Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Pemberdayaan UKM Industri Tempe Melalui Pengolahan Limbah Kulit Ari Kedelai Menjadi Tepung Kaya Serat di Desa Jambesari Kab. Bondowoso Bekti Palupi; Istiqomah Rahmawati; Meta Fitri Rizkiana; Mohammad Nor; Muhammad Ilham
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v2i2.157

Abstract

Industri tempe Fatimah merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Desa Jambersari, Kecamatan Jambersari, Kabupaten Bondowoso yang bergerak di bidang produksi tempe. Industri tempe Fatimah menghasilkan 65-70 bungkus tempe setiap hari. Industri ini mulai berkembang pesat pada tahun 2017 seiring dengan meningkatnya permintaan pasar terhadap produk tempe. Program pengolahan dan pemanfaatan limbah kulit ari kedelai dilatarbelakangi oleh permasalahan pengelolaan limbah industri tempe yang belum dimanfaatkan dengan baik. Solusi yang ditawarkan adalah peningkatan nilai jual kulit ari kedelai melalui pengolahan dan pemanfaatan menjadi tepung kaya serat. Namun industri tempe Fatimah tidak dapat mengolah kulit ari kedelai selain menjadi pakan ternak dikarenakan beberapa permasalahan yaitu belum memiliki alat penepung dan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikan alat penepung. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada mitra industri tempe Fatimah dalam mengolah kulit ari kedelai menjadi tepung kaya serat agar terciptanya pengelolaan produk tepung dengan sistem manajemen yang baik dan berkelanjutan serta meningkatkan pendapatan. Metode yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan mengembangkan alat penepung, sosialisasi program, pelatihan penggunaan alat penepung, serta pendampingan mitra dalam produksi tepung kaya serat. Program telah dilaksanakan pada akhir tahun 2021 di industri tempe Fatimah sebagai mitra. Perubahan penting terhadap mitra yakni merubah paradigma mitra dari hanya mamanfaatkan limbah sebagai pakan ternak menuju pengolahan kulit ari kedelai menjadi tepung kaya serat sehingga meningkatkan daya jualnya.
Ekstraksi Zat Warna dari Limbah Kulit Kakao sebagai Alternatif Pewarna Batik guna Meningkatkan Produktivitas Masyarakat Agribisnis Desa Banjar Sengon, Kecamatan Patrang Eriska Eklezia Dwi Saputri; Istiqomah Rahmawati; Rahma Rei Sakura
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v2i2.158

Abstract

Cocoa is commonly found in plantation areas, especially in Patrang sub-district. The Community Service Program, Faculty of Engineering with partners, namely the people of Banjar Sengon Village, aims to overcome partner problems, the increasing cocoa husk waste. Utilization of leather waste is still very limited, where people use cocoa husk waste only as animal feed and compost. Cocoa pods contain cellulose 36.23%, hemicellulose 1.14% and lignin 20 -27.95%. In addition, the presence of anthocyanin pigments in cocoa peel is a potential use of cocoa peel extract as a dye for the batik industry. The implementation method of extraction process is by: (1) socializing about the management and processing of cocoa peel waste, (2) Extracting natural dyes from cocoa peel, (3) socializing the use of natural dyes for batik cloth, (4) activities using natural dyes for batik cloth, and (5) marketing of natural dyes from cocoa peel. The result of this community service program is an increase in the usability of cocoa peel waste which is marked by the people of Banjar Sengon Village being able to process cocoa peel waste into natural batik dyes independently and continuously.
Produk Unggulan Sabun Cair Berbasis Ekstrak Kulit Jeruk dari Desa Sidomekar Kabupaten Jember dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Ekstraksi Minyak Atsiri Boy Arief Fachri; Istiqomah Rahmawati; Bekti Palupi; Meta Fitri Rizkiana; Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah; Habibatul Inayah Harti Arini
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v2i2.156

