Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

The Interplay of Individual Differences and Explicit Pragmatic Input on the Effectiveness of EFL Learners’ Grammar Development Adam, Sutisno; Sailuddin, Sartika Putri; Maricar, Farida
Langkawi: Journal of The Association for Arabic and English Vol. 12 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/lkw.v12i1.12394

Abstract

This study explored the impact of explicit pragmatic input instruction on grammatical development among intermediate-level English as a Foreign Language (EFL) learners, focusing on the moderating role of individual differences, including cognitive ability and learning preferences. Conducted with 65 university students enrolled in a compulsory grammar course, they were randomly assigned to either an experimental group receiving instruction that integrated pragmatic functions within grammar teaching or a control group receiving traditional form-focused grammar instruction. Pre- and post-tests assessed grammatical proficiency, while cognitive ability and learning preferences were measured to evaluate their influence on learning outcomes. Quantitative analyses, including paired-samples t-tests, repeated-measures ANOVA, and hierarchical regression, revealed that the experimental group exhibited significantly greater grammatical improvements than the control group. Moreover, learners with higher cognitive abilities and visual or kinesthetic learning preferences benefited more substantially from explicit pragmatic input instruction. Qualitative data from interviews and classroom observations complemented these findings by highlighting increased learner engagement, motivation, and pragmatic awareness in the experimental group. Participants reported that pragmatic-contextualized activities fostered meaningful grammar learning and practical application in communication, in contrast to the more mechanical learning experiences of the control group. The results underscore the effectiveness of integrating pragmatic input with grammar instruction and emphasize the need to tailor teaching approaches to individual learner profiles. The implications for EFL pedagogy include adopting multimodal, context-rich grammar teaching strategies to enhance communicative competence. This study contributes to advancing evidence-based practices that bridge grammatical knowledge and pragmatic use in diverse contexts of language learning.
EDUKASI INTERNET SEHAT PADA ANAK USIA SD DI KOTA TERNATE Nurfani Nurfani; Farida Maricar; Rudi S. Tawari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.46665

Abstract

Saat ini penggunaan gawai sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, tidak hanya digunakan oleh para orang tua tetapi anak-anak usia SD pun sudah bisa dan terbiasa menggunakan gawai karena difasilitasi oleh orang tua. Dengan gawai, setiap orang memiliki kebebasan untuk meramban beragam informasi dari internet. Kehadiran internet memberikan kemudahan dan kemanfaatan kepada masyarakat yang luar biasa, tetapi pada sisi lain juga membentangkan dampak negatif yang patut dicermati sehingga tidak menimbulkan kubangan yang buruk bagi masyarakat, terutama generasi muda. Atas dasar itu maka perlu ada intervensi dari berbagai pihak untuk turut membantu melakukan kegiatan-kegiatan penyaradaran terhadap anak-anak sehingga menggunakan internet sesuai usia dan kegunaannya. Pengabdian ini merupakan salah satu bentuk intervensi dalam mengedukasi anak-anak usia SD agar menggunakan internet secara sehat. Fokus pengabdian hanya dilakukan di SDN 7 Kota Ternate. Dengan menggunakan metode penyampaian yang sederhana membuat kegiatan pengabdian berlangsung lancar, interaktif dan anak-anak memahami substansi dari pengabdian ini. Edukasi ini tidak bermaksud melarang siswa–siswa untuk tidak menggunakan gawai tetapi memotivasi siswa-siswa untuk menggunakan internet secara sehat. Gawai tetap harus digunakan agar anak tidak ketinggalan teknologi, tetapi penggunaan gawai dapat dilakukan sepatutnya dan atas bimbingan guru dan orang tua.