Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KETEBALAN LEMAK TRICEPS (KLT) DAN KADAR HIGH SENSITIVITY C-REACTIVE PROTEIN (hs-CRP) PADA MAHASISWA OBES DAN TIDAK OBES DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERISITAS SAM RATULANGI MANADO Gansareng, Deril; Bolang, Alexander S. L.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 3, No 1 (2015): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v3i1.6883

Abstract

Abstract: Socio-economic conditions are on the rise in developed countries and some developing countries allow for lifestyle changes. One of these changes is the consumption of low carbohydrate and high fat diet that can lead to unbalanced nutrition changes. Generally obesity causes the accumulation of fat in the subcutaneous and other tissues. The increasing prevalence of obesity is apparently closely related to the increasing prevalence of metabolic syndrome. Increased incidence of metabolic syndrome is in line with the increase in subcutaneous fat. Hs-CRP is a kind of protein synthesized in the liver as a response to stimuli during the acute inflammatory phase. This study aimed to determine the correlation of the thickness of the triceps muscle fat with hs-CRP level among the students of the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi. This was an observational study with a cross-sectional approach. Data were analyzed statistically by using the Mann Whitney U test which showed significant differences (p = 0.000). The Spearman test showed a correlation coefficient (r) of 0.427 and a p value of 0.001 <α = 0.05 level. Conclusion: There was a significant correlation between the thickness of triceps fat and hs-CRP levels in obese and nonobese students in the Faculty of Medicine, University of Sam Ratulangi.Keywords: thick fat triceps, hs-CRP.Abstrak: Kondisi sosial ekonomi yang semakin meningkat di negara maju dan beberapa negara berkembang memungkinkan terjadinya perubahan gaya hidup. Salah satunya ialah perubahan pola makan dengan diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak sehingga dapat menyebabkan perubahan gizi yang tidak seimbang. Obesitas umumnya menyebabkan akumulasi lemak pada daerah subkutan dan jaringan lainnya. Peningkatan prevalensi obesitas ini ternyata berkaitan erat dengan meningkatnya prevalensi kejadian sindroma metabolik. Peningkatan kejadian sindroma metabolik sejalan dengan peningkatan lemak subkutan. Hs-CRP merupakan protein yang di sintesis di hati sebagai responden terhadap rangsangan pada saat inflamasi fase akut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Ketebalan Lemak Triseps (KLT) dengan kadar hs-CRP pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian yang dipakai ialah observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Mann Whitney U menunjukkan terdapat perbedaan bermakna (p=0,000). Hasil uji Spearmen menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,427 dan nilai ρ = 0,001 < α = 0,05. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara ketebalan lemak triseps dan kadar hs-CRP pada mahasiswa obes dan tidak obes di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.Kata kunci: Lemak Triseps, hs-CRP.
Hubungan Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Baduta di Kota Manado Pratama, Fauzan I.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E. S.
e-Biomedik Vol 7, No 2 (2019): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v7i2.26873

Abstract

Abstract: Stunting is caused by many factors, including not getting exclusive breastfeeding, namely breastfeeding without any other additional foods and drinks at the age of zero months to 6 months. This study was aimed to determine the relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting among children under two years old in Manado. This was an observational and analytical study with a case control design (retrospective). The chi-square test (x2) at the 95% of significancy was used to obtain the relationship between exclusive breastfeeding and the occurrence of stunting data. Furthermore, to determine the magnitude of the problem of children who did not get exclusive breastfeeding against the incidence of stunting, the odds ratio (OR) was calculated. The results obtained a p-value of 0.02 (<α=0.05) and an odds ratio (OR) of 2.65, which meant that there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting. In conclusion, there was a significant relationship between exclusive breastfeeding and stunting incidence among children under two years old in Manado.Keywords: stunting, exclusive breastfeeding, children under two years old Abstrak : Stunting disebabkan oleh banyak faktor, di antaranya tidak mendapatkan ASI ekslusif, yakni pemberian ASI tanpa makanan dan minuman lain pada usia nol bulan sampai 6 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak usia bawah dua tahun (baduta) di Kota Manado. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan rancangan case control (retrospektif). Uji statistik terhadap hubungan meng-gunakan uji chi-square (x2) pada tingkat kemaknaan 95%. Untuk mengetahui besarnya risiko anak yang tidak mendapatkan ASI ekslusif terhadap kejadian stunting, dilakukan penghitungan odds ratio (OR). Hasil uji chi-square mendapatkan nilai p sebesar 0,02 (<α=0,05) yang berarti terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 2,65. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara pemberian ASI ekslusif dengan kejadian stunting pada anak baduta di Kota Manado.Kata kunci: stunting, ASI eksusif, baduta
POLA KEHILANGAN GIGI PADA MASYARAKAT DESA ROONG KECAMATAN TONDANO BARAT MINAHASA INDUK Mangkat, Yuriansya; Wowor, Vonny N. S.; Mayulu, Nelly
e-GiGi Vol 3, No 2 (2015): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.3.2.2015.10015

Abstract

Abstract: The use of denture aims to improve the function of mastication, restoring the aesthetic function, improve the function of phonetics, and maintain the remaining oral tissues to be healthy. This study aimed to obtain the pattern of tooth loss among people in Tondano District Roong Village West. The study population was the whole villagers of Roong who used removable partial dentures acrylic-based. There were 75 people obtained by a preliminary survey in October 2014. Sampling was conducted by using total sampling method. The results showed that tooth loss occured mostly of the lower jaw partly tooth loss (80.33%). The mostly used type was RPDs with a total of 50.43% (17.10% of the upper jaw, 33.33% of the lower jaw). The pattern of partly tooth loss was based on the Applegate-Kennedy clasification, and the most frequent was class VI 22.10% (32.14% of the upper jaw and lower jaw 16.33%). RPDs were use based on the pattern of tooth loss, the most frequent was class VI 22.10% (32.14% RPDs of the upper jaw and 16.33% of the lower jaw). Based on the pattern of tooth loss, the usage of GTC was most frequent of the class IV 27.27% (GTC maxilla 1 (5.55%).Keywords: pattern of tooth lossAbstrak: Penggunaan gigi tiruan bertujuan untuk memperbaiki fungsi pengunyahan, memulihkan fungsi estetik, meningkatkan fungsi fonetik, serta mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar tetap sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pola kehilangan gigi pada masyarakat Desa Roong Kecamatan Tondano Barat. Populasi penelitian yaitu seluruh masyarakat desa Roong yang menggunakan gigi tiruan sebagian lepasan berbasis akrilik yang berjumlah 75 orang, diperoleh berdasarkan survei awal pada bulan Oktober 2014. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode total sampling. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada kehilangan gigi kebanyakan terjadi pada rahang bawah kehilangan gigi sebagian sebanyak 80,33%. Penggunaan terbanyak jenis GTSL dengan jumlah 50,43% (rahang atas 17,10%, rahang bawah 33,33%). Pola kehilangan gigi sebagian berdasarkan klasifisikasi Applegate-Kennedy, terbesar kelas VI sebanyak 22,10% (rahang atas 32,14% dan rahang bawah 16,33%). Penggunaan GTSL berdasarkan pola kehilangan gigi, terbesar kelas VI sebanyak 22,10% (GTSL rahang atas 32,14% dan rahang bawah 16,33%). Penggunaan GTC berdasarkan pola kehilangan gigi, terbesar kelas IV sebanyak 27,27% (GTC rahang atas 1 orang yaitu 5,55%).Kata kunci: pola kehilangan gigi
Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kehamilan di Kota Manado Setiadhi, Yudhaputra; Kawengian, Shirley E.S.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14633

