Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

DIVERSIFIKASI RESIDU PRODUK OLAHAN HOME INDUSTRY SIRUP JERUK KALAMANSI DI KABUPATEN BENGKULU TENGAH Evi Maryanti; Dyah Fitriani; Fathnur Sani
DHARMA RAFLESIA Vol 15, No 1 (2017): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v15i1.4234

Abstract

Community Service Activities for Residual Diversification of Processed Products Home Industry Syrup Kalamansi in Bengkulu Tengah has been completed. This activity aims to reduce the residual volume of unused Kalamansi syrup yields, the production of high value essential oils and various essential and economically valuable essential oil-based citrus oil products. In this activity we have conducted training on the way of extraction of essential oil from citrus peel residue and crude fiber (dregs) leftover of Kalamansi syrup using direct steam distillation method, followed by training of various essential oil based health products in form of aromatherapy roll oil, and Antiseptic liquid soap. From the results of the activities that have been done, the essential oil from the residue of Kalamansi syrup made of clear liquid smelling orange Kalamansi. It has also been produced several products made from active essential oil of orange Kalamansi such as wind oil roll on, liquid bath soap, lotion and liquid washing soap. The four products have a typical citrus scent Kalamansi, but need to be refined formula to produce a quality product and selling value. Keywords: Citrus Kalamansi, Steam Distillation, essential oils, wind aromatheraphy oil.
Preparation of Fe-intercalated Graphite Based on Coal Tailings, Dimensional Structure Irfan Gustian; Eka Angasa; Dwi Agustini; Evi Maryanti; Dyiah Fitriani
Aceh International Journal of Science and Technology Vol 4, No 3 (2015): December 2015
Publisher : Graduate Program of Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.343 KB) | DOI: 10.13170/aijst.4.3.3017

Abstract

Intercalated graphite from coal tailings have been modified through the intercalation of iron. Coal tailings which is a byproduct of the destruction process and flakes washing results from mining coal. Intercalation of iron goal is to improve the physical properties of graphite and modifying sizes of crystal lattice structure with thermal method. Modification process begins with the carbonization of coal tailings at 500ºC and activated with phosphoric acid. Activation process has done by pyrolysis at 700ºC. The results of pyrolysis was soaked in mineral oil for 24 hours, then pyrolysis again with variations in temperature 800°C and 900ºC for 1 hour and subsequent intercalation iron at 1% and 2%. Material before activated, after activated, and the results of pyrolysis still indicates order nano: 29, 25 and 36 nm respectively. X-ray diffraction characterization results indicate that change in the structure, the sizes crystal lattice structure of the material The greater the concentration of iron was added, the resulting peak at 2θ = 33 and 35 also will be more sharply. The results of SEM showed different morphologies from each treatment.
Uji Efektivitas Modifikasi Kitosan dari Cangkang Bekicot dan Pektin Kulit Jeruk Kalamansi sebagai Edible Coating Penghambat Pembusukan Buah Tomat Wulan Aprilia Syafitri; Warda Zahara; Della Faronica; Ica Sulistri; Maryanti, Evi
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.31579

Abstract

Tomat termasuk buah klimaterik yang cepat masak ketika sudah matang. Buah tomat banyak ditemukan di pasar-pasar baik pasar tradisional maupun pasar modern dan harganya yang relatif murah. Buah dan sayuran memiliki sifat yang tidak dapat bertahan lama jika disimpan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian edible coating berbahan aktif kitosan dari cangkang bekicot dan pektin dari kulit jeruk kalamansi terhadap lama penyimpanan buah tomat.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan sebanyak empat taraf dan tiga pengulangan. Variabel terikat adalah lama penyimpanan. Percobaan dilakukan dengan ulangan tiga kali, sehingga akan diperoleh unit percobaan sebanyak 12 unit. Takaran dalam membuat edible coating dari cangkang bekicot dan ekstrak kulit jeruk kalamansi dibuat dengan perbandingan masing-masing 1:0; 0:1; 1:1; 2:1; dan 1:2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan edible coating berpengaruh nyata terhadap tekstur, warna, bentuk, dan aroma pada tomat. Kandungan edible coating yang paling berpengaruh yaitu pada perlakuan 2:1 (P2K1) dimana pada  perlakuan ini tomat dapat tahan sampai pada 29 hari.
Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Kulit Bawang Putih sebagai Pestisida Nabati pada Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang Maryanti, Evi; Putri, Mutiara Wulandareka Joliet Putri; Simanjuntak, Gresanty Oktavia; Cahayani, Aswinda; Hevio, Muhammad Maqbul Farhansyah
DHARMA RAFLESIA Vol 22 No 1 (2024): JUNI (ACCREDITED SINTA 5)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/dr.v22i1.31597

