Claim Missing Document
Check
Articles

Found 111 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Crashing Project Menggunakan Metode Time Cost Trade Off Pada Pembangunan Mooring Boat Milik PT. Pertamina Trans Kontinental Akibat Modifikasi Desain Bottom Keel Sheila Ayu Kirana Prabani; Imam Pujo Mulyatno; Deddy Chrismianto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Suatu proyek dapat dikatakan baik dan berjalan lancar jika dalam keberjalanannya sesuai dengan perencanaan awal, dan memperhatikan tiga komponen penting, yaitu waktu, biaya dan mutu. Pada tugas akhir ini, objek penelitian yang dipilih ialah pembangunan Mooring Boat milik PT. Pertamina TransKontinental yang mengalami keterlambatan pembangunan akibat permasalahan stabilitas kapal. Dalam hal ini akan dilakukannya percepatan durasi pekerjaan untuk meminimalisir keterlambatan serta mendapatkan biaya optimal setelah percepatan dengan analisa metode Time Cost Trade Off melalui opsi penambahan tenaga kerja dan penambahan jam kerja (Lembur). Hasil yang didapat ialah komparasi dari dua alternatif yang digunakan terhadap hasil percepatan pekerjaan dengan biaya paling optimal. Berdasarkan hasil perhitungan yang dilakukan pada pekerjaan launching and testing yang terdapat pada jalur lintasan kritis didapatkan hasil waktu dan biaya optimum akibat penambahan Jam Kerja (Lembur) dengan percepatan durasi sebesar 3 hari dari durasi normal 37 hari menjadi 34 hari dan penambahan biaya sebesar Rp. 4.600.000,00 sehingga biaya total menjadi Rp. 16.200.000,00 sedangkan total biaya pada durasi normal Rp. 11.600.000,00. Sementara, hasil perhitungan akibat penambahan Tenaga Kerja pada pekerjaan yang sama diperoleh percepatan durasi sebesar 4 hari dari durasi normal 37 hari menjadi 33 hari melalui pengurangan biaya sebesar Rp. 100.000,00 sehingga biaya pekejaan tersebut menjadi Rp. 11.500.000,00. Kesimpulannya, pilihan terbaik untuk mempercepat durasi dengan biaya optimal pada penelitian ini adalah dengan penambahan tenaga kerja, dikarenakan menghasilkan waktu dan biaya proyek optimal sebanyak 4 hari sehingga untuk mengerjakan pekerjaan bagian Launching and Testing dapat dipercepat menjadi 33 hari dan biaya yang perlu dikeluarkan Rp. 11.500.000,00.
Analisis Pengaruh Konfigurasi Perubahan Sudut Rake Propeller B5-80 Terhadap Fatigue Life pada Kapal Kontainer 3600 TEUs Bayu Ade Mahaputra; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 3 (2020): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1127.764 KB)

Abstract

Sebagai moda transportasi dengan efisiensi pengangkutan yang tinggi, menuntut kapal untuk beroperasi dengan mobilitas yang tinggi. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mengoptimalkan kemampuan operasi kapal adalah propeller sebagai propulsor yang sangat umum digunakan pada kapal. Dalam pembuatannya, desain dan material menjadi faktor yang mempengaruhi karakteristik dan kemampuan struktur propeller. Berbagai penelitian tentang modifikasi dan variasi telah banyak dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan propeller. Penilitian ini mengkaji perbandingan fatigue life propeller B5-80 dengan variasi sudut rake -3o, 0o dan 3o untuk mencari nilai umur paling baik dari variasi yang dianalisis. Perbandingan nilai fatigue life dianalisis menggunakan software berbasis CFD. Masa pelayaran yang digunakan pada penelitian ini adalah 150 hari, 200 hari dan 300 hari dalam satu tahun. Dari hasil analisis diperoleh kelelahan pada propeller rake -3o sebesar 1,2698 MPa pada siklus 6,68 x 108 dengan umur selama 9,13 tahun untuk masa berlayar 300 hari. Sedangkan pada propeller rake 3o diperoleh nilai kelelahan 1,1812 MPa dengan umur 9,23 tahun untuk masa berlayar 300 hari pada siklus 6,73 x 108. Berdasarkan hasil tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa bertambahnya derajat rake yang berdampak pada nilai kelelahan, siklus dan umur propeller.
ANALISA KEKUATAN VARIASI SISTEM KONSTRUKSI TRANSVERSE WATERTIGHT BULKHEAD PADA MULTI-PURPOSE CARGO / CONTAINER VESSEL 12000 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Josua Parulian Parulian Sinaga; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 3 (2015): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.838 KB)

Abstract

Konstruksi struktur transverse watertight bulkhead adalah salah satu struktur yang sangat penting dikarenakan konstruksi ini harus mampu untuk menahan beban jika terjadi kemasukan air pada ruang muat. Beban yang diskenariokan pada variasi sistem konstruksi transverse watertight bulkhead meliputi beban muatan homogen yaitu ore iron pada saat kapal kemasukan air (flooding) sebesar 146,27 kN, beban ballast water tank sebesar 7,53 kN, beban wing water tank sebesar 40,62 kN, beban ekternal tekanan air laut sebesar 79,36 kNPenelitian menganalisa struktur transverse watertight bulkhead dengan variasi sistem konstruksi dengan membandingkan jenis corrugated, stiffener berprofil “TEE Section”, stiffener berprofil “Half Bulp” dan stiffener berprofil “TEE Section dan Angel Bar” dengan ketentuan dari rules Biro Klasifikasi Indonesia. Pembuatan model dikerjakan di software FEM, dan akan dilakukan strength analysis. Berdasarkan hasil analisa didapatkan hasil tegangan von mises maksimum pada corrugated sebesar 139 N/mm2 pada node 64928, stiffener berprofil “TEE Section” sebesar 165 N/mm2 pada node 74297, stiffener berprofil “Half Bulp” sebesar 250 N/mm2 pada node 79200 dan stiffener berprofil “TEE Section dan Angel Bar” sebesar 236 N/mm2 pada node 74297. Hasil analisa yang didapatkan kemudian divalidasi dengan perhitungan strength criteria berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia yaitu sebesar 180 N/mm2, Dan standar faktor keamanan yang ditentukan Biro Klasifikasi Indonesia yaitu harus lebih dari 1 (satu).
Desain Konseptual Hybrid Engine System pada Kapal Tugboat 1636 HP dengan Kombinasi Diesel Engine dan Electric Motor Yang di Suplai Tenaga Baterai Timothy Andromeda Saragih; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hybrid Engine System adalah penggunaan penggerak ganda pada system penggerak yang sudah di temukan sejak tahun 1902 oleh Ferdinan Porsche. Sementara itu beberapa penelitian dan perusahaan telah mengembangkan system ini di kapal, salah satunya Tugboat. Penerapan system ini pada penelitian sebelumnya di kapal, telah terbukti memiliki dampak berkurangnya konsumsi bahan bakar realtime dan Time Between Overhaul (TBO) dari sebuah mesin konvensional. Penggunaan Bahan Bakar Minyak pada mesin internal combustion engine (konvesional) perlu diminimalisir penggunaannya untuk efisiensi jangka panjang. Penelitian pada tugas akhir ini bertujuan untuk menganalisa pengurangan komsumsi bahan bakar mesin utama kapal terhadap penerapan engine hybrid system. Pengerjaan diawali dengan menganalisa hambatan kapal menggunakan software, dengan metode Van Oortmeersen. Data hambatan yang telah didapat akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan daya disetiap mode operasi tugboat. Variasi daya pada setiap mode operasi (standby, cruising, & assisting) digunakan untuk menentukan jumlah konsumsi BBM tugboat. Hasil analisa didapat konsumsi bahan bakar system permesinan hybrid mengurangi konsumsi BBM sebesar 19,06% dibanding system permesinan konvensional.
Analisa Fatigue Bentuk Scallop Pada Bangunan Baru Kapal Kontainer 100 Teus Di Galangan Janata Marina Indah Setiyo Triyanto; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.837 KB)

