Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN STATUS SOSIAL EKONOMI ORANGTUA DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI KOTA MANADO Pasaribu, Prisniade; Mayulu, Nelly; Malonda, Nancy S.H
KESMAS Vol 6, No 3 (2017): Volume 6, Nomor 3, Mei 2017
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ASI merupakan yang terbaik untuk bayi pada 6 bulan pertama kehidupannya. Kebutuhan nutrisi yaitu protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral semua dapat tercukupi dari ASI. Pemberian ASI Eksklusif dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya status sosial ekonomi keluarga. Status sosial ekonomi merupakan bagian dari pendidikan, pekerjaan dan pendapatan, hal ini biasanya menjadi penilaian atas status sosial atau kelas dari seorang individu atau kelompok. Penelitian ini dilakukan untuk melihat Hubungan Status Sosial Ekonomi Orangtua dengan Pemberian ASI Eksklusif di Kota Manado. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif korelatif dengan menggunakan metode penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki bayi 0-12 bulan di Kota Manado. Responden yang berhasil didapatkan peneliti adalah 186 responden. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Instrument penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisikan tentang sosial ekonomi orangtua dan pemberian ASI Eksklusif. Penelitian ini dilakukan di 5 puskesmas Kota Manado yaitu Puskesmas Paniki Bawah, Puskesmas Kombos, Puskesmas Tuminting, Puskesmas Ranotana Weru dan Puskesmas Bahu. Distribusi frekuensi dan persentase digunakan untuk analisa deskriptif, sedangkan uji Chisquare(𝛼=0,05) digunakan untuk analisa analitik. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pekerjaan mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif dimana p=0.020<0,05, pendapatan tidak mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif dimana p=0,723>0,05, dan pendidikan tidak mempengaruhi pemberian ASI Eksklusif p=0,0302>0,05.Kata Kunci : Status Sosial Ekonomi, Pekerjaan, Pendapatan, Pendidikan, ASI EksklusifABSTRACTBreast milk is the best food for babies in the first 6 months of its life. Nutrients such as proteins, carbohydrates, fats, vitamins, and minerals can be fulfilled from breast milk alone. Exclusive breastfeeding is affected by many factors, such as socioeconomic status of the family. Socioeconomic status is part of education, occupation, and income, it is usually an assessment of the social status of an individual or group. This study was conducted to see the Relationship of Socioeconomic Status of Parents with Exclusive Breastfeeding in Manado. This research is quantitative descriptive correlative with cross-sectional research method. Samples in this research are mother who have baby 0-12 month in Manado and the respondents are 186. The technique in this research is purposive sampling. This research instrument use a questionnaire that contains about the social economy of parents and exclusive breastfeeding. This research was conducted in 5 work areas of public health care center in Manado; they are Tuminting health care center, PanikiBawah health care center, RanotanaWeru health care center, Kombos health care center, and Bahu health care center. The frequencies and percentages were used for descriptive analysis and chi-square test (α = 0.05) was used for analytical analysis. The result of this study is found that the mother’s occupation affects exclusive breastfeeding where p = 0.020 <0.05, income doesn’t affect exclusive breastfeeding where p = 0.723> 0.05, and education doesn’t affect exclusive breastfeeding p = 0.0302> 0.05.Keywords: Socioeconomic Status, Occupation, Income, Education, Exclusive Breastfeeding
Korelasi antara asupan serat, asupan lemak, dan status gizi dengan kadar kolesterol total remaja usia 18-20 tahun Pondagitan, Alpinia S.; Mayulu, Nelly; Lestari, Hesti
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29429

Abstract

Abstract: Intake behavior in students was influenced by a variety of complex factors that involve exposure to high stress, which can cause intake to increase or decrease that can result in a dependency on fast food that has a low nutritional value but is high in fat and sugar. The study aims to determine the correlation between fiber intake, fat intake, and nutritional status and its effect on Total Cholesterol (TC) levels in adolescents. This is an Analytical Observational study with Cross Sectional Approach conducted at FK Unsrat on February-April 2020, and using Total Population Sampling Technique. Data were analyzed using Pearson Correlation Test and Simple Linear Regression. There was a positive correlation between fiber intake and TC levels (p=0,020; R=0,199). There were no correlation between fat intake and nutritional status with TC levels (p=0,914, 0,522; R=0,009, -0,056) respectively. The simple linear regression equation was: Y=2,20+0,003 X. There was a positive correlation between fiber intake and TC levels, while fat intake and nutritional status have no correlation with TC levels. For every 1 gr of fiber intake elevation will be followed by 0,003 mg/dL elevation on TC levels.Keywords: fiber intake, fat intake, nutritional status, total cholesterol levels, adolescents  Abstrak: Perilaku asupan pada mahasiswa dipengaruhi oleh berbagai faktor kompleks yang melibatkan paparan terhadap stress yang tinggi sehingga menyebabkan asupan yang meningkat atau menurun yang dapat berakibat terjadinya ketergantungan terhadap makanan cepat saji yang memiliki nilai gizi yang rendah tetapi tinggi akan lemak dan gula. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi antara asupan serat, asupan lemak, dan status gizi serta pengaruhnya terhadap kadar kolesterol total remaja. Jenis penelitian yaitu Observasional Analitik dengan pendekatan Cross Sectional yang dilakukan di FK Unsrat pada Februari-April 2020, dan teknik pengambilan sampel yaitu Total Sampling. Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi Pearson dan Regresi Linier Sederhana. Terdapat korelasi positif antara asupan serat dengan kadar kolesterol total (p=0,020; R=0,199). Tidak terdapat korelasi antara asupan lemak dan status gizi dengan kadar kolesterol total (p=0,914, 0,522; R=0,009, -0,056) secara berurutan. Persamaan regresi linier sederhana mendapatkan rumus: Y=2,20+0,003 X. Terdapat korelasi positif antara asupan serat dengan kadar kolesterol total, sedangkan asupan lemak dan status gizi tidak memiliki korelasi dengan kadar kolesterol total. setiap peningkatan asupan serat 1 gr akan diikuti dengan peningkatan kadar kolesterol total sebesar 0,003 mg/dL.Kata kunci: asupan serat, asupan lemak, status gizi, kadar kolesterol total, remaja
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK DENGAN KADAR Hs-CRP SERUM PADA MAHASISWA OBES DAN TIDAK OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO Tangkilisan, Vinariani; Kawengian, Shirley E. S.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v1i1.4611

Abstract

Abstract: The development of technology facilitate all the activities, that make us not moving. This can increase the incidence of obesity that will be at risk for cardiovascular disease. When the atherosclerotic plaque formation involves inflammatory processes that can increase levels of Hs CRP, which is one marker of inflammation. The purpose of this study to determine differences in physical activity and Hs CRP in obese and non-obese groups and the relationship between physical activity levels of Hs CRP in students in the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. The design of this study are analytical by using cross-sectional approach (cross-sectional). The research sample is determined by purposive sampling that meet the inclusion and exclusion criteria, amounting to 59 students. Data were collected through questionnaires and through the measurement of physical activity levels of Hs CRP, and the data were analyzed using non-parametric test of Mann Whitney test and the Spearman test. The test results obtained by Mann Whitney test with p values ​​are 0.799 for MET values and 0.000 ​​for Hs CRP levels, which means there is no difference in activity in both groups and there is has difference Hs CRP levels in both groups. Then do the Spearman test at 95% significance level of p value of 0.638 is obtained which is greater than the value of α 0.05, which means the relationship between two variables declared statistically significant. Keywords: Hs CRP, Physical Activity.   Abstrak: Perkembangan dunia teknologi memudahkan semua kegiatan sehingga kita kurang bergerak. Hal ini dapat meningkatkan kejadian  obesitas yang nantinya akan beresiko terhadap penyakit kardiovaskuler. Saat pembentukan plak aterosklerosis melibatkan proses inflamasi yang dapat meningkatkan kadar hsCRP yang merupakan salah satu penanda terjadinya inflamasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan aktivitas fisik dan hsCRP pada kelompok obes dan tidak obes serta hubungan antara aktivitas fisik dengan kadar hsCRP pada mahasiswa di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi. Rancangan penelitian ini bersifat analitik dengan menggunakan pendekatan potong lintang (cross sectional). Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang berjumlah 59 mahasiswa. Data yang dikumpulkan melalui kuesioner aktivitas fisik dan melalui pengukuran kadar hsCRP, kemudian data dianalisis dengan menggunakan uji non parametric yaitu uji Mann Whitney dan uji spearman. Selanjutnya hasil uji dengan Mann Whitney diperoleh nilai p yaitu 0,799 untuk nilai MET dan 0,000 untuk kadar hsCRP, yang artinya tidak ada perbedaan aktivitas pada kedua kelompok dan ada perbedaan kadar Hs CRP pada kedua kelompok. Kemudian dilakukan uji Spearman pada tingkat kemaknaan 95% diperoleh nilai p sebesar 0,638 yakni lebih besar dari nilai α 0,05 yang artinya hubungan antara kedua variabel ini dinyatakan tidak bermakna secara statistik.Kata Kunci: Aktivitas Fisik, hsCRP.
Aktivitas Fisik dan Status Gizi Mahasiswa Saat Pandemi COVID-19 Supit, Enrico D.; Mayulu, Nelly; Bolang, Alexander S. L.; Kawengian, Shirley
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 2 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.2.2021.31763

Abstract

Abstract: The imposition of social restrictions during the Covid-19 pandemic resulted in limitations in carrying out physical activities. Physical activity is a determining factor for a person's nutritional status by affecting body mass index (BMI). The purpose of this study was to determine the relationship between the metabolic equivalent (MET) and the body mass index (BMI) of Class 2017 Students for the Medical Education Study Program of the Faculty of Medicine Unsrat during the Covid-19 Pandemic and the relationship between physical activity and nutritional status based on Class 2017 Student Education Study Program Doctor of the Faculty of Medicine Unsrat during the Covid-19 Pandemic. The study used an analytical method with a cross-sectional approach to students of class 2017 of the medical education program at the Faculty of Medicine Unsrat during the Covid-19 pandemic with a total sample of 105 people. Data analysis and hypothesis testing were carried out using SPSS. Result. The significance value between metabolic equivalent (MET) and body mass index (BMI) was (p) 0.035 and the significance value between physical activity and nutritional status was (p) 0.069. In conclusion, Statistically, it was found that there was a significant relationship between metabolic equivalent (MET) and body mass index (BMI) (p) 0.035 <0.05 and there was no significant relationship between physical activity and nutritional status (p) 0.069> 0.05.Keywords: physical activity, nutritional status.  Abstrak: Pemberlakuan pembatasan sosial selama pandemi Covid-19 menyebabkan keterbatasan dalam melakukan aktivitas-aktivitas fisik. Aktivitas fisik merupakan suatu faktor penentu status gizi seseorang dengan mempengaruhi indeks massa tubuh (IMT). Tujuan penelitian ini adalah, Mengetahui hubungan antara metabolic equivalent (MET) dengan indeks massa tubuh (IMT) Mahasiswa Angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unsrat saat Pandemi Covid-19 dan hubungan antara aktivitas fisik dan status gizi berdasarkan Mahasiswa Angkatan 2017 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Unsrat saat Pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross-sectional pada mahasiswa angkatan 2017 program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Unsrat saat pandemi Covid-19 dengan total sampel 105 orang. Analisis data dan uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan SPSS. Hasil. Didapatkan nilai signifikansi antara metabolic equivalent (MET) dan indeks massa tubuh (IMT) sebesar (p) 0.035 dan diapatkan nilai signifikansi antara aktivitas fisik dan status gizi sebsesar (p) 0.069. Sebagai simpulan, secara satatistik didapatkan ada hubungan signifikan antara metabolic equivalent (MET) dan indeks massa tubuh (IMT) (p) 0.035 < 0.05 dan tidak ditemukan hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan status gizi (p) 0.069 > 0.05.Kata Kunci: aktvitas fisik, status gizi.
Status Gizi Mahasiswa Sebelum dan Di Saat Pandemi COVID-19 Bolang, Christy R.; Kawengian, Shirley E. S.; Mayulu, Nelly; Bolang, Alexander S. L.
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 1 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.1.2021.31746

