Claim Missing Document
Check
Articles

Konservasi Elang Bido di Taman Kehati Pupuk Kujang Reyno Pramudyono Widiasmara; Fahmi Arifan
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 1, No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.723 KB)

Abstract

Ekosistem di kawasan Taman Keanekaragaman Hayati Pupuk Kujang sangat beragam, namun belum banyak informasi keberadaan satwa yang dilindungi khususnya burung elang ular bido yang ada di kawasan ini. Dalam operasi pabriknya PT Pupuk Kujang menghasilkan debu urea yang mengandung ammonia tidak disukai oleh binatang tikus dan ular karena aromanya yang tajam serta dapat dimanfaatkan sebagai bio indikator untuk dapat merangsang mangsa elang ular bido (Spilornis cheela Latham,1790) yaitu tikus dan ular keluar dari sarangnya. Manajemen PT Pupuk Kujang mencanangkan program konservasi hewan langka dan dilindungi salah satunya adalah elang ular bido  yang kerap melintas di area penyangga/koridor satwa dekat lapangan golf dan hutan inti. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor penentu yang mempengaruhi keberhasilan konservasi elang ular bido di kawasan TKHPK. Pengambilan data dilakukan secara observasi dan penelurusan dokumen. Hasil penelusuran dijumpai beberapa satwa yang dilindungi berada di kawasan ini antara lain Burung Elang Bido (Spilornis cheela Latham,1790), Burung Madu Sriganti (Nectarinea jugularis) dan Burung Cekakak Sungai (Halcyhon chloris). Kriteria yang digunakan untuk menilai tingkat keberhasilan konservasi elang ular bido, yaitu kesesuaian kondisi habitat TKHPK sebagai refugia elang ular bido, perjumpaan di alam & kemampuan untuk berkembang biak. Program rehabilitasi koridor satwa dengan penanaman pohon yang berstruktur tinggi di tepi kawasan TKHPK selain untuk konservasi elang ular bido, menjaga keseimbangan rantai makanan juga meminimasi pencemaran emisi debu urea yang dihasilkan. Kata kunci : konservasi; elang ular bido
“Avicennia-Hand Sanitizer” dari Ekstrak Daun Api-Api sebagai Antiseptik Non-Allergic Fahmi Arifan; Siti Fatimah; Wisnu Broto; Ni Putu Adeyani
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 3, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.208 KB)

Abstract

Pada pandemi Covid-19 ini pemerintah menganjurkan untuk selalu patuh pada kebersihan. Salah satu caranya adalah menggunakan Hand Sanitizer. Bahan dasar pembuatannya harus memiliki kandungan aniseptik. Kelurahan Karya Makmuir merupakan salah satu daerah yang mempunyai berbagai potensi seperti perikanan, pertanian serta hutan mangrove. Pada penelitian ini, sumber daya mangrove di Keluarahan Karya Makmur. Salah satu jenis mangrove yaitu jenis api-api memiliki bahan antiseptic alami berupa etanol, flavonoid, fenol dan polifenol saponin Berdasarkan penelitian ini menjelaskan bahwa dari segi uji organoleptik, Avicennia Hand Sanitizer sudah sesuai dengan SNI dan Hand Sanitizer yang beredar dipasaran
Desinfektan dari Batang Serai, Daun Serai, Daun Sirih dan Kulit Jeruk Nipis Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Siti Fatimah Pradigdo; Lulu Nafysatul Alwy
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 3 (2021): Desember 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.708 KB)

Abstract

Desa Wisata Lerep berada di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Desa Wisata Lerep merupakan desa yang cukup luas, kurang lebih 682 hektar yang memiliki 64 RT, 10 RW serta delapan dusun. Selain itu, Desa Wisata Lerep mempunyai wilayah yang sangat luas dan potensi alam yang melimpah. Desa Wisata Lerep memiliki cukup banyak potensi alam diantaranya curug, persawahan, pemandangan alam serta keanekaragaman hayati. Semakin meningkatnya kasus covid-19 termasuk di Desa Lerep. Maka, perlu adanya upaya bagi setiap warga untuk meningkatkan kesadaran untuk tetap menjaga protokol kesehatan diantaranya dengan penyemprotan desinfektan guna menghambat atau membunuh mikroorganisme pada virus. Bahan yang digunakan dalam pembuatan desinfektan yaitu dengan memanfaatkan jenis tumbuhan yang ada disekitar rumah warga agar mampu secara mandiri dalam membuatnya.Kata Kunci : Virus, Bahan alami, Desinfektan
Gel Pengharum Ruangan dari Daun Teh Diperkuat dengan Karagenan dan Xanthan Gum Fahmi Arifan; Wisnu Broto; Inggrit Pangestu
Pentana: Jurnal Penelitian Terapan Kimia Vol 2, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.365 KB)