Abstract

Kapal kontainer merupakan alat angkut yang dapat mengangkut peti kemas. Ukuran kapal kontainer biasanya bersatuan Teus. Penelitian dilakukan dengan obyek bangunan baru kapal 100 teus yang di bangun digalangan Janata Marina Indah Semarang. Bagian yang diteliti adalah scallop yang merupakan salah satu bagian dari konstruksinya. Data dari penelitan diperoleh berupa Ukuran utama kapal, Rencana Umum (RU), dan ukuran Profil dan tebal plat yang sudah di approved oleh BKI dari galangan. Selain itu analisa yang dilakukan adalah menganalisis fatigue life dari scallop tersebut. Model autocad di konversikan ke software MSC Patran dimana pengkonversian dilakukan dengan memasukkan data yang didapat dari autocad.Model memiliki 2 variasibentukdengan ukuran bentuk A1 = 400 x 600 mm, dan bentuk A2 = diameter 400 mm sebagai perbandingan dalam penelitian. Model yang dibuat pada software MSC.PATRAN di analisa dengan analisa normal mode, jika sudah sempurna maka model sudah bisa di analisa dengan faktor pendukung yang lain. Selain model banyak juga faktor-faktor lain yang harus diinput ke dalam software MSC Patran seperti beban, kriteria material dan yang lainnya. Pada perhitungan beban yang telah dihitung didapatkan beban sebesar 45,5696 kN/m2 dengan menyesuaikan ukuran model maka didapatkan beban sebesar 7814 N.. Dengan memasukkan kriteria material seperti modulus elastisitas sebesar 2E+011pa, poisson ratio sebesar 0,3, modulus geser sebesar 8E+010pa dan massa jenis sebesar 7850 kg/m3model sudah bisa di running dengan software MSC Patran untuk mencari tegangan tertinggi. Tegangan maksimal yang didapatkan sebesar 32,4 Mpa untuk model A1 dan 45 Mpa untuk model A2. Selain itu deformasi yang terjadi pada model A1 adalah 7,97 x 10-5m dan pada model A2 terjadi deformasi sebesar 1,46 x 10-4m. Tegangan maksimal yang didapatkan kemudian di running untuk mendapatkan siklus analisa fatigue life sehingga didapatkan siklus sebanyak 1 x 108 siklus untuk model A1dan 0.98 x 108untuk model A2. Yang kemudian dihitung untuk mendapatkan fatigue life dari scallop sebesar 32,35 tahun dan 28,82 tahun.
PERANCANGAN KAPAL IKAN MINI PURSE SEINE DISPLACEMENT 11 TON TIPE KATAMARAN MENGGUNAKAN BAHAN PIPA PVC Heru Ayo Subandi; Kiryanto Kiryanto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.154 KB)

Abstract

Seperti kita ketahui, kapal perikanan di Indonesia sebagian besar menggunakan bahan baku kayu. Kayu yang digunakan memiliki syarat tertentu, seperti tahan terhadap binatang laut, memiliki kekutan yang cukup, tahan terhadap air biasanya telah berumur tua dan memiliki ukuran yang panjang. Saat ini bahan kayu untuk pembuatan kapal semakin berkurang dan sulit untuk didapatkan. Dalam waktu jangka panjang penebangan kayu untuk pembuatan kapal dapat merusak kelestarian lingkungan. Diperlukan bahan alternatif lain yang digunakan untuk pembuatan kapal perikanan. Kapal ikan yang menggunakan bahan fiber mempunyai harga yang relatif mahal, sedangkan kapal ikan menggunakan bahan baja tidak efektif untuk ukuran kapal yang kecil. Alternatif bahan lain yang digunakan adalah menggunakan pipa polyvinyl chloride (PVC) sebagai lambung kapal. Penggunaan bahan pipa PVC diharapkan mampu mengantikan bahan baku dari kayu karena mempunyai beberapa kelebihan dan pada akhirnya dapat menciptakan kapal ikan alternatif untuk nelayan Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untul merancang kapal ikan katamaran dengan lambung menggunakan bahan pipa PVC dan mengetahui karakteristiknya meliputi stabilitas, olah gerak dan hambatan.     Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu perhitungan ukuran utama, membuat renacana garis dan rencana umum. Selanjutnya yaitu melakukan analisa terhadap model kapal yang sudah dibuat meliputi analisa hidrostatik, hambatan kapal, stabilitas kapal dan olah gerak kapal serta dilakukan perhitungan jaring purse seini dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan. Daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal. Dari hasil hidrostatik, letak titik bouyancy terletak dibelakang midship kapal sejauh -0.707 m dan displacement 11,91 ton.  Pada tinjauan stabilitas, hasil menunjukkan nilai GZ terbesar dan periode oleng tercepat terjadi pada saat kapal dengan muatan kosong tan dan hanya membawa es Pada tinjauan olah gerak, kapal penangkap ikan memiliki olah gerak yang baik terbukti dengan tidak terjadinya deck wetness.
ANALISA PERUBAHAN DESAIN INTERIOR KAPAL PENUMPANG DINAS PERHUBUNGAN DKI JAKARTA DENGAN METODE CORELAP Shafira Nabila Siregar; Imam Pujo Mulyatno; Ari Wibawa Budi Santosa
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hal terpenting dalam perencanaan umum kapal adalah penentuan ruang-ruang akomodasi. Mengacu pada instruksi Dirjen Hubla Nomor 21/PHBL-11, yaitu desainer kapal dituntut untuk membangun tata letak yang memiliki hubungan antar ruangan yang optimum sehingga aktivitas yang berjalan menjadi aman, nyaman dan efesien. Perhitungan mengenai tata letak ruangan pada penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan layout rancangan umum terbaik dimana setiap ruang tersusun dengan tingkat hubungannya masing masing, dengan mempertimbangkan derajat kepentingan dari setiap ruang dan disimulasikan dengan metode CORELAP yang dijabarkan melalui pendekatan Activity Relationship Chart (ARC) serta dilakukan analisa investasi pada bagian interior kapal untuk mengetahui besarnya biaya setelah dilakukan perubahan pada desain interior kapal. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa berdasarkan alogaritma metode CORELAP pada deck A, ruang duduk penumpang memiliki total closeness rating dengan infirmary dan passenger’s cabin. Pada deck B, mess room memiliki total closeness rating dengan pantry, sun deck, dan crew’s cabin, serta terdapat penambahan biaya dari hasil perubahan desain interior sebesar Rp 889.624.800.
Studi Perancangan Galangan Kapal untuk Pembangunan Kapal Baru dan Perbaikan di Area Pelabuhan Pekalongan Bibit Saputra; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 2 (2017): APRIL
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.456 KB)

Abstract

Industri galangan di Indonesia saat ini menjadi prioritas utama pemerintah berkaitan dengan  program poros maritim yang sedang dijalankan. Berkaitan dengan hal tersebut pembangunan galangan yang sesuai serta efisien dan efektif  menjadi tantangan dari para pelaku industri maritim. Untuk memenuhi tantangan tersebut penulis memilih area pelabuhan  kota pekalongan sebagai objek penelitian untuk mengetahui perencanaan galangan yang sesuai serta memiliki kapasitas produksi yang efektif dan efisien. Dengan menggunakan metode algoritma CRAFT yang berdasar pada penentuan jarak antar departemen sebagai metode solusi didapatkan total jarak material handling yang terkecil. Berdasarkan perhitungan tersebut didapatkan  perencanaan galangan dengan total luas area 27000 m²,  meliputi area produksi bangunan baru dan reparasi 15.850 m², area fasilitas umum 11.150 m². Jenis galangan yang di rencanakan adalah galangan  pembuatan kapal baru dan reparasi untuk kapal baja dengan pola aliran produksi tipe U. Total kapasitas produksi galangan yang direncanakan adalah 8360 ton per tahun dengan rincian produksi kapal baru 3360 ton per tahun dan reparasi 5000 ton per tahun. Nilai efisiensi kapasitas produksi sebesar 93,04% dengan jarak total material handling bangunan  baru 47.768 m dan reparasi 17.690 m. DLHL rasio untuk produksi bangunan baru sebesar 4,219% dan reparasi sebesar 5,833%. Sedangkan nilai utilisasi lokasi untuk area produksi pada layout yang direncanakan sebesar 58,70%.
Analisa Kekuatan Sambungan Konstruksi Lambung Pada Kapal Kayu 100 Gt Di Daerah Batang Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Fikri Khalis Tenar; Imam Pujo Mulyatno; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1573.581 KB)

Abstract

Kapal ikan tradisional merupakan kapal yang seluruh konstruksinya terbuat dari kayu dan masih menggunakan pembuatan dengan cara turun-temurun. Kekuatan konstruksi kapal ikan tergantung dari jenis kayu yang di gunakan dan bentuk dari lambung kapal yang sebagian besar konstruksinya di lakukan penyambungan dengan menggunakan baut dan paku keling. Sambungan pada konstruksi kapal ikan tradisional masih menggunakan sambungan yang bertumpuk dan belum di ketahui kekuatan, safety factor dan deformasi. Pada penelitian ini penulis membuat model variasi sambungan pada konstruksi lambung yang terdiri dari variasi sambungan design of hook straight lip joint with bolt, design of oblique lip joint with bolt dan sambungan asli dari kapal ikan tradisional yang ada di Batang, Jawa tengah. Pada penelitian ini penulis membuat model menggunakan software solidworks dengan analisa metode elemen hingga untuk mencari nilai tegangan maximum, deformasi dan safety factor sambungan yang sesuai agar dapat di gunakan pengerajin kapal ikan tradisional. Pembuatan variasi model sambungan di bagi menjadi 2 yaitu model sambungan asli dan penambahan shock dengan tebal 5 mm di sepanjang sambungan kapal yang berguna menurunkan nilai tegangan maximum pada sambungan. Bentuk sambungan yang memenuhi kriteria safety factor, deformasi dan nilai tegangan maksimum pada bagian deck beam adalah model DB2S 14.83 MPa, pada bagian bottom adalah BT0 10.60 MPa, BT0S 1.53 MPa, pada bagian frame adalah FR1S 13.02 MPa, FR2S 14.97 MPa. Nilai deformasi yang sesuai dengan safety factor pada bagian deck beam DB2S 5.434 mm, pada bagian bottom adalah BT0 1.64 mm, BT0S 0.1565 mm pada bagian  frame adalah FR1S 3.087 mm
Evaluasi Regulasi BKI terhadap Respon Konstruksi Kapal LPG Tanker 100 M di North Atlantic Ocean dan Indonesian Waterways Menggunakan Metode Elemen Hingga Ladwika Ilham Albiyan; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno; Sukron Makmun
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1200.61 KB)

Abstract

Tujuan dari BKI adalah untuk menjamin keamanan kapal dan bangunan lepas pantai yang berada di bawah bendera Indonesia ataupun negara lain yang beroperasi di perairan Indonesia juga diluar Indonesia.Hampir 90% peraturan dan regulasi BKI untuk kapal dan bangunan lepas pantai tidak memiliki batasan wilayah operasi, sehingga dapat dipastikan kapal dan bangunan lepas pantai tersebut dapat beroperasi di seluruh perairan dunia dan tetap dapat bertahan dalam kondisi lingkungan bagaimanapun tanpa terkecuali. Dalam perkembangannya peraturan dan regulasi BKI merujuk pada kondisi lingkungan di perairan Atlantik Utara. Untuk industri kapal dalam negeri, khususnya untuk kapal dan bangunan laut yang hanya beroperasi di perairan Indonesia akan memerlukan peraturan dan regulasi khusus sehingga perncangan desain strukturnya tidak berlebihan. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan percobaan untuk membandingkan kondisi perairan Atlantik Utara dan perairan Indonesia (Zona 1, 2, 3) dengan struktur kapal yang sama. Data yang diambil yaitu respon tegangan dari struktur yang dikenai momen terbesar dari tiap perairan. Permodelan struktur kapal dan analisa FEM menggunakan software Nastran Patran dan untuk analisa kekuatan memanjang menggunakan software Maxsurf Stability. Hasilnya, nilai tegangan teringgi didapat di perairan North Atlantic Ocean pada kondisi sagging yaitu sebesar 1,25 x 108 Pa, sedangkan nilai tegangan terbesar di perairan Indonesia didapat di zona 3 pada kondisi sagging yaitu sebesar 7,53 x 107 Pa. Maka jika dibandingkan dengan perairan North Atlantic Ocean didapat pengurangan tegangan sebesar 32,87 % pada perairan Indonesia.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Hani Niswa Humaida Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kukuh Prakoso Wicaksono Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sri Nurhumairoh Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Adietya Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal