Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

KANDUNGAN PROTEIN DAN LEMAK DAGING ITIK KHAKI CAMPBELL FASE STARTER YANG DI BERI PAKAN LARVA MAGOT BLACK SOLDIER FLY Suparmin Fathan; Muhammad Mukhtar
Gorontalo Journal of Equatorial Animals Vol 2, No 2 (2023): Gorontalo Journal of Equatorial Animals
Publisher : Gorontalo Journal of Equatorial Animals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of feeding maggot larvae on the protein and fat content of khaki Campbell duck meat. This study used laying ducks aged 2-8 weeks totaling 100 heads, in each test consisting of 5 heads. The feed given consists of finished feed (BRO1-master), corn, bran, fish meal, maggot larvae, tofu pulp, premixes. The research material used was a complete randomized design (RAL), consisting of 5 treatments and 4 tests. The treatment given was P0= ration without maggot larvae P1 = ration with 3.75 % maggot larvae P2 = ration with 7.5 % maggot larvae P3 = ration with 11.25 % Maggot larvae P4= ration with 15 % maggot larvae. The results showed that the administration of maggot larvae had a noticeable influence on the protein and fat content of Campbell khali duck meat.
KEANEKARAGAMAN DAN PRODUKSI BIOMAS RUMPUT DI BAWAH TANAMAN JAGUNG SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN TILONGKABILA Tiansi Mahajani; Syamsul Bahri; Muhammad Mukhtar
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar petani menyemprot rumput-rumputan yang muncul pada saat penanaman jagung, sementara rumput-rumputan tersebut dapat dijadikan sebagai pakan seprti hay, silase untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman dan produksi biomas rumput di bawah tanaman jagung sebagai pakan ternak sapi potong. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 4 jenis rumput yaitu rumput jari (Digitaria Sanguinalis L Scop), rumput belulang (Clausine Indica L Gactn), rumput tekian (Cayperus Esculentus . L) dan rumput Australia (Paspalum Dilatum) dengan rumput yang mendominasi adalah rumput tekian (Cayperus Esculentus .L). Indeks keanekaragaman rumput di bawah tanaman jagung sebesar 1,356 atau tergolong dalam kategori rendah. Rumput di bawah tanaman jagung di Kecamatan Tilongkabila memiliki produksi segar 13.558 ton/ha dan produksi bahan kering 823.686 ton/ha dengan produksi rumput di bawah tanaman jagung tertinggi terdapat di Desa Tunggulo, kemudian diikuti oleh Desa Tamboo dan produksi terendah terdapat di Desa Moutong dan Desa Bongopini. Rumputan tersebut cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan sapi potong, dan bias membantu para petani untuk mencari pakan ternak tersebut.
KEANEKARAGAMAN DAN PRODUKSI BIOMAS RUMPUT DI BAWAH TANAMAN PADI SEBAGAI PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI KECAMATAN TILONGKABILA Eka Warohmah Hadan; Syamsul Bahri; Muhammad Mukhtar
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 1, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagian besar petani membuang rumput-rumputan yang muncul pada saat penanaman padi, sementara rumput-rumputan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman dan produksi biomas rumput di bawah tanaman padi sebagai pakan ternak sapi potong. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian diperoleh 3 jenis rumput yaitu jajagoan (Echinochloa crus-galli (L)P.Beauv), fall panicgrass (Panicum dichotomiflorum Michx) dan babawangan (frimbristylis littoralis gaudich) dengan rumput yang mendominasi adalah fall panicgrass (Panicum dichotomiflorum Michx). Indeks keanekaragaman rumput di bawah tanaman padi sebesar 0,74 atau tergolong dalam kategori rendah. Rumput di bawah tanaman padi di Kecamatan Tilongkabila memiliki produksi segar 1.132.492 ton/ha dan produksi bahan kering 380.304 ton/ha dengan produksi rumput di bawah tanaman padi tertinggi terdapat di Desa Bongoime, kemudian diikuti Desa Toto utara dan produksi terendah terdapat di Desa Tunggulo dan Desa Butu. Rumputan tersebut cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai pakan sapi potong.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN PROTEIN KASAR PAKAN AYAM KAMPUNG BERBAHAN DASAR LUMPUR SAWIT TERFERMENTASI Djunu, Sri Suryaningsih; Mukhtar, Muhammad; Saleh, Ellen J; Fathan, Suparmin; Taha, siswatiana R
Gorontalo Journal of Equatorial Animals Vol 2, No 2 (2023): Gorontalo Journal of Equatorial Animals
