Claim Missing Document
Check
Articles

Found 111 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

ANALISA FATIGUE KONTRUKSI DOUBLE BOTTOM AKIBAT ALIH FUNGSI FRESH WATER TANK MENJADI RUANG MOORING WINCH PADA KAPAL ACCOMODATION WORK BARGE (AWB) 5640 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Wahyu Wibowo; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1064.042 KB)

Abstract

Accomodation work barge merupakan jenis kapal tongkang kerja yang tidak memiliki alat penggerak sendiri yang pada prinsipnya dipakai sebagai tempat akomodasi bagi karyawan perusahaan offshore. Kapal ini memiliki 8 jangkar dengan 2 Mooring winch, dimana peletakannya berada di atas double bottom sehingga double bottom menerima beban tarik dan beban tekan. Pada daerah yang mengalami tegangan tersebut dilakukan analisa fatigue untuk meninjau titik paling rawan terjadinya kelelahan material dengan bantuan program numeric Finite element method (FEM) dan MSC software. Analisa yang digunakan adalah analisa beban dinamis yang berasal dari beban total dan gaya tarik mooring winch. Beban mooring winch sebesar 49 ton dan beban gaya tarik sebesar 421,77 KPa, batas lelah baja σ 200 MPa. Hasil analisa fatigue diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terpendek pada setiap variasi pembebanan. Berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan yaitu kondisi muatan penuh dan gaya tarik, kondisi sagging dan kondisi hogging memperoleh nilai stress. Kondisi beban mooring  memperoleh nilai stress sebesar σ 158 Mpa, siklus terpendek sebesar N 0,951 x 108 cycle, fatigue factor of safety 1,72, memiliki umur 27,77 tahun. Kondisi sagging memperoleh nilai stress sebesar σ 158 MPa, siklus terpendek sebesar N 0,951 x 108 cycle,  fatigue factor of safety 1,71, memiliki umur 27,77 tahun. Kondisi hogging memperoleh nilai stress sebesar σ 158 Mpa, siklus terpendek sebesar N 0,951 x 108 cycle,  fatigue factor of safety 1,71, memiliki umur 27,77 tahun.
Analisa Kekuatan Konstruksi Stern Ramp Door Sistem Steel Wire Rope Pada Kapal Penyebrangan Penumpang Ro-Ro 500 GT Akibat Beban Statis Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga J. Johan; Imam Pujo Mulyatno; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 1 (2018): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.707 KB)

Abstract

Perencanaan konstruksi stern ramp door menggunakan data konstruksi stern ramp door dan general arrangement yang detail dan lengkap. Menggunakan regulasi rules BKI (Biro Kalsifikasi Indonesia). Menggunakan teori mekanika teknik, tegangan dan metode elemen hingga. Data di proses menggunakan software MSC. Patran untuk modelisasi stern ramp door, hasil akhirnya adalah tegangan terbesar dan deformasi maksimal. Material baja standard BKI KI-A36 dengan kriteria yaitu modulus elastisity 200 Gpa, shear modulus 79,3 Gpa, Poisson ratio 0,3 dan density 7,8 ton/m3. Melakukan meshing dan diberikan force pada titik tumpu tidak diatas web stern ramp door. Menggunakan analisa statis berdasarkan 6 variasi pembebanan disetiap jenis kendaraan. Tegangan terbesar sedan berat maksimal 1,6 ton pada node 893 dengan nilai 1,99 x 107 Pa dan deformasi maksimal 0,277 cm, tegangan terbesar truk sedang berat maksimal 12 ton pada node 635 dengan nilai 1,10 x 108 Pa dan deformasi maksimal 0,134 cm, tegangan terbesar pada truk tronton berat maksimal 24 ton pada node 719 dengan nilai 1,50 x 108 Pa dan deformasi maksimal 0,390 cm. Hasil analisa, tegangan tidak boleh melebihi batas maksimum (150) berdasarkan rules BKI dan setelah dibandingkan, menghasilkan nilai safety factor pada kendaraan sedan 7,5, truk sedang 1,36 dan truk tronton 1. Maka nilai safety factor dalam bebeapa kondisi pembebanan telah memenuhi rules BKI dan konstruksi stern ramp door masih dalam kondisi yang aman.
PERANCANGAN KAPAL BULK CARRIER 6200 DWT UNTUK RUTE PELAYARAN JAKARTA - PALNGKARAYA Ponco Bagio Pamungkas; Samuel Samuel; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 2, No 2 (2014): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.599 KB)

Abstract

Indonesia merupakan suatu wilayah kepulauan yang menjembatani dua benua yaitu Australia di sebelah selatan dan Asia di sebelah utara. Hal ini menjadikan wilayah perairan Indonesia sebagai jalur pelayaran yang sangat strategis. Ditambah lagi dengan kekayaan mineral yang terkandung di Indonesia berupa hasil tambang seperti batu bara, emas, bijih besi dan masih banyak lagi, dimana material-material tersebut termasuk dalam jenis muatan curah. Tentu saja hal tersebut membutuhkan sarana pendistribusian yang mumpuni serta dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat secara umum. Namun faktanya jumlah armada laut di Indonesia yang melayani kebutuhan pengangkutan muatan curah masih sangat sedikit.Dari hal-hal tersebut di atas, dalam penelitian ini merancang kapal curah (bulk carrier) yang sesuai dengan kebutuhan sarana transportasi armada laut di Indonesia. Perancangan ini menitikberatkan kepada keunggulan kapal curah (bulk carrier) dari kapal-kapal yang sudah ada. Dalam melaksanakan penelitian ini dilakukan beberapa tahapan perancangan yaitu membuat rencana garis, rencana umum, analisa hidrostatik, analisa hambatan kapal, stabilitas kapal, dan motor induk berdasarkan hasil perhitungan daya motor sesuai dengan hambatan yang dialami kapal.Dalam penelitan ini, didapatkan ukuran utama kapal LOA = 114,31 m,  LWL = 107,60 m, Lpp = 104,60m T = 6,50 m, H = 8,40 m, B = 15,80 m. Dari perhitungan hidrostatik, didapatkan displacement = 8615 ton, Cb = 0,76. Pada perhitungan stabilitas, hasil menunjukkan kapal bulk carrier mempunyai stabilitas yang baik karena titik M berada diatas titik G pada semua kondisi. Kemudian pada gambar rencana umum, kapal bulk carrier memiliki ruang muat  yang dapat menampung muatan sekitar 6058,658 ton. Hambatan yang dialami kapal bulk carrier pada kecepatan 12,5 knots (efisiensi 65%) sebesar 169,21 kN dan membutuhkan daya mesin induk 2244,93 HP
Analisa Kekuatan Variasi Konstruksi Minimum Weight Corrugated Bulkhead dengan Duplex Stainless Steel pada Ruang Muat Kapal Tanker 17500 LTDW Ananda Riris Kurnia Pratama; Ahmad Fauzan Zakki; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendesain konstruksi sekat melintang (transverse bulkhead), pemilihan desain dan material yang efisien untuk konstruksi sekat kedap berpengaruh terhadap kekuatan dan berat dari konstruksi sekat kedap melintang. Untuk saat ini mulai ditinggalkannya sekat berpenegar dan mengganti dengan konstruksi sekat bergelobang (corrugated bulkhead). Analisa konstruksi sekat dilakukan dengan mengkonversi nilai sudut pada corrugated bulkhead menjadi beberapa variasi sesuai dengan konfigurasi elemen corrugated bulkhead BKI Vol II Section 11, dan merubah material yang digunakan menjadi duplex stainless steel yang lebih tahan korosif serta lebih ringan dibandingkan carbon steel. Permodelan dan analisa kekuatan dilakukan dengan menggunakan finnite element software, dengan memberikan pembebanan yang mengacu pada Common Structural Rules for Double Hull Oil Tanker section 7 berupa tekanan hidrostatis sebesar 55,16 Pa dan tekanan tank 71,99 Pa. Dari hasil analisa maka diperoleh nilai tegangan terbesar terjadi pada model sekat berpenegar (transverse plane watertigh bulkhed) yaitu sebesar 203 Mpa, tegangan maksimum terkecil terjadi pada model corrugated bulkhead dengan sudut α 60° dengan material carbon steel yaitu sebesar 130 Mpa. Desain konstruksi corrugated bulkhead yang efisien adalah model dengan sudut α 60° dengan material duplex stainless steel dengan nilai tegangan 142 Mpa telah memenuhi tegangan ijin BKI sebesar 180 N/mm2 dengan nilai safety factor 1.27, dan berat konstruksi sebesar 23,56 ton. Perubahan pengguanan desain dan material  dapat mereduksi berat sekat  rata – rata sebesar 12.3% dari desain existing.
ANALISA SHEAR STRESS PADA STRUKTUR CINCIN KAPAL CRUDE OIL TANKER 6500 DWT BERBASIS METODE ELEMEN HINGGA Andreas Ricardo Hasian Siagian; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (994.878 KB)

