Dermawan, Rahmansyah
Departemen Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI BIMBINGAN TEKNIS BUDIDAYA MELON DI KOTA MAKASSAR Dermawan, Rahmansyah; Ridwan, Ifayanti; Iswoyo, Hari; Brahmi Yanti, Cri Wahyuni
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 2 NO. 2 MEI 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v2i2.2161

Abstract

Budidaya tanaman hortikultura tidak hanya berupaya memanfaatkan lahan tidur atau lahan yang belum tergarap. Peningkatan taraf kehidupan masyarakat juga dapat dihasilkan dengan melakukan kegiatan pertanian di bidang hortikultura. Mitra dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah kelompok wanita tani (KWT) Asoka yang berada di kelurahan Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. KWT Asoka terdiri dari 30 orang lebih anggota yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga yang selama ini memanfaatkan lahan tidur yang berada di sekitar perumahan. Permasalahan pada mitra adalah terbatasnya jenis tanaman yang diusahakan karena terkendala dengan pengetahuan dan keterampilan yang masih minim. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksakan dalam bentuk penyuluhan dan praktek langsung budidaya tanaman melon. Program pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan target dan luaran berupa jasa dan produk, yakni meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Asoka dalam berbudidaya tanaman melon, meningkatnya kemampuan mitra dalam mengelola lahan tidur dan pekarangan serta dalam wirausaha tanaman melon. Berdasarkan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini, dapat disimpulkan beberapa hal seperti pengelolaan lahan sempit dengan melakukan kegiatan budidaya tanaman buah memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan produktivitas lahan, mitra memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam berbudidaya tanaman melon. Kata Kunci: Budidaya Tanaman, Buah Melon, Pemberdayaan.
PENERAPAN TRASHPONIC DALAM PENGELOLAAN LORONG GARDEN (LONGGAR) DI KOTA MAKASSAR Iswoyo, Hari; Ridwan, Ifayanti; Dermawan, Rahmansyah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 1 No. 1 (2015): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 1 OKTOBER 2015
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v1i1.2185

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok mitra dalam pengelolaan lorong garden (LONGGAR) berbasis trashponic. Konsep trashponic sebagai alternatif untuk menjawab masalah penghijauan lorong yang memiliki lahan terbatas dimana penanaman dapat dilakukan dengan menggunakan kompos atau pupuk organik cair (POC) yang terbuat dari sampah organik. Selain itu, sampah anorganik dapat dimanfaatkan sebagai wadah penanaman. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan dengan materi konsep dasar trashponic, pembuatan kompos dan POC serta perakitan instalasi hidroponik sederhana berbahan dasar barang bekas. Metode yang diterapkan untuk mencapai luaran seperti meningkatnya pengetahuan kelompok mitra dalam penataan dan pengelolaan LONGGAR berbasis trashponic serta potensi pemanfaatan sampah organik sebagai media tanam dan pupuk dalam bentuk kompos dan POC. Selain itu diharapkan adanya peningkatan keterampilan mitra dalam membuat instalasi hidroponik sederhana berbahan dasar barang bekas dari sampah anorganik.Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa konsep trashponic mendapat sambutan yang baik dari warga dalam pengelolaan dan penataan LONGGAR di lingkungan pemukiman warga. Bahan dasar yang digunakan dalam sistem trashponic merupakan bahan sisa yang mudah ditemukan dan sudah tidak lagi dipergunakan oleh warga. Dengan demikian selain dapat mewujudkan tujuan program LONGGAR dalam menciptakan lingkungan yang asri, indah, nyaman dan sehat, penerapan sistem trashponic pada pengelolaan LONGGAR ini juga dapat membantu mengurangi permasalahan sampah di perkotaan.  Kata kunci: trashponic, hidroponik, lorong garden, sampah
BIMBINGAN TEKNIS TEKNOLOGI TANAMAN HIDROPONIK DI LAHAN PEKARANGAN MENGGUNAKAN BARANG BEKAS DI KABUPATEN BONE Dermawan, Rahmansyah; Kaimuddin, .; Iswoyo, Hari
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 1 No. 2 (2016): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 1 NO. 2 MEI 2016
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v1i2.2197

Abstract

Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar mengenai cara bercocok tanam sayuran sehat dengan menggunakan teknik hidroponik. Teknologi hidroponik yang diperkenalkan diharapkan dapat diterapkan dalam skala rumah tangga dengan memanfaatkan halaman rumah yang mungkin terbatas. Mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah warga masyarakat Kelurahan Cellu, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone. Materi penyuluhan yang diberikan meliputi tentang jenis-jenis sayuran hidroponik dan materi tentang pembuatan nutrisi. Selanjutnya dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan nutrisi, penyemaian benih dan pembuatan instalasi hidroponik sederhana. Kegiatan pengabdian ini berhasil mentransfer ilmu dan keterampilan dasar dalam membuat instalasi hidroponik sederhana, yaitu dalam bentuk rakit apung dan wick system kepada ibu-ibu yang mendominasi sebagai peserta di lokasi mitra. Dari kegiatan pengabdian ini dapat disimpulkan minat ibu-ibu untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan penanaman secara hidroponik cukup besar, dimana sebagian besar peserta memiliki lahan yang bisa dimanfaatkan dan waktu luang untuk melakukan kegiatan budidaya dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini juga didukung oleh pemerintah setempat karena adanya aspek pemanfaatan sampah, dimana penggunaan bahan dari barang bekas membantu program kebersihan dari pemerintah setempat yaitu untuk mengurangi sampah baik organik maupun anorganik. Kata kunci: hidroponik, pekarangan, barang bekas, tanaman sayur
PENINGKATAN PERAN BANK SAMPAH DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH ORGANIK PERKOTAAN PADA BANK SAMPAH PUSAT DI KOTA MAKASSAR Ridwan, Ifayanti; Dermawan, Rahmansyah; Mantja, Katriani
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2017): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 1 OKTOBER 2017
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i1.2970

Abstract

ABSTRAKSebagai upaya dalam penanggulangan masalah sampah perkotaan, Pemerintah Kota Makassar telah mendirikan bank sampah untuk mengurangi volume sampah yang terbawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tamangapa. Namun demikian, pengelolaan sampah pada bank sampah pusat di Toddopuli Kelurahan Kelurahan Paropo hanya terbatas pada sampah anorganik. Sebaliknya sampah organik belum dikelola secara optimal. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman dan keterampilan pengelola bank sampah terkait pengolahan sampah organik khususnya limbah organik rumah tangga warga perkotaan untuk dijadikan kompos. Kegiatan pengabdian pada masyarakat yang dilakukan terdiri dari penyuluhan dan pelatihan yang diikuti oleh pihak pengelola bank sampah pusat dan beberapa pengelola dari bank sampah unit. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini memberikan motivasi bagi pihak pengelola untuk melaksanakan pengolahan sampah organik pada bank sampah unit. Model alternatif untuk pengelolaan bank sampah di kota Makassar yang memasukkan aktifitas pengomposan dipaparkan. Kata kunci: kompos, bakteri anaerob, bank sampah, limbah organik. 
PENILAIAN PARTISIPATIF DALAM ANALISIS POTENSI AGROWISATA KECAMATAN TOMPOBULU KABUPATEN MAROS SULAWESI SELATAN Iswoyo, Hari; Dariati, Tigin; Dermawan, Rahmansyah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 3 No. 2 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 3 NO. 2 MEI 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v3i2.4380

Abstract

The main activity is a survey aimed to analyze the potential of agro-tourism in Tompobulu Sub-district of Maros Regency which is represented by two villages: Benteng Gajah and Pucak. The survey was performed by empowering students who are underdoing community service activities (KKN) in the area. They conducted survey through visual and participative observation. The method consisted of physical and non-physical analysis. Physical aspects include landscape character, natural potential, physical constraints, hazard (danger signal) and support of existing facilities and infrastructure. While non-physical aspects related with vegetation and the use of vegetation by the community and its social relevance. The result of observation and participative interaction of the students described in descriptive narrative shows that Pucak Village and Benteng Gajah Village have some type of landscape character which has potential to be developed as agro-tourism. Potential characters include: mountain/hills, rivers with waterfalls, natural forests as well as rice fields and farms. Each character has the same percentage of observations that is 14.56%. This value is the largest among the percentage of observations of other characters. The reason that these characters generally have potential is that they are all accessible (23.65%) have interesting views (22.20%) with good hydrological networks (20.12). The perceived obstacles include poor road physical condition (28.00%) and no electricity grid (28.00%). For certain characters (hills and rivers) surveyors are concerned about threats of endemic disruption of local factors (60.61%), flooding threat (21.21%) and landslide (18.18%). Vegetation is used by the general public for food and housing materials. Based on the result of this survey, it can be concluded that the District of Tompobulu especially in the village of Pucak and Benteng Gajah have some landscape character which have potential to be developed into agro-tourism, supporting Pucak Teaching Farm which has already been established. Keywords: Agro-tourism, potential analysis, landscape characters, Tompobulu, Maros
BERBAGAI KEGIATAN HORTIKULTURA DI FAKULTAS PERTANIAN UNTUK MENGEMBANGKAN KAPASITAS ENTREPRENEURSHIP UNTUK SISWA Dariati, Tigin; Iswoyo, Hari; Dermawan, Rahmansyah; Ridwan, Ifayanti
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. (EDISI KHUSUS) NOVEMBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4iK.5473

Abstract

Pengembangan kapasitas kewirausahaan di lingkungan kampus perlu diaktifkan, sehingga mahasiswa dan pihak kampus dapat belajar lebih banyak tentang budaya wirausaha dan siap menjadi wirausaha. Bagi Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin, kegiatan hortikultura dalam bidang tanaman hias dapat menjadi pilihan untuk dikembangkan menjadi kegiatan wirausaha. Kegiatan ini dimulai dengan kegiatan perbanyakan tanaman dan pengelolaan pembibitan tanaman hias oleh mahasiswa. Sebagian hasil perbanyakan tanaman dan pembibitan tersebut kemudian dijual kepada orang-orang yang berminat. Sebagian lagi dijadikan sumber bibit tanaman jika ada tawaran untuk pembuatan taman, baik dalam ruangan maupun luar ruangan. Untuk persiapan kegiatan wirausaha di Fakultas Pertanian yang lebih menarik lagi, yaitu agar dapat dilakukan program agroekowisata di Fakultas Pertanian, sebagian bibit tanaman yang sudah ada juga disusun dalam bentuk taman di area Fakultas Pertanian sehingga secara visual area Fakultas Pertanian akan terlihat lebih estetis. Dengan demikian program entrepreneur dapat terlaksana dengan dilakukannya kegiatan pembibitan, penjualan bibit tanaman hias, dan penyediaan jasa pembuatan taman oleh mahasiswa. Untuk program yang lebih baik lagi pada kegiatan selanjutnya setelah taman di area Fakultas Pertanian tertata rapi maka dapat dilakukan kegiatan wirausaha lainnya yaitu agroekowisata.Kata kunci: Hortikultura, pembibitan tanaman hias, kewirausahaan.
PEMBERDAYAAN SEKOLAH DALAM KEGIATAN URBAN FARMING DALAM RANGKA MENDUKUNG KEMANDIRIAN PANGAN BAGI KOTA MAKASSAR Iswoyo, Hari; Mantja, Katriani; Widiayani, Nuniek; Dermawan, Rahmansyah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i1.5486

Abstract

Perkembangan kota dewasa ini telah menyebabkan terjadinya peralihan fungsi lahan terutama di daerah perkotaan. Diantara jenis lahan yang seringkali menjadi ‘korban’ adalah lahan-lahan produktif di perkotaan yang dialihfungsikan menjadi lahan non pertanian. Salah satu lahan potensial di perkotaan yang bisa dikembangkan dalam mendukung kegiatan urban farming adalah lahan sekolah. Kegiatan pertanian kota yang bisa dilaksanakan di sekolah dapat berupa penerapan teknologi khusus urban farming untuk lahan sempit maupun penanaman konvensional yang dilakukan di sekolah dengan lahan cukup luas. Kegiatan dilakukan dengan tujuan untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada warga dua sekolah yaitu SMPN 4 dan SMAN 17 sebagai mitra dalam hal pemanfaatan lahan sekolah sebagai kawasan pertanaman produktif guna mendukung kegiatan urban farming dan kemandirian pangan. Teknologi yang akan diperkenalkan kepada mitra dapat diterapkan pada sekolah dengan lahan yang tersedia maupun yang terbatas. Untuk mengatasi permasalahan kurangnya pengetahuan tentang potensi sekolah serta pengetahuan tentang teknologi dalam upaya pemanfaatan lahan yang terbatas untuk pertanian perkotaan, maka kedua mitra memerlukan pendampingan untuk pengembangan teknik/teknologi penerapan urban farming sebagai bagian teknologi dalam budidaya tanaman. Metode yang dilakukan adalah sosialisasi tentang potensi pengembangan dan pemanfaatan lahan sekolah melalui teknologi budidaya urban farming dengan teknologi yang bisa diterapkan pada lahan terbatas. Selain itu dilakukan kegiatan partisipatif dengan melibatkan siswa dalam bentuk pembuatan perangkat teknologi urban farming serta praktik langsung pengelolaan dan pemanfaatan lahan sekolah dengan penanaman dan budidaya.. Paper ini juga menyajikan hasil survei yang dilakukan terhadap mitra dan rekomendasi kegiatan yang akan dilakukan dalam merespon hasil survei tersebut. Kata kunci: Urban Farming, hidroponik, Kebun Sekolah, Adiwiyata, Pertanian kota
PERBENIHAN KULTUR JARINGAN ANGGREK PADA TEACHING INDUSTRY UNIVERSITAS HASANUDDIN Sjahril, Rinaldi; Haring, Feranita; Rukka, Rusli M.; Dermawan, Rahmansyah
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i2.7415

Abstract

Kegiatan PPMU-PPUPIK Perbenihan Kultur Jaringan Anggrek pada Teaching Industry Universitas Hasanuddin (UNHAS) bertujuan untuk mempercepat proses pengembangan budaya kewirausahaan, mendorong berkembangnya budaya pemanfaatan hasil riset UNHAS bagi masyarakat, dan menunjang otonomi kampus melalui perolehan pendapatan mandiri atau bermitra. Dalam pencapaian tujuan jangka panjangnya, kegiatan ini dalam jangka pendek bertujuan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa, dan membantu menciptakan akses bagi terciptanya wirausaha baru. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan perbanyakan semaian biji dan bibit anggrek spesies/hibrida di laboratorium, dan pelatihan tentang teknik kultur jaringan skala rumah tangga dimana diajarkan tentang penyederhanaan teknik kultur jaringan tanaman sehingga dapat dilakukan pada skala rumah tangga. Kegiatan laboratorium dan pelatihan dilaksanakan di Teaching Industry UNHAS dan bermitra dengan pengusaha tanaman hias lokal yang berada di Makassar yang memiliki kebun anggrek di Bulu Dua, Kabupaten Barru. Produksi (production planning) yang dilakukan adalah semaian bibit botol/semai biji anggrek disubkultur dan dilakukan pemeliharaan sampai menjadi dewasa dan siap untuk aklimatisasi. Kemudian planlet yang telah diaklimatisasi dirawat dan dipelihara di screen house sampai menjadi anggrek dewasa yang siap jual ke pasaran. Selain itu planlet yang diperbanyak di laboratorium juga telah dipasarkan. Hasil penjualan anggrek yang paling digemari konsumen adalah Seedling Dendrobium dan Phalaenopsis Hibrida serta anggrek Macodes. Pelatihan kultur jaringan sederhana dilakukan dengan pengenalan budidaya anggrek dan teknik kultur jaringan sederhana, perakitan alat kultur jaringan sederhana, praktek teknik kultur jaringan dimulai dari pembuatan media, penanaman, sampai pada aklimatisasi. Dari hasil pelatihan yang dilaksanakan dapat disimpukan bahwa kultur jaringan tidak mahal dan rumit, serta dapat disederhanakan dengan teknik-teknik yang mudah dipahami peserta.Kata kunci: anggrek, kultur jaringan sederhana, pelatihan, perbenihan
PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN PERTANIAN ORGANIK PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA BILA KECAMATAN DUA PITUE KABUPATEN SIDRAP Ridwan, Ifayanti; Yassi, Amir; Iswoyo, Hari; Dermawan, Rahmansyah; Mollah, Abdul; Nurfaida, .; Yanti, Cri Wahyuni Brahmi; Dariati, Tigin; Mantja, Katriani; Widiayani, Nuniek
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 2 MEI 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i2.7422

Abstract

Sebuah upaya pemberdayaan masyarakat telah dilakukan melalui program KKN-PPM di Desa Bila, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidrap bertema Pemberdayaan Petani, Peternak, dan Nelayan di Kecamatan Pitueriase Kabupaten Sidrap Dalam Pengelolaan Sumberdaya Lokal. Salah satu program yang dilaporkan dalam tulisan ini adalah terkait program pengembangan pertanian organik pada lahan sawah tadah hujan. Metode yang digunakan terdiri dari persiapan program yakni pembekalan mahasiswa dan pelaksanaan program berupa penyuluhan dan pelatihan teknologi budidaya tanaman padi pada lahan sawah tadah hujan melalui pendekatan pengelolaan tanaman terpadu (PTT), pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) dan pestisida nabati (Pesnab) serta pembuatan demplot. Dari pelaksanaan kegiatan dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat berjalan dengan baik dan mendapatkan antusiasme masyarakat. Selain itu melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan serta percontohan dengan adanya demplot, pemahaman dan keterampilan masyarakat petani di daerah mitra bertambah dalam hal membudidayakan tanaman padi organik di lahan sawah tadah hujan.Kata Kunci: pemberdayaan, padi, sawah tadah hujan, teknologi budidaya.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) MELALUI PEMANFAATAN LALAT TENTARA HITAM DAN Trichoderma sp. SEBAGAI AGEN BIOFUNGISIDA DAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK DI MAKASSAR, SULAWESI SELATAN Dermawan, Rahmansyah; Permana, Agus Dana; Faizal, Ahmad
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 2 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 2 MEI 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i2.10128

Abstract

Chili cultivation activities in various regions encounter many problems. Therefore, this encouraged us to develop technology transfer on utilization of black soldier fly (Hermetia illucens), Trichoderma , and organic fertilizer through community service activities. This activity was a collaboration between Institut Teknologi Bandung and Hasanuddin University to transfer knowledge and skills to farmer women group members on utilization of black soldier fly and beneficial microorganisms such as Trichoderma . Both agents could be employed in converting organic waste into organic fertilizer for chilli plantation plants in Makassar, South Sulawesi. The methodology used in this activity including explanation of the important role of both black soldier flies and Trichoderma  sp. in the chili cultivation system, compost making practices, as well as training and assistance during chili cultivation. Outputs in this activity were increased knowledge and skills of farmer women groups regarding the utilization of black soldier flies and Trichoderma , the ability to make compost, and increased skills of farmer women group members in chili cultivation. It can be concluded that the introduction of black soldier flies and Trichoderma  was responded very well by farmer women group members as well as fully supported by village officials and stakeholders at the activity site. Not only did farmer group members get new information and insights, but they also gained skills in the use of black soldier flies and Trichoderma  as biodecomposers and biofungicide agents. This activity was expected to increase the motivation of farmer women groups in improving the quality of life and independence in the family by optimizing their backyard for the cultivation of horticultural crops such as chili. The harvested chili was successful and subsequently delivered to consumers. The results of this activity were also disseminated at the National Seminar on Community Services, carried out by the Jurnal Dinamika Pengabdian, UNHAS in August 2019.Keywords: Farmer women group, black soldier fly, Trichoderma, organic fertilizer. ABSTRAKKendala yang dihadapi pada kegiatan budidaya cabai di berbagai daerah mendorong alih teknologi pemanfaatan lalat tentara hitam atau Black Soldier Fly (Hermetia illucens), Trichoderma  serta pupuk organik melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari Institut Teknologi Bandung dan Universitas Hasanuddin yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota kelompok wanita tani (KWT) dalam memanfaatkan lalat tentara hitam dan mikroorganisme bermanfaat seperti Trichoderma. Kedua agen hayati ini dapat dimanfaatkan untuk mengkonversi limbah organik menjadi pupuk yang bermanfaat untuk budidaya tanaman cabai di Makassar, Sulawesi Selatan. Metode yang digunakan berupa penjelasan tentang peran lalat tentara hitam dan mikroorganisme Trichoderma  spp. dalam sistem budidaya tanaman cabai, praktik pembuatan kompos, serta pelatihan dan pendampingan dalam budidaya cabai. Luaran pada kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan anggota KWT mengenai pemanfaatan lalat tentara hitam dan Trichoderma, kemampuan dalam membuat kompos, serta meningkatnya keterampilan anggota KWT dalam budidaya cabai. Dari kegiatan yang dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa konsep pengenalan lalat tentara hitam dan Trichoderma  kepada anggota KWT mendapat respons yang sangat baik serta didukung penuh oleh aparat desa dan berbagai pemangku kepentingan di lokasi penyuluhan. Anggota kelompok tani tidak hanya mendapat informasi dan wawasan baru, tetapi juga mereka mendapatkan keterampilan dalam pemanfaatan lalat tentara hitam dan Trichoderma  sebagai biodekomposer dan agen biofungisida. Budidaya cabai yang yang dilaksanakan oleh anggota KWT berproduksi dengan baik dan hasilnya dapat dijual kepada konsumen. Hasil kegiatan ini juga diseminarkan dalam Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Jurnal Dinamika Pengabdian Pengabdian, UNHAS pada Agustus 2019.Kata kunci: Kelompok Wanita Tani, lalat tentara hitam, Trichoderma, pupuk organik.