Claim Missing Document
Check
Articles

Found 111 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Analisa Pengaruh Kedalaman, Arus, Serta Tinggi Gelombang Perairan Terhadap Olah Gerak Kapal Hafidh Ivandri; Imam Pujo Mulyatno; K. Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.251 KB)

Abstract

Seakeeping adalah kemampuan kapal untuk tetap bertahan di atas gelombang. Kemampuan olah gerak kapal sangat dipengarui oleh factor - factor luar dari kapal yang berkaitan dengan keadaan laut dan perairan dimana kapal berlayar[1]. Perhitungan seakeeping dengan bermacam-macam variasi kedalaman,arus serta tinggi gelombang diperlukan untuk alasan safety kapal saat berlayar. Pada perhitungan seakeeping menggunakan teori strip linear untuk menghitung respon gerakan heaving dan pitching sedangkan roll damping teory untuk gerakan rolling. Pada penilitian ini dilakukan analisa perbandingan variasi kedalaman perairan 10 T, 15 T dan 20 T ( T = draft kapal ), tinggi gelombang perairan 0,5 m, 1 m, 1,5 m dan 2 m serta variasi arus dengan kecepatan 1 m/s dengan variasi kedalaman arus 10 T, 15 T dan 20 T guna mengetahui pengaruh variasi tersebut terhadap olah gerak kapal. Permodelan dilakukan dengan software Delftship kemudian menggunakan software ANSYS AQWA Hydrodynamic Diffraction dan Hydrodynamic Time Response guna mendapatkan Response Amplitude Operator (RAO) dari masing-masing kondisi variasi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa dengan variasi tinggi gelombang 0.5 m , 1 m dan 1,5 m 2 m pada kedalaman 10 T sampai kedalaman 15 T tidak ada perubahan nilai Root Mean Square (RMS) Motion dan Acceleration yang signifikan, sedangkan pada kedalaman 20 T sampai kedalaman 15 T nilai RMS untuk Roll Motion naik sebesar 0.131%, nilai Heave Motion  0.010%, nilai Pitch Motion 0,021% ,nilai Heave Acceleration 0.014%  dan nilai Pitch Acceleration 0.028%. Kemudian untuk analisa pengaruh arus terhadap olah gerak kapal dari hasil penilitian ini dapat diketahui nilai Hs untuk masing-masing kondisi memiliki nilai terbesar pada Arus dengan kedalaman 10 T yaitu Rolling = 0.32o, Pitching = 0.11o dan Heaving = 0.08 m , sedangkan nilai terendah pada Arus dengan kedalaman 20 T yaitu Rolling = 0.03o, Pitching = 0.04o, dan Heaving = 0,04 m.
STUDI RANCANG RESCHEDULE PEMBANGUNAN KAPAL BARU MENGGUNAKAN FULL OUTFITTING BLOCK SYSTEM ( FOBS ) DENGAN PROJECT CPM PADA KAPAL LCT 200 GT Cindy Rizka Griyantia; Imam Pujo Mulyatno; Kiryanto Kiryanto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 4 (2015): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.558 KB)

