu guru dari tiga lembaga PAUD tersebut. Hasil penelitian dari ketiga Lembaga PAUD yang menjadi subjek dalam penelitian ini menunjukkan bahwa belum adanya bahan ajar untuk mengenalkan tokoh pahlawan kepada anak usia dini, guru hanya membuat media sederhana dengan kreativitas masing-masing. Oleh karena itu diperlukannya bahan ajar untuk mengenalkan tokoh pahlawan Aceh kepada anak usia dini. Pengembangan bahan ajar bertemakan pahlawan aceh ini merupakan bahan ajar untuk mengembangkan pengetahuan anak tentang pahlawan Aceh. Bahan ajar yang dikembangkan merupakan bahan ajar bertemakan pahlawan Aceh, hal ini bertujuan untuk mengenalkan anak tokoh pahlawan yang ada di daerahnya. Disimpulkan bahwa belum tersedianya bahan ajar bertemakan pahlawan Aceh, maka perlu dikembangkan konsep bahan ajar bertemakan pahlawan Aceh untuk pembelajaran pendidikan anak usia dini di jenjang TK yang berusia 5-6 tahun. Disarankan kepada guru di lembaga PAUD harus gigih dalam mengenalkan pahlawan Aceh kepada anak, agar anak sudah dapat mengenal pahlawannya sejak usia dini.Kata Kunci: pengembangan, bahan ajar, pahlawan Aceh
PENGEMBANGAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI PERMAINAN MAKAH-MAKAH DI TK IT AL-AZHAR BANDA ACEH Gracia Mandira; M.Yusuf Aziz; Dewi Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 4 (2016): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki pengembangan kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di TK IT Al-Azhar melalui permainan Makah-makah. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dikembangkan Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian berjumlah 22 orang anak yang terdiri dari 8 orang anak laki-laki dan 14 orang anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan desain metode campuran eksplanatori yaitu data kuantitatif digunakan untuk memberikan penjelasan umum dari masalah penelitian, sedangkan data kualitatif digunakan untuk analisis lebih lanjut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui permainan Makah-makah mampu mengembangkan kecerdasan interpersonal anak usia 5-6 tahun di TK IT Al-Azhar Banda Aceh ditandai dengan perkembangan siklus I dan siklus II. Siklus I menunjukan tingkatan yang baik, namun pada indikator 3 yaitu anak dapat menjadi pemimpin dan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri maupun kelompok, tidak tercapai karena tidak cukupnya waktu pada kegiatan inti. Pada kegiatan siklus II, anak sudah mencapai indikator menunjukkan kekompakan dengan anggota regu sehingga pengembangan kecerdasan interpersonal berkembang sesuai harapan. Permainan Makah-makah paling dominan dalam mengembangkan kecerdasan interpersonal anak terletak pada saat setiap regu menentukan ketuanya masing-masing dan pada saat regu lawan berdiskusi menebak batu dengan cara menerka-nerka ekspresi dan gerak-gerik regu yang ditebak. Permainan Makah-makah disarankan untuk diterapkan pada pembelajaran di PAUD karena bukan hanya mengembangkan kecerdasan interpersonal, penerapan permainan ini juga sarana dalam melestarikan permainan tradisional yang mulai hilang di masyarakat. Kata kunci: Pengembangan, kecerdasan interpersonal, permainan  Makah-makah
MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK MELALUI METODE BERCERITA DENGAN BONEKA TANGAN DI PAUD IT HAFIZUL ILMI BLANG KRUENG Nurkisah . Hayati; Yuhasriati . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 4 (2017): November
