Claim Missing Document
Check
Articles

Found 111 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Re-Schedule Pembangunan Kapal Baru Sistem Hull Block Construction Method (HBCM) dengan Critical Path Method (CPM) Pada Kapal Tug Boat 2 x 1600 Hp Hull 062 di PT. Janata Marina Indah Unit II Krisnawati, Dina; Mulyatno, Imam Pujo; Kiryanto, Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.426 KB)

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi produksi kapal, setiap galangan mengalami perubahan sistem pembangunan kapal, dari conventional hull construction menjadi hull block construction. Keterlambatan proyek pembangunan kapal tug boat pelindo II 2 x 1600 HP Hull 062 di PT. Janata Marina Indah Unit II Semarang dapat meningkatkan biaya produksi kapal yang berakhir pada meruginya perusahaan. Keterlambatan ini disebabkan oleh terjadinya penundaan di divisi perencanaan pengadaan material, sehingga terjadi penyimpangan dari jadwal yang telah direncanakan. Critical Path Method (CPM) digunakan untuk mengkaji tentang penjadwalan untuk mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan microsoft project.Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa waktu  pembangunan yang pada awalnya selama 342 hari dapat dipercepat menjadi 327 hari. Dengan adanya penerapan kerja lembur ini akan berpengaruh terhadap biaya produksi, khususnya biaya tenaga kerja pada kegiatan-kegiatan yang biasanya membutuhkan waktu selama 15 hari dalam penyelesaiannya. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa biaya tenaga kerja awal sebesar Rp 250.546.875,- menjadi Rp 306.009.375,-. Sehingga dengan adanya percepatan selama 15 hari tersebut akan terjadi penambahan biaya sebesar Rp 55.462.500,-  atau 22,14 % dari biaya awal.Kata kunci : Critical Path Method, Hull Construction, Microsoft Project
ANALISA TUBRUKAN PADA LAMBUNG KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN JETTY MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Agustian, Riki; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 3 (2016): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1173.212 KB)

Abstract

Impact adalah benturan antara dua benda dalam waktu yang singkat dengan gaya yang besar. Penelitian tubrukan lambung kapal Accomodation Work Barge (AWB) 5640 DWT dengan jetty menggunakan metode elemen hingga dengan software Ansys-LS DYNA.Pada penelitian ini digunakan 2 variasi yaitu tubrukan dimana jetty tidak dilengkapi fender dan jetty dilengkapi fender. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. Nilai pembebanan yang digunakan menggunakan energi kinetik masing-masing 1,14 MJ, 4,57 MJ, dan 10,22 MJ. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan. Penambahan fender pada jetty dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal. Nilai gaya kontak maksimum sebelum diberikan fender dari kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. masing-masing 144,09 MN, 277,15 MN, dan 405 MN, setelah diberikan fender nilai gaya kontak maksimum menjadi 123 MN, 216 MN, dan 338 MN. Nilai Energi Kinetik  untuk Jetty yang tidak dilengkapi fender  kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. masing – masing  EK0 = 1,054 MJ dan EK1= 0,498 MJ, EK0 = 3,387 MJ dan EK1= 2,359 MJ, EK0 = 9,710 MJ dan EK1= 6,876 sedangkan untuk jetty yang dilengkapi fender nilai maksimum gayanya masing masing  EK0 = 1,059 MJ dan EK1= 0,692 MJ, EK0 = 4,576 MJ dan EK1= 3,413 MJ, EK0 = 10,238 MJ dan EK1= 7,356.  Sehingga dengan ditambahkannya fender dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.
STUDI PERANCANGAN KAPAL PINTAR UNTUK MENUNJANG KEGIATAN PENDIDIKAN DI KAWASAN KEPULAUAN SERIBU Pardamean, Overt Elois; Budi Santoso, Ari Wibawa; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 1, No 1 (2013): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lack of educational facilities in rural coastal and outermost small islands is a major consideration in the design of Kapal Pintar. The design of this ship serves as a means of education that provides books that are educating for early childhood and has four central facilities, the Book Centers, Computer Centers, Center for Educational Games, Tools and Audio Visual Center and stage. So the main function of the ship which is used as a means of education is required designed and made as comfortable as possible and has complete facilities. This research is conducted by doing some steps of design, that are main dimention calculations, making the lines plan, general arrangement, hydrostatic, stability analysis of the vessel also motion of the ship. And selection ship equipments, main engine according to the calculation of engine power accordance to the resistance experienced by the ship. Results of design this ship got main dimension LOA :16,00 m, Lwl: 15,76 m, B: 5,2 m, T: 0,7 m, H: 1,8 m. From hydrostatic results, catamaran multifunction of Semarang West Flood Way has a displacement 12,825 ton, Cb: 0.404, LCB : 7,437 m.  On review of stability, the results indicate stability of the vessel has a stable, point M is above G point in all conditions. Ship motion, have proved a good move, it does not happen deck wettnes Meanwhile, the ship's passenger capacity is 20 persons with 4 crew. The ship was to use two propulsion diesel engine outboard motors with power generated by 30 HP.
Analisa Kekuatan Struktur Stern Ramp Door KM.Gambolo dengan Variasi Beban Menggunakan Metode Elemen Hingga Hidayat, Nur Fajar; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1272.604 KB)

Abstract

KM. GAMBOLO adalah kapal type (Ro  – Ro Passanger Ship) milik Direktorat Jendral Perhubungan Darat  yang memiliki rute pelayaran dari Padang-Mentawai sejauh 110 mil. Kapal ini mampu mengangkut penumpang dan kendaraan yang relatif banyak. Untuk memudahkan proses membongkar dan memuat kendaraan dari dermaga penyeberangan ke kapal, maka KM. GAMBOLO dilengkapi dengan akses keluar masuk kendaraan maupun penumpang berupa pintu rampa (ramp door). Penelitian tentang kekuatan konstruksi stern ramp door perlu diperhatikan karena jika terjadi perubahan muatan dari truk sedang diganti truk besar(tronton) struktur stern ramp door akan menerima beban yang lebih besar dari truk besar (tronton), karena awalnya stern ramp door direncanakan untuk dilewati truk sedang dan sedan. Titik tumpu pembebananyang digunakan berdasarkan dari peraturan dari Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat tahun 2008. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui karakteristik dan letak tegangan terbesar pada konstruksi stern ramp door berdasarkan beberapa variasi pembebanan yaitu saat stern ramp door mengalami kemiringan 15o dan tidak mengalami kemiringan. Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil stress terbesar sedan sebesar 15,4 N/ mm², truk sedang 43,3 N/ mm², Truk tronton 112N/ mm². Tegangan yang dihasilkan masih dalam kondisi aman, berdasarkan rules BKI yaitu 150 N/mm². Untuk sedan sf sebesar 9,74 truk sedang sf sebesar 3,46 dan truk tronton sf sebesar 1,34, sehingga jika terjadi penggantian muatan dari truk sedang ke truk tronton konstruksi ramp door K.M GAMBOLO masih dalam kondisi aman.
ANALISA KEKUATAN GELADAK KAPAL IKAN KATAMARAN 5 GT BAHAN FIBERGLASS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FINITE ELEMENT ANALYSIS (FEA) Handhika, Imam; Mulyatno, Imam Pujo; Yudo, Hartono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (938.523 KB)

Abstract

Kapal ikan katamaran 5 GT bahan fiberglass yang sangat mudah dalam perawatannya ini masih sangat jarang digunakan di indonesia . Namun jika ditinjau dari sisi lain seperti permasalahan kekuatan geladak kanal katamaran masih perlu dianalisa lebih lanjut untuk meyakinkan kepada para nelayan bahwasanya kapal ikan jenis fiberglass memanglah kuat.. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan analisa kekuatan geladak kanal untuk kapal ikan katamaran dengan menggunakan metode elemen hingga dengan menggunakan MSC. Patran 12.2 dengan variasi analisa torsional, melintang,sagging dan hogging. Dari hasil perhitungan manual dan analisa menggunakan MSC. Nastran menunjukan bahwa pada analisa torsional yang dipengaruhi oleh kondisi air tenang dimana pengaruh hidrostatik pada lambung kapal yang tercelup air sebesar 6,027 N terjadi tegangan sebesar  1,37E+02 N/m2 dan terdapat pada bagian tengah kapal, pada analisa melintang kapal pengaruh hidrostatis sama dengan torsional menunjukan besarnya tegangan terjadi pada geladak kanal kapal sebagai geladak penghubung dua lambung kapal dengan besar tegangan 3,69E+07 N/m2, sedangkan pada analisa sagging dan hogging besarnya tegangan dipengaruhi oleh gelombang trochoid sebesar 0,544 m, sehingga tegangan maksimal pada sagging terjadi pada midship kapal dengan tegangannya sebesar 6,78E+05 N/m2 dan pada analisa hogging besarnya tegangan terjadi pada midhsip kapal dan lebih mengarah pada geladak ruang muat satu sebesar 6,45E+05 N/m2. Dengan tegangan izin BKI sebesar 8,0E+07 N/m2 dan tegangan bahan sebsar 9,87E+07 N/m2, maka kondisi kapal pada muatan penuh pada seluruh kondisi dalam keadaan aman.
Analisis Kekuatan Tangki Penyimpanan Crude Oil 38T-104 Berbentuk Silinder dengan Tipe External Floating Roof pada PT Pertamina RU IV Cilacap Akbar, Ilham Fathony; Yudo, Hartono; Mulyatno, Imam Pujo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 1 (2020): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.041 KB)