Abstract

Distribusi beban yang  tidak merata dan adanya tekanan  muatan serta tekanan air laut pada kapal menyebabkan terjadinya tegangan dan regangan  pada struktur kapal. Salah satu tegangan yang bekerja pada struktur misdsip kapal tersebut adalah tegangan geser. Analisa tegangan geser sangat penting dalam menentukan kuat tidaknya struktur konstruksi kapal. Analisa tegangan geser dilakukan dengan pemeriksaan pada konstruksi midship kapal karena pada bagian tersebut terdapat beban yang paling besar. Jika konstruksi midship kapal telah memenuhi persyaratan tegangan geser dalam klasifikasi, maka bagian konstruksi yang lain dapat dianggap juga telah memenuhi persyaratan tersebut. Hal ini pula yang mendasari penulis melakukan analisa tegangan geser pada kapal Crude Oil Tanker 6500 DWT. Untuk membantu penulis dalam menganalisa tegangan geser, penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan melakukan pemodelan 1 ruang muat dengan 4 kondisi pembebanan pada program MSC Patran dengan input pembebanan berdasarkan regulasi Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) 2013. Hasil Analisa tegangan geser dari MSC Nastran selanjutnya dibandingkan dengan batas ijin tegangan geser yang diberikan oleh regulasi BKI 2013. Dari Hasil running MSC Nastran 2012 didapatkan tegangan geser maksimum pada loading condition IV yang terdapat pada center girder dengan nilai sebesar 91,90 N/mm2 pada node @29498 dan allowable shear stress BKI 2013 adalah 100 N/mm2. Dari hasil analisa tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tegangan geser pada konstruksi midship kapal Crude Oil Tanker 6500 DWT masih memenuhi peryaratan klasifikasi BKI 2013.
Analisa Stabilitas Dan Olah Gerak TK. Permata Barito 460 DWT Setelah Penambahan Crawler Crane Dengan Variasi Posisi Sudut Angkat dan Rotasi Najma Hozilah; Parlindungan Manik; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stabilitas kapal adalah kemampuan kapal untuk kembali keposisi semula setelah mengalami oleng. Stabilitas merupakan hal yang penting dalam perencanaan pembangunan dan pengoperasian kapal, karena dapat berpengaruh pada keselamatan penumpang, muatan dan kapal itu sendiri. [1] Salah satu appendage pada TK. Permata Barito 460 DWT adalah crane. tujuan dari penambahan crane tersebut untuk memaksimalkan pengambilan batu bara yang tersisa pada Tongkang yang akan dipindahkan ke mother vessel yaitu dengan menambahkan crawler crane pada deck barge. Dalam penelitian ini, akan dianalisa pengaruh penambahan crawler crane dengan penempatan posisi sudut rotasi dan sudut angkat yang terbaik untuk stabilitas kapal dan olah gerak yang memenuhi kriteria. Metode penelitian ini adalah menganalisa data yang ada menggunakan Software Maxsurf Stability dan Maxsurf Motion. Setelah penambahan crawler crane dilakukan perhitungan analisa stabilitas pada 5 model 13 kondisi, maka didapatkan hasil dengan variasi posisi sudut rotasi dan sudut angkat crane pada kondisi equilibrium kritis yaitu saat posisi sudut rotasi  dan . Dimana kedua sudut rotasi tersebut memiliki titik equilibrium yang tidak sesuai dengan kriteria apabila beban angkat crane sebesar 55 Ton. Untuk mencapai titik equilibrium yang sesuai dengan aturan IMO MSC.267(85) Code on intacts stability Part B For Pontoons maka perlu adanya pengurangan beban angkat dari 55Ton menjadi 31,70 Ton. Sedangkan, perhitungan olah gerak kapal didapatkan RAO tertinggi heave  pada sudut masuk , rolling pada 900 (Beam) , 1350 (Bow Quartering) dan 1800 (Head) tampak sama, dan untuk RAO pitching kedua tertinggi terdapat pada sudut 900 (Beam). Semua kondisi tersebut memiliki hasil yang telah memenuhi kriteria penerimaan olah gerak kapal.
Analisis Risiko Pada Proses Bongkar Muat Dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Fault Tree Analysis (FTA) di PT. ABADI JAYA MARITIM Ebenhazer Rizky Dwiano; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Joko Sisworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 2 (2021): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waiting time dan dwelling time pada pelabuhan di Indonesia masih tergolong lama dan berada pada angka 4-5 hari, sedangkan pemerintah Indonesia menargetkan lamanya proses bongkar muat di pelabuhan tidak lebih dari 3 hari.Pada saat ini, statistik kecepatan bongkar muat di Indonesia masih dalam kisaran 4-5 hari. Kecepatan bongkar muat ini sangat lama apabila dibandingkan dengan negara maju lainnya.. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor yang menjadi penyebab keterlambatan bongkar muat, kemudian dilakukan pembobotan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam penyebab keterlambatan bongkar muat, dan output dari penelitian ini adalah dapat memberikan rekomendasi solusi perbaikan dari hasil pengolahan data. Akar permasalahan dapat diketahui menggunakan analisis risiko dengan metode Fault Tree Analysis. Metode Delphi digunakan untuk mendapatkan konsensus dari panelis dalam menentukan indikator penyebab lamanya bongkar muat. Metode Analytical Hierarchy Process digunakan untuk pembobotan dan mengetahui penyebab yang paling prioritas.Waiting time, pre-customs clearance, customs clearance, dan post-custom clearance adalah kategori faktor dalam proses bongkar muat. Customs Clearance menjadi tahap yang memakan waktu paling besar yakni 41 jam dengan bobot 0.533, diikuti Waiting Time dengan 36 jam dan bobot 0.303, diikuti dengan Pre-Customs Clearance dengan 23 jam dengan bobot 0.097, dan terakhir adalah Post-Custom Clearance dengan 10 jam dan bobot 0.068.
Peranan Fender Dalam Studi Kasus Tubrukan Landing Ship Tank Dengan Haluan Tugboat 2x800 HP Menggunakan Metode Elemen Hingga Agung Putra; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1203.773 KB)

Abstract

Impact adalah benturan antara dua benda dalam waktu yang singkat dengan gaya yang besar. Penelitian tubrukan kasus ini pada haluan tugboat 2 x 800 HP dengan Landing Ship Tank menggunakan metode elemen hingga dengan software Ansys-LS DYNA.Pada penelitian ini digunakan 2 variasi yaitu tubrukan dimana tugboat tidak dilengkapi fender dan tugboat dilengkapi fender. Nilai ketebalan pelat yang digunakan yaitu 10 mm, dengan variasi kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot. Nilai pembebanan yang digunakan menggunakan energi kinetik masing-masing 0,77 MJ, 7,37 MJ, dan 28,23 MJ. Hasil analisa menunjukkan kerusakan pada badan kapal akan bertambah dengan bertambahnya kecepatan. Penambahan fender pada tugboat dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal. Nilai gaya kontak maksimum sebelum diberikan fender dari kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot, masing-masing 280,82 MN, 428,5 MN, dan 810,97 MN, setelah diberikan fender nilai gaya kontak maksimum menjadi 76,63 MN, 289,22 MN, dan 485,32 MN. Nilai Energi Kinetik  untuk tugboat yang tidak dilengkapi fender  kecepatan 1 knot, 2 knot dan 3 knot, masing – masing  EK0 = 0,77 MJ dan EK1= 0,08 MJ, EK0 = 7,37 MJ dan EK1= 0,32 MJ, EK0 = 28,23 MJ dan EK1= 11,32 sedangkan untuk tugboat  yang dilengkapi fender nilai maksimum gayanya masing masing  EK0 = 0,17 MJ dan EK1= 0,02 MJ, EK0 = 0,48 MJ dan EK1= 0,03 MJ, EK0 = 11,27 MJ dan EK1= 0,17 MJ. Sehingga dengan ditambahkannya fender dapat mengurangi kerusakan pada badan kapal saat tubrukan.
Optimalisasi Repair Schedule KN Panah P.207 Dengan Critical Path Method Guna Mempercepat Pengerjaan Repair Fajar adha; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 9, No 3 (2021): Juli
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan pada proyek perbaikan kapal seringkali memiliki realisasi pengerjaan yang tidak sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan, Penelitian ini menggunakan metode jalus kritis dan network planning untuk untuk  mempersingkat durasi pengerjaan dan menghitung produktivitas pekerjaan repair kapal KN Panah P.207 di galangan Cirebon,  perbaikan kapal KN Panah P.207 pada mulanya memiliki durasi pengerjaan selama 30 hari kerja, Setelah dilakukan Crashing pada 8 pekerjaan di proyek ini dengan menambah jumlah pekerja sebanyak 13 orang maka di dapat pengurangan durasi sebanyak 2 hari sehingga pengerjaan proyek menjadi 28 hari dengan penambahan biaya sebanyak 1,57% dari biaya awal Rp 198.640.000 menjadi Rp 201.760.000  . Analisa produktifitas pada penelitian ini berfokus pada pekerjaan Sanblasting dan pengecatan lambung dengan pertimbangan pekerjaan tersebut berada dalam jalur kritis dan memiliki satuan pekerjaan tetap sehingga dapat dihitung. Harga produktifitas awal sebelum crashing adalah Rp 2.131/m2  dan indeks produktifitas tenaga kerja 61,02 m2/orang per 8 jam kerja, setelah crashing dengan menambah jumlah tenaga kerja sebanyak 2 orang dari total tenaga kerja 6 orang menjadi 8 orang maka di dapatkan harga produktifitas baru  sebesar Rp 2.209/m2  dengan indeks produktifitas tenaga kerja sebesar 58,84 m2/ orang per 8 jam kerja dan indeks produktivitas galangan meningkat dari 45,76 m2/jam menjadi 58,83 m2/jam.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT ARI 400 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Nofia Maranata; Imam Pujo Mulyatno; Wilma Amiruddin
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 1 (2015): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.889 KB)

Abstract

Kapal TugBoat Ari adalah tipe kapal tunda yang beroperasi pada wilayah perairan sungai di pulau Kalimantan. Kapal Tugboat ini digunakan untuk menarik serta mendorong kapal tongkang pengangkut batubara dari wilayah penambangan di pedalaman pulau Kalimantan menuju laut melalui jalur sungai. Beberapa beban tarik dan beban tekan mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan terjadi pada bagian haluan kapal dan daerah sekitar towing bolder akibat gerakan menarik dan mendorong yang dilakukan kapal Tugboat. Pada daerah yang mengalami tegangan tersebut dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya dorong dan gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat, berdasarkan dua variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge dan dead weight barge. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Tugboat dengan variasi pembebanan light weight barge, dead weight barge didapatkan nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan mendorong dengan pembebanan light weight barge sebesar 42,6 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 147 N/mm2. Nilai tegangan tertinggi ketika kapal Tugboat melakukan gerakan menarik dengan pembebanan light weight barge sebesar 79,1 N/mm2, untuk pembebanan dead weight barge sebesar 191 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standart BKI.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Hani Niswa Humaida Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kukuh Prakoso Wicaksono Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sri Nurhumairoh Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Adietya Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal