Claim Missing Document
Check
Articles

Resilience, Psychological Well-Being, and Employee Job Stress Puspaningrum, Puspaningrum; Matulessy, Andik; Rini, Rr. Amanda Pasca
International Journal of Social and Management Studies Vol. 4 No. 4 (2023): International Journal of Social and Management Studies (IJOSMAS)
Publisher : IJOSMAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5555/ijosmas.v4i4.363

Abstract

This study aims to determine the relationship between resilience and employee welfare with work stress on employees. The subjects in this study were 150 employees using simple random sampling technique. The method in this study used multiple regression analysis with analytical techniques using SPSS version 26 for windows. Based on the results of the data analysis conducted, it is known that 1) Simultaneously, resilience and psychological well-being are proven to have a significant relationship with work stress. These two variables together have a contribution of 96.4% in reducing work stress levels; 2) Resilience is proven to have a negative and significant relationship with work stress; 3) Psychological well-being is proven to have a negative and significant relationship with work stress
Fear of missing out (fomo) pada konsumen fast fashion yang menggunakan aplikasi tiktok: Bagaimana peran konsep diri dan peer pressure? Yulianto, Fransiska Putri; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract The development of social media, particularly TikTok, has a significant influence on the fast fashion consumption behavior of Generation Z, which is associated with Fear of Missing Out (FoMO), defined as anxiety arising from feeling left behind in information or trends. This study aims to analyze the relationship between self-concept and peer pressure and FoMO among Generation Z fast fashion consumers who use TikTok in Surabaya. The study employed a quantitative correlational approach with 152 respondents selected through purposive sampling based on specific criteria and analyzed using multiple regression analysis. The results indicate that self-concept and peer pressure simultaneously have a significant relationship with FoMO (F = 109.270; p < 0.05). Partially, self-concept shows a significant negative relationship with FoMO (t = −3.911; p < 0.05), while peer pressure shows a significant positive relationship with FoMO (t = 6.761; p < 0.05). These findings emphasize the important role of self-concept and peer pressure in efforts to prevent FoMO among Generation Z TikTok users. Abstrak Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, berpengaruh besar terhadap perilaku konsumsi fast fashion Generasi Z yang berkaitan dengan Fear of Missing Out (FoMO), yaitu kecemasan akibat merasa tertinggal informasi atau tren. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan konsep diri dan peer pressure terhadap FoMO pada konsumen fast fashion Generasi Z pengguna TikTok di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan 152 responden yang dipilih melalui purposive sampling sesuai kriteria tertentu dan dianalisis menggunakan regresi berganda. Hasil menunjukkan bahwa konsep diri dan peer pressure secara simultan berhubungan signifikan dengan FoMO (F = 109,270; p < 0,05). Secara parsial, konsep diri berhubungan negatif signifikan dengan FoMO (t = −3,911; p < 0,05), sedangkan peer pressure berhubungan positif signifikan dengan FoMO (t = 6,761; p < 0,05). Temuan ini menegaskan pentingnya peran konsep diri dan peer pressure dalam upaya pencegahan FoMO pada Generasi Z pengguna TikTok.
Fanatisme, konformitas dan perilaku agresi pada suporter persebaya di benowo Ayunda, Ajeng; Matulessy, Andik; Pratitis, Nindia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No 2 Desember 2025
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract This study aims to examine the relationship between fanaticism and conformity and aggressive behavior among Persebaya supporters in Surabaya City. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The participants consisted of 262 Persebaya supporters residing in Benowo District, aged 13–18 years, who were selected using purposive sampling. Data were collected using Likert-scale questionnaires measuring fanaticism, conformity, and aggressive behavior. Data analysis was conducted using multiple linear regression with the assistance of IBM SPSS version 25.0. The results showed that fanaticism and conformity simultaneously had a significant relationship with aggressive behavior, with an R Square value of 0.735 and a significance level of 0.000 (p < 0.01). Partially, fanaticism had a positive and significant relationship with aggressive behavior (β = 0.319; p < 0.01), while conformity demonstrated a more dominant relationship (β = 1.041; p < 0.01). These findings indicate that higher levels of fanaticism and conformity are associated with a higher tendency toward aggressive behavior among supporters. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fanatisme dan konformitas dengan perilaku agresi di kalangan penggemar persebaya dalam wilayah Surabaya. Studi ini dirancang dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan desain korelasinal. Sebanyak 262 penggemar persebaya yang tinggal di kecamatan Benoeo dengan usia antara 13 hingga 18 tahun menjadi subjek dalam penelitian ini , yang dipilih melalui Teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuisioner dengan skala likerts yang dirancang untuk mengukur fanatisme, konformitas dan perilaku agresi. analisis data dilakukan menggunakan regresi berganda dengan dukungan dari perangkat lunak IBM SPSS versi 25.0. hasil penelitian mengungkapkan bahwa fanatisme dan konformitas memiliki hubungan yang signifikan secara bersamaan terhadap perilaku agresi, dengan nilai R square mencapai 0,735 dan Tingkat signifikan si 0,000 (p<0,01). Jika dianalisis secara terpisah, fanatisme berkolerasi positif secara signifikan dengan perilaku agresi (β = 0,319; p < 0,01), sedangkan konformitas menunjukkan pengaruh yang lebih kuat (β = 1,041; p < 0,01). Temuan ini memperlihatkan bahwa semakin tinggi fanatisme dan konformitas yang dimiliki oleh para pendukung, maka semakin besar pula kecenderungan mereka untuk berperilaku agresi.
Efektifitas Psikoedukasi Pencegahan Perilaku Merokok: Dampak Perilaku Merokok Pada Kesehatan Mental Sarundayang, Tribuana D.; Matulessy, Andik
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 1.B (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan rancangan one group pre-test post-test without control. Responden pada penelitian ini sejumlah 31 responden. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pelatihan dengan metode psikoedukasi untuk memberikan pemahaman kepada siswa SMA tentang bahaya merokok bagi kesehatan mental. Intervensi dalam penelitian ini menerapkan pendekatan experiential learning yang diimplementasikan melalui serangkaian teknik, meliputi ceramah, role play, dan diskusi interaktif. Peneliti menggunakan uji paired sample T-tes untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan peserta pelatihan. Hasil penelitian bahwa berdasarkan uji empirik menunjukan bahwa nilai mean Pre-Test sebesar 19,87 sedangan nilai mean Post-Tes sebesar 24,61. Artinya terdapat perbedaan pengetahuan peserta pelatihan dalam hal ini siswa SMA mengenai dampak bahaya merokok bagi kesehatan mental setelah mengikuti kegiatan pelatihan ini. Diharapkan dengan dilakukannya penelitian ini akan menambah bukti ilmiah atau temuan yang berbasis ilmiah untuk memperkuat literasi kepada kita semua bahwa intervensi pelatihan dengan cara psikoedukasi dapat membekali para siswa untuk mengetahui tentang bahaya perilaku merokok baik untuk kesehatan fisik dan mental serta mengurangi perilaku merokok siswa yang sudah melakukan aktivitas merokok di usia muda
Turnover Intention in Female Workers: The Role of Work-Family Conflict and Work Engagement Diyanti, Daffa Dwi Sri; Matulessy, Andik; Rini, Rr. Amanda Pasca
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p61-69

Abstract

Background: The increasingly advanced industrial development increases the need for labor, but the intention to quit remains a significant challenge because it can harm companies through recruitment costs and the loss of high-quality human resources. This issue is particularly relevant for female workers who often face challenges balancing professional roles with family responsibilities. Objective:  This study aims to determine the relationship between work-family conflict and work engagement with intention to quit among working women in East Java. Method: This study used a quantitative correlational design with a sample of 149 female workers obtained through simple random sampling. Data were collected using scales adapted from the Work-Family Conflict scale, the Utrecht Work Engagement Scale (UWES), and the Intention to Quit Scale, then analyzed using multiple regression analysis. Results:  The results showed that work-family conflict and work engagement together were significantly correlated with intention to quit (F = 7.758; p < 0.01). However, individually, work-family conflict did not correlate with intention to quit (p = 0.290), while work engagement showed a significant correlation with intention to quit (p = 0.001). Conclusion: It is concluded that work engagement is a more dominant factor influencing the intention to quit among female workers compared to work-family conflict, providing an effective contribution of 11.89%. Abstrak Latar Belakang: Perkembangan industri yang semakin maju meningkatkan kebutuhan tenaga kerja, namun niat berhenti kerja tetap menjadi tantangan signifikan karena dapat merugikan perusahaan melalui biaya perekrutan dan hilangnya sumber daya manusia berkualitas tinggi. Masalah ini sangat relevan bagi pekerja perempuan yang sering menghadapi tantangan menyeimbangkan peran profesional dengan tanggung jawab keluarga. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik kerja-keluarga dan keterlibatan kerja dengan niat berhenti kerja di kalangan perempuan yang bekerja di Jawa Timur. Metode:  Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 149 pekerja perempuan yang diperoleh melalui pengambilan sampel acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan skala yang diadaptasi dari skala Konflik Kerja-Keluarga, Skala Keterlibatan Kerja Utrecht (UWES), dan Skala Niat Berhenti Kerja, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi berganda. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa konflik kerja-keluarga dan keterlibatan kerja bersama-sama berkorelasi signifikan dengan niat berhenti kerja (F = 7,758; p < 0,01). Namun, secara individual, konflik kerja-keluarga tidak berkorelasi dengan niat berhenti kerja (p = 0,290), sedangkan keterlibatan kerja menunjukkan korelasi yang signifikan dengan niat berhenti kerja (p = 0,001). Kesimpulan:  Disimpulkan bahwa keterlibatan kerja merupakan faktor yang lebih dominan yang memengaruhi niat berhenti kerja pada pekerja perempuan dibandingkan dengan konflik kerja-keluarga. Keterikatan kerja memberikan kontribusi efektif sebesar 11,89% terhadap intention turnover pada perempuan yang bekerja.
Fostering organizational commitment: The impact of meaningful work and work engagement among millennial employee Bayani, Thalia Zati; Matulessy, Andik; Rini, Amanda Pasca
Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan Vol. 14 No. 1 (2026): January
Publisher : University of Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jipt.v14i1.34939

Abstract

Millennials tend to have lower organizational commitment than previous generations, which often leads them to change jobs more frequently. Both meaningful work and work engagement have been identified as predictors of organizational commitment. This suggests that organizations can improve employee retention and commitment by enhancing the meaningfulness of work and increasing work engagement. This study involved 118 millennial employees as participants. The instruments employed were the Organizational Commitment Scale, the Meaningful Work Scale, and the Utrecht Work Engagement Scale. The data were analyzed using multiple linear regression. The findings demonstrate a significant positive relationship in which meaningful work and work engagement collectively correlate with organizational commitment. The results also indicate that work engagement contributed 34.5% to organizational commitment, which is higher than the 29.3% contribution of meaningful work. This suggests that although both factors are important, work engagement plays a slightly more substantial role in strengthening organizational commitment. Overall, enhancing the meaningfulness of employees’ roles and fostering higher work engagement may increase organizational commitment.
Cyberloafing dengan Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Tingkat Akhir melalui Problem Focused Coping sebagai Mediator Azahra, Aurani Nurika; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6366

