Claim Missing Document
Check
Articles

Meningkatkan Keterampilan Kreatif Siswa Sekolah Dasar Negeri 060930 Medan Harefa, Rizka Fadhilah Zahra; Lubis, Mia Aulina; Ritonga, Fajar Utama
Mitra Abdimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Medan Resource Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57251/mabdimas.v3i1.1037

Abstract

This article aims to discuss efforts to improve the creative skills of 060930 Medan Elementary School students. This research was conducted at 060930 Medan State Elementary School which is located at Jl. Karya Jaya No. 52, Pangkalan Masyhur, Medan Johor District, Medan City, North Sumatra. Thinking skills are one of the skills that must be possessed by elementary school students. Collecting data in this study was by conducting interviews, observing through observation sheets on students' creative thinking skills, teacher activity sheets in carrying out learning. The results of this study are 1) there is a need for a specially designed learning to improve students' creative thinking abilities, 2) teachers need to provide learning resources in the form of modules, 3) the need for collaboration between students, teachers and parents in order to achieve optimal educational goals.
Dampak Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dalam Memenuhi Kebutuhan Lanjut Usia Di Desa Kotasan : Dampak Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dalam Memenuhi Kebutuhan Lanjut Usia Di Desa Kotasan Pratiwi, Dinda; Lubis, Mia Aulina; Putri, Malida
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21203

Abstract

Indonesia telah memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population) sejak tahun 2021, dengan jumlah penduduk lansia yang terus meningkat. Lansia sering menghadapi masalah sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, dan perlindungan yang kurang, sehingga memerlukan perhatian khusus. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, termasuk di kalangan lansia, dengan memberikan bantuan sosial yang disertai dengan kegiatan edukatif berupa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). P2K2 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai perawatan lansia, kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan ekonomi keluarga. Penelitian ini berfokus pada dampak P2K2 dalam memenuhi kebutuhan lansia di Desa Kotasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2K2 memberikan dampak signifikan dalam memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan sosial lansia. Kegiatan P2K2 yang dilakukan secara mobile setiap bulan tidak hanya memberikan edukasi tentang perawatan lansia, tetapi juga menciptakan ruang bagi lansia untuk berinteraksi sosial, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Keluarga berperan penting dalam merawat lansia, dengan memberikan perhatian dan mendukung kebutuhan fisik maupun emosional lansia. P2K2 juga memberikan dukungan bagi lansia yang kesulitan hadir melalui kunjungan langsung oleh pendamping.
Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan Seni dan Budaya Untuk Anak Nelayan Miskin di Desa Gebang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara Ritonga, Fajar Utama; Berlianti, Berlianti; Atika, Tuti; Lubis, Mia Aulina
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 4 No. 4 (2025): November
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/7d173d51

Abstract

Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pelatihan keterampilan kepada anak-anak nelayan miskin yang beraktivitas dan dikelola oleh Sanggar Kesenian Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia. Permasalahan utama adalah keterbatasan sarana dan prasarana dalam berkreasi serta guru atau tutor dalam mengajar tari, kesenian, drama. Lokasi pengabdian ini berada diĀ  Kelurahan Pekan Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat. Metode pelaksanaan dilakukan dengan metode Group Work yaitu membentuk kelompok sebanyak 3 kelompok dimana satu kelompok anak terdiri dari 4-8 orang anak-anak yang memiliki ketertarikan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan di sanggar kreatifitas anak di bawah naungan, Yayasan Kesejahteraan Anak Pesisir Indonesia. Program yang dirancang adalah latihan tari daerah, latihan baca puisi, kebudayaan setempat, dan kegiatan belajar lainnya. Hasil pengabdian di kegiatan sanggar kreatifitas anak diberikan dalam rentang waktu 1-2 bulan dengan menyediakan instruktur sesuai dengan bidangnya, memberikan sarana pakaian olahraga, pakaian adat, sound sistem, dan peralatan latihan lainnya dan mengembangkan keterampilan dasar yang diminati anak-anak nelayan. setelah anak-anak tersebut memiliki keterampilan dasar seperti menari selanjutnya mereka akan diikutkan dalam kegiatan pagelaran seni dan budaya atau mengikuti perlombaan menari dan perlombaan lainnya baik di Kabupaten Langkat maupun di luar Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara.
Implementasi Program Kami Peduli Sebagai Bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Aquafarm Nusantara di Desa Pardamean Ajibata, Kabupaten Toba Agustina Siregar, Rosa; Utama Ritonga, Fajar; Aulina Lubis, Mia
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): Community Intervention (Community Development & Community Organization)
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i1.8986

Abstract

Tanggung jawab sosial atau yang lebih dikenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan tanggung jawab perusahaan yang orientasinya terhadap masyarakat dan bisnis. Peraturan perundang-undangan yang memuat implementasi tanggung jawab sosial yang terdapat pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007. Indonesia mewajibkan perusahaan yang memiliki usaha berkaitan dengan sumber daya alam untuk melaksanakan tanggung jawab sosial. Salah satu perusahaan yang telah menerapkan program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan hidup adalah PT Nusa Aquafarm Nusantara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi program Kami Peduli sebagai bentuk Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Aquafarm Nusantara di Desa Pardamean Ajibata. Dalam penelitian ini terdapat tiga (3) yaitu Informan kunci, informan utama dan informan tambahan. Teknik pengumpulan data dilakukan peneliti dengan studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh di lapangan kemudian dianalisis untuk menghasilkan suatu kesimpulan dengan menggunakan teori implementasi program dengan melihat kesesuaian antara program dengan pemanfaat, kesesuaian antara program dengan organisasi pelaksana dan kesesuaian antara organisasi pelaksana dengan pemanfaat. Teori lainnya yang digunakan yaitu konsep dari Corporate Social Responsibility (CSR) yaitu profit, people dan planet. Serta Implementasi Corporate Social Responsibility (CSR) sesuai dengan prinsip yaitu Sustanaibility, Accountability dan Transparancy.
Dampak Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Terhadap Kesejahteraan Pedagang Pasar Horas Kota Pematangsiantar Syahputra, Mufti Irham; Lubis, Mia Aulina; Putri, Malida
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 1 (2022): Community Intervention (Community Development & Community Organization)
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i1.9007

Abstract

Pasar Tradisional merasakan guncangan selama Covid-19, terlebih dengan adanya kebijakan PPKM membuat keadaan ekonomi di Pasar ini sangat terpuruk. Bisa dikatakan pedagang pasar hampir tidak pernah melakukan transaksi jual-beli selama PPKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang dirasakan pedagang pasar horas dan bagaimana kondisi pedagang pasar horas Pematangsiantar dengan adanya PPKM. Jenis penelitian ini menggunakan format deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan, meringkas kondisi, situasi, atau fenomena realitas sosial yang ada dimasyarakat tentang kondisi, situasi ataupun fenomena tertentu. Aktivitas awal dalam proses pengumpulan data adalah menemukan informan penelitian dilakukan dengan teknik penarikan purposive sampling. Fakta dilapangan mengindikasikan bahwa pedagang menjadi kelompok yang terdampak kesejahteraannya sebab mereka memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap mobilitas masyarakat. Meski dengan demikian dampak dari kebijakan terhadap kesejahteraan pedagang tidak selalu tentang hal yang negatif melainkan juga ada sisi positifnya. Namun dampak PPKM terhadap kesejahteraan Pedagang cenderung negatif karena berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa indikator kesejahteraan tidak stabil seperti pendapatan/omzet yang menurun drastis. Kesejahteraan Pedagang Pasar Horas bisa dikategorikan tidak stabil dikarenakan beberapa pedagang juga mengalami cashless dan masalah lain seperti keretakan hubungan rumah tangga serta terganggunya pendidikan anak.
Implementasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 di Kec. Binjai Kota di Kota Binjai Nadia Ananda; Lubis, Mia Aulina
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.10700

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi masalah yang menyulitkan berbagai bidang di seluruh dunia. Aspek terbesar yang dipengaruhi oleh adanya virus Covid-19 adalah aspek ekonomi. Hal ini menjadikan masyarakat di Indonesia terkena dampak ekonomi tersebut yang mempengaruhi pekerjaan dan penghasilan masyarakat indonesia. Kondisi ini yang menjadikan dikeluarkannya Program Bantuan Langsung Tunai Covid-19 untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka, bantuan ini dibagikan kepada masyarakat melalui pihak kecamatan binjai kota. Secara konseptual bantuan sosial dimaksudkan untuk meringankan anggota masyarakat yang tidak mampu dan telantar agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sehingga dapat mempertahankan bahkan mengembangkan dirinya sebagai manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Melalui metode ini ditemukan hasil penelitian bahwa mengacu pada teori Edward III terkait implementasi program, dalam komunikasi baik dari transmisi, kejelasan dan konsistensi sudah baik meski kuantitasnya belum masksimal. Sumber Daya Manusia dalam implementasi BLT Covid-19 ini adalah pihak kecamatan dimana tidak ada SDM khusus yang direkrut ataupun dilatih. Dalam struktur birokrasi dan disposisi untuk Program Bantuan Langsung Tunai telah sesuai dengan SOP yang diberlakukan.
Implementasi Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (BLT UMKM) pada Pedagang Kelurahan Kota Matsum III Di Masa Covid-19 Yola Ayunda Salsabillah; Lubis, Mia Aulina
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): kemiskinan perkotaan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i1.12223

Abstract

The birth of covid 19 has damaged the world economy including Indonesia. It is in this current condition that the social safety net is being intensively implemented to achieve economic stability for the community, especially traders. Competition in the business world, especially in the field of business, has a fairly high competitiveness. To achieve the welfare of traders, the government issued a policy, namely Direct Cash Assistance to traders for MSME Empowerment. This study had 6 informants consisting of 1 key informant, 3 main informants, and 2 additional informants. The type of research used was descriptive qualitative research, the informants were determined by selecting several insiders with the criteria determined by the researcher through a purposive sampling technique, namely the people involved in the implementation process of the MSME BLT program. In qualitative research, humans are research instruments and the writing results are in the form of words or statements from the actual situation. With the MSME BLT program, MSME actors who receive assistance are expected to use the assistance funds to increase their business capital. So that the productivity of the business continues and continues to grow so that the rate of economic growth continues to increase. The impact of assisting is expected to be able to ease the burden on MSME actors and be able to revive the economic conditions of MSME actors in the Kota Matsum III Village. The results of this study explain that of the 3 indicators of program implantation theory that have been achieved, 1 indicator is an indicator of interpretation, while 2 indicators have not been achieved, namely, organization and implementation.
Bentuk Dukungan Sosial Masyarakat Pada Pendidikan Tinggi Bagi Anak Perempuan di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat Andini, Andini Kartika Sari; Lubis, Mia Aulina; Berlianti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): kemiskinan perkotaan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i1.12248

Abstract

Education is needed for all people including women. However, the reality is that there are still many girls who are hindered from continuing their higher education because of traditional thoughts, such as choosing to get married or work after graduating from high school. This research was conducted in Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat using eight informants consisting of one key informant, four main informants and three additional informants. Data collection techniques using qualitative methods with interviews, observation and documentation. So that in the end it can be concluded from the results of this study. The results of the study show that the form of social support needed by girls tends to be emotional support that comes from the family. Furthermore, instrumental support, appreciation, informative, and social networks go hand in hand after providing emotional support. With the existence of social support from the community, of course there are supporting factors that are more directed at the feeling of empathy given to girls' education. While the inhibiting factors are attitudes that are contrary to norms and humanity. Keywords: Social support, higher education, supporting and inhibiting factors, sources of social support
Pemenuhan Gizi Dan Pemanfaatan Posyandu Dalam Mencegah Stunting Pada Keluarga Penerima PKH di Binjai Utara, Kota Binjai Setyowati, Cellyna; Lubis, Mia Aulina
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.16545

Abstract

Kemiskinan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan, terutama dalam kasus stunting pada anak di bawah lima tahun. Stunting merupakan gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, mengakibatkan tubuh anak pendek untuk usianya. Penelitian dilakukan di Binjai Utara Kota Binjai dengan delapan informan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pemahaman orang tua akan bahaya stunting, menyebabkan keterlambatan deteksi kondisi ini. Pemenuhan gizi yang baik penting untuk perkembangan anak, termasuk asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak. Pemanfaatan posyandu secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah tumbuh kembang anak secara dini. Sayangnya, banyak orang tua hanya membawa anak ke posyandu hingga usia satu tahun, padahal seharusnya hingga usia lima tahun. Pemenuhan dan pemanfaatan posyandu secara baik dan teratur dapat menjadi langkah pencegahan stunting yang efektif.
How Do Local Governments Interpret International Norms on Sustainable Development in Circular Economy Practices? Baharuddin, Aswin; Muntazar, Muhammad Firdaus Al; Fadzila, Fara Fahira Dwi; Rahmatia, Rahmatia; Hidayat, Muhammad Fikri; Lubis, Adelita; Lubis, Mia Aulina
Glocal Society Journal Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of social and Political sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31947/gs.v1i1.36469

Abstract

As a program that can support a healthy economy, CE has an essential role in changing the face of cities. CE is considered to have a close relationship with the SDGs, SDG 12 Responsible Consumption and Production. The application of CE in different cities also allows the emergence of various policy models, each of which seeks to answer the city's unique challenges. This research seeks to map the state-of-the-art of CE, SDG 12, and cities. The research method used for the mapping is a systematic literature review using Mendeley's website as a database. This research finds that CE and SDGs are correlated through the norms of sustainable development but that the relationship between CE and sustainable development is itself a tool-and-target relationship. In addition, through best practices from 6 cities that have implemented CE, three types of determinants can be identified that can drive the transition to CE, multi-actor symbiosis, restoration and preservation of public spaces, and internalization of CE cultural values. Makassar City has much potential through Sustainable Development-based policies such as "Five Star TPA" and "Lorong Garden".