Claim Missing Document
Check
Articles

Found 111 Documents
Search
Journal : Department of Naval Architecture

Optimalisasi Repair Schedule SPOB. Prosper Three 3537 DWT Dengan Critical Path Method Guna Antisipasi Keterlambatan Proyek Astrid Aisya Rahmi; Imam Pujo Mulyatno; Untung Budiarto
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 8, No 2 (2020): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.356 KB)

Abstract

Proyek kapal SPOB. Prosper Three pada reparasi kali ini merupakan proyek reparasi khusus yaitu modifikasi ruang muat. Pekerjaan ini perlu perhatian khusus karena dikerjakan dari awal hingga akhir yang jika mengalami keterlambatan maka menyebabkan keterlambatan total proyek sehingga tidak sesuai dengan kontrak. Data utama yang dibutuhkan dalam penelitian ini berupa master schedule proyek, repair list, kebutuhan tenaga kerja. Langkah awal yang dilakukan ialah analisis pekerjaan yang termasuk ke repir list kapal SPOB. Prosper Three. Lalu penentuan predecessor pekerjaan dan pembuatan network diagram dengan menggunakan metode Critical Path Method dan Software Microsoft Project 2013, pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan diagram network planning, aktivitas sensitif dan jalur kritis proyek, serta penghitungan produktifitas sumber daya terhadap proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three. Hasil crashing menunjukan pengurangan durasi selama 6 hari, dari durasi kontrak 30 hari menjadi 24 hari untuk mendapatkan schedule yang optimal. Pada proyek reparasi kapal SPOB. Prosper Three di PT. Yasa Wahana Tirta Samudera dihasilkan analisis berupa produktifitas manpower sebesar 23 kg/mandays dengan penambahan tenaga kerja sebanyak 51 orang dari 39 orang pada perencanaan dan penambahan jam kerja lembur selama 3 jam.  Adanya penambahan tenaga kerja dan jam kerja lembur menghasilkan penambahan biaya sebesar 1% dan 35 %. Untuk itu dapat dilihat bahwa pengurangan durasi dengan penambahan  tenaga kerja lebih efisien dari penambahan jam lembur dan penjadwalan durasi lebih optimal.
ANALISA FATIGUE KONTRUKSI CAR DECK KAPAL MOTOR ZAISAN STAR 411 DWT DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Moh. Resi Trimulya S; Imam Pujo Mulyatno; Andi Trimulyono
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.121 KB)

