Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Keefektifan Konseling Mindfulness terhadap Penurunan Tingkat Stres Akademik pada Siswa SMP Negeri 24 Banjarmasin: The Effectiveness of Mindfulness Counseling in Reducing Academic Stress Levels in Students of SMP Negeri 24 Banjarmasin Nur Abidah Az Zahro; Nina Permata Sari; Eklys Cheseda Makaria
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 5 No. 03 (2025): Research Articles, December 2025
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v5i03.7621

Abstract

Academic stress is a common problem experienced by junior high school (SMP) students due to the increasing demands of learning and the dynamics of early adolescent development. If not managed adaptively, academic stress can reduce students' learning motivation and psychological well-being. This study aims to test the effectiveness of mindfulness-based group counseling, delivered through a mindfulness group counseling guidebook, in reducing academic stress among junior high school students. The study used a quantitative approach with a pre-experimental intact-group comparison design. The study subjects were 12 eighth-grade students of SMP Negeri 24 Banjarmasin who were in the high academic stress category and were divided into an experimental group and a control group. The research instrument was an academic stress questionnaire that had undergone validity and reliability testing, with a Cronbach's Alpha of 0.889. The intervention was delivered through four group counseling sessions using breathing-in and breathing-out techniques, the 'know your emotion' exercise, body-scan meditation, and 'thank you'. Data analysis used an independent samples t-test. The results showed a significant difference between the experimental and control groups (p < 0.05), with the experimental group showing a greater reduction in academic stress. These findings indicate that mindfulness-based group counseling is effective in reducing academic stress in junior high school students and has the potential to be developed as a preventive and responsive intervention in guidance and counseling services in schools.
Analisis Perilaku Perundungan (Bullying) di SDN Berangas Timur 1: Analysis of Bullying Behavior at SDN Berangas Timur 1 Nur Khalifah Agustina; Ali Rachman; Eklys Cheseda Makaria
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 01 (2026): Research Articles, April 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i01.8219

Abstract

Bullying behavior in elementary schools is a problem that affects and disrupts most learning environments in schools. Bullying behavior also hinders students' personal, social, and learning development, requiring action from the school and guidance and counseling services. This study aims to analyze and describe bullying behavior among fifth-grade students at SDN Berangas Timur 1, including its forms, the factors behind it, and its impacts. In addition, it aims to examine its relationship with Albert Bandura's social learning theory and guidance and counseling in elementary schools. This study uses a descriptive quantitative approach. The research subjects were 48 students in grades VA and VB at SDN Berangas Timur 1. The data collection technique used a bullying behavior questionnaire that has passed validity and reliability tests. Data were analyzed using descriptive statistics, presented as percentages and score categories. The study found that bullying behavior at SDN Berangas Timur 1 was relatively low, though it still occurred frequently. The dominant forms of bullying were physical, verbal, and relational bullying. The dominant influencing factor for bullying was personal factors (self-confidence), and the perceived impact encompassed all aspects (physical, psychological, academic, and social).
Perbedaan Penerapan Permainan Round of Dragon Snake Rainbow dan Metode Ceramah pada Kesadaran Sosial Zahra Azkiya; Eklys Cheseda Makaria; Nina Permata Sari
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.3906

Abstract

Kesadaran sosial menjadi hal yang penting dalam perkembangan siswa, karena tanpa kesadaran yang kuat, sulit bagi seseorang untuk memahami, berinteraksi dan berempati dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat kesadaran sosial siswa pada permainan Round of Dragon Snake Rainbow dan metode ceramah di SMP Negeri 30 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis komparatif. Subjek penelitian sebanyak 30 siswa di kelas VII E pada tahun ajaran 2025/2026 yang ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket kesadaran sosial dengan empat aspek, yaitu empati primal, penyesuaian, akurasi empati, dan kognisi sosial. Data dianalisis melalui uji prasyarat dan uji hipotesis menggunakan paired sampel t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai Sig sebesar 0,004, dengan demikian hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kesadaran sosial siswa antara permainan Round of Dragon Snake Rainbow dan metode ceramah. Penelitian ini memberikan kesempatan kepada peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian dengan cakupan sampel yang lebih luas.
HUBUNGAN PERASAAN TIDAK BERHARGA DENGAN PERILAKU CYBERBULLYING PADA SISWA DI SMP Irda Sabrina; Muhammad Andri Setiawan; Eklys Cheseda Makaria
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.11735

Abstract

This study was motivated by the increasing use of social media among adolescents, which has contributed to the emergence of cyberbullying behavior. One psychological factor presumed to be associated with such behavior is feelings of worthlessness, defined as an individual’s negative evaluation of themselves. This study aimed to examine the relationship between feelings of worthlessness and cyberbullying behavior among students at SMP Negeri 9 Banjarmasin. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 141 eighth-grade students selected through purposive sampling. Data were collected using the Feelings of Worthlessness Scale and the Cyberbullying Behavior Scale in a Likert-type format. The data were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS version 27.0. The findings revealed a positive and significant relationship between feelings of worthlessness and cyberbullying behavior. Students who experienced stronger feelings of worthlessness tended to demonstrate a greater tendency to engage in cyberbullying. These findings indicate that efforts to address cyberbullying should not focus solely on observable behavior but should also consider students’ psychological conditions, particularly their perceptions of self-worth. Schools and guidance and counseling teachers should develop services that help students build positive self-worth, regulate their emotions, and use social media in a healthy and responsible manner. Future studies are encouraged to examine other factors associated with cyberbullying behavior, including self-control, emotion regulation, empathy, social support, and parenting styles. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan media sosial di kalangan remaja yang turut memunculkan perilaku cyberbullying. Salah satu faktor psikologis yang diduga berkaitan dengan perilaku tersebut adalah perasaan tidak berharga, yaitu penilaian negatif individu terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perasaan tidak berharga dan perilaku cyberbullying pada siswa SMP Negeri 9 Banjarmasin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 141 siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala perasaan tidak berharga dan skala perilaku cyberbullying dengan format skala Likert. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara perasaan tidak berharga dan perilaku cyberbullying pada siswa. Semakin tinggi perasaan tidak berharga yang dialami siswa, semakin tinggi pula kecenderungannya untuk melakukan cyberbullying. Temuan ini menunjukkan bahwa penanganan cyberbullying tidak cukup hanya berfokus pada perilaku yang tampak, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis siswa, khususnya penilaian terhadap keberhargaan dirinya. Sekolah dan guru Bimbingan dan Konseling perlu mengembangkan layanan yang membantu siswa membangun penghargaan diri, mengelola emosi, dan menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor lain yang berkaitan dengan perilaku cyberbullying, seperti kontrol diri, regulasi emosi, empati, dukungan sosial, dan pola asuh keluarga.
Pengaruh Musik Pop Terhadap Suasana Hati Generasi Z Nadiah Khasanah Putri; Ririanti Rachmayanie Jamain; Eklys Cheseda Makaria
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.669

Abstract

Musik pop merupakan salah satu genre musik yang banyak diminati oleh Generasi Z dan sering digunakan sebagai sarana hiburan maupun pengelolaan emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran musik pop, gambaran suasana hati, serta pengaruh musik pop terhadap suasana hati Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian kausal-komparatif. Populasi penelitian berjumlah 362 siswa kelas X dan XI SMA Negeri 12 Banjarmasin dengan sampel sebanyak 190 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa skala musik pop yang disusun oleh peneliti dan skala suasana hati menggunakan Positive and Negative Affect Schedule (PANAS) yang dikembangkan oleh Watson et al. (1988). Analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musik pop berada pada kategori sedang dengan frekuensi 73 responden (38%), sedangkan suasana hati berada pada kategori sedang dengan frekuensi 106 responden (56%). Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,464 (>0,05) dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,003. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara musik pop terhadap suasana hati Generasi Z. Musik pop hanya memberikan kontribusi sebesar 0,3% terhadap suasana hati, sedangkan 99,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.
Enhancing Quality of Guidance and Counseling in Vocational Schools: Testing the Effectiveness of Evaluation Instruments Based on the CIPP Model Muhammad Andri Setiawan; Nina Permata Sari; Eklys Cheseda Makaria; Najwa Shabrina Dinanty; Gazali Rahman
PAEDAGOGIA Vol 27, No 1 (2024): PAEDAGOGIA Jilid 27 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/paedagogia.v27i1.84673

Abstract

This study assesses the CIPP (Context, Input, Process, Product) model's effectiveness in evaluating guidance and counseling programs within the Merdeka curriculum of Vocational High Schools. Collaborating with three experts—guidance and counseling specialists, educational technology experts, and practitioner teachers—the research employs assessment tests and pre-test/post-test questionnaires for 10 Guidance and Counseling Teachers at Vocational High School 3 Banjarmasin. Evaluation results, covering general, specific, and material aspects, show a high level of agreement among the three evaluators. General evaluation exhibits high reliability (ICC = 0.750), and thorough and material evaluations demonstrate high reliability with ICC values of 0.794 each. The trial of 10 Guidance and Counseling Teachers reveals a significant improvement in their evaluation skills after implementing the CIPP model. Average post-test results are notably higher than pre-test, highlighting the positive impact of the CIPP evaluation model on enhancing these skills. The research concludes that the CIPP evaluation model is reliable and consistent in measuring guidance and counseling program effectiveness in the Merdeka curriculum of Vocational High Schools. Empirical and theoretical support establishes a strong foundation for considering future implementation of the CIPP model in educational program evaluations. This model's application is anticipated to elevate the quality and relevance of educational programs, particularly in the context of guidance and counseling in Vocational High Schools, with potential practical and managerial benefits.
Hubungan Pola Asuh Permissive Indifferent dan Quarter Life Crisis Pada Mahasiswa Generasi Z Arba Atus Sakinah; Sulistiyana Sulistiyana; Eklys Cheseda Makaria
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14, No 1 (2026): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v14i1.116585

Abstract

Peningkatan gejala quarter life crisis pada generasi Z dalam masa transisi menuju dewasa diduga berkaitan dengan pola asuh permissive indifferent yang menunjukkan rendahnya keterlibatan emosional orang tua. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan antara pola asuh permissive indifferent dan quarter life crisis pada mahasiswa generasi Z. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional, penelitian dilakukan pada 432 mahasiswa FKIP Universitas Lambung Mangkurat yang dipilih melalui stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket berbasis google form dan dianalisis dengan korelasi Spearman. Hasil menunjukkan hubungan positif yang kuat dan signifikan antara pola asuh permissive indifferent dan quarter life crisis (ρ = 0,788; p &lt; 0,001). Artinya, semakin tinggi pola asuh permissive indifferent, semakin tinggi kecenderungan quarter life crisis. Implikasi penelitian menekankan pentingnya keterlibatan emosional dan pengawasan orang tua serta perlunya pendampingan psikologis bagi mahasiswa. Penelitian selanjutnya disarankan menelaah faktor lain, seperti dukungan sosial, resiliensi, dan kesiapan karier.
Mapping Adolescent Cyberbullying in Wetland Communities: An Ecological Analysis Based on Bronfenbrenner’s Theory Nina Permata Sari; Muhammad Andri Setiawan; Eklys Cheseda Makaria; Hendro Yulius Suryo Putro; Daniar Gunawan Saputra; Pramudya Ananda
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 01 (2026): January 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i01.8523

Abstract

This research is important because the increasing cases of cyberbullying among adolescents, particularly vocational high school students in wetland communities, pose serious risks to their psychological Well-being and social relationships. The study aims to map the characteristics, influencing factors, and interaction patterns within adolescents’ social systems in cases of cyberbullying, using Bronfenbrenner’s ecological theory. A total of 798 vocational students in South Kalimantan participated in the study. Data were collected using a Likert-scale questionnaire grounded in five ecological systems, validated through expert review and Exploratory Factor Analysis (KMO > 0.5; factor loading > 0.5), with Cronbach’s Alpha > 0.70. Data were analysed using SPSS 25 with descriptive, correlation, and factor analyses. The findings reveal that the microsystem, particularly peer relationships and social media interactions, is the most dominant determinant of cyberbullying behaviour in wetland communities. Keywords: cyberbullying prevention, digital literacy education, quality education, peaceful and inclusive societies
HUBUNGAN BYSTANDER EFFECT DENGAN PERILAKU BULLYING PADA SISWA SMA NEGERI 8 BANJARMASIN Siti Nurfaizah; Muhammad Andri Setiawan; Eklys Cheseda Makaria
Al-Irsyad: Jurnal Pendidikan dan Konseling Vol 16, No 2 (2026): Edisi Juli - Desember 2026
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/al-irsyad.v16i2.30217

Abstract

Bullying merupakan salah satu permasalahan yang masih sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat memberikan dampak negatif bagi perkembangan siswa. Keberadaan bystander sebagai saksi dalam peristiwa bullying memiliki peran penting karena dapat memengaruhi keberlangsungan perilaku bullying. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bystander effect dengan perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 8 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 311 siswa kelas XI. Sampel penelitian berjumlah 175 siswa kelas XI yang dihitung menggunakan rumus Slovin dan dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket online berupa Google Form untuk variabel bystander effect dan variabel perilaku bullying. Data kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif antara bystander effect dengan perilaku bullying dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0,573 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa siswa yang cenderung berperan sebagai pengamat saat menyaksikan bullying memiliki kecenderungan yang lebih rendah untuk terlibat langsung sebagai pelaku bullying.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DAN RESILIENSI PENONTON DRAMA TWENTY-FIVE TWENTY-ONE Joya Aulia Al Maidila; Eklys Cheseda Makaria; Novitawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.48808

Abstract

Korean drama is one type of entertainment that is very popular, which not only presents stories, but also represents life experiences that are relevant to its viewers. However, research that examines the role of drama viewing in relation to psychological aspects, especially resilience influenced by social support, is still limited. This study aims to determine the relationship between social support and resilience among viewers of the drama Twenty-Five Twenty-One. The method used in this study is a quantitative approach with a correlational method. The research subjects consisted of 129 respondents aged 13–50 years who had watched at least 75% of the episodes, selected through a purposive sampling technique. Data were collected using an online questionnaire consisting of a social support scale based on the theory of Sidney Cobb (1976) and a resilience scale, the Brief Resilience Scale by Smith et al. (2008). Data analysis was conducted using the Pearson correlation test. The results of the study show that there is a positive and significant relationship between social support and resilience (r = 0.333; p < 0.05). These findings show that social support plays a role in increasing resilience, and indicate that drama media can be a means of reflection that contributes to strengthening mental resilience in the context of counseling.