Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Gambaran Kejadian Berpotensi Medication Errors Fase Prescribing Resep Pasien Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Riau: Description Event Potentially Medication Errors Phase Prescribing Outpatient Prescription Regional General Hospital Arifin Achmad Riau Wardatul Jannah; Septi Muharni
JURNAL FARMASI DAN MAKANAN Vol 6 No 2 (2023): Journal of Pharmacy and Science
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jops.v6i2.3425

Abstract

This study aims to look at the percentage of occurrence of potentially overview phase prescribing medication errors in the outpatient prescription Regional General Hospital Arifin Achmad Riau province. This study is an observational study / survey descriptive. Sampling was done by accidental sampling method, the sample obtained in this study as many as 300 sheets of prescription outpatient entrance at the time of the research conducted at Arifin Achmad. The results showed that the highest percentage of incidence of medication errors that could potentially prescribing phase of outpatient prescription Arifin Achmadbased on the payment status is the highest percentage in the general patient prescription that is equal to 27.78%. Based on the origin prescribers percentage gained is a general practitioner in the amount of 26.32%. Based on the number of prescription drugs in the percentage of the highest incidence ≥5 is the amount of drug that is equal to 29.44%. Based on the patient's weight recipe completeness 96.67%, height pasien96,67% and this study was not found prescription that can not be read, and there is no drug name abbreviation unusual. These results indicate that the phase of prescribing medication errors in the outpatient prescription Arifin Achmad still high.
Analisis Faktor Risiko Penggunaan Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid Jangka Panjang terhadap Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau Septi Muharni; Syilfia Hasti; Rizka Meidhika; Fina Aryani; Husnawati Husnawati
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v10i2.59263

Abstract

Penyakit ginjal kronis merupakan masalah kesehatan global dengan angka kejadian yang terus meningkat, memiliki prognosis yang buruk dan banyak menghabiskan biaya dalam perawatannya. Salah satu faktor risiko penyakit ginjal kronikadalah penggunaan obat Anti Inflamasi Nonsteroid (AINS) jangka panjang. AINS bekerja dengan menghambat enzim COX-1 yang berperan dalam mempertahankan perfusi ginjal. Penghambatan ini mengakibatkan terganggunya fungsi ginjal (autoregulasi ginjal) jika digunakan rutin dan dalam jangka waktu panjang, terutama pada pasien dengan faktor risiko seperti pasien hipertensi, gangguan fungsi ginjal dan pasien lanjut usia. AINS sangat mudah diperoleh masyarakat tanpa resep dokter dan menjadi salah satu risiko penggunaan yang tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dan kekuatan hubungan antara riwayat penggunaan AINS, frekuensi dan lama penggunaan terhadap kejadian penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan case control pada 100 pasien (50 kasus penyakit ginjal kronikdan 50 kasus non penyakit ginjal kronik) di Poli Penyakit dalam RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dengan teknik purposive sampling. Hasil uji statistik menunjukkan riwayat penggunaan AINS, frekuensi, dan lama penggunaan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian penyakit ginjal kronik(nilai p>0,05) dengan odds ratio (OR) 2,19; 0,33 dan 0,556. Meskipun tidak bermakna secara statistik, hasil ini menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan risiko penyakit ginjal kronik pada pasien yang memiliki riwayat penggunaan AINS jangka panjang.
Analisis Efektivitas Biaya Haloperidol-Klorpromazin dan Risperidon-Klozapin Pada Pasien Skizofrenia Berdasarkan Kualitas Hidup di Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau Fina Aryani; Septi Muharni; Nyimas Farastika Harsah
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i2.63153

Abstract

Skizofrenia merupakan penyakit gangguan otak parah yang membutuhkan terapi dengan waktu lama sehingga meningkatkan beban biaya dan mempengaruhi kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biaya antipsikotik haloperidol-klorpromazin dan risperidon-klozapin terhadap kualitas hidup pasien skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah observasional, bersifat deskriptif analitik secara cross-sectional menggunakan analisis farmakoekonomi yaitu Cost Effectiveness Analysis dengan perspektif penelitian adalah pasien. Pengambilan sampel dilakukan di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Tampan Propinsi Riau menggunakan metode purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 57 pasien, 29 pasien menggunakan haloperidol-klorpromazin dan 28 pasien menggunakan risperidon-klozapin. Kualitas hidup dinilai menggunakan kuesioner Schizophrenia Quality of Life Scale. Hasil penelitian didapatkan rata-rata biaya perbulan kelompok haloperidol-klorpromazin Rp. 2.771.551, sedangkan risperidon-klozapin Rp. 2.920.441, kualitas hidup pada kelompok haloperidol-klorpromazin 59,77% dan risperidon-klozapin 60,93% sehingga didapat nilai ACER kelompok haloperidol-klorpromazin Rp. 46.370 dan risperidon-klozapin Rp. 47.931. Berdasarkan uji statistik T tidak berpasangan diketahui tidak terdapat perbedaan kualitas hidup antara kedua kelompok dengan nilai p=0,717 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa kelompok haloperidol-klorpromazin lebih cost effective.