Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KESADARAN MEMBUANG SAMPAH PADA TEMPATNYA MELALUI PENDEKATAN HYPNOTEACHING Mohammad Ali Zahidin; Hikmah Uswatun Ummi; Nina Nurfiana; Emah Khuzaemah
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 1 (2017)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i1.2088

Abstract

Kebiasaan membuang sampah sembarangan ini jika dibiarkan akan menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan yang berbahaya bagi masyarakat Indonesia. Perlu ada solusi untuk mengatasi masalah ini. Agar bahaya sampah tidak berhenti pada buku teks pelajaran, guru sebagai pengelola pembelajaran harus mampu mengemas pembelajaran agar anak-anak sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia mempunyai kompetensi yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Penelitian ini dilakukan di kelas 3 SDN 1 Serang. Penggunaan teknik Hypnoteaching dalam mendongeng memengarungi tingkat kesadaran pada siswa. Penyampaian dongeng dengan menggunakan media yang bervariasi juga dapat memengaruhi daya tangkap siswa dalam memahami dongeng tersebut. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa (1) pada prasiklus dari 26 siswa hanya 19,23% siswa yang membuang sampah pada tempatnya. Artinya hanya 5 siswa yang membuang sampah dengan benar; (2) pada siklus pertama 61,54% siswa sudah membuang sampah pada tempat sampah, artinya 16 siswa membuang sampah pada tempatnya; (3) pada siklus kedua 92,31% siswa sudah membuang sampah pada tempatnya, sedangkan 7,69% atau 2 siswa yang masih membuang sampah sembarangan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan hypnoteaching dengan metode mendongeng mampu meningkatan kesadaran siswa dalam membuang sampah pada tempatnya sebesar. This habit of littering if left unchecked will cause health and environmental problems that are harmful to the people of Indonesia. There needs to be a solution to solve this problem. In order not to stop the garbage hazard on textbooks, teachers as learning managers should be able to package the learning so that children as future generations of the Indonesian nation have competencies that match what is expected. This research was conducted in grade 3 SDN 1 Serang. The use of Hypnoteaching techniques in storytelling underlines the level of awareness among students. Submission of fairy tales by using varied media can also affect the ability of students to understand the fairy tale. The results showed that (1) in precycle of 26 students only 19.23% of students dumped the garbage in its place. This means that only 5 students throw garbage properly; (2) in the first cycle 61.54% of the students have already dumped the garbage in the trash, meaning that 16 students throw the garbage in its place; (3) in the second cycle 92,31% of students already throw garbage in place, whereas 7,69% or 2 students still throw garbage carelessly. Thus it can be concluded that through hypnoteaching approach with storytelling method can increase the awareness of students in disposing of waste in its place of equal.
Literacy Education Model Using the Scientific Approach (Model Pendidikan Literasi Menggunakan Pendekatan Saintifik) Emah Khuzaemah; Lilik Herawati; Hikmah Uswatun Ummi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 3 No. 2 (2018)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v3i2.2630

Abstract

The low literacy of Indonesian students becomes a national issue. As educators are required to be able to fix this problem. An educator should continue to work on finding the right way to increase student literacy. One way that can be done is through the application of the scientific approach. In this study, the scientific approach applied to creative writing learning, students are motivated to improve their reading and writing activities. This study aims to describe the process of literacy learning through the application of the scientific approach, student literacy activities, and the ability to write short stories of students. This research is a classroom action research at SMPN I Palimanan with a purposive sample of class 7A. The data were analyzed in the form of students' ability in writing short stories and student literacy activities with descriptive analytic technique. The results showed an increase in student literacy activities and creativity of students in developing creative ideas through short stories that he wrote. Rendahnya literasi pelajar Indonesia menjadi persoalan bangsa. Sebagai pendidik dituntut untuk dapat membenahi persoalan ini. Seorang pendidik hendaknya terus berupaya untuk menemukan cara yang tepat agar dapat meningkatkan literasi siswanya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah melalui penerapan pendekatan Saintifik. Pada penelitian ini, pendekatan Saintifik diterapkan pada pembelajaran menulis kreatif, siswa dimotivasi untuk meningkatkan aktivitas membaca dan menulisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran literasi melalui penerapan pendekatan Saintifik, aktivitas literasi siswa, dan kemampuan menulis cerpen siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas di SMPN I Palimanan dengan sampel purposif kelas 7A. Data yang dianalisis berupa kemampuan siswa dalam menulis cerpen dan aktivitas literasi siswa dengan teknik deskriptif analitik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas literasi siswa  dan kreativitas siswa dalam mengembangkan ide-ide kreatifnya melalui cerita pendek yang ditulisnya.
Pengembangan Bahan Ajar Teks Fabel dan Cerpen Berorientasi Soft Skill Emah Khuzaemah; Hikmah Uswatun Ummi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 4 No. 2 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v4i2.4214

