Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI DENGAN STATUS GIZI BATITA UMUR 1-3 TAHUN DI DESA MOPUSI KECAMATAN BOLAANG MONGONDOW INDUK SULAWESI UTARA 2014 Sahalessy, Risa K. F.; Kapantow, Nova H.; Mayulu, Nelly
eBiomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.3.3.2015.9362

Abstract

Abstract: Nutritional transition is very important to reduce infectious disease prevalence and under nourishment. Whenever we have a balance food intake, our nutrition status will be good. This study aimed to obtain the relation between the energy intake and the nutrition status based on the anthropometric indices: W/A, H/A, W/H, and IMT/A. This was an analytical study with a cross sectional design, using the purposive sampling method. Total samples were 90 children aged under 3 years. Data were collected by using interview about food recall, body weight, and height. The results showed that 62 children (68.9%) had normal nutritional status by using index IMT/A; good nutrition with W/A in 66 children (73.3%); H/A normal in 41 children (45.6%); and W/H normal in 71 children (78.9%). The Spearman’s rank test showed a coefficient value (r) equal to -0,245 and p 0.02 < 𝛼 = 0.05. Conclusion: In most of the children aged under 3 years there was a significant relationship between energy intake and nutrition status (W/A).Keywords: energy intake, nutrition statusAbstrak: Transisi gizi sangat penting untuk menurunkan prevalensi penyakit infeksi dan W/Akekurangan gizi. Status gizi dikatakan baik apabila asupan makanan seimbang. Asupan makanan yang melebihi kebutuhan tubuh akan menyebabkan kelebihan berat badan dan penyakit, sebaliknya, asupan makanan yang kurang dapat menyebabkan tubuh menjadi kurus dan rentan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dengan status gizi berdasarkan indeks antropometri BB/U, TB/U, BB/TB, dan IMT/U. Penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 90 batita yang memenuhi kriteria sampel. Pengumpulan data melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner food recall, timbangan berat badan, dan alat ukur tinggi badan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 62 batita (68,9%) memiliki status gizi IMT/U nomal; 66 batita (73,3%) BB/U gizi baik; 41 batita (45,6%) TB/U normal; dan 71 batita (78,9%) BB/TB normal. Uji satistik Spearman’s rank mendapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,245 dan nilai p 0,02 <α=0,05. Simpulan: Pada sebagian besar batita umur 1-3 tahun terdapat hubungan bermakna antara asupan energi dan status gizi (BB/U).Kata kunci: asupan energi, status gizi
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TERJADINYA FLEBITIS PADA PASIEN YANG TERPASANG INFUS DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT TK. III R.W. MONGISIDI MANADO Ningsih, Hesti Sulistia; Mayulu, Nelly; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1791

