Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMAHAMAN RELASIONAL DALAM MEMECAHKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINIER TIGA VARIABEL (SPLTV) DI KELAS X SMA NEGERI 7 AMBON Linda, Mey; Moma, La; Huwaa, Novalin Calasin
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v5.i1.p19-27

Abstract

Matematika merupakan ilmu universal yang dipelajari dari tingkat dasar hingga perguruaan tinggi. Salah satu hal yang diharapkan dari pembelajaran matematika adalah kemampuan peserta didik dalam pemahaman relasional. Dengan dimilikinya pemahaman tersebut peserta didik mampu mengenali bentuk soal baru, mampu membangun relasi antara unsur-unsur dalam masalah, mampu membangun relasi antara sifat atau struktur matematika yang telah dipelajari sebelumnya, mampu memecahkan masalah berdasarkan relasi yang telah dibangun. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik yang dipilih dari 23 peserta didik dikelas X MIPA 1 SMA Negeri 7 Ambon. Hasil penelitian menunjukan bahwa peserta didik yang mampu menyelesaikan sebuah masalah SPLTV dan memiliki tahapan pemecahan masalah yang lengkap maka, akan memiliki juga pemahaman relasional yang lengkap. Hal tersebut berarti pemecahan masalah peserta didik berpengaruh pada pemahaman relasional yang dimilikinya.
ANALISIS REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN SOAL KONTEKSTUAL Tuhumury, Juan Fandy; Moma, La; Huwaa, Novalin Calasin
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v5.i1.p28-34

Abstract

Representasi matematis adalah ungkapan-ungkapan ide dan gagasan peserta didik dalam menyelesaikan masalah matematika yang ditampilkan peserta didik untuk mencari solusi dari suatu masalah yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal kontekstual pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII SMP Negeri 1 Ambon. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 peserta didik yang dipilih dari 25 peserta didik, dengan kriteria peserta didik yang menjawab semua soal dengan benar dan pendapat guru terhadap subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 3 peserta didik yang menjawab semua soal dengan benar dan terdapat 3 representasi yang muncul pada hasil pekerjaan peserta didik, yaitu representasi simbol, representasi gambar dan representasi verbal. Berdasarkan hasil tes menunjukkan bahwa peserta didik pada representasi simbol dan verbal lebih tinggi dari representasi gambar.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP NEGERI 7 AMBON DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING ( PBL) PADA MATERI POLA BILANGAN Meturan, Luterus; Laurens, Theresia; Moma, La
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v4.i3.p111-116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 7 Ambon yang dibelajarkan dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi pola bilangan. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 7 Ambon yang berjumlah 22 siswa. Penelitian ini merupakan tipe penelitian tindakan kelas (PTK) dimana pendidik bertindak sebagai instruktur dan berlangsung dalam dua siklus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan lembar observasi untuk data kualitatif dan teknik analisis data kuantitatif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada setiap siklus dimana nilai ulangan siklus I sebesar 59,09% (13 siswa) yang mendapat nilai ≥72. Selanjutnya pada siklus II terjadi peningkatan sebesar 72,72% (16 siswa) yang mendapat nilai ≥72. Hasil belajar siswa naik 13,63% dari siklus I ke siklus II. Dengan demikian penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 7 Ambon pada materi pola bilangan.
ANALISIS BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP DALAM PENYELESAIAN SOAL SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Tutuarima, Noviani; Moma, La; Huwaa, Novalin Calasin
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 4 No 3 (2023): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v4.i3.p148-155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kritis siswa kelas VIII SMP dalam penyelesaian soal sistem persamaan linear dua variable. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Tahap penelitian dimulai dengan tes kemampuan berpikir kritis siswa dan pemilihan 3 subjek untuk setiap kategori kemampuan yang dijadikan fokus dalam penelitian ini. Data yang dikumpulkan berupa hasil tes kemampuan berpikir kritis siswa. Selanjutnya data yang dikumpulkan dianalisis berdasarkan indikator berpikir kritis yaitu Interpretasi, Analisis, Evaluasi, Explanation, Inferensi. Hasil analisa data yang diperoleh (1) Subjek VR yang mewakili kategori tinggi dapat memenuhi semua indikator berpikir kritis untuk setiap soal terkecuali indikator inferensi pada soal nomor 1; (2) Subjek SAT yang mewakili kategori sedang tidak memenuhi indikator interpretasi pada soal nomor 1, tidak memenuhi indikator inferensi pada soal nomor 2, dan hanya memenuhi indikator interpretasi pada soal nomor 3; (3) Subjek CSW yang mewakili kategori rendah hanya dapat memenuhi Indikator interpretasi pada ketiga butir soal serta hanya memenuhi indikator inferensi pada soal nomor 2 dan 3.
ANALISIS BERPIKIR KREATIF SISIWA KELAS VIII SMP NEGERI 19 AMBON DALAM MENYELESAIKAN SOAL PADA MATERI POLA BILANGAN DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE Labetubun, Christein; Mataheru, Wilmintjie; Moma, La
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v5.i1.p50-56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berpikir kreatif siswa kelas VIII SMP Negeri 19 Ambon dalam menyelesaikan soal pola bilangan ditinjau dari self confidence. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif-kualitatif. Sumber data yaitu siswa kelas VIII.8 yang berjumlah 23 siswa. Berdasarkan hasil angket self confidence dari 23 siswa tersebut, terdapat 1 siswa yang memiliki self confidence tinggi (4,34%), 19 siswa yang memiliki self confidence sedang, dan 3 siswa yang memiliki self confidence rendah (13,04%). Subjek penelitian ini adalah 1 siswa dengan kategori self confidence tinggi (S1), 1 siswa dengan kategori self confidence sedang (S2), dan 1 siswa dengan kategori self confidence rendah (S3). Subjek penelitian yang dipilih berdasarkan saran dari guru dan siswa tersebut dapat berkomunikasi dengan baik. Hasil yang diperoleh, yaitu S1 memenuhi semua indikator berpikir kreatif pada semua soal. S2 memenuhi semua indikator pada soal nomor 1 dan 2, namun pada soal nomor 3 tidak memenuhi indikator keluwesan (flexibility) dan keaslian (originality). S3 tidak memenuhi indikator keluwesan pada semua soal dan pada soal nomor 3, S3 tidak memenuhi semua indikator.
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA SD NEGERI 40 AMBON PADA MATERI BANGUN DATAR T, Rachmawati; Laurens, Theresia; Moma, La
Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Vol 1 No 2 (2019): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.439 KB) | DOI: 10.30598/jumadikavol1iss2year2019page91-101

Abstract

The purpose of this study was to determine the mathematical creative thinking ability of Grade VI students of SD Negeri 40 Ambon on flat material. This type of research is a descriptive study with a qualitative approach. The subjects in this study were fifth grade students of SD Negeri 40 Ambon in semester 2 of 2018/2019 academic year as many as five people. The subject taking technique is done by purposive sampling. Methods of data collection through tests of mathematical creative thinking and interviews. Data analysis techniques refer to the opinion of Miles and L-Luberman, namely the data reduction stage, the data presentation stage, and the conclusion drawing stage. The results showed that the five subjects representing each level of creative thinking ability had different characters in showing indicators of creative thinking ability
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR REFLEKTIF DAN ANALITIK PESERTA DIDIK SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL MODEL PROGRAMME FOR INTERNATIONAL STUDENT ASSESSMENT (PISA) Hadimu, Hasan Bashri; Laurens, Theresia; Moma, La
Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jumadikavol2iss2year2020page46-59

Abstract

During this time, reflective thinking and analytical skills have not been one of the objectives of mathematics and learners have not demonstrated reflective activity and analytic learning. The ability of the students ' reflective thinking and analytics is an important aspect to be examined and developed so that the learner's math learning is more optimal. The study aims to describe the ability of the students ' reflective thinking and analytic of junior high school in solving the Programme for International Student Assessment (PISA) model. This research is a qualitative descriptive study describing the reflective thinking skills and analytical students of junior high school in solving the Programme for International Student Assessment (PISA) model. The subject in this study is a class IX student consisting of three learners with the details of each of the 1 learners with reflective thinking skills, 1 student with analytic thinking skills and 1 student with reflective and analytical thinking skills. The data collection techniques used are tests of reflective thinking and analytical skills as well as interviews. Test Data and interviews are analyzed based on indicators that meet the ability of reflective thinking and analytical thinking skills. Data analysis techniques refer to the Miles and Hiberman concepts which include data reduction, data presentation, and conclusion withdrawal. Data validity techniques use observer persistence, triangulation time and peer checking. The results of the study provide conclusions: 1) Subject 1 meets the indicator of the reflective thinking ability, subject 1 able to the reacting phase, comparing, less in the contemplating phase: 2) Subject 2 meets the analytical thinking ability indicator, subject 2 is capable at would phase, organizing and attributing: 3) Subject 3 meets the indicator of reflective thinking capabilities capable of the reacting, comparing, contemplating and subject 3, organizing and attributing
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DAN DISCOVERY LEARNING DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Lakusa, Johanis Stefanus; Moma, La; Palinussa, Anderson L
Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA) Vol 4 No 1 (2022): Jurnal Magister Pendidikan Matematika (JUMADIKA)
Publisher : Prodi Magister Pendidikan Matematika Pascasarjana Universitas Pattimura Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jumadikavol4iss1year2022page17-28

Abstract

Berpikir kritis hendaknya menjadi salah satu aktivitas yang harus dikembangkan dan diajarkan di setiap mata pelajaran, karena kemampuan berpikir kritis bukan bawaan sejak lahir. Kemampuan berpikir kritis dalam penyelesaian masalah matematika hendaknya didukung oleh penggunaan model pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Setiap siswa memiliki perbedaan pengetahuan, pengalaman, kemampuan dalam pemecahan masalah. Perbedaan ini dapat juga dikategorikan berdasarkan gender. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan siswa yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning (DL) ditinjau dari segi gender. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran, dengan strategi metode campuran bertahap, yaitu tahap pertama adalah mengumpulkan dan menganalsis data kuantitatif kemudian diikuti oleh pengumpulan dan menganalisis data kualitatif. Penelitian ini bertempat di SMA Negeri 6 Ambon. Instrumen tes yang digunakan berupa soal uraian yang disusun berdasarkan indikator kemampuan berpikir kritis matematis menurut Facione. Analisis data yang dilakukan dalam peneitian ini terbagi atas analisis data kuantitatif dan analisis data kualitatif. Analisis data kuantitatif berupa uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis. Analisa data kualitatif yang dilakukan berdasarkan langkah-langkah yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman yaitu: reduksi Data, penyajian Data, dan penarikan kesimpulan. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran PBL dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran DL dan juga tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa berdasarkan gender, dan tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran PBL dan DL dengan gender terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa
Analisis Kemampuan Koneksi Matematis Ditinjau dari Gaya Kognitif pada Materi Lingkaran Siswa Kelas XI SMA Negeri 13 Ambon Leunufna, Priscillia F.; Moma, La; Mananggel, Marlin Blandy
Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Matematika Unpatti
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jpmunpatti.v6.i2.p121-127

Abstract

Kemampuan koneksi matematis adalah kecakapan siswa dalam menggunakan konsep-konsep yang ada pada matematika untuk mengaitkannya dengan topik lain pada matematika, mengaitkan dengan bidang ilmu lain, serta dalam kehidupan sehari-hari. Gaya kognitif memengaruhi kemampuan koneksi matematis siswa dalam menyelesaikan soal matematika, karena gaya kognitif dapat membantu siswa untuk memahami masalah matematika, mengingat kembali pembelajaran yang telah diberikan, serta menggunakan informasi-informasi yang diperoleh untuk menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan konkesi matematis siswa kelas XI-4 SMA Negeri 13 Ambon ditinjau dari gaya kognitif pada materi lingkaran. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Subjek yang dipilih yaitu siswa yang telah menerima materi lingkaran, siswa yang telah mengikuti Matching Familiar Figure Test (MFFT) yaitu tes untuk mengukur gaya kognitif siswa, dan pendapat guru mata pelajaran mengenai siswa dengan kemampuan komunikasi yang baik. Subjek penelitian sebanyak 4 siswa yang terdiri dari 2 siswa dengan gaya kognitif reflektif dan 2 siswa dengan gaya kognitif impulsif dari 31 siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa subjek bergaya kognitif reflektif memiliki kemampuan koneksi matematis kategori sedang, karena dapat menggunakan hubungan antar topik/konsep matematika dan menggunakan konsep matematika di bidang lain, namun tidak dapat menggunakan konsep matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Sedangkan subjek bergaya kognitif impulsif memiliki kemampuan koneksi matematis kategori rendah.
Reflective thinking focuses of intellectual disability students in solving mathematics problems involving the context of traditional ceremonies Serang, Maeya; Ratumanan, Tanwey Gerson; Matitaputty, Christi; Moma, La
Jurnal Elemen Vol 11 No 4 (2025): October
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jel.v11i4.30244

Abstract

Students’ mathematical reflective thinking skills are not yet fully developed, especially among students with disabilities. To address this issue, culture-based problems can be applied as a learning approach. This study aims to describe students' reflective thinking skills in solving problems related to Maluku cultural contexts, such as traditional events. This research uses a qualitative approach. The subjects were two students with disabilities selected based on specific criteria from a State Junior High School in Maluku Province, Indonesia. The instruments used were two problem-solving tasks and interview guidelines. Data analysis involved data reduction, presentation, and drawing conclusions. The results showed that one student was able to solve the problem well, demonstrating reflective thinking. However, the other student faced difficulties, especially in the reacting stage, where they struggled to understand the given problems, which hindered the overall reflective thinking process. The progress shown by one student indicates that culture-based problems offer positive benefits for students with intellectual disabilities. Therefore, schools are encouraged to integrate Maluku culture-based content into the curriculum and apply strategies that foster reflective thinking.