Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL CATATAN ANAK SEKOLAH (JAMET CIRCLE) KARYA LIZA Alfina Ika Rahmasari; Ita Kurnia; Fanny Nur Agusti; Stevany Violanita
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.444

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi campur kode dalam novel “Catatan Anak Sekolah (Jamet Circle)” melalui pendekatan sosiolinguistik. Fokus penelitian ini adalah mengidentifikasi unsur dan fenomena kebahasaan berupa campur kode yang terdapat dalam bentuk deskripsi, narasi, dan dialog novel. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang mengandung campur kode dikumpulkan melalui observasi non-partisipan dengan membaca dan mencatat secara teliti.  Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data secara mendalam, menghasilkan deskripsi detail mengenai penggunaan campur kode dalam novel. Teknik studi pustaka diterapkan untuk memperkaya analisis dengan membandingkan data temuan dengan literatur relevan tentang sosiolinguistik. Analisis non-statistik digunakan untuk mengolah data, mengkroscek, membuat kesimpulan sementara, membandingkan dengan data baru, dan akhirnya menghasilkan kesimpulan akhir mengenai bentuk dan fungsi campur kode dalam novel.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL "KISAH UNTUK GERI" KARYA ERISCA FEBRIANI Cici Utha Dewi; Ita Kurnia; Icha Aprilia; Vellin Surya Meilina Putri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.445

Abstract

Sosiolinguistik adalah disiplin yang mengaji penggunaan bahasa dalam konteks sosial masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali seseorang mencampuradukkan berbagai bahasa dan mengalihkan penggunaan bahasa dari satu ke yang lain, tergantung pada perubahan situasi, baik itu dari formal ke informal atau sebaliknya. Fenomena ini dikenal sebagai perubahan kode dan campur kode (Chaer dan Agustina, 2014:2). Selain terjadi dalam interaksi sehari-hari, campur kode juga dapat ditemukan dalam karya sastra, termasuk dalam buku ini. Contoh buku "Kisah Untuk Geri" juga menggunakan campur kode, yang ditulis oleh Erisca Febriani. Novel ini menggambarkan perjalanan hidup dan percintaan Geri dan Dinda dalam mencari kedamaian dan makna dalam kehidupan mereka yang tercerai-berai. Dengan sentuhan naratif yang penuh empati dan kompleksitas karakter yang mendalam, “Kisah untuk Geri” mengajak pembaca untuk menyelami liku-liku kehidupan dan perjuangan mencari cinta yang sejati. Dalam buku ini ini, penulis memanfaatkan campur kode untuk menciptakan efek dramatis, realistis, dan lucu dalam ceritanya. Selain itu, penulis juga menggunakan campur kode untuk menggambarkan karakter, latar belakang, dan konflik tokoh-tokohnya. Analisis ini menggunakan pendektan deskriptif kualitatif, dimana data-data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar dan bukan angka. Terdapat tiga bahasa yang digunakan dalam buku ini, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jawa. Berdasarkan hasil penelitian tentang campur kode pada novel “Kisah Untuk Geri” karya Erisca Febriani bahwa ditemukan campur kode ke dalam dan campur kode ke luar.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “APHRODITE, ADAKAH AKU DIHATIMU” KARYA ALFIDA FAWAZI Amalina Putri Nafindhiya; Ita Kurnia; Rinaldi Sulfikar Akhmal
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.446

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena campur kode yang terdapat pada novel “APHRODITE, Adakah aku dihatimu” karya Alfida fawazi yaitu campur kode ke luar (outer mixing code). Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan fokus pada campur kode ke luar yang melibatkan penggunaan bahasa Inggris sebagai tambahan bahasa dalam bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Peneliti menemukan dua wujud campur kode yaitu campur kode dalam bentuk kata dan campur kode dalam bentuk frasa. Data yang dikumpulkan menggunakan tipe studi dokumen (document studies) dengan teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat dengan cara membaca keseluruhan isi novel dan mencatat bagian-bagian terpenting sesuai tujuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sejumlah kurang lebih 23 data kode campur ke luar dengan rincian 15 data kode campur berbentuk kata dan 8 data kode campur berbentuk frasa. Alasan penulis mencampur bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris dalam novelnya karena penulis menyesuaikan dengan rentang waktu usia pembaca yang direkomendasikan yaitu pada usia SMP-SMA serta kehidupan karakter para tokoh yang diceritakan sebagian besar adalah remaja masa kini.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA NOVEL “SAME CAMPUS WITH WIFE” KARYA FARAH FIDA KARINA Arin Zulfaida; Ita Kurnia; Sagita Dewi Anggraini; Jeane Elvira Devinta Sari
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.447