Abstract

Produktivitas bagi galangan merupakan suatu hal yang harus diperhatikan karena merupakan tolak ukur keberhasilan galangan itu sendiri. Seiring dengan perkembangan teknologi produksi kapal, setiap galangan mengalami perubahan sistem pembangunan kapal guna mendapatkan hasil pengerjaan yang lebih efektif. Selain perkembangan sistem pengerjaan, dibutuhkan pula sumber daya yang dapat memenuhi kebutuhan sesuai dengan sistem yang digunakan, diantaranya yaitu kebutuhan sumber daya manusia, material, dan saranan & fasilitas yang dimiliki oleh galangan. Dalam menyelesaikan proyek pembangunan kapal LCT 200 GT dengan berat konstruksi 261.084,8 Kg dan berat outfitting 28.570 kg, galangan menggunakan sistem konvensional atau pembangunan kapal yang dimulai dari alas, kemudian gading – gadingnya dipasang dikulitnya, dan kemudian pekerjaan outfitting dimulai. Penelitian ini dimaksudkan untuk merancang jadwal proses pembangunan baru pada kapal sungai LCT 200 GT menggunakan Full Outfitting Block System ( FOBS ) dengan menggunakan project CPM dan bertujuan untuk membandingkan kecepatan, ketepatan, dan efektifitas produksinya. Critical Path Methode digunakan untuk mengkaji penjadwalan guna mengatasi keterlambatan proyek dengan menggunakan software manajemen proyek 2013. Dari hasil penelitian, menunjukan bahwa pembangunan kapal LCT 200 GT dengan menerapkan sistem konvensional dapat dikerjakan selama 321 hari. Pada penerapan sistem konvensional, galangan membutuhkan pekerja sebanyak 33 orang/hari dengan produktifitas 2.112  kg/hari. Sedangkan dengan menerapkan FOBS dapat dikerjakan selama 271 hari dengan membutuhkan pekerja sebanyak 37 orang/hari dengan produktifitas 2.368 kg/hari. Dari kedua penerapan sistem didapatkan selisih durasi pengerjaan selama 50 hari dan selisih Jam Orang yang dibutuhkan yaitu sebanyak 4.528 Jam Orang. Dengan menerapkan FOBS, galangan dapat mengefisiensikan biaya sebesar 5,3% dari pembayaran jasa pekerja.
Studi Penjadwalan Ulang Pekerjaan Reparasi Pada Kapal MV. Awu Dengan Network Diagram Dan Critical Path Method (CPM)) Jordan Samuel Hutapea; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 4 (2020): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan industri memiliki kecenderungan realisasi berbeda dengan yang sudah direncanakan, termasuk dalam industri galangan kapal. Metode network planning dan metode Critical Path Method merupakan alat yang digunakan dalam sistem penjadwalan, yang produknya merupakan jadwal pekerjaan. Metode ini digunakan untuk menyelesaikan penelitian analisis penjadwalan ulang pada reparasi kapal MV. Awu di galangan Semarang. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendapatkan network diagram, jalur kritis (Critical Path), perhitungan sumber daya, dan juga produktivitas pada pekerjaan replating dan hull construction. Pada network diagram keseluruhan pekerjaan, pekerjaan replating dan hull construction memiliki durasi selama 18 hari, sedangkan setelah dilakukan crashing didapatkan durasi pekerjaan baru selama 16 hari. Perhitungan produktivitas difokuskan pada pekerjaan replating dan hull construction, karena pekerjaan tersebut memiliki satuan yang jelas dan tidak berubah (kilogram).  Harga produktivitas pekerjaan sebelum dilakukan crashing adalah Rp. 4.560/kg dengan produktivitas bobot pekerjaan sebesar 31.61kg/orang setiap satu hari, setelah dilakukan crashing dengan penambahan tenaga kerja didapatkan harga produktivitas sebesar Rp. 5.130/kg dengan bobot pekerjaan sebesar 29kg/orang setiap satu hari. 
Kajian Teknis Kekuatan Ring Construction Akibat Penambahan Inner Shell Pada Cargo Wing Tank Chemical Vessel 18944 DWT Konversi Dari Single Hull Ke Double Hull Dengan Metode Elemen Hingga Agung Surana Dwi Yoga; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1222.52 KB)

