Claim Missing Document
Check
Articles

Self-Efficacy Matematik Pada Siswa SMP Moma, La
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2014): Mei
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v3i2.313

Abstract

Dalam pengajaran matematika pada tingkat sekolah dasar dan menengah perlu diberikan pengetahuan tentang self-efficacy (kepercayaan diri) dalam pemecahan masalah matematika. Self-efficacy matematik adalah penilaian terhadap diri sendiri terhadap matematika yang meliputi keyakinan diri dalam menyelesaikan masalah matematika, keyakinan dalam belajar memahami konsep, dan prinsip matematika. Yang termasuk sumber self-efficacy yaitu pengalaman kinerja, model sosial, persuasi sosial, membangkitkan emosi sedangkan dimensi dari self-efficacy ada tiga dimensi yaitu dimensi magnitude, dimensi strength, dan dimensi generality. Dan faktor-faktor yang mempengaruhi self-efficacy antara lain keberhasilan dan kegagalan pebelajar sebelumnya, pesan yang disampaikan dari orang lain, kesuksesan dan kegagalan orang lain, kesuksesan dan kegagalan dalam kelompok yang lebih besar.
PEMANFAATAN TIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAGI GURU SMA DI KECAMATAN KAIRATU KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Mananggel, Marlin B; Moma, La; Laamena, Christina M
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1005.636 KB) | DOI: 10.30598/pakem.1.1.20-28

Abstract

The current problem is that teachers are not capable to adapt to the development of education based of tecnology. Teachers are not entirely literate in information and communication technology. The purpose of this program is to train teachers in utilizing information and communication technology as a medium of learning. This program was implemented at SMA Negeri 22 Seram Barat, Hatusua Village, Kairatu District, West Seram Regency as partners and the target audience were high school teachers throughout Kairatu District. This program is carried out in several stages, namely planning, implementation, evaluation and reflection. At the planning stage, coordination is carried out with partners, then the date of the activity is set. The implementation phase consists of training, demonstration and practice. The evaluation stage is carried out directly by the implementer, namely filling out questionnaires by participants. The results of the questionnaire show that this training activity is considered very good with an average value of 4.85 and there are suggestions that such activities should be sustainable and present more interesting material. While the reflection stage is carried out jointly between the implementer and the participants (partner teachers). This program is expected to increase the mastery of partner teachers on information and communication technology as a learning medium and will continue and develop not only in Kairatu District, but also for teachers throughout West Seram Regency
PELATIHAN PENYUSUNAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) BAGI GURU SMP DI KECAMATAN TEHORU Huwaa, Novalin Calasin; Moma, La; Sapulette, Fentje
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.2.2.176-181

Abstract

This community service activity aims to train junior high school teachers in Tehoru sub-district to prepare Higher Order Thinking Skills (HOTS) questions. To find out the results of the training carried out, junior high school teachers in the Tehoru sub-district about preparing HOTS questions were given a questionnaire about their knowledge of preparing HOTS questions before and after attending the training. With training in the preparation of HOTS questions, teachers have understood how to prepare HOTS questions correctly. This can be seen from the results of the presentations of teachers in the training and changes in the results of the questionnaire scores before and after attending the training. The number of teachers who were hesitant and unable to prepare HOTS questions before the training was 16 people (88.9%). After attending the training, the number of teachers who have been able to compose HOTS questions is 18 people (100%)
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI PADA MATERI ARITMETIKA SOSIAL DISISWA KELAS VII-B SMP NEGERI 85 MALUKU TENGAH Tamalene, Hanisa; Moma, La
PAKEM : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): Pakem : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/pakem.4.1.94-99

Abstract

Salah satu unsur penting dalam tri darma perguruan tinggi yang harus dilaksanakan oleh setiap dosen selain aspek Pendidikan, Pengajaran dan Penelitian adalah aspek Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mengajar merupakan suatu proses yang kompleks, mengajar tidak hanya sekedar menyampaikan informasi kepada siswa melainkan meliputi banyak kegiatan dan tindakan yang harus dilakukan. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan dengan judul Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Pada Materi Aritmetika Sosial di Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 85 Maluku Tengah ini bertujuan untuk memberikan informasi siswa tentang materi Aritmetika Sosial dengan menggunakan model pembelajaran Inkuiri untuk meningkatkan hasil belajar siwa di kelas tersebut. Kegiatan ini selain membantu meningkatkan hasil belajar para siswa juga membantu para guru dalam mererapkan model pembelajaran inkuiri untuk materi-materi yang lain dalam proses pembelajaran.
IDENTIFIKASI OBJEK MATEMATIKA DALAM UNSUR BUDAYA DI NEGERI HILA KECAMATAAN LEIHITU Lating, Sarbanung; Ratumanan, Tanwey Gerson; La Moma
Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications Vol. 2 No. 2 (2023): Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications
Publisher : Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/amalgamasi.v2.i2.pp99-117

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan objek matematika dalam unsur budaya benda dan budaya tak benda di Negeri Hila Kecamatan Leihitu. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 5 orang tokoh masyarakat Negeri Hila Kecamatan Leihitu yang di pilih untuk di wawancarai mengenai objek matematika dalam unsur budaya yang ada di Negeri Hila Kecamatan Leihitu. Analisis data yang digunakan terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada budaya benda Negeri Hila terdapat tiga objek matematika yaitu Rumah Tau Lating Nustapy, Gereja Tua Imanuel, dan Benteng Amsterdam dan pada Budaya tak benda hanya ada satu saja yang terdapat objek matematika di dalamnnya yaitu Lawa Pipi atau Bawa Lari Kambing
ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 15 AMBON PADA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINIER DUA VARIABEL Wonmaly, Maria Saron; La Moma; Rumalean, Muh. Samad
Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications Vol. 2 No. 2 (2023): Amalgamasi: Journal of Mathematics and Applications
Publisher : Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55098/amalgamasi.v2.i2.pp118-129

Abstract

Materi sistem persamaan linier dua variabel merupakan salah satu materi yang sangat penting di ajarkan di SMP Negeri 15 Ambon, karena materi ini dapat menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa, karena materi ini menyajikan masalah sesuai situasi yang ada, seperti masalah umur, masalah harga atau barang, dan lain-lain. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis Siswa kelas VIII SMP Negeri 15 Ambon pada Materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV). Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Dari hasil yang di peroleh siswa adalah masih ada siswa yang belum dapat memenuhi tiga indikator kemampuan komunikasi matematis dalam menyelesaikan soal-soal sistem persamaan linier dua variabel (SPLDV). Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa Subjek yang dapat memenuhi ketiga indikator kemampuan komunikasi matematis menulis (Written Text), ekspressi matematis (Mathematical Expression), dan kemampuan menggambar (Drawing) adalah subjk AAT, Subjek yang hanya dapat memenuhi kedua indikator kemampuan komunikasi matematis menulis (Written Text) dan ekspressi matematis (Mathematical Ekspression) adalah subjek AIU, dan Subjek yang hanya dapat memenuhi satu indikator kemampuan komunikasi matematis menulis (Written Text) adalah subjek MJH