Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI PLTG UNIT 2 PUSAT LISTRIK BALAI PUNGUT SEBAGAI BLACK START SAAT KEHILANGAN TEGANGAN PADA SISTEM 150 KV Rendy Abdullah; Daniel Meliala; Zulfahri Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 2 No. 1 (2017): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v2i1.1666

Abstract

Saat ini ketika terjadi blackout di sistem 150 kV Riau yang menjadi unit black start adalah PLTA Koto Panjang namun jika musim kemarau tiba maka dikhawatirkan elevasi air tidak memenuhi syarat batas minimum untuk melakukan start PLTA, hal ini tentu akan menjadi suatu masalah ketika terjadi blackout maka PLTA tidak bisa melakukan black start. Memaksimalkan PLTG Unit 2 Pusat Listrik Balai Pungut menjadi black start tentu akan menjadi nilai plus untuk sistem 150 kV Riau yang akan bisa melakukan pemulihan sendiri jika PLTA tidak bisa melakukan start. Sehingga perlu dilakukan sebuah studi untuk mendapatkan gambaran kontribusi PLTG Unit 2 dalam skema pemulihan sistem pasca blackout. Data yang diambil adalah data sekunder berupa data spefikasi generator, data sistem interkoneksi 150 kV Riau meliputi data single line diagram 150 kV, daya mampu pembangkit, data impedansi penghantar dan data load shedding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PLTG Unit 2 mampu melakukan supply daya menuju pembangkit yang berada di Balai Pungut, Teluk Lembu dan Koto Panjang serta memulihkan beban sistem 10,74 MW. PLTA Koto Panjang mampu mampu melakukan supply daya menuju semua pembangkit yang berada dalam sistem interkoneksi Riau dan memulihkan beban sistem 84,22 MW. Dengan mengacu pada batas load shedding tahap awal 49,50 Hz setiap penambahan beban pada sistem, PLTG Unit 2 mampu menahan beban maksimal 3 MW dengan fluktuasi frekuensi yang dapat dipertahankan 49,51 Hz, PLTA Koto Panjang maksimal 7,3 MW dengan fluktuasi frekuensi yang dapat dipertahankan 49,515 Hz.
Studi Peralihan Daya Listrik dari PLN ke Generator Set (Genset) Ketika Terjadi Pemadaman dari PLN dengan Uninterruptible Power Supply (UPS) Pada Hotel Grand Elite Pekanbaru Nomon Muranto; Atmam; Zulfahri .
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3026

Abstract

Hotel Grand Elite Pekanbaru mendapat suplai daya listrik dari PLN sebesar 1250 kVA dan mempunyai tiga buah unit Generator-set (Genset) kapasitas 500 kVA sebagai back-up suplai daya listrik apabila terjadinya pemadaman listrik dari PLN. Namun demikian penggunaan genset tersebut tidak dapat melayani beban secara cepat dimana hal ini disebabkan adanya kerusakan pada rangkaian Automatic Transfer Switch (ATS). Untuk itu diperlukan rancangan sistem suplai daya tak terputus yang dapat menyuplai beban, khususnya beban emergency dengan menggunakan Uninterruptible Power Supply (UPS). Dari hasil penelitian diperoleh total beban emergency Hotel Grand Elite Pekanbaru sebesar 125,779 kVA terdiri dari beban lift 32,670 kVA dan beban Elite Fitnes Center 67,952 kVA sehingga diperlukan kapasitas UPS sebesar 150 kVA. Penambahan suplai daya UPS sangat cocok karena disamping sebagai solusi akibat kurangnya daya listrik ketika terjadi pemadaman dari PLN dan juga dapat memback-up beban emergency pada Hotel Grand Elite Pekanbaru. Kata kunci : Generator-set, Uninterruptible Power Supply
Studi Kecepatan Putaran Motor Compressor Air Conditioner Inverter Terhadap Perubahaan Suhu Ruangan Afrizal Jaya Saputra; Atmam; zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 3 No. 1 (2018): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v3i1.3027

Abstract

Perubahan beban kalor sesaat yang dihasilkan oleh panas dari luar ruangan akan membuat kapasitas dari beban pendinginan air conditioner inverter juga berubah. Semakin tinggi suhu panas dari luar dan dari dalam ruangan maka kapasitas pendinginan dari air conditioner inverter juga semakin tinggi dan juga menyebabkan putaran motor compressor berubah. Untuk itu diperlukan penelitian tentang perubahan kecepatan motor compressor akibat perubahan suhu dari dalam maupun dari luar ruangan. Dari analisa diperoleh beban pendinginan air conditioner yang dibutuhkan untuk ruangan show room sebesar 7,6 PK, dengan energi 69172,47 BTU pada saat suhu diluar ruangan 38,9 ºC. Putaran minimal motor compressor adalah 1560 rpm, dengan frekuensi input motor compressor 52 Hz dan tegangan sebesar 80 Volt. Putaran maksimal motor compressor 7620 rpm, dengan frekuensi input 255 Hz dan tegangan sebesar 402 Volt. Perubahan suhu didalam ruangan membuat kecepatan motor compressor menjadi turun, seperti pada suhu 25,2 ºC kecepatan motor compressor 7620 rpm sementara pada suhu 24,9 ºC kecepatan motor compressor 4200 rpm sedangkan pada suhu 24,1 ºC kecepatan motor compressor adalah 3180 rpm. Kata kunci : Suhu, frekuensi, motor compressor dan penghematan energi.
Studi Overload Shedding Pada Transformator Daya Gardu Induk Garuda Sakti Rando Hutagaol; Usaha Situmeang; Zulfahri
SainETIn : Jurnal Sains, Energi, Teknologi, dan Industri Vol. 4 No. 1 (2019): SainETIn
Publisher : Teknik Elektro Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/sainetin.v4i1.3976

Abstract

Pertumbuhan ekonomi berbanding lurus dengan kebutuhan ketersediaan sistem tenaga listrik. Pembebanan pada Transformator daya di Gardu Induk Garuda Sakti Pekanbaru terus mengalami kenaikan seiring bertambahnya waktu. Dikemudian hari kemungkinan transformator daya tersebut memiliki beban penuh atau melebihi kapasitasnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya diperlukan proteksi beban lebih terhadap transformator daya yaitu dengan menggunakan rele arus lebih yang berfungsi sebagai relay Over Load Shedding (OLS). Pada saat terjadi beban lebih pada transformator daya, maka dilakukan pelepasan beban pada masing-masing penyulang yang sudah ditentukan dengan bekerjanya rele Over Load Shedding (OLS) apabila beban pada masing-masing transformator daya sudah mencapai nilai settingnya maka rele Over Load Shedding (OLS) akan mengirimkan signal trip ke coil PMT masing-masing penyulang untuk memberi perintah dilepas. Perhitungan setting arus OLS pada Transformator #TD1 adalah 1200 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,342 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,514 detik, #TD2 adalah 1040 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,373 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,560 detik, #TD3 adalah 1360 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,498 detik, #TD4 adalah 1360 Amp dengan time delay 10 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,332 detik dan dengan time delay 15 detik diperoleh nilai setting waktu sebesar 0,498 detik dan untuk waktu setting arus OCR bekerja adalah 0,883 detik pada Trafo #TD1; 0, 889 detik pada Trafo #TD2; 0,849 detik pada Trafo #TD3; dan 0,852 detik pada Trafo #TD4. Kata Kunci: , , , rele OCR
OPTIMISASI KOMPENSASI DAYA REAKTIF DI JARINGAN LISTRIK DENGAN MENGGUNAKAN ARTIFICIAL IMMUNE SYSTEM MELALUI CLONAL SELECTION ALGORITHM (CSA) Zulfahri Zulfahri
Prosiding Seminar Nasional Pakar Prosiding Seminar Nasional Pakar 2019 Buku I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.4187

Abstract

Paper ini merepresentasikan penerapan Artificial Immune System (AIS) untukmenyelesaikan permasalahan kompensasi daya reaktif yang meliputi penentuan ulang lokasi dan ukuran shunt capasitor yang akan dialokasikan pada jaring-jaring transmisi tenaga listrik. Pada metode yang diusulkan fungsi ojektif dan batasan tegangan merupakan input antigen yang berkisar pada reng 0.95 – 1.05 Melalui clonal selection algorithm (CSA) dan affinity maturation, akan menyeleksi satu antibodi yang tepat sebagai solusi permasalahan. Test system 26-bus IEEE yang digunakan sebagai implementasi AIS-CSA. Berdasarkan hasil simulasi dan analisis, sebelum optimasi didapati Total rugi-rugi sistem sebesar 12.807 MW dengan Total biaya pembangkitan 15447.72 $/h dari ukuran kapasitor 25 Mvar. sedangkan sesudah optimasi didapati Total rugi-rugi sistem sebesar 12.7928 MW dengan Total biaya pembangkitan 15447.44 $/h dari ukuran kapasitor dapat dikurangi menjadi 18.2 Mvar, sehingga sistem dapat menghemat kapasitor 6.8 Mvar.
STUDI PERBANDINGAN ALIRAN DAYA OPTIMAL MEMPERTIMBANGKAN ECONOMI DISPATCH MENGGUNAKAN ARTIFICIAL IMMUNE SYSTEM (AIS) –CSA DENGAN ALGORITMA GENETIKA Zulfahri Zulfahri; Abrar Tanjung; Monice Monice
Prosiding Seminar Nasional Pakar PROSIDING SEMINAR NASIONAL PAKAR 2020 BUKU I
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/pakar.v0i0.6782

Abstract

Dalam operasi sistem tenaga listrik, kestabilan penyaluran daya menjadi sangat penting.  Tujuan dari pengaturan optim. Isasi tegangan adalah untuk meminimalisasi rugi-rugi daya, juga menjaga penampilan tegangan yang diinginkan seperti yang dibutuhkan konsumen. Sekarang ini teknik optimisasi numerik dan pendekatan sistem cerdas digunakan dengan Artificial Intelegency diaplikasikan untuk mendukung operasi sistem tenaga. Salah satu teknik komputasi untuk menyelesaikan permasalahan optimisasi adalah Artificial Immune System (AIS) dan  Algoritma Genetika. Penelitian ini adalah membandingkan   metode Artificial Immune Sistem -Clonal Selection  dengan Algoritma Genetika. Artificial intelegence Immune system clonal selection yang terinspirasi dari sistem kekebalan tubuh manusia , sedangkan Algoritma Genetika.terinspirasi dari prinsip genetika dan seleksi alam (teori evolusi Darwin). Hasil simulasi dari dua metoda yang diusulkan dengan kompensasi kapasitor dialokasikan maximum 25 Mvar. Dengan CSA  didapati tegangan tertinggi 1.05  pu  dan terendah pada bus 24 sebesar 0.969  pu,  sedangkan GA   diporeleh tegangan tertinggi 1.05  pu dan terendah pada bus 24 sebesar 0.968  pu . Total ukuran kapasitor dapat dikurangi dari kondisi awal  25 Mvar  pada CSA  dapat dikurangi menjadi 18.2 Mvar, sehingga sistem dapat menghemat kapasitor 6.8  Mvar. Sedangkan pada GA dapat dikurangi menjadi 18.8 Mvar, sehingga sistem dapat menghemat kapasitor 6.2  Mvar. Dari hasi tersebut dapat diketahui bahwa total kapasitor, profil tegangan dan rugi-rugi daya yang dapat dioptimais oleh CSA sedikit lebih baik dibandingkan metode GA standar.
Pelatihan Pembuatan Lampu Emergency Menggunakan Light Emitting Diode (LED) bagi Siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru Atmam Atmam; Zulfahri Zulfahri; Usaha Situmeang
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 1 NOMOR 2 SEPTEMBER 2017 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.124 KB) | DOI: 10.30595/jppm.v1i2.1454

Abstract

ABSTRAK Sekolah Menengah Atas (SMA) Budhi Luhur Pekanbaru merupakan salah satu sekolah menengah atas swasta yang beralamat di jalan Paus Ujung kelurahan Limbungan Baru kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Visi dari SMA Budhi Luhur Pekanbaru adalah berbudi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa serta berbudaya melayu dengan salah satu indikator visi berprestasi dibidang akademik dan non akademik. Sarana dan prasarana yang dimiliki SMA Budhi Luhur untuk mendukung proses pembelajaran adalah laboratorium terpadu dan komputer. Permasalahan yang terjadi adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan dari siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat minim sekali, disebabkan oleh kurangnya kegiatan yang berhubungan dengan IPTEK. Melihat kondisi tersebut, maka haruslah ada upaya untuk membekali siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru dengan IPTEK. Salah satu pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi yang ada pada siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru adalah melalui pemberian pelatihan membuat rangkaian elektronika sederhana. Pengetahuan dan keterampilan ini berupa pembuatan lampu emergency menggunakan Light Emiting Diode (LED) untuk pencahayaan ruangan pada saat listrik padam dimalam hari. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pengetahuan peserta (siswa) tentang defenisi elektronika, 100% peserta sudah mengetahuinya dimana sebelumnya hanya 4% mengetahuinya dan terjadi peningkatan sebesar 96% serta pengetahuan pembagian dan fungsi komponen elektronika dari peserta setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan terjadi peningkatan sebesar 92%. Peningkatan pengetahuan peserta tentang rangkaian lampu emergency menggunakan LED sebesar 96% dimana sebelum dilakukan pelatihan, peserta yang mengetahuinya sebesar 4% dan untuk pengetahuan teknik penyolderan komponen elektronika, setelah diberikan pelatihan 100% peserta sudah mengetahuinya. Kata kunci : Elektronika, Light Emiting Diode (LED)
A ANALISIS SISTEM PENGAMAN GEDUNG REKTORAT UNIVERSITAS LANCANG KUNING PEKANBARU: Sistem pengaman abrar tanjung tanjung; zulfahri - -
Jurnal Elektro dan Mesin Terapan Vol. 6 No. 2 (2020): Jurnal Elektro dan Mesin Terapan (ELEMENTER)
Publisher : Politeknik Caltex Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (327.088 KB) | DOI: 10.35143/elementer.v6i2.3374

Abstract

The Safety System is one way to overcome the interference of reducing the influence of electric current, such as leakage currents or short circuit due to failure of insulation and natural disasters as well as the result of lightning surges. Lancang Kuning University Rectorate Building is a building that has several rooms that have administrative, academic, financial and lecture activities using electrical equipment. The purpose of this study was to calculate the magnitude of the current per phase, power consumption, power losses and determine the capacity of the safety system and evaluate the grounding system in the Rector Building, Lancang Kuning University. Based on the results of the discussion, the power consumption obtained at the Lancang Kuning University Rectorate Building was 292.95 kW, the balanced current was 50 Amperes, the voltage drop was 5 volts, the power loss at the phase 1 voltage R was 1.54 kW and 3 phase of 2.28 kW, magnitude of power loss in phase 1 S voltage of 0.97 kW and 3 phases of 1.69 kW, power loss at phase T voltage of 1 phase at 1.48 kW kW and 3 phases of 2 , 56 kW, the amount of earth resistance is 59.5 ohms, the safety of the main panel is 80 amperes and the installed load is 38.71 KVA, the maximum load is 315 KVA and the average load is 161.61 kVA.
Analisis Intensitas Penerangan dan Penggunaan Energi Listrik di Laboratorium Komputer Sekolah Dasar Negeri 150 Pekanbaru Atmam Atmam; Zulfahri Zulfahri
Seminar Nasional Teknologi Informasi Komunikasi dan Industri 2015: SNTIKI 7
Publisher : UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.592 KB)

Abstract

The intensity of illumination on the computer laboratory for basic educational institutions such as elementary schools, must have a good quality and quantity as well as the consumption of electrical energy efficiently. If the illumination intensity of a space laboratory is not met, then it will lead to discomfort for elementary school students in carrying out the computer lab. For the quantity of lighting a computer lab space, mostly resulting from the use of lighting lamp. Excessive use of lighting for computer labs will affect the wasteful use of electric energy. To view these conditions, the research conducted by the measurement method of light intensity at the working point and by the SNI 16-7062-2004 standards. From the results of this study gained an average light intensity in the computer lab room of Elementary School no 150 of Pekanbaru for each working point of 171 lux, so that the illumination intensity is still low and according to standard measurements SNI 16-7062-2004 intensity values obtained by an average of 122 lux and it does not meet the standards. The consumption of electrical energy to meet the illumination intensity of the computer lab when using this lamp type of CFL 35W/2100 lm, the electrical energy consumption of 5.88 kWh and when using this lamp type of CFL 58W/3500 lm, the electrical energy consumption of 5.57 kWh.Keywords: Electrical Energy, Intensity Lighting,
PENGARUH LATIHAN FISIK (SENAM JANTUNG SEHAT) TERHADAP KADAR RESISTIN DAN KADAR GULA DARAH PADA OBESITAS Nunung Sri Mulyani; Yulia Fitri; Ramlan Silaban; Zulfahri Zulfahri
Jurnal Pendidikan Kimia (JPKim) Vol 6, No 3 (2014): Desember
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.867 KB) | DOI: 10.24114/jpkim.v6i3.5525

Abstract

AbstractObesity is a global epidemiology and serious healthy treat due to morbidity and mortality raised. On the whole of the adult population in the world get obese 7.7% in men and 11.9% in women. Adipose tissue accumulates on obesity functioning as endocrine gland secrets all sitokin and peptide hormones. The secretion of those sitokin and hormones play role in controlling body weight balancing and energy metabolism. Resistin an adipositokin (adipokin) secreted by  adiposit that assumes to have important role as circuit between adiposity and insulin resistance. Physical exercises could influence resistin levels and blood sugar on obesity. This research aims to identify the influence of physical exercises ((healthy heart gym) of resistin and blood sugar levels on obesity. The design of this research uses purposive sampling. The subject of the study 25 female students of 18-21 years of age of Poltekkes Nutrition Department Kemenkes Aceh. Gymnastic exercise program done with a healthy heart with a frequency of 5 times a week for 4 weeks with intensity 30 minutes. The result of pre and post resistin levels checked is analyzed both descriptively and inferentially by t test and correlation (moment/pearson).   The result of t test of and correlation found that; there is no influence physical exercises toward resistin levels at the people with obesity (p= 0, 45), there is influence physical exercises (healthy heart gym) toward blood sugar levels of the people with obesity. (p=0, 03), there is no significant influences between resistin levels and blood sugar levels of the people with obesity in pre and posttest (p=0, 26). Based on the finding above, we may conclude that the physical exercises (healthy heart gym) influences toward blood sugar levels, but it doesn’t toward resistin levels.Keywords : Obesity, Resistin, blood sugar levels, physical exercises (healthy heart gym)