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena alih kode dan campur kode dalam novel "Same Campus With Wife" karya Farah Fida Karina. Novel ini menggambarkan kehidupan mahasiswa dengan penggunaan bahasa Indonesia dan Inggris yang bergantian. Alih kode dan campur kode tidak hanya memperkaya bahasa, tetapi juga mencerminkan identitas dan strategi komunikasi karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data berupa tuturan yang mengandung alih kode dan campur kode dikumpulkan melalui analisis isi novel. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan tuturan berdasarkan domain dan fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode digunakan untuk berbagai tujuan, seperti memperjelas deskripsi, menunjukkan keahlian, menciptakan keakraban, dan mencerminkan identitas. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang fenomena alih kode dan campur kode dalam konteks sastra, serta implikasi sosial dan budayanya.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA NOVEL LOVESTRUCK KARYA EXSHA ANNISA FITRI Inggrit Khusnul Inayah; Ita Kurnia; Meilina Nur Farida; Putri Alvilia Febrianti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.449

Abstract

Novel "Lovestruck" karya Exsha Annisa Fitri menampilkan fenomena alih kode dan campur kode sebagai cerminan dinamika sosial dan budaya karakter-karakternya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan tematik ini menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam novel tersebut, dengan fokus pada konteks sosial dan budaya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode digunakan untuk menggambarkan situasi sosial, menciptakan karakterisasi yang kaya, dan menekankan tema-tema penting seperti identitas, modernitas, dan keanekaragaman dua budaya. Penggunaan bahasa Betawi, Inggris, dan Arab mencerminkan pengaruh budaya yang beragam dalam kehidupan karakter. Alih kode dan campur kode bukan hanya sekadar pilihan linguistik, tetapi juga representasi identitas dan pengalaman sosial karakter dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL DAGO SETELAH HUJAN KARYA SKYSPHIRE Nanda Yudha Karisma; Ita Kurnia; Mutiara Luh Ponda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.450

Abstract

Penelitian ini menganalisis fenomena campur kode dalam novel "Dago Setelah Hujan" karya Skysphire. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana dan mengapa penggunaan campur kode terjadi dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk campur kode serta memahami fungsi campur kode dalam novel. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan dokumenter untuk pengumpulan data dan analisis struktural untuk analisis data. Data dikumpulkan dengan membaca teks novel secara menyeluruh dan mencatat bagian-bagian yang relevan dengan campur kode. Data kemudian diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dideskripsikan setiap bentuk campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campur kode dalam novel mencerminkan keragaman budaya dan latar belakang sosial karakter-karakternya. Campur kode ke bahasa Inggris menunjukkan fleksibilitas dan kompleksitas karakter, sementara campur kode dengan bahasa lokal seperti Jawa dan Arab menambah kedalaman pada dialog. Penggunaan campur kode ini memperkaya gaya bahasa dan menggambarkan realitas sosial yang dinamis. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami keragaman bahasa dan budaya dalam menciptakan karakter yang autentik dan menarik dalam karya sastra. Dengan demikian, novel ini tidak hanya mencerminkan kehidupan sehari-hari tetapi juga menunjukkan pentingnya integrasi budaya dalam komunikasi.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL 4 MASA 1 MIMPI KARYA AGAM FACHRUL Dinda Wulansari; Ita Kurnia; Lana Alivia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.451

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena alih kode dan campur kode dalam novel "4 Masa 1 Mimpi" karya Agam Fachrul, serta menganalisis maknanya dalam konteks sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa penggalan teks novel yang menunjukkan alih kode dan campur kode, dikumpulkan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian yang relevan. Teknik analisis meliputi identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi fragmen teks yang mengandung fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan berbagai bentuk alih kode dan campur kode yang melibatkan bahasa Inggris, Arab, Sunda dan bahasa Indonesia Gaul. Makna dari alih kode dan campur kode dalam konteks novel ini mencakup penunjukan identitas penutur, hubungan sosial, situasi cerita, dan penciptaan efek estetis. Penelitian ini menegaskan bahwa alih kode dan campur kode adalah fenomena umum dalam bahasa, termasuk dalam karya sastra, yang memberikan wawasan mendalam mengenai konteks sosiokultural di mana karya sastra tersebut dihasilkan.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA NOVEL SANG PENANTANG BADAI KARYA WINNY RACA Adinda Rahmadatul Auliya; Ita Kurnia; Imelda Angelina Wibowo; Diya Mei Linda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.453

Abstract

Penelitian ini menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam novel "Sang Penantang Badai" karya Winny Raca. Alih kode terjadi ketika karakter dalam percakapan beralih antara bahasa atau dialek yang berbeda, sedangkan campur kode terjadi saat karakter menggunakan dua atau lebih bahasa dalam satu kalimat atau percakapan. Fenomena ini tidak hanya memperkaya karakterisasi tetapi juga mencerminkan kompleksitas sosiolinguistik dalam cerita. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, yang memfokuskan pada pengumpulan dan analisis data dari teks-teks tertulis, khususnya novel tersebut. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan secara detail penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang menggambarkan alih kode dan campur kode. Pandangan Sudarja & Harapan (2019) dan Hymes (2021) tentang alih kode mendukung pemahaman bahwa fenomena ini dipicu oleh perubahan situasi atau partisipasi, sedangkan Muysken (2000 dalam Harya, 2018) menjelaskan bahwa campur kode mencakup penggunaan dua bahasa tanpa adanya perubahan situasi, termasuk penggabungan leksikon dan gramatika. Dalam novel ini, dari total 283 contoh penggunaan kode, campur kode mendominasi dengan 92.93%, sementara alih kode hanya mencakup 7.07%, menggambarkan kecenderungan karakter dalam menggunakan campur bahasa dalam berinteraksi sehari-hari.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL “GALAKSI KEJORA” KARYA POPPI PERTIWI Muhammad Adzam; Ita Kurnia; Ahmad Daris Yuwana; Briyan Agus Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.459

Abstract

Penelitian ini menyelidiki fenomena yang ditemukan dalam buku Poppi Pertiwi "Galaksi Kejora" yang berkaitan dengan alih kode dan campur kode. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan, menganalisis, dan menjelaskan bentuk alih dan campur kode yang ada dalam novel tersebut, serta memahami fungsi dan komponen yang mendorong gejala kebahasaan. Untuk sampel data, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih kutipan kalimat percakapan yang relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memiliki sebelas kutipan alih kode dan sembilan kutipan campur kode. Alih kode sering terjadi karena perubahan lingkungan atau untuk menegaskan identitas sosial dan budaya. Sebaliknya, campur kode terjadi ketika penutur menggunakan bahasa secara dominan dan menyertakan elemen bahasa lain untuk mendukung ekspresi mereka.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL “YANG FANA ADALAH WAKTU” Amalia Khoiruna; Ita Kurnia; Salsabilla Nasywa Imtiaz; Nadia Puspita Ningrum
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v7i2.460

Abstract

Novel “Yang Fana Itu Waktu” karya Sapardi Djoko Damono sebagai penutup Trilogi Hujan Juni menyajikan kisah cinta Pingkan dan Sarwono yang diwarnai perpisahan, penantian, dan reuni. Di balik kisah romantis tersebut terdapat fenomena menarik dalam penggunaan bahasa, yaitu campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena campur kode dalam novel “What is Mortal is Time”. Tujuan nya adalah untuk menganalisis jenis-jenis campur kode yang digunakan dalam novel, mengidentifikasi fungsi campur kode dalam konteks novel, menafsirkan makna campur kode dalam kaitannya dengan hubungan kebahasaan, identitas dan makna dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks. Dari data yang disajikan, peneliti memperoleh 26 kata dalam bahasa Jawa dan 3 kata dalam bahasa Batak, di luar 7 kata dalam bahasa Jepang dan 14 kata dalam bahasa Inggris.
Co-Authors Abdul Aziz Hunaifi Adinda Bilghis Salsabilla Adinda Rahmadatul Auliya Agustina Hilapok Ahmad Daris Yuwana Alfi Laila Alfi Laila, Alfi Alfina Ika Rahmasari Alif Umul Islam Alvin Tri Aldianata Alvin Vikiantika Alvina Venty Vaticasary Amalia Khoiruna Amalina Putri Nafindhiya Anisa Rahayuningtyas Arin Zulfaida Ayundha Destine Resti Anandi Briyan Agus Nugroho Cici Utha Dewi Den Ayu Putri Pandan Sari Den Ayu Putri Pandan Sari Dewi Safitri Dhian Dwi Nur Wenda Dhian Dwi Nur Wenda, Dhian Dwi Nur Dina Arina Dina Lusiana Dinda Triszira Dinda Wulansari Dita Fatma Rianti Diya Mei Linda Dwi Novia Rachmawati Dwi Novia Rachmawati Endang Sri Mujiwati Eryn Tri Lastyanggun Eunike Ersa Pebrianti Fajar Riyani Fanny Nur Agusti Felisa Putri Hariyani Fernanda Indra Bhakti Icha Aprilia Ika Puspita Sari Imelda Angelina Wibowo Imelia Febriantini Inggrit Khusnul Inayah Inka Risky Meylani Jeane Elvira Devinta Sari Kirani Roudhatul Jannah Krisna Prasetya Eskanda Kukuh Andri Aka Lana Alivia Lusi Astika Desanti Meilina Nur Farida Mohammad Heru Dwi Kurniawan Muhammad Adzam Muhammad Alfa Mutiara Luh Ponda Nadia Puspita Ningrum Nadya Metha Ananda Nanda Yudha Karisma Natasya Dewi Amelia Nella Renata Firlian Noureza Wirawan Novi Chandra Ayu Rahmawati Novi Nitya Santi Putri Alvilia Febrianti Quwini Yogi Lestari Rada Wijayana Rahmadhania Putri Novitasari Rinaldi Sulfikar Akhmal Riska Yulianti Rofiudin Ananda Rizky Alfiano Rois Rahmat Kurnia Ronny Mahardika Sagita Dewi Anggraini Salma Verlicya Salsabilla Nasywa Imtiaz Salsabina Putri Prasetyowati Sanya Najwa Almayda Septiana Rofika Sari Sheyla Nur Anggraini Siken Agil Wiganata Sindy Auliarahma Berlianty Siti Yusmia Rahayu Stevany Violanita Syiefa Aprilia Lestari Try Anisa Febriana Umi Lina Adibatul Karimah Vellin Surya Meilina Putri Via Nurdiana Dewi Wafiq Nurlaili Wahid Ibnu Zaman Wynona Bulan Maharani Yunita Riza Kurnia Krismayanti