Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF DAN IMAJINASI TERBIMBING TERHADAP MUAL MUNTAH PADA PASIEN KANKER PAYUDARA Rizki Dwi Putri; Karolin Adhisty; Antarini Idriansari
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 3 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v3i1.236

Abstract

Nausea and vomiting cause some side effects which can occur in patients after chemotherapy.Progressive muscle relaxation and guided imagery are non-pharmacological actions which can reduceside effects after chemotherapy. The aim of this study was to determine the effect of progressive musclerelaxation and guided imagery on nausea and vomiting in breast cancer patients at Dr. MohammadHoesin Hospital Palembang. The sample was taken by Purposive Sampling technique with inclusioncriteria: Female patients who have breast cancer, PPS breast cancer patients ? 60%, Patients whoexperience nausea or vomiting due to chemotherapy either Acute, Delayed, Anticipatory, Breakthrough,or Refractory. This study used a Pre-Experimental method design with One Group Pretest-PosttestDesign, and an alternative Wilcoxon test was used for data analysis. The results of this study indicatedthat there was an influence of progressive muscle relaxation and guided imagery on the score of nauseaand vomiting with a p-value about 0,000, indicating that the patients were seen relaxed and couldovercome the nausea and vomiting. This research can be applied by using the appropriate StandardOperation Procedure (SOP) which is 2 series in a day for 30 minutes as a non-pharmacological therapyin dealing with nausea and vomiting in breast cancer patients.
GAMBARAN KUALITAS HIDUP PENDERITA KANKER SERVIKS STADIUM III Mutia Nadra Maulida; Antarini Idriansari; Karolin Adhisty
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.251 KB)

Abstract

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit tidak menular dan penyakit kronis yang paling mematikan didunia, salah satunya adalah kanker serviks. Kualitas hidup merupakan persepsi mengenai posisi individu didalam konteks budaya dan hubungannya dengan tujuan, harapan dan standar mereka. Tujuan penelitian iniadalah mengetahui gambaran kualitas hidup penderita kanker serviks stadium III. Penelitian ini adalahpenelitian kuantitatif menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasidalam penelitian ini adalah penderita kanker serviks stadium III yang berada di wilayah Palembang. Metodepengambilan sampel dalam penelitian ini dengan menggunakan non probability sampling dan dilakukansecara purposive sampling berjumlah 60 responden. Selanjutnya data dianalisis dan didapatkan hasil usia >35 tahun (81.7%), responden berpendidikan Rendah (≤ SMA) (71.7%), menikah (100%) dan paritas tinggi(73.3%). Dari hasil analisis kualitas hidup, sebanyak 58.3% responden memiliki kualitas hidup yang buruk.Menurut Matzo & Sherman (2014) kualitas hidup mempunyai konsep yang luas dan dipengaruhi olehkesehatan fisik seseorang, keadaan psikologis, keperacayaan, hubungan sosial dan hubungannya dengan halhal yang penting di lingkungan mereka. Hal ini menyebabkan rendahnya kualitas penderita kanker servikskarena penderita kanker serviks tidak hanya mengalami gangguan kesehatan secara fisik tetapi jg semuaaspek kehidupannya.Kata Kunci : Kanker serviks, Kualitas Hidup
PENGARUH PROMOSI KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP CUCI TANGAN SISWA DI SD NEGERI 117 PALEMBANG Ria Putri Utami; Antarini Idriansari; Khoirul Latifin
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 6, No 1 (2020): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2020
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lingkungan yang buruk, kurangnya air bersih dan tumpukan sampah disekitar lingkungan dapat menimbulkan penyakit seperti diare dan infeksi saluran pernapasan. Penyakit ini bisa dihindari dengan meningkatkan kebersihanpada tangan. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap cuci tangan pada anak usia sekolah terutama di SD Negeri 117 Palembang, maka perlu dilakukan promosi kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadapperubahan pengetahuan dan sikap cuci tangan pada siswa SD Negeri 117 Palembang. Desain penelitian yang digunakan yaitu pre-experimentaldengan pretest and postest group. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 1 SD Negeri 117 Palembang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dengan jumlah responden 40 orang. Hasil analisis uji Marginal Homogeneity didapatkan bahwa promosi kesehatan berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan.Hasil analisis uji Mc Nemar didapatkan bahwa promosi kesehatan berpengaruh terhadap sikap. Promosi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap cuci tangan siswa di SD Negeri 117 Palembang. Kata Kunci: Cuci Tangan, Pengetahuan, Promosi Kesehatan, Sikap, Siswa
SKRINING TINGKAT PERKEMBANGAN ANAK USIA PRE SCHOOL DI PAUD LARAS SAKTI DESA SAKATIGA INDRALAYA Antarini Idriansari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.172 KB)

Abstract

Deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dibutuhkan sebagai upaya awal untuk mengetahui apakah pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan normal atau sebaliknya. Deteksi tumbuh kembang anak adalah kegiatan pemeriksaan untuk menemukan penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan secara dini, baik pada anak usia toddler maupun pre school. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat perkembangan anak usia pre school di PAUD Laras Sakti Desa Sakatiga Indralaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 34 responden usia 3- 6 tahun. Instrumen yang digunakan untuk melakukan deteksi dini perkembangan pada anak usia pre school di PAUD Laras Sakti ini adalah Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 38.2% responden berada pada tingkat perkembangan dengan kategori sesuai. Adapun responden pada kategori meragukan sebesar 29.45% dan pada kategori penyimpangan sebanyak 32.4%.
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS INDRALAYA Fuji Rahmawati; Antarini Idriansari; Putri Widita Muharyani
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 3, No 1 (2017): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2017
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.934 KB)

Abstract

DM Tipe 2 merupakan tipe diabetes yang paling sering ditemukan di dunia. Kepatuhan pasien DM Tipe 2 terhadap terapi pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hidup pasien tersebut. Untuk mencapai kepatuhan tersebut, dukungan keluarga sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan keluarga penderita DM Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Indralaya Kabupaten Ogan Ilir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan desain penelitian survei analitik. Metode pengambilan sampel dengan menggunakan non probability sampling dengan teknik purposive sampling berjumlah 30 responden penderita DM Tipe 2. Hasil diketahui bahwa sebagian besar Penderita DM Tipe 2 mempunyai dukungan keluarga yang baik yaitu sebesar 53,3%. Dukungan keluarga sangat membantu penderita DM tipe 2 untuk dapat meningkatkan keyakinan akan kemampuannya melakukan terapi. Diharapkan kepada Puskesmas Indralaya untuk dapat melakukan promosi kesehatan yang sasarannya tidak hanya langsung ke penderita DM Tipe 2 tetapi juga ke keluarganya.
STUDI KOMPARATIF: DUKUNGAN KELUARGA DALAM MERAWAT PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI Marwiyah Marwiyah; Mutia Nadra Maulida; Antarini Idriansari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar pasien kanker payudara menjalani pengobatan kemoterapi. Kemoterapi dapat menyebabkan efek samping bagi pasien secara fisik dan psikologis oleh karena itu pasien sangat membutuhkan bantuan keluarga untuk mengatasi efek samping kemoterapi yang dialaminya. Namun keluarga seringkali tidak mengetahui efek samping kemoterapi dan bagaimana cara untuk mengatasi efek samping tersebut oleh karena itu, hal tersebut perlu dikomunikasi dengan baik. Sebagai perawat yang berperan sebagai edukator masalah tersebut dapat diatasi dengan memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga pasien. Edukasi tentang efek samping kemoterapi dapat diberikan menggunakan metode video edukasi. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan rancangan one group pretest posttest. Penentuan sampel dengan metode non random sampling sebanyak 48 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga. Hasil analisis data untuk variabel dukungan keluarga menggunakan uji McNemar didapatkan nilai p value = 0,002 yang berarti terdapat perbedaan antara dukungan keluarga sebelum dan setelah diberikan edukasi tentang efek samping kemoterapi.Kata Kunci: Edukasi kesehatan, kanker payudara, kemoterapi, dukungan keluarga
DESKRIPSI DATA KARAKTERISTIK PEKERJA MANUAL HANDLING (KULI PANGGUL) DI PASAR 16 ILIR PALEMBANG CHARACTERISTIC DESCRIPTION OF MANUAL HANDLING WORKERS (PORTERS) IN PASAR 16 ILIR PALEMBANG Antarini Idriansari; Indri Seta Septadina; Fuji Rahmawati
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 4, No 1 (2018): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2018
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.497 KB)

Abstract

Salah satu contoh pekerjaan yang melibatkan tenaga manusia terutama dalam pekerjaan yang berhubungan dengan pengangkatan beban-beban berat adalah pekerjaan manual handling, Pekerjaan manual handling ini menjadi salah satu pekerjaan yang berisiko menimbulkan cidera dan masalah kesehatan lainnya bagi para pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi data karakteristik pekerja manual handling (kuli panggul) di pasar 16 ilir Palembang. Metode penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif meliputi usia, IMT, lama bekerja, jenis beban, riwayat merokok. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden dan dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Rerata usia responden pekerja manual handling (kuli panggul) pada penelitian ini adalah sebesar 41,4 tahun, rerata IMT sebesar 21, 8, rerata lama bekerja adalah sebesar 7,6 jam, rata-rata masa kerja sebesar 17,8 tahun. Adapun rerata karakteristik lama istirahat sebesar 1 jam. Pada karakteristik beban angkut diketahui bahwa rerata beban angkut para pekerja ini adalah sebesar 92,9 kg dan pada karakteristik lama merokok diketahui rerata sebesar 8,6 tahun. Deskripsi karakteristik responden dalam penelitian ini merupakan uraian atau deskripsi faktor-faktor yang secara teoritis dapat menyebabkan keluhan nyeri punggung pada pekerja kuli panggul.Kata Kunci: pekerja manual handling, kuli panggul, nyeri punggung, tenaga manusia, beban angk
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG BABY CUES DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SIMPANG TIMBANGAN KABUPATEN OGAN ILIR Yesica Tria Enggriani; Arie Kusumaningrum; Antarini Idriansari
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (561.318 KB)

Abstract

AbstrakJauh sebelum mulai berbicara, bayi menggunakan baby cues untuk mengungkapkan kebutuhan dankeinginanya. Pengetahuan ibu tentang baby cues memudahkan ibu untuk merespon keinginan bayidengan tepat dan cepat. Hal ini dapat mempengaruhi perilaku postif pada bayi yang meliputi bahasa danperkembangan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan pengetahuan ibu tentang baby cues di wilayah kerja puskesmas SimpangTimbangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif-analitis dengan desain crosssectional. Sampel dalam penelitian ini ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia 4 sampai 12 bulan sebanyak64 sampel. Teknik analisis data secara univariat dan bivariat menggunakan program komputer melalui ujiChi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibutentang baby cues meliputi: pendidikan (p-value = 0,000), pengalaman (p-value = 0,013), informasi (pvalue = 0,000), stres yang dialami (p-value = 0,000) serta sistem pendukung (p-value = 0,000).Sementara itu, tidak ditemukan hubungan pada faktor usia ibu (p-value =1,000) dan status ekonomi (pvalue = 0,654). Berdasarkan hasil penelitian, peneliti mengharapkan orangtua, mahasiswa keperawatandan para perawat untuk lebih memperhatikan baby cues agar bisa memberikan respon yang cepat dantepat pada setiap kebutuhan dan keinginan bayinya.Kata Kunci : Baby Cues, Bayi, IbuAbstractLong before starting talking, infants use baby cues to express needs and desire. Mother’s Knowledgeabout baby cues make mother easy to respond the desire of baby properly and quickly. This can affectpositive behavior in infants which includes language and overall development. The aim of this studydetermines the factors related to the mother's knowledge about the baby cues in the working area ofPuskesmas Simpang Timbangan Ogan ilir. Metode that is used in this research is descriptive-analyticwith cross sectional design. The sample in this study is mothers who have babies aged 4 to 12 months asmany as 64 samples. Data analysis techniques are univariate and bivariate using a computer programthrough Chi Square test. These results indicate that the factors associated with mother’s knowledge aboutbaby cues included: education (p-value = 0.000), experience (p-value = 0.013), information (p-value =0.000), the stress experienced (p-value = 0.000) as well as support systems (p-value = 0.000).Meanwhile, no relationship was found in maternal age factor (p-value = 0.999) and economic status (pvalue = 0.654). Based on the results of the study, the researchers expect the parents, nursing students andnurses to give more attention to baby cues in order to provide a rapid and appropriate response to thebaby's every need and desire.Keywords: Baby Cues, Baby, Mother, Knowledge
PENGETAHUAN ORANG TUA MERAWAT ANAK PENDERITA THALASEMIA Vianti Nandeswari; Antarini Idriansari; Khoirul Latifin
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 7, No 1 (2021): Proceeding Seminar Nasional 2021
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit thalasemia pada anak dan pengobatan yang dilakukan rutin dalam jangka waktu yang lama menyebabkan berbagai macam komplikasi seperti, pembesaran hati dan limfa, gangguan pertumbuhan, pubertas terhambat, hingga gagal jantung. Keberlangsungan dari proses pengobatan dan pencegahan komplikasi pada anak penderita thalasemia dipengaruhi oleh dukungan orang tua. Orang tua perlu dibekali pengetahuan yang baik, sehingga dapat memberikan perawatan yang baik bagi anak penderita thalasemia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dari tingkat pengetahuan orang tua yang merawat anak penderita thalasemia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimen design dengan rancangan deskriptif survey. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 17 orang tua yang memiliki anak penderita thalasemia usia sekolah. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Pengetahuan orang tua tentang perawatan anak penderita thalasemia diukur menggunakan kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar tingkat pengetahuan orang tua yang merawat anak penderita thalasemia berkategori kurang yaitu sebanyak 8 orang dengan presentase sebesar 47,1%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah orang tua yang merawat anak penderita thalasemia belum memiliki pengetahuan yang baik tentang thalasemia. Perawat perlu memberikan informasi kesehatan khususnya tentang penyakit thalasemia dan pengobatannya kepada orang tua yang merawat anak penderita thalasemia.Kata Kunci: pengetahuan, orang tua, anak penderita thalasemia
PERBEDAAN MEDIA KOMIK DAN DREALL HEALTHY TERHADAP PENGETAHUAN JAJANAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Iim Nur Fatimah; Antarini Idriansari; Jum Natosba
Proceeding Seminar Nasional Keperawatan Vol 5, No 1 (2019): Proceeding Seminar Nasional Keperawatan 2019
Publisher : Proceeding Seminar Nasional Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.086 KB)

Abstract

AbstrakAnak sekolah dasar merupakan anak dengan usia sekolah 6-12 tahun yang pada masa ini anak masihrawan terhadap masalah kesehatan. Anak usia sekolah dasar mengalami masalah kesehatan salah satunyadiakibatkan oleh kurangnya pengetahuan anak dalam mengkonsumsi jajanan sehat. Salah satu upaya yangdapat dilakukan dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang jajanan sehat adalah dengan memberikanpendidikan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pendidikan kesehatan denganmedia komik dan dreall healthy terhadap pengetahuan jajanan sehat pada anak usia sekolah dasar. Jenispenelitian ini adalah quasy eksperimental dengan pretest dan post test group. Sampel penelitian terdiridari 2 kelompok yaitu kelompok media komik 54 sampel dan kelompok dreall healthy 54 sampel yangdiambil menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling dengancluster sampling. Penelitian ini menggunakan uji t berpasangan dan uji t tidak berpasangan. Hasil analisismenggunakan Uji t berpasangan pada kelompok media komik dan dreall healthy menunjukkan bahwaterdapat perbedaan skor pengetahuan anak tentang jajanan sehat sebelum dan setelah diberikanpendidikan kesehatan dibuktikan dengan nilai p value pada kelompok media komik 0.000 (p <0.05) dannilai p value pada kelompok dreall healthy 0.000 (p <0.05). Hasil analisis menggunakan Uji t tidakberpasangan pada kelompok media komik dan dreall healthy didapatkan bahwa tidak terdapat perbedaanyang bermakna terhadap pengetahuan anak tentang jajanan sehat setelah diberikan pendidikan kesehatandengan nilai p value 0.840(p >0,05). Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media komik dan dreallhealthy dapat meningkatkan pengetahuan tentang jajanan sehat pada anak usia sekolah dasar.Kata kunci: Media Komik, Dreall Healthy, Pengetahuan, Jajanan Sehat.AbstractElementary school are children with 6-12 years of school age who at this age are prone to healthproblems. Primary school-age children experience health problems, one of which is caused by lack ofknowledge about healthy snacks. One effort that can be done in increasing children’s knowledge abouthealthy snacks is to provide health education. This study aimed to find out the difference in healtheducation with comic media and dreall healthy against healthy snack knowledge in elementary schoolage children. This study was quasy experimental with pretest and post test group. The research sampleconsisted of 2 groups, comic media groups totaling 54 samples and dreall healthy groups totaling 54samples taken using non probability sampling techniques with a purposive sampling approach withcluster sampling. This study used paired t test and independent t test. Results of the analysis usingpaired t test in the comics media group and dreall healthy showed that there were differences inchildren’s knowledge score about healthy snacks and after being given health education the comic mediagroup obtainted the p value of 0.000 (p >0.05) and the dreall healthy group got p value of 0.000 (>0.05).The results of the analysis using independent t test on comic media and about dreall healthy groupsshowed thet there was no significant difference in childrend’s knowledge about healthy snacks after beinggiven health education with a p value of 0.840 (p > 0.05). Health education by using comic media anddreall healthy can increase knowledge about healthy snacks in elementary school-aged children.Keywords : Comics Media, Dreall Healthy, Knowledge, Healthy Snacks