Claim Missing Document
Check
Articles

EFFECTS OF SANYINJIAO ACUPRESSURE AND CINNAMON DECOCTION DYSMENORRHEA ADOLESCENTS’ MEAN PLATELET VOLUME Indah Sari; Nyna Puspita Ningrum; Nina Hidayatunnikmah
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1279

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint among adolescent girls affecting physical, psychological, and social activities. According to the World Health Organization (WHO) in 2021, 90% of women worldwide experience dysmenorrhea, and approximately 10–15% suffer from severe cases. One of the biological indicators related to menstrual pain is Mean Platelet Volume (MPV), the average size of platelets in the blood and reflects platelet activity and inflammation. The normal range of MPV is 150.000–400.000 µL, and elevated values may indicate an inflammatory process or acute pain, such as in dysmenorrhea. Objective: To determine the effect of the combination of Sanyinjiao (SP6) acupressure and cinnamon decoction on Mean Platelet Volume (MPV) levels before and after treatment in adolescent girls with dysmenorrhea. Methods: This study used a Pre-Experimental design with a One Group Pre-test and Post-test approach. The sample consisted of 32 adolescent girls with dysmenorrhea, selected using total sampling. The intervention of Sanyinjiao (SP6) acupressure and cinnamon decoction was administered twice daily for five days during menstruation. Results: The mean value of MPV showed a decrease after the intervention, with a p-value of 0.000 (<0.05), indicating a significant effect of the combination of Sanyinjiao (SP6) acupressure and cinnamon decoction on reducing MPV levels in adolescents with dysmenorrhea. Conclusions: The combination of SP6 acupressure and cinnamon decoction was proven to be effective in significantly reducing MPV levels in adolescent girls with dysmenorrhea. This therapy may serve as a practical and safe non-pharmacological alternative to alleviate menstrual pain associated with inflammation.
The Effect of SP6 Acupressure and Cinnamon Decoction Combination on Hemoglobin in Dysmenorrhea Adolescents kamilia, abidatul; Nina Hidayatunnikmah; Nyna PuspitaNingrum
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v7i2.1280

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea is a common menstrual pain complaint experienced by adolescent girls. In East Java Province in 2021, around 4,653 adolescents experienced dysmenorrhea, the incidence of primary dysmenorrhea was 4,297 (90.25%). While in Bangkalan around 66.7% experienced dysmenorrhea. Dysmenorrhea can reduce hemoglobin levels due to excessive uterine contractions triggered by prostaglandins. Non-pharmacological therapies such as Sanyinjiao point acupressure (SP6) can stimulate the nervous system and reduce uterine muscle contractions, while cinnamon contains active compounds that are analgesic and anti-inflammatory. Purpose of this study was to determine the effect of the combination of SP6 acupressure and cinnamon decoction on hemoglobin levels in adolescents with dysmenorrhea. Method: uses a one group pretest-posttest design. The study was conducted at the adolescent health post in Karang Asem Village with 32 respondents. The intervention was given twice a day for 5 days of menstruation. Results: showed an increase in hemoglobin levels from an average of 12.20 ± 0.48 gr/dL to 13.75 ± 0.66 gr/dL. The Shapiro-Wilk test showed that the data were normally distributed. The paired t-test produced a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference in hemoglobin levels before and after the intervention. Conclusion: is that the combination of SP6 acupressure therapy and cinnamon decoction is effective in increasing hemoglobin levels in adolescents with dysmenorrhea, and can be a practical and safe alternative non-pharmacological treatment.
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Daun Mulberry (Morus Rubra L) Terhadap Penghambatan Pertumbuhan Jamur Candida Albicans-In Vitro Hidayatunnikmah, Nina; Latifah, Anik; Cahya Rosyida, Desta Ayu; Safitri, Sella Dwi
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 6, No 1 (2022): JIK-April Volume 6 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v6i1.513

Abstract

Candida albicans merupakan penyebab utama infeksi vagina. Aktifitas antimikroba dan senyawa  berry menunjukkan bahwa kandungan anthocyanin dapat melindungi dari bakteri patogen manusia. Pertumbuhan buah mulberry di Indonesia tumbuh secara liar dan pemanfaatnya sedikit oleh masyarakat Indonesia karena kurangnya ketidaktahuan masyarakat terhadap manfaat farmakologis yang di miliki oleh tumbuhan mulberry. Kandungan yang terdapat didalam daun Mulberry adalah alkaloid, flavonoid, dan polifenol. Jenis penelitian yang akan dilakukan ini menggunakan desain penelitian eksperimental laboratories dengan pendekatan Post-Test Only Control Group Design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Farmasi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Laboratorium Profesor Nidhom Foundation Surabaya. Daun mulberry yang akan diekstrak diambil di tanaman yang ada di Fakultas Sains dan Kesehatan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Jumlah sampel adalah 8 seri pengenceran ekstrak mulberry (15%, 30%, 45%, 60%, 75%, 80%, 95%, 100%) dalam 4 cawan petri. Tahap Persiapan dialkukan dengan melakunan  pembuatan stok bakteri pada media agar serta pembuatan ekstrak daun Mulberry. Cawan petri yang berisi Nutrient Agar dituang dengan suspense Candida albicans dan selanjutnya diberikan ekstrak mulberry dengan 8 seri pengenceran dan diinkubasi selama 24 jam. Hasil menunjukan terdapat zona hambat pada konsentrasi ekstrak mulberry 80%, 95%, 100% pada keempat cawan petri. Kesimpulan terdapat pengaruh ektrak mulberry pada aktivitas antimikroba candida albicans pada konsentrasi ekstrak 80%,95%, dan 100%.
Cegah Stunting Sejak Dini dengan Makanan Bergizi untuk Ibu Hamil Ningrum, Nyna Puspita; Hidayatunnikmah, Nina; Rihardini, Tetty
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 11, No 4 (2020): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v11i4.5616

Abstract

Stunting merupakan suatu kondisi yang sangat umum terjadi pada seorang anak dengan kekurangan gizi dikarenakan jumlah makronutrien dan mikronutrien tidak cukup memadai.Indonesia menempati peringkat kelima dunia untuk jumlah anak dengan kondisi stunting.Usaha dini yang dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan stunting bisa dilakukan sejak masa kehamilan.Prinsipnya adalah meningkatkan asupan gizi ibu hamil dengan memastikan selama kehamilan ibu mengkonsumsi makanan yang bergizi dan berkualitas baik, oleh karena itu, dibutuhkan suatu penyuluhan untuk meningkatkan wawasan ibu hamil terkait kebutuhan gizi yang baik selama kehamilan dan menambah keterampilan ibu hamil dalam mengelola makanan yang kaya akan gizi. Target khusus pada kegiatan masyarakat ini adalah ibu hamil dan kader kelurahan. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini adalah ceramah/penyuluhan, demonstrasi cara membuat makanan bergizi untuk ibu hamil, dan evaluasi dengan teknik food recall. Hasil akhir pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah meningkatnya pemahaman kader dan ibu hamil terkait gizi yang dibutuhkan selama masa kehamilan, serta kemampuan mempraktikkan mengolah makanan yang kaya akan kandungan gizi. 
PENGARUH PEMBERIAN SIMPLISIA JAHE MERAH TERHADAP INTENSITAS DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI Hidayatunnikmah, Nina; Ningrum , Nyna Puspita; Prawesty, Priestin Dian
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 2 (2024): Vol. 9 No. 2 Desember 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i2.1840

Abstract

Menstruasi adalah perdarahan yang terjadi secara periodik dan siklik, disertai dengan pelepasan (deskuamasi) endometrium. Hampir seluruh perempuan mengalami menstruasi dengan pengalaman nyeri dengan tingkatan yang berbeda. Rasa nyeri yang dialami seperti mual, rasa pegal pada bagian panggul, nyeri perut bagian bawah hingga nyeri yang sakitnya luar biasa. Dismenore mempengaruhi kegiatan sehari-hari yaitu mengurangi kemampuan berkonsentrasi, gangguan belajar dan aktivitas fisik. Dismenore primer banyak dialami oleh para remaja, dismenore primer disebabkan oleh peningkatan produksi prostaglandin dan pelepasannya (terutama PGF2α). Salah satu alternatif untuk mengatasi dismenorea primer secara non farmakologi dengan pemberian simplisia jahe merah. Senyawa gingerol dan shogaol yang terdapat dalam jahe efektif mengurangi rasa sakit, sebagai anti-inflamasi dengan menghambat kerja enzim dalam siklus cyclooxygenase (COX) dan lipooxygenase sehingga dapat menghambat dilepaskannya prostaglandin penyebab inflamasi dan menghambat kontraksi uterus yang dapat menyebabkan nyeri menstruasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya efek pemberian simplisia jahe merah terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Alibrah Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan desain Quasy Exsperimental (Quasy Experimental Design) dengan rancangan two group pretest dan posttest non equivalent control group design, kelompok kontrol (tanpa perlakuan) dan kelompok intervensi diberikan kapsul jahe merah dosis 3 x 1000 mg diminum pada hari pertama sampai dengan hari ketiga menstruasi. Sampel penelitian sebanyak 42 responden, setiap kelompok 21 responden. Teknik pengambilan sampel dengan Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan uji Independent T test . Hasil penelitian menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,000 atau p<0,05 dapat disimpulkan pemberian simplisia jahe merah memiliki pengaruh terhadap penurunan intensitas dismenore pada remaja putri di Pondok Pesantren Alibah Kabupaten Gresik.
PENGARUH TERAPI FISIK DALAM MENGATASI KENAIKAN BERAT BADAN PADA AKSEPTOR KB HORMONAL Miliana, Lidvina Ochyna Sari; Nyna Puspita Ningrum; Nina Hidayatunnikmah
Jurnal Medicare Vol. 4 No. 4 (2025): OCTOBER 2025
Publisher : Rena Cipta Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62354/jurnalmedicare.v4i4.268

