Articles
PERUMAHAN TINY HOUSE: Sustainable Architecture
Lempas, Tammi T.;
Malik, Andy A. M.;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dengan banyaknya populasi manusia yang ada di negara Indonesia, maka kebutuhan tempat hunian sangatlah di butuhkan dalam skala besar. Tidak hanya harga yang terjangkau, masyarakat juga membutuhkan tempat hunian yang nyaman setelah pulang beraktifitas. Untuk memenuhi kebutuhan ini, maka dirancang sebuah perumahan yang tidak hanya memberikan rasa nyaman dan terjangkau, namun juga tidak merusak lingkungan sekitarnya dengan mengangkat konsep dari sebuah objek tiny house yang cukup popular diluar Indonesia. Perumahan tiny house adalah sekumpulan rumah-rumah kecil yang disusun secara berkelompok dalam pengembangan tunggal. Tiny house memberikan fitur-fitur yang dibutuhkan manusia pada tempat hunian, namun dalam skala kecil, minimalis, sederhana dan efisien. Tiny house juga memberikan keuntungan lebih seperti hemat biaya dan energi, juga biasanya dibangun dengan material-material yang lebih ramah lingkungan. Tema yang akan digunakan pada perancangan ini yaitu sustainable architecture atau arsitektur berkelanjutan yang berarti konsep arsitektur yang mempertahankan sumber daya alam dan potensinya agar bertahan lebih lama. Dengan tema ini, perumahan akan menciptakan lingkungan hunian yang dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada dengan desain yang ramah lingkungan. Kata Kunci: Perumahan, Tiny House, Sustainable Architecture, Alam, Lingkungan
GELANGGANG REMAJA DI MINAHASA: Arsitektur Perilaku
Sambeka, Gabriela;
Sela, Rieneke L. E.;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gelanggang remaja adalah ruang atau tempat yang digunakan para remaja untuk melakukan berbagai kegiatan yang berguna bagi aktualisasi remaja yang positif. Remaja merupakan kelompok yang memiliki potensi besar sebagai generasi penerus dalam mewujudkan cita-cita, perjuangan dan membangun masa depan bangsa. Masa remaja adalah masa dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian remaja tersebut dapat dengan mudah untuk meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain. Di Kabupaten Minahasa sendiri terdapat banyak sekali komunitas, club-club bahkan even-even yang diadakan oleh kalangan remaja. Hal ini merupakan tanda bahwa anak muda mempunyai tekat untuk menunjukan kekreativitasan maupun keeksistensiannya. Saat ini di Minahasa sendiri objek yang serupa masih jarang ditemui. Oleh karena itu dirancang sebuah fasilitas gelanggang remaja dengan pendekatan arsitektur dan perilaku. Tujuan perancangannya yaitu menghadirkan sebuah wadah yang dapat menunjang berbagai kegiatan positif kalangan remaja sesuai minat dan bakat masing-masing. Dalam proses perancangan ini metode yang digunakan yaitu proses desain rasional atau metode merancang berdasarkan analisis dan sintesis. Gelanggang remaja ini didesain agar dapat menjadi wadah utama dalam mengakomodasi kebutuhan para remaja atau pengunjung untuk melakukan kegiatan baik dalam bidang kesenian, sosial, maupun olahraga. Kata Kunci : Gelanggang Remaja, Arsitektur, Perilaku, Kabupaten Minahasa
FARMING EXHIBITION DI MINAHASA UTARA: Arsitektur Vernakular
Runkat, Gabriela H.;
Moniaga, Ingerid L.;
Malik, Andy A. M.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kekayaan sumber daya alam yang ada di Indonesia telah terbukti memiliki kuantitas dan kualitas yang luar biasa. Sektor pertanian di Indonesia memiliki potensi besar yang dapat dimanfaatkan menjadi landasan yang kuat untuk perekonomian negara. Minahasa Utara, kabupaten yang terletak di provinsi Sulawesi Utara memiliki potensi pertanian dan hortikultura yang kompeten. Keberadaan Sumber Daya Alam yang melimpah harus turut didukung oleh Sumber Daya Manusia yang mumpuni dan memadai. Masyarakat membutuhkan sarana edukasi untuk mempelajari dan menambah wawasan terhadap cara bertani, berkebun, memanen, dan mengolah hasil panen sehingga potensi SDA dapat dimaksimalkan dengan baik. Penggunaan tema Vernakular pada perancangan objek Pameran Pertanian dilakukan agar objek dapat menjadi representasi dari wilayah Minahasa Utara yang menonjolkan kebudayaan lokal dalam berbagai aspek baik dalam bentuk fasad bangunan ataupun nilai-nilai intrinsik. Kata Kunci: Pertanian, Pameran, Vernakular
FASILITAS BUDIDAYA BUNGA POTONG DAN PASAR BUNGA DI TOMOHON “ARSITEKTUR LANSEKAPâ€
Karisoh, Christin;
Moniaga, Ingerid L.;
Tarore, Raymond Ch.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 5 No. 1 (2016): Volume 5 No.1 Mei 2016
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v5i1.13033
Kota Tomohon merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Sulawesi Utara yang sangat kaya akan kehidupan sosial-budaya serta sumber daya alam yang memiliki potensi yang baik dalam bidang pertanian. Saat ini mas yarakat kota Tomohon telah membudidayakan bunga potong . Namun saat ini, bunga potong yang di jual, sebagian tidak berasal dari Kota Tomohon melainkan dari beberapa daerah lain di Indonesia seperti pulau jawa yang di pesan dan di kirim ke Tomohon. Hal ini disebabkan karena keterbatasan memperoleh bibit bunga potong dan belum tersedianya wadah yang representatif dan memadai dalam memelihara bunga potong. Oleh karena itu, perancangan Fasilitas Budidaya Bunga Potong dan Pasar Bunga di Kota Tomohon ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bagi petani bunga potong dalam pembudidayan bunga potong, bagi penjual bunga potong dan bagi wisatawan dalam berkreasi serta menikmati alam yang ada disekitar objek Fasilitas Budidaya Bunga Potong dan Pasar Bunga di Tomohon. Arsitektur Lansekap merupakan tema yang diangkat dalam perancangan Fasilitas Budidaya Bunga Potong dan Pasar Bunga tersebut. Pemahaman Arsitektur Lansekap yaitu ilmu dan seni perencanaan dan perancangan serta pengaturan dari pada lahan, penyusunan elemen-elemen alam dan buatan melalui aplikasi ilmu pengetahuan dan budaya, dengan memperhatikan keseimbangan kebutuhan pelayanan dan pemeliharaan sumber daya, hingga pada akhirnya dapat tersajikan suatu lingkungan yang estetis dan fungsional. Fungsi dari Arsitektur Lansekap lebih kepada perencanaan ruang luar, dimana lansekap ini akan menjadi penghubung antara manusia dengan alam. Melalui perencanaan Fasilitas Budidaya Bunga Potong dan Pasar Bunga di Tomohon ini diharapkan bisa menjadi fasilitas budidaya bunga potong, tempat jual beli bunga dan menjadi fasilitas pariwisata di Kota Tomohon Kata kunci : Budidaya Bunga Potong, Pasar Bunga, Fasilitas, Arsitektur Lansekap.
WEDDING VENUE DI MANADO. OPTIMALISASI KONSEP ENVIRONMENT GAME PADA ARSITEKTUR DAN RUANG LUAR
Tacoh, Estephanie C.;
Kapugu, Herry;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17084
Dalam kehidupan bermasyarakat di kota Manado, Sulawesi Utara salah satu tradisi yang unik adalah merayakan pesta pernikahan yang besar, mewah dan megah yang berlangsung secara turun-temurun dari beberapa generasi keluarga. Mulanya pesta pernikahan dilaksanakan di rumah antara kedua mempelai, sampai akhirnya perkembangan zaman yang kian berubah, gaya hidup dan pergaulan juga berubah yang, hal ini membuat perayaan pesta pernikahan sudah jarang dilaksanakan dirumah melainkan dilaksanakan di tempat-tempat pernikahan sesuai dengan keinginan pengantin. Kebutuhan untuk pesta pernikahan baik pengantin dan para undangan dipersiapkan dengan matang jauh sebelum hari besar itu tiba. Tempat-tempat pernikahan yang ada di kota Manado kebanyakan tidak menyediakan fasilitas pernikahan yang lengkap, calon pengantin harus mengatur berbagai kebutuhan pernikahan di tempat yang berbeda, sebelum nantinya akan menikah disatu tempat yang ditentukannya Optimalisasi Konsep Environment Game Pada Bangunan dan Ruang Luar adalah sebuah proses dan strategi penataan kawasan untuk menjadikan lingkungan memiliki kualitas yang baik dan indah, yang dapat dinikmati dari segi arsitekturnya dan ruang luar. Sehingga dengan adanya proses dan strategi penataan lingkungan diharapkan dapat menjadikan suatu wedding venue yang memiliki kualitas unggul baik secara arsitektur, ruang luar dan fasilitas pernikahan yang lengkap di kota Manado. Kata Kunci : Kota Manado, Wedding Venue, Konsep Environment Game
PUSAT REHABILITASI PECANDU NARKOBA DI MINAHASA. Teori Gestalt dalam Arsitektur
Tambajong, Leonie A.;
Waani, Judy O.;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17627
Penyalahgunaan Narkoba merupakan salah satu dari kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Kejahatan luar biasa merupakan suatu perbuatan yang dilakukan dengan maksud untuk menghilangkan hak asasi umat manusia lain, telah disepakati sacara internasional sebagai pelanggaran HAM berat yang berada dalam yuridiksi International Criminal Court dan Statuta Roma, mendapatkan hukuman seberat- beratnya termasuk hukuman mati bagi pelaku kejahatan tersebut. Berada di daerah perbatasan membuat Sulawesi Utara menjadi sasaran para pengedar narkoba. Saat ini Sulawesi Utara tercatat sebagai salah satu daerah penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Menurut data Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut, terdapat 36.700 pengguna narkoba dan jika dilihat dari jenis pekerjaan, pelajar tingkat SMP menduduki peringkat pertama. Provinsi Sulawesi Utara membutuhkan wadah yang dengan tepat dan benar merehabilitasi para penyalahguna narkoba agar dapat mengurangi angka penyalahgunaan narkoba. Dengan menerapkan pendekatan tema, yaitu Teori Gestalt pada bangunan Pusat Rehabilitasi diharapkan mampu menonjolkan kesan aman, nyaman dan ‘diterima’ hingga mengubah cara pandang para pecandu narkoba. Pengaturan dan penataan lahan serta bangunan yang mendukung interaksi social, adanya elemen yang menstimulasi visual seperti pemandangan dan pengaplikasian warna pada bangunan. Berdasarkan tinjauan wilayah, Kabupaten Minahasa memiliki potensi besar dari sumber daya alam dan lingkungan. Kondisi lingkungan yang sebagian besar masih berupa ruang terbuka hijau dan jauh dari keramaian cocok menjadi lokasi pusat rehabilitasi.Kata Kunci : Pusat, Rehabilitasi, Pecandu Narkoba, Gestalt
GREEN CITY HOTEL DI MANADO. Green Architecture
Kaawoan, Swarz R. N.;
Moniaga, Ingerid L.;
Mandey, Johansen C.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 6 No. 2 (2017): DASENG Volume 6, Nomor 2, November 2017
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v6i2.17987
Perkembangan pariwisata kota Manado semakin meningkat tiap tahunnya. Selain itu sektor industri, perdagangan dan jasa pembangunannya juga semakin maju, hal ini juga didukung oleh faktor letak geografis. Peluang dan potensi yang dimiliki Kota Manado sangat besar dalam peningkatan dan pendapatan di sektor parawisata. Konsep perencanaan City hotel di Kota Manado, mengacu pada kebutuhan akan jasa akomodasi sebagai penunjung program pemerintah serta mendukung pariwisata-pariwisata yang ada di Sulawesi Utara.Global warming yang saat ini terjadi, maka berbagai bentuk usaha dilakukan untuk meminimalisir terjadinya pemanasan global, salah satunya dengan menghadirkan city hotel mengusung konsep Green Architecture. Dengan meminimalkan dampak negatif rancang bangunan terhadap alam, lingkungan dan manusia. Berkurangnya lahan hijau dalam kota yang tergantikan oleh bangunan, sehingga perlu menempatkan ruang hijau publik ke dalam bangunan.Oleh karena itu pengertian judul Green City Hotel di Manado adalah “Suatu akomodasi pariwisata dalam kota dengan fasilitas menginap, berbisnis, maupun berlibur dengan konsep arsitektur hijau atau bangunan yang hemat energi dan ramah lingkungan yang berada pada pusat Kota Manado. Kata kunci : Kota Manado, Global warming ,City Hotel, Green Architecture, Green City Hotel
OCEANARIUM DI MANADO. Arsitektur Ikonik
Taroreh, Julio B.;
., Sangkertadi;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v7i1.19309
Kota Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki keindahan bawah laut yang sangat indah dan menarik. Untuk menikmati keindahan tersebut sebagian orang menikmati dengan cara menyelam dan snorkeling. Namun sebagian orang yang ingin menikmati keindahan bawah laut tersebut dibatasi oleh keahlian menyelam serta snorkeling yang kurang dan keterbatasan fisik serta umur.  Tujuan perencanaan ini diantaranya menghadirkan objek wisata bawah laut di kota Manado, menciptakan fasilitas bawah laut yang bersifat rekreasi dan edukasi, serta mengembangkan tingkat pariwisata khususnya alam bawah laut di Manado.Metode perancangan dengan pendekatan fungsi aspek utama yaitu pendekatan tematik, tipologi objek dan analisis tapak serta lingkungannya.Hasil perancangan Oceanarium di Manado ini menggunakan konsep “Arsitektur Ikonik†dimana penerapan perancangan bangunan yang berskala besar serta bentuk yang atraktif dan menciptakan bangunan sebagai ikon kota Manado. Kata Kunci: Oceanarium, Manado, Arsitektur Ikonik
SEKOLAH TINGGI ILMU DESAIN DI MANADO. Arsitektur Regionalisme
Tuwaidan, Christine N. G.;
Rengkung, Joseph;
Moniaga, Ingerid L.
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23689
Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi informasi mempermudah para masyarakat untuk mengakses informasi, secara tak langsung, hal ini tentunya mendorong masyarakat khususnya para generasi muda saat ini untuk lebih berkreatifitas lagi dalam mengekspresikan minat, bakat dan talenta mereka, seperti dalam bidang yang berkembang saat ini yaitu seni mendesain sebagai suatu tindakan kreatif. Desain merupakan proses perancangan yang melibatkan kreatifitas manusia yang bertujuan dalam membuat sesuatu benda. Perancangan sebuah desain yang unik juga dapat berperan sebagai image brand dikalangan masyarakat luas.Perkembangan kota Manado saat ini belum terdapat tempat yang mampu menawarkan edukasi khusus Ilmu Desain. Sehingga perancangan Sekolah Tinggi Ilmu Desain di Manado dianggap layak untuk didirikan sebagai salah satu sarana pengembangan pada sektor pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia di Kota Manado. Dengan penerapan tema Arsitektur Regionalisme, maka dirancang objek ini mengikuti perkembangan jaman yang lebih modern tanpa meninggalkan kebudayaan daerah sehingga ada keharmonisan antara nilai seni tradisional dan seni modern. Kata kunci : Sekolah Tinggi Ilmu Desain, Arsitektur Regionalisme, Kota Manado
Pengembangan RTH Kota Berbasis Infrastruktur Hijau dan Tata Ruang Studi Kasus: Kota Manado
Moniaga, Ingerid L.;
Takumansang, Esli D.
Jurnal Lingkungan Binaan Indonesia Vol. 5 No. 4 (2016): JLBI
Publisher : Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan RTH kota yang berbasis infrastruktur hijau (infrastruktur ekologis) harus terpadu dengan RTH sebagai komponen utama pembentuk ruang. Kota Manado merupakan kota yang memiliki sumberdaya alam yang sangat indah dengan bentang alam yang topografikal yakni berbukit, bergunung, dan berombak-ombak. Karakteristik kota yang alami seperti ini membutuhkan peren-canaan tata ruang yang berbasis ekologis dan berkelanjutan. Kawasaan perbukitan yang berfungsi lindung tangkapan air (catchment area) seharusnya merupakan kawasan yang dalam perencanaan dan pengendalian ruang Kota Manado difungsikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH). Daerah-daerah yang sensitif terhadap perubahan harusnya dipreservasi atau dikonservasi sebagai infrastruktur hijau sehingga paradigma bahwa RTH bukanlah ruang-ruang sisa diantara ruang-ruang terbangun melainkan RTH merupakan unsur utama dalam tata ruang Kota. Tujuan penelitian ini yaitu mengidentifikasi RTH pada kawasan perbukitan di Kota Manado dengan variabel analisis yakni kelerengan, topografi, jenis tanah, dan curah hujan, untuk menghasilkan penataan terintegrasi RTH dan Tata Ruang berdasarkan karakteristik wilayah Kota Manado. Metodologi penelitian ini dilakukan dengan metode analisis spasial yang menggunakan perangkat lunak ArcGIS 10.0 dan global mapper.