Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi Javier Rama Alfiantama; Patni Ninghardjanti; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 1 (2024): Januari
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i1.75940

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui: 1) Pengaruh fasilitas belajar terhadap hasil belajar di SMA Negeri 1 Cikarang Utara; 2) Pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar di SMA Negeri 1 Cikarang Utara; dan 3) Pengaruh secara bersama-sama fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar di SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Jumlah populasi dari penelitian ini 107 dan jumlah sampel nya adalah 52, penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif menggunakan teknik proportionate random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji analisis regresi linear berganda, Uji F, dan Uji t. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1) Terdapat pengaruh dari fasilitas belajar terhadap hasil belajar dengan hasil uji t 2.267 > 2.00958 atau H0 ditolak, H1 diterima; 2) Terdapat pengaruh dari motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan hasil uji t 2.197 > 2.00958 atau H0 ditolak, H2 diterima; 3) Terdapat pengaruh dari fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap hasil belajar dengan hasil uji F 39.318 > 3,18b atau H0 ditolak, H3 diterima.  Keywords: keinginan belajar; perolehan belajar; sarana belajar Abstract: This study uses quantitative research to know; 1) whether or not there is an influence of learning facilities on learning outcomes; 2) whether or not the influence of learning motivation on learning outcomes; 3) whether or not the influence of learning facilities and learning motivation on learning outcomes. This research was conducted at SMA Negeri 1 Cikarang Utara. The total population of this research is 107, and the total sample is 52. The sampling technique used was proportionate random sampling. Data collection techniques from this study used questionnaires, observation, and documentation. The data analysis techniques used in this study are multiple regression analysis, F test, and t-test. the results of this study are: 1) There is an influence of learning facilities on learning outcomes with the results of the t-test 2.267 > 2.00958 or H0 is rejected, H1 is accepted; 2) There is an influence of learning motivation on learning outcomes with the results of the t-test 2.197 > 2.00958 or H0 is rejected, H2 is accepted; 3) There is an influence of learning facilities and learning motivation on learning outcomes with the results of the F test 39,318> 3.18b or H0 is rejected, H3 is accepted.  Keywords: desire to learn; learning gains; learning tools
Aktivitas Branding Pada Pelaku UMKM Solo Art Market Ratna Devi Sakuntalawati; Susantiningrum Susantiningrum; Nur Rahmi Akbarini; Dyah Yuni Kurniawati; Salman Alfarisy Totalia
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 29, No 2 (2024): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v29i2.83400

Abstract

A brand is an essential element for marketing success, but MSMEs need to pay more attention to the quality of their brand. On average, they only pursue profits without paying attention to essential perceptions so that consumers always remember the product brand. Apart from that, implementing the branding strategy could have been more optimal, causing brand loyalty to be shallow. This branding condition is very different if you look at the branding function, which can be used for promotion, attraction, product image and market control. This gap raises questions about branding activities carried out by MSME actors. The research aims to identify branding activities carried out by MSME actors. A quantitative descriptive research method was used to achieve the research objectives, with a sample of all MSME actors taken by the census, totalling 90 respondents. The collection technique uses a questionnaire. The research location is Solo Art Market (SAM). The research results show that most MSMEs in SAM carry out branding activities. The targeted output is the identification of branding activities of SAM MSME actors. This is necessary to maximize sales.Keywords: brand; branding activities; MSMEs; Solo Art Market
Service Blueprint Pelayanan Wisata Edukasi, Desa Wisata Batik Pilang Ratna Devi Sakuntalawati; Susantiningrum Susantiningrum; Nur Rahmi Akbarini; Dyah Yuni Kurniawati
Jurnal Kewirausahaan dan Bisnis Vol 28, No 2 (2023): December
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkb.v28i2.67010

