Articles
IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI EMAS MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS DAN INDUKSI POLARISASI (IP) DI DESA LINTIDU KABUPATEN BUOL
La Ode Muh Yazid Amsah;
Emi Prasetyawati Umar
JURNAL GEOCELEBES Vol. 4 No. 2: October 2020
Publisher : Departemen Geofisika, FMIPA - Universitas Hasanuddin, Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20956/geocelebes.v4i2.11126
Berdasarkan proses pembentukannya emas (Au) terdiri atas endapan primer dan endapan plaser. Penelitian ini dilakukan di Desa Lintidu Kabupaten Buol. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi nilai resistivitas batuan untuk menentukan zona pembentukan endapan emas (Au). Penelitian ini menggunakan metode geolistrik resistivitas dan induksi polarisasi (IP) dengan menggunakan Konfigurasi Wenner. Lintasan pengukuran sebanyak dua buah dengan panjang 288 dan 282 meter dan spasi antara elektroda 6 meter. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lintasan satu menunjukan keberadaan dari endapan emas (Au) dengan nilai resistivitas 100 Ωm – 151 Ωm, begitu pula pada lintasan dua menunjukan keberadaan dari endapan emas (Au) dengan nilai resistivitas 30 Ωm – 60 Ωm.
Analisis Losses pada Pemindahan Material Lgso di Front Penambangan Bukit Hilux Menuju Stockyard Pelabuhan PT Antam UBPN Sultra
Habibie Anwar;
Sri Widodo;
Muhammad Nur Alim;
Emi Prasetyawati Umar;
Dirgahayu Lantara;
Arif Nurwaskito;
Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 7, No 3 (2019): Edisi Desember 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (156.782 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v7i3.295
Salah satu front penambangan yang dimiliki PT.ANTAM Tbk. UBPN SULTRA adalah Bukit Hilux. Kegiatan produksi penambangan di Bukit Hilux difokuskan pada penambangan material Low Grade Saprolith Ore (LGSO). Material LGSO adalah kelompok bijih nikel kadar rendah yang diperuntukkan untuk ekspor dengan batas kadar tertentu. Sebelum diekspor, hasil penambangan material LGSO ini diangkut menuju Stockyard Transito yang ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Transit Ore (ETO) kemudian dilakukan rechek sampel. Setelah hasil rechek sampel keluar, maka material LGSO tersebut diangkut menuju Stockyard Pelabuhan dan ditumpuk menjadi tumpukan Eksportable Final Ore (EFO) yang siap untuk diekspor. Adanya tahapan pemindahan material LGSO dari front penambangan Bukit Hilux hingga ke Stockyard Pelabuhan menyebabkan losses material. Penelitian ini dimaksudkan untuk menganalisis berapa persentase losses material LGSO tersebut dan penyebab terjadinya dengan melakukan perhitungan tonase menggunakan metode survey dan ritase alat angkut yang dikalibrasikan dengan data timbangan serta pengamatan kegiatan pemindahan. Adapun losses yang dihasilkan sebesar 2,17 % untuk pemindahan dari front menuju Stockyard Transito dan 1,33 % untuk pemindahan dari Stockyard Transito menuju Stockyard Pelabuhan. Penyebab terjadinya losses antara lain adanya material yang melekat pada alat berat dan faktor dumping yang membuat sebagian material menjadi landasan.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DAERAH PESISIR KABUPATEN LUWU PROVINSI SULAWESI SELATAN
Arief Nashrullah;
Sri Widodo;
Hasbi Bakri;
Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (562.369 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v6i2.210
Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, di Kabupaten Luwu dilakukan penelitian pendugaan potensi air tanah menggunakan geolistrik tahanan jenis. Tujuan penelitian yaitu mengetahui potensi air tanah secara umum dengan interpretasi lapisan batuan berdasarkan parameter nilai tahanan jenis untuk menentukan lapisan pembawa air tanah (akuifer). Tahap pengambilan data, dilakukan dengan pengukuran di lapangan menggunakan instrument geolistrik multi channel yang dilengkapi dengan 32 patok elektroda dengan spasi 10 meter. Data pengukuran didapatkan pada saat proses pengukuran sedang berlangsung, hasil dapat dilihat sesaat setelah pengambilan data. Koreksi terhadap nilai data yang dianggap distorsi dapat juga dilakukan langsung. Tahap pengolahan data dilakukan dengan metode komputerisasi. Hal tersebut dilakukan dengan cara, memasukkan data nilai tahanan jenis yang telah didapatkan. Kemudian, diproses menjadi sebuah gambar berupa penampang tahanan jenis lapisan batuan. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lintasan 01 merupakan air bersih, yang bisa didapatkan dengan cara pembuatan sumur gali dangkal dengan kedalaman 12-15 meter. Pada lintasan 02, untuk mendapatkan air bersih layak konsumsi, perlu dilakukan pengeboran air bawah tanah hingga kedalaman mencapai lebih dari 35 meter atau mencapai lapisan batuan dasar. Pada lintasan 03, keterdapatan air bersih hanya dimungkinkan dengan penggunaan bor karena kedalamannya 50 meter.