Abstract

Program Pengabdian “Produk Unggulan Sabun Cair Berbasis Ekstrak Kulit Jeruk dari Desa Sidomekar, Kabupaten Jember dengan Penerapan Teknologi Tepat Guna Alat Ekstraksi Minyak Atsiri” bermitrakan Desa Sidomekar, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember. Pembuatan Produk Unggulan Desa Sidomekar dilakukan dengan lima tahap kegiatan yang melibatkan mitra utama. Tahap pertama adalah analisis masalah untuk memetakan kondisi mitra serta potensi yang ada di Desa Sidomekar. Tahap kedua adalah sosialisasi terkait kondisi dan potensi desa serta penyelesaian permasalahan berupa pemanfaatan kulit jeruk sebagai bahan produk unggulan desa. Tahap selanjutnya adalah sosialisasi proses ekstraksi minyak atsiri dari kulit jeruk dan cara pembuatan produk. Tahap keempat adalah praktik ekstraksi dan pembuatan produk. Tahap terakhir adalah evaluasi program pengabdian dan kontrol proses. Proses ekstraksi yang diterapkan ke masyarakat Desa Sidomekar merupakan kombinasi metode ekstraksi maserasi dengan destilasi. Hasil ekstrak minyak atsiri diproses dan diperoleh produk turunan minyak atsiri kulit jeruk Produk sabun cair dari ekstrak minyak atsiri kulit jeruk dapat dijadikan sebagai produk unggulan Desa Sidomekar.
Implementasi Pengolahan Limbah Cair Industri Tempe Berbasis Eco-Friendly Dan Zero Waste pada UKM Tempe Di Desa Jambesari Kabupaten Bondowoso Bekti Palupi; Istiqomah Rahmawati; Meta Fitri Rizkiana; Muhammad Reza; Boy Arief Fachri; Reswara Musyafa; Regita Gustiayu Pramisti Maharani; Mohammad Nor
Dedikasi:Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Dedikasi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/dedikasi.v3i1.208

Abstract

Salah satu industri tempe yang ada di Desa Karang Malang, Jambesari, Bondowoso, Jawa Timur yaitu Industri Tempe Fatimah. Tempe Fatimah mendapatkan respon positif dari masyarakat sehingga produksinya pun meningkat. Peningkatan produksi tentunya berimbas dengan meningkatnya limbah yang dihasilkan sehingga perlu dilakukan pengelolaan limbah agar tidak menimbulkan isu permasalahan lingkungan. Secara umum, permasalahan mitra terkait yang teridentifikasi meliputi 3 hal yaitu (1) proses pembuatan tempe menghasilkan limbah cair yang dihasilkan mempunyai karakteristik bau tidak sedap dan berwarna yang dapat mencemari lingkungan atau kualitas air sekitar; (2) limbah cair yang dihasilkan belum dilakukan penanganan dan pengolahan secara khusus; dan (3) belum mempunyai alat pengolah limbah cair tempe sehingga pengolahan limbah cair industri tempe belum ditangani secara tepat. Oleh karena itu, beberapa solusi yang dapat ditawarkan kepada mitra usaha industri tempe Fatimah antara lain (1) memberikan pengetahuan atau wawasan tentang kandungan kimia, dampak dan bahaya limbah cair industri tempe terhadap lingkungan dan kehidupan manusia; (2) memberikan pengetahuan atau wawasan tentang metode dan teknologi pengolahan limbah yang dapat diaplikasikan dalam menangani limbah cair industri tempe; dan (3) meningkatkan keterampilan mitra usaha melalui penggunaan dan perawatan Teknologi Tepat Guna Mesin Pengolah Limbah Cair Tempe sebagai solusi pencemaran limbah cair tempe pada lingkungan hidup. 
Optimization of Essential Oil Extraction of Beluntas (Pluchea Indica L.) Leaves by Using Solvent-Free Microwave Extraction Nur Karima; Nova Chintya Kurniawati; Boy Arief Fachri; Istiqomah Rahmawati; Bekti Palupi; Mahfud Mahfud; Ditta Kharisma Yolanda Putri; Atiqa Rahmawati; Badril Azhar; Maktum Muharja
Jurnal Teknik Kimia dan Lingkungan Vol. 6 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1540.312 KB) | DOI: 10.33795/jtkl.v6i2.339

Abstract

Beluntas (Pluchea Indica L.) which commonly used as astringent and antipyretic has a high potential for the feedstock of essential oil production. The objective of this work is to optimize solvent-free microwave extraction (SFME) of Beluntas leaves by using response surface methodology (RSM). Box-Behnken Design with the variations of extraction time (60-120 min), feed/distiller ratio (0.06-0.1 g/ml), and heating power (150-450 W) was utilized to optimize essential oil yield. The feed/distiller ratio factor had the highest significant effect on the essential oil yield (P<0.05). Essential oil yield increased as the increase of oil heating power and time extraction, and vice versa. On the other hand, the increase in the feed/distiller ratio gave a negative impact on the essential oil yield. The maximum essential oil yield using SFME method of 0.2728 b/b% was obtained for the optimized condition of extraction time of 90 min, microwave heating power of 450 W, and feed/distiller ratio of 0.06.
Microwave-Assisted Hydrolysis Batang Tembakau untuk Produksi Gula Pereduksi sebagai Bahan Baku Bioetanol Bekti Palupi; Bimo Bayu Aji; Mizanurafi’ Ghifarhadi Prasiefa; Ditta Kharisma Yolanda Putri; Istiqomah Rahmawati; Boy Arief Fachri; Meta Fitri Rizkiana; Helda Wika Amini
Jurnal Teknologi Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v10i2.225

Abstract

Tumbuhan tembakau yang diproduksi dengan skala besar di Indonesia ternyata memiliki problematika, yaitu limbah dari batangnya sekitar 2.000.000 ton yang tersedia setiap tahunnya dan belum dimanfaatkan. Batang tumbuhan secara umum mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa, termasuk batang tembakau yang menjadi limbah. Kandungan lignin terlebih dahulu dihilangkan dengan proses pretreatment basa sebelum hidrolisis. Proses hidrolisis yang menggunakan microwave-assisted dengan basa akan mengkonversi selulosa dan hemiselulosa menjadi gula pereduksi yang selanjutnya difermentasi untuk memperoleh bioetanol. Proses hidrolisis dalam penelitian ini menggunakan 3 gram serbuk batang tembakau yang sudah dipretreatment dan dicampurkan dengan larutan natrium hidroksida (NaOH) dengan rentang konsentrasi 2 - 5%. Selanjutnya diproses menggunakan microwave untuk diiradiasi dengan daya 250 - 350 watt selama 5 - 15 menit. Penelitian ini menggunakan Software Design Expert yang disesuaikan dari pendekatan Response Surface Methodology (RSM) serta model Central Composite Design (CCD) sehingga didapatkan 20 kali running pada penelitian ini. Hasil gula pereduksi paling tinggi sebesar 7,40 mg/mL didapatkan pada percobaan ke-17 dengan konsentrasi larutan NaOH 2%, daya microwave 350 watt, dan selama 15 menit.
TTG Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Peningkatan Ekonomi Masyarakat Desa Nogosari Kabupaten Jember Bekti Palupi; Istiqomah Rahmawati; Meta Fitri Rizkiana; Firsta Retnaningtyas Udroto; Lailatul Krisna Abdullah; Ariel Seanhan Haezer; Nanda Ayudiyah Andriani
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.733

Abstract

Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar dunia setelah Filipina, India, dan Brazil. Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur adalah salah satu sentra penghasil kelapa dengan produksi sebesar 13.601 ton/tahun. Komoditas kelapa tersebut diantaranya terdapat di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember. Desa Nogosari merupakan desa terluas di Kecamatan Rambipuji dengan luas sekitar 1580 Ha. Permasalahan yang dihadapi masyarakat Desa Nogosari yaitu belum teroptimalkannya pemanfaatan kelapa karena masih dikonsumsi sendiri untuk kebutuhan rumah tangga atau dijual secara langsung. Dengan melimpahnya produksi kelapa di Desa Nogosari, maka hal tersebut berpotensi menjadi sumber daya alam yang dapat dioptimalkan oleh penduduk setempat. Hal ini yang mendasari tim pengabdian dari Program Studi Teknik Kimia Universitas Jember untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan serta pendampingan tentang pengolahan kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO). Hasil sosialisasi dan pelatihan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Nogosari Kabupaten Jember mampu mengolah buah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil. Produk VCO yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat secara ekonomi atau sosial.
Optimization of Microwave-Assisted Alkali Pretreatment for Enhancement of Delignification Process of Cocoa Pod Husk Maktum Muharja; Rizki Fitria Darmayanti; Bekti Palupi; Istiqomah Rahmawati; Boy Arief Fachri; Felix Arie Setiawan; Helda Wika Amini; Meta Fitri Rizkiana; Atiqa Rahmawati; Ari Susanti; Ditta Kharisma Yolanda Putri
Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis 2021: BCREC Volume 16 Issue 1 Year 2021 (March 2021)
Publisher : Masyarakat Katalis Indonesia - Indonesian Catalyst Society (MKICS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9767/bcrec.16.1.8872.31-43

Abstract

In this study, the optimization of microwave-assisted alkaline (MAA) pretreatment is performed to attain the optimal operating parameters for the delignification of cocoa pod husk (CPH). The MAA performance was examined by heating the CPH solid with different particle sizes (60–120 mesh) and NaOH solution with a different sample to a solvent (SS) ratio (0.02–0.05 g/L), for short irradiation time (1–4 min). Box-Behnken Design (BBD) was utilized to optimize the percentage of lignocellulose composition changes. The results show that by enlarging particle size, the content of lignin and cellulose decreased while hemicellulose increased. By prolong irradiation time, the content of lignin and hemicellulose decreased while cellulose elevated. On the other hand, increasing the SS ratio was not significant for hemicellulose content changes. From FTIR and SEM characterization, the MAA drove the removal of lignin and hemicellulose of CPH and increased cellulose slightly. Supported by kinetic study which conducted in this work, it was exhibited that MAA pretreatment technology is an effective delignification method of CPH which can tackle the bottleneck of its commercial biofuel production. Copyright © 2021 by Authors, Published by BCREC Group. This is an open access article under the CC BY-SA License (https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0). 
Optimization of Ulva sp. Decomposition using H2SO4 with Microwave-Assisted Hydrolysis Method as Feedstock of Bioethanol Palupi, Bekti; Rizalluddin, Muhammad; Septianti, Kiki; Rahmawati, Istiqomah; Fachri, Boy Arief; Rizkiana, Meta Fitri; Amini, Helda Wika
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/cheesa.v6i1.14682.13-25

Abstract

Bioethanol is a renewable energy used to reduce dependence on fossil fuels, which have negative impacts on the environment. Furthermore, Ulva sp. contains high levels of carbohydrates, making it potentially suitable as a raw material for bioethanol production. Therefore, this study aims to determine the optimal decomposition process using the microwave-assisted hydrolysis method with an acid solvent (H2SO4), by examining the effects of acid concentration, hydrolysis time, and microwave power. Optimization was carried out using several parameters such as hydrolysis time, microwave power, and the ratio of raw materials to solvents. The ANOVA test results showed that the hydrolysis variable parameter had a significant effect on the reducing sugar content obtained, evidenced by the R2 value of 0.9892. The highest reducing sugar content of 19.71 mg/mL was produced under the operating conditions of 15 min hydrolysis time, 450 W microwave power, and 0.065 g/mL ratio of raw material to solvents.
Pengaruh Intensitas Cahaya dan Nutrisi Terhadap Laju Pertumbuhan Ulva sp. Palupi, Bekti; Maharani, Regita Gustiayu Pramisti; Wardani, Salza Belila Kusuma; Rizkiana, Meta Fitri; Amini, Helda Wika; Fachri, Boy Arief; Rahmawati, Istiqomah; Muharja, Maktum; Indrayani, Lilin
Jurnal Teknologi Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi
Publisher : Universitas Jayabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31479/jtek.v11i2.272

Abstract

Ulva sp. adalah genus makroalga hijau dengan diameter permukaan yang besar. Manfaat dari kapasitas fotosintesis yang tinggi pada Ulva sp. sebagai media penyerapan nutrisi seperti amonium, nitrat, dan fosfor dengan tingkat yang tinggi. Ulva sp. termasuk alga yang tumbuhnya berdasarkan musim, untuk itu diperlukan budidaya guna memenuhi kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya dan jumlah nutrisi terhadap kadar klorofil total dan laju pertumbuhan spesifik Ulva sp. Variabel yang digunakan adalah intensitas cahaya sebesar 1000 sampai dengan 3000 Lux serta jumlah nutrisi yang digunakan yaitu 0,6 mg/L hingga 1,8 mg/L. Penelitian ini dilakukan dengan lama penyinaran selama 12 jam. Prosedur yang dilakukan berupa pemeliharaan Ulva sp. dengan wadah terkontrol dilanjutkan dengan pengujian kadar nitrogen total, pengujian kadar fosfat, pengujian kadar klorofil, dan laju pertumbuhan spesifik. Didapatkan nilai derajat keasaman atau pH pada wadah penelitian berkisar 6,5 – 8,5, suhu berada di antara 24 – 26°C, dan salinitas 35 – 37 ppt. Hasil analisis menghasilkan data yang baik jika ditinjau dari nilai p-value yang memiliki nilai kurang dari 0,05.   Keywords: aklimatisasi, Ulva sp., nutrisi, klorofil, laju pertumbuhan
Co-Authors Abdul Malik Karim Amrullah Achmad Sjaifullah Adelina, Saltsabita Nourin Adrian, Febri Afred, Merymistika Yufrani Afwal, Diza Raudhatul Ahmad Reza Maulufi Aini, Dwi Intan Noer Ainia, Hilda Huril Akmal, Gavinda Tsubutul Al Fajri, Maktum Muharja Alfarizi, Muhammad Alfian Anggraini, Ranita Anggi Annisa, Yasmin Ansori Ansori Ari Susanti Ariel Seanhan Haezer Arkan, Naufal Asshofy , Muhammad Agil Atiqa Rahmawati Atiqa Rahmawati Atiqa Rahmawati Azizi, Daffa Hafiziaulhaq Azzahrah, Anak Agung Nabilla Badril Azhar Badril Azhar Bambang Piluharto Bekti Palupi Bima Suci, Syeikh Maulana Bimo Bayu Aji Boy Arief Fachri Boy Fachri Brilianto, Mochamad Syadam Buana, Nayyara Aida Busroni, Busroni Dihayat, Icha Shofia Dini Rahmawaty Ditta Kharisma Yolanda Ditta Kharisma Yolanda Putri Elisah, Nor Eriska Eklezia Dwi Saputri Fachri, Boy Fakhri Arkaan Humaidi Farwah, Zilma Aliyah Fatimah, Dianavita Felix Arie Setiawan Firmansyah, Arfian Alwi Firmansyah, Muhammad Sahrul Firsta Retnaningtyas Udroto Fitriati, Diana Gailani, Jauhairiyah Gregah Pangayoman Hartanto P Gregah Pangayoman Hartono Putro Habibatul Inayah Harti Arini Hakiki, Rizki Maulana Helda Wika Amini Helda Wika Amini Heni Pujiastuti Herdianto, Dimas Nur Hidayat, Debby Aurellia Humaidi, Fakhri Arkaan Indrayani, Lilin Kamiliah, Thiflatul Lailatul Krisna Abdullah Lestari, Afrila Tutut Dwijati Lumbantoruan, Sri Lestari Maharani, Regita Gustiayu Pramisti Mahfud Mahfud Mahfud Mahfud Maktum Muharja Maryanto Maryanto Megasari, Tri Elok Setya Meta Fitri Rizkiana Mizanurafi’ Ghifarhadi Prasiefa Mohammad Nor Muhammad Ilham Muhammad Reza Muhammad Reza Muhammad Taufiqurrohman, Muhammad Muharja, Maktum Nanda Ayudiyah Andriani Naraismanti, Nirina Indi Nikita Meidi Nova Chintya Kurniawati Nova Chintya Kurniawati Nugroho, Yeremia Prasetya Nur Karima Nur Karima Nurkholisah, Siti Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah Nurtsulutsiyah, Nurtsulutsiyah Permatasari, Ocita Galuh Pradipta, Shima Nuril Pratama, Ilyas Arya Pravitasiwi, Nanda Tricya Julia Purimahua, Amanda Augre Maharani Rafif, M. Attar Rahma Rei Sakura Rahman, Agus Ramadana, Ifan Ratri Sekaringgalih Regita Gustiayu Pramisti Maharani Reswara Musyafa Ridho, Moh Zeinur Rizalluddin, Muhammad Rizki Fitria Darmayanti Robaniyah, Septiana Kholifatur Salsabila, Putri Ayu Saputra, Dicky Aditya Sa’roni, Achmad Septiana, Windi Yudita Septianti, Kiki Shabrina, Nadhilah Shofiah , Laila Nur Sholeha, Irdatus Suryagama, Muhammad Nabil Susanti, Tria Susilowati Susilowati Syawaludin, Syafriel Razaan Tarigan, Eigiya Nina Udroto, Firsta Retnaningtyas Uzinuzulla, Yunita Virda Wardani, Salza Belila Kusuma Wardhani, Maharani Tri Wibowo, Jihan Nafila Wiwik Pratiwi Yakub Hendrikson Manurung Yohanes Yohanes Yolanda Putri, Ditta Kharisma Zuhriah Mumtazah Zuhro, Syarifa Aminatuz