Abstract

Tebal pelat dinding tangki penyimpanan crude oil 38T-104 kapasitas 120.000m3 mempengaruhi besar tegangan maksimal akibat beban yang diterima. Penelitian ini menguji kekuatan struktur tangki dengan standar API 650 untuk mendapatkan tegangan maksimal dari pembebanan dan menjadi referensi dalam pengembangan perancangan tangki selanjutnya. Penelitian ini mengunakan software berbasis metode elemen hingga dengan variasi pembebanan terpisah dan dikombinasikan untuk mendapatkan tegangan maksimal. Beban yang digunakan yaitu angin, gempa statik dan hidrostatik dengan perhitungan UBC 1997 volume 2.  Ketebalan pelat dinding divariasikan dengan penambahan dan pengurangan ketebalan menjadi 4 variasi perbandingan  yaitu kondisi asli, 35,3 mm, 21,9 mm dan 9,52 mm. material yang digunakan adalah ASTM A537 CL2 mod dan A283 Gr C untuk pelat dan ASTM A36 untuk profil. Hasil penelitian menunjukan tegangan  yang  melebihi yield strength material 415 MPa pada model variasi 4 dengan tegangan maksimal 1060 MPa dan pada model variasi 3 dengan tegangan maksimal 467 MPa. Sedangkan tegangan maksimal pada model variasi 1 dan variasi 2 tidak melebihi batas yield strength dengan nilai tegangan 393 MPa dan 282 MPa.
Implementasi Perbandingan Critical Chain Project Management dengan Critical Path Method Repowering Kapal MV. Sinar Ambon Sudarminto, Tri Astuti; Mulyatno, Imam Pujo; Budi santosa, Ari Wibawa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.163 KB)

Abstract

Repowering kapal merupakan penggantian mesin induk kapal. Kegiatan kapal ini memakan waktu yang cukup lama karena melihat kondisi kapasitas galangan serta minimnya pengalaman terhadap proyek tersebut sehingga perlu adanya perencanaan penjadwalan. Metode Critical Path Method (CPM) paling sering digunakan sebagai analisa penjadwalan proyek. Namun kenyataan yang terjadi di lapangan, perencanaan menggunakan CPM ataupun metode lain dinilai kurang efisien karena menambahkan buffer time yang menyebabkan durasi proyek bertambah. Sesuai dengan masalah tersebut, telah berkembang metode baru untuk merencanakan penjadwalan yaitu Critical Chain Project Management (CCPM). CCPM adalah metode penjadwalan baru yang dapat menjadi alternatif solusi baru dari permasalahan tersebut. Metode ini ditempuh dengan cara menghilangkan multitasking, student syndrome, parkinson’s law serta memberi buffer di akhir proyek. Pada tugas akhir ini dilakukan perbandingan durasi hasil penerapan metode CCPM dengan metode CPM pada studi kasus perbaikan kapal di PT. YWTS. Penjadwalan awal proyek menggunakan metode tradisional berupa gantt chart yang kemudian di-breakdown lebih detail dan lengkap dengan hubungan antar aktivitasnya ke dalam bentuk CPM, dan kemudian akan dibandingkan dengan durasi hasil dari penjadwalan CCPM yang telah menghilangkan multitasking, menghilangkan Safety time pada tiap aktivitas dan memberi buffer dalam pengerjaannya. Berdasarkan hasil analisa, bahwa durasi CCPM lebih cepat 11,5 hari dibandingkan dengan CPM.
Analisa Pengaruh Perancangan Penggelaran Pipa Oleh Kapal Terhadap Estimasi Durasi Proyek Pemasangan Pipa Penyalur Bawah Laut Andriyanto, Fajar; Mulyatno, Imam Pujo; Chrismianto, Deddy
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.5 KB)

Abstract

Variabel penting estimasi durasi proyek adalah schedule dan penggunaan alat. Penyebaran kapal merupakan pengunaan kapal – kapal dalam proyek lepas pantai dan implementasi penggunaan alat. Penerapan aktivitasnya tidak terdapat pada schedule proyek pemasangan pipa penyalur bawah laut PHE38P ke PPP milik PHE WMO, sehingga berpotensi terjadi kesalahan estimasi. Survey proyek oleh Project Management Institute (PMI) menunjukkan bahwa keberhasilan proyek hanya 51% dengan penyebab kurang akuratnya waktu pengerjaan sebesar 26%. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penggunaan kapal pada kegiatan penggelaran pipa terhadap estimasi durasi proyek. Pemecahan masalah dengan kalkulasi kemampuan kapal, merancang jadwal proyek, membandingkan estimasi dengan aktual, dan analisa produktivitas. Hasil didapatkan bahwa dengan kemampuan kapal awal mengalami penurunan produktivitas untuk alat dan pekerja sebesar 20.51% dan 3.13% dengan peningkatan durasi 31 hari ke 39 hari dan 31 hari ke 32 hari. Dikarenakan mengalami penurunan produktivitas, maka dilakukan analisa estimasi kemampuan kapal baru untuk peningkatan produktivitas dan didapat peningkatan sebesar 10.71% pada produktivitas alat dan pekerja, dengan penurunan durasi 31 hari ke 28 hari. Hasil tersebut membuktikan jika penerapan penyebaran kapal terutama kemampuan kapal pada proyek pemasangan pipa bawah laut memberikan pengaruh berupa perubahan durasi proyek. Selain itu, hasil juga memberikan pertimbangan beberapa aktivitas kerja yang akan berisiko memperlambat proyek.
Analisis Kekuatan Konstruksi Car Deck Kapal Penyeberangan 1000GT Akibat Perubahan Muatan Dengan Metode Elemen Hingga Harry Pratama, Muhammad; Yudo, Hartono; Pujo Mulyatno, Imam
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KMP. BRR 1000 GT beroperasi pada rute pelayaran Pelabuhan Ulee Lheue – Pelabuhan Balohan, yang memakan waktu tempuh kurang lebih dua sampai tiga jam. Hal ini membuat konstruksi kapal harus dalam kondisi selalu aman selama berlayar, terutama konstruksi car deck. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada car deck kapal penyeberangan 1000 GT serta membandingkan dengan tegangan ijin sesuai rules Biro Klasifikasi Indonesia agar mendapatkan nilai safety factor. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dan terdapat 3 jenis variasi muatan kendaraan, yaitu sedan saja, truk saja, serta sedan-truk. Validasi dilakukan pada geometri dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai error sebesar 4,16 %. Pada penelitian ini, beban yang akan diinputkan yaitu beban gaya akibat berat kendaraan sedan sebesar 9810 N dan truk sebesar 78400 N, serta tekanan hidrostatis kapal sebesar 0,025 Mpa, sehingga diasumsikan terdapat tiga jenis kondisi, yaitu kondisi ketika air tenang, kondisi ketika sagging dan kondisi ketika hogging. Nilai stress paling maksimum terjadi pada saat kondisi kapal sedang sagging dengan muatan truk. stress maksimum didapatkan pada node 8332874 sebesar 170,406 Mpa, dan defleksi paling maksimal terjadi pada node 1920395 sebesar 1,09 cm. Untuk seluruh kondisi, semuanya memenuhi kriteria kekuatan menurut BKI.
Analisis Kekuatan Konstruksi Car Deck Kapal Penyeberangan 1000GT Akibat Perubahan Muatan Dengan Metode Elemen Hingga Harry Pratama, Muhammad; Yudo, Hartono; Pujo Mulyatno, Imam
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KMP. BRR 1000 GT beroperasi pada rute pelayaran Pelabuhan Ulee Lheue – Pelabuhan Balohan, yang memakan waktu tempuh kurang lebih dua sampai tiga jam. Hal ini membuat konstruksi kapal harus dalam kondisi selalu aman selama berlayar, terutama konstruksi car deck. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu mendapatkan nilai tegangan dan defleksi maksimum pada car deck kapal penyeberangan 1000 GT serta membandingkan dengan tegangan ijin sesuai rules Biro Klasifikasi Indonesia agar mendapatkan nilai safety factor. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga dan terdapat 3 jenis variasi muatan kendaraan, yaitu sedan saja, truk saja, serta sedan-truk. Validasi dilakukan pada geometri dengan menggunakan perhitungan defleksi mekanika teknik dan didapatkan nilai error sebesar 4,16 %. Pada penelitian ini, beban yang akan diinputkan yaitu beban gaya akibat berat kendaraan sedan sebesar 9810 N dan truk sebesar 78400 N, serta tekanan hidrostatis kapal sebesar 0,025 Mpa, sehingga diasumsikan terdapat tiga jenis kondisi, yaitu kondisi ketika air tenang, kondisi ketika sagging dan kondisi ketika hogging. Nilai stress paling maksimum terjadi pada saat kondisi kapal sedang sagging dengan muatan truk. stress maksimum didapatkan pada node 8332874 sebesar 170,406 Mpa, dan defleksi paling maksimal terjadi pada node 1920395 sebesar 1,09 cm. Untuk seluruh kondisi, semuanya memenuhi kriteria kekuatan menurut BKI.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Hani Niswa Humaida Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kukuh Prakoso Wicaksono Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sri Nurhumairoh Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Adietya Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal