Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19 di Kec. Binjai Kota di Kota Binjai Nadia Ananda; Mia Aulina Lubis
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): Perlindungan dan jaminan sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v1i2.10700

Abstract

Pandemi Covid-19 menjadi masalah yang menyulitkan berbagai bidang di seluruh dunia. Aspek terbesar yang dipengaruhi oleh adanya virus Covid-19 adalah aspek ekonomi. Hal ini menjadikan masyarakat di Indonesia terkena dampak ekonomi tersebut yang mempengaruhi pekerjaan dan penghasilan masyarakat indonesia. Kondisi ini yang menjadikan dikeluarkannya Program Bantuan Langsung Tunai Covid-19 untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mereka, bantuan ini dibagikan kepada masyarakat melalui pihak kecamatan binjai kota. Secara konseptual bantuan sosial dimaksudkan untuk meringankan anggota masyarakat yang tidak mampu dan telantar agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya sehingga dapat mempertahankan bahkan mengembangkan dirinya sebagai manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi bantuan langsung tunai (BLT) Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Melalui metode ini ditemukan hasil penelitian bahwa mengacu pada teori Edward III terkait implementasi program, dalam komunikasi baik dari transmisi, kejelasan dan konsistensi sudah baik meski kuantitasnya belum masksimal. Sumber Daya Manusia dalam implementasi BLT Covid-19 ini adalah pihak kecamatan dimana tidak ada SDM khusus yang direkrut ataupun dilatih. Dalam struktur birokrasi dan disposisi untuk Program Bantuan Langsung Tunai telah sesuai dengan SOP yang diberlakukan.
Implementasi Bantuan Langsung Tunai Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (BLT UMKM) pada Pedagang Kelurahan Kota Matsum III Di Masa Covid-19 Yola Ayunda Salsabillah; Mia Aulina Lubis
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): kemiskinan perkotaan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i1.12223

Abstract

The birth of covid 19 has damaged the world economy including Indonesia. It is in this current condition that the social safety net is being intensively implemented to achieve economic stability for the community, especially traders. Competition in the business world, especially in the field of business, has a fairly high competitiveness. To achieve the welfare of traders, the government issued a policy, namely Direct Cash Assistance to traders for MSME Empowerment. This study had 6 informants consisting of 1 key informant, 3 main informants, and 2 additional informants. The type of research used was descriptive qualitative research, the informants were determined by selecting several insiders with the criteria determined by the researcher through a purposive sampling technique, namely the people involved in the implementation process of the MSME BLT program. In qualitative research, humans are research instruments and the writing results are in the form of words or statements from the actual situation. With the MSME BLT program, MSME actors who receive assistance are expected to use the assistance funds to increase their business capital. So that the productivity of the business continues and continues to grow so that the rate of economic growth continues to increase. The impact of assisting is expected to be able to ease the burden on MSME actors and be able to revive the economic conditions of MSME actors in the Kota Matsum III Village. The results of this study explain that of the 3 indicators of program implantation theory that have been achieved, 1 indicator is an indicator of interpretation, while 2 indicators have not been achieved, namely, organization and implementation.
Bentuk Dukungan Sosial Masyarakat Pada Pendidikan Tinggi Bagi Anak Perempuan di Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat Andini Kartika Sari Andini; Mia Aulina Lubis; Berlianti
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 2 No. 1 (2023): kemiskinan perkotaan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v2i1.12248

Abstract

Education is needed for all people including women. However, the reality is that there are still many girls who are hindered from continuing their higher education because of traditional thoughts, such as choosing to get married or work after graduating from high school. This research was conducted in Desa Sei Limbat, Kecamatan Selesai, Kabupaten Langkat using eight informants consisting of one key informant, four main informants and three additional informants. Data collection techniques using qualitative methods with interviews, observation and documentation. So that in the end it can be concluded from the results of this study. The results of the study show that the form of social support needed by girls tends to be emotional support that comes from the family. Furthermore, instrumental support, appreciation, informative, and social networks go hand in hand after providing emotional support. With the existence of social support from the community, of course there are supporting factors that are more directed at the feeling of empathy given to girls' education. While the inhibiting factors are attitudes that are contrary to norms and humanity. Keywords: Social support, higher education, supporting and inhibiting factors, sources of social support
Pemenuhan Gizi Dan Pemanfaatan Posyandu Dalam Mencegah Stunting Pada Keluarga Penerima PKH di Binjai Utara, Kota Binjai Cellyna Setyowati; Mia Aulina Lubis
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 3 No. 1 (2024): Penanganan Masalah Kesejahteraan Sosial
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v3i1.16545

Abstract

Kemiskinan di Indonesia masih menjadi permasalahan yang belum terselesaikan, terutama dalam kasus stunting pada anak di bawah lima tahun. Stunting merupakan gagal tumbuh yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, mengakibatkan tubuh anak pendek untuk usianya. Penelitian dilakukan di Binjai Utara Kota Binjai dengan delapan informan. Metode pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kurangnya pemahaman orang tua akan bahaya stunting, menyebabkan keterlambatan deteksi kondisi ini. Pemenuhan gizi yang baik penting untuk perkembangan anak, termasuk asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan lemak. Pemanfaatan posyandu secara rutin dapat membantu mendeteksi masalah tumbuh kembang anak secara dini. Sayangnya, banyak orang tua hanya membawa anak ke posyandu hingga usia satu tahun, padahal seharusnya hingga usia lima tahun. Pemenuhan dan pemanfaatan posyandu secara baik dan teratur dapat menjadi langkah pencegahan stunting yang efektif.
Dampak Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dalam Memenuhi Kebutuhan Lanjut Usia Di Desa Kotasan : Dampak Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) Dalam Memenuhi Kebutuhan Lanjut Usia Di Desa Kotasan Dinda Pratiwi; Mia Aulina Lubis; Malida Putri
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): Inklusi Sosial dan Permasalahan Kemiskinan
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i1.21203

Abstract

Indonesia telah memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population) sejak tahun 2021, dengan jumlah penduduk lansia yang terus meningkat. Lansia sering menghadapi masalah sosial seperti kemiskinan, keterlantaran, dan perlindungan yang kurang, sehingga memerlukan perhatian khusus. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, termasuk di kalangan lansia, dengan memberikan bantuan sosial yang disertai dengan kegiatan edukatif berupa Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). P2K2 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga mengenai perawatan lansia, kesehatan, pendidikan, dan pengelolaan ekonomi keluarga. Penelitian ini berfokus pada dampak P2K2 dalam memenuhi kebutuhan lansia di Desa Kotasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa P2K2 memberikan dampak signifikan dalam memenuhi kebutuhan fisik, emosional, dan sosial lansia. Kegiatan P2K2 yang dilakukan secara mobile setiap bulan tidak hanya memberikan edukasi tentang perawatan lansia, tetapi juga menciptakan ruang bagi lansia untuk berinteraksi sosial, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Keluarga berperan penting dalam merawat lansia, dengan memberikan perhatian dan mendukung kebutuhan fisik maupun emosional lansia. P2K2 juga memberikan dukungan bagi lansia yang kesulitan hadir melalui kunjungan langsung oleh pendamping.
Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan Banjir Melalui Pendekatan Partisipatif: Studi Kasus di Komplek Griya Pesona Minimalis Nazla Amaliah; Mia Aulina Lubis
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.21400

Abstract

Permasalahan banjir merupakan isu lingkungan yang masih sering terjadi, termasuk di Komplek Griya Pesona Minimalis, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Banjir di wilayah ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti curah hujan tinggi, kondisi sungai yang dangkal, tumpukan sampah, serta pembangunan yang tidak memperhatikan tata kelola lingkungan. Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini bertujuan untuk menerapkan intervensi sosial berbasis partisipasi masyarakat guna mengurangi risiko banjir melalui pendekatan pekerjaan sosial makro. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan di bawah bimbingan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumatera Utara (BPBD PROVSU). Metode yang digunakan adalah group work dengan tahapan: engagement, assessment, perencanaan, intervensi, monitoring, dan terminasi. Teknik Focus Group Discussion (FGD) dan pohon masalah digunakan untuk menggali penyebab dan solusi dari masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan partisipasi dalam kegiatan gotong royong serta edukasi kebencanaan. Intervensi ini menunjukkan bahwa strategi pemberdayaan masyarakat efektif dalam mendorong perubahan perilaku dan membangun ketahanan lingkungan secara berkelanjutan. Kata Kunci: banjir, intervensi, partisipasi, pemberdayaan, pekerjaan sosial makro
Peran Focus Group Discussion dalam Meningkatkan Kesadaran dan Partisipasi Warga untuk Pencegahan Banjir di Perumahan Griya Pesona Minimalis muhammad umarsaifurrahman zaidan; Mia Aulina Lubis
Jurnal Intervensi Sosial Vol. 4 No. 2 (2025): Kerentanan Sosial-Ekonomi
Publisher : Talenta usu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/intervensisosial.v4i2.21412

Abstract

Banjir yang terjadi secara berulang di Perumahan Griya Pesona Minimalis, Medan Helvetia, menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mitigasi banjir melalui pendekatan partisipatif menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD). Dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui diskusi kelompok yang melibatkan perwakilan warga dari berbagai latar belakang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FGD mampu mengidentifikasi secara partisipatif penyebab banjir, dampaknya terhadap masyarakat, serta solusi yang relevan dan berbasis kebutuhan lokal. Kegiatan gotong royong dan edukasi mitigasi banjir yang dirancang dan dilaksanakan bersama warga terbukti meningkatkan kesadaran kolektif dan solidaritas sosial. Selain itu, proses evaluasi partisipatif mencatat perubahan perilaku positif dalam pengelolaan lingkungan. Meskipun terdapat tantangan seperti keterlibatan yang belum merata dan keterbatasan infrastruktur, pendekatan ini menunjukkan efektivitas dalam membangun ketangguhan komunitas terhadap risiko bencana. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model intervensi sosial berbasis komunitas dalam menghadapi persoalan lingkungan secara berkelanjutan. Kata Kunci: banjir, focus group discussion, kesadaran masyarakat, partisipasi warga, pemberdayaan komunitas.
Meningkatkan Kepercayaan Diri Anak Panti Asuhan di LKSA Naungan Kasih Kemuliaan yang Menjadi Korban Bullying Lisna Sahara; Mia Aulina Lubis
Jurnal Bersama Pengabdian Kepada Masyarakat (SAMAMAS) Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/samamas.v1i1.239

Abstract

Orphanages are places to get a safe environment to grow and develop, but orphanages are often places that face psychosocial challenges, such as social stigma, traumatic experiences due to bullying, which have an impact on decreasing self-confidence and difficulty adapting to the social environment. In this PKL, interventions are carried out systematically using the social work casework method, which includes the stages of engagement, assessment, planning, intervention, evaluation and termination. The individual counseling model and cognitive behavioral therapy are focused on providing emotional support, as well as developing adaptive coping strategies. The results of the activities showed a significant increase in the self-confidence and emotional management skills of children who were victims of bullying, where they began to be able to change negative mindsets to be more positive and optimistic. The success of this intervention was supported by the active involvement of social workers, a more supportive atmosphere in the orphanage, and consistency in providing emotional support. Thus, the individual counseling model and cognitive behavioral therapy have proven effective in helping orphanage children overcome the impact of bullying and build better self-confidence to support their optimal development in the future.
Domestic and Global Challenges in Indonesia's Initiatives for Sustainable Development in the South Pacific Lubis, Adelita; Baharuddin, Aswin; Lubis, Mia Aulina
Journal of International and Local Studies Vol. 10 No. 2 (2026): Journal of International and Local Studies
Publisher : Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/rppm9228

Abstract

Following the launch of the Pacific Elevation policy in 2019, Indonesia intensified its sustainable development initiatives in the South Pacific through LDKPI grants, South-South and Triangular Cooperation, and the Indonesia-Pacific Forum for Development. This study applies Putnam's two-level game framework to analyze the domestic and global challenges affecting these initiatives and the interactions between the two levels. The study employed a qualitative, descriptive-analytical approach, employing a desk study of official documents and scientific literature from 2019–2025, with source triangulation as a validity mechanism. The results identified domestic challenges as limited fiscal scale, institutional fragmentation, and the double burden of the Papua issue. At the global level, challenges include intense donor competition, legitimacy challenges from Pacific nations' diplomatic agencies, and the misalignment of cooperation portfolios with regional climate priorities. The interaction of these two levels of challenges narrows Indonesia's policy win-set, resulting in observed strategies that include small grants to the human development sector, the Pacific family narrative, triangular partnerships, and island identity diplomacy. These strategies are best understood as rational adaptations to the limited available space for maneuver. This research's theoretical contribution is the identification of sovereignty defense as a driving force for South-South development cooperation, a theme not yet addressed in emerging donor literature.