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari, bawang merah dan bawang putih merupakan bahan yang wajib dalam masakan. Desa Tapak Gedung yang merupakan salah satu desa di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu memiliki tradisi “ngerewang” yaitu kerja sama warga desa dalam memasak  menghasilkan banyak limbah kulit bawang. Limbah kulit bawang merupakan salah satu limbah organik yang jika diolah dengan cara yang tepat dapat menghasilkan pestisida yang berguna untuk tanaman budidaya. Dengan adanya kegiatan pendampingan mahasiswa membangun desa , diharapkan masyarakat Desa Tapak Gedung mendapatkan wawasan serta keterampilan dalam mengolah limbah kulit bawang menjadi pestisida nabati serta membangun kesadaran masyarakat akan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomis. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan kegiatan membangun desa   dilakukan dengan mengadakan sosialisasi, pembuatan, serta pengaplikasian pestisida nabati dari kulit bawang. Pestisida nabati berbahan dasar kulit bawang yang dihasilkan efektif bekerja, dimana hama  semut dan kutu putih pada tanaman pohon jambu biji jauh berkurang setelah penggunaan pestisida.  Kulit bawang merah dan kulit bawang putih dapat dimanfaatkan dan efektif menjadi pestisida untuk memberantas hama, serta dapat menjadi alternatif dari penggunaan pestisida kimiawi. 
SYNTHESIS AND CHARACTERIZATION OF SnO2/ZnO COMPOSITE USING JAPANESE PAPAYA LEAF EXTRACT (Cnidoscolus aconitifolius) WITH HYDROTHERMAL METHOD Puspita, Heni; Agustin, Rika; Asdim; Angasa, Eka; Maryanti, Evi; Martono Hadi Putranto, Agus
SPIN JURNAL KIMIA & PENDIDIKAN KIMIA Vol. 6 No. 2 (2024): July - December 2024
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/spin.v6i2.10997

Abstract

SnO2/ZnO composites were synthesized using the hydrothermal method using Japanese papaya (Cnidoscolus aconitifolius) leaf extract. This study aims to determine the effect of using Japanese papaya leaf extract (Cnidoscolus aconitifolius) on the formation of crystallinity and morphology in synthesizing SnO2/ZnO composites. Synthesis was carried out with variations in mass of 5, 10, and 15 grams using the hydrothermal method for 12 hours at 160°C. The results of X-Ray Diffraction (XRD) characterization show that wide diffractogram peaks are identified as the peaks of the SnO2 compound with a tetragonal structure and sharp peaks are identified as the peaks of the ZnO compound. The Fourier Transform Infrared (FTIR) characterization shows the peak wave number of 665 cm-1 which is the Sn-O-Sn strain and the peaks at wave numbers 598 cm-1 and 501 cm-1 which are the Zn-O strain. Characterization of Scanning Electron Microscopy (SEM) in the synthesis of SnO2/ZnO composites after adding Japanese papaya (Cnidoscolus aconitifolius) leaf extract had relatively reduced particle size and aggregate formation compared to no extract. The best effective mass of Japanese papaya leaf extract (Cnidoscolus aconitifolius) is the mass variation of 15 grams with 28.49 nm crystals.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK KALAMANSI (Citrus microcarpa Bunge) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Septiani, Nadia; Maryanti, Evi; Hermansyah, Oky; Putri, Mutiara Wulandareka Joliet
Jurnal Ilmiah Pharmacy Vol 11, No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52161/jiphar.v11i1.529