Abstract

Peraturan MARPOL Annex I Regulation 19 mewajibkan kapal oil tanker berkonstruksi single hull dan single bottom tidak boleh beroperasi di perairan sejak 5 April 2005. Tujuan dari tugas akhir ini adalah menganalisa dan membandingkan kekuatan kapal tanker dengan konstruksi single hull dan yang sudah terkonversi menjadi double hull sebagai konfigurasi ring construction. Konversi konstruksi kapal tanker dilakukan dengan metode penambahan inner shell pada cargo wing tank berdasarkan peraturan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Tahapan produksi dimulai dengan pembongkaran geladak, pemotongan konstruksi, pembangunan inner shell, dan pemasangan kembali panel geladak. Pada konversi ini, dilakukan uji sagging, hogging, dan air tenang berdasarkan rules Biro Klasifikasi Indonesia (BKI 2013). Dari hasil modifikasi, dihasilkan penambahan berat baja tiap kompartemen. Untuk kompartemen COT (Center Cargo Oil Tank) No. 7 dan COT (Cargo Oil Tank) No. 5 dengan berat baja 29626,19 Ton, kemudian setelah hasil modifikasi berat baja bertambah sebesar 32417,48 Ton. Nilai pembebanan yang diinputkan Mwv-sagging : -409426 kN, Mwv-hogging : -390882,8 kN, Msw-still water : -313068,5 kN. Dari hasil analisa di dapat nilai tegangan pada kapal konstruksi single hull sebesar 87,7 Mpa pada kondisi sagging, 83,7 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,8 Mpa pada kondisi still water. Kemudian pada saat kapal sudah terkonversi ke double hull didapat nilai tegangan sebesar 85,6 Mpa pada kondisi sagging, 79,5 Mpa pada kondisi hogging, dan 39,6 Mpa pada kondisi still water . Kemudian dari nilai deformasi yang dihasilkan dari konversi ke double hull lebih kecil dari sebelum konversi. Maka kapal chemical carrier MT Indradi dapat beroperasional untuk beberapa tahun kemudian.
Studi Analisis Investasi dan Olah Gerak Kapal Pariwisata di Waduk Kedung Ombo Boyolali Zaki Maulana Iqbal; Imam Pujo Mulyatno; Ocid Mursid
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 1 (2022): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waduk Kedung Ombo merupakan salah satu waduk yang menjadi tujuan wisata terkemuka di daerah Jawa Tengah. Salah satu wisata utama yang ditawarkan adalah wisata air berupa kapal wisata yang berkeliling daerah waduk tersebut. Baru-baru ini terjadi peristiwa yang menyebabkan tenggelamnya sebuah kapal di Waduk Kedung Ombo dikarenakan penumpang serentak bergeser kehaluan untuk berebut foto selfie. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan studi analisis terhadap kapal wisata pada waduk Kedung Ombo untuk mengetahui kelayakan kapal dalam beroperasi. Kapal wisata yang dianalisis memiliki LOA 8.7 m, lebar 1.75 m, sarat 0.5 m, tinggi 0.9 m dan kecepatan 11.43 knot. Kapal ini dianalisa hambatannya menggunakan metode Van Oomertsen dan memiliki hambatan total sebesar 5.8 kN. Kemudian analisa stabilitas dilakukan dengan berdasarkan 3 kondisi muatan serta untuk analisa olah gerak dilakukan dengan melakukan evaluasi terhadap nilai RMS vertical acceleratioan at FP, pitching, rolling pada tinggi gelombang 0.5 m dengan sudut heading 45°, 90°,135°, dan 180°. Tinjauan stabilitas dan olah gerak yang diakukan pada penelitian kapal wisata ini telah memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan oleh International Maritim Organization. Selanjutnya kapal ini dihitung Break event Point dan diketahui balik modal 9 bulan 22 hari setelah kapal beroperasi secara normal.
Analisa Kekuatan Konstruksi Kapal Landing Craft Tank Teluk Katurei Akibat Perubahan Framing System Dengan Metode Elemen Hingga Fajrul Falah Rosid; Imam Pujo Mulyatno; Eko Sasmito Hadi
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 3 (2017): JULI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.922 KB)

Abstract

Kapal Landing Craft Tank adalah kapal yang digunakan untuk mengangkut kendaran-kendaraan besar seperti heavy cargo, bulldozer, excavator, dumb truck, loader,dan alat berat lainnya yang sangat diperlukan untuk pekerjaan konstruksi. Selain itu bahan-bahan konstruksi berukuran besar seperti pipa besi, lembaran baja, tangki air dan sebagainya juga dapat diangkut dengan Landing Craft Tank. Akibat adanya beban tersebut akan mengakibatkan distribusi beban pada kapal Landing Craft Tank. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari kendaraan, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Landing Craft Tank serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Landing Craft Tank, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal Landing Craft Tankyaitu air tenang, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada kapal Landing Craft Tank model satu dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 76,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 74,1 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi air tenang sebesar 68 N/mm2, kondisi sagging sebesar 74,8 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 72,6 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Landing Craft Tank masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
STUDI PERANCANGAN TONGKANG PENGANGKUT LIMBAH BATUBARA DI PLTU TANJUNG JATI B JEPARA Ferlyn Papalangi; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (801.198 KB)

Abstract

Industri  di bidang  batubara  mengalami  perkembangan  dan  kemajuan yang  sangat  signifikan sehingga secara tidak langsung  mampu  mendorong  pertumbuhan ekonomi  nasional  secara  menyeluruh  dan selalu  memberi  manfaat  baik  dalam  perluasan  tenaga  kerja  maupun  untuk kesejahteraan  masyarakat. Tetapi pada sektor pengolahan batubara, terutama di wilayah PLTU terdapat limbah yang berupa fly-ash,gypsum dan bottom ash. Limbah tersebut diangkut melalui jalur laut dengan menggunakan tongkang. Dalam penilitian ini, fungsi utama kapal tongkang yang akan dirancang harus memperhitungkan ukuran utama, rencana garis, rencana umum, stabilitas kapal dan analisis kekuatan kapal.  Setelah dari perhitungan dengan metode regresi di dapatkan ukuran utama LOA =106,68 m, B= 25,91 m, H= 5,5 m, T= 4,57 m, Cb = 0,89, DWT=9100 ton. Kemudian dilakukan analisa stabilitas pada kapal dengan menggunakan  software dan mendapatkan karakter stabilitas yang baik menurut standar IMO karena daerah di bawah kurva GZ pada sudut oleng tidak  melebihi  dari nilai minimum pada standar IMO, begitu juga dengan hasil analisa kekuatan yang mendapatkan hasil yang baik menurut rules ABS hal ini dapat dilihat dari hasil perhitungan  yield  strength σp = 175 Mpa tidak melebihi dari ketentuan ABS σabs = 225 Mpa.
ANALISA KEKUATAN KONSTRUKSI DOUBLE BOTTOM PADA FRAME 46 SAMPAI FRAME 50 AKIBAT PERUBAHAN DARI SINGLE HULL KE DOUBLE HULL PADA KAPAL TANKER 13944 LTDW DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Ary Ramadhan; Imam Pujo Mulyatno; Hartono Yudo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 4 (2016): OKTOBER
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.843 KB)

Abstract

Kapal Tanker  Indradi  13944 LTDW merupakan kapal yang  dirancang untuk mengangkut cairan dalam jumlah besar. Karena kebutuhan minyak yang selalu meningkat, mengakibatkan kapal harus dapat beroprasi sesuai peraturan MARPOL 73/78-Annex 1, Regulation 13G, Amandemen 2001 perubahan lambung wajib dilakukan terhadap lambung kapal[3][4]. Penelitian ini hanya bertujuan untuk membandingkan Model sebelum dan sesudah dimodifikasi saat berada pada kondisi beban statis, Sagging dan Hogging. Adapun skenario pembebanan meliputi muatan penuh pada model Ring Construction dan Double Bottom saja sebelum dimodifikasi dan sesudah dimodifikasi[2]. Akibat perubahan pada ruang muat dengan penambahan inner shell, double bottom mengalami perubahan pembebanan. Maka itu memodifikasi konstruksi pada Bottom dengan menghitung kembali, sarat  kapal untuk mendapatkan ukuran profil dan ketebalan baja yang aman untuk bobot kapal yang baru sesuai dengan Rules BKI. Hasil analisa dengan Software berbasis FEM berupa tegangan Von Mises yang terjadi pada Double Bottom sebelum dimodifikasi pada keadaan Statis sebesar 14,3 Mpa, Sagging sebesar 71,6 Mpa, Hogging sebesar 68,4 Mpa, Kemudian Double Bottom sesudah dimodifikasi pada keadaan Statis sebesar 12,0 Mpa,Sagging sebesar  48,8 Mpa, Hogging sebesar  46,5  Mpa. Hasil analisa yang paling kritis pada Tegangan (stress) maksimum terbesar yang terjadi pada Double bottom frame 46-50 kapal chemical carrier 13944 LTDW ini sebesar 71,6 N/m2 pada kondisi Sagging model Double bottom saja sebelum dimodifikasi dan 48,8 N/mm2 pada model double bottom saja setelah dimodifikasi pembebanan ketika kondisi sagging.
Kajian Teknis Kekuatan Car Deck Pada Kapal Ferry Ro-Ro 500 GT Akibat Perubahan Muatan Dengan Metode Elemen Hingga Akbar Huffadz Kalam; Imam Pujo Mulyatno; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.467 KB)