Abstract

BUMDes Pilang Berdikari telah menetapkan paket wisata edukasi dan  perlengkapan yang belum mampu mendorong terselenggaranya kepariwisataan. Hal ini disebabkan karena diperlukan alur pelayanan pariwisata komprehensif, yang dapat digambarkan sebagai service blueprint. Sampai saat ini, belum dikaji terkait alur pelayanan pengunjung dan service blueprint yang dibutuhkan sebagai pedoman BUMDes dalam melakukan pelayanan wisatawan. Tujuan penelitian ini untuk mewujudkan skema service blueprint wisata edukasi yang mencakup layanan paket wisata untuk TK, SD, SMP, SMA, dan umum. Metode yang digunakan adalah action riset dengan melakukan workshop proses alur layanan wisata, workshop persiapan service blueprint, serta FGD untuk mengidentifikasi alur proses pelayanan pariwisata, dan mengidentifikasi titik-titik rawan kegagalan serta menyusun service blueprint. Pada workshop I, dikaji mengenai alur proses layanan wisata edukasi dan identifikasi titik rawan gagal dalam layanan, dilanjutkan FGD identifikasi. Pada workshop II dikaji tentang penyusunan service blueprint pelayanan wisata edukasi, dilanjutkan FGD penyusunan. Workshop diawali  dengan pre-test dan diakhiri dengan post-test. Hasil penelitian ini, peserta dapat mengetahui materi yang diberikan dalam workshop. Setelah dilakukan FGD identifikasi, peserta dapat membuat diagram dan menyusun service blueprint. Tersusun 2 skema service blueprint untuk paket wisata edukasi pelajar TK, SD dan paket wisata edukasi pelajar SMP, SMA, Mahasiswa dan umum.Kata kunci: BUMDes; service blueprint; workshop
Pelaksanaan pembelajaran praktik korespondensi program otomatisasi tata kelola perkantoran di masa new normal (Studi kasus di SMK Batik 2 Surakarta) Yandhira Lingga Pradhani; Patni Ninghardjanti; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 5 (2023): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i5.70304

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Penerapan praktik korespondensi di era new normal, (2) hambatan pelaksanaan praktik korespondensi, (3) upaya mengatasi hambatan pelaksanaan praktik korespondensi program OTKP. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Sumber data penelitian dari informan (Siswa, Guru Korespondensi, Ketua Program OTKP), peristiwa (implementasi praktik korespondensi pada masa new normal pandemi), dan dokumen (profil sekolah, materi korespondensi). Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball dan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumen. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data, dan metode. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Pelaksanaan pembelajaran praktik korespondensi pada masa new normal di SMK Batik 2 Surakarta telah terlaksana dengan perencanaan dan persiapan sebelum pelaksanaan praktik dimulai, namun penerapan praktiknya belum terlaksana. dilaksanakan secara optimal. 2) Hambatan pembelajaran: a) Penyampaian materi belum maksimal karena keterbatasan sarana prasarana pembelajaran, b) memerlukan waktu untuk menyesuaikan lingkungan belajar, c) respon siswa yang pasif, d) kurangnya waktu pembelajaran praktik, e) penjadwalan kelas praktik belum maksimal. 3) Upaya untuk mengatasinya: a) Pengulangan materi, b) Menggunakan media pembelajaran yang mendukung, c) Penggunaan laboratorium perkantoran dioptimalkan, d) pendekatan aktif pada siswa, e) Menetapkan jadwal latihan.Kata kunci: analisis kasus; pembelajaran keterampilan; periode baruAbstract: The research aims to determine (1) the Implementation of correspondence practice in a new normal era, (2) obstacles to the implementation of correspondence practice, (3) efforts to overcome obstacles to the implementation of correspondence practice of the OTKP program. This type of research is a descriptive qualitative case study approach.  Sources of research data from informants (Students, Correspondence Teachers, Heads of OTKP Programs), events (implementation of correspondence practices during the new normal period of the pandemic), and documents (school profiles, correspondence materials). The sampling technique uses snowball and purposive sampling. Data collection techniques with interviews, observations, and documents. Test the validity of the data using data triangulation, and methods. Data analysis techniques using Miles & Huberman interactive models. The results of the study showed: 1) The implementation of correspondence practice learning during the new normal period at SMK Batik 2 Surakarta has been carried out by planning and preparing before the implementation of the practice begins, but the application of the practice has not been implemented optimally. 2) Learning barriers: a) Submission of material has not been maximized due to limited learning infrastructure, b) requires time to adjust the learning environment, c) passive student response, d) lack of practical learning time, e) scheduling of practical classes have not been maximized. 3) Efforts to overcome: a)Repeating the material, b) Using supportive learning media, c) The use of office labs is optimized, d) an active approach in students, e) Setting practice schedules.Keywords: case studies; correspondence; new normal; practical learning  
Peningkatan keterampilan public speaking melalui metode Monroe’s Motivated Sequence kelas XI OTKP SMKN 1 Surakarta Brigita Verisda Yuliana; Wiedy Murtini; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 2 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i2.61905