Abstract

Jeruk kalamansi mengandung senyawa yang berkhasiat sebagai antioksidan yang sangat baik untuk mencegah dan menangkal radikal bebas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan minyak atsiri dari kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge). Penelitian ini dilakukan dengan mendestilasi minyak atsiri dari kulit buah jeruk kalamansi (Citrus microcarpa Bunge) menggunakan metode destilasi uap air. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrozil) dan diukur Spektrofotometri UV-Vis serapan 515 nm. Data yang diperoleh kemudian dihitung nilai aktivitas antioksidan dan dinyatakan dengan nilai IC50. Hasil penelitian menunjukan minyak atsiri kulit buah jeruk kalamansi memiliki aktivitas antioksidan, dengan nilai IC50 adalah 50,31 µg/mL (tergolong kuat 50 µg/mL – 100 µg/mL).
Synthesis and Characterization of Composite Materials Based on Bacterial Cellulose and Fly Ash Yuliah, Maya; Sutanto, Teja Dwi; Maryanti, Evi; Angasa, Eka; Gustian, Irfan
Science and Technology Indonesia Vol. 10 No. 2 (2025): April
Publisher : Research Center of Inorganic Materials and Coordination Complexes, FMIPA Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26554/sti.2025.10.2.552-561

Abstract

The synthesis of composite materials based on bacterial cellulose with fly ash (FA) has been carried out based on the mass ratio between bacterial cellulose and fly ash, namely 0.005:4.995; 0.01:4.99; 0.015:4.985, and 0.02:4.98. Bacterial cellulose was obtained from the fermentation of coconut water and fly ash was treated after being obtained from the Steam Power Plant (PLTU) of Bengkulu Electric Power Plant Pulau Baai. The characterization of the composite material that had been formed was analyzed using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), X-ray diffraction (XRD), Raman Spectroscopy, and Scanning Electron Microscope (SEM), the results can be validated that the bacterial cellulose composite has been formed with fly ash. The FTIR results also support the XRD results that have been obtained, Raman spectroscopy shows a Raman shift at 1352 cm-1 as an indication of the bending of C-C-H, CH2, and C-OH the highest conductivity was obtained in the variation of 0.02:4.98 which is 2.45×10-3 S/cm. The methanol permeability test obtained was higher along with the addition of fly ash to bacterial cellulose occurred in the composite material variation of 0.02:4.98, which is 3.66×10-9 mol/cm.s. The highest water absorption occurred in the composite material variation of 0.01:4.98 reaching 718% and the results of SEM micrographs with a magnification of 10000× produced a morphology in the form of fibers with fly ash components interwoven by bacterial cellulose fibers.
Edukasi dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Ecoprint pada Tas Bekal di Desa Tapak Gedung, Kepahiang Maryanti, Evi; Dwiwibangga, Yoravika; Gustian , Irfan; Banon, Charles; Asteria, Marissadona
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 5 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v5i1.41605