Abstract

Weight gain is a common side effect among hormonal contraceptive users, potentially leading to dissatisfaction, discontinuation, and long-term health risks. This study aimed to determine the effect of physical therapy in overcoming weight gain among hormonal contraceptive acceptors. This quantitative research employed a one-group pretest-posttest design, conducted at TPMB Affah Fahmi, Surabaya, in April–May 2023 with 31 respondents selected through purposive sampling. The intervention consisted of structured physical therapy sessions, three times a week for four weeks, involving aerobic exercise, stretching, and light strength training. Weight was measured before and after intervention, analyzed using paired t-test (p < 0.05). Results showed a significant decrease in average body weight from 57.44 ± 3.45 kg to 55.63 ± 3.26 kg (p = 0.000).
Utilization of Mulberry Leaf Decoction (Morus Alba L.) as a Traditional Treatment for Fluor Albus in Women of Childbearing Age Solichatin, Solichatin; Ningrum, Nyna Puspita; Hidayatunnikmah, Nina; Rosyida, Desta Ayu Cahya
Shihatuna : Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Desember
Publisher : FKM UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/shihatuna.v5i2.26337

Abstract

Fluor albus, or pathological vaginal discharge, is a common reproductive health disorder experienced by women of childbearing age (WUS). The primary cause is often related to Candida albicans fungal infection. Azole-based pharmacological therapy is known to be effective, but has the potential to cause resistance and side effects. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of WUS in the Keputran Village, Surabaya, regarding the use of mulberry leaf decoction (Morus alba L.) as an alternative herbal treatment for fluor albus. The activity included health education, demonstrations on how to make herbal concoctions, and evaluation of participants' knowledge through discussions and questions and answers. The results showed a 90% increase in community knowledge regarding the prevention and treatment of fluor albus, and 85% of participants expressed interest in implementing this herbal treatment. This activity demonstrates that community empowerment through an educational approach and hands-on practice can increase awareness and independence in maintaining women's reproductive health naturally and sustainably.
Determinant Factors Of Early Marriage Among Women In The Working Area Of Tambak Gresik Bawean Health Center, Indonesia Ningrum, Nyna Puspita; Hidayatunnikmah, Nina; Arafina, Survin
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 12, No 1 (2026): Volume 12 No 1 Januari 2026
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v12i1.23373

Abstract

Latar Belakang: Pernikahan dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh perempuan di bawah usia 19 tahun. Fenomena ini berdampak luas terhadap kesehatan fisik, psikologis, sosial, dan ekonomi. Di wilayah kerja Puskesmas Tambak Gresik Bawean, kasus pernikahan dini masih sering ditemukan.Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian pernikahan dini.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan case control pada 70 responden. Analisis menggunakan regresi logistik biner.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0.001), lingkungan pergaulan (p=0.001), dan sosial ekonomi (p=0.002) dengan pernikahan dini, sedangkan pola asuh orang tua tidak signifikan (p=0.480).Kesimpulan: Pengetahuan rendah, lingkungan sosial kurang kondusif, dan kondisi ekonomi lemah berkontribusi terhadap pernikahan dini.Saran: Edukasi kesehatan reproduksi, pengasuhan positif, dan pemberdayaan ekonomi diperlukan untuk pencegahan. Kata Kunci: Pernikahan dini, Pengetahuan, Pola Asuh, Sosial Ekonomi ABSTRACT Background: Early marriage refers to marriages conducted under 19 years of age. This phenomenon affects physical, psychological, social, and economic aspects. In Tambak Gresik Bawean Health Center, early marriage cases remain prevalent.Purpose: To analyze factors associated with early marriage occurrence.Methods: This was an observational analytic study with a case-control approach involving 70 respondents. Binary logistic regression was used for data analysis.Results: There were significant relationships between knowledge level (p=0.001), peer environment (p=0.001), and socioeconomic status (p=0.002) with early marriage, while parenting style was not significant (p=0.480).Conclusion: Low knowledge, poor social environment, and weak economic conditions contributed to early marriage.Suggestion: Strengthening reproductive health education, positive parenting, and economic empowerment are needed. Keywords: Early Marriage, Knowledge, Parenting, Social Environment, Socioeconomic