Publisher : Gorontalo Journal of Equatorial Animals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to determine the digestibility of dry matter and crude protein digestibility of balitnak superior village chicken fed non-fermented palm sludge and fermented palm sludge. Using a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 3 replications, consisting of P0: rations without palm sludge, P1: rations + 10% non-fermented palm sludge, P2: rations + 10% fermented palm sludge, P3: rations + 20% sludge non-fermented palm oil, P4: Ration + 20% fermented palm sludge. The study used 15 balitnak superior village chicken aged 8 weeks. Parameters measured included dry matter digestibility and crude protein digestibility. The results showed that the administration of palm sludge had a significant effect (P0.05) on dry matter digestibility, the highest percentage of dry matter digestibility was when using 20% fermented palm sludge (P4: 89.24%). The digestibility value of crude protein had a significant effect (P0.05) with the highest percentage of crude protein digestibility in the ration without palm oil sludge (P0: 21.03%).Keywords: Fermented Palm Sludge; Dry Matter Digestibility; Crude Protein Digestibility; Balitnak Superior Village Chicken 
Bobot Hidup, Bobot Karkas dan Bobot Bagian-bagian Karkas Itik Petelur yang Diberi Pakan Mengandung Larva Maggot (Black Soldier Fly) Fathan, Suparmin; Mukhtar, Muhammad; Djunu, Sri Suryaningsih
Gorontalo Journal of Equatorial Animals Vol 2, No 2 (2023): Gorontalo Journal of Equatorial Animals
Publisher : Gorontalo Journal of Equatorial Animals

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan yang mengandung larva maggot Black Soldier Fly (BSF) terhadap bobot hidup, bobot karkas dan bobot bagian-bagian karkas itik petelur. Penelitian ini menggunakan Itik Petelur umur 2-8 minggu berjumlah 100 ekor. Pakan yang diberikan terdiri dari pakan jadi (BRO1-master), jagung giling, dedak padi, tepung ikan, larva maggot (BSF), ampas tahu, premix. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari lima perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (ransum tanpa larva maggot), P1 (ransum dengan 3,75% larva maggot), P2 (ransum dengan 7,5% larva maggot), P3 (ransum dengan 11,25% larva maggot) dan P4 (ransum dengan 15% larva maggot). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian pakan yang mengandung larva maggot tidak memberikan pengaruh nyata (P0,05) terhadap bobot hidup itik petelur sedangkan terhadap bobot karkas dan bagian-bagiannya memberikan pengaruh nyata (P0,05). Hasil penelitian yang mendapat pencapaian tertinggi pada perlakuan yaitu bobot hidup terdapat pada P1 (954,37%), bobot karkas terdapat pada P1 (589,82%), bobot bagian dada terdapat pada P1 (210,65%), bobot bagian paha terdapat pada P1 (166,46%), bobot bagian punggung terdapat pada P1 (111,09%) dan bobot bagian sayap terdapat pada P1 (101,61%). Kata Kunci : Larva maggot black soldier fly, itik petelur, bobot hidup, karkas dan bagian-bagian karkas.
PERSENTASE KARKAS AYAM KAMPUNG SUPER YANG DIBERI L-ARGININE DALAM RANSUM DENGAN LEVEL BERBEDA Umar, Muhamad Prayoga Azis; Mukhtar, Muhammad; Bahri, Syamsul; Syahruddin, Syahruddin
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui karkas ayam kampung super yang diberi L-Arginine dalam ransum dengan level berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan sehingga terdapat 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan menggunakan lima ekor ayam kampung super umur 1 hari (DOC), dengan demikian jumlah ayam digunakan 100 ekor. Ransum percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah P0 = ransum dasar 100% (Kontrol), P1 = ransum dasar 99,5% + asam amino L-Arginine 0,5%, P2 = ransum dasar 99,25% + asam amino L-Arginine 0,75%, P3 = ransum dasar 99% + asam amino L-Arginine 1%, P4 = ransum dasar 98,75% + asam amino L-Arginine 1,25%. Variabel penelitian yang diamati yaitu bobot hidup, bobot karkas, persentase karkas, bobot bagian-bagian karkas dan persentase bagian-bagian karkas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam amino L-Arginine dalam ransum memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot hidup dan bobot karkas, tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap persentase bagian-bagian karkas. Pemberian asam amino L-Arginine dalam ransum ayam kampung super dapat digunakan 0,75% - 1%, Penggunaan asam amino L-Arginine dalam ransum ayam kampung super mempengaruhi berat karkas tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan bobot hidup dan persentase bagian-bagian karkas.Kata Kunci: L-Arginine, bobot hidup, bobot karkas, Persentase karkas, Ayam kampung super ABSTRACTThis research aims to discover the carcasses of super native chickens given L-Arginine in different levels of rations. This research employs a Complete Randomized Design (CRD) with five treatments and four replicates (20 experimental units in total). Each experimental