Abstract

The low level of soft skills among employees, many complained by various companies and agencies. This study aims to develop fable and short story text teaching materials oriented to soft skills. Based on the results of the identification of 91% of informants agree that there are a fable and short story teaching materials that are oriented towards soft skills. Teaching materials developed titled Mari Menulis Fabel yang Inspiratif. Activities carried out include: develop your imagination, determine ideas and themes, draw characters and characters, arrange events and develop stories, complete stories meaningfully, and develop your inspiration. Masih rendahnya soft skill di kalangan karyawan, banyak dikeluhkan oleh berbagai perusahaan dan instansi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar teks fabel dan cerpen berorientasi soft skill. Berdasarkan hasil identifikasi 91% informan setuju adanya bahan ajar fabel dan cerpen yang berorientasi soft skill. Bahan ajar yang dikembangkan berjudul Mari Menulis Fabel yang Inspiratif. Kegiatan yang dilakukan, meliputi: kembangkan imajinasimu, tentukan ide dan tema, gambarkan tokoh dan karakternya, rangkai peristiwa dan kembangkan cerita, selesaikan cerita dengan penuh makna, dan kembangkan inspirasimu.
Bahan Ajar Pembelajaran Cerita Pendek Berbasis Integrasi Keilmuan di Sekolah Menengah Pertama Emah Khuzaemah; Hikmah Uswatun Ummi
Indonesian Language Education and Literature Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i1.6978

Abstract

This study aims to develop short story teaching materials based on scientific integration. This study focuses on the analysis of needs and the development of teaching materials in junior high schools. Needs analysis was carried out using a questionnaire technique. Based on the results of the needs analysis, this scientific integration-based teaching material is urgently needed by Indonesian language teachers at MTs. The teaching materials developed are entitled "Bahan Ajar Cerpen Berbasis Integrasi Keilmuan, menggali makna kehidupan melalui cerpen". This teaching material is prepared in addition to improving the Indonesian language skills of grade nine MTs / SMP students, it can develop students 'spiritual intelligence in understanding the meaning of life and students' critical thinking skills. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar cerita pendek berbasis integrasi keilmuan. Penelitian ini berfokus pada analisis kebutuhan dan pengembangan bahan ajar di Sekolah Menengah Pertama. Analisis kebutuhan dilakukan dengan menggunakan teknik angket. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan, bahan ajar berbasis integrasi keilmuan ini sangat dibutuhkan oleh guru-guru bahasa Indonesia di MTs. Bahan ajar yang dikembangkan berjudul Bahan Ajar Cerpen Berbasis Integrasi Keilmuan, menggali makna kehidupan melalui cerpen. Bahan ajar ini disusun selain untuk meningkatkan keterampilan berbahasa Indonesia siswa MTs/SMP kelas sembilan, dapat mengembangkan kecerdasan spiritual siswa dalam memahami makna kehidupan dan keterampilan berpikir kritis siswa.
Ketidaksantunan Berbahasa di Indonesia: Kajian Sosiolinguistik (Impoliteness in Language in Indonesia: A Sociolinguistic Study) Afi Fadlilah; Emah Khuzaemah; Ikhwan Zuhdi; Rahmawati Rahmawati
Indonesian Language Education and Literature Vol. 8 No. 2 (2023)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v8i2.10914

Abstract

This study aims to describe the role of sociolinguistics in language impoliteness in social media. To achieve this goal, this study uses the method of literature study. The research data is in the form of scientific articles, proceedings, and books sourced from Google Scholar, the libgen.is page, and Publish or Perish. Data were analyzed using exposition techniques and content analysis. The validity of the data is achieved through the technique of credibility (degree of trust). The results of the study show that impoliteness in the language is a form of moral degradation that occurs in society. This degradation occurs because the role of oneself, family, environment, and society has not been maximized in creating a positive communication atmosphere so character education needs to be implemented to minimize these problems. Sociolinguistics has a strategic role in regulating human behavior in language so that harmonious relationships are established.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran sosiolinguistik dalam ketidaksantunan berbahasa di media sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi literatur. Data penelitian ini berupa artikel ilmiah, prosiding, dan buku yang bersumber dari Google Scholar, laman libgen.is, dan Publish or Perish. Data dianalisis menggunakan teknik eksposisi dan analisis isi. Keabsahan data ditempuh melalui derajat kepercayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaksantunan dalam berbahasa menjadi salah satu bentuk degradasi moral yang terjadi di masyarakat. Degradasi tersebut terjadi karena belum maksimalnya peran diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat dalam menciptakan suasana komunikasi yang positif sehingga pendidikan karakter perlu diterapkan untuk meminimalisasi problematik tersebut. Sosiolinguistik memiliki peran yang strategis dalam mengatur perilaku manusia dalam berbahasa agar terjalin hubungan yang harmonis.
PENERAPAN MEDIA MONOPOLY GAMES SMART (MGS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI EKOSISTEM DI KELAS VII MTS AL-WAHDAH SUMBER Sri Ayu; Emah Khuzaemah; Ina Rosdiana Lesmanawati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v4i2.495

Abstract

Dalam proses pembelajaran siswa dituntut untuk aktif melaluiaktivitas-aktivitas yang membangun kerja kelompok dan dalam waktu singkatmembuat mereka berfikir tentang materi pelajaran. Keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran biologi sangat diperlukan, sehingga apa yang dipelajari akan lebih tertanam dalam pikiran siswa. PenerapanMonopoly Games Smartpada pembelajaranBiologi merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan motivasi dan kreatifitas siswa serta dapat mengurangi kejenuhan belajar siswa, sehingga mendapatkanhasilbelajar siswa yang memuaskan. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah:(1) Untuk mengkaji penerapan media MGS (Monopoly Games Smart) pada materi Ekosistem di MTs Al-Wahdah Sumber. (2) Untuk mengkaji hasil belajar siswa pada pembelajaran biologi materi Ekosistem dengan menggunakan media MGS (Monopoly Games Smart) di MTs Al-Wahdah Sumber. (3) Untuk mengkaji respon siswa terhadap penggunaan media MGS (Monopoly Games Smart) dalam pembelajaran biologi khususnya pada materi Ekosistem di Mts Al-Wahdah Sumber. Penelitian ini dilakukan di MTs Al-Wahdah dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah instrumen tes (pre-test dan post-test) untuk mengukur hasil belajar siswa, observasi untuk mengetahui aktivitas siswa dan angketuntuk mengetahui respon siswa terhadap media pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) berdasarkan hasil analisis observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan media Monopoly Games Smart. (2) Hasil belajar siswa kelas eksperimen menggunakan media pembelajaran Monopoly Games Smart nilai rata-rata pretest sebesar 39, posttest 78 dan n-gain 0,62.. Terbukti dari hasil perhitungan uji T menggunakan SPSS 16 diperoleh nilai Sig. 0,000 < (0,05) yang berarti terdapat peningkatan hasil belajar biologi siswa. (3) berdasarkan hasil analisis angket mengenai respon siswa terhadap penerapan media hampir dari siswa (82%) dengan kriteria sangat kuat, menyukai penerapan strategi pembelajaran Monopoly Games Smart.  Kata kunci:Media Pembelajaran, Monopoly Games Smart, Hasil Belajar.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERORIENTASI KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI SMA Emah Khuzaemah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v1i2.507

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF BERORIENTASI KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PEMBELAJARAN MENULIS DI SMA
PENERAPAN STRATEGI BELAJAR MURDER UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI KELAS VIII MTs AL-IKHLAS SETUPATOK CIREBON Siti Juleha; Emah Khuzaemah; Dewi Cahyani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 2 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i2.543

