Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Hubungan antara Citra Tubuh Saat Hamil dan Kestabilan Emosi dengan Postpartum Blues di Puskesmas Grogol Sukoharjo NAFISAH ITSNA HASNI; Suci Murti Karini; Tri Rejeki Andayani
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 2, No 1 (2013): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Menghadapi Pertandingan Pada Atlet Karate Unit Kegiatan Mahasiswa Institut Karate-do Indonesia Universitas Sebelas Maret (UKM INKAI UNS) Lina Putri Rachmawati; Suci Murti Karini; Aditya Nanda Priyatama
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 4, No 4 Mar (2016): Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan antara Kepercayaan Diri dengan Kecemasan Menghadapi Pertandingan Pada Atlet Karate Unit Kegiatan Mahasiswa Institut Karate-do Indonesia Universitas Sebelas Maret (UKM INKAI UNS) Correlation between Self Confidence and Anxiety Before Match On Karate Atheletes At Students Activity Unit Institute Karate-Do Indonesia Sebelas Maret University (UKM INKAI UNS) Lina Putri Rachmawati, Suci Murti Karini, Aditya Nanda Priyatama Program Studi Psikologi FakultasKedokteran UniversitasSebalasMaret Kecemasan bertanding merupakan reaksi emosi negatif atlet terhadap keadaan tegang dalam menilai situasi pertandingan, yang ditandai dengan perasaan khawatir, was-was, dan disertai peningkatan system kerja faal tubuh, sehingga menyebabkan atlet merasa tidak berdaya dan mengalami kelelahan karena senantiasa berada dalam keadaan yang dipersepsi mengancam. Kepercayaan diri merupakan salah satu faktor yang mampu mengurangi kecemasan atlet pada saat menghadapi pertandingan. Kepercayaan diri yang dimiliki seorang atlet akan memberikan suatu keyakinan terhadap kemampuan dirinya untuk mencapai berbagai tujuan khususnya peningkatan prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi pertandingan pada atlet karate UKM INKAI UNS . Populasi penelitian adalah seluruh atlet karate UKM INKAI UNS dengan responden penelitian sebanyak 40 atlet. Pengumpulan data penelitian menggunakan skala kepercayaan diri (r = 0,322 - 0,637; ? = 0,875), dan skala kecemasan menghadapi pertandingan (r = 0,329 - 0,534; ? = 0,805). Teknik analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment Pearson. Hasil analisis teknik korelasi product moment Pearson diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar -0,528; p = 0,00 (p<0,01). Terdapat hubungan negatif antara kepercayaan diri dengan kecemasan menghadapi pertandingan pada atlet karate UKM INKAI UNS. Dengan hasil tersebut, maka hipotesis penelitian diterima dan menunjukkan bahwa kepercayaan diri dapat menjadi penentu timbulnya kecemasan menghadapi pertandingan. Kontribusi kepercayaan diri terhadap kecemasan menghadapi pertandingan adalah sebesar 27,9% yang ditunjukkan oleh nilai R square sebesar 0,279. Kata kunci: kepercayaan diri, kecemasan menghadapi pertandingan, atlet karate.
Perbedaan Intelligence Quotient (IQ) Anak Obes dan Tidak Obes Usia Sekolah Dasar di SD Kristen Manahan Surakarta Magdalena Wibawati; Suci Murti Karini; . Widardo
Nexus Kedokteran Komunitas Vol 2, No 3 (2013): Nexus Kedokteran Komunitas
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (14.115 KB)

Abstract

Background: Prevalence of obesity has increased over the last 20 years and become worlds health problems. Obesity in children may cause medical and psychosocial consequences, which can influence their Intelligence Quotient. The aim of this research is to determine whether the difference of Intelligence Quotient existed in obese and non-obese children in Manahan Christian Primary School Surakarta. Methods: This research is an analytic observational study with cross sectional approach. Sample was collected by simple random sampling. Based on the anthropometric measurement of 2nd until 5th grade students in Manahan Christian Primary School Surakarta, 30 samples were collected for each group (obese and non-obese children). Intelligence Quotient test were performed using Culture Fair Intelligence Test (CFIT) 2A by the students who become research sample.Data were analyzed with unpaired t-test by Statistical Product and Serve Solution (SPSS) 21 for Mac. Results: Mean score of Intelligence Quotient in the obese children is 105.29, while in the non-obese children is 105.82. Result of unpaired t test showed the probability of 0.849 (p > 0.05). It means the significance value of the difference between the two groups was not significant. Conclusions: There is no difference of Intelligence Quotient (IQ) between obese and non-obese children in Manahan Christian Primary School Surakarta. Keywords: Intelligence Quotient, obese children, non-obese children
Hubungan antara Pola Asuh Otoriter Orang Tua dengan Depresi pada Remaja di SMA N 2 Purworejo Puspa Madyarin; Suci Murti Karini; Nugraha Arif Karyanta
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 3, No 1 Jun (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan Kecerdasan Emosi Siswa Sekolah Dasar Ditinjau dari Model Pembelajaran Sekolah Reguler, Sekolah Alam, dan Homeschooling An Nisaa Nur Citra Din; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 4, No 1 Jun (2015): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hubungan Antara Kecanduan Internet dan Depresi Pada Mahasiswa Pengguna Warnet di Kelurahan Jebres Surakarta Tiarania Dewiratri Dewiratri; Suci Murti Karini; Machmuroch ,
Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa Vol 3, No 2 Sep (2014): Jurnal Ilmiah Psikologi CandraJiwa
Publisher : Jurnal Ilmiah Psikologi Candrajiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Difference in Level of Depression between Chronic and Non-Chronic Hospitalized Child Syarifah Aini Khairunisa; Suci Murti Karini; Mohammad Fanani
Nexus Kedokteran Klinik Vol 4, No 3 (2015): Nexus Kedokteran Klinik
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Health problems, either chronic or non-chronic, could possibly cause a depression. Depression in people with health problems often be seen as a normal reaction. In children, most of the time, depression is underdiagnosed or undertreated. This is possibly because children can hardly express their negative thoughts or feels, and they have unspecified somatization. Hence, this study is conducted to find information whether there is any difference in level of depression between chronic and non-chronic hospitalized child. Methods: This is an analytical descriptive study with cross sectional approach using purposive sampling. Data taken from medical records and patients-and-parents interviews using Skala Penilaian Depresi Anak as instrument for measuring the level of depression. The study conducted in 10 weeks, from November 2014 to February 2015. The subjects are 8 to 18 years old Hospitalized Child in RSUD Dr Moewardi Surakarta, as much as 102 patients, consists of 68 chronic patients and 34 non-chronic patients. The data was then analysed using Kolmogorov Smirnov test with a significance value of p < 0.05 in SPSS 20.0 for Windows. Results: The result of Kolmogorov Smirnov test shows the asymptotic significance value of 0.970 (p > 0.05), which means there is no significant difference in level of depression between chronic and non-chronic hospitalized child. Conclusions: There is no significant difference in level of depression between chronic and non-chronic hospitalized child. There should be conducted any further study about depression in hospitalized children including more influential factors that could possibly cause depression. Keywords: Chronic Disease, Non-Chronic Disease, Depression, Hospitalized Child.
HUBUNGAN ANTARA RESILIENCY DAN PENGETAHUAN TENTANG PENGOBATAN KANKER PAYUDARA DENGAN KEPATUHAN PASIEN DI RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA Melati Putri Pertiwi; Suci Murti Karini; Rin widya Agustin
Wacana Vol 4, No 1 (2012)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.575 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v4i1.29

Abstract

Fenomena kanker payudara, baik di dunia maupun di Indonesia, meningkat semakin tajam dari tahun ke tahun. Walaupun jumlah kematian akibat kanker payudara sangat tinggi, yaitu sekitar 410.000 pasien pada tahun 2004, sesungguhnya penyakit kanker payudara dapat disembuhkan apabila pasien mau menjalani serangkaian pengobatan medis yang direkomendasikan oleh dokter. Kemampuan pasien untuk tetap bertahan dalam menghadapi stresor yang muncul dari proses pengobatan kanker dan kemampuan kognitif pasien dalam memahami resimen pengobatan, merupakan dua faktor yang memengaruhi tingkat kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan hubungan simultan antara resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien, serta hubungan parsial masing-masing variabel prediktor (resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara) dengan kepatuhan pasien. Populasi penelitian adalah pasien kanker payudara yang sedang menjalani pengobatan/terapi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dengan sampel penelitian sebanyak 60 responden yang diambil menggunakan purposive quota incidental sampling. Pengumpulan data penelitian menggunakan Skala Kepatuhan Pasien (daya beda item = 0,317-0,648; reliabilitas = 0,858), Skala Resiliency (daya beda item = 0,338-0,701;  reliabilitas = 0,886), dan Tes Pengetahuan tentang Pengobatan Kanker Payudara (daya beda item = 0,306-0,689; reliabilitas = 0,728). Peneliti menggunakan teknik analisis multivariate non-paramterik Regresi Logistik Ordinal untuk menguji hipotesis 1, 2, dan 3 sekaligus. Hasil uji simultan dengan menggunakan statistik Likelihood Ratio (LR) menunjukkan nilai X2=14,131( X2hitung>X2tabel) dan p = 0,001(p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien. Kontribusi resiliency dan pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara terhadap kepatuhan pasien berdasakan análisis Cox and Snell’s R Square adalah sebesar 22,4%. Uji parsial dalam Regresi Logistik Ordinal adalah dengan Uji Wald. Hasil Uji Wald antara resiliency dan kepatuhan pasien menunjukkan p = 0,998(>0,05). Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara resiliency dengan kepatuhan pasien. Uji Wald antara pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien menunjukkan p = 0,001(<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara dengan kepatuhan pasien. Kata kunci: kanker payudara, pengobatan kanker payudara, kepatuhan pasien, resiliency, pengetahuan tentang pengobatan kanker payudara
Pengaruh Terapi Tertawa terhadap Penurunan Stres Pengasuhan pada Ibu dengan Anak Autis Grace Selly DT; Suci Murti Karini; Nugraha Arif Karyanta
Wacana Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.359 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v10i2.127

Abstract

ABSTRAK   Memiliki anak dengan autisme dapat menjadi tekanan bagi ibu yang dapat menyebabkan stres pengasuhan. Orang tua yang memiliki anak autis mengalami stres pengasuhan yang tinggi dibandingkan dengan orang tua yang memiliki anak normal. Stres pengasuhan tidak hanya berpengaruh buruk pada orang tua, tetapi juga perkembangan anak. Terapi tertawa adalah salah satu upaya untuk menurunkan stres pengasuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh terapi tertawa terhadap penurunan stres pengasuhan pada ibu dengan anak autis. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu dengan anak autis yang memiliki tingkat stres pengasuhan tinggi pada SLB Mitra Ananda dan SLB Anugerah. Desain penelitian kuasi eksperimen ini adalah pretest-posttest control group design dengan kelompok eksperimen dan kontrol masing-masing terdiri dari 6 orang. Kelompok eksperimen diberikan terapi tertawa sebanyak 4 pertemuan dalam 2 minggu. Metode pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Stres Pengasuhan yang telah diuji validitasnya melalui professional judgement dengan nilai uji daya beda aitem 0,066-0,784 dan memiliki koefisien reliabilitas (α) 0,913. Hasil analisis menggunakan analisis statistik nonparametrik Mann-Whitney menunjukkan nilai uji signifikansi (p) sebesar 0,009 (<0,05). Hal tersebut menunjukkan adanya perbedaan signifikan skor stres pengasuhan pada kelompok eksperimen dan kontrol. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah terapi tertawa terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap penurunan stres pengasuhan pada ibu dengan anak autis.   Kata kunci: stres pengasuhan, terapi tertawa, ibu dengan anak autis.  
Studi Kasus Proses Pencapaian Kebahagiaan pada Ibu yang Memiliki Anak Kandung Penyandang Asperger’s Syndrome Kiki Dwi Maharani; Suci Murti Karini; Rin Widya Agustin
Wacana Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UNS Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.022 KB) | DOI: 10.13057/wacana.v7i1.75