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan umum siswa dengan menggunakan metode MMS di kelas XI OTKP SMK N 1 Surakarta pada mata pelajaran tata kelola kehumasan dan keprotokolan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dibagi menjadi dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan pengumpulan data, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, tes, dan dokumen. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, membandingkan data, dan menyimpulkan data. Analisis data menggunakan analisis data kuantitatif sederhana, observasi keterampilan berbicara di depan umum, analisis data kualitatif, dan analisis deskriptif komparatif. Prosedur penelitian ini terdiri dari dua siklus yang terdiri dari empat tahap yang saling berkaitan di setiap siklusnya. Berdasarkan data yang terkumpul dari pra-tindakan, siklus I dan II terus mengalami peningkatan. Hasil pra-tindakan menunjukkan terdapat 8 siswa (23,5%) yang dinyatakan tuntas, pada siklus I sebanyak 18 siswa (52,9%), dan pada siklusII sebanyak 25 siswa (73,5%). Hasil data keterampilan berbicara di depan umum didasarkan pada penilaian komunikasi siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan metode MMS dapat meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum bagi siswa OTKP SMK N 1 Surakarta.Kata Kunci: analisis data kuantitatif; keprotokolan; komunikasi Abstract: This study aims to improve students’ public speaking skills by using MMS methods in class XI OTKP SMK N 1 Surakarta on the subject of public relations governance and protocol automation. This research is classroom action research. The research was divided into two cycles, where each cycle consisted of planning, implementing actions, observing and collecting data, and reflecting. Data collection techniques include observation, interviews, tests, and documents. Data validity uses source-triangulation techniques, comparing data, and concluding data. Data analysis used simple quantitative data analysis, public speaking skills observation, qualitative data analysis, and comparative descriptive analysis. The research procedure formed two cycles that had four stages that were interrelated in each cycle. Based on the data collected from pre-action, cycles I and II have continued to increase. The results of pre-action show there were 8 students (23,5%) who were declared complete; on cycle I, there were 18 students (52,9%); on cycle II, there were as many as 25 students (73,5%). The public speaking skills data result is based on students’ communication assessments. The conclusion of this study is that the application of the MMS method can improve public speaking skills for students of OTKP SMK N 1 Surakarta.Keywords: communications; protocol automation; quantitative data analysis
The influence of digital literacy and self-efficacy on students' critical thinking abilities Yashinta Ekafitri Maharani; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 6 (2025): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i6.104580

