Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Hubungan Perilaku Ibu Menyusui Terhadap Teknik Menyusui Yang Benar di Bidan Praktik Swasta Elida Fitri Kecamatan Blangpidie Aceh Barat Daya 2014 Lia Anggraini; Yuliatul Muslimah
J-Kesmas: Jurnal Fakultas Kesehatan Masyarakat (The Indonesian Journal of Public Health) Vol 2, No 2 (2015): April 2015
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.367 KB) | DOI: 10.35308/j-kesmas.v2i2.1133

Abstract

Kehamilan, persalinan dan menyusui merupakan proses fisiologi yang perlu dipersiapkan oleh wanita dari pasangan subur agar dapat di lalui dengan aman. Teknik menyusui yang benar perlu dipelajari oleh setiap ibu bukan hanya ibu yang pertama kali melahirkan juga ibu yang pernah menyusui anaknya. Ini disebabkan setiap bayi yang lahir individu tersendiri. Dengan demikian ibu perlu belajar berinteraksi dengan manusia baru agar dapat sukses dalam memberikan yang terbaik bagi bayinya. Pada sebagian ibu yang tidak paham tentang teknik menyusui yang benar kegagalan menyusui sering dianggap sebagai problem pada anaknya saja, selain itu ibu sering mengeluh bayinya sering menangis atau menolak menyusui, diartikan bahwa asinya tidak cukup. Penelitian ini merupakan Penelitian analitik dengan Desain Cross Sectional dengan jumlah populasi 187 Ibu menyusui, dan sampel dalam Penelitian ini sebanyak yaitu 65 Ibu menyusui di Bidan Praktek Swasta Elida Fitri Kecamatan Blang Pidie Aceh Barat Daya. Hasil penilitian ini didapatkan dari uji statistik adanya hubungan antara pengetahuan terhadap tehnik penyusui yang benar dimana P. Value 0,01 yang berarti lebih kecil dari 0,05, ada hubungan antara sikap terhadap tehnik menyusui yang benar dengan P. Value 0,04 berarti lebih kecil dari 0,05, ada hubungan antara tindakan terhadap tehnik menyusui yang benar di mana P. Value 0,00 lebih kecil dari 0,05. Penulis menyarankan bagi Dinas Kesehatan Aceh Barat Daya dapat memberikan penyuluhan kepada ibu menyusui agar ibu dapat mengetahui tentang tehnik menyusui yang benar. Diharapkan kepada pihak Pukesmas dan Klinik Swasta yang ada hendaknya menyediakan sarana dan Poster-poster serta buku baca yang berkaitan dengan Pengetahuan Teknik menyusui.
IDENTIFICATION OF CULTIVATION MANAGEMENT AND ABIOTIC COMPONENTS IN PEOPLE’S NUTMEG PLANTATIONS IN SOUTH ACEH REGENCY Afrillah, Muhammad; Muslimah, Yuliatul; Lizmah, Sumeinika Fitria; Junita, Dewi; Harahap, Evi Julianita
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 3 No. 5 (2024): APRIL
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/ijset.v3i5.408

Abstract

Nutmeg is the leading commodity of South Aceh plantations. Cultivation management and environmental factors have an impact for optimal production. The aim of this research is to identify management and abiotic components in people's nutmeg plantations in South Aceh Regency. The methods used are interviews and direct observation on nutmeg plantation using purposive sampling to collect data of abiotic components. Location was recommended by Department Agriculture of Aceh Selaan Regency. The research parameters consist of management aspects of nutmeg cultivation and abiotic components. The results show that the average nutmeg land area is ≤1 ha, the planting pattern is agroforestry, and the planting distance is 5 x 5 m. The nutmeg seeds used are sourced from farmers' own propagation through generative propagation. On average, 50.66% of farmers do not fertilize, while the rest fertilize using NPK fertilizer (42.68%) in a spread at a dose of 1 kg/plant, and around 6% use organic fertilizer. The altitude ranges from 2.6-27.2 meters above sea level, the light intensity is 207.6-832.6 cd, the temperature is between 27.8oC-30.9 oC, and the humidity is 61-80%. The pH value is between 6.8-7, soil water content 21.78-65.52%, Nitrogent 0.10-0.43%, Phosfor 0.48-19.35, and Kalium 0.26-2.75%. In conclusion, the management of nutmeg cultivation in South Aceh Regency is still not optimal, such as planting distance, fertilization and seeding. Meanwhile, from the abiotic environmental aspect, such as light, soil pH and humidity are suitable for the growth of nutmeg. Agroforestry effects of water content and NPK elements in nutmeg plantations.
Peran Satgas Pengolahan Sampah di Pantai Suak Baru Simeulue dalam Pemanfaatan Kompos dari Daun dan Ranting untuk Produktivitas Pertanian Darsan, Herri; Suyono, Eko Agus; Nurcahyo, Raden Wisnu; Kurniawan, Adhy; Muslimah, Yuliatul; Hermi, Rudi; Haikal, Muhammad; Irja, Muhammad; Baroqah, Nuzul
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Darma Bakti Teuku Umar Vol 6, No 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/baktiku.v6i2.10799

Abstract

Suak Baru Village in Simeulue Regency, Aceh, faces challenges in waste management, particularly in the tourist area of Suak Baru Beach. This situation is exacerbated by the lack of adequate waste management facilities, leading to environmental pollution that threatens public health and the area's attractiveness to tourists. The design of this community service program aims to increase the community's preparedness for the adoption of environmentally friendly waste management technologies, specifically composting and plastic recycling methods. The activities include socialization, training, technology implementation, and program sustainability evaluation. The program's results show a significant improvement in the community’s understanding of effective waste management. The use of organic and plastic shredding technology successfully reduced waste volume and created economic value through recycled products. It is hoped that government support and active community participation will ensure the sustainability of this program for a cleaner, healthier environment and improved local economic welfare.
Respon Panjang Akar dan Jumlah Akar Tanaman Melati Putih (Jasminum Sambac L.) Terhadap Pemberian Zat Pengatur Tumbuh Alami dan Asal Stek Batang: Response of Root Length and Number of Roots of White Jasmine Plants (Jasminum Sambac L.) to the Provision of Natural Plant Growth Regulators and the Origin of Stem Cuttings Harahap, Evi Julianita; Agustinur; Chairudin; Sumeinika Fitria Lizmah; Muhammad Afrillah; Yuliatul Muslimah; Dewi Fihria
Biofarm : Jurnal Ilmiah Pertanian Vol. 21 No. 1 (2025): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v21i1.6008

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Teuku Umar di Kabupaten Aceh Barat mulai Juni sampai Agustus 2020. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 5 x 3 dengan 3 kali ulangan. Faktor yang diteliti meliputi konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami dan beberapa macam bahan stek. Faktor pertama konsentrasi berbagai zat pengatur tumbuh alami terdiri atas 5 taraf yaitu: Z0 = 0% (kontrol), Z1 = 50% ekstrak bawang merah, Z2 = 100% ekstrak bawang merah, Z3 = 50% ekstrak tauge, dan Z4 = 100% ekstrak tauge. Faktor kedua macam bahan stek terdiri dari 3 taraf yaitu: B1 = bagian pucuk cabang, B2 = bagian tengah cabang, dan B3 = bagian pangkal cabang. Apabila uji F menunjukkan pengaruh yang nyata maka akan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5% (BNT0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa zat pengatur tumbuh alami berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Asal stek batang berpengaruh nyata pada panjang akar, jumlah akar primer, dan persentase stek hidup. Perlakuan Z1 (50% ekstrak bawang merah) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer. Perlakuan B1 (bagian tengah cabang) merupakan perlakuan terbaik pada parameter panjang akar dan jumlah akar primer.