POTENSI AIRTANAH DANGKAL DALAM PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA MAKASSAR
Emi Prasetyawati Umar;
Alfian Nawir
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (312.297 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v6i2.215
Penting dan tingginya kebutuhan air tanah dangkal di Kota Makassar, tidak diimbangi dengan adanya data yang cukup tentang sebaran dan kondisi dari potensi air tanah dangkal dalam pemenuhan kebutuhan air yang layak bagi masyarakat Kota Makassar. Salah satu data yang sangat penting untuk mengetahui aspek-aspek yang mempengaruhi kualitas air tanah dangkal adalah kondisi geologi dan fisik air tanah. Peneltian ini bertujuan mengetahui sebaran air tanah dangkal dalam pemenuhan kebutuhan air bersih Kota Makassar. Metodologi penelitian yang dilakukan adalah metode induktif yang menggunakan pendekatan kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif, dengan memadukan hasil-hasil kajian pustaka, data lapangan, serta hasil-hasil penelitian laboratorium komputasi yang keseluruhannya dikaji, dianalisis, dan disintesis secara komprehensif untuk menyimpulkan rangkaian penelitian yang telah dilakukan. Potensi air tanah dangkal yang memenuhi syarat dalam pemenuhan kebutuhan air bersih berada pada bagian timur Kota Makassar dengan satuan morfologi pedataran bergelombang, Tersusun atas satuan batuan tufa, aglomerat dan struktur kekar yang memiliki nilai kisaran pH 7-8 serta air yang bening.
PENENTUAN LAPISAN AKUIFER BERDASARKAN HASIL INTERPRETASI GEOLISTRIK (TAHANAN JENIS) DI DESA NONONG PROVINSI SULAWESI TENGAH
Habibie Anwar;
Sri Widodo;
Muhammad Nur Alim;
Emi Prasetyawati Umar;
Dirgahayu Lantara;
Arif Nurwaskito;
Alam Budiman Thamsi
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (819.925 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v6i2.212
Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan yang berkaitan dengan lapisan akuifer di Daerah Nonong Kabupaten Banggai Provinsi Sulawesi Tengah adalah metode geolistrik (tahanan jenis), dengan melakukan pengukuran tahanan jenis, analisis dan interpretasi data yang bertujuan untuk menentukan nilai resistivitas sebagai parameter dalam penentuan kedalaman, ketebalan lapisan akuifer dan penentuan lokasi yang baik untuk dilakukan pemboran. Metode geolistrik merupakan salah satu cara untuk mengetahui keberadaan akuifer, dengan menggabungkan data hasil geolistrik menggunakan konfigurasi sclumberger dan data geologi regional daerah penelitian untuk menentukan nilai tahanan jenis semu, selanjutnya diolah dengan menggunakan software Res2dinv ver. 3.53 untuk menentukan nilai tahanan jenis yang sebenarnya. Nilai resistivitas hasil inversi kemudian diinterpretasikan sebagai struktur bawah permukaan yang diperkirakan sebagai daerah prospek memiliki lapisan akuifer. Dari sembilan lintasan yang disurvei, secara umum pada daerah tersebut berpotensi mengandung air tanah, hal tersebut dapat dilihat dari nilai tahanan jenisnya yaitu 20-200 Ωm dengan kedalaman antara 20-210 meter di bawah permukaan laut dengan ketebalan rata-rata ±190 meter. Dari sembilan lintasan tersebut semua berpotensi untuk dilakukan pemboran.
PERBANDINGAN HASIL PRODUKSI BERDASARKAN PENGARUH WORKOVER TERHADAP HASIL PRODUKSI SUMUR WALIO 212 PT. PETROGAS (BASIN) LTD, KABUPATEN SORONG, PROVINSI PAPUA BARAT
Emi Prasetyawati Umar;
Egi Rianto Pradana;
Jamal Rauf Husain;
Arif Nurwaskito
Jurnal Geomine Vol 5, No 3 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (519.1 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v5i3.142
Penurunan laju produksi pada sumur tua umumnya merupakan keadaan yang tidak dapat dihindari. Hal ini bisa disebabkan karena problem yang terjadi selama sumur berproduksi atau karena menurunnya tekanan reservoir dan juga terlalu tingginya produksi air dari pada minyak dan gas. Untuk mengembalikan atau menjaga laju produksi yang turun sebagai akibat adanya problem produksi pada suatu sumur adalah dengan melakukan operasi kerja ulang (workover). Tujuan dari penelitian mengetahui pengaruh sistem kerja workover terhadap hasil produksi sumur walio 212 dan membandingkan hasil produksi sebelum dan sesudah workover. Hasil produksi sebelum workover dalam satu bulan produksi minyak sebesar 14466,434 bbls (barel) dengan produksi tertinggi 63 barel/hari dan gas sebesar 507.750 mmscf (kubik) dengan produksi tertinggi 20.919 kubik/hari. Setelah dilakukan workover, hasil produksi minyak mencapai 1589,000 bbls (barel) dengan produksi tertinggi mencapai 98 barel/hari dan gas sebesar 487.408 mmscf (kubik) dengan produksi tertinggi mencapai 20.777 mmscf/kubik. Hal ini menunjukkan bahwa workover telah meningkatkan laju produksi sumur walio 212 dan mengurangi jumlah produksi air yang berlebihan. Faktor- faktor yang mempengaruhi meningkatnya laju produksi sumur walio 212 ialah berkurangnya produksi air, pembukaan zona interval baru dalam sumur yang membuat tekanan reservoir yang baru keluar terproduksi, dan berkurangnya masalah produksi kepasiran dalam sumur pompa yang menghambat minyak mengalir.
PENGUKURAN ELECTRICAL LOGGING PADA PEMBORAN AIR TANAH DALAM DI DAERAH PACCIRO KECAMATAN BALUSU KABUPATEN BARRU
Emi Prasetyawati Umar;
M. Rezky Agung Setiawan
Jurnal Geomine Vol 5, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.669 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v5i2.133
Metode pengukuran logging geofisika merupakan salah satu metode geofisika yang biasa digunakan untuk melihat potensi penyebaran lapisan tanah atau batuan secara vertikal yang merupakan lapisan pembawa air tanah (akuifer) atau bukan lapisan pembawa air yang dilakukan setelah kegiatan pemboran. Tujuannya yaitu untuk mengetahui gambaran vertikal sekitar lubang bor dari hasil pengukuran logging geofisika. Penelitian dilakukan di daerah Pacciro Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru. Metode logging geofisika yang digunakan yaitu metode electrical logging baik itu metode resistvitas (tahanan jenis) maupun self potential (SP). Alat yang digunakan dalam pengukuran electrical logging yaitu mini logger Naniura Model ND 112 P. Adapun data-data yang digunakan yaitu nilai tahanan jenis (resistivitas) dan nilai potensial dari material sekitar lubang bor yang hasil akhirnya menunjukkan kurva kuantitas dari nilai tahanan jenis dan potensial. Dari kurva tersebut maka dapat diinterpretasi lapisan tanah dan batuan sekitar lubang. Hasil penelitian menunjukkan pada kedalaman 0-2 m merupakan tanah penutup (top soil), kedalaman 2-11 m merupakan pasir lanauan, kedalaman 11-18 m merupakan lempung pasiran, kedalaman 18-22 m merupakan pasir lempungan, kedalaman 22-35 m merupakan lapisan tufa pasiran, kedalaman 35-39 m merupakan lapisan tufa agak halus, kedalaman 39-49 m merupakan lapisan tufa pasiran, kedalaman 49-53 m merupakan lapisan tufa kasar, kedalaman 53-61 m merupakan lapisan tufa, kedalaman 61-68 m merupakan lapisan tufa.
Potensi Bidang Gelincir Di Daerah Palludda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan
Alfian Nawir;
Djamaluddin Djamaluddin;
Hasbi Bakri;
Aryadi Nurfalaq;
Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 7, No 1 (2019): Edisi April 2019
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.981 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v7i1.335
Daerah Paludda di Kabupaten Barru, potensi longsor umumnya terdapat di pinggiran jalan, kondisi ini, membahayakan pengguna jalan dan dapat menghambat alur lalu lintas warga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi tanah longsor daerah Paludda Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Untuk mengetahui potensi tersebut, digunakan metode resistivity. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai lapisan batuan bawah permukaan. Heterogenitas lapisan diperoleh dari beda parameter fisis daya hantar listrik antar batuan bawah permukaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga lapisan batuan pada lokasi penelitian yaitu batulempung (lapisan bawah), batupasir pejal (lapisan tengah) dan top soil (lapisan atas). Bidang gelincir diprediksi pada lapisan batulempung yang memiliki permeabilitas yang baik. Hal tersebut didukung oleh top soil yang tidak terkonsolidasi dengan baik dan batupasir pejal yang banyak memiliki rekahan, juga didukung kemiringan batuan sebesar 160. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa potensi longsor daerah Palludda tergolong tinggi.
ANALISIS AKUIFER AIRTANAH KOTA MAKASSAR
Alfian Nawir;
Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 6, No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (272.528 KB)
|
DOI: 10.33536/jg.v6i1.182
Kota Makassar yang berada di sepanjang pesisir barat pulau Sulawesi merupakan dataran rendah, terdiri dari daerah rawa dan daerah pasang-surut sehingga berdampak pada kompleksitas lapisan akuifer yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lapisan akuifer Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan metode resistivity, dengan data-data penelitian meliputi nilai potensial, arus, panjang bentangan, dan jenis batuan yang terdapat di lokasi penelitian. Akuisisi data diperoleh nilai resistivity, kemudian dikorelasikan berdasarkan kesamaan nilai resistivity pada level kedalaman yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis aquifer di lokasi penelitian yang berada pada kisaran 12,3 Ohm.m dan 12,9 Ohm.m. Resistivity dengan nilai 12,3 Ohm.m diinterpretasikan sebagai lapisan tufa yang mengandung air kualitas rendah (payau) sedangkan resistivity 12,9 Ohm.m diinterpretasikan sebagai lapisan tufa yang mengandung air kualitas baik (tawar). Kedua jenis aquifer baik yang mengandung air tawar atau payau berselang seling berdasarkan level kedalaman yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik lapisan akuifer Kota Makassar menunjukkan kekhasan lapisan aquifer di Lingkungan Pengendapan Delta.
Pelatihan Akuisisi Data Geolistrik Dalam Identifikasi Subsurface di SMK Penerbangan Techno Terapan
Emi Prasetyawati Umar;
Alfian Nawir;
Agriani Pongkessu;
Aryadi Nurfalaq;
Rahma Hi Manrulu;
Muhammad Adam Marnas
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2022): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31849/dinamisia.v6i3.10098
School partners indicated that there were several problems, namely that there were still students who did not understand how to interpret resistivity geoelectrical data. This is due to the limited facilities and infrastructure as well as teaching staff in supporting the learning process in schools. The purpose of this PkM is to prepare students' abilities as early as possible so that they can understand how to interpret resistivity geoelectrical data before entering the world of work in geology and mining. Another thing is that school partners can more easily and effectively teach the interpretation of resistivity data using the geoelectric method in the teaching and learning process in schools.. The method used in achieving the objectives is a questionnaire (pretest and posttest) with descriptive statistical analysis, lectures (presentations) and discussions as well as field practice. The results of the analysis showed an increase in students' ability in the acquisition of geoelectric resistivity data after attending the training. Prior to participating in the training, 70% of students had the ability to acquire geoelectric resistivity data in the Poor category. However, after participating in the training, the students' abilities increased to Excellent (55%).