Articles
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA NOVEL LOVESTRUCK KARYA EXSHA ANNISA FITRI
Inggrit Khusnul Inayah;
Ita Kurnia;
Meilina Nur Farida;
Putri Alvilia Febrianti
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.449
Novel "Lovestruck" karya Exsha Annisa Fitri menampilkan fenomena alih kode dan campur kode sebagai cerminan dinamika sosial dan budaya karakter-karakternya. Penelitian kualitatif dengan pendekatan tematik ini menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam novel tersebut, dengan fokus pada konteks sosial dan budaya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alih kode dan campur kode digunakan untuk menggambarkan situasi sosial, menciptakan karakterisasi yang kaya, dan menekankan tema-tema penting seperti identitas, modernitas, dan keanekaragaman dua budaya. Penggunaan bahasa Betawi, Inggris, dan Arab mencerminkan pengaruh budaya yang beragam dalam kehidupan karakter. Alih kode dan campur kode bukan hanya sekadar pilihan linguistik, tetapi juga representasi identitas dan pengalaman sosial karakter dalam menghadapi kompleksitas dunia modern.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL DAGO SETELAH HUJAN KARYA SKYSPHIRE
Nanda Yudha Karisma;
Ita Kurnia;
Mutiara Luh Ponda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.450
Penelitian ini menganalisis fenomena campur kode dalam novel "Dago Setelah Hujan" karya Skysphire. Masalah utama yang dibahas adalah bagaimana dan mengapa penggunaan campur kode terjadi dalam novel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk-bentuk campur kode serta memahami fungsi campur kode dalam novel. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan dokumenter untuk pengumpulan data dan analisis struktural untuk analisis data. Data dikumpulkan dengan membaca teks novel secara menyeluruh dan mencatat bagian-bagian yang relevan dengan campur kode. Data kemudian diidentifikasi, diklasifikasikan, dan dideskripsikan setiap bentuk campur kode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan campur kode dalam novel mencerminkan keragaman budaya dan latar belakang sosial karakter-karakternya. Campur kode ke bahasa Inggris menunjukkan fleksibilitas dan kompleksitas karakter, sementara campur kode dengan bahasa lokal seperti Jawa dan Arab menambah kedalaman pada dialog. Penggunaan campur kode ini memperkaya gaya bahasa dan menggambarkan realitas sosial yang dinamis. Penelitian ini menekankan pentingnya memahami keragaman bahasa dan budaya dalam menciptakan karakter yang autentik dan menarik dalam karya sastra. Dengan demikian, novel ini tidak hanya mencerminkan kehidupan sehari-hari tetapi juga menunjukkan pentingnya integrasi budaya dalam komunikasi.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL 4 MASA 1 MIMPI KARYA AGAM FACHRUL
Dinda Wulansari;
Ita Kurnia;
Lana Alivia
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.451
Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena alih kode dan campur kode dalam novel "4 Masa 1 Mimpi" karya Agam Fachrul, serta menganalisis maknanya dalam konteks sosial budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data penelitian berupa penggalan teks novel yang menunjukkan alih kode dan campur kode, dikumpulkan dengan membaca secara cermat dan mencatat bagian-bagian yang relevan. Teknik analisis meliputi identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi fragmen teks yang mengandung fenomena tersebut. Hasil penelitian menunjukkan berbagai bentuk alih kode dan campur kode yang melibatkan bahasa Inggris, Arab, Sunda dan bahasa Indonesia Gaul. Makna dari alih kode dan campur kode dalam konteks novel ini mencakup penunjukan identitas penutur, hubungan sosial, situasi cerita, dan penciptaan efek estetis. Penelitian ini menegaskan bahwa alih kode dan campur kode adalah fenomena umum dalam bahasa, termasuk dalam karya sastra, yang memberikan wawasan mendalam mengenai konteks sosiokultural di mana karya sastra tersebut dihasilkan.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE PADA NOVEL SANG PENANTANG BADAI KARYA WINNY RACA
Adinda Rahmadatul Auliya;
Ita Kurnia;
Imelda Angelina Wibowo;
Diya Mei Linda
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.453
Penelitian ini menganalisis penggunaan alih kode dan campur kode dalam novel "Sang Penantang Badai" karya Winny Raca. Alih kode terjadi ketika karakter dalam percakapan beralih antara bahasa atau dialek yang berbeda, sedangkan campur kode terjadi saat karakter menggunakan dua atau lebih bahasa dalam satu kalimat atau percakapan. Fenomena ini tidak hanya memperkaya karakterisasi tetapi juga mencerminkan kompleksitas sosiolinguistik dalam cerita. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, yang memfokuskan pada pengumpulan dan analisis data dari teks-teks tertulis, khususnya novel tersebut. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan secara detail penggunaan kata, kalimat, dan paragraf yang menggambarkan alih kode dan campur kode. Pandangan Sudarja & Harapan (2019) dan Hymes (2021) tentang alih kode mendukung pemahaman bahwa fenomena ini dipicu oleh perubahan situasi atau partisipasi, sedangkan Muysken (2000 dalam Harya, 2018) menjelaskan bahwa campur kode mencakup penggunaan dua bahasa tanpa adanya perubahan situasi, termasuk penggabungan leksikon dan gramatika. Dalam novel ini, dari total 283 contoh penggunaan kode, campur kode mendominasi dengan 92.93%, sementara alih kode hanya mencakup 7.07%, menggambarkan kecenderungan karakter dalam menggunakan campur bahasa dalam berinteraksi sehari-hari.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL “GALAKSI KEJORA” KARYA POPPI PERTIWI
Muhammad Adzam;
Ita Kurnia;
Ahmad Daris Yuwana;
Briyan Agus Nugroho
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.459
Penelitian ini menyelidiki fenomena yang ditemukan dalam buku Poppi Pertiwi "Galaksi Kejora" yang berkaitan dengan alih kode dan campur kode. Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan, menganalisis, dan menjelaskan bentuk alih dan campur kode yang ada dalam novel tersebut, serta memahami fungsi dan komponen yang mendorong gejala kebahasaan. Untuk sampel data, penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik purposive sampling untuk memilih kutipan kalimat percakapan yang relevan dari novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memiliki sebelas kutipan alih kode dan sembilan kutipan campur kode. Alih kode sering terjadi karena perubahan lingkungan atau untuk menegaskan identitas sosial dan budaya. Sebaliknya, campur kode terjadi ketika penutur menggunakan bahasa secara dominan dan menyertakan elemen bahasa lain untuk mendukung ekspresi mereka.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL “YANG FANA ADALAH WAKTU”
Amalia Khoiruna;
Ita Kurnia;
Salsabilla Nasywa Imtiaz;
Nadia Puspita Ningrum
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.460
Novel “Yang Fana Itu Waktu” karya Sapardi Djoko Damono sebagai penutup Trilogi Hujan Juni menyajikan kisah cinta Pingkan dan Sarwono yang diwarnai perpisahan, penantian, dan reuni. Di balik kisah romantis tersebut terdapat fenomena menarik dalam penggunaan bahasa, yaitu campur kode. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena campur kode dalam novel “What is Mortal is Time”. Tujuan nya adalah untuk menganalisis jenis-jenis campur kode yang digunakan dalam novel, mengidentifikasi fungsi campur kode dalam konteks novel, menafsirkan makna campur kode dalam kaitannya dengan hubungan kebahasaan, identitas dan makna dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks. Dari data yang disajikan, peneliti memperoleh 26 kata dalam bahasa Jawa dan 3 kata dalam bahasa Batak, di luar 7 kata dalam bahasa Jepang dan 14 kata dalam bahasa Inggris.
ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL “TODAY I MISS YOU” KARYA @NA.RUSMAYANTI
Rofiudin Ananda Rizky Alfiano;
Ita Kurnia;
Ronny Mahardika
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v7i2.464
Penelitian ini mengkaji fenomena alih kode dan campur kode dalam novel “Today I Miss You” karya @na.rusmayanti. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi dokumen, peneliti membaca dan mencatat bagian-bagian novel yang memperlihatkan fenomena tersebut. Hasilnya menunjukkan banyak terjadi alih kode dan campur kode dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris, Sunda, dan Arab. Fenomena ini mencerminkan keragaman bahasa di Indonesia dan menggarisbawahi pentingnya pemahaman dan menghargai perbedaan bahasa dalam komunikasi global.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Bersuara Materi Menggali Informasi pada Fabel untuk Siswa Kelas II SDN Tiron 4
Diah Puspita Sari;
Ita Kurnia;
Nurita Primasatya
Jurnal Simki Postgraduate Vol 3 No 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29407/jspg.v3i1.549
A needs analysis was carried out with the aim of determining the need for developing pop-up book learning media with sound material to explore information on fables for class II students at SDN Tiron 4. The method used in this research was descriptive analysis. The data collection technique used was a questionnaire on learning media development needs given to 27 students at SDN Tiron 4. The results of the questionnaire in the first aspect obtained a percentage of 67%, students stated that they had difficulty understanding the material in exploring information from fables. The second aspect states that 30% of students are not interested in the material to explore information from fables presented by the teacher. The third aspect states that 74% of students feel bored when teachers teach material to explore information from fables only by reading text from thematic books. The fourth aspect states that 81% of students need learning media on the material of exploring information from fables. The fifth aspect stated that 89% of students agreed if pop-up book media with sound based on three dimensions and audio visuals was developed. Based on the results of the questionnaire, it shows a positive response, meaning that it is necessary to develop pop-up book learning media with sound material that explores information in fables.
Pengembangan Media Pembelajaran Board Game Aksara Jawa Kelas III SDN 2 Bandung Prambon
Deviyanti Widyaningrum;
Erwin Putera Permana;
Ita Kurnia
Jurnal Simki Postgraduate Vol 3 No 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29407/jspg.v3i1.551
Javanese is the language we use in everyday life. This must be preserved and studied by the nation's future young generation so that this culture is not eroded by foreign culture. Many students think that the Javanese script material is very difficult. This is because there is no Javanese script learning media available that supports learning, students think that the Javanese script material is very difficult, and students also find it difficult to memorize and read Javanese script letters because they are not used to writing and reading Javanese script and Javanese script letters have several similarities. one letter to another. This research aims to determine the importance of Javanese script board game learning media for class III. The type of research is the development research method or RnD (Research and Development) and the techniques used for data collection are observation, questionnaires, tests, documentation. At SDN 2 Bandung, Prambon researchers distributed questionnaires to several parties. The learning media developed is a Javanese script board game. This media has gone through a validation stage carried out by media expert validation and material expert validation. Based on the validation results, media experts obtained a validity percentage of 83% and material expert validation obtained a percentage of 97%. From these two validations, the final validity score was 90%, the validity criteria were in the range 81.00%-100.00% with a validation level of "very valid". The practicality results of the teacher response questionnaire were 91%, while the student response questionnaire was 82% in the limited test and 91% in the wide scale test. The results of the two questionnaires are in the range 81.00% -100.00% in the very practical category. Effectiveness is determined from the completeness of student learning after using learning media. There are 17 students who have achieved learning completion with scores above the KKM. Based on this research, the Javanese script board game learning media is valid and suitable for use in learning, and the board game media can also support Javanese script learning.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL “BANDUNG AFTER RAIN” KARYA WULAN NUR AMALIA
Ainaya Al Fatika;
Ita Kurnia;
Alfina Nurkholida;
Sabrina Shela Septiana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36277/basataka.v8i1.635
Campur kode adalah variasi bahasa dalam suatu tulisan. Campur kode terdiri dari dua jenis, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Campur kode ke dalam adalah gabungan antara bahasa nasional dan lokal, sedangkan campur kode ke luar adalah gabungan antara bahasa nasional dan asing. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan 54 data campur kode yang terdiri dari 10 campur kode ke dalam berupa bahasa Jawa dan Sunda, serta 44 campur kode ke luar berupa bahasa Inggris. Penggunaan campur kode dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai variasi gaya bahasa, tetapi juga untuk memperkuat karakter, menggambarkan latar sosial dan budaya, serta mencerminkan realitas kebahasaan masyarakat global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian sosiolinguistik dan memahami peran bahasa dalam karya sastra serta budaya.