Abstract

Rendahnya prestasi belajar yang dicapai oleh siswa disebabkan rendahnya daya ingat siswa. Hal ini diperoleh dari hasil belajar yang pada umumnya beberapa hari setelah proses belajar siswa hanya mengingat sebagian materi dari yang dipelajari.Penyebab ketidakmampuan siswa mengingat materi yang sudah dipelajari tersebut adalah karena siswa tidak diajak untuk berperan aktif dalam belajar sehingga materi yang diberikan sangat sulit untuk diingat. Seorang guru sebaiknya mampu memilih strategi pembelajaran yang tepat agar bahan atau materi pembelajaran yang disampaikan dapat dikuasai siswa dengan mudah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji penerapan strategi murder dalam proses belajar mengajar; peningkatan penguasaan konsep siswa setelah diterapkan strategi murder pada pembelajaran Biologi; dan perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan strategi murder.Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian Control Group Pretest-Posttest Design. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan hasil observasi, aktivitas siswa meningkat setelah diterapkan strategi murder; (2) Penguasaan konsep siswa meningkat setelah diterapkan strategi murder. Hal ini dibuktikan dengan pengujian statistik menggunakan uji wilcoxon diperoleh sig. 0.00 < 0.05 maka Ha diterima; (3) terdapat perbedaan peningkatan penguasaan konsep siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdasarkan hasil uji Mann Whitney diperoleh nilai sig. 0.00 < 0.05 maka Ha diterima. Artinya terdapat perbedaan penguasaan konsep siswa yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol.
ANALISIS DAYA DUKUNG LABORATORIUM IPA-BIOLOGI DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP) PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI DI MA NURUL HIKMAH HAURGEULIS Rosdiana Rosdiana; Emah Khuzaemah; Ria Yulia Gloria
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 5 No. 1 (2016)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v5i1.1269

Abstract

Pembelajaran biologi merupakan bidang yang mengkaji fakta-fakta empiris yang ada di alam, sehingga untuk mempelajarinya harus melalui pengkajian di laboratorium yang didesain sebagai miniature alam. Sedangkan pembelajaran biologi dalam kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) berorientasi pada siswa dan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung sehingga siswa dapat berperan aktif dalam proses blajar mengajar. Oleh karena itu perlu analisis daya dukung laboratorium IPA-Biologi, dengan tujuan (1) untuk mengetahui daya dukung laboratorium IPA- biologi dalam menunjang pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada pembelajaran biologi (2) untuk mengetahui pemanfaatan daya dukung laboratorium IPA- biologi dalam menunjang pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) pada pembelajaran biologi menurut tanggapan guru. (3) untuk mengetahui respon siswa terhadap pelaksanaan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) dalam pembelajaran biologi dengan daya dukung laboratorium IPA-biologi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket, lembar observasi, dan dokumentasi. Setelah data diperoleh dan dianalisis dengan menggunakan tahapan yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KTSP dalam pembelajaran biologi dengan daya dukung laboratorium IPA-biologi di MA Nurul Hikmah Haurgeulis terlaksana dengan cukup baik yaitu sebesar 59,8% yang diperoleh dari angket. Hasil observasi tentang daya dukung laboratorium IPA-biologi nilai rata-rata kolektif yang didapatkan adalah 60%, nilai tersebut dikategorikan kedalam kriteria cukup baik.Kata kunci: Pelaksanaan KTPS, laboratorium
Penggunaan Media Internet eXe-Learning Berbasis Masalah pada Materi Perubahan Lingkungan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Siti Azizah; Emah Khuzaemah; Ina Rosdiana Lesmanawati
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 6 No. 2 (2017): December (2017)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v6i2.1957

Abstract

The Use of Internet eXe-Learning Media Based on Problems on The Concept Environmental Change to Increase Learning Outcomes Students X SMA Negeri 8 Cirebon. This study was conducted to improve student learning outcomes by maximizing the utilization of technology. The purpose of this research is to study 1) student learning activities, 2) improvement of student learning outcomes, and 3) students’ responses to the use of internet eXe-Learning based problem. The population in this study were all students of class X SMA Negeri 8 Kota Cirebon. The research design used was pretest-posttest control group design with data collection technique using test, observation and questionnaire. Data were analyzed using Anates ver. 4.0 and SPSS ver. 21.0 software. The results showed 1) student learning activities using internet eXe-Learning media has increased in every meeting and the indicator; 2) improvement of students’ experimental class learning outcomes and increased statistical test results in sig. 0.049 < 0.05, meaning Ho is rejected and Ha accepted; 3) students’ responses to learning using eXe-Learning based internet media are included into strong and powerful criteria. Â