Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pengaruh Latihan Asertif Terhadap Penurunan Perilaku Agresif Pada LakiLaki Usia Remaja Awal yang Bermain Game Online Jenis Agresi di SMP Negeri 2 OKU Pratiwi Arum Sari; Antarini Idriansari; Herliawati
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 2 No. 2 (2015): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v2i2.27

Abstract

Perilaku agresif merupakan suatu perilaku yang disengaja untuk menyakiti orang lain baik secara lisan maupun fisik yang dapat disebabkan oleh kekerasan media seperti game online jenis agresi. Perilaku ini sering terjadi pada laki-laki usia remaja awal. Salah satu terapi perilaku yang dapat dilakukan perawat untuk menurunkan perilaku agresif adalah latihan asertif. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh latihan asertif terhadap penurunan perilaku agresif pada laki-laki usia remaja awal yang bermain game online jenis agresi di SMP Negeri 2 OKU. Desain penelitian ini adalah pre eksperimental tanpa kelompok kontrol dengan rancangan one group pretest-postest. Pengukuran perilaku agresif dilakukan sebelum dan setelah dilakukan latihan asertif menggunakan kuesioner Buss Perry Aggression Quesstionnaire (BPAQ) (1992). Hasil penelitian dari 36 responden berdasarkan Marginal Homogeneity Test diperoleh nilai p value 0,000 (p value < α, α = 0,05) yang menunjukkan ada pengaruh yang bermakna dari pemberian latihan asertif terhadap penurunan perilaku agresif pada laki-laki usia remaja awal yang bermain game online jenis agresi. Latihan asertif berperan dalam meningkatkan keterampilan berperilaku asertif dan menurunkan perilaku agresif pada laki-laki remaja awal yang bermain game online jenis agresi.
TERAPI KOMBINASI DEEP BREATHING RELAXATION DAN CRYOTHERAPY TERHADAP PENURUNAN NYERI PADA PASIEN ANAK POST ORIF EKSTREMITAS Putri, Adinda Tsalstabila; Idriansari, Antarini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk menerapkan asuhan keperawatan pada pasienanak dengan fraktur pasca operasi ORIF ekstremitas dengan pemberian terapi kombinasi deep breathingrelaxation dan cryotherapy dengan metode kompres dingin menggunakan ice gel pack.Metode: Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus terhadap tigapasien anak dengan fraktur pasca operasi ORIF.Hasil: Terdapat lima masalah keperawatan yang ditegakkan pada pasien anak dengan fraktur pascaoperasi ORIF dan didapatkan masalah keperawatan utama nyeri akut. Intervensi yang diberikan yaituterapi kombinasi deep breathing relaxation dan cryotherapy dengan metode kompres dinginmenggunakan ice gel pack untuk membantu mengurangi rasa nyeri yang dirasakan pada pasien.Implementasi dilakukan selama tiga hari didapatkan hasil nyeri akut teratasi ditandai dengan penurunanskala nyeri, pasien tampak tenang dan tidak tampak ekspresi khusus pada pasien.Simpulan: Asuhan keperawatan diberikan selama tiga hari dan intervensi terapi kombinasi deepbreathing relaxation dan cryotherapy dengan metode kompres dingin menggunakan ice gel packberpengaruh terhadap penurunan skala nyeri pada ketiga pasien anak dengan fraktur pasca operasi ORIF.Kata Kunci: Cryotherapy, fraktur, nyeri, ORIF, deep breathing relaxation, anak.
PENGETAHUAN IBU HAMIL DALAM UPAYA PENCEGAHAN KELAHIRAN BBLR Syawaluddin, Naufal; Ningsih, Nurna; Idriansari, Antarini
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan ibu hamil dalam upaya pencegahan BBLR. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Hasil: Pengetahuan ibu hamil menunjukkan bahwa sebagian besar responden (57,1%) masih dalam rentang kategori kurang Simpulan: Perlu adanya peningkatan pengetahuan dengan cara pendidikan kesehatan bagi ibu hamil. Hal ini sangat penting dalam upaya pencegahan kelahiran bayi berat lahir rendah (BBLR). Ibu hamil perlu mendapatkan pengetahuan tentang konsumsi gizi seimbang, termasuk asupan protein, karbohidrat, dan vitamin yang cukup, serta pentingnya suplementasi zat besi dan asam folat. Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan antenatal juga sangat dianjurkan untuk mendeteksi masalah sejak dini. Selain itu, manajemen stres dan dukungan sosial berperan penting dalam menjaga kesehatan mental ibu. Edukasi tentang pencegahan penyakit, vaksinasi, dan gaya hidup sehat, seperti menghindari rokok dan alkohol, akan semakin memperkuat upaya ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan ibu dapat melahirkan bayi dengan berat badan yang sehat dan mengurangi risiko BBLR.Kata kunci: Ibu Hamil, Kelahiran BBLR, Pengetahuan
KARAKTERISTIK DAN MASALAH KEPERAWATAN PADA PASIEN SYSTEMIC LUPUS ERITHEMATHOSUS DI RUMAH SAKIT MOHAMMAD HOESIN PALEMBANG (JULI 2022-MARET 2024) Sari, Merli Junita; Wahyuni, Dian; Idriansari, Antarini; Jaji, Jaji
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 10, No 1 (2024): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2024
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

dicirikan oleh produksi antibodi yang berlebihan, menyebabkan berbagai manifestasi klinis yang sifatnya unik, tidak sama untuk setiap pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien dan masalah keperawatan pada pasien SLE di Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang periode 1 Juli 2022 1 Maret 2024. Metode : penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel pada penelitian ini diambil dari medikal record menggunakan teknik total sampling, berjumlah 64 laporan. Analisis penelitian menggunakan analisis univariat. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden pada penelitian ini yaitu usia 26-45 tahun (42,2%), berjenis kelamin perempuan (93,8%), ibu rumah tangga (34,4%), tingkat pendidikan SMA (56,3%) dan tidak memiliki riwayat penyakit yang sama dikeluarganya (96,9%), lama sakit lebih dari 1 tahun (68,8%) dan ditemukan 17 masalah keperawatan, tertinggi masalah nyeri akut, gangguan perfusi jaringan, dan intoleransi aktivitas. Simpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien SLE berusia produktif, dengan rentang usia 26-45 tahun, yang didominasi oleh perempuan. Hal ini sejalan dengan literatur yang menyebutkan bahwa SLE lebih sering terjadi pada wanita usia reproduktif. Sebagian besar pasien berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan memiliki pendidikan terakhir SMA, yang dapat mempengaruhi pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit. Selain itu, tingginya proporsi pasien yang mengalami SLE lebih dari satu tahun menunjukkan adanya perjalanan penyakit yang kronis, meskipun tidak ditemukan riwayat penyakit yang sama dalam keluarga. Temuan 17 jenis masalah keperawatan mengindikasikan kompleksitas perawatan pasien SLE, yang membutuhkan pendekatan komprehensif dalam intervensi keperawatan.Kata kunci : Diagnosis Keperawatan, Karakteristik Pasien, SLE
PENGARUH KOMBINASI MEDIA PERMAINAN EDTATIS DAN VIDEO TENTANG MENARCHE TERHADAP PENGETAHUAN SISWI DI SDN 90 PALEMBANG Putri, Jessica Nuryanda; Idriansari, Antarini; Ningsih, Nurna
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 9 No. 2 (2022): Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v9i2.159

Abstract

Tujuan: Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju kematangan fisik menjadi dewasa. Pada anak perempuan berfungsinya sistem reproduksi diawali dengan menarche, hal ini dapat menimbulkan kecemasan apabila tidak disiapkan secara kognitif, afektif dan psikomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi media permainan edtatis dan video tentang menarche terhadap pengetahuan siswi di SD Negeri 90 Palembang. Metode: Desain Penelitian ini adalah pre-eksprerimental dengan one group pretest dan posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi di SD Negeri 90 Palembang yang diambil sebagai sampel sebanyak 34 orang yang diambil menggunakan purposive sampling. Data dianalisis dengan uji statistik uji marginal homogenity. Hasil: Hasil penelitian ini mendapatkan 14 siswi pengetahuan kurang  sebelum  diberikan intervensi dan sesudah diberikan intervensi mendapatkan 29 siswi pengetahuan yang baik. Hasil uji statistik terdapat perbedaan yang signifikan terhadap pengetahuan siswi di SD Negeri 90 Palembang sebelum dan setelah pendidikan kesehatan dengan p value 0.000 (p value < 0,05). Simpulan: Penelitian ini dapat diterapkan melalui penyuluhan tentang menarche kepada siswi agar siap secara fisik dan psikologis menghadapi tugas perkembangannya sebagai perempuan yaitu menarche dan berperilaku dengan benar dan sehat ketika menarche terjadi.
DESKRIPSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA REMAJA Idriansari, Antarini; Suhada, Deva
Jurnal Keperawatan Sriwijaya Vol. 12 No. 2 (2025): Vol 12, No 2 (2025)
Publisher : Bagian Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jks.v10i1.319

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menelaah penggunaan media social oleh para remaja yang ditinjau dari sisi jenis media sosial yang diakses remaja, level penggunaan media sosial, dan kegiatan yang dilakukan remaja di media sosial. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah descriptive analytic dengan jumlah sampel sebanyak 286 remaja di SMA N 1 Indralaya Ogan Ilir. Hasil: Mayoritas jenis media sosial yang akses oleh para remaja meliputi Instagram dan Whatsapp yaitu sebanyak 274 responden remaja (95,8%), kemudian tiktok sebanyak 249 responden remaja (87,1). Adapun level penggunaan media sosial diketahui bahwa sebanyak 260 responden remaja (90,9%) berada pada kategori alert. Pada tinjauan kegiatan yang dilakukan remaja di media sosial diketahui bahwa mayoritas responden menggunakan media sosial untuk melihat unggahan orang lain sebanyak 264 responden (92,3%), membaca komentar di akun sendiri dan orang lain sebanyak 142 responden (49,7) dan mengunggah foto dan video sebanyak 136 responden (47,6%). Simpulan: perkembangan jenis dan jangkauan media sosial serta penggunaannya yang begitu pesat di kalangan remaja sudah selayaknya menjadi perhatian banyak pihak agar tetap memberikan dampak positif dan sehat bagi kehidupan remaja.
Optimalisasi Praktik Pemberian Makanan Aktif Responsif: Mendukung Program Pemerintah dalam Mencegah Stunting dan Meningkatkan Gizi Anak di Desa Sakatiga Indralaya Ogan Ilir Kusumaningrum, Arie; Fitri, Eka Yulia; Idriansari, Antarini; Sari, Indah Purnama
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18485

Abstract

Pendahuluan: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan untuk mencegah stunting adalah pemberian makanan aktif responsif (OPMAR) pada balita. Program ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu balita di Desa Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir, dalam praktik OPMAR. Metode: Program ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan pretest dan postest. Sebanyak 30 ibu balita mengikuti rangkaian kegiatan edukasi interaktif, ceramah, diskusi, serta simulasi penyusunan menu berbasis bahan pangan lokal. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 12,73 menjadi 14,20 (kenaikan 7,74%). Skor praktik dan sikap meningkat dari 2,17 menjadi 2,80 (kenaikan 29,2%). Uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Program ini efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu balita dalam pemberian makanan aktif responsif sebagai upaya pencegahan stunting.
Effectiveness of complementary nursing "wet cupping" on low-density lipoprotein (LDL) in palliative patients with hypertension Latifin, Khoirul; Purwanto, Sigit; Idriansari, Antarini
JNKI (Jurnal Ners dan Kebidanan Indonesia) (Indonesian Journal of Nursing and Midwifery) Vol 12, No 2 (2024)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jnki.2024.12(2).126-134

Abstract

Background: Nowadays, there are many people with hypertension who are not aware of it. Hypertension can be caused by various factors, based on secondary hypertension or primary hypertension. High cholesterol levels are one of the causes of increased blood pressure. Low-Density Lipoprotein (LDL) is a type of cholesterol that is not good for the body if it exceeds normal limits. Objectives: This study aimed to determine the effectiveness of complementary Wet Cupping nursing on changes in Low-Density Lipoprotein cholesterol levels in people with hypertension.  Methods: The research method used was experimental research with a pre-experimental design, namely one group pretest and posttest design. Respondents were selected using purposive sampling techniques, based on the specified inclusion criteria, totaling 16 respondents. Respondents received intervention in the form of complementary wet cupping nursing three times and this was done once a week. The instruments of this research are standard operational procedures and observation sheets for Low-Density Lipoprotein (LDL) measurement results.Results: The results of this study state that there is a less significant effect on Low-Density Lipoprotein in people with hypertension after being given complementary wet cupping treatment with a significant value of 0.717 or p-value> 0.05. Although the results of statistical tests did not show significant results, there were 56.25% of respondents who experienced a decrease in Low-Density Lipoprotein. Conclusions:. Wet cupping is a treatment method that has various benefits for the body's health and does not cause bad side effects after cupping. So wet cupping can be a recommended alternative therapy option for hypertension sufferers to control Low-Density Lipoprotein levels by doing cupping regularly.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan Anak Usia Toddler (1-3 Tahun) dengan Riwayat Bayi Berat Lahir Rendah Ades Santri; Antarini Idriansari; Bina Melvia Girsang
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Association of Public Health Scholars based in Faculty of Public Health, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Bayi berat lahir rendah (BBLR) memiliki risiko untuk mengalami hambatan pertumbuhan dan perkembangan dalam hidupnya. Pertumbuhan dan perkembangan pada anak usia toddler (1-3 tahun) dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara factor jenis kelamin, status gizi anak, status ekonomi keluarga, pendidikan orang tua, serta stimulasi orang tua terhadap tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak usia toddler (1-3 tahun) dengan riwayat BBLR.Metode : Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional melalui uji Chi Square dan Colmogorov Smirnov.Hasil Penelitian : Didapatkan 35 anak dengan jenis kelamin perempuan 65,7%, status gizi kurang 57,1%, status ekonomi keluarga rendah 51,4%, tingkat pendidikan orang tua rendah 57,1%, dan stimulasi orang tua kurang 51,4%. Faktor status gizi (p value =0,000, α = 0,05), status ekonomi keluarga (p value = 0,000, α = 0,05), pendidikan orang tua (p value = 0,003, α = 0,05), dan stimulasi orang tua (p value = 0,000, α = 0,05) memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat pertumbuhan anak. Adapun faktor yang memiliki hubungan signifikan terhadap tingkat perkembangan anak adalah faktor pendidikan orang tua (p value = 0,009, α = 0,05) dan stimulasi orang tua (p value = 0,000, α = 0,05).Kesimpulan : Penelitian ini merekomendasikan kepada tenaga kesehatan agar memberikan pendidikan kesehatan secara kontinyu kepada pihak keluarga tentang dampak dan cara mencegah komplikasi yang disebabkan oleh kelahiran BBLR.Kata Kunci : Faktor Risiko, Pertumbuhan, Perkembangan, Usia Toddler, BBLR
Hubungan Jenis Kelamin Dengan Kejadian Kanker Pada Keganasan di RSMH Tahun 2024 Antarini Idriansari; Zesi Aprillia; Sukmah Fitriani; Zubaidah Zubaidah; Evi Yuni Mistati5
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.44688

Abstract

Kanker merupakan keganasan yang dapat menyerang pada berbagai usia, termasuk usia anak. Anak merupakan salah satu kelompok usia rentan. Kanker dapat menyerang dari usia bayi hingga remaja baik laki-laki maupun perempuan. Jenis kanker pada anak dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu keganasan darah dan tumor padat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik pasien anak dengan kondisi keganasan dan hubungan jenis kelamin dengan kejadian kanker darah dan tumor padat. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional, dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutif sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melihat data rekam medik. Penelitian ini melibatkan 142 sampel. Hasil penelitian didapatkan bahwa penderita kanker paling banyak di derita oleh anak dengan jenis kelamin laki-laki (66,9%), diagnosis kanker paling banyak adalah Acute limfoblastic Leukimia dengan jumlah 40 (28,2%) anak laki-laki dan 14(9,8%) anak perempuan, anak yang menderita kanker usia 0-5 tahun sebanyak 39,4%, usia 6-18 Tahun sebanyak 60,6%. Hubungan jenis kelamin dengan jenis kanker tidak bermakna secara signifikan dnegan nilai p (>0,005). Berdasarkan penelitian ini penderita kanker pada anak didominasi oleh anak dengan jenis kelamin laki-laki dan tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin dengan kejadian kanker darah dan tumor padat.