Abstract

Pembuatan teh di Indonesia ialah hal yang sudah biasa dilakukan, bahan baku yang biasanya digunakan ialah pucuk daun dari tanaman teh (Camellia sinensis). Jenis teh yang biasa digunakan ialah green tea yang mengandung kegunaan dibidang medis sebagai antibakteri, mengatasi kegemukan, dan mengatasi kanker. Kandungan yang terdapat dalah green tea ialah protein0(15-20%),asam amino0seperti teanine0, asam0aspartat, tirosin, 0triptofan, 0glisin, 0serin, valin, 0leusin, 0arginin0(1-4%), karbohidrat0seperti0selulosa, dan lain-lain (5- 7%), lemak, vitamin serta zat volatile. Pemanfaatan green tea pada eksperimen kali ini ialah sebagai gel pengharum ruangan dalm benruk gel. Metode yang dilakukan dengan cara sosialisasi produk terhadap warga Desa Sikunang. Beberapa uji yang dilaksanakan pada eksperimen ini ialah uji hedonik, uji stabilitas gel serta uji kenampakan (organileptik).
PENGEMBANGAN UMKM MEMBATIK BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA DI DESA CIBELOK, KABUPATEN PEMALANG Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Edy Supriyo; nanik kartikasari; Oktaviani Kusuma Wardani; Mirza Muhammad Faisal
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2022.16538

Abstract

Desa Cibelok secara topografi merupakan desa dengan kondisi topografi datar, berada di perkotaan Pemalang dengan ketinggian 6meter diatas permukaan laut. Dengan berada di dekat perkotaan dan hantaran persawahan yang luas menjadikan sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Dengan posisi wilayah tersebut desa Cibelok memiliki potensi ekonomi yang sangat besar dari sektor pertanian dan perdagangan. Potensi yang dimaksud adalah adanya sentra batik tulis yang berada di dusun Sarwodadi, Cibelok. Di Dusun Sarwodadi terdapat UMKM Batik Arum Cempaka yang menjadi sentra batik di Desa Cibelok. UMKM ini kesulitan dalam bersaing dan menjalankan usahanya. Oleh karena itu, program pengabdian masyarakat yang akan dilaksanakan berfokus pada inovasi cara membatik yang lebih modern yaitu dengan menggunakan canting elektrik. Selain itu program yang dibuat dengan tujuan agar UMKM Batik Arum Cempaka dapat lebih optimal dalam melakukan produksi yaitu gawangan.
OPTIMALISASI PEMBUATAN HAND SANITIZER BERBASIS GEL LIDAH BUAYA DI DESA WANAMULYA, KABUPATEN PEMALANG Wisnu Broto; Fahmi Arifan; Edy Supriyo; nanik kartikasari; Oktaviani Kusuma Wardani; Mirza Muhammad Faisal
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2022.14856

Abstract

Wanamulya Village is one of 13 villages in Pemalang District, Pemalang Regency. Wanamulya Village has an area of 495,375 Ha. To the west it is bordered by Tambakrejo Village, to the north by Bojongnangka Village, to the south by Banjarmulya Village, to the east by Mengori Village. The condition of the village land is dominated by rice fields. The aloe vera plant which was previously underutilized can now be converted into an addition to the manufacture of hand sanitizers so that people no longer buy hand sanitizers in the market. Hand sanitizer is easy to make independently of a mixture of alcohol and water. Alcohol with a high concentration will kill the virus, but at the same time cause the skin to become dry with high frequency of use. To reduce this, additive compounds are needed, one of which is aloe vera as a softener and antibacterial because it contains aloe vera. The purpose of this community service is to educate the public in making hand sanitizers by adding additives in the form of aloe vera. The results of this community service activity have an impact on public knowledge about making hand sanitizers with the addition of aloe vera independently, which is very visible from the enthusiasm of the people of Wanamulya Village in participating in this service program.
OPTIMALISASI PRODUKSI MINUMAN HERBAL JAHE INSTAN BERBASIS TEKNOLOGI TEPAT GUNA UNTUK MENINGKATKAN IMUNITAS DI KELURAHAN BEJI, KABUPATEN PEMALANG Wisnu Broto; Siti Susanti; Valentinus Priyo Bintoro; Fahmi Arifan
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 2, No 4 (2022): November 2022
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2022.16439