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran problem focused coping (PFC) sebagai mediator dalam hubungan antara cyberloafing dan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa tingkat akhir. Mahasiswa tingkat akhir merupakan kelompok yang rentan mengalami tekanan akademik, terutama dalam proses penyelesaian tugas akhir, sehingga perilaku penggunaan internet non-akademik seperti cyberloafing berpotensi memengaruhi kondisi kesejahteraan psikologis mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional dan model mediasi. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Surabaya sebanyak 549.342 mahasiswa. Sampel penelitian berjumlah 200 mahasiswa yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tiga instrumen, yaitu skala kesejahteraan psikologis, skala cyberloafing, dan skala problem focused coping. Analisis data dilakukan dengan bantuan IBM SPSS for Windows versi 26 dan JAMOVI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cyberloafing berhubungan negatif dan signifikan dengan kesejahteraan psikologis (p = 0.001) dengan koefisien sebesar −0,5555, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi cyberloafing, semakin rendah kesejahteraan psikologis mahasiswa tingkat akhir. Selain itu, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa problem focused coping berperan sebagai mediator secara signifikan, dengan nilai Indirect Effect sebesar −0,0314 dan p value sebesar 0,019 (p < 0,05), serta sumbangsih sebesar 5,36% dari total effect. Temuan ini menunjukkan bahwa mediasi yang terjadi bersifat parsial, sehingga pengaruh langsung cyberloafing terhadap kesejahteraan psikologis tetap lebih dominan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mempertimbangkan variabel lain yang relevan serta menggunakan teknik sampling yang lebih representatif.
Co-Authors Abdul Muhid, Abdul Aflaha, Nadia Nufida Aisha, Elvira Nur Aisyah, Syafira Putri Al Farabi, Iltizam Alivan, Abil Nur Alvano, Otniel Giovany Amalya, Iffah Dewi Amanda Pasca Rini, Amanda Pasca Amel, Zayna Faisa Aqshafa, Bintartiara Asmoro, Agung Rian Asy'ari, M Ayunda, Ajeng Azahra, Aurani Nurika Bayani, Thalia Zati Beige, Eka Putri Marina Bilqis Rahmanda Hakim Christina, Dessy Dinar Rapmauli T, Dinar Rapmauli Diyanti, Daffa Dwi Sri Elentina, Mitory Ditya Rantika Farihah, Siti Finiswati, Endang Forexa, Alfaridzi Widya Goman, Evita Gunadi, Tri Handayani, Retno Sri Hapsari, Dwi Ria Maya Herlan Pratikto IGAA Novi Ekayati IGGA Noviekayati Julian H Weno, Julian H Karundeng, Imory Rebecca Jayata Kurniawan, Yusak Kusumawati, Elza Lestari, Bawin Sri Lie, Isaac Limanago, Yuci Lukmanul Hakim Lydia Edmay Viveca David Ma'rufah, St Maduriani, Ismi Maharani, Riska Tantri Martin, Ricky Alejandro Murni, Candra Niken Titi Pratitis NIKMAH, KHOIRUN Nilam Puspasari, Dinda Ningrum, Eka Cahya Ningrum, Rr. Eka Cahya Nugraha Arif Karyanta Nugrahani, Elisa Retno Nurmala, Vina Rizka Paramitha, Maisya Permata, Rezha Anugrah Pratitis, Nindia Purwita, Kiky Marsya Aliyya Puspaningrum, Puspaningrum Putra, Mohammad Ilham Arief Putri, Marsella Aprilola Dwi Qudriyah, Siti Khabibatul Rahma, Dwi Nur Rakib, Mohammad Indra Ramadhan, Abad Gading Ramadhanti, Fadillah Lintang Riana, Nadya Okta Rina, Amherstia Pasca Rohmah, Lailatul Sifa'ur Rr. Amanda Pasca Rini, Rr. Amanda Pasca Safira, Cintya Ma’alis Samudra, Eric Arizona Sarundayang, Tribuana D. Sayidah Aulia Ul Haque Suhadianto, Suhadianto Suhardi . Sulistianingsih, Dwi Hilda Sulistiyowati, Anugrah Suryanto Suryanto Suryanto, S Tantri, Krisnia Ken Tatik Meiyuntariningsih Triastutik, Arik Utomo, Rizky Amelia Uyun, Jauharotul W, Basilia S. WAHYU HERMAWAN, WAHYU Wungu, Klaudia Mustika Yanuar, Rizqi Yudha, Trigasi Carina Ayu Yulianto, Fransiska Putri