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun dengan penerapan metode bercerita menggunakan boneka tangan di PAUD IT Hafizul Ilmi Blang Krueng. Keterampilan berbicara yang dimaksud dalam penelitian ini ialah kemampuan anak dalam mengucapkan kosakata dengan benar dan jelas serta terampil bercerita sesuai dengan alur cerita secara runtun.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian sebanyak delapan orang anak usia 5-6 tahun pada jenjang TK B di PAUD IT Hafizul Ilmi Blang Krueng. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dengan teknik observasi dan dianalisis secara  deskriptif kualitatif. Mengembangkan keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun dengan menerapkan metode bercerita menggunakan boneka tangan di PAUD IT Hafizul Ilmi dilakukan dengan cara peneliti bercerita dengan posisi duduk anak membentuk lingkarandan peneliti berada diantara posisi duduk anak. Kegiatan yang dilakukan adalah tanya jawab tentang isi cerita dengan anak selama kegiatan bercerita. Anak diberi kesempatan untuk menceritakan kembali cerita yang sudah diceritakan baik menggunakan boneka tangan saja maupun dengan penambahan media yaitu panggung boneka.Berdasarkan hasil penelitian dari beberapa tindakan mulai dari  siklus I, dan siklus II dapat disimpulkan bahwa, Keterampilan berbicara anak kelompok B PAUD IT Hafizul Ilmi setelah dilakukan tindakan dalam 2 siklus menunjukkan perkembangan yang baik yaitu anak dapat mengucapkan kosakata dengan benar dan jelas serta sudah mampu menceritakan kembali cerita yang sudah diceritakan guru dan runtun tanpa bantuan guru.Kata Kunci : keterampilan berbicara, metode bercerita, boneka tangan, anak usia dini
PENGGUNAAN BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM PENGEMBANGAN BAHASA ANAK PADA TK A DI BANDA ACEH Mutia Afnida; . Fakhriah; Dewi Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Gambar merupakan media yang dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan anak, salah satunya terdapat pada buku cerita bergambar. Setiap anak memiliki kemampuan bahasa yang berbeda, termasuk dalam memahami cerita bergambar ataupun bentuk-betuk huruf yang mewakili cerita yang terdapat didalam buku bergambar.Ternyata masih terdapat anak yang belum mampu menyampaikan kembali isi cerita dengan kemampuannya sendiri. Hal ini tentunya belum sesuai dengan tingkat pencapaian perkembangan bahasa anak usia 4-5 tahun pada Permendikbud No 137 tahun 2014. Selain itu juga terdapat beberapa guru yang kurang dapat memanfaatkan aktifitas membaca buku cerita sebagai sarana mengembangkan bahasa anak. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah Bagaimana penggunaan buku cerita bergambar dalam pengembangan bahasa anak pada TK A di Banda Aceh?.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan buku cerita bergambar dalam pengembangan bahasa anak pada TK A di Banda Aceh.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif.Metode pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang dilakukan oleh guru terhadap penggunaan buku cerita bergambar dalam pengembangan bahasa anak pada TK A di Banda Aceh, diantaranya: 1) Guru melakukan pengembangan kemampuan bahasa anak dengan cara meminta anak mengulang cerita menggunakan buku cerita bergambar sehingga minat dan kemampuan bahasa anak menjadi lebih baik, 2) Guru hanya terfokus dalam penyampaian isi cerita bukan terhadap pengembangan kemampuan bahasa anak sehingga minat anak terhadap buku cerita menjadi berkurang serta mengakibatkan kemampuan bahasa anak kurang berkembang, 3) Guru menggunakan buku cerita bergambar ketika tidak ada lagi kegiatan pembelajaran dikarenakan sistem pembelajaran terfokus pada hafalan surah dan doa, hal tersebut berdampak terhadap minat serta kemampuan bahasa anak yang tidak terarahkan dengan baik. Simpulan penelitian ini adalah peran guru sangat berpengaruh terhadap tingginya tingkat kemampuan bahasa anak yang mana hal tersebut dapat diraih jika guru dapat memanfaatkan penggunaan buku cerita bergambar dalam pengembangan bahasa anak.
MENGENALKAN KONSEP BILANGAN PADA ANAK USIA 3-4 TAHUN MELALUI MENDONGENG DENGAN WAYANG DI PAUD MADANI KOTA BANDA ACEH Farah . Almira; Bahrun . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.665 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan konsep bilangan pada anak usia 3-4 tahun di kelompok bermain melalui mendongeng dengan wayang. Penelitian ini menggunakan model Penelitian Tindakan Kelas yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart. Subjek penelitian berjumlah 8 orang anak yang terdiri atas 3 orang anak laki-laki dan 5 orang anak perempuan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan kata-kata dari setiap proses. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan pengetahuan konsep bilangan melalui mendongeng dengan wayang. Hal tersebut ditunjukkan pada indikator 1 berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebanyak 87,5% dan pada indikator 2 berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebanyak 100%, serta pada indikator 3 berkembang sesuai harapan dan berkembang sangat baik sebanyak 87,5%, sehingga pengenalan konsep bilangan melalui mendongeng dengan wayang dapat dikatakan memberikan pengaruh pada peningkatan kompetensi mengenal konsep bilangan pada anak usia 3-4 tahun. Mendongeng dengan wayang disarankan untuk guru PAUD agar dapat menggunakan media wayang dalam pembelajaran bercerita. Namun, dalam penerapan media juga harus disesuaikan dengan kondisi sekolah dan lingkungan anak.Kata kunci : Konsep bilangan, mendongeng, wayang, anak usia 3-4 tahun
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK MELALUI KEGIATAN BERCERITA DI PAUD NURUL HIDAYAH ACEH BESAR Rizka Marputri; . Fakhriah; Dewi Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 1, No 3 (2016): Agustus
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.356 KB)

Abstract

Penelitian ini mengangkat masalah bagaimana peningkatan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bercerita di PAUD Nurul Hidayah Aceh Besar? Serta respon anak terhadap kegiatan bercerita?. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bercerita di PAUD Nurul Hidayah Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak PAUD Nurul Hidayah Aceh Besar usia 5-6 tahun berjumlah 10 orang anak yang terdiri atas 5 perempuan dan 5 laki-laki. Data dikumpulkan melalui observasi dan unjuk kerja kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriftif kualitatif. Penelitian dilakukan selama 2 siklus, setiap siklus terdiri atas tiga kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak yang berkembang sangat baik (BSB) pada siklus I adalah sebagai berikut: kegiatan pertama tidak ada, kegiatan kedua tidak ada, dan kegiatan ketiga sebanyak 1 orang anak. Meningkat pada siklus II yaitu kegiatan pertama sebanyak 4 orang anak, kegiatan kedua sebanyak 5 orang anak, dan kegiatan ketiga sebanyak 7 orang anak. Hasil penelitian respon anak terhadap kegiatan bercerita pada siklus I yaitu ada 6 anak yang aktif dan 4 anak yang kurang aktif. Hasil penelitian respon anak terhadap kegiatan bercerita pada siklus II yaitu ada 8 anak yang aktif dan 2 anak yang kurang aktif. Berdasarkan hasil penelitian maka penulis dapat menyimpulkan bahwa kegiatan bercerita berpengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan bahasa anak melalui kegiatan bercerita di PAUD Nurul Hidayah Aceh Besar. Peneliti menyarankan agar kedepannya kegiatan bercerita dapat diterapkan di lembaga PAUD untuk membantu meningkatkan kemampuan bahasa anak
PENERAPAN MEDIA KARTU KOSAKATA DALAM MENGEMBANGKAN BAHASA ANAK USIA DINI DI TK FKIP UNSYIAH BANDA ACEH Ultari . Ningsih; Yuhasriati . .; Dewi . Fitriani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 2 (2017): Mei
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.537 KB)

Abstract

 Media kartu kosakata dapat digunakan untuk mengembangkan bahasa anak.Masalah penelitian ini adalah bagaimana perkembangan bahasa anak usia dini dengan menggunakan media kartu kosakata di TK FKIP Unsyiah Banda Aceh?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perkembangan bahasa anak usia dini dengan menggunakan media kartu kosakata dan untuk mengetahui aktivitas anak selama proses pembelajaran dengan menggunakan media kartu kosakata di TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. Penelitian tersebut dengan menggunakan pendekatankualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian ini adalah anak-anak dilembaga TK FKIP Unsyiah Banda Aceh sebanyak 10 anak, terdiri dari 5  laki-laki dan 5 perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan teknik observasi dan unjuk kerja. Data yang terkumpulkan dianalisis dengan menggunakan tehnik kualitatif. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kosakata berpengaruh positif dalam meningkatkan perkembangan bahasa anak pada TK FKIP Unsyiah Banda Aceh. Pratindakan belum dijumpai anak yang kemampuan bahasanya berkembang sangat baik, pada siklus I belum dijumpai anak yang berada kemampuan bahasanya dengan baik, tetapi sudah ditemukan 5 anak berkembang sesuai harapan (BSH). Namun pada siklus II terdapat 6 orang anak yang berkembang sangat baik (BSB). Disimpulkan perkembangan bahasa anak usia dini dengan menggunakan media kartu kosakata di TK FKIP Unsyiah terjadi peningkatan pada siklus II jika di bandingkan dengan pra tindakan dan siklus I yaitu pada siklus II tingkat kemampuan bahasa anak yang berkembang sangat baik sebanyak 6 anak, berkembang sesuai harapan 3 anak, mulai berkembang 1 anak dan tidak ada lagi kemampuan anak yang belum berkembang.Aktivitas anak selama proses pembelajaran dengan menggunakan media kartu kosakata pada TK FKIP Unsyiah terjadi peningkatan ditinjau berdasarkan dari indikator yang diamati. Kata kunci: Media Kartu Kosakata, Bahasa, Anak Usia Dini.