Abstract

Abstrak: Kemampuan berpikir kritis merupakan keterampilan penting abad ke-21, namun pada praktiknya siswa SMK masih cenderung rendah karena lebih fokus menghafal materi daripada menganalisis, mengevaluasi, atau memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi digital dan self efficacy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas X Program Keahlian Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB) SMK Negeri 6 Surakarta, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausalitas dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 85 siswa dari populasi 108 siswa dengan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis dengan regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (thitung 4,708 > ttabel 1,663; sig. = 0,000 < 0,05); (2) self efficacy juga berpengaruh positif dan signifikan (thitung 3,402 > ttabel 1,66; sig. = 0,001 < 0,05); (3) secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis (Fhitung 38,847 > Ftabel 3,11; sig. = 0,000 < 0,05). Persamaan regresinya yakni Ŷ= 20,423+0,530 X1+0,383 X2. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,487. Sumbangan efektif literasi digital sebesar 29,26% dan self efficacy sebesar 19,41%. Sumbangan relatif literasi digital sebesar 60,07% dan self efficacy sebesar 39,86%. Temuan ini menunjukkan perlunya sekolah meningkatkan fasilitas literasi digital, membiasakan pembelajaran berbasis analisis, serta menumbuhkan kepercayaan diri siswa melalui pendampingan akademik. Kata kunci : berpikir tingkat tinggi; kepercayaan diri; kuantitatif; literasi teknologiAbstract: Critical thinking ability is an essential 21st-century skill; however, in practice, vocational high school students still tend to demonstrate low levels, as they focus more on memorizing material rather than analyzing, evaluating, or solving problems. This study aims to examine the influence of digital literacy and self-efficacy on the critical thinking ability of Grade X students in the Office Management and Business Services (MPLB) Program at SMK Negeri 6 Surakarta, both simultaneously and partially. This study uses a causality quantitative approach with a correlational design. The sample comprised 85 students from a population of 108 students using proportional random sampling technique. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS version 26. The results showed that: (1) digital literacy has a positive and significant effect on critical thinking skills (t = 4.708, p < .001); (2) self-efficacy also has a positive and significant effect (t = 3.402, p = .001); (3) simultaneously, both have a significant effect on critical thinking skills (F = 38.847, p < .001). The regression equation is Ŷ = 20.423 + 0.530X₁ + 0.383X₂. The coefficient of determination (R² = .487) means that digital literacy and self-efficacy influence critical thinking skills by 48.7%. The effective contribution of digital literacy is 29.26% and self-efficacy is 19.41%. The relative contribution of digital literacy is 60.07% and self-efficacy is 39.86%. These findings indicate the necessity for schools to enhance digital literacy facilities, promote analysis-based learning, and foster students' self-confidence through academic mentoring. Keywords: cognitive skills; self-confidence; technology literacy; 21st-century learning
Peningkatan hasil belajar siswa melalui penerapan media “e-arsip” berbasis microsoft access Divani Sheva Zakiyatul Mufarridah; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 8, No 6 (2024): November
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v8i6.90502

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi media pembelajaran e-arsip berbasis Microsoft Access dalam meningkatkan hasil belajar siswa; (2) mengetahui peningkatan hasil belajar kearsipan melalui penerapan media e-arsip berbasis Microsoft Access. Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas XI MPLB 2 SMKN 6 Surakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif diperoleh melalui lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa. Pada tahap pra tindakan, nilai rata-rata kelas adalah 75,94 dengan ketuntasan 52,78%. Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 82,47 dengan ketuntasan 69,44%. Siklus II menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan nilai rata-rata 87,44 dan ketuntasan 88,89%. Karena mencapai target ketuntasan 80%, penelitian ini dinyatakan berhasil.Kata kunci : media pembelajaran; penelitian tindakan kelas; pengelolaan kearsipan Abstract: This research aims to: (1) describe the implementation of Microsoft Access-based e-archive learning media in improving student learning outcomes; (2) determine the increase in archival learning outcomes through the application of Microsoft Access-based e-archive media. Classroom action research (PTK) is carried out in two cycles consisting of planning, implementation, observation and reflection. The research subjects were 36 students of class XI MPLB 2 SMKN 6 Surakarta. Data collection was carried out using qualitative and quantitative techniques. Qualitative data was obtained through observation sheets, interviews and documentation, while quantitative data was obtained through test results. The research results show an increase in student learning outcomes. At the pre-action stage, the class average score was 75.94 with 52.78% completeness. In cycle I, the average score increased to 82.47 with 69.44% completeness. Cycle II showed further improvement with an average score of 87.44 and completeness of 88.89%. Because it achieved the target of 80% completeness, this research was declared successful.Keywords : learning media; classroom action research ; archive management
Income expectations and subjective norms influence on students' entrepreneurial intention Latifa Nur Desita; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v9i5.104576

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh: (1) ekspektasi pendapatan terhadap intensi berwirausaha; (2) norma subjektif terhadap intensi berwirausaha; (3) pengaruh simultan ekspektasi pendapatan dan norma subjektif terhadap intensi berwirausaha mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran FKIP UNS Angkatan 2021-2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode kausalitas. Populasi 180 mahasiswa, sampel dihitung menggunakan rumus slovin margin erorr 5% yakni 124 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif signifikan secara parsial ekspektasi pendapatan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa PAP, dibuktikan dengan thitung>ttabel (3,965>1,197) dengan taraf signifikansi 0,000<0,05; (2) terdapat pengaruh positif signifikan secara parsial ekspektasi pendapatan terhadap intensi berwirausaha mahasiswa PAP, dibuktikan dengan thitung>ttabel (7,222>1,979) dengan taraf signifikansi 0,000<0,05; (3) terdapat pengaruh positif signifikan secara simultan ekspektasi pendapatan dan norma subjektif terhadap intensi berwirausaha mahasiswa PAP, dibuktikan dengan Fhitung>Ftabel (74,137>3,07) dengan taraf signifikansi 0,000<0,05. Persamaan regresinya yakni Ŷ= 3,653 + 0,625X1 + 0,755X2 dengan R2 55,1%. Sumbangan efektif X1 terhadap Y sebesar 17,5%; Sumbangan efektif X2 terhadap Y sebesar 37,6%; Sumbangan relatif X1 terhadap Y sebesar 32%; Sumbangan relatif X2 terhadap Y sebesar 68%. Kata kunci: harapan akan pendapatan; niat berwirausaha; persepsi sosial; teori perilaku terencanaAbstract: This research examines the influence of: (1) income expectations on entrepreneurial intentions, (2) subjective norms on entrepreneurial intentions, and (3) the simultaneous influence of income expectations and subjective norms on entrepreneurial intentions among students of the Office Administration Education Study Program FKIP UNS Class of 2021-2022. The research employed a quantitative approach using a causality method. The population comprised 180 students, with the sample calculated using the Slovin formula with a 5% margin of error, resulting in 124 students. The sampling technique used proportionate stratified random sampling. Data collection employed questionnaires, and data analysis utilized multiple linear regression analysis with IBM SPSS Statistics 26. Results showed that: (1) income expectations had a partially significant positive influence on PAP students' entrepreneurial intention, evidenced by tcalculated > ttable (3.965 > 1.979) with a significance value of p < .001; (2) subjective norms had a partially significant positive influence on PAP students' entrepreneurial intentions, evidenced by tcalculated > ttable (7.222 > 1.979) with a significance value of p < .001; (3) income expectations and subjective norms had a simultaneously significant positive influence on PAP students' entrepreneurial intentions, evidenced by Fcalculated > Ftable (74.137 > 3.07) with a significance level of p < .001. The regression equation was Ŷ = 3.653 + 0.625X₁ + 0.755X₂ with R² = 55.1%. The effective contribution of X₁ to Y was 17.5%, and the effective contribution of X₂ to Y was 37.6%. The relative contribution of X₁ to Y was 32%, and the relative contribution of X₂ to Y was 68%. Keywords: entrepreneurial intentions; income expectations; social perception; theory of planned behavior
Implementasi sistem pembayaran pajak daerah melalui Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di BPKPD Kabupaten Kebumen Sinta Nur Wijayanti; Patni Ninghardjanti; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 3 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i3.63599