Abstract

Abstract: Hypertension is a condition where the systolic blood pressure is >140mmHg and the diastolic blood pressure is >90mmHg measured by a sphygmomanometer. The measurements were performed at least 2 times in a span of one week. Uncontrolled hypertension can cause damage to the arteries, damage to the heart, damage to the brain, kidneys and eyes, as well as accelerating the onset of chronic cardiovascular diseases. Hypertension in pregnancy could affect such things as reduced blood flow to the placenta, fetal growth restriction, premature birth, fetal death, and increased risk of cardiovascular disease. One of the factors that affect the risk of hypertension is a family history of hypertension.The study aimed to see whether there is a relationship between a family history of hypertension and hypertension in pregnancy. The data were collected using cross-sectional method. This cross-sectional study was conducted in September-November 2016, in Bahu Public Health Center, Ranotana Public Health Center, Tuminting Public Health Center, Kombos Public Health Center, and Paniki Public Health Center. The sample were taken with total sampling method, with the total number of respondents that are willing around 144 respondent. Based on the research, from 50 respondent with a family history of hypertension, 1 respondent (2%) belong to the category of stage 1 hypertension, 20 respondent (40%) belong to the category of pre-hypertension and 29 respondents (58%) were normal. Conclusion: Based on the results, it can be deduced that a family history of hypertension mostly did not affect the incidence of hypertension in pregnant woman.Keywords: hypertension, maternal hypertension, family history of hypertension  Abstrak: Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah sistolik >140mmHg dan tekanan darah diastolik >90mmHg yang diukur dengan sphygmomanometer. Pengukuran dilakukan minimal 2 kali dalam rentang waktu 1 minggu. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah arteri, kerusakan pada jantung, kerusakan pada otak, ginjal dan mata, serta mempercepat terjadinya penyakit kardiovaskular yang kronis. Hipertensi pada wanita hamil dapat mempengaruhi beberapa hal seperti aliran darah ke plasenta berkurang, pertumbuhan janin terhambat, kelahiran prematur, bayi meninggal dalam kandungan, dan meningkatnya risiko terkena penyakit kardiovaskular. Salah satu faktor rikiko yang mempengaruhi hipertensi adalah riwayat hipertensi pada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara riwayat hipertensi pada keluarga dan hipertensi pada kehamilan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian cross-sectional ini dilakukan pada bulan September-November 2016 di Puskesmas Bahu, Puskesmas Ranotana, Puskesmas Tuminting, Puskesmas Kombos dan Puskesmas Paniki. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan dengan metode total sampling dengan jumlah responden yang bersedia sebanyak 144 orang. Berdasarkan penelitian didapatkan dari 50 responden dengan riwayat hipertensi pada keluarga 1 responden (2%) masuk ke dalam kategori hipertensi stadium 1, 20 responden (40%) masuk ke dalam kategori pre-hipertensi dan 29 responden (58%) yang normal. Simpulan: Berdasarkan hasil tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa riwayat hipertensi pada keluarga sebagian besar tidak mempengaruhi angka kejadian hipertensi pada ibu hamilKata kunci: hipertensi, hipertensi kehamilan, riwayat hipertensi pada keluarga
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kadar Hemoglobin pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Mopuya Sanjaya, Gusti D.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E.S.
eBiomedik Vol 6, No 1 (2018): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.6.1.2018.18797

