Claim Missing Document
Check
Articles

Pengembangan Media Pembelajaran Board Game Aksara Jawa Kelas III SDN 2 Bandung Prambon Deviyanti Widyaningrum; Erwin Putera Permana; Ita Kurnia
Jurnal Simki Postgraduate Vol 3 No 1 (2024): Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/jspg.v3i1.551

Abstract

Javanese is the language we use in everyday life. This must be preserved and studied by the nation's future young generation so that this culture is not eroded by foreign culture. Many students think that the Javanese script material is very difficult. This is because there is no Javanese script learning media available that supports learning, students think that the Javanese script material is very difficult, and students also find it difficult to memorize and read Javanese script letters because they are not used to writing and reading Javanese script and Javanese script letters have several similarities. one letter to another. This research aims to determine the importance of Javanese script board game learning media for class III. The type of research is the development research method or RnD (Research and Development) and the techniques used for data collection are observation, questionnaires, tests, documentation. At SDN 2 Bandung, Prambon researchers distributed questionnaires to several parties. The learning media developed is a Javanese script board game. This media has gone through a validation stage carried out by media expert validation and material expert validation. Based on the validation results, media experts obtained a validity percentage of 83% and material expert validation obtained a percentage of 97%. From these two validations, the final validity score was 90%, the validity criteria were in the range 81.00%-100.00% with a validation level of "very valid". The practicality results of the teacher response questionnaire were 91%, while the student response questionnaire was 82% in the limited test and 91% in the wide scale test. The results of the two questionnaires are in the range 81.00% -100.00% in the very practical category. Effectiveness is determined from the completeness of student learning after using learning media. There are 17 students who have achieved learning completion with scores above the KKM. Based on this research, the Javanese script board game learning media is valid and suitable for use in learning, and the board game media can also support Javanese script learning.
ANALISIS CAMPUR KODE PADA NOVEL “BANDUNG AFTER RAIN” KARYA WULAN NUR AMALIA Ainaya Al Fatika; Ita Kurnia; Alfina Nurkholida; Sabrina Shela Septiana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.635

Abstract

Campur kode adalah variasi bahasa dalam suatu tulisan. Campur kode terdiri dari dua jenis, yaitu campur kode ke dalam dan campur kode ke luar. Campur kode ke dalam adalah gabungan antara bahasa nasional dan lokal, sedangkan campur kode ke luar adalah gabungan antara bahasa nasional dan asing. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menghasilkan 54 data campur kode yang terdiri dari 10 campur kode ke dalam berupa bahasa Jawa dan Sunda, serta 44 campur kode ke luar berupa bahasa Inggris. Penggunaan campur kode dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai variasi gaya bahasa, tetapi juga untuk memperkuat karakter, menggambarkan latar sosial dan budaya, serta mencerminkan realitas kebahasaan masyarakat global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian sosiolinguistik dan memahami peran bahasa dalam karya sastra serta budaya.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN Dean Cahyani Akira; Ita Kurnia; Illma Asfara; Andini Dwi Maulina
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.736

Abstract

Analisis ini bertujuan untuk menyelidiki fenomena bahasa yang berupa campur kode dan alih kode dalam novel "Cantik Itu Luka" yang ditulis oleh Eka Kurniawan. Novel ini dipilih sebagai subjek analisis karena tidak hanya memiliki kekayaan naratif, tetapi juga mencerminkan realitas sosial dan sejarah masyarakat Indonesia yang memiliki beragam bahasa, terutama dalam konteks kolonialisme, perjuangan ideologi, dan dinamika budaya yang rumit. Fenomena campur kode dan alih kode dalam karya ini dianggap sebagai cerminan dari identitas, hubungan kekuasaan, serta latar belakang sosial para tokohnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui pembacaan setiap halaman, pencatatan kata yang mengandung elemen alih kode dan campur kode, serta klasifikasi berdasarkan teori sosiolinguistik. Analisis dilakukan secara terstruktur untuk mengidentifikasi bentuk, fungsi, dan konteks penggunaan campur kode serta alih kode dalam novel tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa campur kode dalam novel ini mencakup lebih dari sepuluh bahasa, baik asing maupun daerah, seperti bahasa Jawa, Inggris, Belanda, Prancis, Jepang, Arab, Sansekerta, dan lain-lain. Jenis campur kode yang ditemukan meliputi kata, frasa, serta istilah budaya yang khas dan memberikan kekuatan pada suasana cerita serta penggambaran karakter. Di sisi lain, alih kode terdeteksi dalam bentuk kalimat utuh atau potongan dialog, sering muncul dalam situasi komunikasi formal atau untuk menandai perbedaan status sosial. Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya analisis linguistik untuk memahami dimensi sosiolinguistik dalam sebuah karya sastra.
MENGANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL SUNYI ADALAH MINUMAN KERAS KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Dariani Tri Susanti; Ita Kurnia; Najhwa Dzakyya Rizqi; Ritha Hapriana
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i1.737

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan wujud campur kode dalam novel Sunyi Adalah Minuman Keras karya Sapardi Djoko Damono. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam novel tersebut tidak ditemukan alih kode, tetapi terdapat dua jenis campur kode, yaitu campur kode ke dalam (inner mixing-code) dan campur kode ke luar (outer mixing-code). Campur kode ke dalam berupa percampuran bahasa Indonesia dengan bahasa Jawa sebanyak 7 item, sedangkan campur kode ke luar melibatkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris sebanyak 28 item dan bahasa Indonesia dengan bahasa Arab sebanyak 4 item. Campur kode yang ditemukan berbentuk penyisipan kata dan frasa. Fenomena ini menggambarkan realitas sosial tokoh utama yang hidup di lingkungan modern dengan latar budaya majemuk. Campur kode digunakan untuk mempertegas makna, memperkaya kosakata, memperhalus tuturan, dan menegaskan identitas budaya serta religiusitas tokoh. Temuan ini memperlihatkan bahwa penggunaan campur kode dalam karya sastra bukan hanya sebagai hiasan bahasa, tetapi juga sebagai alat untuk membangun karakter dan suasana cerita.
ANALISIS ALIH KODE CAMPUR KODE PADA NOVEL "THANK YOU SALMA" KARYA ERISCA FEBRIANI Regita Rosa Amanda; Ita Kurnia; Kiki Mangga Rani; Marina Dwi Ratih
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk serta fungsi alih kode dan campur kode dalam novel Thank You Salma karya Erisca Febriani. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik baca, simak, dan catat terhadap kutipan dalam novel yang mengandung unsur kebahasaan tersebut. Temuan menunjukkan adanya dua bentuk campur kode, yaitu campur kode ke dalam (antara bahasa Indonesia dan bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda) serta campur kode ke luar (antara bahasa Indonesia dan bahasa asing seperti bahasa Inggris). Selain itu, ditemukan alih kode eksternal sebagai peralihan antara bahasa Indonesia dan bahasa asing. Fenomena ini mencerminkan identitas sosial tokoh, memperkaya makna naratif, serta mencerminkan realitas masyarakat multibahasa. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian sosiolinguistik dan linguistik sastra, khususnya terkait dinamika bahasa dalam karya sastra kontemporer Indonesia.
ANALISIS ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM NOVEL “HELLO” KARYA TERE LIYE Dina Dwi Ardila; Ita Kurnia; Renanda Yuniar; Pramudita Cahyaning Ratri
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.784

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah guna menguraikan ragam dan bentuk penggunaan alih kode serta campur kode yang muncul dalam novel Hello karya Tere Liye. Penelitian ini didapatkan melalui pendekatan kualitatif dan metode deskriptif. Data dikumpulkan dari dialog dan narasi dalam novel yang mengandung unsur peralihan dan pencampuran bahasa, baik dari bahasa Indonesia ke bahasa asing (terutama bahasa Inggris) maupun ke bahasa daerah seperti Jawa dan Sunda. Teknik pengumpulan data mencakup studi kepustakaan, pembacaan intensif, pencatatan, dan identifikasi elemen kebahasaan yang relevan. Temuan menunjukkan bahwa bentuk campur kode melalui kata paling sering ditemukan ialah dalam bentuk kata dan frasa berbahasa Inggris, seperti sunset, live, finalis, dan video call. Sementara itu, alih kode tampak melalui pergeseran bahasa dalam ujaran tertentu. Campur kode ke dalam juga ditemukan melalui kata-kata dari bahasa Jawa dan Sunda, seperti jadah, mbak, duh Gusti, dan mang. Fenomena ini memperlihatkan bahwa variasi bahasa dalam novel tidak hanya memperindah gaya penceritaan, tetapi juga mencerminkan latar sosial, budaya, dan identitas karakter. Penelitian ini menegaskan pentingnya kajian sosiolinguistik dalam memahami keragaman bahasa dalam karya sastra.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE PADA NOVEL “SERIBU WAJAH AYAH” KARYA NURUN ALA Riska Nikmatul Mudawamah; Ita Kurnia; Nirmala Adinia Wirasti; Malya Luven Nafila
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.793

Abstract

Penelitian ini berfokus permasalahan yang diangkat adalah bagaimana terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel berjudul Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sejalan dengan permasalahan tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan terjadinya alih kode dan campur kode dalam novel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup objek alih kode dan campur kode yang meliputi penyerapan elemen berupa kata dan frasa yang muncul dalam konteks cerita. Dalam hal ini, konteks berarti keseluruhan isi dari novel Seribu Wajah Ayah karya Nurun Ala. Sumber data adalah novel tersebut dalam bentuk utuh. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik transkripsi ortografis. Alat yang digunakan dalam penelitian ini berupa tabulasi data. Teknik analisis data yang diterapkan adalah teknik dasar, yakni Teknik Pilah Unsur Penentu yang termasuk dalam metode padan. Untuk memastikan keabsahan temuan, dilakukan pengecekan melalui triangulasi dengan ahli sosiolinguistik, yaitu Ibu Diana Maulida R. , M. Li. Temuan data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa pada alih kode terdapat tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menjelaskan sesuatu; pola yang bertujuan untuk memperkuat identitas; dan pola yang bertujuan untuk memberi perintah. Sementara itu, dalam data campur kode, yang melibatkan penyisipan elemen berupa kata dan frasa, ditemukan tiga pola, yaitu pola yang bertujuan untuk mengungkapkan perasaan; pola yang bertujuan untuk menegaskan informasi; dan pola yang bertujuan untuk mendeskripsikan situasi. Di sisi lain, data campur kode dengan penyisipan elemen berupa klausa hanya ditemukan satu pola, yaitu pola yang bertujuan untuk menyampaikan pendapat atau ajakan.
ANALISIS CAMPUR KODE DAN ALIH KODE NOVEL “MINORI MENGEJAR CINTA” KARYA VIERA FITANI Halyza Nadyatus Zahra; Ita Kurnia; Vega Putri Agustin; Ika Dewi Lathifah
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.794

Abstract

Artikel ini secara komprehensif mengkaji fenomena campur kode dan alih kode dalam novel Minori Mengejar Cinta karya Viera Fitani, dengan tujuan untuk mengungkap kontribusi kedua fenomena kebahasaan tersebut terhadap konstruksi karakter, pengembangan alur naratif, serta representasi realitas sosial dalam masyarakat. Penelitian ini menerapkan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis wacana kritis dengan sumber data utama berasal dari teks novel yang dianalisis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui analisis isi terhadap bagian-bagian teks yang mengandung gejala campur kode (code-mixing) dan alih kode (code-switching). Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan kedua strategi kebahasaan tersebut cukup menonjol, terutama melibatkan bahasa Inggris serta bahasa daerah seperti Jawa, Sunda dan Betawi. Bahasa Inggris umumnya dimanfaatkan dalam penyampaian istilah-istilah modern serta elemen budaya global, sedangkan bahasa daerah digunakan untuk menegaskan latar budaya dan identitas lokal para tokohnya. Alih kode dipahami sebagai strategi komunikasi yang adaptif, yang mencerminkan realitas masyarakat Indonesia yang multibahasa sekaligus memperkaya karakterisasi dan struktur naratif dalam karya sastra tersebut. Berdasarkan temuan ini, artikel ini merekomendasikan dilakukannya penelitian lanjutan yang menelaah lebih dalam pengaruh konteks sosial dan budaya terhadap praktik campur kode dan alih kode dalam karya sastra Indonesia kontemporer.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “PADANG BULAN” KARYA ANDREA HINATA Ajib Rahayu Widodo; Ita Kurnia; Mohammad Irfan Afifurrohman; Riyan Dwi
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena campur kode dalam novel Padang Bulan karya Andrea Hirata serta menganalisis maknanya dalam konteks sosial dan budaya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiolinguistik. Data berupa kutipan teks yang mengandung campur kode diperoleh melalui teknik baca dan catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode dalam novel ini mencakup penggunaan bahasa Melayu lokal, bahasa Inggris, serta ragam bahasa Indonesia gaul. Makna campur kode dalam novel ini menunjukkan karakterisasi tokoh, hubungan sosial, identitas budaya, dan penekanan nilai estetika dalam narasi. Fenomena ini memperlihatkan dinamika sosial masyarakat Melayu dalam konteks lokal dan global.
ANALISIS CAMPUR KODE DALAM NOVEL “MAAFKAN TUHAN, SAYA PERNAH PACARAN” Salsabila Triya Aura Cantika; Ita Kurnia; Yolanda Hikmah Pristika; Atsnia Yuladaa Syahira
Jurnal Basataka (JBT) Vol. 8 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/basataka.v8i2.848

Abstract

Penelitian ini menitikberatkan pada karya sastra sebagai media penyampai nilai-nilai kehidupan yang signifikan. Campur kode tidak hanya muncul dalam percakapan lisan, tetapi juga muncul komunikasi tertulis, seperti dalam novel “Maafkan Tuhan, Saya Pernah Pacaran” karya Robi Afrizan Saputra. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu metode pendekatan ilmiah yang bertujuan memahami fenomena sosial secara mendalam melalui uraian yang sistematis dan sesuai dengan fokus kajian dalam novel tersebut. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan adanya campur kode yang melibatkan bahasa asing seperti Bahasa Arab dan Bahasa Inggris serta bahasa daerah, yaitu Bahasa Jawa dan Bahasa Minangkabau. Dari total temuan, campur kode Bahasa Arab menjadi yang paling dominan dengan 43 kata, yang dapat dimaklumi karena novel ini berkarakter Islami, sehingga banyak menggunakan istilah keagamaan. Campur kode Bahasa Inggris ditemukan sebanyak 16 kata, umumnya berupa kosakata populer. Sementara itu, Bahasa Jawa muncul sebanyak 3 kata, dan Bahasa Minangkabau hanya 1 kata. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa campur kode dalam (inside code-mixing) seperti penyisipan istilah religius taubat, istighfar, dan zina serta campur kode luar (outside code-mixing) seperti penggunaan istilah populer berbahasa Inggris money, drink, dan sex tidak hanya memperkuat pesan moral dalam novel, tetapi juga mencerminkan realitas sosial-budaya masyarakat Indonesia yang bersifat multibahasa dan religius.
Co-Authors Abdul Aziz Hunaifi Adinda Bilghis Salsabilla Adinda Rahmadatul Auliya Agustina Hilapok Ahmad Daris Yuwana Ainaya Al Fatika Ajib Rahayu Widodo Alfi Laila Alfi Laila, Alfi Alfina Ika Rahmasari Alfina Nurkholida Alif Umul Islam Alvin Tri Aldianata Alvin Vikiantika Alvina Venty Vaticasary Amalia Khoiruna Amalina Putri Nafindhiya Andini Dwi Maulina Anisa Rahayuningtyas Arin Zulfaida Atsnia Yuladaa Syahira Ayundha Destine Resti Anandi Briyan Agus Nugroho Cici Utha Dewi Dariani Tri Susanti Dean Cahyani Akira Den Ayu Putri Pandan Sari Den Ayu Putri Pandan Sari Deviyanti Widyaningrum Dewi Safitri Dhian Dwi Nur Wenda Dhian Dwi Nur Wenda, Dhian Dwi Nur Diah Puspita Sari Dina Arina Dina Dwi Ardila Dina Lusiana Dinda Triszira Dinda Wulansari Dita Fatma Rianti Diya Mei Linda Dwi Novia Rachmawati Dwi Novia Rachmawati Endang Sri Mujiwati Erwin Putera Permana Eryn Tri Lastyanggun Eunike Ersa Pebrianti Fajar Riyani Fanny Nur Agusti Felisa Putri Hariyani Fernanda Indra Bhakti Halyza Nadyatus Zahra Icha Aprilia Ika Dewi Lathifah Ika Puspita Sari Illma Asfara Imelda Angelina Wibowo Imelia Febriantini Inggrit Khusnul Inayah Inka Risky Meylani Jeane Elvira Devinta Sari Kiki Mangga Rani Kirani Roudhatul Jannah Krisna Prasetya Eskanda Kukuh Andri Aka Lana Alivia Lusi Astika Desanti Malya Luven Nafila Marina Dwi Ratih Meilina Nur Farida Mohammad Heru Dwi Kurniawan Mohammad Irfan Afifurrohman Muhammad Adzam Muhammad Alfa Mutiara Luh Ponda Nadia Puspita Ningrum Nadya Metha Ananda Najhwa Dzakyya Rizqi Nanda Yudha Karisma Natasya Dewi Amelia Nella Renata Firlian Nirmala Adinia Wirasti Noureza Wirawan Novi Chandra Ayu Rahmawati Novi Nitya Santi Nurita Primasatya Pramudita Cahyaning Ratri Putri Alvilia Febrianti Quwini Yogi Lestari Rada Wijayana Rahmadhania Putri Novitasari Regita Rosa Amanda Renanda Yuniar Rinaldi Sulfikar Akhmal Riska Nikmatul Mudawamah Riska Yulianti Ritha Hapriana Riyan Dwi Rofiudin Ananda Rizky Alfiano Rois Rahmat Kurnia Ronny Mahardika Sabrina Shela Septiana Sagita Dewi Anggraini Salma Verlicya Salsabila Triya Aura Cantika Salsabilla Nasywa Imtiaz Salsabina Putri Prasetyowati Sanya Najwa Almayda Septiana Rofika Sari Sheyla Nur Anggraini Siken Agil Wiganata Sindy Auliarahma Berlianty Siti Yusmia Rahayu Stevany Violanita Syiefa Aprilia Lestari Try Anisa Febriana Umi Lina Adibatul Karimah Vega Putri Agustin Vellin Surya Meilina Putri Via Nurdiana Dewi Wafiq Nurlaili Wahid Ibnu Zaman Wynona Bulan Maharani Yolanda Hikmah Pristika Yunita Riza Kurnia Krismayanti