Abstract

Studi Kasus Proses Pencapaian Kebahagiaan pada Ibu yang Memiliki Anak Kandung Penyandang Asperger’s Syndrome Case Study of Happiness Achievement Process on Mother whose Children with Asperger’s Syndrome Kiki Dwi Maharani, Suci Murti Karini, Rin Widya Agustin Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret ABSTRAK Kebahagiaan menjadi salah satu tujuan hidup bagi mayoritas individu yang bisa dicapai dengan membentuk persepsi positif terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan. Kebahagiaan harus diperjuangkan pencapaiannya, sekalipun kenyataan yang terjadi seringkali diluar harapan individu. Memiliki anak penyandang gangguan perkembangan seperti Asperger’s Syndrome dapat menjadi sebuah tragic event bagi individu, khususnya ibu. Ibu sebagai seorang individu berhak untuk merasakan kebahagiaan di dalam diri dan hidupnya sekalipun memiliki anak penyandang Asperger’s Syndrome. Ada serangkaian proses yang dilalui seorang ibu sejak menerima diagnosis gangguan Asperger’s Syndrome pada anak hingga akhirnya mencapai kebahagiaan dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pencapaian kebahagiaan pada ibu yang memiliki anak kandung penyandang Asperger’s Syndrome. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus yang diharapkan dapat menggali fokus penelitian secara mendalam. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang wanita berusia 18-40 tahun yang memiliki anak terdiagnosis Asperger’s Syndrome. Metode penelitian yang digunakan adalah riwayat hidup, wawancara, observasi, The Childhood Autism Rating Scale (CARS), dan Australian Scale for Asperger’s Syndrome (ASAP). Hasil penelitian menggambarkan adanya serangkaian proses pencapaian kebahagiaan yang dilalui ibu dari anak Asperger’s Syndrome. Diagnosis gangguan Asperger’s Syndrome yang terjadi pada anak pertama menjadi sebuah peristiwa tragis dalam kehidupan subjek. Subjek merasa tidak siap menerima kenyataan tentang diagnosis gangguan tersebut dan membuatnya sangat menyesali keadaan, banyak menuntut anak untuk tumbuh seperti anak lain, hingga akhirnya subjek kehilangan makna hidupnya. Kelahiran anak kedua subjek, menjadi sebuah momentum yang menyadarkan subjek ditengah keterpurukannya bahwa anak pertamanya memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang menjadi lebih baik sekalipun memiliki gangguan perkembangan. Momentum ini memacu subjek untuk segera bangkit dari kondisi terpuruk. Subjek berusaha memahami gangguan anak lebih dalam untuk membekali diri dalam upaya memfasilitasi dan membantu anak untuk berkembang optimal Subjek memiliki komitmen kuat dalam diri untuk terus berjuang mengasuh anak. Aktivitas yang dilakukan subjek saat ini selalu berorientasi pada kesembuhan anak. Subjek menilai kenyataan gangguan Asperger’s Syndrome pada anak sebagai ujian sekaligus berkah. Makna kebahagiaan menurut subjek adalah mensyukuri segala sesuatu yang terjadi dalam hidupnya, termasuk memiliki anak penyandang Asperger’s Syndrome. Kata kunci: proses mencapai kebahagiaan, ibu, anak Asperger’s Syndrome Kata kunci: proses mencapai kebahagiaan, ibu, anak Asperger’s Syndrome