Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Science Education Through the Predict – Investigation – Collaboration – Technology Application (PICOTA) Framework : A Systematic Review Candra Abdillah; Wiyanto Wiyanto; Siti i Fathonah
Proceedings of International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 12 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Predict–Observe–Explain (POE) model has been widely implemented in primary science education to support conceptual change and the development of science process skills. However, research on POE continues to exhibit conceptual fragmentation, reflected in the diversity of theoretical foundations, instructional designs, and learning outcome orientations. Furthermore, the conventional POE model has not fully accommodated the demands of twenty-first-century learning, which emphasize collaboration and the integration of technology. Therefore, this study aims to examine the theoretical foundations, instructional designs, and learning outcomes associated with POE, while reconceptualizing the model within the context of primary science education. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) based on the PRISMA 2020 guidelines. Articles were retrieved from the Scopus, Web of Science (WoS), and ERIC databases, covering publications from 2010 to 2025. A total of 78 articles that met the inclusion criteria were analyzed using a thematic synthesis approach. The findings reveal that constructivism, conceptual change theory, inquiry learning, and social constructivism constitute the dominant theoretical foundations underpinning POE research. The implementation of POE has evolved toward investigation-based, collaborative, and technology-enhanced learning approaches. The review also indicates consistent positive effects on conceptual understanding, science process skills, critical thinking, communication, and collaboration. Based on these findings, this study proposes the PICOTA (Predict–Investigation–Collaboration–Technology Application) conceptual framework as a more relevant science learning model for addressing the needs of twenty-first-century education.
Analisis Implementasi Tes Kemampuan Akademik dalam Asesmen Peserta Didik di Indonesia Nirma Yuliana Saputri; Saiful Ridlo; Wiyanto Wiyanto; Arif Widiyatmoko
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (4)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i4.5477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai alat evaluasi capaian akademik peserta didik di Indonesia. Kajian mengenai implementasi TKA penting dilakukan untuk memperoleh gambaran perkembangan penerapannya serta mengidentifikasi keterbatasan cakupan sebagai dasar penguatan asesmen pendidikan. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 20 artikel ilmiah tahun 2021–2026 melalui tahapan pencarian, penyaringan, dan seleksi berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Literatur diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, dan ERIC menggunakan kata kunci terkait Tes Kemampuan Akademik, implementasi asesmen, dan capaian akademik. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui sintesis temuan artikel terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa TKA telah diterapkan pada jenjang SD, SMP, dan SMA dengan kajian pada SMA paling dominan sebesar 60% dari 20 artikel. Pada SD dan SMP, cakupan mata uji TKA masih terbatas pada Bahasa Indonesia dan Matematika, sedangkan bidang sains yang meliputi Fisika, Kimia, dan Biologi ditemukan pada SMA. TKA dapat menyediakan informasi mengenai capaian akademik untuk mendukung evaluasi pendidikan dan menjadi bahan pertimbangan dalam seleksi ke jenjang pendidikan lebih lanjut. Temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan cakupan mata uji IPA pada jenjang SMP untuk menghasilkan pengukuran kemampuan akademik yang lebih komprehensif.