Abstract

Abstract: The COVID-19 pandemic has caused Public Health Emergencies as well as non-natural disasters. Therefore, it is necessary to do countermeasures including prevention and control. Management policies, can result in changes to a person's diet, sleep habits, physical activity, and nutritional status. The purpose of this study, is to know the differences between the nutritional status of student batch of 2019 Medical Education Study Program Faculty of Medicine Sam Ratulangi University, before and during the COVID-19 pandemic. This study is an observational retrospective study and the data were obtained through an e-questionnaire using the google form application. As a result, 112 samples were obtained through data before the pandemic with nutritional status; underweight 14.3%, normal 43.8%, overweight at risk 17.0%, obese I 19.6%, obese II 5.4%. While the nutritional status during the pandemic; underweight 17.0%, normal 48.2%, overweight at risk 17.9%, obese I 13.4%, obese II 3.6%. Statistical tests using the Wilcoxon Rank Test showed that the nutritional status category during the pandemic, was lower than the nutritional status category before the pandemic. (p <0.05). The result of this study concluded that there is a diminution in Nutritional Status category of Student Batch of 2019 Medical Education Study Program Faculty of Medicine Sam Ratulangi University during the COVID-19 pandemic.Keywords: Nutritional Status, COVID-19.  Abstrak: Pandemi COVID-19 menimbulkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat serta bencana nonalam, sehingga perlu dilakukan upaya penanggulangan termasuk pencegahan dan pengendaliannya. Kebijakan-kebijakan penanganannya, seperti karantina, bisa mengakibatkan perubahan terhadap pola makan, kebiasaan tidur, aktivitas fisik, dan Status Gizi seseorang. Tujuan penelitian ini yaitu diketahuinya perbedaan antara status gizi mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada masa sebelum dan di saat pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan suatu observational retrospective study dan data diperoleh melalui e-questionnaire dengan aplikasi google form. Hasil penelitian terhadap 112 sampel, diperoleh data pada masa sebelum pandemi dengan status gizi; underweight 14,3%, normal 43,8%, overweight at risk 17,0%, obese I 19,6%, obese II 5,4%. Status gizi pada masa pandemi; underweight 17,0%, normal 48,2%, overweight at risk 17,9%, obese I 13,4%, obese II 3,6%. Uji statistik dengan Wilcoxon Rank Test diperoleh kategori status gizi pada masa pandemi lebih rendah dibandingkan dengan kategori status gizi sebelum masa pandemi (p < 0,05).  Dan disimpulkan bahwa terdapat penurunan kategori Status Gizi pada Mahasiswa Angkatan 2019 Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi pada masa pandemi COVID-19.Kata Kunci: Status Gizi, COVID-19
Asupan Energi dan Status Gizi Mahasiswa Saat Pandemi COVID-19 Rambing, Chorinne J. E.; Bolang, Alexander S. L.; Kawengian, Shirley E. S.; Mayulu, Nelly
Jurnal Biomedik : JBM Vol 13, No 2 (2021): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.13.2.2021.31776

Abstract

Abstract: The COVID-19 pandemic has caused major health problems as well as social and economic instability. Mitigation measures, such as quarantine, work from home, study from home, can affect the food supply chain and cause food and nutrition insecurity in various regions of the world. The research objective was to determine the relationship between energy intake and nutritional status of students at the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi Manado during the COVID-19 pandemic. An observational analytic study was conducted with a cross-sectional approach which was conducted from September - December 2020 to 105 students who met the sample criteria. Energy intake data were obtained from a 2x24 hour food recall questionnaire with the google spreadsheet application and the survey survey. Nutritional status data based on BMI were obtained via e-questionare with the google form application. Correlation analysis was performed using the Spearman rank test in the SPSS program. The total energy intake of the respondents was 1583.07 ± 408.024 kcal. As many as 8 people had underweight nutritional status, 46 people had normal nutritional status, 20 people had At risk nutritional status, 26 people with obese 1 nutritional status and 5 people with obese 2 nutritional status as many as 5 people. There was no significant relationship (p ≥ 0.05) between energy intake and nutritional status.Keyword: COVID-19, energy intake, nutritional Status.  Abstrak: Pandemi COVID-19 selain telah menyebabkan masalah kesehatan yang besar juga mengakibatkan ketidakstabilan sosial dan ekonomi. Upaya-upaya penanggulannya antar lain seperti karantina, work from home, study from home dapat mempengaruhi rantai pasokan makanan dan menimbulkan situasi ketidakamanan pangan dan gizi di berbagai wilayah di dunia. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara asupan energi dan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado saat Pandemi COVID-19. Penelitian analitik observasional dilakukan dengan pendekatan crossectional yang dilaksanakan dari bulan September - Desember 2020 pada 105 mahasiswa yang memenuhi kriteria sampel. Data asupan energi diperoleh dari kuesioner food recall 2x24 jam dengan aplikasi google spreadsheet dam mutrisurvey. Data status gizi berdasarkan IMT diperoleh melalui e-questionare dengan aplikasi google form. Analisis korelasi dilakukan dengan spearman rank test pada program SPSS. Asupan energi total responden yaitu 1583,07 ± 408,024 kkal. Sebanyak 8 orang memiliki status gizi underweight, sebanyak 46 orang status gizi normal, 20 orang status gizi At risk, status gizi obese 1 sebanyak 26 orang dan 5 orang status gizi obese 2 sebanyak 5 orang. Tidak ditemukan adanya hubungan yang bermakna (p ≥ 0,05) antara asupan energi dengan status gizi.Keyword : COVID-19, asupan energi, status gizi.
HUBUNGAN KECACINGAN DENGAN STATUS GIZI PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Anthonie, Romario M.; Mayulu, Nelly; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2229

Abstract

Abstract: Nutritional status is a health status that produced by a balance between the needs and nutrient inputs. The nutritional status is important because it is a risk factor for the occurrence of morbidity and mortality. In the expanding country like Indonesia, there are some things that can affect a child's nutritional status is low food intake and infectious diseases. The helminthes diseases is the chronicle and endemic disease wich most attached children under five and primary school child age. The aim of this research is to know association helminth with nutritional status of Elementary School child in regency of North Bolaang Mongondow. This research programme is Cross Sectionl Study. The population of this research are all of the Elementary school student of Regency of North Bolaang Mongondow with the population number are 2388 childrens. The sample of this research are 110 student through Proporsional Random Sampling method. To know association of helmints disease with nutritional status of the Elementary School student in Regency of North Bolaang Mongondow, the data analyzed using computerization system, that is Sofware Statistic Program for Social Science (SPSS) version 19.0 through Chi Square (X²) test, with level of significance 95% (α 0,05). The statistic analisis result show which there is no relation between helminthes disease and the Elemntary School student nutritional status in Regency of Norh Bolaang Mongondow,   p = 0,322 (p>0,05). Writer advice, the Elementary School in Regency of North Bolaang Mongondow should be able to cooperate with the around Puskesmas in order to give illumination about nutrient balancing compiled to decrease deficiency that happened to Elementary School student in Regency of North Bolaang Mongondow. Keywords: helminths disease, nutritional status Abstrak : Status gizi ialah suatu status kesehatan yang dihasilkan oleh keseimbangan antara kebutuhan dan masukan nutrient. Status gizi ini menjadi penting karena merupakan faktor resiko untuk terjadinya kesakitan dan kematian. Di negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi status gizi anak yaitu konsumsi makanan yang kurang dan penyakit penyerta seperti infeksi (Waryana, 2010). Kecacingan merupakan penyakit endemik dan kronik yang diakibatkan oleh cacing yang paling banyak menyerang balita dan anak usia sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kecacingan dengan status gizi pada Murid Sekolah Dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. Rancangan penelitian ini adalah seluruh murid Sekolah Dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dengan besar populasi 2388. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 110 orang dengan menggunakan metode Proporsional Random Sampling. Untuk melihat hubungan antara kecacingan dengan status gizi pada Murid Sekolah Dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, data dianalisis dengan menggunakan system komputerisasi, yaitu Software Statistic Program for Social Science (SPSS) versi 19.0 dengan  menggunakan uji chi-square (X²), pada tingkat kemaknaan 95% (α 0,05). Analisis statistic menunjukan hasil bahwa tidak ada hubungan antara kecacingan dengan status gizi pada murid sekolah dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara. p= 0.322 (p>0,05).Saran penulis, sebaiknya sekolah-sekolah dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara dapat bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk member penyuluhan tentang pemenuhan gizi seimbang untuk menekan angka gizi kurang yang terjadi pada siswa-siswa sekolah dasar di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara Kata Kunci : Kecacingan, Status Gizi
HUBUNGAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN MALARIA PADA MURID SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Datukramat, Dwi Mentari; Mayulu, Nelly; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2178

Abstract

Abstract: Malaria is a serious disease that is transmitted through the bite of anopheles mosquitoes. This disease is contagious disease that attacks all age groups that is infants, children, and adults. Malaria is transmitted from person to person Anopheles mosquitoes bringing malaria parasite or plasmodium. Environmental sanitation is efforts that conducted by individuals, communities, or the State to improve and prevent the happening health problems caused of external environmental factors. The purpose of this study to determine the relationship environmental sanitation with the incidence of malaria. This research was carried out with cross sectional method. The sample: 110 respondents drawn randomly. The independent variable in this study is environmental sanitation and dependent variable is malaria. And then, the data collected was processed with the help of computer program SPSS version 19 and analyzed with chi square test (x2) at 95% significance level (α0,05). The result: showed that the results of the study on 110 respondents from 64 people who are poor environmental sanitation there were 7 people that positive malaria and 57 people is negative. Meanwhile from 46 people that good environmental consists of 2 people positive malaria and 44 people is negative. The conclusion: from these data it was found that the results showed there was no relationship environmental sanitation with the incidence of malaria which the results obtained p = 0,214 Keywords : environmental sanitation, incidence of malaria Abstrak: Malaria adalah penyakit serius yang ditularkan melalui gigitan nyamuk anopheles. Penyakit ini penyakit menular yang menyerang semua golongan umur yaitu bayi, anak – anak dan dewasa. Malaria ditularkan dari orang ke orang nyamuk Anopheles yang membawa parasit malaria atau plasmodium. Sanitasi lingkungan merupakan usaha-usaha yang dilakukan individu-individu, masyarakat, atau negara untuk menperbaiki dan mencegah terjadinya masalah gangguan kesehatan yang disebabkan oleh faktor-faktor lingkungan hidup eksternal. Tujuan: penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian malaria. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional. Sampel: sebanyak 110 responden yang diambil secara acak sederhana. Variabel independen dalam penelitian ini adalah sanitasi lingkungan dan variabel dependen adalah malaria Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan bantuan komputer program SPSS versi 19 untuk dianalisa dengan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95% (α0,05). Hasil: menunjukkan bahwa hasil penelitian pada 110 responden  dari 64 orang yang sanitasi lingkungannya yang kurang baik terdapat 7 orang yang positif malaria dan 57 orang yang negatif. Sedangkan dari 46 orang yang sanitasi lingkungannya baik terdiri dari 2 orang yang positif malaria dan 44 orang yang negatif. Kesimpulan: dari data tersebut maka ditemukan hasil yang menunjukkan tidak terdapat hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian malaria dimana hasil yang diperoleh ρ = 0,214. Kata Kunci: Sanitasi lingkungan, kejadian malaria
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA Arifin, Sri Utami; Mayulu, Nelly; Rottie, Julia
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2240

Abstract

Abstract: Anaemia represent the problem of sis which is often met by in clinic in all the world, beside as especial health mass of society, especially in developing countries. This Kelaianan represent penyabab of kronik debilitas having big impact to social and economic prosperity and also health of physical. Target of this research is to know relation of Asupan Iihat vitamin of Gizi with Occurence of Anaemia. This Research is executed with method of cross sectional. Sampel counted 110 taken responder at random modestly. Hereinafter data the gathered to be to be processed constructively program computer of SPSS version 19 to be analysed with test of chi-square(x2) meaning storey;level 95% (α 0,05). Result of Asupan Iron of showed 45 people (40,9%) which [do] not fulfill number sufficiency of gizi while fulfilling number sufficiency of gizi equal to ( 59,1%) or 65 people. Asupan Protein of showed 35 people (31,8%) which [do] not fulfill number sufficiency of gizi while fulfilling number sufficiency of gizi equal to (68,2%) or 75 people. Asupan Vitamin of C showed 24 people (21,8%) which do not fulfill number sufficiency of gizi, while fulfilling number sufficiency of gizi equal to (78,2%) or 86 people. Occurence of Anemian is showed 44 people (30%) which is anaemia, while which is anaemia do not equal to (60%) or 66 people. Conclusion There are Relation having a meaning of Asupan Iron with occurence of Anaemia with p=0,01 There are [relation/link] having a meaning of Asupan Protein with Occurence of Anaemia with p=0,01 Do not there are relation having a meaning of Asupan Vitamin of C with occurence of Anaemia with p=0,10. Keyword : intake nutrition , AnemiaAbstrak: Anemia merupakan masalah medik yang sering dijumpai di klinik di seluruh dunia, di samping sebagai massalah kesehatan utama masyarakat, terutama di negara berkembang. Kelaianan ini merupakan penyabab debilitas kronik yang mempunyai dampak besar terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi serta kesehatan fisik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Asupan Zat Gizi dengan Kejadian Anemia. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode cross sectional. Sampel sebanyak 110 responden yang diambil secara acak sederhana. Selanjutnya data yang terkumpul diolah dengan bantuan komputer program SPSS versi 19 untuk dianalisa dengan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95% (α0,05). Hasil Asupan Besi menunjukan 45 orang (40,9%) yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (59,1%) atau 65 orang. Asupan Protein Menunjukan 35 orang (31,8%) yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (68,2%) atau 75 orang. Asupan Vitamin C menuunjukan 24 orang (21,8%) yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi, sedangkan yang memenuhi angka kecukupan gizi sebesar (78,2%) atau 86 orang. Kejadian Anemian menunjukan 44 orang (30%) yang anemia, sedangkan yang tidak anemia sebesar (60%) atau 66 orang. Kesimpulan Terdapat Hubungan yang bermakna Asupan Besi dengan kejadian Anemia dengan p=0,01 Terdapat hubungan yang bermakna Asupan Protein dengan Kejadian Anemia dengan p=0,01 Tidak terdapat hubungan yang bermakna Asupan Vitamin C dengan kejadian Anemia dengan p=0,10.Kata Kunci: asupan zat gizi, kejadian anemia
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KOTA MANADO Yamin, Bahrudin; Mayulu, Nelly; Rottie, Julia
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2165