unit used five super native chickens aged one day (DOC), so the total number of chickenused was 100. The experimental ration used in this research were P0 = 100% basic ration (control), P1 = 99,5% basic ration + 0,5% L-Arginine amino acid, P2 = 99,25% basic ration + 0,75% L-Arginine amino acid, P3 = 99% basic ration + 1% L-Arginine amino acid, and P4 = 98,75% basic ration + 1,25% L-Arginine amino acid. The observed research veriables were live weight, carcass weight, carcass percentage, carcass parts weight, and the percentage of carcass parts. The results indicate that administering the amino acid L-Arginine in the ration had a significant effect (P<0.05) on live weight yet did not affect the percentage of carcass parts. In addition, the administration of the amino acid L-Arginine in the ration of super native chickens could be 0,75% - 1%. The use of the amino acid L-Arginine in the ration of super native chickens affected carcass yet insignificant in increasing the live weight and percentage of carcass parts.Keywords: L-Arginine, live weight, carcass weight, carcass percentage, super native chicken
PENGARUH KONSENTRASI URIN DAN MOL YANG BERBEDA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PRODUKSI RUMPUT ODOT (Pennisetum Purpureum CV. Mott) Taib, Nurifan; Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad; Sayuti, Muhammad
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPupuk organik cair dengan konsentrasi tepat diharapkan mampu menjadi sumber hara bagi pertumbuhan rumput odot. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urin dan Mikroorganisme Lokal (MOL) yang berbeda sebagai Pupuk Organik Cair (POC) terhadap produksi rumput odot. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian POC, dengan konsentrasi P0 (kontrol), P1 (100 % urin, 0 % MOL), P2 (85 % urin, 15 % MOL) dan P3 (80 % urin, 20 % MOL). Variabel penelitian yang diamati yaitu produksi segar, produksi kering, dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC dengan konsentrasi urin dan MOL berbeda memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap produksi segar dan produksi kering rumput odot, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap produksi bahan kering. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan dosis 100% urin tanpa campuran MOL memberikan respon terbaik diantara semua perlakuan yang diteliti.Kata kunci : urin, mikroorganisme lokal, pupuk organik cair, rumput odot ABSTRACTIt is hoped that liquid organic fertilizer with the right concentration will be a source of nutrients for the growth of odot grass. The aim of the research was to determine the effect of different concentrations of urine and Local Microorganisms (MOL) as Liquid Organic Fertilizer (POC) on odot grass production. The research method used was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications so that there were 16 experimental units. The treatment used was administration of POC, with concentrations of P0 (control), P1 (100% urine, 0% MOL), P2 (85% urine, 15% MOL) and P3 (80% urine, 20% MOL). The research variables observed were fresh production, dry production, and dry material production. The results showed that POC with different urine concentrations and MOL had a significant effect (P<0.05) on fresh production and dry production of odot grass, but did not have a significant effect (P>0.05) on dry matter production. Conclusion with a dose of 100% urine without a mixture of MOL gave the best response among all the treatments studied.Keywords: urine, local microorganisms, liquid organic fertilizer, odot grass
PENGARUH KONSENTRASI URIN DAN MOL YANG BERBEDA SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUAHAN RUMPUT ODOT Abu, Riski H.; Bahri, Syamsul; Mukhtar, Muhammad
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pupuk organik cair (POC) dengan konsentrasi tepat diharapkan mampu menjadi sumber hara bagi pertumbuhan rumput odot. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh POC dengan konsentrasi urin dan mikroorganisme lokal berbeda terhadap pertumbuhan rumput odot. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Perlakuan yang digunakan adalah pemberian POC dengan konsentrasi P0 (kontrol), P1 (100% urin, 0% MOL), P2 (85% urin, 15% MOL) dan P3 (80% urin, 20% MOL). Variabel penelitian yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, dan serapan nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC dengan konsentrasi urin dan MOL berbeda tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah anakan dan serapan nitrogen. Dengan demikian dapat disimpulkan Pengaruh penggunaan pupuk cair Mikroorganisme Lokal (MOL) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan rumput Odot (Pennisetum Puroureum cv Mott)Kata Kunci: Rumput Odot; Pupuk Organik Cair; Mikroorganisme Lokal
EDUKASI PERAWATAN LUKA PADA IBU POST OPERASI SEKSIO SEKSARIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARABAHAN setiawati, erni; Rizani, Ahmad; mukhtar, muhammad
JURNAL RAKAT SEHAT (JRS) : Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Rakat Sehat: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (859.899 KB) | DOI: 10.31964/jrs.v2i1.28

Abstract

Sectio Sexaria is a surgical procedure to deliver a fetus with an incision through the abdomen and uterus. Sectarian section is performed when the mother and fetus are in an emergency and can only be saved by surgery. Problems with partners where mothers with postoperative sectio (SC) do not dare/don't understand how to carry out postoperative SC wound care independently, the health center is far from the place where the postoperative SC mother lives, and lack of knowledge about postoperative SC Wound Care, cadres who are close to the community also do not understand and do not dare to treat post SC wounds because they have never been taught about the care of post SC surgical wounds. Wound care is carried out with the aim of keeping the wound clean, preventing infection, and helping the wound healing process, as well as increasing physical and psychological comfort This Community Service Method is carried out by providing education to cadres, mothers and families about the care of cesarean section wound care with the stages of activity, namely sharing perceptions with related officials, providing material and showing videos about the care of ssection surgical wounds, educating cadres, mothers and families how to care for them. post SC wound. Outcome of Community Service is Scientific Publication, increased knowledge and understanding and skills of cadres and mothers regarding post SC wound care, post SC mothers can do their own wound care at home with aseptic techniques, Mothers and families are independent in doing post SC wound care, pamphlets , posters about postoperative wound care for SC
ANALISIS HEMISELULOSA, SELULOSA DAN LIGNIN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) YANG DIFERMENTASI DENGAN BERBAGAI STARTER BERBEDA Mohammad, Arief Rahman; Mukhtar, Muhammad; Bahri, Syamsul
Jambura Journal of Tropical Livestock Science Vol 2, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan hemiselulosa, selulosa dan lignin pada eceng gondok yang difermentasi dengan berbagai starter berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulanAgustus - September 2023, bertempat di Laboratorium Agrostologi dan Pastura Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNG dan Analisis Van Soest di Laboratorium Kimia dan Nutrisi Makanan Universitas Hasanuddin, Makassar. Penelitian ini disusun berdasarkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 kelompok. Perlakuan penelitian adalah P0 = fermentasi eceng gondok tanpa starter; P1 = fermentasi eceng gondok menggunakan starter SOC; P2 = fermentasi eceng gondok menggunakan SBP, P3= fermentasi eceng gondok menggunakan starter MA-11, P4= fermentasi eceng gondok menggunakan starter EM-4. Parameter penelitian adalah Kandungan Hemisellulosa, sellulosa dan lignin. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisys of Variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eceng gondok yang difermentasi dengan berbagai bahan starter berbeda memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan hemisellulosa. Berdasarkan data yang diperoleh P4 (30,92%) lebih rendah dibandingkan dengan P0 (36,68%), P1(34,67%), P2(34,735), dan P3(35,78%). Pada Kandungan selullosa, perbedaan yang nyata (P<0,05) lebih rendah diperlihatkan pada P1 (eceng gondok + SOC), dibandingkan dengan P0 (kontrol), P2 (eceng gondok + SBP), P3 (ecenggondok + MA-11), dan P4 (eceng gondok + EM-4) dengan nilai rataan masing-masing perlakuan yaitu P1(30,50%), P0 (35,59%), P2 (31,11%), P3 (31,65), P4 (34,07%). Pada kandungan lignin, perbedaan yang nyata (P<0,05) lebih rendah diperlihatkan pada P2 (ecenggondok + SBP), dibandingkan dengan perlakuan P0 (Kontrol), P1(eceng gondok + SOC), P3 (eceng gondok + MA-11) dan P4 (eceng gondok + EM- 4) dengan nilai rataan masing-masing perlakuan yaitu P2=3,40%, P0=6,02%, P1= 3,88%, P3= 3,89%, dan P4= 5,63%. Kesimpulan penelitian adalah fermentasi eceng gondok dengan berbagai starter yang berbeda menunjukkan ada pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap kandungan hemiselullosa, selullosa, dan lignin.Kata Kunci : eceng gondok, SOC, SBP, MA-11, EM-4, Fermentasi