Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN, PEKERJAAN DAN PENGETAHUAN IBU DENGAN TEKNIK MENYUSUI YANG BENAR DI DESA LETEH KECAMATAN REMBANG KABUPATEN REMBANG Azzade Ellyn Dardiana; Mifbakhudin Mifbakhudin; Dian Nintyasari Mustika
Jurnal Kebidanan Vol 3, No 2 (2014): August 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (39.868 KB) | DOI: 10.26714/jk.3.2.2014.20-25

Abstract

Latar Belakang :Teknik menyusui merupakan salah satu factor yang mempengaruhi produksi ASI dimana bila teknik menyusui tidak benar maka akan terjadi kegagalan dalam proses menyusui dan kegagalan tersebut sering disebabkan karena beberapa masalahpada ibu maupun bayinya. Masalah dari ibu disebabkan dari beberapa factor yaitu pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan. Tujuan :Penelitian untuk mengetahui adanya hubungan pendidikan pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui yang benar di Desa Leteh Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Metode : Jenis Penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian analitik explanatory study dengan pendekatan cross sectional. Variable independen pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu tentang teknik menyusui dan variable dependen: teknik menyusui yang benar. Uji statistic yang digunakan dalam penelitian ini adalah Ch- square.Jumlah populasi 37 ibu menyusui (0-6) bln, dengan kuesioner dan cheklist sebagai instrumen. Hasil : Penelitian yang diperoleh dari 37 responden, didapatkan 22 responden (62,2%) dengan pendidikan menengah yang dimiliki oleh ibu menyusui yang mempunyai teknik menyusui yang benar, ibu menyusui yang bekerja sebagian besar mempunyai teknik menyusui yang benar sebanyak 19 responden (51,4%), dan ibu menyusui yang mempunyai pengetahuan baik sebesar 17 (45,9%). Uji statistik yang digunakan Chi squaredi peroleh p value sebesar 0,000(p value< 0,05). Simpulan : Ada hubungan yang signifikan antara pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan ibu dengan teknik menyusui yang benar, Ada hubungan yang bermmakna antara pendidikan, pekerjaan dan pengetahuan dengan teknik menyusui yang benar.Kata Kunci: Pendidikan, Pekerjaan, Pengetahuan dan Teknik Menyusui yang Benar
PANDANGAN MASYARAKAT TENTANG INFERTILITAS DENGAN PENYAKIT KEGANASAN (FOCUS GROUP DISCUSSION) DI KELURAHAN “S” Semarang Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari; Indrawati, Nuke Devi; Dewi, Maria Ulfa Kurnia; Triwahyuni, Yulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i2.16098

Abstract

Pencegahan angka kesakitan pada kesehatan reproduksi merupakan salah satu target SDGs pada tahun 20230, salah satu upayanya adalah dengan meningkatkan kualitas hidup bagi pasangan dengan infertilitas, pemanfaatan sarana prasarana, dan pemantauan secara kontinyu dapat dilakukan tenaga kesehatan dalam promosi kesehatan reproduksi kaitan infertilitas yang disertai adanya penyakit keganasan. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kelurahan “S” Semarang ini bertujuan untuk mengetahui pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai adanya penyakit keganasan. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), meliputi pemberian informasi, dan implementasi FGD. Hasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaan pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan, masih adanya faktor budaya dan gender yang membedakan pendapat masyarakat, masih perlunya pemahaman dan dukungan yang penting dari keluarga dan masyarakat sekitar tentang infertilitas. Sehingga masih perlu sekali peningkatan pemahaman bagi masyarakat dengan sering diberikan pendidikan kesehatan dan edukasi,serta diperlukan media edukasi yang menarik, sehingga masyarakat lebih paham kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA PUTRI TENTANG PENYAKIT MENULAR SEKSUAL DI SMA 1 MUHAMMADIYAH SEMARANG Mulyanti, Lia; Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari; Nurjanah, Siti; Vernanda, Chelsea Ledyfia; Rosadi, Margita Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan Vol 6, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kebidanan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jpmk.v6i2.16099

Abstract

Data menunjukkan dari remaja usia 12-18 tahun, 16% mendapat informasi seputar seks dari teman, 35% dari film porno, dan hanya 5% dari orang tua. Berkembang pula opini seks adalah sesuatu yang menarik dan perlu dicoba (sexpectation). Remaja banyak yang tidak sadar dari pengalaman yang tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan, salah satu problema dari kaum remaja apabila kurangnya pengetahuan seksual pranikah adalah kehamilan yang tidak diinginkan, aborsi tidak aman dan juga penyakit kelamin. Tujuan Pengabdian kepada masyarakat ini adalah mendambah pengetahuan remaja putri tentang penyakit menukar seksual. Metode pengabdian ini adalah dengan metode ceramah dan diskusi. Hasil dari pengabdian ini bahwa semua siswi mengetahui tentang penyakit menular seksual  Kesimpulan dari pengabdian masyarakat ini diharapkan remaja khususnya remaja putri untuk menjauhi perilaku yang mengarah ke seks bebas agar dapat terhindar dari penyakit menular seksual.
INTERVENSI EDUKATIF MELALUI PROGRAM KIE (KOMUNIKASI, INFORMASI, DAN EDUKASI) MENCEGAH PERGAULAN BEBAS WANITA MUDA Puspitaningrum, Dewi; Mustika, Dian Nintyasari; Mulyanti, Lia; Nurjanah, Siti; Ika, Ajeng; Sari, Dian Yunita
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i1.6608

Abstract

Latar belakang: Pergaulan bebas di kalangan remaja menjadi isu yang memprihatinkan, terutama akibat kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi dan nilai moral. Fenomena ini juga terjadi di Kota Semarang, yang ditunjukkan dengan meningkatnya kasus wanita muda atau remaja dengan perilaku berisiko. Tujuan: kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita muda pada SMA terhadap bahaya pergaulan bebas melalui program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE). Metode: Kegiatan dilakukan di salah satu SMA 1 Muhammadiyah di Semarang dengan metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi peran. Peserta terdiri dari 50 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test terkait pengetahuan dan sikap terhadap pergaulan bebas. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor pengetahuan dan sikap siswa setelah intervensi edukatif. Program KIE terbukti efektif dalam menyampaikan pesan kesehatan secara komunikatif dan partisipatif. Kesimpulannya, intervensi melalui pendekatan KIE dapat menjadi strategi preventif yang efektif dalam mencegah perilaku pergaulan bebas pada wanita muda SMA, serta mendukung upaya pembentukan karakter dan perilaku sehat. 
Literature Review : Factors Affecting Birth Weight and its Management Indrawati, Nuke Devi; Dewi, Maria Ulfah Kurnia; Mustika, Dian Nintyasari; Puspitaningrum, Dewi
Gaster Vol 22 No 1 (2024): FEBRUARI
Publisher : P3M Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/gaster.v22i1.1126

Abstract

The literature review has the aim of reviewing and comparing the similarities of several research results regarding the factors that influence the occurrence of low birth weight babies and their management methods in several hospitals in Indonesia. Literature review method with this study was carried out by conducting a literature review by searching several national journals. Literature search using several keywords, namely "low birthweight (LBW)", "infants", "management of LBW" for 10 literature publications from 2012-2022. Article searches used Sciencedirect, Garuda Portal, Mendeley and Google Scholar for articles with quantitative and qualitative designs. Results Of the ten articles stated that LBW occurs not only in premature babies but normal babies can also experience LBW. LBW is not only influenced by the mother's knowledge but other factors such as nutrition, pregnancy interval, age, parity, lifestyle, and pregnancy complications. Discussion and Conclusion: Here the role of health workers and parents in handling LBW is very important without having to be expensive and can be done at home so that it can help increase LBW with exclusive breastfeeding, prevent hypothermia, prevent infection and keep the baby healthy so that stunting does not occur.
Kesehatan adalah Hak Semua Orang: Aksi PHBS dan Pencegahan Infeksi Menular Seksual bagi Tunawisma di Pertubuhan Kebajikan Ar-Riqab Kuala Lumpur Malaysia Dian Nintyasari Mustika; Dewi Puspitaningrum; Ali Rosidi; Mohammad Fatkhul Mubin; Carlin Souhaly; Happy Rossa Pangestu; Muslimah
Jurnal Pengabdian Sosial Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Sosial
Publisher : Universiitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/pbs.v6i1.57104

Abstract

Kelompok tunawisma memiliki kerentanan tinggi terhadap infeksi menular seksual (IMS) akibat perilaku berisiko, lingkungan hidup tidak sehat, dan akses layanan kesehatan yang terbatas; intervensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diperlukan guna memperkuat praktik kebersihan diri dan seks aman. Program pengabdian ini bermitra dengan Pertubuhan Kebajikan Ar-Riqab (PKAR), Kuala Lumpur, untuk: (1) meningkatkan pengetahuan PHBS dan IMS; (2) mendorong perubahan perilaku nyata (cuci tangan, kebersihan diri, penggunaan kondom); (3) memfasilitasi akses konseling/skrining IMS; dan (4) memperkuat dukungan sosial. Metode meliputi penyuluhan interaktif (diskusi dan simulasi PHBS serta seks aman), layanan mobile untuk konseling, distribusi sarana kebersihan/edukasi, serta kolaborasi multisektor; evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi perilaku (pemanfaatan fasilitas cuci tangan dan penggunaan kondom), serta umpan balik peserta. Program diharapkan menghasilkan peningkatan skor pengetahuan, praktik kebersihan personal yang lebih konsisten, perluasan rujukan ke layanan IMS, dan pembentukan peer educator sebagai strategi keberlanjutan.
Distribution and Determinants of Stunting Prevention Behavior Among Adolescents Sukamto, Ika Sumiyarsi; Mustika, Dian Nintyasari; Cahyani, Fitria Fahma Nur
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 14, No 1 (2026): February
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v14i1.115472

Abstract

Background: Stunting remains a persistent public health concern in Indonesia, and adolescence represents a strategic period to prevent its long-term consequences. Understanding sanitation and nutritional behaviors among adolescents is essential because these behaviors contribute to stunting prevention efforts. The purpose of this study is to analyze the distribution and determinants of stunting prevention behavior in adolescents in Sukoharjo district. Methods: This research employed a cross-sectional design to assess the relationship between individual characteristics and stunting prevention behaviors among high school students in Sukoharjo District. Data on knowledge, sanitation behavior, and balanced nutrition behavior were obtained using a validated questionnaire. Because the data were not normally distributed, bivariate analysis using Spearman’s correlation test was performed to examine associations between age, pocket money, BMI, knowledge, and stunting prevention behaviors. Result: Most adolescents demonstrated good sanitation behavior but only moderate nutritional behavior. Although knowledge levels were generally high, knowledge did not translate into improved sanitation or nutrition practices. All correlations between age, pocket money, BMI, or knowledge and sanitation or nutritional behavior were categorized as very weak, with p-values >0.05. Additionally, sanitation behavior did not correlate with nutritional behavior, indicating that these behaviors are shaped by different influencing factors. Conclusions: Individual characteristics and knowledge were not significant predictors of adolescents’ sanitation or nutritional behavior. The absence of meaningful associations suggests that broader social, environmental, and familial influences may play a more dominant role in shaping stunting prevention behaviors. Therefore, interventions should emphasize supportive environments, family engagement, and behavior-oriented strategies rather than relying solely on knowledge-based approaches
Overview of The Vaccine Cold Chain System in Five Semarang City Health Centers Mustika, Dian Nintyasari; Prakasiwi, Sherkia Ichtiarsi
Placentum: Jurnal Ilmiah Kesehatan dan Aplikasinya Vol 9, No 3 (2021): Special Issue
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/placentum.v9i3.55220

Abstract

Immunization is an effort to reduce morbidity rate, mortality rate, and birth defects in children. It is either a regular or supplemental program for PD3I or vaccine-preventable diseases such as TB, diphtheria, pertussis, tetanus, hepatitis B, polio, and rubella. An infant ideally receives a complete basic vaccine which consists of one dosage of BCG, three dosages of DPT, four dosages of Polio, three dosages of HB, and one dosage of MR. The immunization program is said to be effective and able to decrease the disease when the implementation is well completed and the immunization service quality is guaranteed based on the standard, especially the implementation of vaccine cold chain. The aim of this study is to investigate the condition of vaccine cold chain equipment at five community health centers in Semarang city.It was an observational descriptive research with a cross-sectional design conducted in five community health centers in Semarang city. The sampling technique used in this research was consecutive sampling. The respondents consisted of 5 vaccine managers at the community health center. The data were collected through a questionnaire which was then analyzed by using univariate analysis. It was found that most of the respondents (80.0%) did not provide a cold room in its building. Few respondents (40%) said that they provided the national standardized (SNI) and WHO’s Performance Quality and Safety (PQS) standardized vaccine refrigerator. Meanwhile, only 20% of the respondents stated that they provided the national standardized (SNI) and PQS standardized vaccine freezer. On the other hand, 60% of respondents explained that the tape on the thermostat vaccine refrigerator/freezer was already installed. The same result also happened in which 60% of respondents also explained that they provided Indonesian national standardized (SNI) and PQS standardized disposable or reusable cold packs. Further, 100% of respondents stated that they provided either vaccine carriers to carry out the vaccine to the immunization service site, cold packs and dry ice in the cold pack, or VVM as the temperature indicator such as thermometer and temperature record chart. It is expected that each health center has a refrigerator/ freezer vaccine according to SNI and PQS from WHO