Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Lagu Tradisional “Ramadhan Suci” Karya KH. Fuad Hasyim untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Puisi Berorientasi Kearifan Lokal pada Siswa Kelas VIII MTs NU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon Devi, Devi; Mulyaningsih, Indrya; Khuzaemah, Emah
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i1.3062

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan desain pembelajaran menulis puisi melalui penerapan lagu tradisional “Ramadhan Suci” karya KH.Fuad Hasyim berorientasi kearifan lokal pada siswa kelas VIII MTsNU Putri 3 Buntet Pesantren Cirebon dan mendeskripsikan kemampuan menulis puisi sebelum dan sesudah diterapkan lagu tradisional “Ramadhan Suci”. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil skor rata-rata tes menulis puisi dari tahap pratindakan hingga pascatindakan siklus II mengalami peningkatan, yaitu: (1) pada tahap pratindakan, nilai keseluruhan rata-rata siswa adalah 50,5. Sementara nilai skor pada tiap aspek indikator penilaian adalah 9,78. (2) pada tahap siklus I, nilai keseluruhan rata-rata siswa meningkat menjadi 72. Sementara nilai skor pada tiap aspek indikator penilaian adalah 13,82. (3) pada tahap siklus II, nilai keseluruhan rata-rata siswa semakin meningkat menjadi 78,25. Sementara nilai skor pada tiap aspek indikator penilaian adalah 16.
Kajian Moral Naskah Babad Dermayu Melalui Pendekatan Hermeneutik dan Implementasinya Sebagai Bahan Ajar Cerpen Berbasis Kearifan Lokal di Kelas XI SMA Krisnalianita, Krisnalianita; Khuzaemah, Emah; Nuryanto, Tato
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 1 (2020): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i1.3123

Abstract

Moral karya sastra adalah makna yang tekandung dalam cerita yang ditunjukkan untuk pembaca. Penelitian yang ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud nilai-nilai moral yang terdapat dalam naskah Babad Dermayu, serta mendeskripsikan implementasi nakah Babad Dermayu sebagai bahan ajar cerpen di kelas XI SMA  Metode yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu metode analisis naratif dengan teknik studi dokumentasi dan angket dan metode yang digunakan dalam menganalisis data adalah analisis konten dengan teknik deskriptif kualitatif. Wujud nilai moral yang terdapat dalam Naskah Babad Dermayu terbagi tiga jenis, (1) hubungan manusia dengan Tuhan yang berwujud keimanan dan akhlak kepada Tuhan, (2) hubungan manusia dengan diri sendiri yang berwujud sifat jujur, bekerja keras, sabar, baik hati, pemberani, rasa hormat, dan percaya diri,(3) hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial berwujud kekeluargaan, persahabatan dan menghormati orang lain. Implementasi Naskah Babad Dermayu sebagai bahan ajar cerpen untuk kelas XI SMA dilakukan dengan cara membuat bahan ajar yang berbentuk
Gejala Hiperkorek Pada Tugas Mahasiswa yang Berbantukan Artificial Intelligence: Kajian Semantik Khuzaemah, Emah; Nurpadillah, Veni; Fahira, Dima Azharul; Rahman, Muhammad Arif
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8019

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of hypercorrection in students’ assignments written with the assistance of Artificial Intelligence (AI). This research employs a descriptive qualitative method. The data sources are students’ assignments produced with the help of AI applications. The data consist of text excerpts in the form of words, phrases, clauses, and sentences containing semantic errors. The research was conducted at three universities UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, and Universitas Darul Ma’arif specifically in the Indonesian Language Education study program, from May to September 2024. Data were collected using the non-participatory observation method (Simak Bebas Libat Cakap) and note-taking technique. The data were analyzed using the distributional method (Metode Agih) with the Immediate Constituent Analysis technique (Bagi Unsur Langsung/BUL) and the translational equivalent method (Metode Padan Translasional) with the Determining Element Sorting technique (Pilah Unsur Penentu/PUP). The results show that from the essays produced by students across the three universities in the Ciayumajakuning region, there were 27 cases of hypercorrection errors. These errors generally occurred due to the excessive or inappropriate use of words that altered the intended meaning. Overall, the findings indicate that the use of AI in academic writing has not yet fully supported linguistic accuracy, particularly in the semantic aspect. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gejala hiperkorek dalam tugas mahasiswa yang disusun dengan bantuan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian berasal dari tugas mahasiswa yang menggunakan bantuan AI dalam proses penulisannya. Data penelitian berupa penggalan teks berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang mengandung kesalahan berbahasa pada tataran semantik. Penelitian dilaksanakan di tiga universitas, yaitu UIN Siber Syekh Nurjati, Universitas Kuningan, dan Universitas Darul Ma’arif pada program studi Pendidikan Bahasa Indonesia, dengan waktu pelaksanaan mulai Mei hingga September 2024. Teknik pengumpulan data menggunakan metode simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan metode agih menggunakan teknik Bagi Unsur Langsung (BUL) serta metode padan translasional dengan teknik Pilah Unsur Penentu (PUP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari teks esai mahasiswa di tiga universitas wilayah Ciayumajakuning ditemukan sebanyak 27 data kesalahan berbahasa yang tergolong gejala hiperkorek. Kesalahan tersebut umumnya berupa penggunaan kata berlebihan atau bentuk koreksi berlebihan yang tidak sesuai dengan konteks makna. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan kecerdasan buatan dalam penyusunan tugas akademik belum sepenuhnya mampu mendukung ketepatan berbahasa, khususnya pada aspek semantik.