Abstract

Kegiatan pelatihan ecoprint pada media tas bekal anak dilaksanakan di Desa Tapak Gedung, Kecamatan Tebat Karai, Kabupaten Kepahiang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kreativitas, dan keterampilan masyarakat, khususnya anak-anak dalam membuat ecoprint. Pelatihan melibatkan sekitar 48 peserta, termasuk 25 anak-anak di rentang usia 5-15 tahun. Teknik ecoprint diajarkan dengan memanfaatkan bahan alami, seperti daun dan bunga yang mudah ditemukan di desa. Melalui teknik ecoprint, anak-anak dapat menciptakan desain dan pola unik pada tas bekal dengan memanfaatkan bahan alami di sekitar, seperti daun dan bunga. Melalui metode ceramah, diskusi, dan praktik langsung, peserta diberikan pelatihan tentang membuat ecoprint dengan teknik pounding. Hasil kegiatan ini menunjukkan masyarakat telah memahami dan bisa menghasilkan tas bekal bermotif unik. Diharapkan kegiatan ini dapat membuka wawasan masyarakat mengenai potensi bahan alami untuk produk kreatif yang ramah lingkungan.
FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN NANOEMULGEL ZINK OKSIDA DENGAN VARIASI KONSENTRASI CARBOPOL-940 SEBAGAI GELLING AGENT Maryanti, Evi; Arifin, Muhammad; Perma Sari, Rose Intan; Wirahmi, Nori; Putri, Dwi Kurnia; Kurniawan, Tri Danang
BENCOOLEN JOURNAL OF PHARMACY Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/bjp.v5i1.41163

Abstract

Sediaan nanoemulgel merupakan sediaan topikal dengan kombinasi antara fasa nanoemulsi dan basis hydrogel. Tujuan dari penelitian ini yaitu melakukan formulasi dan evaluasi sediaan nanoemulgel berbahan aktif nanopartikel ZnO (NPs ZnO) dengan variasi konsentrasi carbopol-940. NPs ZnO yang digunakan disintesis dengan metode sonokimia. Formulasi nanoemulgel dibuat dengan variasi konsentrasi carbopol-940: 0,5%, 1%, dan 1,5%. NPs ZnO yang dihasilkan memiliki kemurnian yang tinggi dengan ukuran kristal sebesar 11,929 nm. Hasil formulasi nanoemulgel dari ketiga formula (F1, F2, dan F3) memiliki tipe emulsi minyak dalam air (a/m), dengan F1 dan F2 memenuhi kriteria nilai daya sebar, pH, dan viskositas, sedangkan F3 tidak memenuhi kriteria daya sebar. Nilai daya sebar, derajat keasaman (pH), uji viskositas dari nanoemulgel berbahan aktif NPs ZnO dipengaruhi oleh konsentrasi carbopol-940.
PENETAPAN KADAR VITAMIN B1 PADA KACANG KEDELAI DAN SUSU KEDELAI MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Maryanti, Evi; Maryana, Dina; Hermansyah, Oky; Andini, Vicka; Dwiwibangga, Yoravika
RAFFLESIA JOURNAL OF NATURAL AND APPLIED SCIENCES Vol. 5 No. 1 (2025): April
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/rjna.v5i1.41792

Abstract

Salah satu tumbuhan yang mengandung vitamin B1 adalah kacang kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kadar vitamin B1 (tiamin) pada kacang kedelai dan susu kedelai menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan penambahan bromtimol biru sebagai indikator. Sampel kacang kedelai dan susu kedelai diperoleh dari industri rumahan di Kelurahan Kebun Tebeng, Kota Bengkulu. Penentuan kadar vitamin B1 menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis dengan baku pembanding vitamin B1 standar BPFI. Reaksi antara vitamin B1 dan indikator terjadi dalam suasana basa dan menunjukkan perubahan warna yang diukur pada panjang gelombang 615 nm. Hasil analisis menunjukkan kadar vitamin B1 dalam kacang kedelai sebesar 0,444%, sedangkan pada susu kedelai sebesar 0,190%. Hasil ini menunjukkan bahwa kadar vitamin B1 pada susu kedelai lebih rendah dibandingkan dengan kacang kedelai mentah. Fenomena ini mengindikasikan bahwa proses pengolahan kedelai menjadi susu kedelai menyebabkan penurunan kandungan vitamin B1. Penelitian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pemilihan metode pengolahan yang dapat mempertahankan kandungan nutrisi pada produk olahan kedelai, khususnya vitamin B1. Penurunan kadar vitamin B1 selama proses pengolahan menjadi perhatian utama dalam memastikan kualitas nutrisi produk olahan kedelai, terutama yang dikonsumsi sebagai sumber nutrisi tambahan.