Abstract

Vehicle vessel dalah kapal yang dioperasikan untuk menghubungkan 2(dua) Pelabuhan yang dipisahkan  oleh Selat. Pada Vehicle vessel memiliki. Car deck adalah komponen struktur konstruksi yang vital karena fungsi untuk muatan kendaraan dengan menopang beban di atasnya. Analisa fatigue digunakan untuk meninjau daerah hotsport strees yang rawan terjadi crak pada suatu material. Hasil analisa fatigue diambil nilai stress terbesar dan diambil nilai siklus terpendek pada setiap variasi pembebanan. Pada penelitian ini menggunakan bantuan soft ware MSC Nastran Patran yang dipergunakan untuk membantu memperoleh hasil tegangan dan demage dari suaru konstruksi car deck. Pada proses awal pemodelan mengunakan MSC Patran untuk selanjutnya dilakukan messhing untuk membagi bidang konstruksi car deck menjadi elemen-elemen yang lebih kecil setelah  prose messhing pemberian variasi  pembebanan setiap kondisi adapun kondisi muatan penuh, kondisi Shagging, dan kondisi Hogging. Setelah Proses Running diperoleh hasil stress. Kondisi full loads didapatkan nilai strees sebesar  118 Mpa, siklus sebanyak 0,98 x108 memiliki umur 25,47 tahun. Kondisi shagging  didapat nilai stress sebesar 190 Mpa, siklus sebesar 0,77x108 memiliki umur 20,10 tahun.Kondisi Hogging didapat nilai strees sebesar 173 Mpa, siklus sebesar 0,86 x108 memiliki umur 22,34 tahun.
Analisa Kekuatan Struktur Pondasi Crane pada Kapal Kontainer 100 TEUS dengan Metode Elemen Hingga Surya Ari Wardana; Hartono Yudo; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 6, No 4 (2018): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapal kontainer dengan deck crane saat melaksanakan bongkar muat akan menimbulkan tegangan ke struktur badan kapal karena menerima beban kerja sehingga perlu adanya analisa kekuatan dari struktur deck dan struktur pondasi crane kapal kontainer 100 TEUS untuk memastikan keamanannya saat beroperasi. Penelitian ini menggunakan metode elemen hingga sebagai metode penelitiannya. Pembebanan saat beban maksimal dengan memberikan variasi sudut elevasi serta sudut putar dari crane dan juga saat kondisi kapal sagging dan hogging. Dari penelitian didapatkan hasil bahwa nilai tegangan maksimum yang terjadi pada deck adalah pada saat crane beroperasi pada SWL 30 ton dengan panjang lengan crane 21,3 meter pada sudut elevasi 0° dan sudut putar 90° yaitu sebesar 176,3 MPa. Nilai tegangan maksimum saat kondisi hogging adalah 91,9 MPa. Tegangan maksimum saat kondisi sagging bernilai 101,6 MPa. Tegangan minimum terjadi pada deck adalah pada saat crane beroperasi pada SWL 30 ton dengan panjang lengan crane 15,03 meter pada sudut elevasi 45° dan sudut putar 0° yaitu sebesar 30,53 MPa. Lokasi kritis pada penelitian kali ini terletak di bagian maindeck terletak pada pertemuan pondasi crane dengan main deck kapal. Dari semua hasil variasi pembebanan pada crane yang dimasukkan pada perhitungan  safety factor, maka dapat disimpulkan bahwa konstruksi masih di kategorikan aman karena memenuhi aturan tegangan ijin BKI sebesar 190 N/mm2.
Analisa Kekuatan Struktur Pondasi Mesin Dengan Interaksi Trust Block Pada Kapal Ferry 500 GT Dengan Metode Elemen Hingga I Made Wira Karisma; Imam Pujo Mulyatno; Good Rindo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 1 (2017): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1348.104 KB)

Abstract

Konstruksi Pondasi mesin pada kapal Ferry 500 GT merupakan konstruksi  yang sangat pentng. Konstruski ini menerima beban mesin, gearbox, serta gaya dan momen pada shaft yang tersambung melalui thrust block. akumulasi beban pada pondasi ini membuat perlu adanya analisa kekuatan konstruksi. Material yang digunakan adalah baja grade A BKI ASRM A131, sedangkan rules yang digunakan adalah rules Biro Klasifikasi Indonesia. Analisa menggunakan metode elemen hingga linier statis. Beban yang diasumsikan adalah berat gear box, berat mesin, gaya dorong, dan momen torsi dari shaft. Hasil analisa berupa tegangan von mises dan deformasi pada tiga kondisi pembebanan. Penulis menggunakan alat bantu software berbasis metode elemen hingga dengan tiga kondisi pembebanan yaitu kapal diam, kapal bergerak ke depan dengan kecepatan 12 knot, dan kapal mundur dengan kecepatan 6 knot. Tegangan von mises terbesar terjadi pada kondisi pembebanan II yaitu kapal bergerak dengan kecepatan 12 knot ke depan, sebesar 114 N/mm2 dan dengan deformasi 0,0138 mm. titik tegangan terbesar terjadi pada pondasi mesin station 12 yang berada pada pusat gaya dorong kapal. Nilai tegangan masih sesuai dengan tegangan ijin bahan maupun tegangan ijin Biro Klasifikasi Indonesia. Dengan nilai 2,061 dan 1,747 (SF > 1)
Analisa Olah Gerak Dan Kekuatan Kapal Ikan PVC 15 GT di Laut Jawa Moh. Hasan Sidiq; Deddy Chrismianto; Imam Pujo Mulyatno
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 7, No 1 (2019): Januari
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.374 KB)

Abstract

Pertimbangan dari data penelitian terdahulu didapat kapal model U2 dan V2 kapal ikan berbahan PVC 15 GT memiliki kemampuan stabilitas dan hambatan memenuhi standar IMO. Maka penulis melanjutkan penelitian dengan menganalisa olah gerak, slamming, deckwetness dan kekuatan. Dengan  software olah gerak kapal di dapat model U2 dan V2, pada kapal U2 diperoleh Rolling pada 90o adalah 5,81 deg, velocity 0,113932 rad/s, acceleration, 0,1812 rad/s2, slamming pada 45o adalah  0,3309 slamming/jam, Hasil perhitungan probabilitas dan intensitas slamming menunjukkan bahwa kapal U2 memenuhi standar di sudut 45o probabilitas Nordforsk ’89 karena memiliki probabilitas slamming dibawah 0,003 atau 0,3%, Deckwetness pada 45o adalah 4,16131 deckwetness/jam, dan dihasilkan tegangan terbesar terjadi pada moment saging di bagian alas dengan 1,04 Mpa. Sementara, tegangan paling kecil terjadi pada moment tenang pada bagian struktur sebesar 0.34 MPa.Pada kapal V2, di peroleh Rolling  45o adalah 4,13 deg, velocity 0,03617rad/s, acceleration 0,03167 rad/s2 Slaming pada 45o adalah  4,236 slamming/jam. Hasil perhitungan probabilitas dan intensitas slamming menunjukkan bahwa kapal U2 memenuhi standar sudut 45o probabilitas Nordforsk ’89 karena memiliki probabilitas slamming dibawah 0,003 atau 0,3%, Deckwetness pada 45o adalah 29,436 deckwetness/jam, Kekuatan dapat diketahui tegangan terbesar terjadi pada moment saging di bagian alas dengan 1,42 Mpa. tegangan paling kecil terjadi pada moment tenang pada bagian struktur sebesar 0.26MPa
Analisa Reschedule Repair Kapal Survey Geomarin-III 649 DWT Dengan Menggunakan Critical Path Method M. Andi Handrian; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 2 (2022): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek reparasi sering sekali perencanaan proyek tidak berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan dan dijadwakalkan, maka dari itu penerapan metode penjadwalan menjadi hal yang sangat diperhitungkan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan main schedule yang lebih baik baik, mengetahui network planning yang diterapkan serta jalur kritis pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode Critical Path Method dalam analisa penjadwalan proyek kapal Geomarin III yang melakukan reparasi di galangan PT. Dok Bahari Nusantara, Cirebon. Pada proyek reparasi kapal Geomarin III yang dilakukan membutuhkan waktu selama 20 hari namun setelah dilakukannya crashing pada pekerjaan tertentu khususnya 5 pekerjaan, dengan cara penambahan tenaga kerja,pengerjaan proyek menjadi 16 hari, sehingga terjadi penurunan biaya keseluruhan proyek sebesar 6% dari yang semula Rp. 163.670.000 menjadi Rp. 153.790.000. Dalam penelitian ini perhitungan produktivitas berfokus pada pekerjaan pengecatan lambung bagian atas, dengan biaya yang dibutuhkan sebelum dilakukan crashing sebesar Rp. 9.100.000. Setelah dilakukan nya crashing selama 4 hari terjadi penurunan biaya sebesar 20% dengan cara penambahan tenaga kerja sebanyak 7 orang, maka biaya yang dibutuhkan menjadi sebesar Rp. 7.280.000. Hal ini terjadi karena pekerjaan yang semula melakukan lembur kerja selama 2 hari menjadi tidak ada lembur karena dilakukan crashing, namun jumlah mandays nya tetap sama dikarenakan jumlah pekerja yang bertambah dan hari kerja yang berkurang
Analisa Kekuatan Struktur Main Deck Sebagai Penumpu Towing Winch Pada Kapal OSV.Go Perseus Dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Ellypar Sutisna S; Imam Pujo Mulyatno; Sarjito Jokosiworo
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 5, No 4 (2017): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.112 KB)

Abstract

Kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) adalah kapal khusus yang berfungsi untuk menangani pemasangan jangkar untuk buoy ataupun untuk mengangkat jangkar serta peralatan yang dibutuhkan selama proses eksplorasi. Dengan perubahan framing system kapal akan terjadi perubahan karakteristik tegangan. Pada setiap framing system tersebut dilakukan analisa maximum stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM). Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis, beban setiap kondisi pembebanan serta beban hidrostatik. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan  terbesar dari konstruksi kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) serta mengetahui letak titik kritis pada kapal, berdasarkan tiga variasi kondisi pembebanan kapal yaitu beban winch, beban tarik, sagging dan hogging. Hasil analisa dan perhitungan yang  dilakukan pada deck kapal model satu dalam kondisi tarik sebesar 74,2 N/mm2, kondisi sagging sebesar 101 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 70,9 N/mm2. Untuk model dua dalam kondisi beban tarik sebesar 69,0 N/mm2, kondisi sagging sebesar 99 N/mm2, dan kondisi hogging sebesar 64,8 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Anchor Handling Tug Supply masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan maupun safety factor standar BKI.
ANALISA KEKUATAN FIX STINGER PADA S LAY BARGE UNTUK INSTALASI PERPIPAAN BAWAH LAUT Wildan Achmad Suryaningrat; Imam Pujo Mulyatno; Muhammad Iqbal
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 3, No 2 (2015): April
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1069.3 KB)

Abstract

Metode penginstalan pipa bawah laut yang paling banyak digunakan saat ini adalah metode S Lay. Banyak digunakan karena eksplorasi minyak dan  gas saat ini masih berkisar pada laut dangkal yang mempunyai kedalaman dibawah 300 meter. Untuk mempertahankan bentuk pipa pada saat instalasi S Lay barge memerlukan struktur pendukung berupa konstruksi tiang – tiang  yang dilengkapi dengan roller disebut Stinger  yang terbuat dari material baja STPG 410. Tujuan utama Stinger adalah untuk mengatur lendutan pipa pada daerah overbend agar sesampainnya pipa pada dasar laut mempunyai derajat kedatangan yang aman sehingga mencegah terjadinya buckling. kedalaman laut yang semakin dalam berakibat  tegangan yang diterima stinger akan semakin besar, akibat beban pipa yang diterima oleh stinger.Oleh karena itu tugas akhir ini akan mengkaji kekuatan Fix Stinger SEA 004 yang dimiliki oleh McDermott Middle East dengan metode elemen hingga. Dan dari hasil analisa menunjukan bahwasannya Stinger masih mampu menginstal pipa berdiameter 3 meter, lebih besar dari ketentuan fabrikator yang mencapai 0,75 meter. Serta kdalaman laut hingga 400 meter lebih dari batas instalasi S Lay yang biasanya hanya sampai  kedalaman 300 meter. Dari hasil pengujian menunjukan bahwasannya variasi beban terbesar terjadi pada model IV dengan beban sebesar 289 N/mm2  pada node26. Dengan mengalami deformasi sebesar 20512 mm. Hasil tersebut  masihdinyatakan aman menurut rules ASTM A53 karena Yield Material baja STPG sebesar 360 N/mm2
KAJIAN TEKNIK KEKUATAN KONSTRUKSI KAPAL TUGBOAT 2 x 800 HP DENGAN METODE ELEMEN HINGGA Lestari Damanik; Imam Pujo Mulyatno; Berlian Arswendo Adietya
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 4, No 1 (2016): JANUARI
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (865.553 KB)

Abstract

Kapal TugBoat 2 x 800 HP adalah tipe kapal tunda (Tugboat) yang beroperasi pada wilayah perairan Jakarta yang dapat dioperasikan di Pelabuhan, Pelayaran Pantai dan cocok untuk kegiatan penundaan kapal dengan fungsi menarik, mendorong dan menggandeng serta dapat digunakan untuk kegiatan SAR bahkan untuk penanggulangan tumpahan minyak baik di laut ataupun di area pelabuhan. Adanya beban tarik terhadap maindeck kapal Tugboat mengakibatkan terjadinya distribusi tegangan pada daerah sekitar towing hook dan towing winch yang dapat menimbulkan banyak masalah seperti kerusakan, deformasi, keretakan, dll. Sehingga dilakukan analisa local stress dengan bantuan program numerik finite element method (FEM) pada daerah yang mengalami tegangan tersebut. Analisa yang digunakan adalah analisa beban statis yang berasal dari gaya tarik kapal Tugboat. Analisa tersebut bertujuan untuk mengetahui karakteristik tegangan dan nilai tegangan terbesar dari konstruksi kapal Tugboat serta mengetahui letak titik kritis pada kapal Tugboat berdasarkan empat variasi kondisi pembebanan kapal Tugboat yaitu light weight barge, light weight barge + dead weight barge, sagging (full load), dan hogging (full load). Adapun hasil analisa dan perhitungan nilai tegangan tertinggi dengan kajian pressure yang terjadi saat kapal Tugboat melakukan gerakan menarik adalah saat pembebanan full load kondisi kapal sagging yakni sebesar 78,30 N/mm2 yang terletak pada frame 15. Sedangkan untuk nilai pembebanan light weight barge sebesar 35,20 N/mm2, pembebanan full load sebesar 77,80 N/mm2 ,dan pembebanan full load kondisi hogging sebesar 77,70 N/mm2. Dari hasil nilai tegangan yang didapatkan, disimpulkan bahwa semua nilai tegangan yang terjadi pada kapal Tugboat masih memenuhi safety factor, baik safety factor menurut kriteria bahan (400 N/mm2) maupun safety factor (195,05 N/mm2) standart BKI, dimana nilai FS > 1 (aman).
Analisa Percepatan Proyek Reparasi Kapal KT Tirtayasa II Terhadap Biaya Dengan Metode Time Cost Trade Off Citra Tri Tunggal Dewi; Imam Pujo Mulyatno; Parlindungan Manik
Jurnal Teknik Perkapalan Vol 10, No 4 (2022): Oktober
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian tugas akhir ini, digunakan objek penelitian data proyek reparasi Kapal KT Tirtayasa II yang mengalami keterlambatan sehingga perlu dilakukan analisa percepatan proyek dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off. Rencana awal perbaikan kapal memiliki total durasi 90 hari dengan total biaya sebesar Rp 4.779.683.380, 04 diperkirakan mengalami keterlambatan selama 15 hari. Penambahan jam kerja dipilih sebagai solusi untuk mengatasi keterlambatan dengan menerapkan empat skenario, skenario pertama tanpa dilakukan percepatan, skenario ke-dua menggunakan alternatif penambahan dua jam kerja lembur, skenario ke-tiga menggunakan alternatif penambahan tiga jam kerja lembur, dan skenario ke-empat menggunakan alternatif penambahan empat jam kerja lembur. Hasil perhitungan diperoleh perbandingan keempat skenario,  durasi optimal dengan penambahan biaya terkecil setelah dilakukan percepatan terjadi pada skenario 3 dengan total durasi 75 hari atau 15 hari lebih cepat dari durasi normal, dan biaya total yang diperlukan sebesar Rp 4.806.683.965,83 dengan penambahan biaya sebesar 0.53% dari biaya kontrak.
Co-Authors ., Kiryanto A.F. Zakki Abdul Aziz Romani Achmad Nurochman Adnan Septi Hadi Romadlon Aeni, Kartika Nur Agung Putra Agung Surana Dwi Yoga Agung, Risto Wibowo Agustini, Syarifah Ahdi Ahmad Fauzan Zakki Ahmad Firdhaus Aji, Alfi Bayu Akbar Huffadz Kalam Akbar, Heri Akbar, Ilham Fathony Alam Fajar Ramadhany Aldias Bahatmaka Alief Hidayatulloh Ananda Riris Kurnia Pratama Andi Trimulyono Andreas Ricardo Hasian Siagian Andriyanto, Fajar Andromeda, Trias Angelia, Christine Anggita Firda Renatasari Aprillia, Namira Ardi Septiadi Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santosa Ari Wibawa Budi Santoso Arif Putra Rizky Ary Ramadhan Asfala, Davierend Astrid Aisya Rahmi Aziz Mukhsin Bayu Ade Mahaputra Bayu Adityo Nugroho Bela Saktila Sandy Berlian Arswendo A Berlian Arswendo Adietya Berlian Arswendo Adietya Bibit Saputra Bimantara, Rizky Dwi Ananda Cindy Rizka Griyantia Citra Tri Tunggal Dewi Deddy Chrismianto Defina - Prawoto Dhimas Satriyan Panuntun Dina Krisnawati Ebenhazer Rizky Dwiano Eko Sasmito Hadi Ellypar Sutisna S Fahmi, Syamil Fajar adha Fajar Susilo Fajrul Falah Rosid Fakhrija, Muhammad Fahmy Farrand, Joshua Fasya Nurayoga, Fasya Feri Adi Mukhlisin Feri Adi Mukhlisin Ferlyn Papalangi Fikri Khalis Tenar Firmandha, Topan Frima Daim Siregar Good Rindo Hafidh Ivandri Hani Niswa Humaida Harry Pratama, Muhammad Hartono Yudo Hartono Yudo Hasibuan, Evi Aisah Herman Afdul Ngazis, Herman Afdul Heru Ayo Subandi Hidayat, Nur Fajar Hilman Andriyana Hidayatis Salam I Made Wira Karisma Imam Handhika, Imam Indah Lestari, Indah Indra Kurniawan Iqbal Fahrudin Iqbal Fahrudin J. Johan Joko Subekti Jordan Samuel Hutapea Josua Parulian Parulian Sinaga Khoirulloh, Muhamad Iman Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kiryanto Kukuh Prakoso Wicaksono Kyky Ramalida Yanti Ladwika Ilham Albiyan Lestari Damanik M Yaqut Zaki Aji M. Andi Handrian M. Ikbal Afdhal Maria Listyo Yulianti Moh. Hasan Sidiq Moh. Resi Trimulya S Muhammad Alan Muhammad Fajar Nuralam Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Muhammad Iqbal Najma Hozilah Nofia Maranata Norman Yasser Arrazi Ocid Mursid Ocid Mursid Ocid Mursid Overt Elois Pardamean Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik Parlindungan Manik perdana, muhammad jamal gilang Permadi, Andy Setya Ponco Bagio Pamungkas Pradipta, Muhammad Daffa Purba, Siska Dearni Ajijah Putri, Henna Dellya Zenitta Rachmat Alif Maulana Rahmawati, Rissa Dwi Raldimaz Islahan Recha Hafida Ardiansyah Rezza Alvian Santosa Richad Yunanto Rifat Al Farid Riki Agustian, Riki Risda Septerina Rizki Hidayatullah rochim, fatkhu nur Romansah, Dimas Rosita, Ila Saean, Indra Samuel Samuel Febriary Khristyson Samuel Febriary Khristyson Samuel Samuel Samuel Samuel Sari, Kamala Nabila Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Joko Sisworo Sarjito Jokosisworo Sarjito Jokosiworo Setiyo Triyanto Shafira Nabila Siregar Shalwa An-nisa Addawiyah Sheila Ayu Kirana Prabani Simanjuntak, Redeko Saferland Siregar, Frima Daim Siswoyo, Ghaisani Nabilla Solihin Suwarsa Sri Nurhumairoh Sudarminto, Tri Astuti Sukanto Jatmiko Sukron Makmun Sukron Makmun Surya Ari Wardana Syaiful Tambah Putra Ahmad Syaiful Tambah Putra Ahmad Tuswan Adietya Tuswan Tuswan Untung Budiarto Vina Widya Lestari Wahyu Dwi Yunanto Wahyu Wibowo Wijaya, Stefanus Victorino Candra Wildan Achmad Suryaningrat Wilma Amiruddin Wilma Amiruddin Wiranda, Ariiq Daffa Yuli Prastyo Yulianti, Serliana Zaki Maulana Iqbal