Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Modal Sosial dalam Pengelolaan Kebun Plasma Berkelanjutan pada KUD Lubuk Karya Kabupaten Dharmasraya Yulistriani, Yulistriani; Hasnah, Hasnah
Journal of Agribusiness and Community Empowerment (JACE) Vol. 5 No. 2 (2022): September
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.052 KB) | DOI: 10.32530/jace.v5i2.491

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menjadi isu penting di setiap sektor termasuk sektor perkebunan. Keberlanjutan kebun plasma sering mengalami permasalahan setelah lepas dari perkebunan besar pengelolanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana modal sosial berperan dalam keberlanjutan pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat pasca plasma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey melalui wawancara mendalam dengan Ketua KUD Lubuk Karya dan 10 orang anggotanya koperasi yang dipilih secara purposive sampling. Hasil wawancara ditabulasi dan diinterprestasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial berperan penting dalam keberlanjutan perkebunan pasca lepas dari plasma. Dapat disimpulkan bahwa modal sosial yang paling beperan dalam keberlanjutan perkebunan paca plasma adalah modal rasional terutama pada aspek saling percaya diantara anggota. Komunikasi, tranparansi dan aliran informasi antar aktor melahirkan hubungan positif jangka Panjang. Walaupun manajemen kebun sudah berganti dengan petani pengelola yaitu petani KUD tidak mempengaruhi keberlanjutan, karena transfer ilmu dan informasi masih tetap dilakukan melalui pemeliharaan hubungan sosial atau modal sosial.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT DALAM PENGEMBANGAN AGROEKOWISATA DANAU BONTAK DI NAGARI LUBUK GADANG KABUPATEN SOLOK SELATAN Febriamansyah, Rudi; Setiawati, Sri; Amrina, Elita; Yuerlita, Yuerlita; Febria, Fuji Astuti; Nurdin, Jabang; Purnawan, Purnawan; Yonariza, Yonariza; Mahdi, Mahdi; Hariance, Rika; Zis, Sirajul Fuad; Yulistriani, Yulistriani
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v7i2.594

Abstract

West Sumatra, one of the provinces in Indonesia, is renowned for its rich cultural heritage and beautiful natural landscapes. Additionally, its agricultural sector significantly contributes to the region's Gross Regional Domestic Product (GRDP), including in Solok Selatan Regency, which boasts the Seribu Rumah Gadang area as its tourism icon. Solok Selatan Regency is also home to Lake Bontak, the only lake in the region, located within the conservation area of Kerinci Seblat National Park (TNKS), one of the gateways for climbing Mount Kerinci. The Independent Conservation Group (KKM) Bangun Rejo has been managing agro-ecotourism by establishing a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and farmer groups. These groups engage in integrated farming, agriculture, and livestock businesses with nature tourism at Lake Bontak. The empowerment of these community groups aims to develop sustainable agro-ecotourism in Solok Selatan Regency. One method used is Focus Group Discussions (FGD) to identify the potential for agro-ecotourism development at Lake Bontak. The outcomes of these activities include the agro-edutourism development concept, the creation of social media accounts for promotion, and the cleaning and installation of tracking paths and tourist activity guides in the Lake Bontak area. Additionally, there is an emphasis on educating the community about conducting tourism activities that prioritize biodiversity conservation within the conservation area to support ongoing environmental knowledge around Lake Bontak. It is hoped that this area will attract both local and international tourists, particularly students and researchers interested in exploring the flora and fauna potential through the agro-edutourism concept.
Pemberdayaan Komunitas Penghasil Dadiah Aie Dingin melalui Penguatan Branding dan Digitalisasi Pemasaran Produk Dadiah Yulistriani, Yulistriani; Yuerlita, Yuerlita; Usni, Maulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.731

Abstract

Kelompok pengolah dadiah di Nagari Aie Dingin memiliki potensi besar dalam mengembangkan produk olahan berbasis susu kerbau khas Minangkabau. Namun, kelompok ini menghadapi berbagai persoalan, antara lain keterbatasan bahan baku susu kerbau, belum adanya standar sanitasi dan pengemasan, serta pemasaran yang masih tradisional dan terbatas pada pasar lokal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat daya saing produk dadiah melalui pengembangan branding, promosi digital, dan peningkatan kapasitas pemasaran.Metode pelaksanaan mencakup analisis fasilitas pendukung pemasaran online dan offline, pembuatan media promosi visual, serta pelatihan digital marketing sederhana bagi pengelola dadiah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan kelompok dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi, tersedianya identitas visual produk berupa label dan logo baru, serta video profil yang memperkenalkan proses pembuatan dan nilai budaya dadiah. Dengan kegiatan ini, kelompok pengolah dadiah Aie Dingin telah memiliki pondasi kuat dalam membangun branding dan memperluas pasar secara berkelanjutan.