Abstract

Kelurahan Beji menjadi salah satu desa di Kabupaten Pemalang yang memiliki potensi alam guna dikembangkan dalam usaha pembuatan Jamu Tradisional. Sektor usaha jamu di Kelurahan Beji tersebut dapat menunjang pembangunan ekonomi desa dengan bergabung dalam LKP “PUSPITASARI”. Disisi lain Minuman Jahe Instan sangat berguna dalam membangkitkan imunitas tubuh. Sehingga sangat berpotensi dalam meningkatkan ekonomi desa. Dengan mewujudkan program tersebut menjadi salah satu faktor yang sangat penting dan mendapat perhatian adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Jamu karena Jamu sebagai ujung tombak dan pelaku pengembang yang berada ditingkat lapangan. Permasalahan yang muncul pada bidang produksi, pemasaran, dan manajemen produk yaitu belum adanya diversifikasi produk minuman jahe instan serta pengolahan produksi jahe masih tradisional. Solusi yang diberikan melaksanakan pelatihan serta agar produktivitas dan kualitas produk meningkat, diperlukan penerapan teknologi tepat guna berupa alat granulator. Luaran yang diharapkan adalah adanya peningkatan omset, diversifikasi olahan minuman instan, dan terapan teknologi tepat guna. Dengan danya pengabdian ini diharapkan agar produksi minuman herbal jahe instan dengan alat Teknologi Tepat Guna Granulator mampu dioptimalkan dalam produksi sehingga produk yang dihasilkan.
Peningkatan Produktivitas UMKM Minuman Kesehatan “Bozza” di Kabupaten Kendal melalui Pengembangan dan Aplikasi Teknologi Tepat Guna Alat Presto Hidrotermal Subkritis Vita Paramita; Budiyono Budiyono; Rizka Amalia; Mohamad Endy Yulianto; Ifana Ifana; Hermawan Dwi Ariyanto; Heny Kusumayanti; Edy Supriyo; R.T.D Wisnu Broto; Anggun Puspitarini Siswanto; Fahmi Arifan
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 3, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2023.17238

Abstract

UMKM ”Bozza” merupakan salah satu UMKM di Desa Meteseh Kecamatan Boja Kabupaten Kendal dengan produksi berupa minuman kesehatan dan jamu dalam bentuk ekstrak dan serbuk instan, salah satunya adalah sari jahe instan. Proses produksi sari jahe instan UMKM ini masih bersifat konvensional, mulai dari pemarutan, pemerasan, kristalisasi, penggilingan, pengayakan hingga pengemasannya. Demikian juga pada proses produksi minuman ekstrak masih terkendala pasturisasi dan sterilisasi dengan cara perebusan konvensional sehingga tidak ada kontrol maupun kendali suhu yang mengakibatkan kualitas dan higienitasnya tidak terjamin. Oleh karena itu, adanya solusi dengan menerapkembangkan teknologi berbasis riset agar dapat berkembang lebih baik. Aplikasi alat berbasis riset berupa alat presto dengan konsep hidrotermal subkritis yang digunakan untuk meningkatkan kualitas produktivitas rempah-rempah. Melalui alat ini, senyawa bioaktif gingerol, shogaol, paradol dan zingeron dari jahe akan meningkat sehingga memiliki efek farmakologi seperti: meningkatkan imunitas, antikanker, antioksidan, antikarsinogenik dan antiosteoporosis. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas UKM minuman rempah melalui pengembangan aplikasi teknologi tepat guna, berupa alat presto dengan konsep hidrotermal subkritis. Kegiatan PUPS dilakukan secara terintegrasi, sinergis, dan melembaga antara Sekolah Vokasi UNDIP dan SMK Negeri 3 Kendal serta mitra UMKM Bozza.
Communication with Compassion in the #KlikBiarSelamat Campaign Fitmi , Khaira; Saefihim; Hikmawan, Ratu Assyifa Khairunnisa Noor Rizky; Arifan, Fahmi
Jobmark: Journal of Branding and Marketing Communication Vol. 2 No. 1 (2020): JOBMARK Vol 2 No 1 (July - December 2020)
Publisher : Graduate School of Communication Universitas Bakrie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36782/jobmark.v2i1.302

Abstract

The #KlikBiarSelamat campaign communicates the importance of wearing a helmet correctly when riding a motorbike. This article dissects the case of the advertising campaign and hashtag for using helmets from the Komunikasih theory (communication with compassion) perspective. The campaign was initiated with sincere intentions and goals: to convey constructive and selfless messages, send messages and feedback full of compassion, form meaning with empathy, use positive media and provide a loving impact. This study can be an essential reference for campaigners in applying Komunikasih in persuasion communication activities to produce positive and peaceful results without counterproductive conflict.
Implementasi Teknologi Tepat Guna Mesin Pemarut Jahe dan Expired Date Pada Proses Produksi Jahe Instan Sebagai Produk Unggulan Kabupaten Pemalang Broto, Wisnu; Arifan, Fahmi; Supriyo, Edy; Kartikasari, Nanik; Prasetyo, Alif Nur Fauzi; Utami, Palupi Diah
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 3, No 2 (2023): November 2023
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2023.20692

Abstract

Kelareyan Village, Pemalang Regency is topographically a lowland area which is also the economic traffic of Pemalang district, so it is very suitable for agricultural and trading businesses. Kelareyan Village trading commodities are people's daily commodities such as food, beverages, clothing, medicine, and so on. With the position of the region, Kelareyan Village has enormous economic potential from the agricultural and trade sectors. The potential in question is the existence of a herbal beverage production center. In Kelareyan Village, there is a Kelareyan Independent Farmer Business Group (KUT) owned by Mr. Eko by producing instant ginger drinks from ginger-based ingredients. The problem faced by the Independent Farmer Business Group (KUT) is the contraction for ginger grinding with simple manual tools, causing the size of fine ginger to be not uniform so that it is less optimal in quality and quantity of production and other problems, namely the expired date printer that is still simple (stampel) so that it can still be quickly lost on the packaging. Therefore, the community service program that will be implemented focuses on socialization innovations and training on the use of ginger shredding machines and automatic expired date machines. In addition, the program was made with the aim that the Kelareyan Independent Farmer Business Group (KUT) can be more optimal in producinginstant ginger drinks.
Co-Authors A Abdullah Abdullah Abdullah Afif Hamdani Ahmad Walihul Mahalli Aisy, Jasmine Rikhdatul Amelia Ayuningtyas, Amelia Ana Silviana Anang M Legowo Anggun Puspitarini Siswanto Anindita Nur Aisiyah Anis Siti Nurjannah Antonius Hintono Aprilia Larasati Dewi Aqila Yulinda Sani Arnis Rochma Harani, Arnis Rochma B Budiyono Broto, R.T.D. Wisnu Budi Cahyo S.P. Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan W Kurniawan W, Deddy Kurniawan W Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Deddy Kurniawan Wikanta Didik Ariwibowo Dina Riyanti Diyono Ikhsan Dwi Handayani Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Eflita Yohana Ektanisa Salsabila Elvina Kiki Damayanti Endang Sri Lestari Enrico Fendy Sapatra Fitmi , Khaira Frisca Riana A Fuadiyah, Dinana Anissatul Heni Rizqiati Heny Kusumayanti Heny Kusumayanti Hermawan Dwi Ariyanto Hermin Werdiningsih Hikmawan, Ratu Assyifa Khairunnisa Noor Rizky Ifana Ifana Indah Hartati Inggrit Pangestu Isti Pudjihastuti Isti Pujihastuti Kania, Adira Kartikasari, Nanik Laela Maya Ufa Laila Faizah, Laila Latif, Abdul Lulu Nafysatul Alwy Luthfiana Azmi Luthfiyah Nur Sulistiyani M. Dwi Khoirun Adim, M. Dwi Khoirun M. Endy Yulianto Margaretha TS, Margaretha Margaretha Tuti Susanti Mirza Muhammad Faisal Mirza Muhammad Faisal Miskiyah & Wisn Agus Supriatna Somantri Miskiyah & Wisnu Broto Agus Supriatna Somantri Mohamad Endy Y Yulianto Muhammad Kelvin Nandita Muhammad Ulil Absor Muhammad Yusuf Murni - Murni Murni Murni Murni Nabilla Putri Humala Nadya Permata Kamila Nandhika, Wanda Mudya nanik kartikasari Ni Putu Adeyani Ni Putu Adeyani Niswah, Ulfatun Nurwantoro . Nurwantoro Nurwantoro Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktaviani Kusuma Wardani Oktisya Devi Widyaningsih Pinandita Rekyan Gupita Prasetyo, Alif Nur Fauzi Primartu, Syaviela Viagul Sams Purwoko, Agus R.T.D Wisnu Broto R.TD Wisnu Broto Rangkum Sembodo Rani Widya Pramesthi Remita Septriani Rendy Ardianto resza riskiyanto Reyno Pramudyono Widiasmara Rinta Kridalukmana Rio Sentosa Rizka Amalia RTD Wisnu Broto Saefihim Salsabila Salsabila Satria, Komang David Adi Setiawati, F S Nugraheni Silviana Silviana Siswo Sumardiono Siswo Sumardiono Siti Fatimah Siti Fatimah Siti Fatimah Pradigdo Siti Nurlaela Noviana Siti Susanti Siti Susanti Siti Susanti, Siti Suzanna Ratih Sari Triyono Triyono Utami, Palupi Diah Valentinus Priyo Bintoro Valentinus Priyo Bintoro Vinsensius Aldi Vita Paramita Vita Paramitha Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wahyuningsih Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Winda Agustin Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Wisnu Broto Yudanto, Yusuf Arya Yusuf Arya Yudanto Zainal Abidin Zulfaidah Ariany Zuniati, Neti