Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Larangan Jabatan Kepala Desa Berdasarkan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 6 Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Dan Pemberhentian Kepala Desa Perspektif Siyasah Dusturiyah (Studi Kasus Pemberhentian Kepala Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang) Zulfahri; Adlin Budhiawan
QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies Vol. 4 No. 1 (2025): QANUN: Journal of Islamic Laws and Studies
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/qanun.v4i1.876

Abstract

Penelitian ini menganalisis penerapan Peraturan Bupati Deli Serdang Nomor 6 Tahun 2021 dengan fokus pada dua larangan jabatan kepala desa yang menjadi dasar pemberhentian Kepala Desa Paluh Kurau, yaitu: (1) larangan membuat keputusan yang menguntungkan diri sendiri, anggota keluarga, pihak lain, atau golongan tertentu; dan (2) larangan menyalahgunakan wewenang, tugas, hak, dan/atau kewajiban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan deskriptif-analitis melalui studi dokumen, wawancara, dan kajian literatur. Analisis dilakukan dengan perspektif Siyasah Dusturiyah untuk menilai keselarasan penerapan kedua larangan tersebut dengan prinsip amanah (al-amānah), keadilan (al-‘adl), dan kemaslahatan (al-maslahah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kedua larangan jabatan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat, mulai dari Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa beserta perubahannya, hingga peraturan pelaksana di tingkat daerah. Proses pemberhentian dilaksanakan melalui mekanisme administratif yang melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Camat, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Inspektorat, dan Biro Hukum, dengan tahapan mulai dari musyawarah hingga penerbitan SK Bupati. Dari perspektif Siyasah Dusturiyah, kebijakan ini sejalan dengan prinsip amanah, keadilan, dan kemaslahatan, serta dapat dibenarkan apabila bertujuan menjaga integritas pemerintahan desa dan mencegah kemudaratan yang lebih besar. Temuan ini menegaskan adanya keterpaduan antara prinsip tata kelola pemerintahan dalam Islam dan mekanisme hukum positif di Indonesia, sehingga keputusan pemberhentian memiliki legitimasi normatif dan yuridis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan aspek transparansi, perlindungan hak, dan konsistensi penerapan aturan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan desa.
Penggunaan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) Dan Grounding Sebagai Pengaman Di Kelurahan Limbungan Baru Kecamatan Rumbai Pesisir Tanjung, Abrar; Zulfahri; Hamzah
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2020): Edisi April 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/7am1jq51

Abstract

Proteksi yang disediakan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB) dan Grounding, Pada dasarnya alat ini adalah adalah sebuah saklar listrik otomatis dioperasikan dan dirancang untuk mendeteksi adanya arus listrik yang terjadi karena tegangan bocor pada instalasi dan peralatan listrik. Kelurahan Limbungan Baru di bentuk atas pemekaran wilayah dari Kelurahan Limbungan Baru Kecamatan Rumbai Pesisir dan merupakan kelurahan ke 6 (enam) dari kelurahan yang ada di Kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. Permasalahan yang terjadi pada instalasi listrik adalah Power Failure atau outages sumber listrik utama mati kalau di Indonesia boleh dikatakan mati lampu/ PLN mati, Tegangan listrik turun dalam waktu sesaat sampai dengan dibawah 80-85 % dari tegangan normal 220 VAC. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian diperoleh sesudah penyuluhan dan Pelatihan mitra dalam mengetahui dan memahami tentang Sistem Pengaman ELCB sebesar 100 %, Pentanahan atau grounding sebesar 100 %, bahan dan peralatan listrik sesuai Standarisasi Kelistrikan (SNI) sebesar 100 %, pemasangan sistem pengaman instalasi listrik bangunan sebesar 100 pemakaian bahan dan peralatan sesuai dengan PUIL 2011 100 %
Penerapan Sistem Pengaman Instalasi Listrik di Kecamatan Rumbai Pesisir Tanjung, Abrar; Zulfahri; Hamzah; Setiawan, David
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Edisi Oktober 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8vvjpx77