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan sistem pembayaran pajak daerah melalui QRIS, manfaat, kendala, dan solusi permasalahan dalam penerapan QRIS. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian ini diperoleh dari informan, lokasi, dan dokumen, sedangkan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara, dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan QRIS dapat mempermudah transaksi pembayaran Wajib Pajak sehingga lebih efisien, mudah, aman dalam satu genggaman tanpa perlu antri di Bank Jateng dan bebas biaya admin. Kendala penerapan QRIS adalah kebiasaan dilayani oleh perangkat desa, kurangnya sosialisasi dari kepala desa kepada wajib pajak, dan server yang masih belum stabil. Masalah kebiasaan dilayani oleh perangkat desa dan kurangnya sosialisasi dari kepala desa kepada wajib pajak belum ada solusinya, sedangkan solusinya dari server yang tidak stabil yaitu BPKPD berkoordinasi dengan Diskominfo. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pembayaran pajak daerah melalui QRIS masih belum maksimal.Kata kunci: kode bayar cepat Indonesia; penghasilan pajak wilayah; teknologiAbstract: The purpose of this study was to determine the implementation of the local tax payment system through QRIS, the benefits, constraints, and solutions to problems in the implementation of QRIS. This research uses descriptive qualitative method with a case study approach. The data from this study were obtained from informants, locations, and documents, while the sampling technique used purposive sampling. Data collection techniques in this study used interviews, documents, and observations. The results show that the implementation of QRIS can facilitate taxpayer payment transactions so that it is more efficient, easy, safe in one hand without the need to queue at Bank Jateng and free of admin fees. Constraints to the implementation of QRIS are the habit of being served by village officials, the lack of dissemination from the village head to the taxpayer, and the server is still unstable. There is no solution to the problem of the habit of being served by village officials and the lack of dissemination from the village head to taxpayers, while the solution from an unstable server, namely BPKPD, coordinates with Diskominfo. The conclusion of this study is that the implementation of local tax payments through QRIS is still not optimal.Keywords : local tax; quick response payment code Indonesia; technology
Analisis kepuasan pelanggan di PT. Comunikasi Selaras Mandiri (CSM) Muhamad Fuad Shafly; Hery Sawiji; Susantiningrum Susantiningrum
JIKAP (Jurnal Informasi dan Komunikasi Administrasi Perkantoran) Vol 7, No 3 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Pendidikan Administrasi perkantoran FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jikap.v7i3.60780

