Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analisis Kualitatif dan Kuantitatif Natrium Diklofenak pada Jamu Pegal Linu yang Beredar di Kecamatan Keruak Dahriah Fitri Wahyuningsih; Tri Puspita Yuliana; Muhlisun Azim
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5268

Abstract

Jamu tidak boleh mengandung bahan Kimia Obat (BKO) sebab bila ditambahkan akan membahayakan konsumen karena dosis yang berlebih serta bisa mengakibatkan keracunan hingga kematian. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui keberadaan bahan kimia obat (BKO) pada jamu untuk pegal linu yang beredar di kecamatan keruak perlu dilakukan penelitian. Pengambilan sampel di lakukan dengan cara random di kecamatan Keruak, Lombok Timur. Analisis natrium diklofenak pada jamu untuk pegal linu dilakukan dengan metode analisis kualitatif serta analisis kuantitatif menggunakan spektrofotometri Uv-Vis. Analisis Kromatografi Lapis Tipis menggunakan plat silica GF 254 menggunakan fase gerak untuk natrium diklofenak kombinasi antara etil asetat : n-heksane dengan perbandingan (7ml : 3ml) yaitu 7 ml etil asetat dan 3 ml nheksane. Hasil analisis kualitatif terdapat 3 sampel yang teridentifikasi positif mengandung natrium diklofenak karena menunjukkan kesamaan nilai Rf sampel jamu dengan standar yaitu 0,4. Hasil analisis kuantitatif menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis natrium diklofenak didapat panjang gelombang maksimum 275 nm dengan absorbansi yaitu 0,834. Kadar natrium diklofenak yang diperoleh pada sampel B 53,8% dan sampel C 49,2%. Persamaan linear nilai r = 0,982 yaitu y=0,0132x-0,1235 untuk natrium diklofenak. Hasil uji identifikasi menunjukkan dari 4 sampel 2 diantaranya mengandung natrium diklofenak.
Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococus epidermidis Penyebab Bau Badan Dia Isma Hariani; Puspawan Hariadi; Muhlisun Azim
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5270

Abstract

Bau badan merupakan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococus epidermidis. Salah satu tanaman yang diduga dapat mencegah bau badan adalah tanaman daun beluntas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji skrining fitokimia ekstrak daun beluntas dengan uji flavonoid, terpenoid, dan fenolik serta uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococus epidermidis. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar tehnik sumuran menggunakan konsentrasi 40%, 80%, dan 100% dengan kontrol positif ciprofloxasin 50µg/ml dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil skrining menunjukkan ekstrak daun beluntas mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan fenolik. Uji antibakteri menghasilkan diameter zona hambat yang terbentuk pada kelompok konsentrasi 40%, 80%, dan 100%, secara berurutan adalah 8,84 mm, 10,52 mm, dan 12,77 mm. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Annova didapatkan nilai signifikan p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas mampu menghambat bakteri Staphylococus epidermidis dengan konsentrasi paling efektif yaitu konsentrasi 80% dan 100%.
Aktivitas Antioksidan Buah Sawo Manila (Manilkara zapota L) Sebagai Kandidat Produk Perawatan Kulit Muhlisun Azim; Dani Saputra; Puspawan Hariadi
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.594 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.7662

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa-senyawa yang dapat mencegah terbentuknya radikal bebas yang akan menyerang dinding sel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada buah sawo manila (Manilkara zapota L). Senyawa antioksidan yang ditemukan pada buah sawo manila adalah senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimental di laboratorium farmasi Universitas Hamzanwadi. Sampel diekstraksi dengan etanol 96%, dilanjutkan dengan proses fraksinasi menggunakan kolom kromatografi. Eluen yang digunakan pada proses fraksinasi yaitu etil asetat, etil asetat-metanol, dan metanol. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengujian  secara kualitatif menunjukkan semua sampel mengandung antioksidan karena terlihat warna kuning ketika disemprotkan DPPH pada plat KLT. Sedangkan hasil pengujian secara kuantitatif menunjukkan bahwa nilai IC50 fraksi I 46 ppm dengan kategori sangat kuat, nilai IC50 fraksi II 97 ppm dengan kategori kuat, nilai IC50 fraksi III 149 ppm dengan kategori sedang, dan nilai IC50 vitamin C 29 ppm dengan kategori sangat kuat. Kesimpulannya yaitu fraksi buah sawo manila (Manilkara zapota L) memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat, kuat dan sedang.
Fraksinasi Sari Kulit Buah Pisang Kepok (Musa acuminata) Mentah Tua dan Evaluasi Aktivitas Antibakteri terhadap Pertumbuhan Bakteri Propionibacterium acnes Yusron Azhari; Muhlisun Azim; Baiq Maylinda Gemantari
Sinteza Vol. 3 No. 2 (2023): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v3i2.11953

Abstract

Acne vulgaris is a skin condition performed the acne due to bacterial activity that infects the skin. Acne problems are often the cause of a person that decrease in self-confidence. One of the most common acne-causing bacteria is Propionibacterium acnes. P.acnes is a gram-positive bacterium with its morphological, shape, properties and composition classified in the group of corynebacteria, but this type of bacteria is not toxigenic or bacteria that does not produce toxic substances (toxic). One of the materials that can be used for acne medication is banana peel. Banana peels are residual waste products from domestic industrial production. The waste of Banana peels have potential as an antibacterial. They contain secondary metabolites such as phenolics, quinones and flavonoids which can act as antibacterials. The purpose of this study was to examine the antibacterial activity of raw kepok banana (Musa acuminata) peel extract against Propionibacterium acne bacteria as a cause of acne. Antibacterial activity test in this study was carried out using the well diffusion method to see how the antibacterial effect of raw kepok banana peel (Musa acuminata) had on the growth of Propionibacterium acnes bacteria. Kepok banana peel extracts were fractionated with hexane, ethyl acetate and water. The results of the antibacterial activity test for the three fractions showed that the water fraction of kepok banana peel extract represented the best inhibition zone of 10.02 ± 0.05 mm, 11.28 ± 0.13 mm, 12.38 ± 0.02 mm and 16.97 ± 0.36 with a strong category at successive concentrations of 20%, 40%, 60% and 80%.