Abstract

Energi listrik menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat, karena tanpa energi listrik aktivitas masyarakat sebagai konsumen akan terganggu, disebabkan peralatan dan bahan penunjang kehidupan masyarakat menggunakan energi listrik sebagai penggeraknya. Tujuan penelitian untuk meningkatkan ilmu dan ketrampilam dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan sistem pengaman instalasi listrik. Berdasarkan hasil pembahasan diperoleh mitra dalam mengetahui dan memahami tentang PUIL 2011 setelah penyuluhan sebesar 100 %, Mitra mengetahui dan memahami tentang Apakah bapak/ibu mengetahui dan memahami tentang Peraturan Instalasi Listrik sebesar 93 %, Mitra mengetahui dan memahami tentang bahan dan peralatan listrik sesuai Standarisasi Kelistrikan (SNI) setelah penyuluhan sebesar 93 %, Mitra kegiatan mengetahui dan memahami tentang Apakah bapak/ibu mengetahui dan memahami tentang pemasangan sistem pelaratan instalasi listrik bangunan setelah penyuluhan sebesar 100 %, Mitra kegiatan mengetahui dan memahami tentang Apakah bapak/ibu mengetahui dan memahami tentang pemakaian bahan dan peralatan sesuai dengan PUIL 2011 setelah penyuluhan sebesar 100 %.
ANALISIS PEMANFAATAN SISTEM PENGENDALI DAN MONITORING BEBAN PADA KWH METER PRABAYAR R-1 BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT). Handayani, Sri; Zulfahri, Zulfahri; Setiawan, David; Marzuarman, Marzuarman
MULTITEK INDONESIA Vol 18 No 1 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/mtkind.v18i1.9081

Abstract

Energi listrik merupakan objek vital dalam aktivitas manusia dan kita melihat berbagai aktivitas manusia sangat bergantung pada listrik. Namun kita harus bijak dalam memanfaatkan energi listrik  agar nilai efisiensinya tidak terjadi pemborosan. Sebelumnya sudah dilakukan penelitian terkait pemantauan penggunaan energi listrik dengan memanfaatkan sensor PZEM-004T dan dengan menggunakan platform web untuk menampilkan data-data yg di-monitoring. Penelitian tersebut baru sampai ketahap monitoring dan belum sampai ke tahap pengontrolan. Pada penelitian ini penulis ingin membuat sebuah sistem pengendalian dan monitoring pada kWh meter prabayar R-1 agar beban bisa dikendalikan dan di-monitoring secara manual dan otomatis berbasis internet of things menggunakan aplikasi blynk. Sistem ini didesain  menggunakan nodeMCU ESP8266, arduino uno, PZEM004T, LCD 20x4, keypad, buzzer, modul relay dan modul mini UPS. Pengujian dilakukan membandingkan alat multifunction dengan alat monitoring yang dibuat dengan tingkat akurasi yang diperoleh sebesar 99,32%. Alat monitoring ini memiliki tingkat erornya sangat rendah dan sangat cocok digunakan sebagai alat monitoring dan pengontrolan pemakaian energi listrik. Jika ingin mendapatkan hasil yang lebih maksimal, pengujian bisa dilakukan dalam waktu yang lebih lama dan variasi beban lebih banyak lagi serta tampilan widget box perlu di upgrade ke akun premium untuk mendapatkan fitur-fitur lebih banyak lagi pada tampilan aplikasi blynk
ANALISIS PENGGUNAAN KWH EXIM PADA R1/1300 VA Monice, Monice; Zulfahri, Zulfahri; Arlenny, Arlenny
Rang Teknik Journal Vol 7, No 2 (2024): Vol. 7 No. 2 Juni 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v7i2.4895

Abstract

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang terhubung ke jaringan listrik PLN di Pekanbaru, sesuai dengan regulasi Pemerintah Nomor 26 Tahun 2021, mendorong penggunaan energi surya ramah lingkungan untuk keperluan rumah tangga. Beberapa konsumen rumah tangga di kota tersebut telah mengadopsi PLTS yang terhubung secara On Grid dengan Jaringan Listrik PLN menggunakan KWH Exim. Analisis perlu dilakukan terhadap penggunaan energi yang diimpor dan diekspor dari KWH Exim, dengan mempertimbangkan biaya investasi awal sebesar Rp 31.000.000,-. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa hanya 65% dari energi yang diekspor dari KWH Exim ke jaringan PLN, yaitu sebesar 813,54 kWh per tahun. Pengembalian modal dari investasi awal diestimasi akan terjadi dalam waktu 19 tahun, berdasarkan produksi energi dari panel surya
Sosialisasi Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Ketenagalistrikan Di SMK Negeri 5 Pekanbaru Situmeang, Usaha; Zondra, Elvira; Monice, Monice; Arlenny, Arlenny; Zulfahri, Zulfahri
FLEKSIBEL: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Edisi April 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/fleksibel.v6i1.26457

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Pekanbaru adalah salah satu sekolah menengah atas negeri di Pekanbaru dengan alamat di Jalan Yos Sudarso Kelurahan Umban Sari Rumbai Pekanbaru Riau. Salah satu program yang ada yaitu Keahlian Teknik Ketenagalistrikan dengan jumlah siswa/siswi sebanyak 200 orang sedangkan kegiatan ini dikhususkan untuk siswa/siswi Kelas X sebanyak 32 orang. Sesuai dengan indikator berprestasi dibidang akademik dan non akademik, maka siswa harus memiliki pengetahuan dan keterampilan. Permasalahannya adalah kurangnya kegiatan yang berhubungan dengan peningkatan IPTEK sehingga tingkat Ilmu Pengetahuan dan teknologi siswa/siswa harus ditingkatkan. Salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang berhubungan dengan teknologi untuk mengembangkan potensi yang ada pada siswa/siswi SMK Negeri 5 Pekanbaru adalah melalui pemberian Sosialisasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Ketenagalistrikan (K3). Metode yang dilakukan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah penyuluhan kepada peserta. Pelaksana melakukan tatap muka memberi materi tentang peralatan pada Keselamata Dan Kesehatan Ketenagalistrikan (K3). Selanjutnya dilakukan juga evaluasi kepada peserta melalui kuisioner yang diberikan sebelum kegiatan dan sesudah penyuluhan. Mitra kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan Sosialisasi Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Ketenagalistrikan (K3). Khususnya, 100% siswa menyadari perilaku yang benar untuk diadopsi dalam pengaturan bengkel, seperti mengenakan kacamata pelindung saat mengoperasikan alat yang dapat menghasilkan puing-puing terbang. Selanjutnya, 93,7% peserta menunjukkan pemahaman tentang peralatan yang diperlukan untuk perlindungan pribadi terhadap potensi bahaya tempat kerja. Inisiatif ini juga berhasil meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, dengan semua peserta mengakui langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan pekerja
Inovasi Pembuatan Tempat Sampah di Kawasan pantai : Pembuatan Tempat Sampah Sementara Oleh KKN Tematik ITBM Polman di Pantai Labuang Zulfahri; Hamsah
Macoa : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Macoa : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (PPPM) Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran sampah di kawasan pantai menjadi masalah lingkungan yang terus meningkat, terutama akibat kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah. Untuk mengatasi masalah tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik ITBM Polman melaksanakan program inovasi pembuatan tempat sampah di kawasan Pantai Labuang, Desa Laliko. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai sekaligus menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai. Kegiatan dimulai dengan survei lokasi untuk mengidentifikasi titik-titik rawan sampah. Selanjutnya, mahasiswa merancang tempat sampah berbahan ramah lingkungan dan tahan terhadap kondisi cuaca pantai, menggunakan kombinasi bahan daur ulang dan material lokal. Tempat sampah ini dirancang dengan sistem pemilahan sampah organik dan anorganik, guna mendukung konsep pengelolaan sampah berkelanjutan. Proses implementasi melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, termasuk dalam hal edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah dan cara pemilahan yang benar. Program ini juga berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan fasilitas yang telah disediakan. Hasilnya, sebanyak satu unit tempat sampah berhasil dibuat di kawasan Pantai Labuang, dan terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Program ini menunjukkan bahwa inovasi sederhana, seperti penyediaan fasilitas pengelolaan sampah, dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menjaga kebersihan kawasan pantai. Selain itu Kegiatan ini diharapkan menjadi model untuk implementasi program serupa di kawasan pantai lainnya, demi mendukung pelestarian lingkungan pesisir yang berkelanjutan.