Abstract

Abtract: Iron deficiency anemia remains as a public health problem with respect to its high prevalence and impact on maternal and infant health. This type of anemia often occurs because in pregnant women there is an increase in iron demand doubled due to increased plasma volume. This study was aimed to determine the relationship between hemoglobin level and maternal age, gestational age, parity, gestational distance, MUAC size, mother jobs, mother education, family income, and eating patterns. This was an analytical descriptive study with a cross-sectional design conducted at Mopuya Community Health Center, Bolaang Mongondow. Total respondents were 66 pregnant women obtained by using total sampling method. The relationship of hemoglobin level and the variables obtained the P-values as follows: 0.000 for mother age; 0,000 for pregnancy age; 0.000 for parity; 0.01 for pregnancy distance; 0.01 for MUAC; 0.01 for job status; 0.000 for mother education; 0.000 for family income; 0.000 for nuts diet; 0.000 for meat diet; 0.87 for fish diet; 0.000 for egg diet; all P-values were less than α=0.05, except fish diet that had a P-value higher than α=0.05. Conclusion: There were significant relationships between hemoglobin level and maternal age, gestational age, parity, pregnancy distance, LILA size, mother job, mother education, family income, as well as consumption pattern of eating nuts, meat, and eggs. However, there was no relationship between hemoglobin level and fish diet.Keywords: hemoglobin, anemia, pregnant mother Abstrak: Anemia defisiensi besi masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sehubungan dengan prevalensinya yang tinggi dan dampak kesehatan terhadap ibu dan bayinya. Anemia jenis tersebut sering terjadi karena pada ibu hamil terjadi peningkatan kebutuhan zat besi dua kali lipat akibat peningkatan volume plasma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara usia ibu hamil, usia kehamilan, paritas, jarak kehamilan, ukuran LILA, status pekerjaan ibu, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, dan pola konsumsi makan dengan kadar hemoglobin (Hb). Jenis penelitian ialah analitik deskriptif dengan desain potong lintang, yang dilakukan di Puskesmas Mopuya Kecamatan Bolaang Mongondow. Terdapat total 66 responden, diperoleh dengan metode total sampling. Hasil penelitian mendapatkan nilai P sebagai berikut: 0,000 untuk usia ibu; 0,000 usia kehamilan; 0,000 paritas; 0,01 jarak kehamilan; 0,01 LILA; 0,00 status pekerjaan; 0,000 pendidikan; 0,000 pendapatan; 0,000 pola makan kacang-kacangan; 0,000 pola makan daging; 0,87 pola makan ikan; 0,000 pola makan telur; kesemuanya lebih kecil dibandingkan α=0,05 kecuali untuk pola makan ikan dengan nilai P lebih besar α=0,05. Simpulan: Terdapat hubungan bermakna antara kadar hemoglobin (Hb) dengan usia ibu, usia kehamilan, paritas, jarak kehamilan, ukuran LILA, status pekerjaan, pendidikan ibu, pendapatan keluarga, pola konsumsi makan kacang-kacangan, daging dan telur. Tidak terdapat hubungan antara kadar hemoglobin dengan pola makan ikan.Kata kunci: kadar hemoglobin (Hb), anemia, ibu hamil
Gambaran aktivitas antioksidan pada ekstrak beras hitam (Oryza sativa L.) kultivar Pare Ambo Sulawesi Selatan Katiho, Raven G.; Kawengian, Shirley E. S.; Mayulu, Nelly
e-Biomedik Vol 4, No 1 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i1.10858

Abstract

Abstract: The objective of this research is to determine the antioxidant activity of the extracts of black rice cultivars Pare Ambo, South Sulawesi. Black rice Pare Ambo cultivars, South Sulawesi extracted with 70% ethanol by maceration. After that, the extract tested antioxidant activity using DPPH with concentration 50, 100, 200, 400, 500 ppm, and methods FRAP for the determination of total content of antioxidants at concentrations 600, 700, 800, 900, 1000 ppm. Research results using DPPH antioxidant test showed a concentration of 50 ppm has an activity that is the lowest free-radical scavengers 22% and 400 ppm had a prophylactic activity of free radicals highest 84,60%. While FRAP method showed a concentration of 600 ppm had the lowest total antioxidant that is 177,64 mmol/g and a concentration of 1000 ppm has the highest total antioxidant that is 272,94 mmol/g. Results of this research concluded that the extract of black rice cultivars Pare Ambo, South Sulawesi has a good potential antioxidant activity.Keywords: black rice, extract, antioxidants, DPPH, FRAPAbstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan aktivitas antioksidan dari ekstrak beras hitam kultivar Pare Ambo, Sulawesi Selatan. Beras hitam kultivar Pare Ambo, Sulawesi Selatan diekstrak dengan pelarut etanol 70% dengan cara maserasi. Setelah itu, ekstrak diuji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi 50, 100, 200, 400, 500 ppm, dan metode FRAP untuk penentuan kandungan total antioksidan dengan konsentrasi 600, 700, 800, 900, 1000 ppm. Hasil penelitian pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH menunjukkan konsentrasi 50 ppm memiliki aktivitas penangkal radikal bebas terendah yaitu 22% dan konsentrasi 400 ppm memiliki aktivitas penangkal radikal bebas tertinggi yaitu 84,60%. Sedangkan metode FRAP menunjukkan konsentrasi 600 ppm memiliki total antioksidan paling rendah yaitu 177,64 mmol/g dan konsentrasi 1000 ppm memiliki total antioksidan paling tinggi yaitu 272,94 mmol/g. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak beras hitam kultivar Pare Ambo, Sulawesi Selatan memiliki potensi aktivitas antioksidan yang baik.Kata kunci: beras hitam, ekstrak, antioksidan, DPPH, FRAP
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil Ngurah Rai, I. G.B.; Kawengian, Shriley E.S.; Mayulu, Nelly
eBiomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.4.2.2016.14627

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan suatu kondisi di mana jumlah dan ukuran sel darah merah, atau konsentrasi hemoglobin di bawah batas nilai normal, akibatnya dapat merusak kapasitas darah untuk mengangkut oksigen yang di hantarkan ke seluruh tubuh. Ibu hamil merupakan salah satu kelompok yang berisiko mengalami anemia karena peningkatan volume plasma yang berakibat pengenceran kadar hemoglobin (hb) tanpa perubahan bentuk sel darah merah. Ibu hamil dianggap mengalami anemia bila kadar Hb-nya <11,0 g/dL. Anemia dapat memperburuk proses kelahiran.. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada hubungan antara status pekerjaan, pendidikan dan penghasilan suami dengan kadar hemoglobin. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-November 2016 di Puskesmas Bahu, Ranotana, Tuminting, Kombos dan Paniki. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 49 orang. Dari hasil penelitian diperoleh nilai p masing-masing sebesar 0,362 status pekerjaan dengan kadar hb, 0,688 pendidikan dengan kadar hb dan 0,650 penghasilan suami dengan kadar hb yakni lebih besar dibanddingkan angka α=0,05. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara kadar hemoglobin (hb) dengan status pekerjaan, pendidikan dan penghasilan suami.Kata kunci: kadar hemoglobin, anemia, ibu hamil. Abstract: Anemia is a condition which the number and size of red blood cells or the hemoglobin concentration below the normal value, that can damage the capacity of the blood to transport oxygen throughout the body. Pregnant women is one of the groups at risk of anemia. high risk cause of increased plasma volume resulting in hemoglobin dilution without change in shape of the red blood cells. Pregnant women considered to have anemia when hemoglobin concentrate counted below 11.0g/dL and can worsen of giving birth progress. This study aims to determine whether there is a relation between employment status, education, and the husband’s income with the hemoglobin level in pregnant women. The study design used cross-sectional research by total sampling method to 49 people during september-november 2016 in Bahu, Ranotana, Tuminting, Kombos, and Paniki public health center. Result of research acquired the p-value of 0.362, respectively the status of the job with hemoglobin rate 0.688, education level and hemoglobin rate 0.650, the husband’s income level with hemoglobin rate is bigger than the α=0.05. Conclusion: There is no relation between the level of hemoglobin with employment status, education and husband’s income. Keywords: hemoglobin, anemia, pregnancy woman
Gambaran pola konsumsi makanan pada ibu hamil di kota Manado Narasiang, Bezaliel R.; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley
e-Biomedik Vol 4, No 2 (2016): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v4i2.14625

Abstract

Abstract: Pregnancy is a critical time or a golden period of the brief human growth and development time, a part of the Window of Opportunity, which affects the maternal and fetal health. Throughout the first phase of pregnancy, pregnant women need more food intake, accurate eating pattern, and also a balanced macronutrient intake. An adequate intake of food is very important to support the physical health and development of fetal mental health also decrease the risk of pregnancy complications. This study was aimed to obtain the description of food consumption pattern in pregnant women in Manado. This was a descriptive study with a cross sectional design using Food Frequency Questionnaire (FFQ) to obtain data of pregnant women in 5 public health centers in Manado from September to October 2016. Based on the FFQ data given by 181 respondents, the consumption of pregnant women in Manado was as follows: carbohydrate 159.97g/day, protein 79.15g/day, and fat 124.74g/ day. The most common foods consumed by the pregnant women were rice (carbohydrate), saltwater fish (protein), and coconut oil (fat). Meanwhile, chicken was rarely consumed (81.22%) and eel was never consumed (100%). Conclusion: Pregnant women in Manado had a food pattern that was lack in carbohydrate and high in fat according to pregnant women Recommended Dietary Allowances (RDA) in Indonesia.Keywords: pregnant women, food pattern, food frequency questionnaire Abstrak: Kehamilan merupakan masa kritis atau masa emas tumbuh kembang manusia yang singkat, bagian dari Window of Opportunity, yang memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Sepanjang tahap awal kehamilan, ibu hamil membutuhkan konsumsi makanan yang lebih dari semula, pola makanan yang tepat, juga asupan makronutrien yang seimbang. Pola asupan makanan yang adekuat sangat penting untuk menunjang kesehatan fisik, perkembangan mental janin, dan menurunkan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran umum pola konsumsi makanan pada ibu hamil di Kota Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ) pada ibu hamil di 5 puskesmas di Kota Manado selama bulan September-Oktober 2016. Berdasarkan perolehan data FFQ dari 181 responden, didapatkan bahwa konsumsi karbohidrat ibu hamil di Kota Manado sebanyak 159,97gr/hari, protein sebanyak 79,15gr/hari, dan lemak sebanyak 124,74gr/hari. Makanan tersering dan terbanyak yang dikonsumsi ialah beras (karbohidrat), ikan air laut (protein), dan minyak kelapa (lemak). Ayam merupakan makanan yang jarang dikonsumsi (81,22%) dan belut merupakan makanan yang tidak pernah dikonsumsi ibu hamil (100%). Simpulan: Ibu hamil di Kota Manado memiliki pola makan yang rendah karbohidrat dan tinggi lemak berdasarkan AKG ibu hamil di Indonesia. Kata kunci: ibu hamil, pola makan, food frequency questionnaire
HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN PAGI DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA MURID SD NEGERI 3 MANADO Tandirerung, Erina Utami; Mayulu, Nelly; Kawengian, Shirley E.S.
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.1162

Abstract

Abstract: Anemia is a global public health problem in developing and developed countries with its major consequences for human health and the economic and national development. Anemia can occur at all stages of the life cycle, but it is more prevalent in pregnant women and children.  Anemia in children due to lack of nutritional diet has bad impacts on their health, growth, and immune systems. The main causes of nutritional anemia are the insufficient iron ingestion, low iron absorption, and diet which mainly consists of rice and less diverse menu. Breakfast habits fall into one of the thirteen basic messages of balanced nutrition.  The benefit of having breakfast for school children is that it can improve their concentration to study and to understand their lessons, resulting in improvement of their  learning achievement. Besides that, breakfast plays some important roles in fulfilling the balanced nutrition in children. The purpose of this study was to find out the relationship between breakfast habits and anemia incidence among students of SD Negeri 3 Manado. This was an analytical cross-sectional study. The results showed that of 83 students, 58 students (69.9%) had habits of having breakfast and 74 students (89.2%) were not anemic. Analytical results obtained P-value = 0.019 (? 0.050). Conclusion: there was a significant relation between breakfast habits and anemia incidence among the students of SD Negeri 3 Manado. Key words: breakfast habits, children, anemia     Abstrak: Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat global di negara berkembang maupun negara maju dengan konsekuensi yang besar bagi kesehatan manusia serta pembangunan nasional dan ekonomi. Anemia dapat ditemukan pada setiap tahap siklus hidup, namun lebih menonjol pada wanita hamil dan anak-anak. Anemia pada anak-anak akibat  kurang gizi dapat berdampak buruk pada kesehatan, pertumbuhan, dan sistem imun. Penyebab utama anemia gizi ialah konsumsi zat besi yang tidak cukup, absorbsi zat besi yang rendah, dan pola makan yang sebagian besar terdiri dari nasi dan menu yang kurang beraneka ragam. Kebiasaan makan pagi termasuk dalam salah satu dari 13 pesan dasar gizi seimbang. Bagi anak sekolah, makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan memudahkan menyerap pelajaran yang akan meningkatkan prestasi belajar. Makan pagi juga sangat berperan terhadap pemenuhan gizi seimbang pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan makan pagi dengan kejadian anemia pada murid SD Negeri 3 Manado. Penelitian ini merupakan suatu penelitian cross-sectional yang bersifat analitik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 83 murid, 58 murid (69,9%) memiliki kebiasaan makan pagi dan 74 murid (89,2%) yang tidak anemia. Hasil analisis diperoleh nilai P = 0,019 (? 0,050). Simpulan: terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan makan pagi dengan kejadian anemia pada murid SD Negeri 3 Manado. Kata kunci: kebiasaan makan pagi, anemia, anak-anak
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 24-59 BULAN DI DESA TIWOHO KECAMATAN WORI KABUPATEN MINAHASA UTARA Gigir, Mega Sari; Amisi, Marsella D.; Mayulu, Nelly
KESMAS Vol 8, No 6 (2019): Volume 8, Nomor 6, Oktober 2019
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi merupakan ekspresi atau wujud dari keadaan gizi dalam bentuk variabel tertentu. Penting untuk memastikan bahwa ibu yang mempertahankan status gizi yang baik, karena terkait dengan tumbuh kembang anak dan kemudian status gizi anak tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran status gizi ibu berdasarkan IMT dan status gizi anak berdasarkan BB/U, TB/U, BB/TB dan IMT/U serta menganalisis hubungan status gizi ibu dengan status gizi anak usia 24-59 bulan di Desa Tiwoho. Desain penelitian yaitu observasional analitik dengan pendekatan Cross-Sectional dilakukan pada bulan Juni-Agustus 2019. Sampel pada penelitian ini adalah seluruh jumlah populasi yaitu 59 anak dan ibu. Status gizi ibu (IMT) terdapat 11,9% kurus ringan, 30,5% gemuk ringan, 16,9% gemuk berat dan 40,7% normal. Status gizi anak terdapat 11,9% gizi kurang, 88,1% gizi baik beradasarkan BB/U. 3,4% sangat pendek, 8,5% pendek dan 88,1% normal berdasarkan TB/U. 15,3% kurus, 81,4% normal dan 3,4% gemuk berdasarkan BB/TB dan IMT/U. Berdasarkan hasil uji Rank Spearman didapatkan nilai p = 0,000 dan nilai r = 0,552.   Kesimpulannya terdapat hubungan antara status gizi ibu (IMT) dengan status gizi anak usia 24 – 59 bulan (IMT/U) di Desa Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Disarankan ibu rajin ke Pos Pelayanan Terpadu agar memantau tumbuh kembang anak dengan bantuan kader kesehatan dan mempraktekan sosialisasi tentang pedoman gizi seimbang. Kata Kunci: Status Gizi, Anak, Ibu ABSTRACTNutritional Status is an expression or form of a nutrient state in the form of certain variables. It is important to ensure that mothers maintain good nutritional status, because they are related to growth and development and then the child's nutritional status. The purpose of this research is to know the description of the nutritional status of mothers based on BMI and child nutrition status based on BB/U, TB/U, BB/TB and IMT/U as well as to analyze mother's nutritional status relationship with nutritional status of children aged 24-59 months in Tiwoho village. The research design of analytical observational with Cross-Sectional approach was conducted in June-August 2019. The samples in this research were the total population of 59 children and mothers. Maternal nutritional Status (BMI) is 11.9% mild thin, 30.5% mild fat, 16.9% heavy fat and 40.7% normal. The nutritional Status of children are 11.9% malnutrition, 88.1% good nutrition based on BB/U. 3.4% very short, 8.5% short and 88.1% normal based on TB/U. 15.3% skinny, 81.4% normal and 3.4% overweight based on BB/TB and IMT/U. Based on the results of Rank Spearman test obtained the value P = 0.000 and the value R = 0.552.   In conclusion, there is a relationship between maternal nutritional status (BMI) with nutritional status of children aged 24 – 59 months (IMT/U) in Tiwoho village, Wori sub-district North Minahasa Regency. Mothers recommended go to integrated Service post to monitor the children's growth with the help of health cadres and practice the socialization about balanced nutrition guidelines. Keywords: Nutrition Status, Children, Maternal
Co-Authors ., Mety Agnes Madianung Agow, Mersi S Aguw, Marchia Alexander S. L. Bolang Amisi, Marsella D. Angel Lolita Danari Anita Ohe S. Fatie Aprilia Lombo Bahrudin Yamin Bolang, Christy R. Brilia Ch. Kereh, Brilia Ch. Budi T. Ratag Christine Yelika Nussy Daramu, Gorby Santinus Janis Deril Gansareng Dwi Christiani Audri Rahamis Dwi Mentari Datukramat Ekaristi, Pongtuluran Erina Utami Tandirerung Franly Onibala Gigir, Mega Sari Grace Debbie Kandou Gregoria S. S. Djarkasi Gresty Masi Gustaaf A. E. Ratag Gustaaf A.E. Ratag Hesti Lestari Hesti Sulistia Ningsih Hesty R. Masela, Hesty R. Ika R.I. Permatasari Joice N. A. Engka Joice N. Engka, Joice N. Julia Rottie Juwita Mangiri, Juwita Kawengian, Shirley Everdina Susanna Kawengian, Shriley E.S. Kezia, Immanuelle Kim, Bonglee Kolantung, Priska M. Kosanto, Vincent H. Larira, Dina Mariana Lastry Glory, Lastry Lele, Juan AJMN. Lucia Cecilia Mandey Made Ardika Wanantara Maki, Olvinda Malonda, Nancy S.H Mangkat, Olivia Manuputty, Michael Marchella Sege Meriam Assa, Meriam Mokodompit, Erza P. Nancy S. H. Malonda Narasiang, Bezaliel R. Ngurah Rai, I. G.B. Nova Hellen Kapantow Novita Hasyim Nur Padhilah Domu Nurkolis, Fahrul Nurpudji A. Taslim Pasaribu, Prisniade Paulina N. Gunawan Permatasari, Happy K. Pondagitan, Alpinia Shinta Pratama, Fauzan I. Pricilia Tan, Pricilia Rambing, Chorinne J. E. Rampengan , Derren DCH. Raven G. Katiho, Raven G. Rembet, Sindi R. Rendy R. Parengkuan Rina Kundre Risa K. F. Sahalessy, Risa K. F. Rivelino Hamel Rizqiansyah, Chrisandi Y. Romario M. Anthonie Runtu, Jessica G. Sabriani Pontoh, Sabriani Salni Saharman Sanjaya, Gusti D. Setiadhi, Yudhaputra Shirley E. Kawengian, Shirley E. Shirley E. S. Kawengian Shirley Kawengian, Shirley Sihaloho, Karlos B. Sri M. Buhang Sri Utami Arifin Stephanie Ch. P. Loong Supit, Enrico D. Syahputra, Rony A. Taraming, Yasinta N. Tati Ponidjan Tatiwakeng, Rezka V. Trina E. Tallei, Trina E. Vighneswara, Dewa Vinariani Tangkilisan Vincente L. Pranata, Vincente L. Vonny N. S. Wowor Watania, Tasya Winarsi Damapolii Wiraprasidi, I P.A. Yayuk A. Lasari Yuriansya Mangkat, Yuriansya