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kepuasan pelanggan terhadap pelayanan pada PT. Komunikasi Selaras Mandiri; (2) kendala terkait pelayanan pelanggan pada PT. Komunikasi Selaras Mandiri; (3) solusi untuk mengatasi kendala dalam memberikan layanan pelanggan pada PT. Komunikasi Selaras Mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan snowball sampling. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer yang digunakan adalah hasil observasi langsung di PT. CSM dan wawancara dengan informan. Sedangkan data sekunder yang digunakan adalah dokumen, arsip, jurnal, dan buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Sumber data yang digunakan adalah informan, tempat dan peristiwa, serta dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah aplikasi Atlas.ti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepuasan pelanggan PT. CSM didominasi oleh kewaspadaan, keahlian, dan jaminan yang diberikan oleh perusahaan; (2) kendala yang dihadapi PT. CSM adalah a) kurangnya koordinasi antar divisi, dan b) Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada belum berjalan maksimal; (3) upaya yang dilakukan PT. CSM adalah a) mengoptimalkan koordinasi antar divisi dan b) mengawasi penerapan Prosedur Operasi Standar.  Kata kunci: kepuasan pembeli; konsumen; layanan Abstract: This study aimed to determine (1) customer satisfaction with services at PT. Comunikasi Selaras Mandiri; (2) the obstacles related to customer service at PT. Comunikasi Selaras Mandiri; (3) solutions to overcome the obstacles in providing customer service to PT. Comunikasi Selaras Mandiri.This research is qualitative research with the type of case study research. Collecting data using interviews and observation. The techniques of data collection used interviews and observation. The sampling techniques used were purposive sampling and snowball sampling. The data used in this study were primary and secondary. The primary data used was the result of direct observation at PT. CSM and interviews with informants. While the secondary data used were documents, archives, journals, and books related to research. Sources of data used were informants, places and events, and documents. The data analysis technique used was the Atlas.ti application. The results showed that: (1) customer satisfaction of PT. CSM is dominated by alertness, expertise, and assurance provided by the company; (2) the obstacle faced by PT. CSM is a) the lack of coordination between divisions, and b) the existing Standard Operating Procedure (SOP) is not running optimally; (3) the efforts made by PT. CSM is a) optimizing coordination between divisions and b) supervising the implementation of Standard Operating Procedures.Keywords: customer, customer satisfaction; service
Co-Authors Ade Mayatika Adinda Khansa Khairunnisa Agata Yohan Hamda Akbarini, Nur Rahmi Alfreda Larasati Vernanda Alwani Akhmad Amarla Rachel Listi Arta Ananda Ayu Rohmawati Andre N. Rahmanto Anggit Pratama Anis Suci Fitriyani Anisa Nur Mutmainah Annisaa Kultsum Anton Subarno Aprilia Nur Arninasari Arista Agustina Rahmawati Audiva Salma Azzahra Awalina Nur Aini Ayu Deviani Cahyaningtiyas Bara Yudhistira Bara Yudhistira Brigita Verisda Yuliana Cicilia Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati Cicilia Dyah Sulistyaningrum I. Cicilia Dyah Sulistyaningrum Indrawati Cicilya Dyah Sulistyaningrum Indrawati Clara Dhiya Arabella Daniel Happy Putra Demayca Mardias Susanto Dewi Safitri Diah Ayu Widya Wati Dimar Hantari Dita Saopsanggi Pratiwi Divani Sheva Zakiyatul Mufarridah Diya Rofika Rahmawati Dona Aprilinda Dewi Dona Devi Sandra Dyah Yuni Kurniawati Dyah Yuni Kurniawati Dyah Yuni Kurniawati Dyah Yuni Kurniawati Eddy Triharyanto Edy Legowo Effendi Resianto Endah Mayangsari Erika Dhantylistyanti Ariyanti Florentina Puspita Heni Mardiana Rahayu Hery Sawiji Ima Aprilia Harkristuti Irsyadul Ibad Irsyadul Ibad Javier Rama Alfiantama Jayanti Putri Wulandari Jendra Raihan Putra Kristiandi Kristiandi Latifa Nur Desita LV Ratna Devi Sakuntalawati M. Mumtazul Fikri Nurfiansyah Mahendra Arya Wisnu Pradana Margareta Prisca Novitasari MIFTAHUL NUR UTAMI AMALIA SHOLIHA Muhamad Fuad Shafly Muhammad Rofiq Afifi Nadia Efrilia Khasanah Nadya Elvira Ninda Zahra Annisa Nur Isnaini Hanifah Nur Rahmi Akbarini Patni Ninghardjanti Rafa Shena Arifin Rani Kasih Setianingsih Ratna Devi Sakuntalawati Ratna Devi Sakuntalawati Ratna Widya Nurfiyanti Reysa Fria Irmanda Ria Novitasari Rita Romadhoni Salma Nur Sabila Salman Alfarisy Totalia Sanita Putri Sanndy Mahardhika Kurniawan Sheila Desita Mahardani Sinta Nur Wijayanti Subroto Rapih Tri Murwaningsih Tri Murwaningsih Vincensia Yustika Setyaningsih Wiedy Murtini Wiedy Murtini Wiedy Murtini Windhi Kurniasih Yandhira Lingga Pradhani Yashinta Ekafitri Maharani Yoga Mahendra Baktiar Zaenab Paska Triani