Abstract

Abstract: Intravenous therapy is used to repair the condition of patients in maintaining body fluids. One of nosocomial infections that arise as a result of the infusion phlebitis. This study aims to determine the factors that influence the occurrence of phlebitis in patients who installed a drip in hospital wards. Tk. III R.W. Mongisidi Manado. The method used is the method of analytic observational cohort study. The samples used were all patients who underwent infusion in Bougenvile, Cendana and Flamboyan Rooms. Sampling method is a total sampling of 60 people with multivariate data processing. The results showed all, independent variables that have an influence on the occurrence of phlebitis is old variable infusion (p = 0.004 <alpha 0.05) and the selection of the cannula (p = 0.017 <alpha 0.05). Viewing of risk factors / odds ratio (Exp (B)), the selection of the cannula which increases the risk of phlebitis at 0.016 times longer while mounting cannula 4-6 x 24 hours increases the risk of phlebitis by 0.006 times. The conclusion of this research is long infusion phlebitis most influence on the odds ratio for having larger. Suggestion: It is expected for the institutions involved, in this case educational institutions and hospitals in order to further enhance education and training for nurses and prospective nurses in particular on how to minimize the occurrence of infusion phlebitis. Keywords: Risk Factors, Infusion, Phlebitis.     Abstrak: Terapi intravena digunakan untuk memperbaiki kondisi pasien dalam mempertahankan cairan tubuh. Salah satu infeksi nosokomial yang timbul akibat dari pemasangan infus yaitu flebitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya flebitis pada pasien yang terpasang infus di ruang rawat inap RS. Tk. III R.W. Mongisidi Manado. Metode yang digunakan adalah metode analitik observasional dengan studi kohort. Sampel yang digunakan adalah semua pasien yang dilakukan pemasangan infus di Ruang Bougenvile, Cendana dan Flamboyan dengan metode pengambilan sampel yaitu total sampling sebanyak 60 orang dengan pengolahan data secara multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama, variabel independen yang memiliki pengaruh terhadap terjadinya flebitis adalah variabel lama pemasangan infus (p = 0,004 < alpha 0,05) dan pemilihan kanula (p = 0,017 < alpha 0,05). Melihat dari faktor risiko/odds ratio (Exp(B)), pemilihan kanula yang besar meningkatkan risiko terjadinya flebitis sebesar 0,016 kali sedangkan lama pemasangan kanula  4-6 x 24 jam meningkatkan risiko terjadinya flebitis sebesar 0,006 kali. Kesimpulan dalam penelitian adalah lama pemasangan infus lebih beresiko terhadap terjadinya flebitis karena memiliki odds ratio lebih besar. Saran : Diharapkan bagi institusi yang terkait, dalam hal ini institusi pendidikan dan rumah sakit agar lebih meningkatkan lagi pendidikan dan pelatihan bagi para perawat dan calon perawat khususnya tentang cara pemasangan infus untuk meminimalisasi terjadinya flebitis. Kata kunci: Faktor Resiko, Infus, Flebitis.
GAMBARAN STATUS GIZI PADA MAHASISWA AKADEMI KEPERAWATAN RUMKIT TK.III MANADO Wanantara, Made Ardika; Mayulu, Nelly; Onibala, Franly
e-NERS Vol 1, No 1
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ens.v1i1.1789

Abstract

Abstract: One way to monitor the nutritional status of adults is by measuring body mass index. At present time has developed a body mass index chart adults (aged over 18 years) by using the index weight by height. The main purpose of this study is to reveal the nutritional status of students of the Academy of Nursing Rumkit Tk.III Manado. The method used in this research is descriptive method with cross sectional approach. The population in this study is the College Student Nursing Rumkit Tk.III Manado total sampling methods or sampling saturated totaling 265 people. This research was conducted at the campus of the Academy of Nursing Rumkit Tk.III Manado. The results says the respondents with a normal nutritional status as many as 213 people, respondents were underweight and nutritional status as many as 33 people, respondents with more weight nutritional status as many as 14 people and respondents with nutritional status obesity by 5 people. The conclusion of this study is the majority of respondents (80.4%) had normal nutritional status, nutritional status underweight (12.5%), nutritional status more weight (5.3%), and obesity (1.9%). Suggestion expected the Academy of Nursing Rumkit Tk.III Manado in this case more specifically on the student to be more attention to the nutritional importance keep maintaining the nutritional status of students. Keywords: Nutrient state, Students.     Abstrak: Salah satu cara untuk memantau status gizi orang dewasa ialah dengan mengukur indeks massa tubuh. Sekarang telah dikembangkan grafik indeks massa tubuh orang dewasa (umur diatas 18 tahun) dengan menggunakan indeks berat badan menurut tinggi badan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi pada mahasiswa Akademi Keperawatan  Rumkit Tk.III Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Akademi Keperawatan Rumkit Tk.III Manado dengan metode pengambilan sampel  total sampling atau sampling jenuh yang berjumlah 265 orang. Penelitian ini dilaksanakan di Kampus Akademi Keperawatan Rumkit Tk.III Manado. Hasil penelitian menyebutkan responden dengan status gizi normal sebanyak 213 orang, responden dengan status gizi kurus sebanyak 33 orang, responden dengan status gizi berat badan lebih sebanyak 14 orang dan responden dengan status gizi obesitas sebanyak 5 orang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar responden (80,4%) memiliki status gizi normal, status gizi kurus (12,5%), status gizi berat badan lebih (5,3%), dan obesitas (1,9%). Saran diharapkan pihak Akademi Keperawatan Rumkit Tk.III Manado dalam hal ini lebih khusus pada bagian gizi kemahasiswaan agar lebih memperhatikan pentingnya menjaga status gizi mahasiswa. Kata kunci: Status Gizi, Mahasiswa.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI PADA ANAK UMUR 1- 3 TAHUN DI DESA MOPUSI KECAMATAN L OLAYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW INDUK Masela, Hesty R.; Kawengian, Shirley; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.9626

Abstract

Abstract: Infectious diseases are still major problems in many developing countries, including Indonesia. The effectiveness of exclusive breastfeeding is manifested in the reduction of specific disease incidences in infants who receive breast milk compared to formula -fed infants. This study used correlation method with a cross sectional design. Respondents were 90 women who had toddlers (aged less than 3 years) with histories of infectious disesases from September 2014 until Desember 2014. Data were obtained by using questionnaires. The results showed that there were as many as 23 toddlers (26%) with exclusive breastfeeding. History of infectious disease was found in 26 toddlers (28.9%). Regarding the relationship of exclusive breastfeeding with a history of infectious disease (α = 0.05) was found (p) = 0.001 and x2 = 11.883. There was a relationship between breastfeeding with a history of infectious disease in children aged less than 1-3 years in the Mopusi village, Lolayan Bolaang Mongondow Induk.Keywords: exclusive breastfeeding , history of infectious diseases , toddlers .Abstrak: Penyakit infeksi masih merupakan penyakit utama di banyak Negara berkembang, terutama Indonesia. Efektivitas ASI dalam mengendalikan infeksi dapat dibuktikan dengan berkurangnya kejadian beberapa penyakit spesifik pada bayi yang mendapat ASI di banding bayi yang mendapat susu formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan riwayat penyakit infeksi pada batita di desa Mopusi kecamatan Lolayan kabupaten Bolaang Mongondow Induk. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan pendekatan potong lintang. Responden ialah ibu yang memiliki batita dengan riwayat penyakit infeksi sebanyak 90 orang di desa Mopusi pada bulan September 2014-Desember 2014. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian memperlihatkan sebanyak 23 batita (26%) mendapatkan ASI ekslusif. Riwayat penyakit infeksi ditemukan pada 26 batita (28,9%). Mengenai hubungan pemberian ASI ekslusif dengan riwayat penyakit infeksi (α = 0,05) didapatkan p = 0,001 dan x2 = 11,883. Simpulan: Terdapat hubungan antara pemberian ASI dan riwayat penyakit infeksi pada anak umur 1-3 tahun di desa Mopusi kecamatan Lolayan kabupaten Bolaang Mongondow Induk.Kata kunci: ASI ekslusif, riwayat penyakit infeksi, batita
GAMBARAN KANDUNGAN ZAT GIZI PADA BERAS HITAM (Oryza sativa L.) KULTIVAR PARE AMBO SULAWESI SELATAN Mangiri, Juwita; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.11050

Abstract

Abstract: Rice is a staple food that is very important in the world, including in Indonesia. The kind of rice that is generally consumed by people in Indonesia is white rice, brown rice, and black rice. Black rice is one type of rice which is popular in the community and consumed as functional foods because of health benefits. The purpose of this study is to describe the nutrient contents of the black rice cultivars ambo Pare, South Sulawesi. This research was conducted by using descriptive method with samples of black rice originally from Toraja. The results of research which conducted at the Laboratory of Integrated Sam Ratulangi University and the Center for Environmental Health Engineering Manado are 85% carbohydrates, 1.9% fat, 1.04% protein, 10.5% water, fiber 0.8%, Abu by 0.4%, which amount of 0.6 mg of Vitamin C, 31.6 mg of Vitamin E, 0.386 mg / ml of Calcium (Ca), 1.95 mg / ml of Magnesium (Mg), 0.886 mg / ml of Potassium (K), 0,391mg / ml of iron (Fe), and 0.021 mg / ml of Zinc (Zn). The highest mineral content is Magnesium (Mg).Keywords: Rice, Black Rice, Substance Nutrient ContentAbstrak: Beras merupakan bahan makanan pokok yang sangat penting di dunia, termasuk di Indonesia. Beras yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia adalah beras putih, beras merah, dan beras hitam. Beras hitam merupakan salah satu jenis beras yang mulai populer di masyarakat dan dikonsumsi sebagai pangan fungsional karena bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kandungan zat gizi pada beras hitam Kultivar pare ambo, Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif dengan sampel beras hitam yang berasal dari Toraja. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Sam Ratulangi dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Manado diperoleh hasil kandungan zat gizi antara lain Karbohidrat sebesar 85%, Lemak sebesar 1,9%, Protein sebesar 1,04%, Air sebesar 10,5%, Serat sebesar 0,8%, Abu sebesar 0,4%, Vitamin C sebesar 0,6 mg, Vitamin E sebesar 31,6 mg, Kalsium (Ca) sebesar 0,386 mg/ml, Magnesium (Mg) sebesar 1,95 mg/ml, Kalium (K) sebesar 0,886 mg/ml, Besi (Fe) sebesar 0,391mg/ml, dan Zinc (Zn) sebesar 0,021 mg/ml. Hasil dari kandungan mineral yang paling tinggi adalah Magnesium (Mg).Kata Kunci: Beras, Beras Hitam, Kandungan Zat Gizi
HUBUNGAN MALARIA DENGAN TNF-α DAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Pranata, Vincente L.; Engka, Joice N. A.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 3, No 2 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i2.9261

Abstract

Abstract: As an infectious transmitted disease, malaria has been a tremendous health problem around the world. Indonesia is determined as one of the 104 malaria-endemic countries in the world. Pregnant women are easier infected by malaria compared with the general population. People suffered from malaria may have low haemoglobin and high TNF-α levels. The increased TNF α level may cause bad complication or mortality in malaria patient. This study aimed to determine the levels of hemoglobin and TNF-α among pregnant woman with malaria in Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. This was a cross-sectional study. Samples were obtained by using purposive sampling method. Besides using questionnaire, there were three laboratory tests conducted in this study: peripheral blood smear with Giemsa staining for detection of plasmodia; hemoglobin level with rapid test hemoglobin; and TNF-α level with ELISA. The bivariate analysis showed that of 72 pregnant women there was only one (1.4%) with positive malaria and increased TNF-α level. There was no pregnant woman with malaria had low hemoglobin level. The chi square test showed a P value 1,00 (α = 0,05). Conclusion: There was no relation between plasmodium infection and the levels of TNF α and hemoglobin among pregnant women in Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.Keywords: hemoglobin, TNF-α, malaria, pregnant womanAbstrak: Malaria merupakan penyakit menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di dunia. Indonesia merupakan salah satu dari 104 negara yang termasuk negara endemis malaria. Wanita hamil lebih mudah terinfeksi malaria dibandingkan populasi umumnya. Malaria dapat menyebabkan penurunan kadar hemoglobin dan peningkatan kadar TNF-α. Peningkatan kadar TNF-α dapat mengakibatkan komplikasi berat bahkan kematian pada penderita malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar TNF-α dan hemoglobin pada ibu hamil dengan malaria di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Sampel diperoleh dengan metode purposive sampling. Selain kuesioner juga digunakan pemeriksaan laboratorium yaitu hapusan darah tepi dengan pengecatan Giemsa untuk deteksi plasmodium, kadar hemoglobin dengan rapid test hemoglobin, dan kadar TNF-α dengan teknik ELISA. Hasil analisis bivariat menunjukkan dari 72 ibu hamil hanya 1 orang (1,4%) yang positif malaria dengan kadar TNF-α tinggi sedangkan kadar TNF-α yang normal dan positif malaria tidak ada (0,00%). Analisis bivariat memperlihatkan dari 72 sampel ibu hamil ditemukan 1 sampel dengan kadar TNF-α meningkat dan positif malaria. Tidak ditemukan ibu hamil yang terinfeksi malaria dengan kadar hemoglobin rendah. Hasil uji chi square (α = 0,05) menunjukkan nilai P = 1,00. Simpulan: Tidak terdapat hubungan infeksi parasit plasmodium dengan kadar TNF-α dan hemoglobin pada ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.Kata kunci: hemoglobin, TNF-α, malaria, ibu hamil
Perubahan kadar kolesterol total dan trigliserida pada kelinci New Zealand white yang diberi ekstrak beras hitam (Oriza sativa L.) Glory, Lastry; Kawengian, Shirley E.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.12202

Abstract

Abstract: High cholesterol levels in blood can lead to various diseases, including coronary heart disease. Black rice (Oryza sativa L.) contains more anthocyanin in layers of alueron than in white rice. Cardioprotective effect of rice has been emerged since several decades ago. This was a true experimental study with a pre-posttest control group design. Samples were New Zealand White male rabbits aged 3 months. Group 1 was fed standard meal; group 2 was fed with high-fat diet; group 3 was fed with high-fat diet plus black rice extract; and group 4 were fed with high-fat diet plus atorvastatin. Data were analyzed and presented descriptively. The results showed that total cholesterol and triglyceride levels in the group fed with black rice extract decreased by 5 mg/dl and 4 mg/dl respectively. Decreased total cholesterol and triglyceride levels were also found in the group fed with standard meal and the group given atorvastatin. Meanwhile, the group fed with high-fat diet showed increased levels of total cholesterol and triglyceride high enough. Conclusion: There were decreased levels of total cholesterol and triglycerides in rabbits fed with black rice extract. Keywords: black rice extract, total cholesterol, triglycerides. Abstrak: Kadar kolesterol yang tinggi dalam darah dapat memicu berbagai macam penyakit, diantaranya penyakit jantung koroner. Beras hitam (Oryza sativa L.) mengandung lebih banyak antosianin dalam lapisan alueronnya dibandingkan beras putih. Efek kardioprotektif dari beras telah dikemukakan sejak beberapa dekade yang lalu. Jenis penelitian ini true experimental dengan pre test post test control grup design. Sampel ialah kelinci New Zealand White jantan berusia 3 bulan. Kelompok perlakuan 1 diberi pakan standar; kelompok 2 diberi diet tinggi lemak; kelompok 3 diberi diet tinggi lemak dan ekstrak beras hitam dan kelompok 4 diberi diet tinggi lemak dan atorvastatin. Data dianalisis dan disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian memperlihatkan kadar kolesterol total dan trigliserida pada kelompok yang diberi ekstrak beras hitam mengalami penurunan masing-masing sebesar 5 mg/dl dan 4 mg/dl. Penurunan kadar kolesterol dan trigliserida juga terdapat pada kelompok yang diberi pakan standar dan kelompok yang diberi atorvastatin. Pada kelompok yang diberi diet tinggi lemak terjadi peningkatan kadar kolesterol total dan trigliserida yang cukup besar. Simpulan: Terjadi penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida pada kelinci yang diberi ekstrak beras hitam.Kata kunci: ekstrak beras hitam, kolesterol total, trigliserid.
HUBUNGAN ANTARA LINGKAR PINGGANGDENGANKADARHS-CRP SERUMPADA MAHASISWA OBES DAN TIDAK OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Fatie, Anita Ohe S.; Bolang, Alexander S. L.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 2, No 1 (2014): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v2i1.3588

Abstract

Abstract: The rapid socioeconomic growth has led to a more sedentary lifestyle and change in diet over the past several decades. As a result of prosperity,obesity has become an important health problem. And then problem healthnutrition world, both in developed countries and in developing countries. Waist circumference more than normal is one component in the metabolic syndrome. An increased incidence of metabolic syndrome in line with the increase in obesity. Hs-CRP is a protein in the synthesis in the liver in response to inflammatory stimuli during the acute phase. This research was conducted to find out the waist circumference and hs-CRP levels in students faculty of medicine University of Sam Ratulangi Manado. And the type of research used is the observational approach cross sectional analytic. Results anasis statistics by using test mann whitney u showed there are different meaning ( p = 0.00 ( 0,00 ). Based on the test spearmen statistics then obtained value a correlation coefficient ( r ) by 0.472 and value ρ = 0.000 < α= 0.05.. This shows there is a relationship between waist circumference with hs-CRP levels on students obese and not obese in medical schools university sam ratulangi manado. Keyword: waist circumference, hs-CRP   Abstrak: Percepatan pertumbuhan sosial ekonomi menyebabkan orang lebih kurang bergerak dimana perubahan dalam pola diet dan yang terjadi pada beberapa dekade. Akibatnya obesitas menjadi masalah penting bagi kesehatan. Dan jugamasalah  kesehatan    gizimasyarakatdunia, baikdinegaramajumaupundinegara berkembang. Lingkar Pinggang yang besar dari normal adalah salah satu komponen dalam sindroma metabolik. Peningkatan kejadian sindroma metabolik sejalan dengan peningkatan obesitas.Hs-CRP merupakan protein yang di sintesis di hati sebagai respon terhadap rangsangan pada saat inflamasi fase akut.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Lingkar Pinggang dan kadar hs-CRP pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Dan jenis penelitian yang dipakai adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil anasis statistik dengan menggunakan uji Mann Whitney U menunjukan terdapat perbedan bermakna (p=0.00(0,00). Berdasarkan hasil uji spearmen statistik maka didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0.472 dan nilai ρ = 0.000 < α= 0.05. Hal ini menunjukan terdapat hubungan antara lingkar pinggang dengan kadar  hs-CRP pada mahasiswa obes dan tidak obes di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Kata Kunci: Lingkar Pinggang, hs-CRP
STATUS KARIES ANAK USIA PRASEKOLAH SEKOLAH CITRA KASIH YANG MENGONSUMSI SUSU FORMULA Lombo, Aprilia; Mayulu, Nelly; Gunawan, Paulina N.
e-GiGi Vol 3, No 1 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.1.2015.6407

Abstract

Abstract: Caries is disease on dental hard tissue that causes cavity in the tooth and on children is called rampant caries. Rampant caries occur because of the children who consume cariogenic foods and beverages as well as lack maintenance of oral hygiene. Formula milk is one of the food product that contain high nutritional value but can cause caries in children due to lack of proper feeding patterns like the duration of intake, frequency, duration, manner of presentation and means of prevention. The purpose of this study was to describe the caries status of preschool children in the Citra Kasih School who drink formula milk.This was a descriptive research with cross sectional study methods. The sample in this study amounted to 53 respondents with a total sampling technique based on the inclusion criteria.The results of caries status in children at school Citra Kasih Manado age 2-5 years old showed results d (decay) 36 respondents, e (Indicated for extraction) 29 respondents, and f (filled) 19 respondents, while based on formula milk feeding patterns obtained results the majority of preschooler students at Citra Kasih School Manado consume formula >2 years, the frequency of drinking milk >3 times daily, duration of drinking milk ≤ 15 minutes, without the addition of sugar, and not given water after consuming milk formula, and with an average def-t value of 1,6 according to the assessment def-t indicators from the WHO.Caries status of preschool children in the School Citra Kasih Manado who drink formula milk was classified in the low category.Keywords: caries status, preschoolers, formula milkAbstrak: Karies merupakan suatu penyakit jaringan keras gigi yang menyebabkan kavitas pada gigi dan pada anak-anak disebut rampan karies. Rampan karies terjadi karena pola konsumsi makanan dan minuman yang bersifat kariogenik serta kurangnya pemeliharaan kebersihan gigi dan mulut anak. Susu formula merupakan salah satu produk makanan yang mengandung nilai gizi yang cukup tinggi namun dapat menyebabkan karies pada anak akibat pola pemberian yang kurang tepatseperti lama pemberian, frekuensi, durasi, cara penyajian dan cara pencegahan. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui gambaran status karies anak usia prasekolah di Sekolah Citra Kasih yang mengonsumsi susu formula.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode pengambilan data yaitu cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 53 anak yang diperoleh menggunakan teknik total sampling sesuai kriteria inklusi.Hasil penelitian menunjukakan indeks def-t rata-rata anak yaitu 1,6 dengan nilai d (decay) 36, e (indicated for extraction) 29, dan f (filled) 19. Berdasarkan pola pemberian susu formula diperoleh hasil, mayoritas murid sekolah Citra Kasih Manado mengonsumsi susu formula > 2 tahun, frekuensi minum susu > 3 kali sehari, durasi minum susu ≤ 15 menit, tanpa adanya penambahan gula dan pemberian air putih setelah mengonsumsi susu formula.Status karies anak usia prasekolah di Sekolah Citra Kasih Manado yang mengonsumsi susu formula tergolong dalam kategori rendah.Kata kunci: Status karies, anak usia prasekolah, susu formula
HUBUNGAN KADAR FERRITIN DAN ASUPAN PROTEIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II-III DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Pontoh, Sabriani; Mayulu, Nelly; Engka, Joice N.
e-Biomedik Vol 3, No 3 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i3.10159

Abstract

Abstract: Ferritin is a kind of protein that is important in iron metabolism. In normal condition, ferritin saves iron that can be used again as a required. In iron overload, iron body store is greatly increased and there is much ferritin in the system, such as the liver and spleen. This study aimed to determine the relationship of ferritin and protein intake among pregnant women in North Bolaang Mongondow in 2015. This was an analytical study with a cross sectional design. The population was all pregnant women in North Bolaang Mongondow. There were 72 people as samples obtained with purposive sampling method. Low ferritin levels were found in 26 respondents (36.1%) while normal ferritin levels were found in 46 respondents (63.9%). There were 18 respodents (44.4%) with enough protein intake. Of the 18 respondents, there were 2 respodents (11.1%) with low ferritin levels and 16 respondents (88.9%) with normal ferritin levels. The chi-square test with a confidence level 95% showed that there was a significant correlation (P = 0,019) between the level of ferritin and protein intake among pregnant women. Conclusion: There was a significant correlation between the level of ferritin and protein intake in pregnant women II-III trimesters in North Bolaang Mongondow.Keywords:ferritin, protein intake, pregnant women.Abstrak: Feritin merupakan protein yang penting dalam metabolisme besi. Pada kondisi normal, ferritin menyimpan besi yang dapat diambil kembali untuk digunakan sebagai kebutuhan. Pada keadaan kelebihan besi, simpanan besi tubuh sangat meningkat dan jauh lebih banyak ferritin yang terdapat di jaringan, misalnya hati dan limpa.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar ferritin dan asupan protein rendah pada ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Tahun 2015. Protein merupakan zat pembangun jaringan, membentuk struktur tubuh, pertumbuhan, transportasi oksigen, dan membentuk sistem kekebalan tubuh. Jenis penelitian ini survei analitik dengan rancangan potong lintang. Populasi ialah seluruh ibu hamil di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Terdapat 72 sampel yag diperoleh secara purposive sampling. Hasil kadar ferritin kurang sebanyak 26 responden (36,1%) sedangkan yang normal sebanyak 46 responden (63,9%). Terdapat 18 respoden (44,4%) dengan asupan protein cukup. Dari ke 18 responden tersebut, 2 respoden (11,1%) dengan kadar feritin kurang dan 16 responden (88,9%) dengan kadar feritin normal. Hasil uji Chi Square pada tingkat kepercayaan 95% menunjukkan terdapat hubungan antara kadar feritin dan asupan protein pada ibu hamil Di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (P = 0,019). Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar ferritin dan asupan protein pada ibu hamil Trismester II-III di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara.Kata kunci: ferritin, protein intake, ibu hamil
Co-Authors ., Mety Agnes Madianung Agow, Mersi S Aguw, Marchia Alexander S. L. Bolang Amisi, Marsella D. Angel Lolita Danari Anita Ohe S. Fatie Aprilia Lombo Bahrudin Yamin Bolang, Christy R. Brilia Ch. Kereh, Brilia Ch. Budi T. Ratag Christine Yelika Nussy Daramu, Gorby Santinus Janis Deril Gansareng Dwi Christiani Audri Rahamis Dwi Mentari Datukramat Ekaristi, Pongtuluran Erina Utami Tandirerung Franly Onibala Gigir, Mega Sari Grace Debbie Kandou Gregoria S. S. Djarkasi Gresty Masi Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Hesti Lestari Hesti Sulistia Ningsih Hesty R. Masela, Hesty R. Ika R.I. Permatasari Joice N. A. Engka Joice N. Engka, Joice N. Julia Rottie Juwita Mangiri, Juwita Kawengian, Shirley Everdina Susanna Kawengian, Shriley E.S. Kezia, Immanuelle Kim, Bonglee Kolantung, Priska M. Kosanto, Vincent H. Larira, Dina Mariana Lastry Glory, Lastry Lele, Juan AJMN. Lucia Cecilia Mandey Made Ardika Wanantara Maki, Olvinda Malonda, Nancy S.H Mangkat, Olivia Manuputty, Michael Marchella Sege Meriam Assa, Meriam Mokodompit, Erza P. Nancy S. H. Malonda Narasiang, Bezaliel R. Ngurah Rai, I. G.B. Nova Hellen Kapantow Novita Hasyim Nur Padhilah Domu Nurkolis, Fahrul Nurpudji A. Taslim Pasaribu, Prisniade Paulina N. Gunawan Permatasari, Happy K. Pondagitan, Alpinia Shinta Pratama, Fauzan I. Pricilia Tan, Pricilia Rambing, Chorinne J. E. Rampengan , Derren DCH. Raven G. Katiho, Raven G. Rembet, Sindi R. Rendy R. Parengkuan Rina Kundre Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rivelino Hamel Rizqiansyah, Chrisandi Y. Romario M. Anthonie Runtu, Jessica G. Sabriani Pontoh, Sabriani Salni Saharman Sanjaya, Gusti D. Setiadhi, Yudhaputra Shirley E. Kawengian, Shirley E. Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sihaloho, Karlos B. Sri M. Buhang Sri Utami Arifin Stephanie Ch. P. Loong Supit, Enrico D. Syahputra, Rony A. Taraming, Yasinta N. Tati Ponidjan Tatiwakeng, Rezka V. Trina E. Tallei, Trina E. Vighneswara, Dewa Vinariani Tangkilisan Vincente L. Pranata, Vincente L. Vonny N. S. Wowor Watania, Tasya Winarsi Damapolii Wiraprasidi, I P.A. Yayuk A. Lasari Yuriansya Mangkat, Yuriansya