Abstract

Abstract: Obesity is a pathological condition in the presence of excessive fat accumulation of what is required for the function of the body. Obesity in terms of health is one of the nutritional disease, as a result of consuming food that far exceeds their needs This study aims to determine the relationship of energy intake with the incidence of obesity among primary school students in the city of Manado with analytical survey method using a Case Control design (Case Control ) sample 136 using the chi-square test (x2), at the 95% significance level (α 0.05). research proves that there is a significant correlation between high energy intake with the incidence of obesity among primary school students in the city of Manado conclusion there is a significant association between energy intake with the incidence of obesity with p = 0.002. High energy intake of the obtained value Odds Ratio (OR) of 4.058 (95% CI = 1.320 to 2.417), suggestions should be made prevention through nutrition counseling about obesity and risk factors of obesity in primary school students in each school through school health promotion programs by the Department of Health and in collaboration with relevant agencies. Keywords: children, energy intake, obesity Abstrak: Obesitas merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan dari apa yang diperlukan untuk fungsi tubuh. Obesitas dari segi kesehatan merupakan salah satu penyakit gizi, sebagai akibat mengkomsumsi makanan yang jauh melebihi kebutuhannya Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan asupan energi dengan kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar di kota Manado dengan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan rancangan Case Control (kasus kontrol) sampel 136 menggunakan uji chi-square (x2), pada tingkat kemaknaan 95% (α 0,05).Hasil penelitian  membuktikan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi yang tinggi dengan kejadian obesitas pada siswa sekolah dasar di Kota Manado kesimpulan Terdapat hubungan yang bermakna antara asupan energi dengan kejadian obesitas dengan  nilai p sebesar =0,002. Jumlah asupan energi yang tinggi maka diperoleh nilai Odds Ratio (OR) sebesar 4,058 (95% CI = 1,320-2,417), saran perlu dilakukan pencegahan melalui  penyuluhan gizi tentang obesitas dan faktor-faktor resiko terjadinya obesitas pada siswa sekolah dasar di masing-masing sekolah melalui program peningkatan kesehatan sekolah oleh Dinas Kesehatan dan bekerja sama dengan instansi-instansi terkait Kata kunci : anak-anak, asupan energi, obesitas
Co-Authors ., Mety Agnes Madianung Agow, Mersi S Aguw, Marchia Alexander S. L. Bolang Amisi, Marsella D. Angel Lolita Danari Anita Ohe S. Fatie Aprilia Lombo Bahrudin Yamin Bolang, Christy R. Brilia Ch. Kereh, Brilia Ch. Budi T. Ratag Christine Yelika Nussy Daramu, Gorby Santinus Janis Deril Gansareng Dwi Christiani Audri Rahamis Dwi Mentari Datukramat Ekaristi, Pongtuluran Erina Utami Tandirerung Franly Onibala Gigir, Mega Sari Grace Debbie Kandou Gregoria S. S. Djarkasi Gresty Masi Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Hesti Lestari Hesti Sulistia Ningsih Hesty R. Masela, Hesty R. Ika R.I. Permatasari Joice N. A. Engka Joice N. Engka, Joice N. Julia Rottie Juwita Mangiri, Juwita Kawengian, Shirley Everdina Susanna Kawengian, Shriley E.S. Kezia, Immanuelle Kim, Bonglee Kolantung, Priska M. Kosanto, Vincent H. Larira, Dina Mariana Lastry Glory, Lastry Lele, Juan AJMN. Lucia Cecilia Mandey Made Ardika Wanantara Maki, Olvinda Malonda, Nancy S.H Mangkat, Olivia Manuputty, Michael Marchella Sege Meriam Assa, Meriam Mokodompit, Erza P. Nancy S. H. Malonda Narasiang, Bezaliel R. Ngurah Rai, I. G.B. Nova Hellen Kapantow Novita Hasyim Nur Padhilah Domu Nurkolis, Fahrul Nurpudji A. Taslim Pasaribu, Prisniade Paulina N. Gunawan Permatasari, Happy K. Pondagitan, Alpinia Shinta Pratama, Fauzan I. Pricilia Tan, Pricilia Rambing, Chorinne J. E. Rampengan , Derren DCH. Raven G. Katiho, Raven G. Rembet, Sindi R. Rendy R. Parengkuan Rina Kundre Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rivelino Hamel Rizqiansyah, Chrisandi Y. Romario M. Anthonie Runtu, Jessica G. Sabriani Pontoh, Sabriani Salni Saharman Sanjaya, Gusti D. Setiadhi, Yudhaputra Shirley E. Kawengian, Shirley E. Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sihaloho, Karlos B. Sri M. Buhang Sri Utami Arifin Stephanie Ch. P. Loong Supit, Enrico D. Syahputra, Rony A. Taraming, Yasinta N. Tati Ponidjan Tatiwakeng, Rezka V. Trina E. Tallei, Trina E. Vighneswara, Dewa Vinariani Tangkilisan Vincente L. Pranata, Vincente L. Vonny N. S. Wowor Watania, Tasya Winarsi Damapolii Wiraprasidi, I P.A. Yayuk A. Lasari Yuriansya Mangkat, Yuriansya