Abstract

KMP. Gambolo 500 GT adalah tipe Ro – Ro Passanger Ship  Dirjen Perghubungan Darat yang beroprasi di Pelabuhan Teluk Bungus dengan rute pelayaran Padang – Mentawai, waktu tempuh delapan sampai sepuluh jam yang mengharuskan kondisi kapal selalu dalam keadaan aman terutama konstruksinya. Geladak kendaraan merupakan suatu geladak pada kapal yang berguna untuk menahan muatan berupa kendaraan. Car deck adalah komponen struktur konstruksi yang fital karena perannya yang tidak hanya menahan muatan kendaraan namun menahan geladak yang ada di atasnya. Penelitian tentang kekuatan konstruksi Car deck perlu diperhatikan karena awalnya Car deck direncanakan untuk mengangkut truk sedang dan sedan. Titik tumpu pembebanan yang digunakan berdasarkan peraturan dari Departemen Perhubungan Direktorat Jendral Perhubungan Darat tahun 2008. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis untuk mengetahui letak tegangan terbesar pada konstruksi Car deck berdasarkan beberapa variasi keadaan yaitu saat keadaan air tenang dan kapal oleng 320. Hasil analisa menggunakan program berbasis Metode Elemen Hingga didapatkan hasil tegangan terbesar pada saat kapal diubah muatannya di kondisi air tenang yaitu sebesar 142 N/mm². Tegangan masih dalam kondisi aman berdasarkan rules BKI yaitu 190 N/mm². Saat kondisi muatan baru SF sebesar 1.33 jadi perubahan muatan dari truk sedang ke truk tronton konstruksi Car deck masih dalam kondisi aman.
Analisa Kekuatan Struktur Helideck Pada Kapal Landing Ship Tank (Lst) KRI.Teluk Bintuni 7000 DWT Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Alief Hidayatulloh; Imam Pujo Mulyatno; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1312.856 KB)

Abstract

Helideck merupakan sebuah fasilitas di atas kapal yang berfungsi sebagai area landasan pendaratan untuk helikopter yang dibuat secara permanen menyatu dengan deck pada kapal. Karena fungsinya tersebut maka ketahanan struktur pendukungnya harus benar-benar kuat dan harus mampu menahan beban yang didapat ketika terjadi beban impact. Pada tugas akhir ini dilakukan analisa yang terjadi pada konstruksi helideck kapal landing ship tank (LST) KRI Teluk Bintuni. Hasil analisa yang didapat yaitu bertujuan untuk mengetahui kekuatan pada konstruksi helideck setelah mengalami beberapa macam kondisi pembebanan. Serta letak tegangan terbesar dari struktur konstruksinya. Dalam proses analisa menggunakan software Msc. Nastran Patran, didapatkan hasil tegangan maksimum untuk helideck nilai tegangan terbesar adalah pada helikopter Airbus H255M dengan landing condition sebesar  130 N/mm2 dan deformasi 8,75 mm pada daerah yang terkena dampak langsung pembebanan helikopter di TLOF. Dari hasil analisa kekuatan dinyatakan bahwa struktur helideck pada kapal LST Teluk Bintuni tersebut masih memenuhi safety factor LR. 
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Hani Niswa Humaida Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kukuh Prakoso Wicaksono Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sri Nurhumairoh Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Adietya Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal